Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial ISSN: 2620-3367 (Onlin. Vol. 6 No. 1 Juli 2023 Hal: 132 - 142 Available Online at jurnal. id/focus PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN BANTARANSUNGAI CITARUM SEKTOR 7 KECAMATAN BALEENDAH KABUPATEN BANDUNG Debby Maharani1. Eva Nuriyah Hidayat2. Gigin Ginanjar Kamil Basar3 Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial. Universitas Padjadjaran : Departemen Ilmu Kesejahteraan Sosial. Universitas Padjadjaran : Departemen Ilmu Kesejahteraan Sosial. Universitas Padjadjaran : Article history Received : 2023-01-28 Revised : 2023-08-06 Accepted : 2023-08-08 *Corresponding author Email Debby18001@mail. nuriyah@unpad. gigin@unpad. No. doi: 10. 24198/focus. ABSTRAK Penelitian ini berjudul AuPartisipasi Masyarakat dalam Pengelolan Bantaran Sungai Citarum Sektor 7 Kecamatan Baleendah Kabupaten BandungAy. Peneliti mencoba mendeskripsikan bagaimana partisipasi masyarakat yang ada di dalam pengelolaan bantaran Sungai Citarum Sektor 7 dengan melihat 5 bentuk partisipasi, yaitu . partisipasi pemikiran, . partisipasi tenaga, . partisipasi keterampilan/keahlian, . partisipasi harta benda dan yang terakhir . partisipasi Penelitian ini menggunakan metode deskriptif menggunakan wawancara mendalam, observasi non partisipan, studi dokumentasi dan studi kepustakaan. Adapun jumlah informan dalam penelitian ini sebanyak 11 orang yang terlibat langsung dalam pengelolaan bantaran Sungai Citarum Sektor 7. Hasil penelitian menunjukan bahwa untuk wilayah Bojongmalaka dan Andir masyarakat memberikan partisipasi secara sukarela dan sesuai kemampuannya melalui kelima bentuk partisipasi. Namun, di wilayah Rancamanyar masih kurangnya partisipasi yang diberikan oleh masyarakat, hal ini terjadi karena kurangnya sosialisasi yang dilakukan oleh tim satgas dan masih minimnya pengetahuan masyarakat dalam pengelolaan Bantaran Sungai Citarum Sektor Maka komunitas/organisasi lokal untuk melakukan evaluasi kegiatan yang telah dilakukan oleh satgas, kemudian mengadakan diskusi yang dilakukan secara rutin antara masyarakat dengan para stakeholder, dan membuat pelatihan khusus dengan tujuan untuk memaksimalkan keterampilan yang ada di masyarakat dalam pengelolaan bantaran Sungai Citarum sektor 7. Kata Kunci : Partisipasi Masyarakat. Pengelolaan. Bantaran Sungai COMMUNITY PARTICIPATION THE MANAGEMENT OF THE BANKS OF THE CITARUM RIVER SECTOR 7 BALEENDAH DISTRICTBANDUNG REGENCY ABSTRACT This research is entitled "Community Participation in the Management of the Citarum RiverBank Sector 7. Baleendah District. Bandung Regency". Researchers tried to describe how community participation in the management of the Citarum River bank Sector 7 by looking at 5 forms of participation, namely . thought participation, . energy participation, . skill / expertise participation, . property participation and finally . social participation. This research uses qualitative descriptive methods with data collection techniques using in-depth interviews, non-participant observations, documentation studies Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial ISSN: 2620-3367 (Onlin. Vol. 6 No. 1 Juli 2023 Hal: 132 - 142 Available Online at jurnal. id/focus and literature studies. The number of informants in this study was 11 people who were directly involved in the management of the Citarum River bank Sector 7. The results showed that for the Bojongmalaka and Andir regions, the community provided participation voluntarily andaccording to their abilities through all five forms of participation. However, in the Rancamanyar area, there is still a lack of participation provided by the community, this