BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity Journal Volume 3 Nomor 1. January 2024 E-ISSN: 2807-7857. P-ISSN: 2807-9078 Upaya Meningkatkan Kemampuan Motorik Kasar Anak Melalui Gerak dan Lagu Usia 5-6 Tahun Kelompok B di RA MaAoarif NU 003 Palaran Armadi Raga1*. Devi Nur Amalia Suyatno2. Heriyanti Nur Muslimah 3. Muhammad Saparuddin4 1,2,3,4 UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda Received: March 1st, 2024. Revised: March 4th, 2024. Accepted: March 5th, 2024. Published: March 7th, 2024 Abstrak Penelitian ini meruapakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari prasiklus dan siklus I di RA Al-Islamiyah Al-Khalidiyah Samarinda dengan subjek 15 anak Kelompok B. Penelitian ini melibatkan tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan sebesar 5% pada presentase 72% di prasiklus menjadi 77% di siklus I. Kesimpulannya, permainan meronce dapat meningkatkan konsentrasi pada anak. Selanjutnya, penelitian membahas relevansi dan pentingnya perkembangan motorik pada anak usia dini, dengan fokus pada aspek motorik kasar dan halus. Pembelajaran gerak dan lagu disoroti sebagai metode yang efektif untuk meningkatkan keterampilan motorik kasar anak. Dalam implementasinya, guru berperan penting dalam memberikan stimulus dan pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan anak, khususnya dalam konteks gerak dan lagu. Pada tahap Metodologi, penelitian dilaksanakan di RA MaAorif NU 003 Palaran Kelas B dengan 10 anak sebagai subjek. Siklus penelitian terdiri dari siklus 1 dan siklus 2, dengan empat tahap: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Data hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam kemampuan motorik kasar anak setelah penerapan metode gerak dan Hasil dan Pembahasan menunjukkan rata-rata skor motorik kasar anak meningkat dari 56,3% pada prasiklus menjadi 80,6% pada siklus 1. Siklus 2 menghasilkan peningkatan lebih lanjut, mencapai ratarata 89%. Hal ini menunjukkan bahwa metode gerak dan lagu efektif dalam meningkatkan kemampuan motorik kasar anak. Refleksi pada siklus 1 mengidentifikasi keberhasilan dan area perbaikan, yang kemudian direspons dan disesuaikan pada siklus 2. Kata kunci: Kemampuan motorik kasar anak, gerak, lagu Abstract This research is a Classroom Action Research (CAR) consisting of pre-cycle and Cycle I at RA AlIslamiyah Al-Khalidiyah Samarinda with 15 subjects from Group B. The study involves planning, implementation, observation, and reflection stages. The research results indicate an improvement of 5%, from 72% in the pre-cycle to 77% in Cycle I. In conclusion, the hopscotch game can enhance concentration in children. Furthermore, the research discusses the relevance and importance of early childhood motor development, focusing on both gross and fine motor aspects. Movement and song learning are highlighted as effective methods to improve children's gross motor skills. In its implementation, teachers play a crucial role in providing appropriate stimuli and learning experiences tailored to the child's development, particularly in the context of movement and song. In the Methodology stage, the research was conducted at RA MaAorif NU 003 Palaran Class B with 10 children as subjects. The research cycle consists of Cycle 1 and Cycle 2, comprising four stages: planning, implementation, observation, and reflection. Research data show a significant improvement in children's gross motor skills after applying the movement and song method. The Results and Discussion reveal that the average score of children's gross motor skills increased from 56. 