https://doi. org/10. 56552/jisipol. Strategi Internasionalisasi Topeng Malangan Oleh Padepokan Asmorobangun Dalam International Mask Festival (IMF) Tahun 2023 Rahmah Hidayatus Sholichah, . Nur Luthfi Hidayatullah . UIN Sunan Ampel Surabaya Email: rahmahhidayatus22@gmail. com, nur. hidayatullah@uinsa. Abstract This research describes the internationalization strategy of Topeng Malangan applied by Padepokan Asmorobangun in the context of its participation in the International Mask Festival (IMF) in 2023. The main problem of this research focuses on how the traditional art of Topeng Malangan can adapt and be accepted in the international arena without losing its authentic values, with the argument that the right adaptation strategy can maintain the essence of local culture while attracting global audiences. Using a qualitative approach with a case study method, the results show that Padepokan Asmorobangun applies several adaptive strategies in internationalization, including: simplification of the duration of the performance from 9-10 hours to 10 minutes without losing the authentic essence, reduction in the use of verbal language, emphasis on characterization patterns through intensified movements and expressions, and selection of the story AuSayembara Adu JagoAy which has universal values. Despite facing significant challenges in terms of funding and limited preparation time, participation in the International Mask Festival (IMF) 2023 has had a positive impact in the form of expanding international cooperation networks and increasing Padepokan Asmorobangun's reputation in the global arena. This research concludes that international festivals can be a strategic platform for cultural diplomacy and the internationalization of traditional arts, with adaptability and innovation being key success factors in introducing local cultural heritage to the global stage without losing the basic elements of Topeng Malangan. Keywords: Malangan Mask. Asmorobangun Art Center. Internationalization. International Mask Festival. Cultural Diplomacy. Adaptation Strategy Abstrak Penelitian ini mendeskripsikan strategi internasionalisasi Topeng Malangan yang diterapkan oleh padepokan Asmorobangun dalam konteks partisipasinya pada International Mask Festival (IMF) Permasalahan utama penelitian ini berfokus pada Bagaimana seni tradisional Topeng Malangan dapat beradaptasi dan diterima di kancah internasional tanpa kehilangan nilai-nilai otentiknya, dengan argumen bahwa strategi adaptasi yang tepat mampu mempertahankan esensi budaya lokal sekaligus menarik minat penonton global. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, hasil penelitian menunjukkan bahwa Padepokan Asmorobangun menerapkan beberapa strategi utama yang adaptif dalam internasionalisasi, meliputi: penyederhanaan durasi pertunjukan dari 9-10 jam menjadi 10 menit tanpa menghilangkan esensi otentik, pengurangan penggunaan bahasa verbal, penekanan pada pola karakter penokohan melalui gerakan dan ekspresi yang diintensifkan, serta pemilihan cerita "Sayembara Adu Jago" yang memiliki nilai universal. Meskipun menghadapi tantangan signifikan dalam aspek pendanaan dan keterbatasan waktu persiapan, partisipasi dalam International Mask Festival (IMF) 2023 telah memberikan dampak positif . Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik |Volume 7 | Nomor . Agustus 2025 | (Hal. Lisensi: Lisensi Creative Commons Attribution 4. 0 Internasional (CC BY) berupa perluasan jaringan kerjasama internasional dan peningkatan reputasi Padepokan Asmorobangun di kancah global. Penelitian ini menyimpulkan bahwa festival internasional dapat menjadi platform strategis dalam diplomasi budaya dan internasionalisasi seni tradisional, dengan kemampuan adaptasi dan inovasi menjadi faktor kunci keberhasilan dalam memperkenalkan warisan budaya lokal ke panggung global tanpa kehilangan pakem-pakem yang menjadi elemen dasar Topeng Malangan. Kata Kunci:Topeng Malangan. Padepokan Asmorobangun. Internasionalisasi. International Mask Festival. Diplomasi Budaya. Strategi Adaptasi PENDAHULUAN Indonesia memiliki berbagai macam seni yang tersebar di seluruh nusantara. Keberagaman budaya dan suku bangsa di Indonesia telah menciptakan kekayaan seni yang tercermin dalam berbagai jenis seni pertunjukan. Topeng Malangan sebagai warisan budaya Indonesia yang berakar dari tradisi kesenian Kabupaten Malang. Jawa Timur telah berkembang sejak abad ke-8 dan memiliki nilai historis serta filosofis yang mendalam. Sebagai bentuk ekspresi seni yang menggabungkan unsur tari, musik dan teater. Topeng Malangan tidak hanya menjadi manifestasi keindahan visual, tetapi juga menjadi wadah transmisi nilai-nilai kearifan lokal yang diwariskan secara turun temurun. Di tengah arus globalisasi dan modernisasi, keberlangsungan seni tradisional seperti Topeng Malangan menghadapi tantangan yang berat dalam mempertahankan eksistensinya. Hal ini mendorong berbagai pihak, termasuk Padepokan Asmorobangun untuk mengembangkan strategi adaptif yang inovatif, salah satunya melalui upaya internasionalisasi. Berdiri sejak tahun 1900. Padepokan Asmorobangun telah memainkan peran penting dalam pelestarian dan pengembangan kesenian Topeng Malangan, dengan perjalanan internasionalisasi yang dimulai pada tahun 2011 melalui undangan Kementerian Kebudayaan Thailand, berlanjut ke ASEAN Panji Festival di Bangkok tahun 2013. Festival Internasional di Moskow tahun 2016 hingga puncaknya pada International Mask Festival (IMF) tahun 2023. Padepokan Asmorobangun yang berlokasi di Desa Karangpandan. Dusun Kedungmonggo. Kecamatan Pakisaji. Kabupaten Malang merupakan salah satu sanggar pelestarian dan pengembangan kesenian Topeng Malangan yang memiliki sejarah panjang dan peran signifikan. Didirikan pada tahun 1900. Padepokan ini pada awalnya dikenal dengan nama AuPandawa LimaAy. Penamaan ini didasarkan pada repertoar pertunjukan mereka yang saat itu berfokus pada cerita Purwa atau kisah Mahabarata, yang sangat populer di kalangan masyarakat Jawa. Mbah Serun dan Mbah Kiman adalah dua tokoh utama yang menjadi pionir dan generasi pertama dalam pengelolaan Padepokan ini. Pada Padepokan kepemimpinan Mbah Karimun. Pak Taslan dan Pak Handoyo, repertoar bergeser dari cerita Mahabarata menjadi cerita Panji yang merupakan kisah klasik yang berasal dari Jawa Timur dan menjadi bagian integral dari identitas budaya masyarakat di kawasan ini. Pergeseran ini tidak hanya menyangkut aspek cerita yang dibawakan, tetapi juga berimplikasi pada perubahan nama Padepokan dari Pandawa Lima menjadi AuAsmorobangunAy, mengambil nama tokoh utama dalam cerita panji yang terkenal. Transformasi ini merupakan cerminan . Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik |Volume 7 | Nomor . Agustus 2025 | (Hal. Lisensi: Lisensi Creative Commons Attribution 4. 0 Internasional (CC BY) upaya untuk kembali ke akar budaya lokal dan memperkuat identitas regional dalam karya seni yang dihasilkan. Momen penting dalam sejarah Padepokan Asmorobangun terjadi pada tahun 1978, ketika Padepokan ini mendapat kehormatan untuk menjadi Duta Seni Jawa Timur dalam sebuah acara prestius di Jakarta. Penampilan mereka yang berhasil menarik perhatian berbagai pihak termasuk pemerintah. Sebagai hasil dari pengakuan ini, pada tahun 1982 dibawah pemerintahan Bapak Eddy Slamet, dibangunlah sanggar resmi bernama Asmorobangun yang menjadi pusat kegiatan dan pengembangan seni Topeng Malangan. Pembangunan sanggar ini merupakan bukti nyata dari pengakuan pemerintah terhadap nilai penting kesenian Topeng Malangan dan kontribusi Padepokan Asmorobangun dalam melestarikan dan mengembangkan warisan budaya ini. Gambar 1. 1 Peresmian Padepokan Asmorobangun oleh Bapak Eddy Slamet Padepokan Asmorobangun, sebagai salah satu sanggar seni yang berfokus pada Topeng Malangan memperkenalkan seni ini di kancah internasional. Perjalanan internasionalisasi Topeng Malangan oleh Padepokan Asmorobangun memiliki titik awal yang menarik dan historis. Pada Pak Handoyo Padepokan Asmorobangun mendapatkan undangan langsung dari Kementerian Kebudayaan Thailand untuk melakukan pertunjukan di Bangkok. Undangan tersebut bermula dari kunjungan rombongan wisatawan Thailand ke Malang yang memiliki dua agenda utama yakni mengunjungi Gunung Bromo dan menyaksikan pertunjukan wayang Topeng. Meskipun pertunjukan yang disaksikan rombongan tersebut hanya 1 jam, salah seorang anggota rombongan yang merupakan pejabat Kementerian Kebudayaan Thailand merekam pertunjukan tersebut. Rekaman ini kemudian diperlihatkan kepada Direktur Kementerian di . Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik |Volume 7 | Nomor . Agustus 2025 | (Hal. Lisensi: Lisensi Creative Commons Attribution 4. 0 Internasional (CC BY) Bangkok dan mendapatkan apresiasi yang sangat positif, sehingga melahirkan undangan resmi kepada Padepokan Asmorobangun. Undangan ini sebenarnya berkaitan dengan rencana penyelenggaraan ASEAN Panji Festival di Thailand pada tahun 2011. Namun, bencana banjir besar yang melanda Thailand pada tahun tersebut mengakibatkan penundaan festival. Festival ini akhirnya baru dapat diselenggarakan pada bulan Maret Pada tahun 2013 tepatnya tanggal 2-6 Maret. Kementerian Kebudayaan Thailand bekerja sama dengan SEAMEO SPAFA (South East Asian Ministers of Education Organization Regional Centre for Archaeology and Fine Art. menyelenggarakan ASEAN Panji Festival di Bangkok. Festival ini merupakan forum strategis bagi negara-negaraAsia Tenggara untuk mempresentasikan dan melestarikan seni pertunjukan tradisional yang berhubungan dengan cerita Panji. Selama partisipasi dalam ASEAN Panji Festival di Bangkok. Padepokan Asmorobangun diberi kesempatan untuk melakukan pertunjukan dengan durasi 45 menit. Tantangan utama yang dihadapi Padepokan Asmorobangun pada saat ASEAN Panji Festival tahun 2013 adalah bagaimana menyajikan pertunjukan wayang Topeng tradisional yang biasanya berdurasi 9-10 jam menjadi pertunjukan yang hanya Menghadapi Padepokan Asmorobangun menerapkan strategi adaptasi yang inovatif namun tetap menghormati tradisi. Mereka memangkas durasi pertunjukan secara signifikan tetapi tetap mempertahankan elemen dasar yang merupakan jiwa dari kesenian Topeng Malangan. Strategi tersebut terbukti efektif karena pertunjukan mereka di Bangkok mendapat apresiasi yang baik meskipun disajikan dalam format yang lebih pendek. Yang lebih istimewa. Padepokan Asmorobangun yang dipimpin oleh Pak Handoyo merupakan satu-satunya peserta festival yang Topeng Kesempatan eksklusif ini tidak hanya menjadi platform untuk mendemonstrasikan keterampilan pembuatan topeng yang diwariskan selama berabad abad, tetapi juga medium edukasi yang efektif untuk mengenalkan aspek aspek teknis dan filosofis dari Topeng Malangan. Dari workshop Topeng Malangan. Pak Handoyo berhasil meraih keuntungan sekitar 30 Juta Rupiah. Keberhasilan finansial ini memberikan bukti konkret bahwa seni tradisional Indonesia jika dipresentasikan dengan strategi yang tepat, memiliki potensi ekonomi yang menjanjikan di pasar global. Keberhasilan di Bangkok. Thailand tidak membuat Padepokan Asmorobangun Pada tanggal 20-21 Agustus tahun 2016, mereka kembali mendapat kesempatan untuk tampil di festival internasional di Moskow. Rusia. Kesempatan ini bermula dari kolaborasi dengan seorang teman Pak Handoyo yang sedang menempuh pendidikan di Rusia. Melalui jaringan ini, mereka mengusulkan penampilan wayang Topeng Malangan kepada Dinas Pariwisata Kabupaten Malang yang saat itu sedang mengadakan program AuWonderful IndonesiaAy. Kesempatan tampil dalam ASEAN Panji Festival di Bangkok. Thailand dan Festival Internasional di Moskow. Rusia menjadi momentum penting dalam upaya internasionalisasi Topeng Malangan. Yang menarik dari strategi internasionalisasi . Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik |Volume 7 | Nomor . Agustus 2025 | (Hal. Lisensi: Lisensi Creative Commons Attribution 4. 