happens because of the lack ofsocialization carried out by the task force team and the lack of public knowledge in the managementof the Citarum RiverBank Sector 7. So the researcher recommends for the government together with local communities/organizations to evaluate the activities that have been carried out by the task force, then hold regular discussions between the community and stakeholders, and make special training withthe aim of maximizing the skills in the community in the management of the citarum riverbank sector 7. Keywords: Community Participation. Management. Riverbank PENDAHULUAN Sungai Citarum merupakan sungai yang memiliki wilayah peredaran bantaran terpanjang di Jawa Barat. Bagi masyarakat Jawa Barat. Sungai Citarum menjadi sumber penghidupan yang digunakan untuk memenuhi sumber baku air minum, kebutuhan rumah tangga, kebutuhan domestik, kebutuhan untuk mengairi persawahan, dan kebutuhan industry (Maulana, 2. Namun, dibalik itu semua. Sungai Citarum mengalami berbagai permasalahan sehingga menimbulkan dampak negative, status dari Sungai Citarum pada saat ini telah menjadi perhatian dunia karena masuk pada urutan salah satu dari 10 sungai paling tercemar di Dunia menurut The Worlds Worst 2013 : The Top Ten Toxic Threats dari hasil investigasi organisasi lingkungan hidup green cross swiss dan Blacksmith Institute pada tahun Pemerintah mengesahkan Perpres Nomor 15 Tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran di Sungai Citarum, dan digulirkannya Program Citarum Harum yang ditugaskan kepada TNI sebagai Tim Satuan Tugas . untuk mendorong pengelolaan dan pembersihan Sungai Citarum, sekaligus menjadi tim dari pihak yang paling berizin selama tujuh tahun untuk pengelolaan dan pengendalian Sungai Citarum di bawah Program Pemerintah yang bernamaCitarum Harum (Darwis, 2. Pencemaran dan kerusakan yang terjadi pada Sungai Citarum diantaranya meliputi limbah peternakan dan limbah pertanian. Bukan hanya itu, adanya penebangan hutan di sekitar wilayah hulu juga menjadi faktor (Resnawaty, 2. Sebenarnya, mengelola Sungai Citarum ini bukan hanya kewajiban bagi pemerintah dan TNI saja tetapi seluruh masyarakat khususnya bagi masyarakat yang berada di Sektor 7 Kecamatan Baleendah Kabupaten Bandung yang tinggal di bantaran Sungai Citarum. Karena mereka yang bersentuhan langsung dan yang pertama terkena dampak dari pencemaran Sungai Citarum. Maka dari itu, pentingnya masyarakat yang berada di Sektor 7 Kecamatan Baleendah untuk ikut berpartisipasi dalam pengelolaan bantaran Sungai Citarum, agar masyarakat mampu mengikutsertakan dirinya dalam rangka mencapai kehidupan yang lebih baik melalui upaya-upaya dalam pengelolaan bantaran sungai. Apabila permasalahan pencemaran bantaran Sungai ini ingin diselesaikan, maka dibutuhkan peran pekerja sosialuntuk melestarikan, mengelola dan menjaga lingkungan yang ada di bantaran Sungai Citarum Sektor 7 Kecamatan Baleendah secara berkelanjutan dengan mengacu kepada bagaimana tingkat partisipasi Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial ISSN: 2620-3367 (Onlin. Vol. 6 No. 1 Juli 2023 Hal: 132 - 142 Available Online at jurnal. id/focus masyarakat yang diberikan memanfaatkan potensi dan sumber daya yang dimiliki dan memfokuskannya kepada partisipasi secara aktif dari masyarakatnya itu sendiri. Hadirnya pekerja sosial dapat pencemaran Sungai termasuk kedalam masalah sosial ekologi yang dapat mengganggu lingkungan hidup dan ekosistem yang ada. Kata masyarakat berasal dari Bahasa Arab ialah AuSyarakaAy yang berarti ikut serta, berpartisipasi atau AumusyarakaAy yang berarti saling bergaul. Sedangkan menurut Abdul Syani . 