REPOSITOR. Vol. No. Mei 2025. Pp. Implementasi Sistem Informasi Pelaporan Masyarakat Real-Time Berbasis Website Pemerintah Kabupaten Brebes Menggunakan Metode Waterfall Sarah Hasan*1. Otong Saeful Bahcri2 . Agyztia Premana3 1,2,3Universitas Muhadi Setiabudi sarahasan25@gmail. com*1, osbachri@umus. id 2, a. premana@umus. Abstrak Surat meyurat menjadi kebutuhan penting oleh masyarakat dalam kepengurusan keperluannya, di Perumahan Muara Sarana Indah masih belum tersistemasinya atau masih dilakukan secara manual mengenai layanan surat menyurat yang melibatkan Ketua Rt dan Ketua Rw setempat dan arsip surat yang belum tesimpan dengan rapi. Tujuan penelitian adalah membuat sebuah sistem layanan masyarakat berbasis web menggunakan metode watefall. Metode ini digunakan untuk mengembangkan sistem perangkat lunak dengan mempunyai alur hidup perangkat lunak secara bertahap dimulai dari analisis, design, pengkodean dan Dalam merancang sistem yang digunakan adalah bahasa pemrograman database MySQL dan PHP. Dan pengujian untuk sistem menggunakan Black-box testing dengan pendekatan Equivalence Partitioning sedangkan pengujian yang dilakukan oleh pengguna menggunakan User Acceptance Testing (UAT). Penelitian ini menghasilkan Sistem Layanan Warga berbasis web yang mempermudah warga dalam mengurus surat Ae menyurat dan mempermudah Ketua RW dan Ketua RT dalam menyimpan arsip surat yang sudah diakses oleh Kata Kunci: Waterfall. Black-Box Testing. User Acceptance Testing (UAT) Pendahuluan Memanfaatkan Information Technology pada suatu sistem elektronic merupakan suatu sistem yang pada komputer secara meluas yang terdiri dari hardware, software, jaringan komunikasi dan data elektronik. Sistem ini berhubungan antara manusia dengan mesin yang meliputi hardware, prosedur standar, software, sumber daya manusia (SDA), dan mengenai substansi informasi yang meliputi fungsi masukan, proses, penyimpanan luaran, dan terakhir 1 Oleh sebab itu pemakaian berbagai macam media untuk data input atau informasi luaran dari perpaduan alat telekomunikasi dan komputerisasi menjadi suatu keniscayaan. Sehingga elektronic goverment adalah bagian yang tidak dapat terpisahkan dari pemerintahan di berbagai negara, dimana Indonesia juga termasuk didalamnya. Electronic Government adalah penerapan layanan yangg mampu memajukan kualitas layanan publik berbasis komunikasi dan informasi untuk menjawab kebutuhan publik yang menginginkan proses dalam pengolahan data yang sangat cepat dan informasi yang lebih tepat. Electronic Governmen dibutuhkan agar dapat meningkatkan efektifitas, efisiensi, akuntabilitas dan transparansi dalam penyelenggaraan pemerintah dengan tujuan untuk menambah kepercayaan masyarakat terhadp pemerintahan terkusus di birokrasi. Namun berdasarkan permasalahan yang telah analisa di Perumahan Muara Sarana Indah. Desa Mulyoagung. Kec. Dau. Kabupaten Malang ada beberapa layanan warga perumahan yang masih belum tersistemasi secara baik seperti surat menyurat yang mengharuskan perijinan dari ketua RT dan ketua RW Berdasarkan permasalahan diatas solusinya adalah dengan membuat sistem yang dapat mengefisiensikan dalam hal surat menyurat antara warga perumahan Muara Sarana Indah, ketua RT dan Ketua RW. Model yang dipergunakan untuk pengembangan sistem menggunakan Government to Citizien dimana model ini menyampaikan berupa pelayanan publik dan informasi dari pemerintah untuk masyarakat dan pertukaran komunikasi, informasi antara pemerintah dan Pelayanan tersebut tertuju kepada kemampuan pemerintah dan masyarakat saling berkomunikasi dengan lebih mudah atau efisen menggunakan perantara media. Dari komunikasi tersebut masyarakat mendapatkan manfaat, diantara manfaatnya berupa pendaftaran elektronik dimana masyarakat tidak perlu antri menunggu formulir lagi 4. Untuk metode dalam merancang sistem ini menggunakan metode waterfall , waterfall