Buletin Ilmiah IMPAS Volumen 23 No. 1 Edisi April 2022 p-ISSN : 0853-7771 e-ISSN : 2714-8459 ANALISIS KEDINAMISAN KELOMPOK PETERNAK DI KECAMATAN TAEBENU KABUPATEN KUPANG NUSA TENGGARA TIMUR (Studi Kasus Pada Kelompok Tani Ternak Nijbaki Di Desa Oeletsal. (Dynamic Analysis Of Cattle FarmerAos Group At Kecamatan Taebenu. Kabupaten Kupang. Nusa Tenggara Timur. A Cse Study At Cattle FarmerAos Group At Desa Nijbaki. Desa Oeletsal. Mulivira B. Manoe*. Maximilian M. Kapa. Alfetri N. Lango Program Studi Agribisnis. Fakultas Pertanian Universitas Nusa Cendana *E-mail Penulis korespondensi : olivemanoe84@gmail. Diterima : 18 Januari 2022 Disetujui: 27 Januari 2022 ABSTRAK Penelitian ini telah dilaksanakan pada Kelompok Peternak Sapi Potong di Desa Oeletsala Kecamatan Taebenu Kabupaten Kupang pada bulan Juni hingga Juli 2020. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui : karakteristik kelompok tani ternak sapi potong Nijbaki di Desa Oeletsala. kedinamisan kelompok ternak di desa tersebut. kendala yang dihadapi anggota kelompok dalam pengembangan usaha ternaknya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sensus karena jumlah populasi yakni anggota kelompok hanya 25 orang sehingga semuanya dijadkan responden. Penentuan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja . urposive samplin. Hasil penelitian menunjukan bahwa. Karakteristik kelompok tani ternak sapi potong Nijbaki di Desa Oeletsala umur anggota kelompok berada pada rentan 40- 55 tahun. Pendidikan formal terakhir yang dimiliki oleh peternak lebih dominan pada pendidikan SMA. Dan rentan pengalaman berusaha tani ternak anggota kelompok berada pada >20 tahun. Tingkat kedinamisan kelompok tani ternak ternak Nijbaki di Desa Oeletsala Kecamatan Taebenu Kabupaten Kupang berada pada kategori dinamis dengan pencapaian skor rata-rata 3,98 dengan persentase maksimum 79,67%. Kendala- kendala yang dihadapi oleh peternak sebagai anggota kelompok adalah berkaitan dengan kurang relevannya tujuan kelompok yang dirumuskan dimana tujuan yang dibuat kurang dirasakan manfaatnya oleh anggota kelompok, kendala dari kekompakan kelompok yaitu kurangnya waktu pertemuan antara semua anggota kelompok, kendala berikut fungsi tugas kelompok yakni kurangnya kesadaran setiap anggota kelompok menyelesaikan tugas yang telah ditentukan, dan terakhir kendala bertalian dengan efektifitas kelompok di mana program atau rencana kerja tidak terealiasi sesuai dengan keinginan anggota karena tugas yang diberikan tidak dikerjakan dengan sepenuhnya. Kata Kunci : Dinamika. Kelompok ternak. Tani ternak sapi. Kedinamisan Kelompok ABSTRACT This research has been conducted at one livestock farmer groups in Oeletsala Village. Taebenu Sub District. Kupang Regency from June till July 2020. The aims of this research were to know. the characteristics of the Beef Cattle farmers group at Nijbaki Oeletsala village. the dynamism of farmer group in the village. the obstaclesAo faced by the members of the members of group in terms of their cattle development effort. The method used in this research was census method due to the number of population that was group member who were only consists of 25 people so all of them were taken as respondents. The determination of research location was taken purposively . urposive samplin. The result of research showed that. the characteristics of the Beef Cattle farmers group at Nijbaki Oeletsala village, the age from each group member ranged from 40- 55 years. The last formal education