7: . dalam (Jamaludin, 2. Sektor 7 merupakan salah satu sektor yang ada di Sungai Citarum. Berlokasi di Kecamatan Baleendah yang terdiri dari 3 wilayah diantaranya Kelurahan Andir. Desa Rancamanyar, dan Desa Bojongmalaka. Sektor 7 ini dilewati oleh aliran Sungai Citarum sepanjang - 3 KM, pada sektor ini berpotensi terkena banjir apabila air dari Sungai Citarum sedang meluap. Selain permasalahan banjir, pada sektor 7 masih terdapat masyarakat yang melakukan banyak kegiatan dan terdapat pabrik industry dan tekstil yang dengan sengaja membuang limbahnya ke Sungai, hal ini menjadi faktor lain yang dapat menimbulkan banyak permasalahan di sektor 7 jika dibandingkan dengan sektor Penelitian ini dilakukan di sektor 7, karena pada sektor ini merupakan salah satu dibandingkan dengan sektor yang lain, hal ini terjadi karena pada sektor 7 masih terdapat beberapa aktivitas industry aktif dan pada sektor ini merupakan daerah strategis yang tingkat aktivitas keseharian penduduknya cukup tinggi. Hadirnya pekerja sosial dapat pencemaran Sungai termasuk kedalam masalah sosial ekologi yang dapat mengganggu lingkungan hidup dan ekosistem yang ada. Disini pekerja sosial tidak hanya fokus pada penanganan permasalahan kesejahteraan sosial saja melainkan juga pada permasalahan lingkungan yang terjadi. Dibutuhkan peran pekerja sosial untuk membantu masyarakat agar dapat melestarikan, mengelola dan menjaga lingkungan yang ada di bantaran Sungai Citarum Sektor 7 Kecamatan Baleendah secara berkelanjutan dengan mengacu kepada bagaimana tingkat partisipasi masyarakat yang diberikan dengan memanfaatkan potensi dan sumber daya yang dimiliki dan memfokuskannya kepada partisipasi secara aktif dari masyarakatnya itu sendiri. Selain itu pendekatan community development juga diterapkan karena dalam community development proses penguatan masyarakat dilakukan secara aktif dan berkelanjutan. Partisipasi menurut Jim Ife ialah sebagai suatu bagian penting dari pemberdayaan dan tumbuhnya kesadaran dimasyarakat, semakin banyak orang yang terlibat itu akan semakin lengkap partisipasinya (Ife & Tesoriero, 2. Partisipasi masyarakat dalam pengelolaan bantaran Sungai Citarum merupakan suatu hal yang penting, karena masyarakat pengelolaan Sungai Citarum. Partisipasi masyarakat merupakan sebuah pendekatan guna memperoleh informasi mengenai kebutuhan, sikap masyarakat setempat, dan kondisi mereka. Berdasarkan hal tersebut maka. Partisipasi jika diartikan secaraharfiah ialah turut berperan serta di dalam suatu kegiatan, keikutsertaan dalam suatu kegiatan, berperan aktif dan atau proaktif di dalam suatu kegiatan. Partisipasi juga dapat dideifnisikan sebagai keikutsertaan atau keterlibatan masyarakat secara sukarela dalam kegiatan baik itu karena dorongan dari dirinya sendiri . ataupun karena berasal dari luar dirinya . (Fahrudin, 2. Adapun bentuk-bentuk partisipasi menurut Hamijoyo dan Iskandar . dalam (Huraerah, 2. dapat dilihat dari lima aspek, diantaranya ialah partisipasi pemikiran, partisipasi tenaga, keterampilan atau kemahiran, dan terakhir Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial ISSN: 2620-3367 (Onlin. Vol. 6 No. 1 Juli 2023 Hal: 132 - 142 Available Online at jurnal. id/focus partisipasi sosial. Terdapat banyak bentukbentuk dari partisipasi masyarakat. Hamijoyo dan Iskandar yang dikutip oleh (Huraerah, 2011, p. membagi kedalam lima bentuk partisipasi, yaitu: Partisipasi buah pikiran atau bentuk pikiran, merupakan partisipasi yang diberikan dapat berupa sumbangan ide/gagasan, pendapat, dan saran baik untuk menyusun program ataupun untuk mendukung pelaksanaan program guna mengembangkan kegiatan yangdiikutinya. Partisipasi tenaga, ialah partisipasi yang diberikan dalam