3% in the pre-cycle to 80. 6% in Cycle 1. Cycle 2 produced further improvement, reaching an average of 89%. This indicates that the movement and song method is effective in enhancing children's gross motor skills. Reflection in Cycle 1 identifies successes and areas for improvement, which are then addressed and adjusted in Cycle 2. Keywords: Motor skills of children. Movement. Song Copyright . 2024 Armadi Raga. Devi Nur Amalia Suyatno. Heriyanti Nur Muslimah. Muhammad Saparuddin * Correspondence: Armadi Raga Email Address: Rgga@1218@gmail. BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity Journal. Volume 3 Nomor 1. January 2024 Armadi Raga. Devi Nur Amalia Suyatno. Heriyanti Nur Muslimah. Muhammad Saparuddin Pendahuluan Perkembangan motorik adalah suatu aspek yang wajib diperhatikan Perhatian terhadap perkembangan anak usia dini, khususnya dalam aspek motorik, sangat penting dalam memahami dan mendukung pertumbuhan mereka (Aisyah, 2. Perkembangan fisik motorik telah menjadi suatu hal yang sangat penting untuk perkembangan fisik motorik yang mempengaruhi perkembangan lainnya (Suyadi, 2. Perkembangan keterampilan dasar anak terlihat pada kegiatan guru membantu anak mengembangkan keterampilan motoriknya, mulai dari keterampilan motorik halus hingga peningkatan keterampilan motorik dan fisik. Melatih kemampuan anak dalam berolahraga merupakan keterampilan motorik yang penting bagi anak. Perkembangan motorik halus pada bayi dapat meningkatkan kemampuan pengendalian dan pengendalian gerakan fisik dan koordinasi serta mendukung perkembangan tubuh kuat dan cerdas melalui peningkatan aktivitas fisik dan pola hidup sehat (Sujiono, 2. Menurut Widhiana Wati . , pembelajaran gerak dan lagu merupakan aspek penting dalam pendidikan anak, karena keduanya memiliki keterkaitan yang erat. Bernyanyi dan melakukan latihan gerak tubuh dalam irama lagu tidak hanya memberikan pengalaman seni yang menyenangkan, tetapi juga dapat berpengaruh langsung pada sistem saraf pusat anak. Hurlock menjelaskan bahwa motorik merupakan hasil dari perkembangan pengendalian atas tubuh yang melibatkan koordinasi antara saraf, otot, dan urat saraf. Motorik kasar, sebagaimana disebutkan oleh (Fitri, 2. , mencakup keterampilan yang melibatkan otot-otot besar, menuntut kekuatan fisik dan keseimbangan. Aktivitas gerak lagu, seperti yang dijelaskan oleh (Gallahue dalam Samsudin, 2. , muncul sebagai salah satu kegiatan yang sangat cocok untuk pembelajaran motorik kasar. Gerakan tubuh yang terkoordinasi dengan ritme lagu tidak hanya melibatkan otot besar, tetapi juga merangsang perkembangan keterampilan kognitif dan sosial anak. Oleh karena itu, dalam upaya mengembangkan dan meningkatkan kemampuan motorik kasar anak, penting untuk menciptakan kondisi yang mendukung serta memberikan rangsangan yang sesuai. Dengan demikian, penggunaan gerak lagu dapat menjadi metode yang efektif dalam pembelajaran motorik kasar, membantu anak mengembangkan keterampilan motorik secara menyeluruh. Dalam melaksanakan sebuah pembelajaran pada kegiatan motorik guru dapat merancang suatu hal yang menyenangkan dan sesuai yang dibutuhkan anak. Salah satunya dapat dilakukan dengan melalui lagu (Fitriani, 2. Pembelajaran gerak dan lagu merupakan kegiatan bermain sambil belajar. Menurut (Widhianawati, 2. mengatakan, kegiatan melalui gerak dan musik tidak hanya menyenangkan bagi anak, namun anak perlu ikut serta dalam pengembangan kemampuan motorik, rasa percaya diri dan kepercayaan terhadap permainan yang terlibat. Perlu adanya suatu aktifitas yang dapat melatih anak didik dalam memberikan