that was were dominantly received by farmer was Senior High School stage. And the range of work experience by each member of farmer group was about 20 years old. the dynamism rate of Nijbaki livestock farmer on Oetsala Village, is in the dynamic category with the rate score achievement of 3,98 with maximum percentage of 79,67%. The obstaclesAo faced by cattle farmer as group member was dealt with, the irrelevancies of group purpose that was formulated that the purpose made showing the lack of benefit that feet by all goup members, the obstacles from the group solidarity were, lack of meeting frequency time among all members of group, the next obstacles was dealt with the task group function that was the lack of selft awareness of each group members in finishing the determine task, and the last was the obstacle dealt with the group effectiveness in which the program on the work plan was not executed according to work the will of group member because the tasks given havenAot been done perfectly. Key Words : Dynamic, farmer group, cattle farmer group, group dynamism Manoe, et al. Analisis Kedinamisan Kelompok Peternak diA. Page 26 Buletin Ilmiah IMPAS Volumen 23 No. 1 Edisi April 2022 PENDAHULUAN Dewasa ini Kementerian Pertanian menyebut sub-sektor peternakan memegang peranan penting bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Sebab. Sub-Sektor Peternakan merupakan salah satu sub-sektor penggerak pembangunan khususnya di wilayah pedesaan. Di provinsi NTT khususnya di Kabupaten Kupang peternakan sapi merupakan ternak dominan yang dipelihara petani karena proses pengembangbiakan ternak menguntungkan ketika dijual. Hasil dari ternak tersebut adalah berupa daging sebagai sumber protein hewani bagi semua masyarakat NTT. Dalam mengembangkan usaha ternak sapi pemerintah juga bekerja sama dengan masyarakat untuk membentuk kelompok tani ternak, tujuannya adalah agar mempermudah dalam pendistribusian bantuan dan dalam memfasilitasi kebutuhan kelompok tani ternak untuk mengembangkan usahanya. Peternakan di NTT dikembangkan dalam sebuah kelompok yang dikenal dengan istilah KUBE yakni singkatan dari Kelompok Usaha Bersama yang terdiri dari usaha peternak ayam petelur, ternak babi dan usaha perikanan ikan lele. Desa Oeletsala adalah salah satu desa di Kecamatan taebenu Kabupaten Kupang yang memiliki potensi usaha tani ternak sapi potong yang baik. Hampir semua penduduknya bermata pencaharian sebagai petani dan peternak. Di desa Oeletsala terdapat kelompok tani ternak sapi yang memiliki program pemeliharaan ternak sapi potong baik untuk penggemukan maupun untuk Kelompok tersebut diberi nama Kelompok Ternak Nijbaki yang dibentuk oleh aparat desa serta mendapat perhatian dari pemerintah Kabupaten Kupang melalui program bantuan ternak sapi. Namun program ini kurang berjalan dengan baik dikarenakan berbagai kendala- kendala yang dijumpai kelompok. Kelompok berjalan atau bertahan apabila dikelola dengan baik. Berjalannya suatu kelompok dilihat dari dinamisnya kelompok tersebut, baik kelompok dengan anggotanya maupun anggota dengan anggota kelompok Tidak dinamisnya suatu kelompok dapat mengakibatkan kelompok tidak berfungsi. Selain itu kelompok akan bertahan jika tujuan kelompok itu jelas, karena sekarang ini banyak kelompok yang terbentuk secara instan yang hanya memenuhi kebutuhan beberapa orang atau oknum yang tidak bertanggung jawab. Dengan p-ISSN : 0853-7771 e-ISSN : 2714-8459 kata lain kelompok terbentuk ketika ada bantuan dana dari pemerintah