bentuk tenaga agar dapat menunjang keberhasilanprogram. Partisipasi harta benda, ialah partisipasi dalam bentuk menyumbang barang atau harta benda, biasanya dapat berupa alat kerja atau perkakas. Partisipasi keterampilan, ialah memberikan dukungan kemahiran/keterampilan dimiliki kepada anggota masyarakat lain yang membutuhkannya, agarorang tersebut kesejahteraan sosial lingkungannya. Partisipasi sosial, ialah partisipasi yang diberikan orang sebagai tanda keguyuban, misalnya mengikuti kegiatan sosialisasi/penyuluhan, mengikuti kerja bakti, danpembersihan sampah. Dari jenis-jenis partisipasi menurut Hamijoyo diatas, dapat disimpulkan bahwa partisipasi dapat partisipasi yang dapat dilihat secara nyata . dan partisipasi yang tidak dapat . idak berwujud/abstra. Partisipasi berwujud, yaitu tenaga, kemahiran atau keterampilan, dan harta benda sedangkan partisipasi yang tidak berwujud, yaitu partisipasi buah pikiran/bentuk pikiran dan partisipasi Konsep pengembangan masyarakat (Community Developmen. pengorganisasian masyarakat (Community Organizatio. untuk melayani masyarakat dalam kondisi yang terus berubah-ubah, para pekerja kemasyarakatan berupaya memfasilitasi warga dalam terciptanya keadilan sosial dan saling menghargai melalui program pembangunan secara luas komponen masyarakat (Zubaedi, 2. Maka dapat diartikan bahwa Community Development sebagai pendorong bagi masyarakat untuk mengikuti kegiatan demi tercapainya kesejahteraan dirinya sendiri (Wibhawa et al. , 2. Jack Rothman dalam (Agustana, 2. mengembangkan tiga model dalam pengembangan masyarakat yang dapat digunakan untuk memahami diantaranya sebagai berikut : Locality Development . engembangan masyarakat loka. Dalam model ini untuk melakukan perubahan dalam masyarakat dapat terjalan secara optimal apabila melibatkan partisipasi aktif masyarakat. Pembangunan ditingkat desa memiliki satu pandangan bahwa perubahan yang ada di masyarakat dapat tercapai secara optimal bila ditempuh melalui partisipasi aktif dari seluruh masyarakat yang memiliki tingkat di paling bawah . dalam pengambilan keputusan dan pelaksana. Partisipasi aktif seluruh masyarakat dalam pembangunan itu yang menjadi tujuan utama dalam proses perubahan, bila masyarakat memiliki kesadaran penuh dan motivasi maka tanda-tanda perubahan pun sudah tercapai. Social planning . erencanaan sosia. Pada model ini menekankan proses pemecahan masalah secara teknis terhadap masalah sosial yang substantive, seperti kenakalan remaja, permukiman, kesehatan mental, dan masalah sosial lainnya. Selain itu dalam model ini menganggap penting untuk menggunakan perencanaan yang matang dan perubahan yang terkendali untuk mencapai tujuanakhir secara rasional dan didalam pelaksanaanya dilakukan pengawasan yang ketat untuk melihat perubahan yang terjadi. Tujuan utama dalam pencapaian model pendekatan ini memberikan bantuan baik yang bersifat materi maupun pelayanan yang berbentuk Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial ISSN: 2620-3367 (Onlin. Vol. 6 No. 1 Juli 2023 Hal: 132 - 142 Available Online at jurnal. id/focus jasa bagi orang yang membutuhkannya. Aksi Sosial. Model ini menekankan betapa pentingnya penanganan secara terorganisasi, terarah, dan sistematis kepada kelompok yangtidak beruntung juga memingkatkan kebutuhan yang memadai. Tujuan yang ingin dicapai dalam model ni ialah mengubah system atau kebijakan Pemerintah secara langsung dalam rangka untuk menanggulangi masalah yang memaparkan penjelasan mengenai METODE PENELITIAN Tujuan dari penelitian ini ingin menggali informasi lalu mendeskripsikan mengenai partisipasi masyarakat dalam pengelolaan bantaran Sungai Citarum sektor 7 Kecamatan Baleendah