paling sering digunakan dalam tahap ISSN: 2714-7975. E-ISSN: 2716-1382 Metode ini juga dikenal dengan model tradisional dan juga disebut model sqeuncial linear atau juga alur hidup klasik. Metode waterfall terjadi secara terurut mulai dari analisa, desing, membuat kode, pengujian. Tujuan peneliti memakai waterfall karena metode tersebut sesuai untuk menghasilkan sistem dimana segala kebutuhannya sudah diketahui terlebih dahulu serta dapat mengatasi masalah antar client dan pengembang dikarenakan client sulit ditemui karena aspek kesibukan client sehingga metode ini dapat meningkatkan efiensi Metode waterfall pengerjaan dilakukan bertahap jika tahapan sebelumnya tidak selesai maka tidak bisa dilanjutkan ketahap berikutnya, setalah itu diakhir akan dilakukan review untuk memastikan bahwa hasil akhir sudah sesui dengan kebutuhan 5 Model Goverment To Citizien lebih difokuskan kepada aspek surat menyurat yang dimana layanan tersebut berupa surat pengantar KK, surat penerbitan Akta Kematian. Surat penerbitan Akta Lahir, surat Pengantar KTP, dan surat lainnya yang membutuhkan perijinan dari Ketua RW dan masing Ae masing Ketua RT setempat. Pada jurnal Sistem informasi Desa dengan menggunakan Model Goverment To Citizien Fakultas UKI Komputer Universitas Kristen Indonesia Paulus Makassar yang dilakukan oleh Andri Satria Silo1. Frengky Aryanto2 pada penelitian tersebut bahwa sudah dibangun berupa aplikasi berbasis website desa Pambe menggunakan model e-Government to Citizien yang meberikan layanan berupa informasi desa. Pada kasus yang berbeda pada jurnal Perancangan Pengembangan Sistem Model Goverment To Citizien Politeknik Negeri Nusa Utara yang dilakukan oleh Oktavianus Lumasuge1. Arifin Paulus Tindi2. Noldi Sinsu3 pada penelitian tersebut dapat menghasilkan berupa dokumen spesifikasi kebutuhan seperti software, berisi prototype dalam merancang kebutuhan fungsional sistem berbasis G-to Citizien. Perancangan sebuah website untuk layanan masyarakat di perumahan Muara Sarana Indah dengan menggunakan model Government To Citizien. Hasil akhir berupa website sistem informasi layanan masyarakat, dengan adanya sistem tersebut diharapkan dapat mempermudah masyarakat untuk memenuhi kebutuhannya seperti kebutuhan dalam surat menyurat yang mengharuskan perijinan ketua RT dan ketua RW. Tinjauan Pustaka 1 E-Goverment E Ae Goverment dalam konsep pengembangannya didefinisikan : AuPemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam penyelenggaraan sistem elektronik untuk pelayanan publik dan administrasi pemerintah . ntuk selanjutnya disebut Sistem Elektronik Pemerintahan atau disingkat SEP) (Naskah Akademik Rancangan Undang-Undan. Ay. Pengertian itu sejalan dengan pengertian E-Goverment di Amerika Serikat yang telah dicanangkan oleh the Electronik Goverment Act of 2002 lebih lengkap karena ada menyinggung isu terkait kemanfaatan dari penyelenggaraan pemerintahan yang meliputi : efekvektivitas, efisiensi dan kualitas dalam pemberian pelayanan. Beberapa macam layanan e-goverment yaitu Goverment-to-Citizien (G2C). Goverment-toBusiness (G2B). Goverment-to-Employee (G2E), dan Goverment-to-Goverment (G2G). (Indrajit,2003:. G2C terdapat beberapa fungsi yaitu penyebaran informasi untuk masyarakat, layanan dasar terhadap masyarakat yaitu pembaruan surat izin pembuatan akta kematian /pernikahan/kelahiran, dan pembayaran pajak pendapatan, dimana dapat membantu masyarakat seperti layanan dasar seperti kesehatan, pendidikan, perpustakaan, informasi rumah sakit, dan lain Ae lain. G2B adalah berbagai pertukarann layanan antaraa pemerinath dengan komunitas bisnis, teramasuk penyebaran kebijakan, aturan, peringatan, dan undang Ae undang. Layanann bisnis memperoleh informasi bisnis, pembaruan surat ijin, formulir surat lamaran, pendaftaran perusahaan, pembayaran pajak dan perolehan surat izin. G2E merupakan layanan G2C dan layanan