Jurnal Pendidikan Bahasa Volume 15. Nomor 2. Juni 2025 | ISSN: 2088-0316 | e-ISSN: 2685-0133 https://doi. org/10. 37630/jpb. Efektivitas Penggunaan Metode Simulation Based Learning terhadap Pembelajaran Menulis Teks Negosiasi Siswa Kelas X Ikfina Nurlaili1,*. Abu Yazid Adnan Quthny1. Magfirotul Hamdiah1 Universitas Islam Zainul Hasan *Corespondence: 29. ikfina@gmail. Artikel Info Abstrak Submission Pada era digital saat ini, inovasi pemakaian AI (Artificial Intelligenc. dalam pendidikan sangat Metode Simulation Based Learning (SBL) diartikan sebagai penyajian pengalaman belajar memakai situasi tiruan agar siswa lebih memahami tentang konsep, prinsip, maupun kemampuan Tingkat keberhasilan metode Simulation Based Learning (SBL) dalam pembelajaran keterampilan menulis dapat dilihat dari kualitas tulisan, keterlibatan siswa, kemandirian dalam menyelesaikan tugas serta terciptanya interaksi antar sesama siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan korelasional dengan jenis penelitian kuantitatif. Teknik pengumpulan data meliputi tes, dokumentasi dan angket . Pada tahap analisis data, diperoleh nilai t-hitung sebesar 5,585 sedangkan t-tabel menunjukkan angka 2,048. Nilai koefisien korelasi . yang tinggi . juga menunjukkan hubungan yang kuat antara kedua variabel. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran menulis teks negosiasi menggunakan metode Simulation Based Learning terbukti sangat efektif. 2025-05-30 Revisions 2025-06-03 Publish 2025-06-09 Kata Kunci: Metode Pembelajaran. Simulation Based Learning. Teks Negosiasi This is an open access article under the CC - BY license. PENDAHULUAN Pada era digital saat ini, pemakaian Artificial Intelligence (AI) dalam pendidikan sangat penting. Teknologi kecerdasan buatan (AI) berfungsi untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan menawarkan pengalaman belajar yang lebih baik. Pengetahuan tentang AI memungkinkan guru untuk menerapkan metode pembelajaran yang lebih canggih (Ahnaf & Setiadi, 2. Pengembangan teknologi juga memberikan kontribusi posistif terhadap pembelajaran (Hamdiah et al. , 2. Oleh karena itu, metode pembelajaran menjadi hal yang sangat penting dalam aktivitas belajar mengajar. Tujuannya untuk mengatasi keterbatasan dalam proses pembelajaran. Metode pembelajaran dapat meningkatkan keterlibatan siswa, menghubungkan teori dengan praktik dan memberikan pengalaman belajar yang lebih menarik. Proses pembelajaran di dalam kelas merupakan suatu bentuk komunikasi khusus yang melibatkan interaksi antara guru dan siswa dalam bertukar gagasan untuk mengembangkan pikiran (Aliansyah et al. , 2. Pembelajaran yang terlalu berorientasi pada buku teks sering kali gagal menghasilkan konteks yang cocok dengan pengalaman siswa. Oleh karena itu, metode pembelajaran berbasis simulasi seperti metode Simulation Based Learning (SBL) menjadi semakin penting. Pendapat tersebut sesuai dengan pernyataan Sitanggang menekankan pentingnya penguasaan softskill dalam mempersiapkan magang siswa SMK (Sitanggang, 2. Metode Simulation Based Learning (SBL) dalam pembelajaran ini diterapkan dengan skenario bahwa siswa berada dalam situasi magang di suatu instansi dan dipanggil oleh atasan mereka. Terdapat dua alasan pemanggilan tersebut oleh atasan, yaitu siswa pertama melakukan kesalahan dan siswa kedua mampu melaksanakan pekerjaan yang memuaskan atasan. Pada alasan pertama, siswa memberikan respon dengan memohon maaf serta menunduk, alasan kedua siswa mengucapkan terima kasih sembari Hasil dari keseluruhan metode Simulation Based Learning (SBL) yang dilakukan dalam penelitian tersebut sangat memuaskan. https://ejournal. id/index. php/jpb/index Jurnal Pendidikan Bahasa Vol. No. Juni 2025 ISSN: 2088-0316 | e-ISSN: 2685-0133 https://doi. org/10. 