setelah itu kelompok tersebut sudah tidak berjalan lagi. Kondisi seperti ini juga dialami oleh kelompok tani, dimana banyak kelompok tani yang tercatat baik di data potensi desa maupun di dinas/ instansi teknis tetapi secara fisik tidak ditemukan. Kelompok dikatakan dinamis apabila kelompok atau organisasi itu efektif dalam pencapaian tujuan-tujuannya. Untuk mengetahui dinamis tidaknya suatu kelompok dapat dilakukan dengan menganalisis perilaku anggota kelompok melalui aspek atau unsur dinamika kelompok (Munir, 2. Menurut Lewin . dan Cartwright dan Zander . dalam (Joyakin Tampubolon. Basita Ginting Sugihen. Margono Slamet, 2. kelompok adalah kumpulan manusia, dua orang ketergantungan dengan pola interaksi yang nyata. (Slamet, 2. memberikan pengertian yang lebih tegas terhadap kelompok yakni kumpulan atau himpunan dua atau lebih orang atas dasar adanya kesamaan tujuan dan berinteraksi melalui pola/struktur tertentu guna mencapai tujuan bersama, dalam kurun waktu yang relatif Kesamaan-kesamaan tersebut harus menjadi landasan utama sehingga kelompok dapat berfungsi dengan baik. Dalam suatu kelompok ada dinamika yang menggerakkan Bagi para ahli ilmu sosial konsep dinamika kelompok diartikan sebagai bidang studi yang mempelajari gerak atau kekuatan dalam kelompok yang menentukan perilaku kelompok atau anggotanya. Bagi para praktisi, konsep dinamika kelompok digunakan untuk menunjukkan pada kualitas suatu kelompok dalam mencapai tujuannya, jadi cenderung ditujukan untuk mengukur tingkat keefektifan kelompok dalam mencapai tujuannya (Slamet, 1. dalam (Joyakin Tampubolon. Basita Ginting Sugihen. Margono Samet, 2. Desa Oeletsala juga merupakan salah satu desa dari Kecamatan Taebenu Kabupaten Kupang Nusa Tenggara Timur yang juga memiliki potensi usaha tani ternak sapi potong yang baik. Di desa Oeletsala hanya memiliki satu kelompok tani ternak sapi yang di jalankan oleh kelompok tani ternak Nijbaki. Namun kelompok tani ternak tersebut belum berjalan dengan baik Manoe, et al. Analisis Kedinamisan Kelompok Peternak diA. Page 27 Buletin Ilmiah IMPAS Volumen 23 No. 1 Edisi April 2022 METODE PENELITIAN Metode Pengambilan Sampel Penentuan lokasi penelitian dilakukan dengan sengaja . urposive samplin. yakni Desa Oeletsala Kecamatan Taebenu Kabupaten Kupang. Dengan pertimbangan bahwa lokasi tersebut merupakan wilayah pengembangan usaha tani ternak di Kecamatan Taebenu. Terdapat sebuah kelompok ternak sapi potong di Desa Oeletsala Kecamatan Taebenu Kabupaten Kupang Nusa Tenggara Timur. Kelompok ini mengusahakan ternak sapi yang terdiri dari 25 peternak berada di Desa Oeletsala. Karena jumlah populasinya kecil maka semua anggotanya dipilih sebagai responden dalam hal ini 25 anggota kelompok ternak Nijbaki. Sehingga metode pengumpulan data primer dilakukan dengan menggunakan metode sensus yang berpedoman pada daftar pertanyaan yang sedangkan data sekunder bersumber dari berbagai literatur yang tersedia diberbagai dinas dan instansi terkait maupun dari berbagai laporan dan jurnal. Metode Pengumpulan Data Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini melalui wawancara dengan responden dari kedua kelompok untuk mendapatkan data primer sedangkan data sekunder bersumber dari berbagai literatur yang tersedia diberbagai dinas dan instansi terkait maupun dari berbagai laporan dan jurnal. Metode Analisis Data Data yang diperoleh ditabulasi sesuai dengan tujuan penelitian yaitu: Untuk menjawab tujuan pertama dianalisis secara deskriptif kualitatif, untuk