Kabupaten Bandung yang terdiri dari 3 wilayah yaitu Kelurahan Andir. Desa Rancamanyar, dan Desa Bojong Malaka. Metode yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini ialah metode deskriptif melalui pendekatan kualitatif. Objek penelitian disini adalah partisipasi masyarakat di bantaran Sungai Citarum Sektor 7 Kecamatan Baleendah Kabupaten Bandung. Sedangkan subjek penelitiannya adalah masyarakat Kecamatan Baleendah Kabupaten Bandung. Adapun jumlah informan dalam penelitian ini sebanyak 12 informan yang terlibat langsung dalam pengelolaan bantaran Sungai Citarum Sektor 7. Teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti dalam penelitian ini menggunakan dua teknik yaitu, pertama, data primer yang mencakup wawancara mendalam . ndepth intervie. dan observasi non partisipan. Kedua, data sekunder yang Analisis penelitian ini menggunakan model analisis data yang dikemukakan oleh Miles and Huberman (Sugiyono, diantaranya yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Partisipasi Pemikiran Hamijoyo dalam (Huraerah, 2. Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial ISSN: 2620-3367 (Onlin. Vol. 6 No. 1 Juli 2023 Hal: 132 - 142 Available Online at jurnal. id/focus partisipasi pemikiran yaitu berupa sumbangan ide, gagasan, pendapat, dan saran baik untuk menyusun program ataupun untuk mendukung pelaksanaan program guna mengembangkan kegiatan yang diikutinya. Partisipasi pemikiran yang diberikan masyarakat terhadap pengelolaan bantaran Sungai Citarum di sektor 7 sejalan dengan konsep partisipasi pemikiran yang dikatakan oleh Hamijoyo. Partisipasi berupa ide, gagasan, pendapat, dan saran telah dilakukan masyarakat pada saat mengadakan diskusi yang digunakan untuk membahas mengenai pengelolaan bantaran Sungai Citarum. Berdasarkan Desa Bojongmalaka dan Kelurahan Andir menyumbangkan pemikiran, salah satunya gagasan yang dipaparkan oleh masyarakat terkait pengelolaan bantaran Sungai Citarum sektor 7 ialah dibangun posko sebagai sarana dan prasarana umum untuk menunjang kegiatan pengelolaan bantaran Sungai Citarum sektor 7. Diskusi yang komunitas/organisasi lokal melibatkan masyarakat sebagai peserta diskusi. Akan tetapi, di Desa Rancamanyar dalam diskusi yang diadakan oleh satgas ataupun komunitas/organisasi melibatkan tokoh masyarakat saja. Hal tersebut terjadi, karena tokoh masyarakat dirasa memiliki pengaruh yang cukup besar bagi masyarakat sekitar, selain itu tidak semua masyarakat dilibatkan karena adanya keterbatasan tempat, tenaga, dan waktu yang dimiliki. Jika berbicara mengenai proses partisipasi pemikiran yang dilakukan sejalan dengan model pengembangan masyarakat lokal . ocality developmen. menurut Jack Rothman. Karena dalam mengadakan diskusi, masyarakat turut aktif untuk menyumbangkan pemikirannya. Upaya yang dilakukan oleh masyarakat tersebut merupakan atas dasar kesadaran masyarakat sendiri, karena masyarakat sadar bahwa tugas satgas hanya sementara untuk mengelola bantaran Sungai Citarum sektor 7, karena pada kenyataannya masyarakatlah yang bertanggung jawab dan memiliki peran atas pengelolaan bantaran Sungai Citarum khususnya di sektor 7. Maka partisipasi pemikiran yang terjadi pada masyarakat di Desa Bojongmalaka. Desa Rancamanyar dan Kelurahan Andir termasuk ke dalam model pengembangan masyarakat lokal . ocality developmen. Partisipasi Tenaga Partisipasi masyarakat melalui kehadirannya pada saat pengelolaan bantaran Sungai Citarum Menurut Hamijoyo dan Iskandar dalam (Huraerah, 2. partisipasi tenaga ialah partisipasi yang diberikan dalam bentuk tenaga untuk perbaikan atau dapat menunjang suatu program. Karena salah satu prasyarat partsipasi yang efektif ialah adanya keinginan