37630/jpb. Simulation Based Learning (SBL) berasal dari kata simulate yang berarti menirukan atau meniru. Menurut Kamus Bahasa Inggris-Indonesia, simulate diarikan sebagai tindakan meniru atau membuat tiruan. Metode ini juga dapat diartikan sebagai penyajian pengalaman belajar melalui situasi yang disimulasikan agar siswa lebih memahami tentang konsep, prinsip, maupun kemampuan tertentu (Qusyairi, 2. Berdasarkan pendapat tersebut, dapat disimpulakan bahwa metode Simulation Based Learning (SBL) adalah metode pembelajaran yang menampilkan tindakan tiruan terhadap suatu peristiwa, seolah-olah peristiwa tersebut benar-benar terjadi. Tingkat keberhasilan metode Simulation Based Learning (SBL) dalam pembelajaran keterampilan menulis dikelompokkan dalam empat aspek. Pertama, penilaian terhadap kualitas tulisan siswa. Kedua, pengamatan terhadap antusias serta keterlibatan siswa sepanjang proses pembelajaran. Ketiga, evaluasi terhadap rasa percaya diri siswa dalam menulis yang diukur melalui kemandirian dalam menyelesaikan tugas. Keempat, terciptanya interaksi antar sesama siswa (Wikaningtyas. , 2. Mengukur efektivitas atau tingkat keberhasilan metode Simulation Based Learning (SBL) dalam pembelajaran menulis sangat penting (Amanah et al. , 2. Hal ini dilakukan untuk membuktikan bahwa metode ini benar-benar memberikan dampak positif terhadap kemampuan menulis siswa. Melalui pengukuran efektivitas, guru dapat memastikan seberapa jauh metode Simulation Based Learning (SBL) mampu meningkatkan kemampuan menulis siswa. Guru juga dapat memastikan bahwa metode yang digunakan sesuai dengan tujuan pembelajaran yang sudah ditetapkan. Metode Simulation Based Learning (SBL) memungkinkan siswa untuk mengalami langsung situasi negosiasi melalui simulasi, yang dapat meningkatkan pemahaman mereka terhadap struktur dan strategi negosiasi dalam teks tertulis (Hasbullah, 2. Menulis dapat diartikan sebagai kegiatan menyampaikan pesan secara tertulis kepada pihak lain, dan pihak lain tersebut berperan sebagai penerima. Keterampilan menulis bukanlah sesuatu yang muncul secara alami, melainkan diperoleh melalui proses pembelajaran yang berkesinambungan. Menulis adalah melambangkan ide atau bunyi dengan huruf dan melibatkan gerak tangan (Susetya & Susetya, 2. Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa keterampilan menulis merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang digunakan untuk berkomunikasi tidak langsung dengan mengungkapkan gagasan, pemikiran, perasaan, dan lain- lain secara Teks negosiasi adalah bentuk interaksi sosial yang bertujuan untuk mencapai kesepakatan diantara pihak-pihak yang mempunyai kepentingan yang berbeda (Harijanti, 2. Melalui metode Simulation Based Learning (SBL), siswa dapat merasakan negosiasi secara langsung sebelum menuangkannya ke dalam teks Hal ini bukan hanya meningkatkan keterampilan menulis, tetapi juga mengasah keterampilan berpikir Penelitian ini diharapkan mampu memberi kontribusi terhadap pengembangan metode pembelajaran bahasa Indonesia, khususnya keterampilan menulis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengukur tingkat keefektifan penggunaan metode Simulation Based Learning (SBL) dalam pembelajaran menulis teks negosiasi pada siswa kelas X MA Mirqotul Ulum. Melalui metode Simulation Based Learning (SBL), hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi guru dalam menyusun metode pembelajaran yang lebih kreatif serta berbasis pengalaman. Berdasarkan observasi awal, ditemukan banyak siswa kesulitan dalam menguasai materi yang disampaikan menggunakan metode konvensional. Ini berdampak pada rendahnya partisipasi siswa dalam proses belajar yang terlihat dari minimnya keterlibatan dalam diskusi di kelas serta kesulitan dalam menjawab pertanyaan terkait materi pembelajaran. Metode pembelajaran konvensional yang lebih banyak berorientasi pada ceramah dan tugas individu yang cenderung membuat peserta didik menjadi pasif. Metode pembelajaran yang diterapkan belum optimal dalam merangsang pemahaman serta keterampilan berpikir kritis peserta didik. Secara umum, hasil observasi awal tersebut menunjukkan adanya kebutuhan mendesak akan metode pembelajaran yang lebih aktif dan Metode Simulation Based Learning (SBL) berpotensi menjadi solusi karena memungkinkan bagi siswa untuk berlatih dan mengalami proses pembelajaran secara langsung dalam lingkungan yang menyerupai situasi nyata (Hasbullah, 2. Metode ini juga mendukung siswa mengembangkan keterampilan berpikir kritis, berkomunikasi, dan bekerja sama, yang merupakan aspek penting dalam menulis teks negosiasi (Rostinah, 2. Teks negosiasi memiliki struktur yang khas sehingga berbeda dengan teks lain. Dengan demikian, sangat penting untuk memerhatikan struktur teks negosiasi saat penulisan. Struktur teks negosiasi mencakup https://ejournal. id/index. php/jpb/index Jurnal Pendidikan Bahasa Vol. No. Juni 2025 ISSN: 2088-0316 | e-ISSN: 2685-0133 https://doi. org/10. 37630/jpb. orientasi, pengajuan, penawaran, kesepakatan atau persetujuan, serta penutup yang menandakan akhir percakapan (Harijanti, 2. Selain itu, saat bernegosiasi kita harus memerhatikan penggunaan bahasa yang digunakan agar tetap santun. Kesantunan dalam berbahasa dapat menciptakan interaksi yang harmonis dan mencegah terjadinya konflik. Dengan begitu, kedua belah pihak dapat mencapai kesepakatan tanpa menyinggung satu sama lain. Kemampuan berbahasa yang santun terbentuk melalui penggunaan ujaran yang tepat dan sesuai dengn aturan kebahasaan yang benar (Hasanah et al. , 2. Berdasarkan uraian di atas, tujuan penggunaan metode Simulation Based Learning (SBL) dalam pembelajaran menulis teks negosiasi adalah untuk mengasah kemampuan berpikir kritis dan keterampilan komunikasi siswa. Metode ini membantu siswa memahami konsep negosiasi secara langsung. Dengan demikian, siswa lebih mudah menyusun struktur teks negosiasi yang efektif sekaligus meningkatkan rasa percaya diri dalam menyampaikan argumen. Oleh sebab itu, penelitian ini perlu dilakukan di MA Mirqotul Ulum kecamatan Banyuanyar dengan judul AuEfektivitas Penggunaan Metode Simulation Based Learning Terhadap Pembelajaran Menulis Teks Negosiasi Siswa Kelas XAy. METODE Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan korelasional. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X MA Mirqotul Ulum Banyuanyar yang terdiri atas satu kelas dengan jumlah 30 siswa. Sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah siswa kelas X MA Mirqotul Ulum Banyuanyar. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik sampling jenuh. Alasan menggunakan seluruh populasi sebagai sampel adalah karena jumlah populasi yang relatif kecil. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data meliputi tes, dokumentasi dan angket . Uji validitas dilakukan pada angket atau kuesioner untuk mengetahui alat ukur dapat digunakan dengan tepat. Validitas angket diuji menggunakan analisis korelasi product moment, sedangkan pengujian reabilitas instrument dilakukan dengan teknik belah dua menggunakan rumus spearman Analisis data juga menggunakan korelasi product moment (Sugiyono, 2. Semua rumus tersebut, dihitung menggunakan Ms. Excel. HASIL DAN PEMBAHASAN Validitas Angket Untuk mengetahui instrumen angket yang digunakan dalam penelitian ini valid, dilakukan uji validitas terhadap setiap item pernyataan. Uji validitas bertujuan untuk memastikan bahwa setiap item angket benarbenar mengukur tingkat keefektivan metode terhadap materi yang diajarkan. Pengujian validitas dilakukan dengan menggunakan rumus korelasi product moment. Hasil perhitungan kemudian dibandingkan dengan nilai t-tabel pada taraf signifikansi untuk menentukan item tersebut valid. Berikut disajikan hasil penghitungan validitas angket dalam berikut: Tabel 1. Hasil Penghitungan Validitas Angket Menggunakan Rumus KPM No. P10 P11 P12 P13 r-hitung 0,966 0,987 0,96 0,97 0,987 0,966 0,99 0,97 0,99 0,96 0,956 0,99 0,99 https://ejournal. id/index. php/jpb/index r-tabel 0,361 0,361 0,36 0,36 0,361 0,361 0,36 0,36 0,36 0,36 0,361 0,36 0,36 Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Jurnal Pendidikan Bahasa Vol. No. Juni 2025 ISSN: 2088-0316 | e-ISSN: 2685-0133 https://doi. org/10. 37630/jpb. No. P14 P15 r-hitung 0,96 0,97 r-tabel 0,36 0,36 Keterangan Valid Valid Setiap butir dalam angket dianalisis menggunakan teknik korelasi antar skor perbutir dan skor total. Tujuannya adalah untuk mengetahui setiap butir pernyataan angket mampu mengukur aspek yang dimaksud dalam variabel penelitian. sebuah butir r-hitung Ou r-tabel. Hasil uji validitas yang ditampilkan pada tabel diatas menunjukkan bahwa seluruh butir (P1 Ae P. memiliki nilai r-hitung Ou r-tabel, bahkan Sebagian besar mendekati 1, yang menunjukkan tingkat korelasi sangat tinggi. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa seluruh butir angket dinyatakan dan layak digunakan untuk mengukur variabel yang diteliti karena semua item telah memenuhi syarat validitas. Reliabilitas Angket Setelah dilakukan uji validitas, langkah selanjutnya adalah menguji reliabilitas angket. Uji reliabilitas angket bertujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan instrumen memberikan hasil yang konsisten pada saat digunakan dalam pengukuran berulang. Reliabilitas yang tinggi menunjukkan bahwa angket dapat diandalkan sebagai alat ukur dalam penelitian. Pengujian reliabilitas dilakukan menggunakan teknik belah dua dan dihitung menggunakan rumus spearman brown. Caranya yaitu: . butir-butir angket dibagi ke dalam dua bagian, yakni berdasarkan nomor ganjil dan genap. selanjutnya, dicari korelasi antar kedua kelompok dan . korelasi tersebut diperkuat dengan rumus spearman brown untuk mendapatkan reliabilitas total Hasil penghitungan reliabilitas disajikan dalam tabel berikut: Tabel 2. Hasil Penghitungan Reliabilitas Angket Menggunakan Rumus Spearman Brown Ganjil https://ejournal. id/index. php/jpb/index Genap Jurnal Pendidikan Bahasa Vol. No. Juni 2025 ISSN: 2088-0316 | e-ISSN: 2685-0133 https://doi. org/10. 