peransangan (Analupin. , 2. Tahap awal perkembangan motorik anak ditandai oleh gerak reflek, yang melibatkan berbagai refleks seperti refleks hisap, genggam, dan leher. Sebagaimana dijelaskan oleh (Gunarsa, 2. , dalam meningkatkan kemampuan motorik kasar anak, guru memegang peran penting. Guru dapat memanfaatkan gerak dan lagu sebagai alat untuk memonitor dan merangsang perkembangan kemampuan motorik kasar anak. Penting bagi guru untuk memahami apakah kemampuan motorik kasar anak sedang berkembang dengan baik. Gerak motorik kasar sendiri mencakup kemampuan anak dalam menggerakkan seluruh anggota tubuh melalui otot-otot besar. Oleh karena itu, melalui kegiatan yang melibatkan gerak dan lagu, guru dapat memberikan pengalaman yang menyenangkan sambil merangsang perkembangan motorik kasar anak secara holistik. Pendekatan ini tidak hanya memastikan bahwa anak meraih kemampuan fisik yang diperlukan, tetapi juga membangun dasar penting untuk perkembangan kognitif dan sosial mereka (Sujiono, 2. Motorik anak adalah salah aspek perkembangan yang memegang peranan penting. Maka dari BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity Journal. Volume 3 Nomor 1. January 2024 Upaya Menimgkatkan Kemampuan Motorik Kasar Anak Melalui Gerak dan Lagu Usia 5-6 Tahun Kelompok B di RA. MaAoarif NU 003 Palaran perlunya kita mengetahui perkembangan anak dengan baik karena jika ada aspek perkembangan anak yg tidak tercapai maka dapat dilakukan stimulus yang tepat agar kemampuan anak tercapai dengan baik terutama dalam aspek motorik kasar. Maka dari itu perkembangan fisik dan motorik merupakan suatu aspek perkembangan kehidupan manusia yang mempunyai peranan yang sama penting dengan perkembangan lain. Anak berusia 5-6 tahun yang mulai memasuki fase prasekolah mempunyai banyak keuntungan dalam hal fisik motorik. Melaksanakan kegiatan pembelajaran yang bertujuan meningkatkan kemampuan fisik motorik anak bukanlah hal mudah, banyak anak yang masih enggan melakukan aktifitas belajar. Berdasarkan observasi yang telah dilakukan ada permasalahan terhadap fisik motorik anak. Oleh karena itu dimana ada anak yang masih tidak tertarik dan kurang aktif dalam melakukan kegiatan gerak melompat atau bergerak sesuai irama dengan Maka dari itu peneliti menentukan cara untuk meningkatkan kemampuan fisik motorik anak terutama motorik kasar. Dari Penelitian ayu larasati menyatakan bahwa Ada beberapa alasan yang melatarbelakangi masih belum optimalnya penerapan pembelajaran motorik yang meliputi aktivitas fisik anak melalui bermain di sekolah. Penting untuk diakui bahwa saat ini, penggunaan media pembelajaran yang khusus dirancang untuk meningkatkan kemampuan motorik kasar anak . Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk meningkatkan media pembelajaran yang berfokus pada pengembangan keterampilan motorik kasar. Selain itu farah yanuarita juga menjelaskan Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa metode bernyanyi memiliki peran yang signifikan dalam membantu perkembangan berbicara pada anak usia dini. Salah satu manfaat utama dari metode ini adalah dukungannya terhadap perkembangan kosa-kata anak. Melalui lirik-lirik lagu, anak dapat belajar dan mengingat kata-kata baru dengan cara yang menyenangkan dan mudah diingat. Selain itu, metode bernyanyi juga terbukti efektif dalam mengembangkan ekspresi anak dalam berbicara, memungkinkan mereka mengekspresikan diri dengan lebih lancar dan bervariasi. Sejalan dengan temuan Ayu Larasati dan Farah Yanuarita, kelompok 2 menyoroti bahwa upaya pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan motorik