0 Internasional (CC BY) Padepokan Asmorobangun adalah filosofi dalam memproduksi Topeng. Padepokan ini lebih mengutamakan kualitas daripada kuantitas. Setiap Topeng dibuat dengan ketelitian dan keahlian tinggi, mengikuti tradisi pembuatan yang telah diwariskan secara turun Oleh karena itu. Topeng Malangan karya Padepokan Asmorobangun mendapat pengakuan internasional karena kualitasnya masih top dan autentik supaya tidak menurunkan ekspektasi orang orang yang sudah tau hasil pahatan di Padepokan ini. Bahkan para penikmat seni internasional tertarik tidak hanya pada pertunjukannya saja, tetapi juga pada kualitas Topeng yang dihasilkan. Gambar 1. 2 Topeng Malangan Padepokan Asmorobangun Perjalanan internasionalisasi Padepokan Asmorobangun terus berlanjut hingga puncaknya pada tahun 2023, ketika Padepokan ini berpartisipasi dalam International Mask Festival (IMF). Festival ini menjadi arena penting untuk memperkenalkan dan mempromosikan Topeng Malangan kepada komunitas global yang lebih luas. Dengan berbekal dari pengalaman tampil di Bangkok dan Moskow. Padepokan Asmorobangun telah mengembangkan strategi yang semakin baik dalam memperkenalkan Topeng Malangan ke terlebih dalam International Mask Festival tahun pertunjukkan Topeng Malangan hanya diminta berdurasi 10 menit saja, jauh lebih singkat dibanding pengalaman festival-festival sebelumnya. Penelitian tentang internasionalisasi seni tradisional telah berkembang dalam beberapa perspektif. Milton C. Cummings mendefinisikan diplomasi budaya sebagai pertukaran ide, informasi, seni dan aspek budaya lainnya antar bangsa untuk membangun saling pengertian dan memperkuat hubungan. Sementara itu. Crespi-Vallbona dan Richards . mengidentifikasi festival sebagai platform budaya yang memungkinkan masyarakat . Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik |Volume 7 | Nomor . Agustus 2025 | (Hal. Lisensi: Lisensi Creative Commons Attribution 4. 0 Internasional (CC BY) mengekspresikan pendapat mereka terkait masalah budaya, sosial dan politik serta media pelestarian budaya tradisional di tengah modernisasi dan globalisasi. Dalam konteks Topeng Malangan, penelitian terdahulu telah mengkaji berbagai aspek spesifik. Wibowo. Priyatna, dan Sobarna . meneliti proses komodifikasi seni Wayang Topeng Malangan di Padepokan Asmorobangun, mengeksplorasi transformasi dari media ritual sakral menjadi komoditas seni yang dipasarkan kepada wisatawan. Aprilia . menganalisis fungsi Wayang Topeng Malangan dalam kehidupan masyarakat Desa Kedungmonggo, mengungkap perannya sebagai media ritual, hiburan dan Pendidikan nilai Wulan . mengkaji digitalisasi kegiatan seni budaya Sanggar Asmorobangun melalui media sosial sebagai strategi pelestarian budaya era digital. Namun, penelitian penelitian tersebut belum mengintegrasikan diplomasi budaya, internasionalisasi seni tradisional dan platform festival dalam satu kerangka analisis komprehensif. Belum ada kajian mendalam tentang bagaimana ketiga konsep ini diintegrasikan dalam konteks spesifik tradisi Topeng Malangan serta bagaimana peran konkret komunitas budaya seperti Padepokan Asmorobangun dalam mengimplementasikan strategi internasionalisasi melalui platform festival internasional. Penelitian ini menghadirkan kebaruan ilmiah dengan mengintegrasikan tiga konsep utama diplomasi budaya, internasionalisasi, dan festival sebagai platform dalam konteks Topeng Malangan. Berbeda dengan penelitian sebelumnya yang berfokus pada aspek tunggal, penelitian ini menganalisis strategi internasionalisasi Topeng Malangan yang diterapkan Padepokan Asmorobangun pada International Mask Festival (IMF) 2023. Penelitian ini hadir dari permasalahan utama mengenai strategi internasionalisasi Topeng Malangan oleh Padepokan Asmorobangun dalam International Mask Festival (IMF) Penelitian ini berusaha menjawab pertanyaan bagaimana Padepokan Asmorobangun menerapkan strategi untuk memperkenalkan Topeng Malangan ke kancah internasional melalui partisipasi dalam International Mask Festival (IMF) 2023. Hipotesis yang dibangun adalah bahwa Padepokan Asmorobangun menggunakan strategi adaptasi format pertunjukkan dengan tetap mempertahankan elemen dasar Topeng Malangan, sehingga mampu memenuhi standar festival internasional sambil menjaga nilai otentik kesenian tradisional tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi internasionalisasi Topeng Malangan yang diterapkan oleh Padepokan Asmorobangun dalam partisipasinya pada International Mask Festival (IMF) Tahun 2023. Melalui penelitian ini diharapkan dapat memperkaya pemahaman mengenai strategi internasionalisasi seni tradisional Indonesia dan memberikan wawasan baru dalam upaya pelestarian serta pengembangan kesenian tradisional di era global. Penelitian ini akan mengkaji lebih dalam, bagaimana strategi internasionalisasi yang diterapkan oleh Padepokan Asmorobangun dalam memperkenalkan Topeng Malangan ke dunia internasional, khususnya melalui partisipasi mereka dalam International Mask Festival (IMF) tahun 2023. Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik |Volume 7 | Nomor . Agustus 2025 | (Hal. Lisensi: Lisensi Creative Commons Attribution 4. 0 Internasional (CC BY) Gambar 1. 3 Sertifikat ASEAN Panji Festival di Bangkok Tahun 2013 Gambar 1. 4 Sertifikat Festival Internasional di Moskow Tahun 2016 KAJIAN PUSTAKA Setelah peneliti melakukan telaah terhadap beberapa penelitian, ada beberapa yang memiliki keterkaitan dengan penelitian yang peneliti lakukan. Pertama, penelitian yang dilakukan oleh Arining Wibowo. Aquarini Priyatna dan Cece Sobarna . yang berjudul AuThe Malangese Mask Wayang: The Process Art Commodification at Asmorobangun Art Center. Pakisaji. MalangAy. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji proses Wayang Topeng Malangan Padepokan Seni Asmorobangun yang berlokasi di Pakisaji. Kabupaten Malang. Para peneliti mengeksplorasi bagaimana wayang Topeng Malangan yang semula berfungsi sebagai media ritual dan diperjualbelikan dan dipasarkan kepada wisatawan serta penikmat seni. Dalam penelitian tersebut, digambarkan bagaimana Padepokan Asmorobangun melakukan modifikasi pada aspek-aspek pertunjukan wayang Topeng Malangan, seperti penyederhanaan alur cerita, durasi pertunjukan diperpendek dan penyesuaian format pementasan agar lebih menarik Kedua, penelitian yang dilakukan oleh Fransiska Aprilia . yang berjudul AuFungsi Wayang Topeng Malangan Bagi Masyarakat Desa Kedungmonggo. Kecamatan . Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik |Volume 7 | Nomor . Agustus 2025 | (Hal. Lisensi: Lisensi Creative Commons Attribution 4. 0 Internasional (CC BY) Pakisaji Kabupaten MalangAy. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan terkait peran dan fungsi kesenian wayang Topeng Malangan dalam kehidupan masyarakat Desa Kedungmonggo. Kecamatan Pakisaji. Kabupaten Malang. Wayang Topeng Malangan merupakan salah satu kesenian tradisional yang telah lama menjadi bagian integral dari identitas budaya masyarakat setempat. Dalam penelitiannya. Fransiska Aprilia mengungkap bahwa wayang Topeng Malangan tidak hanya sekedar kesenian semata, tetapi memiliki berbagai fungsi penting dalam kehidupan sosial dan spiritual masyarakat desa. Kesenian ini berperan sebagai media ritual dalam berbagai upacara adat dan perayaan keagamaan yang dilaksanakan oleh masyarakat Desa Kedungmonggo. Selain fungsi ritualnya, jurnal ini juga membahas bagaimana wayang Topeng Malangan berfungsi sebagai sarana hiburan yang mampu menyatukan warga desa dalam suasana kebersamaan. Pertunjukan wayang Topeng Malangan ini menjadi momen penting bagi seluruh lapisan masyarakat untuk berkumpul, berinteraksi dan memperkuat ikatan sosial. Aspek lain yang dibahas dalam artikel yang ditulis oleh Fransiska Aprilia adalah peran wayang Topeng Malangan sebagai media pendidikan nilai moral dan etika. Melalui cerita dan karakter yang dibawakan dalam pertunjukan, terdapat pesan-pesan filosofis dan ajaran kehidupan yang disampaikan kepada penonton, khususnya generasi muda. Ketiga, penelitian yang dilakukan oleh Diah Ayu Wulan . yang berjudul AuDigitalisasi Kegiatan Seni Budaya Sanggar Seni Topeng Malang Asmorobangun dalam Media Sosial sebagai Sarana Peningkatan Pelestarian BudayaAy. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji proses digitalisasi kegiatan seni budaya yang dilakukan oleh Sanggar Seni Topeng Malang Asmorobangun melalui pemanfaatan media sosial sebagai upaya untuk meningkatkan pelestarian budaya tradisional. Penelitian yang ditulis oleh Diah Ayu Wulan menggambarkan bagaimana Sanggar Seni Asmorobangun beradaptasi dengan era digital dengan mengintegrasikan teknologi informasi dan platform media sosial ke dalam strategi pelestarian dan promosi kesenian Topeng Malang. Penelitian ini mengeksplorasi berbagai inisiatif digital yang dilakukan oleh Sanggar Asmorobangun termasuk dokumentasi pertunjukan dalam format media yang diunggah ke platform seperti Youtube. Facebook dan Instagram serta pengenalan virtual tour Sanggar dan proses pembuatan Topeng. Sedangkan penelitian yang peneliti lakukan berjudul AuStrategi Internasionalisasi Topeng Malangan oleh Padepokan Asmorobangun dalam International Mask Festival (IMF) Tahun 2023 berfokus pada analisis festival internasional sebagai medium diplomasi budaya dan pengenalan di lingkup global. Selain itu, penelitian yang peneliti lakukan juga lebih spesifik pada sebuah event fisik, yakni International Mask Festival (IMF) tahun 2023 dengan interaksi langsung antara seniman dan audiens internasional. METODE PENELITIAN Penelitian yang berjudul AuStrategi Internasionalisasi Topeng Malangan oleh Padepokan Asmorobangun dalam International Mask Festival (IMF) Tahun 2023Ay . Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik |Volume 7 | Nomor . Agustus 2025 | (Hal. Lisensi: Lisensi Creative Commons Attribution 4. 0 Internasional (CC BY) mendapatkan pemahaman mendalam mengenai strategi yang diterapkan oleh Padepokan Asmorobangun dalam mempromosikan Topeng Malangan ke panggung internasional. Pendekatan kualitatif dipilih karena memungkinkan peneliti untuk mendeskripsikan peran individu atau kelompok pada suatu fenomena sosial dan budaya. Sementara, studi kasus digunakan untuk menyelidiki fenomena kontemporer dalam konteks kehidupan nyata, terutama ketika batas antara fenomena dan konteks tidak terlihat dengan jelas. Jenis data dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer diambil secara langsung melalui wawancara, dan data sekunder diambil peneliti dari sumber dokumentasi. Penelitian ini dilaksanakan di Padepokan Asmorobangun yang terletak di Desa Karangpandan. Dusun Kedungmonggo. Kecamatan Pakisaji. Kabupaten Malang. Jawa Timur. Peneliti memilih lokasi ini didasarkan pada pertimbangan bahwa Padepokan Asmorobangun merupakan salah satu pusat pengembangan dan pelestarian Topeng Malangan yang telah berpartisipasi dalam berbagai festival internasional, termasuk International Mask Festival (IMF) tahun 2023. Subyek penelitiannya adalah pemilik Padepokan Asmorobangun yakni Pak Handoyo. Pemilihan subjek penelitian menggunakan purposive sampling, yaitu memilih informan yang dianggap memiliki pengetahuan dan pengalaman yang relevan terkait dengan topik penelitian. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui wawancara mendalam, analisis dokumen dan dokumentasi untuk memastikan triangulasi dan validitas Wawancara mendalam dilakukan dengan pemilik Padepokan Asmorobangun. Pak Handoyo sebagai informan utama untuk menggali informasi mengenai latar belakang, motivasi, tantangan, dampak dan strategi yang diterapkan dalam proses internasionalisasi Topeng Malangan. Wawancara dilakukan peneliti secara semi-terstruktur dengan panduan mengeksplorasi isu yang muncul selama wawancara. Kemudian, peneliti mengumpulkan dan menganalisis berbagai dokumen atau artikel penelitian yang relevan, seperti materi promosi dan dokumentasi pertunjukan sebelumnya di Bangkok. Thailand dan Moskow. Rusia serta materi terkait partisipasi dalam International Mask Festival (IMF) tahun 2023. Analisis dokumen memudahkan peneliti memahami konteks historis dan perkembangan strategi internasionalisasi yang diterapkan oleh Padepokan Asmorobangun dari waktu ke Selain itu, peneliti juga mengumpulkan data melalui dokumentasi berupa foto dan video dari pertunjukan Topeng Malangan dalam International Mask Festival (IMF) tahun Dokumentasi ini memberikan data tambahan yang kaya terkait aspek estetika, teknik dan performatif dari Topeng Malangan serta dapat membantu peneliti mengidentifikasi elemen elemen yang dipertahankan dan diadaptasi dalam konteks internasional. HASIL DAN PEMBAHASAN International Mask Festival (IMF) 2023 . Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik |Volume 7 | Nomor . Agustus 2025 | (Hal. Lisensi: Lisensi Creative Commons Attribution 4. 0 Internasional (CC BY) International Mask Festival (IMF) merupakan sebuah festival internasional yang mengembangkan seni Topeng dari berbagai belahan dunia. Festival ini menjadi wadah bagi seniman Topeng dari berbagai negara untuk berkumpul, berbagi pengalaman dan mempertunjukkan keunikan seni pertunjukan Topeng dari masing masing daerah dan negara asal mereka. International Mask Festival (IMF) telah menjadi salah satu platform penting dalam menjembatani dialog antarbudaya melalui seni Topeng yang memiliki nilai historis dan filosofis yang mendalam. International Mask Festival (IMF) pertama kali diselenggarakan pada tahun 2014 di kota Solo. Jawa Tengah. Sejak saat itu festival ini telah menjadi agenda rutin tahunan yang menghimpun berbagai komunitas seni Topeng dari dalam negeri maupun luar negeri. Sejak awal kemunculannya. International Mask Festival (IMF) telah berkomitmen untuk menjadi ruang inklusif bagi berbagai tradisi Topeng dari seluruh dunia yang menekankan pentingnya keberagaman budaya dan dialog lintas budaya melalui medium seni Topeng. Dari tahun ke tahun. International Mask Festival (IMF) telah berkembang baik dari segi peserta maupun cakupan pertunjukan, yang awalnya hanya diikuti oleh beberapa negara saja dengan fokus pada pertunjukan tradisional, namun seiring berjalannya waktu, festival ini kemudian berkembang menjadi ajang yang lebih beragam dengan menampilkan berbagai interpretasi modern dari seni Topeng. International Mask Festival (IMF) bertujuan sebagai pelestarian budaya dengan menjaga keberlangsungan tradisi seni Topeng yang merupakan warisan budaya tak benda dari berbagai belahan dunia. Selain itu, festival ini juga memiliki tujuan untuk promosi budaya dengan memperkenalkan keragaman seni Topeng kepada masyarakat luas, baik lokal maupun internasional. Gambar 1. 5 Poster International Mask Festival Tahun 2023 di Kota Malang International Mask Festival (IMF) tahun 2023 diadakan di Kota Malang, tepatnya di Taman Krida Budaya yang berlokasi di Jl Soekarno Hatta No. 7 Jatimulyo. Kecamatan . Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik |Volume 7 | Nomor . Agustus 2025 | (Hal. Lisensi: Lisensi Creative Commons Attribution 4. 0 Internasional (CC BY) Lowokwaru. Kota Malang. Jawa Timur. Festival ini diselenggarakan pada hari Senin, 20 November 2023 pukul 18. 30 hingga selesai dengan mengusung tema AuThe Power of Mask: Performing Art Mask Colouring Festival Mask Exhibition. Ay Dalam tema yang diusung mengandung arti kekuatan dan pengaruh Topeng dalam seni pertunjukan serta keragaman ekspresi artistik yang dapat diwujudkan melalui Topeng. Di dalam International Mask Festival (IMF) tahun 2023 menampilkan keragaman budaya yang lebih luas dibandingkan dengan penyelenggaraan tahun tahun sebelumnya. Festival kali ini melibatkan peserta dari berbagai negara seperti Ekuador. Filipina. Indonesia. Jepang. Korea Selatan dan Malaysia. Dari Indonesia sendiri, festival ini diikuti oleh berbagai kota seperti Banyuwangi. Denpasar. Jombang. Malang. Ponorogo. Surakarta dan Yogyakarta, yang masing-masing membawa keunikan tradisi Topeng dari daerahnya. International Mask Festival (IMF) 2023 berbeda dengan penyelenggaraan sebelumnya dari segi jumlah peserta yang lebih banyak serta keragaman pertunjukan yang disajikan. Seperti yang diungkapkan pak Handoyo selaku pemilik Padepokan AsmorobangunAuIMF itu kan semua wajib memakai Topeng saat pertunjukan, tapi sekarang Topeng lebih beragam, misalnya di Jepang Topengnya lebih menarik dan memakai Samurai. Sekarang perkembangannya ke arah modernAy. Padepokan Asmorobangun sebagai salah satu sanggar seni yang fokus pada pelestarian dan pengembangan Topeng Malangan telah secara konsisten berpartisipasi dalam International Mask Festival (IMF) sejak tahun 2014. Keikutsertaan Padepokan ini dalam festival internasional merupakan salah satu upaya strategis dalam rangka internasionalisasi seni Topeng Malangan. Pada International Mask Festival (IMF) tahun 2023. Padepokan Asmorobangun mendapat kesempatan istimewa untuk tampil atas permintaan Dinas Pariwisata Kota Malang. Dengan durasi pertunjukan selama 10 menit. Padepokan Asmorobangun ditantang untuk menampilkan esensi Topeng Malangan dan memikat audiens internasional dalam waktu yang relatif singkat. Dalam penampilannya di International Mask Festival (IMF) 2023. Padepokan Asmorobangun memilih untuk mengangkat cerita AuSayembara Adu JagoAy. Cerita ini mengisahkan perjalanan Panji Laras yang mencari ayahnya menuju Kerajaan Jenggala dengan membawa ayam jago. Sesampainya disana, ia bertemu dengan Panji Gurowongso yang sedang mengadakan sayembara adu jago dengan menghadiahkan siapa saja yang bisa mengalahkan ayam jagonya akan diberi hadiah berupa ubah Kerajaan Jenggala. Sayembara Adu Jago merupakan bagian dari siklus Panji, serangkaian cerita populer di Jawa Timur dan memiliki nilai universal tentang pencarian identitas, keadilan dan keberanian. Dengan mengangkat cerita yang memiliki nilai universal. Padepokan Asmorobangun berupaya untuk menjembatani kesenjangan budaya dan membuat pertunjukan Topeng Malangan lebih mudah dipahami dan diapresiasi oleh audiens internasional. Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik |Volume 7 | Nomor . Agustus 2025 | (Hal. Lisensi: Lisensi Creative Commons Attribution 4. 0 Internasional (CC BY) Gambar 1. 6 Pertunjukan Sayembara Adu Jago dalam International Mask Festival 2023 Menurut Pak Handoyo, partisipasi dalam International Mask Festival merupakan sebuah kebanggaan tersendiri AuSebenarnya ini merupakan sebuah kebanggaan bagi kami, karena kami pada waktu perform atau tampil, peserta tidak hanya orang orang lokal yang perform tetapi mancanegara, sehingga kami mendapatkan pengalaman yang lebih, tidak hanya seputar Indonesia tetapi kita bisa melihat bentuk tarian dan pertunjukan dari negara negara yang lain,Ay ungkap Pak Handoyo. Lebih lanjut, beliau menambahkan. AuTetapi memang sebenarnya itu banyak yang sangat berbeda, tetapi itu menjadi kekayaan budaya menurut kami. Ay Partisipasi Padepokan Asmorobangun dalam International Mask Festival (IMF) tidak hanya memberikan dampak dalam hal promosi Topeng Malangan ke kancah internasional, tetapi juga membuka kesempatan bagi para seniman Topeng Malangan untuk belajar dari tradisi Topeng di berbagai belahan Pertukaran budaya ini tidak hanya memperkaya wawasan para seniman, tetapi juga potensial untuk mendorong inovasi dan pengembangan dalam seni Topeng Malangan itu Strategi Internasionalisasi Padepokan Asmorobangun dalam International Mask Festival (IMF) Tahun 2023 Strategi Topeng Malangan Padepokan Asmorobangun dalam International Mask Festival (IMF) tahun 2023 menarik untuk dikaji dengan mendalam. Proses yang relatif singkat namun penuh dengan pertimbangan strategis ini menunjukkan kemampuan adaptasi yang luar biasa dari Padepokan Asmorobangun dalam memperkenalkan seni tradisional Indonesia ke kancah internasional. Tantangan waktu yang dihadapi menjadi katalisator bagi lahirnya pendekatan inovatif dalam menyajikan Topeng Malangan kepada audiens internasional. Padepokan Asmorobangun mendapatkan pemberitahuan untuk tampil dalam International Mask Festival (IMF) 2023 hanya sekitar 2 minggu sebelum acara. Durasi penampilan yang diberikan pun sangat terbatas, yaitu hanya 10 menit. Waktu yang singkat ini tentu menjadi tantangan tersendiri mengingat pertunjukan Wayang Topeng Malangan secara tradisional berlangsung selama 910 jam. Kondisi ini mengharuskan Padepokan Asmorobangun untuk berpikir kreatif dalam . Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik |Volume 7 | Nomor . Agustus 2025 | (Hal. Lisensi: Lisensi Creative Commons Attribution 4. 0 Internasional (CC BY) mengemas pertunjukan tanpa menghilangkan esensi dan nilai nilai otentik dari Topeng Malangan. Gambar 1. 7 Wayang Topeng Malangan Padepokan Asmorobangun dalam International Mask Festival 2023 dengan Cerita Sayembara Adu Jago Dengan mempertimbangkan kehadiran audiens internasional yang mungkin tidak familiar dengan kesenian Topeng Malangan. Padepokan Asmorobangun memutuskan untuk lebih memprioritaskan bentuk pertunjukan dengan pola pergerakan yang ekspresif. Hal ini menjadi dasar pemilihan cerita yang dibawakan yaitu AuSayembara Adu JagoAy sebagai materi Cerita ini dipilih karena memiliki struktur naratif yang universal dan dapat dikomunikasikan secara efektif melalui gerakan dan ekspresi tubuh, sehingga dapat dinikmati oleh penonton dari berbagai latar belakang budaya meskipun tanpa pemahaman Proses latihan pun dilakukan secara efisien dalam tiga kali pertemuan. Latihan pertama difokuskan pada musik, dimana Padepokan Asmorobangun menyusun sinopsis cerita terlebih dahulu kemudian menata gending yang akan mengiringi pertunjukan. Latihan kedua dilakukan tanpa musik, berfokus pada tari dan aspek pertunjukan lainnya. Kemudian pada latihan ketiga, pemusik dan penari digabungkan untuk menyempurnakan koordinasi dan harmonisasi seluruh elemen pertunjukan. Dalam Topeng Malangan. Padepokan Asmorobangun menghadapi beberapa tantangan signifikan, terutama terkait dengan aspek musikal dari Berdasarkan wawancara dengan Pak Handoyo selaku pemilik Padepokan Asmorobangun, terungkap bahwa salah satu hambatan utama yang dihadapi adalah keterbatasan dalam hal Wiyaga atau penabuh gamelan. AuKita kalau di Kedungmonggo kan untuk kegiatan yang internasional kita terhalang dalam Wiyaga (Penabuh Gamela. ,Ay ungkap Pak Handoyo. Beliau menjelaskan bahwa Padepokan Asmorobangun memiliki penabuh gamelan yang biasa tampil dalam gebyar di lingkup lokal, namun untuk kegiatan berskala internasional seperti International Mask Festival (IMF), mereka belum memiliki kepercayaan Oleh karena itu. Padepokan Asmorobangun menjalin kerja sama dengan Sanggar Madyo Laras yang berlokasi di Jatiguwi. Sumberpucung. AuMakanya pada waktu pelaksanaan International Mask Festival (IMF) tahun 2023, kami bekerja sama dengan Sanggar Madyo Laras di . Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik |Volume 7 | Nomor . Agustus 2025 | (Hal. Lisensi: Lisensi Creative Commons Attribution 4. 0 Internasional (CC BY) Jatiguwi. Sumberpucung. Pemusiknya diambil dari sana kemudian untuk rangrang apa saja itu dari kami,Ay jelas Pak Handoyo. Strategi Topeng Malangan Padepokan Asmorobangun dalam International Mask Festival (IMF) tahun 2023 meliputi beberapa aspek kunci, diantaranya, pertama, mereka mengurangi penggunaan bahasa verbal yang mungkin tidak dipahami oleh audiens internasional. Meskipun demikian, untuk kebutuhan sinopsis yang biasanya dibagikan sebelum pertunjukan, mereka menggunakan bahasa setempat agar penonton memiliki gambaran umum tentang cerita yang akan dipentaskan. Kedua. Padepokan Asmorobangun lebih menonjolkan pola karakter penokohan melalui gerakan dan ekspresi yang diintesifkan. Karakter jahat dibuat lebih ekspresif dalam menunjukkan kejahatan, begitu pula dengan karakter baik yang ditampilkan dengan lebih tegas menunjukkan kebaikannya. Pendekatan ini membantu audiens internasional untuk karakter-karakter pemahaman