kusus yang hanya mencakup pegawai pemerintah seperti pengembangan Sumber daya Manusia (SDM) dan syarat pelatihan yang mampu meningkatkan fungsi birokrat dari hari ke hari dan hubungannya dengan warga. G2G terdiri dari tingkat lokal dan tingkat internasional . Layanan G2G merupakan transaksi antara pemerintah daerah degan pemerintah pusat , dan anatar perwakilan biro serta department terkait. Layanan G2G juga transaksii antar pemerintah, dan juga bisa digunakan sebagai alat hubungan dan diplomasi REPOSITOR. Vol. No. Mei 2025: 337-346 REPOSITOR ISSN: 2714-7975. E-ISSN: 2716-1382 Berdasarkan definisi diatas, e-goverment melahirkan 4 model hubunga berikut:11. Gambar 1. Model Hubungan E - Goverment Pada penelitian ini e Ae goverment yang digunakan adalah Goverment to Citizien dimana G2C merupakan layanan masyarakat di aspek surat menyurat seperti Surat pengantar penerbitan akta kematian, surat pengantar akta lahir. Surat Pengantar Kartu Keluarga. Surat Pengantar KTP. Surat keterangan domisilii. Surat keterangan Pindah. Surat keterangan kurang mampu dan lain sebagai. 2 Model Waterfall Model waterfall merupak motode tradisional yang memliki sifat sistematis, serta terurut dalam pembangunan software. Nama motode ini sebenarnya adalah AuLinear Sequential ModelAy. Model ini juga disebut juga Auclassic life cycleAy. Waterfall termasuk model generic pada rekayasa perangkat lunak dan Winston Royce pada tahun 1970 pertama kali mengenalkannya sehingga masih sering dianggap kuno, tetapi model ini yang banyak dipakai dalam Software Engineering (SE). Dimana metode ini juga melakukan pendekatan sistematis dan terurut. Disebut dengan waterfall karena motode ini melaukan secara bertahap yang akan dilalui dan harus menunggu selesainya tahapan sebelumnya (Pressman,2015:. 12 Fase dalam waterfall menurut referensi Pressman pada Gambar 1 berikut. Gambar 2 Waterfall Pressman (Pressman, 2015:. 3 User Acceptance Test (UAT) UAT bisa juga disebut dengan Uji Penerimaan Pengguna merupakan sebuah proses pengujian oleh hasil berupa dokumen hasil uji yang bisa dijadikan bukti bahwa software sudah bisa diterima dan sudah memenuhi kebutuhan dari pengguna sesuia permintaannya. Peran UAT dalam siklus pengembangan sangat dibutuhkan karena digunakan dalam pengenmabangan dan perbaikan sistem kedepannya agar lebih baik. Pengguna diberikan beberapa pertanyaan sesuai dengan format dokumen pengujian UAT mengani fitur dan menu pada sistem beserta urutan langkah Ae langkah dalam oenggunaan sistem, hasil yang diharpakan terpenuhi atau tidaknya sistem tersebut . Dengan UAT pengemabang dapat lebih memahami calon pengguna siste, serta dapat berkomunikasi lebihlanjut terkait kebutuhan ataupun masukan pada sistem tersebut. Kriteria yang diujikan dalam UAT adalah fungsionalitas sistem yang bertujuan untuk menunjukkan kesesuaian sistem dengan kebutuhan pengguna. Implementasi Sistem Layanan Masyarakat BerbasisA ISSN: 2714-7975. E-ISSN: 2716-1382 Kriteria yang diujikan kepada pengguna adalah pemahaman pengguna terhadap penggunaan sistem berdasarkan urutan langkah di dalam dokumen pengujian. Jika pengguna merasa puas dan sistem bisa dijalankan dengan baik, maka sistem dikatakan berhasil. Hasil pengujian dari UAT dapat melengkapi hasil pengujian sistem dari sisi pengembang, sehingga dapat membantu penyempurnaan sistem kedepannya. No. Tabel 1. Pengujian Mangacu Pada UAT,dengan Modifikasii Pengujian Pada Aplikasi Hasil Nama Uji : Deskripsii Pengujian : Berhasil / Gagal Kasus Uji : Hasil yang Diharapkan : 4 Black Box Testing Teknik pengujian menggunakan Black-box Testing. Menurut Ayuliana . merupakan bentuk pengujian yang dilakukan dengan mengamati hasil eksekusi melalui data uji dan mengecek data fungsioanl dari software. Seperti analogi ketika kita melihat kotak hitam, kita hanya dapat melihat tampilan luarnya saja, tanpa mengetahui apa yang dibalik kotak