kasar pada anak usia dini masih menghadapi beberapa kendala. Salah satu tantangan utama yang diungkapkan adalah kurangnya ketertarikan dan keaktifan anak dalam menirukan berbagai gerakan yang dicontohkan oleh guru. Fenomena ini dapat menjadi faktor penghambat dalam mencapai tujuan pembelajaran motorik kasar, mengingat bahwa partisipasi aktif anak sangat penting dalam merangsang perkembangan fisik mereka. Penting untuk mencari solusi yang kreatif dan menarik untuk mengatasi ketidakminatan anak terhadap kegiatan motorik kasar. Mungkin diperlukan pendekatan pembelajaran yang lebih interaktif, melibatkan elemen permainan, atau memanfaatkan media pembelajaran yang menarik bagi anak. Selain itu, penting juga untuk memahami minat dan preferensi anak-anak secara individual, sehingga pembelajaran dapat disesuaikan dengan cara yang lebih menarik dan relevan bagi mereka. Dengan mengatasi tantangan ini, diharapkan pembelajaran motorik kasar pada anak usia dini dapat menjadi lebih efektif, menyenangkan, dan merangsang pertumbuhan fisik mereka secara holistik. Namun penelitian ini berbeda dengan penelitian sebelumnya. Penelitian sebelumnya mengupayakan metode yang digunakan untuk meningkatkan kemampuan berbahasa anak sedangkan pada penelitian ini umtuk meningkatkan kemampuan motorik kasar pada anak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan motorik kasar anak melalui penerapan metode gerak dan lagu. Fokus utama penelitian ini adalah memberikan kontribusi positif terhadap perkembangan fisik anak dengan memanfaatkan kegiatan yang melibatkan gerakan tubuh sejalan dengan ritme musik. Dengan demikian, tujuan penelitian ini tidak hanya terbatas pada aspek fisik semata, tetapi juga bertujuan untuk menciptakan BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity Journal. Volume 3 Nomor 1. January 2024 Armadi Raga. Devi Nur Amalia Suyatno. Heriyanti Nur Muslimah. Muhammad Saparuddin pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermakna bagi anak. Melalui integrasi gerak dan lagu, diharapkan penelitian ini dapat mengidentifikasi dampak positif dari metode ini terhadap peningkatan koordinasi, keseimbangan, dan kontrol gerakan pada anak usia dini. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang manfaat metode ini, diharapkan dapat memberikan sumbangan berharga dalam pengembangan pendekatan pembelajaran yang lebih beragam dan efektif untuk meningkatkan kemampuan motorik kasar anak. Perkembangan motorik pada anak usia dini merupakan aspek penting yang mencerminkan kemajuan pertumbuhan dan perkembangan mereka (Khadijah, 2. Kemampuan motorik melibatkan pengendalian tubuh yang diarahkan oleh koordinasi saraf, otot, dan urat saraf, seperti yang diungkapkan oleh Hurlock . Proses ini menjadi indikator utama untuk menilai kesejahteraan fisik anak serta kemampuannya dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Melalui perhatian terhadap perkembangan motorik, orang tua dan pengasuh dapat memahami bagaimana anak mengembangkan keterampilan seperti berjalan, meraih objek, dan berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. Oleh karena itu, pemantauan perkembangan motorik anak usia dini merupakan langkah penting dalam mendukung pertumbuhan holistik mereka. Tahap awal perkembangan motorik pada anak merupakan fase yang melibatkan berbagai gerak reflek, seperti reflek hisap, genggam, leher, dan rooting. Di antara reflek-reflek tersebut, reflek moro menjadi ciri khas dengan perbedaan yang signifikan dibandingkan dengan reflek lainnya. Untuk memastikan perkembangan motorik berjalan lancar, proses ini harus mengikuti