masyarakat untuk ikut Partisipasi tenaga yang pengelolaan bantaran Sungai Citarum sektor 7 sejalan dengan apa yang dikatakan oleh Hamijoyo dan Iskandar, dimana tenaganya untuk menunjang keberhasilan program kerja. Partisipasi tenaga juga merupakan salah satu faktor penentu dalam keberhasilan dan kelancaran program kerja bakti yang diberikan. Berdasarkan terdapat temuan bahwa pada Desa Bojongmalaka dan Kelurahan Andir masyarakat turut aktif untuk memberikan tenaganya dalam setiap program yang dilaksanakan, seperti mengikuti kegiatan kerja bakti, pembersihan saluran air, pemilahan sampah yang menumpuk, membersihkan rumput- rumput liat yang tumbuh di sekitar bantaran sungai. Masyarakat pengelolaan bantaran sungai beragam seperti bapak-bapak, ibu-ibu, pemuda anak-anak, membantu satu sama lain hal tersebut didasarkan atas kesadaran dari masingmasing individu. Berbeda dengan Desa Rancamanyar. Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial ISSN: 2620-3367 (Onlin. Vol. 6 No. 1 Juli 2023 Hal: 132 - 142 Available Online at jurnal. id/focus tidak semua masyarakat dilibatkan untuk dapat memberikan tenaganya, hanya masyarakat yang mempunyai pengaruh besar di wilayahnya seperti ketua Rt/Rw yang terlibat dalam kegiatan kerja bakti, hal tersebut disebabkan karena adanya tim satgas yang ditugaskan untuk mengelola Sungai Citarum, sehingga masyarakat merasa tidak mempunyai kapasitas dan tanggung jawab yang sama dalam pengelolaan bantaran Sungai Citarum sektor 7 ini, selain itu, satgas berharap kepada tokoh masyarakat yang terlibat dalam kerja bakti dapat mengajak masyarakat Desa Rancamanyar khususnya yang berada dekat dengan bantaran Sungai Citarum untuk lebih peduli kepada lingkungan sekitar, karena jika nanti satgas telah habis masa tugasnya untuk mengelola Sungai Citarum ini, masyarakat bisa menjaga, merawat, dan memaksimalkan ilmu dan pengalaman yang telah diberikan Partisipasi Keahlian atau Keterampilan Masyarakat memberikan partisipasinya melalui keterampilan yangdimiliki oleh setiap individu bantaran Sungai Citarum di sektor 7. Kemudian mereka yang telah berhasil menanam berbagai pohon tersebut bisa berbagi ilmu dan mengajarkan ke Hal tersebut menunjukan bahwa partisipasi keahlianatau keterampilan yang pengelolaan bantaran Sungai Citarum sektor 7 sesuai dengan apa yang dikemukakan oleh Hamijoyo danIskandar dalam (Huraerah, 2. bahwa partisipasi membutuhkanya, agar orang tersebut dapat melakukan kegitan yang bisa meningkatkan kesejahteraan sosialnya. Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial ISSN: 2620-3367 (Onlin. Vol. 6 No. 1 Juli 2023 Hal: 132 - 142 Available Online at jurnal. id/focus Adapun keahlian lain yang dimiliki masyarakat, ialah dalam memilah sampah rumah tangga, seperti sampah an-organic yang terdiri dari kardus, plastik dan botol plastik yang masih bagus dapat dijual dan sampah organic yang terdiri dari sampah sisa sayuran, sisa makanan, sampah dapur, dan dedaunan, sampah tersebut dapat dimaksimalkan oleh masyarakat untuk dibuat maggot. Maggot merupakan belatung atau bernga/berenga yang berasal larva dari lalat. Ini biasa ditemukan pada barang-barang yang membusuk seperti bangkai, buah, atau sayur-mayur yang rusak, larva lalat yang sudah menjadi maggot tersebut nantinya akan dijual Tentunya, untuk budidaya pengetahuan mendasar untuk membuat danmenternakan maggot tersebut, selain itu adanya budidaya maggot dapat bermanfaat bagi masyarakat supaya sampah yang ada tidak menjadi berserakan di bantaran Sungai Citarum. Pada Kelurahan Andir, keahlian/keterampilan masyarakat belum bisa dimaksimalkan. Sebab belum adanya keahlian/keterampilan yang dimiliki oleh masing-masing individu untuk