tujuan kedua yaitu data di analisis menggunakan skala likert dengan jalan mencari skor rata- rata untuk seluruh responden kemudian menjumlahkan skor rata- rata masing- masing responden dibagi dengan jumlah responden dalam memberikan pendapat yakni dengan rumus sebagai berikut (L. Levis, 2. ycUycn = Oc ycuycn ycu Keterangan: Xi = Rata- rata Skor untuk responden ke- i n = Jumlah responden Kemudian untuk untuk mengetahui dalam kategori mana kedinamisan responden berada, p-ISSN : 0853-7771 e-ISSN : 2714-8459 maka perlu menghitung skor rata- rata untuk seluruh responden dibagi jumlah faktor tertinggi dikali dengan 100%. Ocycu Rumus: yaycuycn = ycuycn5 y 100 Keterangan: yaycuycn = Kedinamisan untuk responden ke- i n = Jumlah responden Ocycuycn = Jumlah rata-rata skor untuk masingmasing responden 5 = Berasal dari skor tertinggi skala liker Selanjutnya dilanjutkan dengan analisis data secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif serta menyimpulkan dari hasil pencapaian skor maksimum kedinamisan kelompok dan keadaan nyata yang dilakukan oleh setiap anggota kelompok tani ternak Nijbaki. Untuk tujuan ketiga yaitu kendala-kendala yang dihadapi masing- masing anggota kelompok ternak sapi potong. Sesuai penerapan unsur-unsur dinamika kelompok, maka dilakukan analisis data secara deskriptif kualitatif atau berusaha untuk menceritakan keadaan nyata yang dilakukan pada setiap anggota kelompok ternak di Desa Oeletsala Kecamatan Taebenu. HASIL DAN PEMBAHASAN Kerakteristik Responden Umur Umur responden berpengaruh terhadap kemampuan fisiknya dalam melakukan usaha tani ternak. Semakin tua usia peternak umumnya kemampuan fisik untuk bekerja semakin menurun sehingga produktifitas kerjanya juga Sebaran umur responden yang berada di Desa Oeletsala yakni kelompok ternak Sapi (Nijbak. dapat dilihat pada table berikut. Tabel Distirbusi Responden Kelompok Ternak Sapi (Nijbak. Menurut Umur Kelompok Umur Jumlah (Oran. Persentase (%) 15 iA 55 >55 Jumlah Sumber: Hasil Analisis Data Primer 2020 Berdasarkan data Tabel di atas, dapat diketahui bahwa peternak responden yang berumur 15-55 adalah 17 orang . %). Manoe, et al. Analisis Kedinamisan Kelompok Peternak diA. Page 28 Buletin Ilmiah IMPAS Volumen 23 No. 1 Edisi April 2022 sedangkan petani responden yang berumur >55 adalah 8 orang . %). Dilihat dari umur responden di daerah tersebut ada yang berusia produktif dan usia tidak produktif lagi. Pendidikan Formal Tingkat berpengaruh terhadap tingkat pengetahuan dan kemampuan intelektual seseorang, orang yang berpendidikan lebih tinggi cenderung lebih cepat untuk memahami sesuatu 29isbanding dengan orang yang berpendidikan yang rendah. Keadaan pendidikan formal peternak responden di Desa Oeletsala dapat di lihat pada Tabel berikut. Tabel Distribusi Responden Kelompok Ternak Sapi (Nijbak. Menurut Tingkat Pendidikan Formal Tingkat Pendidikan Formal Jumlah (Oran. Presentase (%) Tidak sekolah SMP SMA PERGURUAN TINGGI Jumlah pupuk Bokasi dan Sosialisasi Pembuatan Silase yakni sebanyak 25 orang. Jumlah Tanggungan Keluarga. Jumlah tanggungan keluarga memberikan sumbangan yang besar untuk menentukan perilaku seseorang dalam bidang usahanya. Semakin besar jumlah tanggungan keluarga, semakin baik pula seseorang dalam berusaha karena didorong oleh rasa tanggung jawab terhadap anggota keluarganya. Tanggungan keluarga merupakan jumlah seluruh anggota keluarga yang terdiri dari diri sendiri, istri, anak dan anggota keluarga lainnya yang seluruh kebutuhan hidupnya ditanggung oleh