tahapan yang berurutan sehingga anak dapat menghindari kesulitan gerak selanjutnya. Berbagai aktivitas dapat mendukung pengembangan gerakan motorik, termasuk berjalan di atas papan titian, melompat tali, senam, renang, dan kegiatan lainnya. Bredekamp mencatat bahwa pada usia 4 tahun, anak sudah mampu melakukan kegiatan motorik kasar dengan baik. Faktor-faktor seperti status gizi, kesehatan, dan pola gerak yang sesuai memiliki peran penting dalam perkembangan motorik anak. Selain itu, usia saat memasuki fase pra sekolah dan pola asuh ibu juga dapat berpengaruh terhadap perkembangan motorik. Pentingnya stimulasi motorik yang tepat sangat ditekankan, karena anak yang menerima stimulus yang terarah cenderung berkembang lebih cepat dibandingkan dengan mereka yang tidak mendapatkan stimulasi Tinjauan Pustaka Gerak dan lagu adalah kegiatan yang menggabungkan seni bernyanyi dengan gerakan tubuh yang sesuai dengan irama musik. Aktivitas ini memberikan pengalaman yang menyenangkan dan bermanfaat, terutama bagi anak-anak. Sambil bersenandung, peserta aktif terlibat dalam gerakan tubuh yang mencakup ekspresi wajah, langkah-langkah tertentu, atau gerakan tangan yang diatur oleh ritme musik. Selain memberikan kesempatan untuk berekspresi secara kreatif, kegiatan ini juga dapat membantu pengembangan keterampilan motorik, koordinasi, dan ritme pada pesertanya (Mutiah 2. Gerak dan lagu juga merupakan sarana yang asik bagi anak melalui senam ataupun olahraga. Melalui gerak dan lagu mereka bisa bergerak sambil mendengarkan musik/lagu. Kegiatan ini memiliki banyak sekali manfaat . amtini,2. Dan juga menurut . asyid, 2. mengungkapkan hampir semua permainan anak yang dilakukan menggukan lagu dalam bentuk gerak dan lagu. guru berperan seperti orangtua kedua bagi peserta didik di sekolah, yang mana guru membekali anak didiknya dengan berbagai ilmu pengetahuan dan Guru perlu menyesuaikan karakteristik anak dalam memberikan metode mengembangkan keterampilan motorik anak. bermain sangat penting dilakukan sebagai stimulasi perkembangan kemampuan pada pendidikan prasekolah. Pengembangan motorik kasar anak melalui metode gerak dan lagu dipengaruhi oleh sejumlah faktor yang mencakup kesiapan belajar, kesempatan belajar, dan kesempatan berpraktekSelain itu. BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity Journal. Volume 3 Nomor 1. January 2024 Upaya Menimgkatkan Kemampuan Motorik Kasar Anak Melalui Gerak dan Lagu Usia 5-6 Tahun Kelompok B di RA. MaAoarif NU 003 Palaran kesempatan berpraktek juga memegang peran penting dalam pengembangan motorik kasar anak, karena melalui pengulangan dan latihan, mereka dapat memperkuat keterampilan motorik kasar mereka. Oleh karena itu, pendekatan holistik yang memperhatikan kesiapan belajar, memberikan kesempatan belajar yang memadai, dan memberikan kesempatan berpraktek dapat membentuk landasan yang kokoh untuk pengembangan motorik kasar anak melalui metode gerak dan lagu. Menurut bruner bermain memudahkan anak untuk mengeksplor, karena bermain membuat anak terlindungi dari akibat yang akan dilakukan jika dilakukan berhari-hari dan juga banyak manfaat lainnya yang Ketika anak mampu menguasai gerakan dengan baik, dampak positifnya dapat tercermin dalam berbagai aspek Pertama-tama, keahlian dalam menguasai gerakan menciptakan fondasi untuk memiliki tubuh yang sehat. Aktivitas fisik yang teratur dapat meningkatkan daya tahan tubuh, memperkuat otot, dan mendukung fungsi organ internal. Dengan demikian, anak yang terampil dalam gerakan cenderung memiliki kesehatan yang lebih baik secara Selain manfaat fisik, kemahiran