pengelolaan bantaran Sungai Citarum, hal tersebut terjadi karena masih kurangnya edukasi yang dilakukan kepada masyarakat Kelurahan Andir. Tetapi di sebagian Kelurahan Andir, komunitas B2C2 sudah membantu untuk dapat memaksimalkan potensi yang ada pada masyarakat, dengan mengajak masyarakat untuk mengikuti pelatihan menanam sayuran atau pohon di Komunitas B2C2 berharap bagi masyarakat yang mengikuti pelatihan tersebut, ilmu yang telah didapatkan dapat dibagikan ke masyarakat yang lain. Partisipasi Harta Benda Jenis partisipasi yang diberikan selanjutnya ialah partisipasi harta benda. Harta benda yang dimaksud adalah berupa uang ataupun barang yang dapat bantaran Sungai Citarum sektor 7. Hamijoyo dan Iskandar mengatakan partisipasi yang diberikan dalam berbagai kegiatan untuk menyumbang barang atau uang, barang yang disumbangkan biasanya berupa alat- alat kerja atau perkakas. Seperti yang dikatakan Hamijoyo dan Iskandar, masyarakat yang berada di bantaran Sungai Citarum juga menunjukan keterlibatannya dalam partisipasi harta benda dengan cara menyumbangkan peralatan dan uang yang dapat menunjang keberhasilan kegiatan kerja bakti untuk pengelolaan bantaran Sungai Citarum. Tidak ada ketentuan khusus untuk jumlah uang dan barang sumbangan yang harus diberikan oleh setiap masyarakat, jumlah uang dan jenis barang yang disumbangkan disesuaikan dengan kemampuan dari Peralatan yang disumbangkan masyarakat berupa cangkul, arit, sapu lidi, garpu tani, alat pemotong rumput, gacok, parang, dan mesin pompa kecil penyemprot saluran air, selain perkakas ada juga masyarakat yang memberikan sumbangan dalam memberikan baju, baju yang disumbangkan digunakan pada kegiatan kerja bakti. Selain itu mereka juga secara sukarela menyumbangkan uangnya untuk digunakan untuk menunjang terlaksananya Partisipasi Sosial Jenis partisipasi kelima yang pengelolaan bantaran Sungai Citarum sektor 7 ialah partisipasi sosial. Partisipasi yang diberikan masyarakat ini dapat menjadi upaya untuk menjaga bantaran Sungai Citarum. Hamijoyo dan Iskandar dalam (Huraerah, 2. menjabarkan partisipasi sosial merupakan partisipasi yang diberikanseseorang sebagai tanda keguyuban. misalnya mengikuti sosialisasi/penyuluhan, mengikuti kerja bakti, dan pembersihan Partisipasi sosial yang diberikan masyarakat terhadap Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial ISSN: 2620-3367 (Onlin. Vol. 6 No. 1 Juli 2023 Hal: 132 - 142 Available Online at jurnal. id/focus Sungai Citarum disektor 7 sejalan dengan konsep partisipasi pemikiran yang dikatakan oleh Hamijoyo. Bahwa masyarakat memberikan partisipasinya dengan mengikuti kerja bakti yang diadakan secara rutin setiap 2x dalam satu bulan sedangkan untuk pembersihan saluran air dilakukan setelah terjadinya banjir di kawasan tersebut. Kerja bakti yang dilakukan pada Desa Rancamanyar. Desa Bojongmalaka, dan Kelurahan Andir melibatkan seluruh Kegiatan kerja bakti rutin diadakan oleh satgas dan masyarakat bantaran. Kegiatan kerja bakti ini meliputi pembersihan bantaran sungai dari sampah yang pembabatan/pemotongan rumput-rumput liar yang tumbuh di bantaran sungai, pembersihan saluran air yang tersambung ke sungai ataupun selokan-selokan yang dekat bantaran agar tidak ada sampah yang menyangkut di saluran air. Kemudian, sosialisasi di Desa Rancamanyar dan Kelurahan Andir sudah melibatkan masyarakat dilibatkan untuk mengikuti pengelolaan bantaran Sungai Citarum sektor 7, dikarenakan terdapat keterbatasan waktu, tempat, kemauan, dan kesadaran yang ada di dalam diri masyarakat sendiri. Pada Desa Bojongmalaka, dalam sosialisasi yang dilakukan sudah melibatkan seluruh masyarakat yang tinggal di bantaran sungai. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Partisipasi pengelolaan bantaran Sungai Citarum sektor 7 Kecamatan Baleendah menjadi salah satu hal yang melandasi keberhasilan pengelolaan bantaran Sungai Citarum, hal ini dibuktikan dengan adanya partisipasi masyarakat didalam setiap program yang dijalankan dan semakin tertatanya bantaran Sungai yang telah dikelola dengan Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti, ditemukan adanya perbedaan pada satu daerah yakni daerah Rancamanyar, yaitu kurangnya partisipasi masyarakat dalam beberapa kegiatan yang ada, hal ini terjadi dikarenakan kurangnya sosialisasi, edukasi, dan pemahanan kepada masyarakat daerah Rancamanyar serta adanya keterbatasan waktu dan tempat. Secara rinci, simpulan dari penelitian ini ialah sebagai berikut : Partisipasi Pemikiran pengelolaan bantaran Sungai Citarum sektor 7 Kecamatan Baleendah Kabupaten Bandung, terdiri dari terdapat keterlibatan masyarakat dalam memberikan gagasan, ide, pendapat dan saran yang dilakukan pengelolaan bantaran Sungai Citarum di Partisipasi Tenaga pengelolaan bantaran Sungai Citarum sektor 7 Kecamatan Baleendah Kabupaten Bandung, adanya keterlibatan masyarakat yang secara sukarela dalam memberikan tenaganya guna mendorong keberhasilan program kerja bakti. Partisipasi Keahlian Keterampilan dalam pengelolaannbantaran Sungaai Citarum sektor 7 Kecamatan Baleendah Kabupaten Bandung, terdiri dari adanya keterampilan masyarakat yang dapat menunjang dalam pengelolaan bantaran Sungai Citarum, dalam hal ini keterampilan masyarakat yang dimaksud ialah keterampilan dalam pemilahan sampah yang layak jual danpenanaman guna memanfaatkan lahan kosong yang tersedia di bantaran Sungai Citarum. Partisipasi Harta Benda dalam pengelolaan bantaran Sungai Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial ISSN: 2620-3367 (Onlin. Vol. 6 No. 1 Juli 2023 Hal: 132 - 142 Available Online at jurnal. id/focus Citarum sektor 7 Kecamatan Baleendah Kabupaten Bandung, terdiri dari adanya keterlibatan masyarakat secara sukarela dalam memberikan partisipasinya berupa uang dan peralatan yang dapat digunakan untuk pengelolaan bantaran Sungai Citarum. Partisipasi Sosial dalam pengelolaan bantaran Sungai Citarum sektor 7 Kecamatan Baleendah Kabupaten Bandung, terdiri dari adanya keterlibatan masyarakat dalam mengikuti kegiatan kerja bakti yang rutin dilaksanakan 2x dalam sebulan serta adanya keterlibatan masyarakat dalam sosialisasi dan FGD . ocus group discussio. yang diadakan oleh satgas, organisasi/komunitaslokal. SARAN Berdasarkan kesimpulan penelitian, peneliti telah merumuskan beberapa saran yang dapat digunakan sebagai bahan pengelolaan bantaran Sungai Citarum sektor 7 Kecamatan Baleendah Kabupaten Bandung, diantaranya : Pemerintah bersama komunitas/organisasi terhadap kegiatan masyarakat yang telah dilakukan, dan merencanakankeberlanjutan program selanjutnya jika TNI yang bertugas sebagai Satgas ini sudah habis masa Karena tim Satgas ini bersifat temporer dan keadaanya dianggap darurat jika mengacu kepada peraturan Presiden No 15 Tahun 2018 mengenai Percepatan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Citarum. Mengadakan dilakukan secara rutin antara masyarakat. Pemerintah, ataupun organisasi/komunitas lokal, dengan menggunakan metode Focus Group Discussion yang dapat menjadi wadah bagi seluruh stakeholder yang terlibat untuk saling menuangkan gagasan, ide, saran, dan pendapatnya demi menjaga, melestarikan dan mengembangkan bantaran yang telah dikelola oleh pihak Satgas sebelumnya. Membuat pelatihan khusus yang keterampilan yang ada di masyarakat dalam pengelolaan bantaran Sungai Citarum khususnyadi sektor 7. REFERENSI