hitamnya, sama halnya dengan pengujian black-box , mengevaluasi dari tampilan interface, fungsionalnya tanpa mengetahui apa yang terjadi dalam prosess di dalamnya atau detailnya. Pengujian Black-Box memiliki beberapa teknik, diantaranya Boundary Value Analysis. Equivalence Partitioning. Behavior Testing. Robustness Testing, dan Cause-Effect Relationship Testing (Safitri & Pramudita, 2. Berdasarkan yang dijelaskan di atas, diterapkan dari salah satu teknik yaitu Equivalence Partitioning yang nantinya akan digunakan dalam menguji Website Layanan Warga di suatu perumahan. Teknik Equivalence Partitioning adalah metode terbaik dalam menemukan kesalahan fungsi yang salah atau hilang, seperti kesalahan dalam struktur data atau akses menuju databasee, kesalahan validasi data, dan kesalahan performa. Equivalence Partitioning adalah sebuah teknik yang dipergunakan dalam mengetahui hasil yang dianggap valid. Tujuan dari pengujian Equivalence Partitioning untuk mengetahui bentuk kelemahan dari sistem supaya data yang akan dihasilkan sesuai dengan data yang diinputkan setelah data tersebut diekseskusi dan menghindari kekurangannya dan kesalahan pada aplikasi sebelum digunakan (Hidayat,2. 5 Metode Penelitian Tahapan penelitian yang dilakukan pada penelitian dapat dilihat pada Gambar 3. Gambar 3. Rancangan Tahapan Penelitian REPOSITOR. Vol. No. Mei 2025: 337-346 REPOSITOR ISSN: 2714-7975. E-ISSN: 2716-1382 Pada tahap ini peneliti mengidentfikasi masalah yang ada dengan melakukan wawancara dan pengamatan langsung. Dalam hal ini ditemukan beberapa permasalahan yang terjadi di Perumahan Sarana Muara Indah dimana masih belum adanya sistem layanan masyarakat berbasis IT seperti surat perijinin yang membutuhkan persetujuan dari ketua RT dan ketua RW dimana masih mengalami kesulitan dikarenakan ketua RT atau RW tidak selalu berada di tempat atau di rumah, pendataan warga pendatang maupun pindahan yang masih belum terdata. Karena pada sebelumnya masih terlihat tidak efisien dimana warga harus mengambil formulir dirumah ketua RW lalu mengisi data mereka di form yang sudah diberikan oleh ketua RW. 1 Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang digunakan seperti berikut : Wawancara, dengan melakukan tanya jawab tatp muka dengan ketua RW yang bersangkutan supaya bisa mengetahui permasalahan yang akan akan diselesaikan. Pengamatan langsung, dengan melihat secara langsung bentuk kegiatan yang terjadi di tempat yang akan diteliti 2 Pengembangan Sistem Pengembangan sistem yang digunakan oleh peneliti adalah metode waterfall. Terdapat beberapa tahapan yang dilakukan : Gambar 4. Tahapan Pengembangan Sistem 1 Requirements and Analysis Mengumpulkan informasi mengenai kebutuhan dan di analisa kebutuhan apa saja yang harus dipenuhi dalam membuat sistem. Dalam tahapan ini menganalisis sistem yang sudah ada dan mengetahuii kekurangan atau permasalahan apa saja yang terdapat di sistem tersebut. Hasil wawancara terhadap Ketua RW dapat diketahui bahwa kekurangan yang ada di dalam sistem yakni dimana dalam hal surat menyurat yang membutuhkan perijinan dan pengambilan formulir surat harus ke Ketua RW ini mungkin sedikit mengalami kesusahan dikarenakan ketua RW tidak setiap saat berada di rumah sehingga ketika ada keperluan mendesak dari warganya harus menunggu ketua RW beberapa saat. 2 Design Setalah melakukan requirements dan analisis selanjutnya adalah tahap desain, tahapan ini melakukan design dari aplikasi yaitu design antar muka , dan design data base yang akan diterapkan kedalam sistem. Sistem Layanan Masyarakat di Perumahan Muara Sarana Indah yang akan dibuat. Implementasi Sistem Layanan Masyarakat BerbasisA ISSN: 2714-7975. E-ISSN: 2716-1382 Gambar 5. Usecase Diagram Sistem Pengajuan surat Pada Warga Gambar 6. Usecase Diagram Sistem Pengelolaan dan Arsip untuk RW/RT 3 Implementasi Yaitu mengimplementasikan rancangan desain yang sudah dibuat sebelumnya mengenai sistem layanan masyarakat perumahan Sarana Muara Indah dengan menuliskan kode program sesuai dengan bahasa pemograman yang digunakan terkait. Dalam penelitian bahasa pemrograman menggunakan PHP dalam membuat website dinamis sedangkan SQL adalah pengoperasia basis data kususnya untuk pemasukan data yang memungkinkann pengoperasisan data yang dikerjakan dengan mudah secara otomatis . 