bahasa. Ketiga, memperpendek durasi pertunjukan secara signifikan dari 9-10 jam menjadi hanya 10 menit, tanpa menghilangkan nilai-nilai otentik Topeng Malangan. Keempat, seperti yang diungkapkan Pak Handoyo AuPadepokan Asmorobangun juga mengikuti perkembangan zaman, metode-metode yang menurut kami terlalu bertele-tele, misalnya percakapan yang berkepanjangan, ragam gerak yang berulang-ulang akan kami potong, nantinya akan lebih Nah itu berhasil dan beberapa kali kami mencoba teknik itu berhasil walaupun mereka tidak mengerti wayang Topeng Malangan itu apa sih, dan ketika setelah mereka menonton mereka tahu ternyata alurnya seperti ini walaupun mereka tidak tahu bahasanya. Ay Keunggulan kompetitif dari Padepokan Asmorobangun juga terletak pada kemampuan mereka untuk mengemas pertunjukan dalam waktu yang singkat. Menurut Pak Handoyo. AuJadi itu yang kayaknya belum bisa ditiru oleh kelompok lain. Kelompok lain apabila diminta melakukan pertunjukan Wayang Topeng Malangan selama 10-15 menit mereka tidak bisa, mereka maksimal bisa memotong menjadi 23 jam saja. Ay Gambar 1. 8 Sertifikat dan Piagam Penghargaan yang Dimiliki Padepokan Asmorobangun . Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik |Volume 7 | Nomor . Agustus 2025 | (Hal. Lisensi: Lisensi Creative Commons Attribution 4. 0 Internasional (CC BY) Dalam kerangka ini, seni tradisional memiliki peran strategis sebagai representasi identitas dan nilai-nilai suatu bangsa. Partisipasi Padepokan Asmorobangun dalam International Mask Festival (IMF) tahun 2023 dapat dipandang sebagai manifestasi diplomasi budaya non-pemerintah . eople to people diplomac. yang menjadi perpanjangan tangan dari identitas nasional Indonesia di arena internasional. Meskipun difasilitasi oleh Dinas Pariwisata Kota Malang, tetap mencerminkan people to people diplomacy karena interaksi yang terjadi secara langsung antara seniman Topeng Malangan dengan audiens Keterlibatan pemerintah daerah dalam hal ini lebih berperan sebagai Sementara, substansi dan nilai-nilai yang dikomunikasikan tetap berasal dari komunitas budaya lokal sehingga menciptakan model diplomasi budaya yang bersifat kolaboratif antara pemerintah dan masyarakat. Dalam konteks diplomasi budaya. Apa yang dilakukan Padepokan Asmorobangun mewakili pendekatan yang lebih otentik. Berbeda dengan diplomasi budaya formal yang seringkali terstruktur, inisiatif Padepokan Asmorobangun lahir dari kecintaan dan dedikasi terhadap pelestarian seni tradisi yang kemudian berkembang menjadi jembatan komunikasi antarbangsa. Kehadiran mereka dalam International Mask Festival (IMF) 2023 menjadi bukti Bagaimana komunitas budaya lokal dapat berperan sebagai aktor diplomasi yang efektif. Upaya internasionalisasi Topeng Malangan oleh Padepokan Asmorobangun secara dasar mengoperasionalkan konsep soft power Indonesia, yakni kemampuan untuk mempengaruhi dan menarik perhatian audiens internasional melalui daya tarik budaya. Ketika Padepokan Asmorobangun menyajikan pertunjukan yang telah dimodifikasi, mereka memperkenalkan nilai-nilai filosofis yang mengakar dalam tradisi masyarakat Malang. Cerita AuSayembara Adu JagoAy yang dipilih mengandung narasi universal tentang perjuangan antara kebaikan dan kejahatan yang dapat dipahami oleh audiens internasional tanpa terhambat oleh batasan Strategi untuk mengurangi penggunaan bahasa verbal dan lebih menonjolkan pola karakter penokohan melalui gerakan dan ekspresi yang diintensifkan merupakan bentuk adaptasi kultural yang baik, memungkinkan komunikasi lintas budaya yang efektif meski dengan keterbatasan waktu pertunjukan yang hanya 10 menit. Internasionalisasi Topeng Malangan oleh Padepokan Asmorobangun tidak sekedar memamerkan atraksi eksotis dari Indonesia, tetapi membawa muatan kultural yang mendalam. Topeng Malangan yang merupakan warisan budaya dari Malang. Jawa Timur telah berkembang selama berabadabad dan mengandung sintesis nilai-nilai Hindu Jawa. Islam dan unsur-unsur lokal. Keunikan visual Topeng Malangan menjadi salah satu elemen penting yang diperkenalkan dengan karakteristik ukiran, warna dan ekspresi yang menggambarkan berbagai karakter dalam mitologi dan cerita rakyat Jawa. Kerumitan proses pembuatan Topeng mencerminkan kedalaman tradisi seni Indonesia yang telah diwariskan dari generasi ke generasi. Aspek musikal dari pertunjukan Topeng Malangan juga menjadi elemen penting yang diperkenalkan, dengan iringan gamelan Jawa Timuran dengan khas Slendro dan Pelog, memberikan dimensi auditoris yang kaya sekaligus mendemonstrasikan tradisi musik Indonesia yang berbeda dari tradisi musik Barat. Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik |Volume 7 | Nomor . Agustus 2025 | (Hal. Lisensi: Lisensi Creative Commons Attribution 4. 0 Internasional (CC BY) Melalui pertunjukan yang disajikan dalam International Mask Festival (IMF) tahun 2023. Padepokan Asmorobangun secara implisit menyampaikan beberapa pesan budaya Indonesia yang fundamental. Keberagaman menjadi salah satu pesan utama. Topeng Malangan merepresentasikan satu bentuk dari ribuan ekspresi budaya di Indonesia, memahami bahwa Indonesia adalah negara yang unik karena banyaknya suku, budaya, agama dan bahasa yang menjadi bagian integral dari identitas nasional. Harmonisasi antara Padepokan Asmorobangun dengan mempertahankan esensi serta nilai-nilai tradisional melakukan penyesuaian dengan konteks dan kebutuhan audiens internasional. Hal ini mencerminkan fleksibilitas dan dinamisme budaya Indonesia yang telah berkembang selama berabad-abad melalui interaksi dengan berbagai pengaruh eksternal tanpa kehilangan jati dirinya. Nilai-nilai harmoni dan keindahan yang menjadi bagian integral dari pertunjukan Topeng Malangan merefleksikan filosofi hidup masyarakat Indonesia, dengan paduan yang selaras antara musik gamelan, gerakan tari, dan visual Topeng yang memiliki arti kehidupan terkait keseimbangan antara manusia, alam dan dimensi spiritual. Upaya internasionalisasi Topeng Malangan juga