dalam menguasai gerakan juga memberikan dampak positif pada tingkat percaya diri anak. Melalui kemampuan mengendalikan tubuhnya dengan baik, anak dapat merasa lebih yakin dan mandiri. Rasa percaya diri yang kuat membawa dampak positif dalam berbagai situasi kehidupan sehari-hari, termasuk dalam lingkungan sekolah, berinteraksi dengan teman-teman, dan menghadapi tantangan baru (Saputra, 2. Metodologi Penelitian di lakukan di Ra MaAorif NU 003 Palaran Kelas B berjumlah 10 orang anak berdasarkan pada masalah yang telah di temukan ada anak yang belum bisa melompat atau bergerak sesuai irama dengan baik dan kurangnya semangat bergerak. Penelitian ini akan dilaksanakan secara bersiklus, dimulai dari tahap kondisi awal atau prasiklus, yang kemudian diikuti oleh siklus satu dan siklus dua, dengan tujuan untuk mencapai peningkatan kemampuan motorik anak melalui metode gerak dan lagu. Setiap siklus akan terstruktur dalam empat tahapan yang saling terkait, yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Pada tahap perencanaan, peneliti akan merancang kegiatan pembelajaran dengan mempertimbangkan kondisi awal serta tujuan yang ingin dicapai. Tahap pelaksanaan akan melibatkan implementasi kegiatan gerak dan lagu sesuai dengan rencana yang telah dibuat. Pengamatan akan dilakukan untuk memantau perkembangan kemampuan motorik anak dan menilai efektivitas metode yang diterapkan. Setelah itu, pada tahap refleksi, peneliti akan mengevaluasi hasil observasi dan merumuskan langkahlangkah perbaikan yang diperlukan. Jika pada siklus satu belum terjadi peningkatan yang diharapkan atau belum mencapai tujuan tertentu, peneliti akan melakukan analisis kritis terhadap kegiatan Selanjutnya, peneliti akan melakukan perbaikan dan penyesuaian pada metode gerak dan lagu. Siklus dua akan menjadi tahap di mana perbaikan tersebut Setelah itu, peneliti akan kembali melakukan pengamatan dan refleksi untuk mengevaluasi apakah perbaikan tersebut telah memberikan dampak positif pada peningkatan kemampuan motorik anak. Dengan pendekatan siklus ini, penelitian diharapkan mampu memberikan kontribusi yang berkelanjutan terhadap perkembangan motorik anak melalui metode gerak dan lagu, sekaligus memberikan landasan bagi penelitian-penelitian selanjutnya dalam konteks ini. BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity Journal. Volume 3 Nomor 1. January 2024 Armadi Raga. Devi Nur Amalia Suyatno. Heriyanti Nur Muslimah. Muhammad Saparuddin Hasil dan Pembahasan Langkah dalam pembelajaran melalui gerak dan lagu, peneliti memperkenalkan nama dan peneliti juga meminta anak untuk meperkenalkan nama masing -masing. Kegiatan selanjutnya guru menjelaskan pembelajaran dengan menyebutkan sub topik pembelajaran yakni Au ikanAy. Guru melakukan tanya jawab pada anak, beberapa anak menjawab pertanyaan dengan berani. Kegiatan selanjutnya guru mengajak anak melakukan grak sambil bernyanyi lagu ikan Au iakn berenangAy . pada saat melakukan gerakan, ada anak yang hanya melihat temannya saja. Sebagian ada yang mengikuti gerak yang di contohkan guru walau terkadang diam. Adapun hasil penelitian yang di dapatkan : Siklus 1 Perencanaan pada dalam siklus 1 tindakan yang harus diberikan secara bertahap selama 2 kali pertemuan sejak tanggal 15 Ae 16 NOVEMBER 2023. Sebelum melakukan tindakan, guru dan colaborator berdiskusi rencana tindakan yang akan di lakukan selanjutanya, selain itu ada periapan lainnya yaitu instrumen tindakan penelitian tindakan kelas dengan alat dokumentasi. Dalam penerapan keterampilan motorik melalui kegiatan usaha dan nyanyian sesuai topik yang berlaku, setiap