4 Testing Selanjutnya dilakukan pengujian sistem atau testing dimana tahapan ini untuk mengidentifikasi sebuah sistem sudah bisa berjalan dengan benar atau baik sesuai dengan input yang diberikan dan output yang dihasilkan. Dalam melakukan testing terhadap sistem menggunakan teknik pengujian Black Box Testing dan testing kepada user menggunakan teknik pengujian User Acceptance Test (UAT). Black-box Testing dimana melakukan pengujian terhadap software yang tertuju untuk spesifikasi fungsional dari perangkat lunak. Kerja Blackbox Testing dengan mengabaikan struktur kontrol sehingga perhatiannya dikususkan untuk REPOSITOR. Vol. No. Mei 2025: 337-346 REPOSITOR ISSN: 2714-7975. E-ISSN: 2716-1382 informasi domain. Blackbox testing pengembangankan software untuk membuat perkumpulan kondisi masukan yang nantinya melatih keseluruhan syarat fungsional suatu program. Dengan Black Box menggunakan pendekatan Equivalence Partitioning dimana tahapan awal dengan menggunakan penentuan test case software untuk menentukan sistem informasii sebagai test case lalu diuji menggunakan metode equivalence partition. Hasil pengujian terdiri dari tabel rancangan Test Case yang berfungsi untuk menyimpulkan apakah system telah berhasil atau suskses dalam pengujian tersebut atau . Hasil Halaman List Menu Layanan Warga Gambar 7. List Menu Layanan Warga Gambar 9 merupakan implementasi dari halaman list menu layanan warga. Halaman ini merupakan halaman pertama kalu muncul apabila pengguna memilih menu layanan warga. Halaman Untuk Input Data Surat Gambar 8. Halaman Untuk Input Data Surat Pada gambar 10 merupakan halaman yang akan muncul jika warga memilih salah satu layanan warga berupa surat menyurat, maka warga akan mengisi data sesuai keterangan yang Implementasi Sistem Layanan Masyarakat BerbasisA ISSN: 2714-7975. E-ISSN: 2716-1382 Menu Print Gambar 9. Halaman Print Surat Gambar 12 merupakan halaman cetak surat ketika warga sudah meyimpan data lalu ingin mencetak surat tersebut. Tabel 2. Hasil dari pengujian Blackbox dan User Acceptence Testing Pengujian Hasil Blackbox Testing 100% Sesui User Acceptance Testing 100% Valid Kesimpulan Dapat diketahui dari penjelasan pada beberapa bab diatas yang meliputi hasil dari penelitian yang dilakukan penulis yang menyangkut dengan analisa, perancangan, pengujian serta implementasi Sistem Layanan Masyarakat Berbasis Website Menggunakan Motode Waterfall. Maka penulis menyimpulkan antara lain: Sistem Layanan Masyarakat di Perumahan Muara Sarana Indah telah dirancang dengan bahasa pemograman PHP berbasis website sehingga dapat mengatasi permasalahan yang ada di perumahan yaitu mengenai surat menyurat yang digunakan oleh warga di Perumahan Muara Sarana Indah hal ini dibuktikan dengan hasil UAT dimana terdapat hasil 100% atau kesan penguji AuHightAy dalam pengujian sesuai dengan tabel pengujian yang telah disediakan sebelumnya oleh penguji Sistem Layanan Warga di Perumahan Muara Sarana Indah ini dikatakan berhasil dapat dilihat dari pengujian blackbox dengan 17 kebutuhan fungsional memiliki hasil 100% valid. Sistem dirancang menggunakan metode Waterfall yang menjamin proses perawatannya karena model ini bersifat dokumen, dimana terdapat tahap perencanaan dan berisi analisa kebutuhan, kemudian tahap desain dengan menggunakan usecase diagram, selanjutnya implementasi pengembangan sistem, kemudian terakhir pengujian dimana setiap pengujian terdapat dokumen pengujian. Referensi