37630/jpb. Ganjil r-hitung 0,992 Genap Spearman Brown 0,996 Pada penelitian ini, nilai r-hitung sebesar 0,992 dan nilai spearman brown sebesar 0,996. Oleh karena itu, angket yang digunakan memiliki tingkat konsistensi yang sangat tinggi. Artinya, instrumen ini menunjukkan konsistensi yang sangat baik dan dapat diandalkan untuk keperluan penelitian. Berdasarkan hasil perhitungan uji reliabilitas dengan metode belah dua dan menggunakan rumus spearman brown, diperoleh nilai koefisien reliabilitas sebesar 0,996. Nilai ini termasuk dalam kategori sangat tinggi, sehingga dapat disimpulkan bahwa angket dalam penelitian ini bersifat reliabel dan layak digunakan sebagai instrumen penelitian. Hasil Analisis Data Setelah seluruh data dikumpulkan melalui instrumen penelitian, tahap berikutnya yaitu melakukan analisis data. Untuk mengetahui hubungan antara penggunaan metode Simulation Based Learning (SBL) dengan keterampilan menulis teks negosiasi, dilakukan analisis data menggunakan rumus korelasi product Analisis ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antar dua variabel, yaitu variabel X . enilaian metode SBL) dan variabel Y . enilaian keterampilan menuli. Data yang dianalisis merupakan hasil penilaian terhadap 30 siswa yang dijadikan sebagai sampel penelitian. Sebelum dilakukan koefisien korelasi, terlebih dahulu dilakukan perhitungan jumlah nilai X. Y, dan XY untuk masing-masing subjek Hasil penghitungan disajikan dalam uraian berikut: Tabel 3. Hasil Analisis Data Menggunakan Rumus Korelasi Roduct Moment No. Nama Siswa 1 Siswa 2 Siswa 3 Siswa 4 Siswa 5 Siswa 6 Siswa 7 Siswa 8 Siswa 9 Siswa 10 Siswa 11 Siswa 12 Siswa 13 Siswa 14 Siswa 15 Siswa 16 Siswa 17 Siswa 18 Siswa 19 Siswa 20 Siswa 21 Siswa 22 Siswa 23 Siswa 24 Siswa 25 Siswa 26 Penilaian Metode SBL (X) Penilaian Keterampilan Menulis (Y) https://ejournal. id/index. php/jpb/index Jurnal Pendidikan Bahasa Vol. No. Juni 2025 No. Nama Siswa 27 Siswa 28 Siswa 29 Siswa 30 Oc ISSN: 2088-0316 | e-ISSN: 2685-0133 https://doi. org/10. 37630/jpb. Penilaian Metode SBL (X) Penilaian Keterampilan Menulis (Y) Berdasarkan data diatas, kemudian dianalisis menggunakan rumus berikut: = 0,726 Untuk menguji signifikansi korelasi product moment, diperlukan analisis sesuai rumus berikut: Diketahui: r= 0,726 n= 30 derajat kebebasan . = n Ae 2= 28 Langkah-langkah perhitungan: Hitung = 0,527 Hitung 1 Ae 1Hitung = 1 Ae 0,527= 0,473 = 5,2915 Substasi ke dalam rumus t: = 5,585 Bandingkan dengan t-tabel Jika df=28, maka t-tabel dengan taraf signifikansi 0,05 . %)=2,048 dan t-hitung=5,585. Berdasarkan hasil perhitungan tersebut, terdapat hubungan yang kuat dan signifikan antara variable X dan Y dalam data diatas, karena t-hitung Ou t-tabel. Hal itu juga menandakan bahwa pembelajaran menulis teks negosiasi menggunakan metode Simulation Based Learning terbukti efektif. https://ejournal. id/index. php/jpb/index Jurnal Pendidikan Bahasa Vol. No. Juni 2025 ISSN: 2088-0316 | e-ISSN: 2685-0133 https://doi. org/10. 37630/jpb. KESIMPULAN Penggunaan metode Simulation Based Learning (SBL) terbukti memberikan dampak positif terhadap peningkatan kemampuan menulis teks negosiasi siswa kelas X. Efektivitas metode ini didukung oleh hasil perhitungan yang menunjukkan nilai t-hitung sebesar 5,585 dan lebih besar dari t-tabel yang menunjukkan angka 2,048. Berdasarkan data tersebut, dapat disimpulkan bahwa terdapat korelasi yang signifikan dan kuat antara penerapan metode Simulation Based Learning (SBL) dengan kemampuan menulis teks negosiasi siswa kelas X. Nilai r yang tinggi . juga menunjukkan hubungan yang kuat antara kedua variabel. Data ini menunjukkan bahwa pelaksanaan metode Simulation Based Learning (SBL) terbukti efektif dan berhasil dalam meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis teks negosiasi. Hal ini dapat terjadi karena metode tersebut memungkinkan siswa untuk terlibat secara aktif, mengalami simulasi situasi negosiasi secara langsung dan mengembangkan kemampuan berpikir kritis serta komunikasi dalam konteks nyata. Daftar Pustaka