wanita yang merencanakan meditasi memegang peranan penting dalam tahap perencanaan kegiatan siklus I. Kolaborasi antara guru dan mitra menjadi kunci untuk mengumpulkan informasi yang beragam. Misalnya, dalam merancang gerak dan lagu, langkah pertama adalah menciptakan aktivitas yang sesuai dengan tema yang menjadi fokus proses pembelajaran gerak dan lagu. Selanjutnya, perencanaan jadwal pembelajaran yang diberikan kepada anak dilakukan dengan cermat, memastikan bahwa setiap pertemuan di siklus pertama memberikan kontribusi maksimal pada pengembangan keterampilan motorik mereka. Tak hanya itu, penyusunan rencana program pembelajaran harian (RPPH) melalui pembelajaran gerak dan lagu menjadi hal yang krusial. RPPH membantu memandu pelaksanaan pembelajaran dengan memberikan kerangka yang terstruktur dan jelas. Guru dan mitra bekerja sama untuk menyusun RPPH yang memadukan unsur gerak dan lagu dengan konten pembelajaran yang relevan. Persiapkan alat pengumpul data seperti catatan lapangan, lembar pedoman observasi, dan alat dokumentasi menjadi langkah berikutnya. Alat ini akan mendukung proses evaluasi dan pengamatan terhadap perkembangan keterampilan motorik anak selama kegiatan Setelah semua perencanaan tindakan telah disiapkan, langkah selanjutnya adalah melaksanakan tindakan 1 sesuai dengan rencana yang telah dibuat. Penerapan keterampilan motorik melalui kegiatan usaha dan nyanyian diharapkan dapat menciptakan pengalaman pembelajaran yang mendalam dan positif bagi anak-anak, membangun dasar yang kuat untuk pengembangan keterampilan motorik mereka. Tabel 1. Data Motorik Kasar Prasiklus dan Siklus 1 Persentase Insikator Prasiklus Siklus 1 Melakukan gerakan tubuh dengan secara terkoordinasi untuk melatih kelenturan keseimbangan dan kelincahan Melakukan koordinasi gerakan mata, kaki, tangan , dalam menirukan tarian atau senam Terampil dalam menggunakan tangan kanan dan kiri Rata-rata BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity Journal. Volume 3 Nomor 1. January 2024 Upaya Menimgkatkan Kemampuan Motorik Kasar Anak Melalui Gerak dan Lagu Usia 5-6 Tahun Kelompok B di RA. MaAoarif NU 003 Palaran Grafik Prasiklus dan Siklus 1 Prasiklus Gambar 1. Grafik Prasiklus dan Siklus 1 Berdasar tabel tersebut yang dicapai motorik kasar dapat di ketahui bahwa anak telah mengalami peningkatan, tetapi masih belum mencapai target yang telah di sepakati oleh guru dan kolaboratif. Pada siklus 1 mencapai 80,6% Sedangkan prasiklus 56,35%. Hasil ini perlu tindakan selanjutnya dengan melakukan tindakan pada siklus 2. Refleksi berdasarkan hasil siklus 1 yang dilaksanakan 2 pertemuan, bahwa tingkat capaian motorik kasar anak mencapai rata Ae rata dengan kategori BSH akan tetapi belum Siklus 2 Pada siklus ke 2 tindakan yang diberikan, dilaksanakan selama 1 pertemuan pada tanggal 17 November 2023. Sebelum melakukan tindakan pada siklus 2, guru bersama kolabolator mendiskusikan program pembelajaran yang akan dilakukan. Langkah selanjutnya menyiapkan instrumen dan alat dokumentasi yang akan digunakan. Tabel 2. Hasil Pencapaian Penilaian Motorik Kasar Anak Pada Siklus 2 Persentasi Indikator Siklus 1 Siklus 2 Melakukan gerakan tubuh secara tekoordinasi untuk melatih kelenturan, keseimbangan dan Melakukan koordinasi gerakan mata, kaki tangan, kepala dalam menirukan tarian atau senam. Terampil dalam menggunakan tangan kanan dan kiri. Rata Ae rata Pada tindakan siklus 2, anak-anak kembali terlibat dalam kegiatan gerak dan lagu, seperti yang telah dilakukan pada pertemuan sebelumnya. Namun, pada siklus ini, mereka juga diberi kesempatan untuk