responden. Anggota keluarga merupakan sumber tenaga kerja yang penting bagi kepala keluarganya, oleh karena itu, anggota keluarga responden yang telah memasuki usia produktif dapat memberikan pengaruh terhadap pendapatan keluarga. Untuk lebih jelasnya data responden berdasarkan jumlah tanggungan di Desa Oeletsala dapat dilihat pada Tabel 3 berikut. Tabel 3. Distribusi Responden Menurut Jumlah Tanggungan Keluarga Desa Oeletsala (Kelompok Tani Ternak Nijbak. Jumlah Tanggungan Sumber: Hasil Analisis Data Primer 2020 Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa tingkat pendidikan formal yang dimiliki peternak responden yaitu yang berpendidikan sarjana sebanyak satu orang . %), yang berpendidikan SLTA sebanyak sepuluh orang . %), yang berpendidikan SLTP sebanyak lima orang . %), yang berpendidikan SD sebanyak empat orang . %), sedangakan responden yang tidak sekolah/ tidak berpendidikan sebanyak lima orang . %). Pendidikan Non Formal Selain pendidikan formal responden juga memiliki pendidikan non formal yang diperoleh dengan mengikuti penyuluhan yang diberikan oleh penyuluh peternakan lapangan (PPL). Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa seluruh peternak responden di Desa Oeletsala, diketahui seluruh peternak responden yang mengikuti penyuluhan tentang Cara membuat p-ISSN : 0853-7771 e-ISSN : 2714-8459 Jumlah (Oran. Presentase (%) 1iA3 4iA6 Jumlah Sumber: Hasil Analisis Data Primer 2020 Dari Tabel 3 diketahui bahwa, terdapat 8 peternak yang memiliki tanggungan keluarga 1-3 orang . %), 11 peternak yang memiliki tanggungan keluarga 4-6 orang . %) dan terdapat 6 Peternak yang memiliki tanggungan keluarga > 6 orang . %). Semakin banyak jumlah tanggungan keluarga maka akan semakin meningkat pula tingkat kebutuhan konsumsi, hal ini akan dapat memotivasi kepala keluarga untuk meningkatkan usaha yang digelutinya. Pengalaman Berusaha ternak Kemampuan dan keahlian seorang peternak dalam mengelola usaha ternak dalam kelompok Manoe, et al. Analisis Kedinamisan Kelompok Peternak diA. Page 29 Buletin Ilmiah IMPAS Volumen 23 No. 1 Edisi April 2022 ditentukan oleh pengalamannya dalam berusaha Semakin lama pengalaman berusaha ternak dari seorang peternak, maka peternak akan lebih mengerti bagaimana cara berusaha ternak yang baik guna memperoleh hasil yang optimal dengan memanfaatkan lahan yang tersedia. Untuk lebih jelas data pengalaman berusaha ternak anggota kelompok ternak di Desa Oeletsala (Kelompok Nijbak. dapat dilihat pada tabel 4 berikut. Tabel 4. Distribusi Responden Berdasakan Pengalaman Berusahatani Ternak di Desa Oeletsala Kelompok Nijbaki. Pegalaman Berusahatani (Tahu. Jumlah (Oran. Presentase (%) >20 Jumlah Sumber: Analisis Data Primer Tahun 2020 Dari Tabel diatas, diketahui responden yakni 3 orang . %) memiliki pengalaman berusaha tani ternak antara 11-15 tahun, 10 orang . %) yang memiliki pengalaman berusaha tani ternak antara 16-20 tahun dan 12 orang . %) yang memiliki pengalaman berusaha tani ternak >20 tahun. Deskripsi Tentang Kelompok Tani Ternak Nijbaki. Sejarah Berdirinya Kelompok Nijbaki Desa Oeletsala Kecamatan Taebenu terdapat kelompok tani ternak Nijbaki yakni kelompok ternak yang mengusahakan ternak Kelompok tani ternak Nijbaki dibentuk pada tanggal 6 Juli 2006. Berdirinya kelompok tani ternak Nijbaki berawal dari program desa untuk membuat kelompok Tani, yang berjumlah 4 kelompok tani, namun seberjalannya waktu ada salah satu warga yakni pak Nimrod Meto yang memperoleh informasi bahwa akan adanya bantuan