memiliki dimensi ekonomi budaya. Pengenalan Topeng Malangan kepada audiens internasional berpotensi meningkatkan minat wisatawan asing untuk mengunjungi Malang dan belajar lebih banyak tentang seni ini, perekonomian lokal serta kesejahteraan masyarakat sekitar. Hal ini juga membuka peluang untuk pengembangan ekonomi kreatif dan ekspor produk-produk budaya seperti Topeng sebagai souvenir, bahan edukasi atau workshop pembuatan Topeng. Dampak dan Keberlanjutan Partisipasi dalam International Mask Festival (IMF) Tahun 2023 Partisipasi Padepokan Asmorobangun dalam International Mask Festival (IMF) tahun 2023 telah memberikan dampak yang signifikan terhadap eksistensi dan pengembangan seni Topeng Malangan di kancah internasional. Keikutsertaan Padepokan Asmorobangun dalam festival bergengsi ini membuka peluang dan tantangan dalam upaya internasionalisasi warisan budaya Indonesia yang sangat berharga. Setelah mengikuti International Mask Festival (IMF) 2023. Padepokan Asmorobangun mengalami peningkatan dalam hal perluasan jaringan kerja sama internasional. Berbagai seniman dan organisasi seni dari mancanegara mulai menjalin komunikasi intensif dengan Padepokan Asmorobangun, yang tidak hanya bersifat formal tetapi juga berkembang menjadi persahabatan yang saling Padepokan Asmorobangun kini memiliki banyak teman dan kolega dari berbagai negara yang memiliki keterkaitan serupa terhadap seni Topeng Malangan. Pertukaran informasi mengenai event seni, teknik pembuatan Topeng Malangan, pertunjukan Wayang Topeng Malangan. Tari Topeng Malangan menjadi aktivitas yang berkelanjutan pasca festival. Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik |Volume 7 | Nomor . Agustus 2025 | (Hal. Lisensi: Lisensi Creative Commons Attribution 4. 0 Internasional (CC BY) Keunikan dan keindahan Topeng Malangan yang dipresentasikan selama festival berhasil memikat banyak penggiat seni dari berbagai negara. Sebagai hasil. Padepokan Asmorobangun selalu dihubungi ketika ada kegiatan kegiatan serupa di berbagai negara. Relasi kerja sama yang terjalin semakin erat, dimana mereka saling bertukar informasi tentang event event seni Topeng dan berbagai kegiatan budaya lainnya. Peningkatan reputasi ini juga berdampak pada meningkatnya permintaan untuk mengadakan pertunjukan di luar negeri. Banyak pihak dari negara lain yang menginginkan Padepokan Asmorobangun tampil di negara mereka untuk memperkenalkan keindahan seni Topeng Malangan kepada masyarakat setempat. Meskipun mendapatkan banyak tawaran untuk melakukan pentas di luar negeri. Padepokan Asmorobangun menghadapi tantangan dalam internasionalisasi yang telah terbangun. Banyak undangan harus ditolak karena keterbatasan anggaran untuk membiayai perjalanan dan akomodasi seluruh anggota Padepokan. Padepokan Asmorobangun telah berupaya menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah, baik di tingkat kabupaten maupun kota, untuk mendapatkan dukungan Namun, dukungan yang diberikan seringkali tidak memadai dan tidak sebanding dengan dengan kebutuhan nyata di lapangan. Tantangan pendanaan terlihat jelas pada kasus nyata undangan pertunjukan ke Malaysia. ketika Padepokan Asmorobangun mendapat undangan untuk mengirimkan 15 orang anggota, pihak penyelenggara luar negeri bersedia menampung 10 orang, sehingga Padepokan Asmorobangun berharap pemerintah daerah dapat membiayai 5 orang yang Kemudian, pemerintah daerah hanya bersedia membiayai 2 orang meskipun biaya akomodasi dan fasilitas lainnya sudah ditanggung pihak penyelenggara di luar negeri. Ketidakseimbangan dukungan ini menciptakan dilema bagi Padepokan Asmorobangun dalam menyeimbangkan peluang internasionalisasi dengan keterbatasan sumber daya yang Terlepas dari tantangan pandanaan tersebut, partisipasi Padepokan Asmorobangun dalam International Mask Festival (IMF) tahun 2023 telah menciptakan fondasi kuat untuk keberlanjutan internasionalisasi Topeng Malangan. Jaringan yang terbangun dan reputasi yang meningkat menjadi modal berharga untuk pengembangan selanjutnya. Keberhasilan Padepokan Asmorobangun Topeng Malangan di International Mask Festival (IMF) 2023 telah menghasilkan dampak berkelanjutan berupa permintaan untuk pertunjukan dan kolaborasi internasional yang terus mengalir. KESIMPULAN Penelitian ini menyimpulkan bahwa Padepokan Asmorobangun yang didirikan pada tahun 1900 memiliki peran historis dalam pelestarian Topeng Malangan, dengan perjalanan internasionalisasi yang dimulai pada tahun 2011 melalui Kementerian Kebudayaan Thailand, kemudian berlanjut pada ASEAN Panji Festival di Bangkok tahun 2013. Festival . Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik |Volume 7 | Nomor . Agustus 2025 | (Hal. Lisensi: Lisensi Creative Commons Attribution 4. 0 Internasional (CC BY) Internasional di Moskow tahun 2016 hingga puncaknya pada International Mask Festival (IMF) Tahun 2023. Strategi adaptif yang diterapkan Padepokan Asmorobangun dalam International Mask Festival (IMF) tahun 2023 mencakup beberapa aspek. Pertama, menyederhanakan pertunjukan tradisional wayang Topeng Malangan yang semula 9-10 jam menjadi hanya 10 menit tanpa menghilangkan esensi otentik. Kedua, meminimalisir elemen linguistik yang mungkin tidak dipahami audiens internasional, dengan tetap menyediakan sinopsis dalam bahasa setempat. Penekanan dilakukan pada ekspresi dan gerakan yang diintesifkan untuk memudahkan identifikasi karakter oleh audiens internasional. Ketiga, pemilihan cerita AuSayembara Adu JagoAy yang memiliki nilai universal tentang pencarian identitas, keadilan dan keberanian berhasil menjembatani kesenjangan budaya. Bahkan untuk mengatasi keterbatasan Wiyaga . enabuh gamela. Padepokan Asmorobangun menjalin kerja sama dengan sanggar Madyo Laras. Dengan demikian. International Mask Festival (IMF) berhasil membuat Padepokan Asmorobangun memperluas jaringan kerja sama internasional melalui terjalinnya komunikasi intensif dengan seniman dan organisasi seni mancanegara. DAFTAR PUSTAKA