menjalani gerak dan lagu yang berbeda-beda, tetapi masih sesuai dengan tema yang diangkat pada hari itu. Observasi pada siklus 2 menunjukkan bahwa motorik kasar semua anak terlihat berkembang tanpa perlu banyak arahan dari guru. Anak-anak menunjukkan tingkat keberanian dan kepercayaan diri yang lebih tinggi dalam melibatkan diri dalam gerak dan lagu. Selama sesi gerak dan lagu, anak-anak terlihat bersemangat dan antusias, menunjukkan bahwa mereka menikmati kegiatan ini. Mereka BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity Journal. Volume 3 Nomor 1. January 2024 Armadi Raga. Devi Nur Amalia Suyatno. Heriyanti Nur Muslimah. Muhammad Saparuddin dengan mudah mengikuti gerakan yang diajarkan tanpa kesulitan, menunjukkan bahwa kemampuan motorik kasar mereka telah meningkat secara signifikan. Hal ini dapat dilihat sebagai pencapaian positif, mengindikasikan bahwa anak-anak telah mencapai indikator motorik kasar yang diharapkan pada siklus 2. Grafik Siklus 1 dan Siklus 2 Gambar 2. Grafik Siklus 1 dan Siklus 2 Bedasarkan tabel dan grafik diatas terlihat peningkatan rata-rata skor motorik kasar pada anak pada siklus 1 dan siklus 2 cukup signifikan, dapat dideskripsikan bahwa persentase rata-rata pada siklus 2 mencapai 89%. Berdasarkan hasil tersebut maka penelitian tidak lanjut pada siklus berikutnya, karena telah mencapai kategori BSB. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, disimpulkan bahwa pembelajaran melalui gerak dan lagu mampu meningkatkan kemampuan motorik kasar anak. Nelly Paspiani dalam penelitiannya menunjukkan bahwa metode ini efektif dalam menghasilkan peningkatan kemampuan motorik kasar pada anak-anak di tingkat TK. Penelitian tersebut menggarisbawahi pentingnya memasukkan elemen gerak dan lagu dalam konteks pembelajaran anak-anak untuk merangsang perkembangan motorik kasar mereka. Menurut Nelly Paspiani, variasi aktivitas yang terintegrasi dalam pembelajaran melalui gerak dan lagu menjadi kunci kesuksesan. Hal ini sesuai dengan pandangan Widhianawati, yang menekankan bahwa kegiatan yang melibatkan gerak dan lagu bukan hanya meningkatkan kemampuan motorik kasar, tetapi juga memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi anak-anak. Dengan melibatkan berbagai aktivitas yang dirancang untuk menstimulasi gerakan tubuh seiring dengan irama musik, pembelajaran menjadi lebih holistik dan mengakomodasi berbagai aspek perkembangan anak. Dengan demikian, hasil penelitian ini memberikan kontribusi pada pemahaman kita tentang pentingnya menggabungkan gerak dan lagu dalam pendekatan pembelajaran anakanak, khususnya di tingkat TK. Diharapkan temuan ini dapat menjadi dasar untuk pengembangan lebih lanjut dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran dan perkembangan anak melalui pendekatan yang berfokus pada aktivitas gerak dan musik Kesimpulan Pembelajaran gerak dan lagu dapat meningkatkan motorik kasar anak. Dengan demikiam penerapan gerak dan lagu dalam pendidikan anak usia dini tidak hanya memberikan hubiran tetapi juga berpean sebagai alat yang efektif untuk merangsang pekembangan anak baik motorik kasar anak maupun aspek perkembangan yang lainnya. BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity Journal. Volume 3 Nomor 1. January 2024 Upaya Menimgkatkan Kemampuan Motorik Kasar Anak Melalui Gerak dan Lagu Usia 5-6 Tahun Kelompok B di RA. MaAoarif NU 003 Palaran Dengan demikian membrikan kesempatan pada anak mengemukakan diri melalui gerkan dan lagu kita dapat menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan dan merangsang berbagai pertumbuhan holostik anak. References