ternak dari dinas peternakan bagi desa yang memiliki kelompok ternak, oleh sebab itu kepala Desa Oeletsala yang waktu itu masih dipimpin oleh Pak Ayub Meto mengambil keputusan agar salah satu kelompok tani yang sudah ada diubah menjadi kelompok ternak p-ISSN : 0853-7771 e-ISSN : 2714-8459 khususnya ternak Sapi. Kelompok Nijbaki kemudian memperoleh bantuan dari Dinas Peternakan dan juga Universitas Nusa cendana Fakultas Peternakan. Jumlah ternak sapi pada awal pembentukan berjumlah 80 ekor, namun seberjalannya waktu, ternak sapi tersebut sudah dijual dan jumlah yang sekarang berjumlah 2 ekor sapi dewasa dengan jenis Sapi Bali. Kedinamisan Kelompok Tani Ternak Nijbaki. Keberhasilan kelompok tani ternak Nijbaki di Desa Oeletsala Kecamatan Taebenu dalam mencapai tujuannya dapat dilihat dari kedinamisannya, karena kelompok semakin dinamis akan semakin efektif kelompok yang bersangkutan mencapai tujuannya. Hal ini sejalan dengan pandapat Margono, . dalam (Yunasaf, 2. yakni efektifitas kelompok tani harus dilihat dari: . segi produktifitasnya dalam keberhasilan mencapai tujuan kelompok. moral seperti semangat dan sifat anggotanya. kepuasan, dimana anggota berhasil mencapai tujuan- tujuan pribadinya. Berdasarkan hasil analisis data di Desa Oeletsala Kecamatan Taebenu pada kelompok tani ternak sapi Nijbaki menunjukan bahwa pencapaian skor rata- rata kedinamisan kelompok tani ternak sapi adalah 3,98 dengan presentase 79,76%. Dengan demikian, kedinamisan kelompok tani ternak Nijbaki dalam pelaksanaan kegiatan usahatani ternaknya tergolong dinamis. Dengan kata lain para anggota kelompok dapat mencapai keberhasilan kelompok dalam hal unsur- unsur dinamika kelompok secara baik karena kedinamisan kelompok tani tersebut sudah tergolong tinggi sesuai dengan penelitian Hasil analisis terhadap Kedinamisan anggota kelompok tani ternak berdasarkan unsur Ae unsur dinamika kelompok disajikan pada Tabel- tabel Tabel 5. Kedinamisan Kelompok Tani Ternak Nijbaki di Desa Oeletsala Kecamatan Taebenu Kabupaten Kupang tahun Kategori Kedinamisan Kelompok Tani Ternak Nijbaki Presentase Pencapaian Skor Maksimum Pres (%) SangatTidak Dinamis Ou20 Ae 36 Manoe, et al. Analisis Kedinamisan Kelompok Peternak diA. Page 30 Buletin Ilmiah IMPAS Volumen 23 No. 1 Edisi April 2022 Tidak Dinamis >36 Ae 52 Cukup Dinamis >52 Ae 68 Dinamis >68 Ae 84 Sangat Dinamis >84 Ae 100 Jumlah Berdasarkan data pada Tabel di atas maka diketahui bahwa sebesar 84% atau 21 peternak responden memiliki tingkat dinamika tergolong dinamis sampai dengan sangat dinamis terhadap pelaksanaan kegiatan dalam kelompok tani ternak Nijbaki. Dengan kata lain, kedinamisan kelompok tani ternak Nijbaki juga telah Eo Sumbangan masing-masing unsur dinamika Kelompok Tani Ternak Nijbaki di Desa Oeletsala Kecamatan Taebenu Kabupaten Kupang disajikan pada Tabel 6 berikut ini: Tabel 6. Distribusi Persentase Unsur-Unsur Dinamika Kelompok di Desa Oeletsala Kecamatan Taebenu Kabupaten Kupang tahun 2020. Unsur Aeunsur Dinamika Kelompok Total Skor Tujuan Kelompok Persen (%) 7,65 10,49 22,13 18,14 11,39 Struktur Kelompok Fungsi Tugas Kelompok Pengembangandan Pembinaan Kelompok Kekompakan Kelompok Suasana Kelompok 11,63 Tekanan Kelompok 4,99 Efektivitas Kelompok 322 11,15 Agenda Tersembunyi 70 2,42 Jumlah Sumber: Data Primer Diolah. Tahun 2020 Data pada tabel di atas, menunjukkan bahwa sumbangan masing- masing unsur terhadap tingkat kedinamisan kelompok diperoleh hasil bahwa unsur fungsi tugas kelompok memberikan sumbangan yang paling tinggi di antar sembilan p-ISSN : 0853-7771 e-ISSN : 2714-8459 unsur dinamika sebesar 22,13%, artinya bahwa unsur fungsi tugas kelompok sangat dinamis memberikan sumbangan bagi kedinamisan Fakta yang ditemukan dilapangan bahwa salah satu sub-unsur dari fungsi tugas yaitu koordinasi yang terjadi antar anggota sudah berjalan dengan baik demi tercapainya tujuan Hal ini berbeda dengan hasil penelitian yang dilakukan (Jeningsi Frans, 2. berdasarkan pemahaman Levis dan Surayasa . yang mengatakan bahwa masih ada hal yang perlu dibenahi dalam unsur fungsi tugas agar kedinamisan Kelompok Tani meningkat. fakta yang ditemukan lapangan bahwa salah satu sub-unsur dari fungsi tugas yaitu koordinasi yang terjadi antar anggota sudah berjalan dengan baik demi tercapainya tujuan bersama. Sumbangan unsur pembinaan dan pengembangan kelompok berada pada kategori dinamis terhadap kedinamisan Kelompok Tani Ternak Nijbaki yang dapat dilihat dari presentase sebesar 18,14%. Artinya bahwa unsur ini sangat baik dalam memberikan sumbangan bagi kedinamisan kelompok, hal ini terlihat dari jawaban responden yang mengakui bahwa adanya pembinaan dari luar kelompok seperti pemerintah melalui penyuluh pertanian lapangan LSM (Lembaga Swadaya Masyaraka. sehingga fasilitas-fasilitas Unsur suasana kelompok menyumbang kedinamisan kelompok sebesar 11,63% artinya bahwa unsur ini baik dalam memberikan kedinamisan kelompok, hal ini terlihat dari jawaban responden yang mengakui adanya rasa rukun, bersahabat dan persaudaraan terjalin dengan baik di antara anggota kelompok, walaupun masih ada jangkauan jarak anggota terhadap lingkungan fisik berupa fasilitas dan jarak tempat tinggal, namun tidak menghambat anggota kelompok untuk berinteraksi. Menurut Dahama dan Bhatnagar . kelompok yaitu lingkungan fisik dan non fisik . yang akan mempengaruhi perasaan setiap anggota kelompok terhadap kelompoknya. Suasana tersebut dapat berupa keramahtamahan, kesetiakawanan, kebebasan bertindak, dan suasana fisik seperti kerapian/keberantakan, keteraturan, dan lain-lain. Unsur kekompakan kelompok memberikan sumbangan sebesar 11,39%. Artinya bahwa unsur kekompokan dalam Kelompok Ternak Nijbaki tergolong dinamis dalam memberikan sumbangan bagi kedinamisan kelompok. Fakta Manoe, et al. Analisis Kedinamisan Kelompok Peternak diA. Page 31 Buletin Ilmiah IMPAS Volumen 23 No. 1 Edisi April 2022 menunjukkan bahwa ada hubungan saling memiliki antara ketua dengan anggota dan antara anggota dengan anggota lainnya, dimana masih ada ikatan keluarga, sehingga memperkuat kesatuan kelompok. Hasil penelitian ini sejalan dengan pendapat Slamet dalam (Amalia, 2. , yang mengemukakan bahwa kekompokan kelompok yaitu adanya rasa keterkaitan antar anggota kelompok terhadap kelompoknya yang dipengaruhi oleh, . Kepemimpinan kelompok. Keanggotaan kelompok, . Nilai dari tujuan kelompok, . Homogenitas anggota kelompok. Keterpaduan kegiatan kelompok, . Jiwa kerjasama, . Jumlah anggota kelompok. Unsur efektivitas kelompok memberikan sumbangan terhadap tingkat kedinamisan kelompok yaitu sebesar 11,15%. Unsur efektifitas kelompok ini terdiri dari produktivitas, dan kepuasan. Hasil menunjukkan bahwa unsur moral dan kepuasan telah memberikan sumbangan yang sangat berarti terhadap kedinamisan kelompok tani ternak. Sesuai fakta di lapangan bahwa terealisasinya program-program kelompok . elalu produkti. dan kepuasan anggota dengan aktifitas kelompok serta anggota merasa berhasil dalam mencapai Sehingga yang perlu diperhatikan adalah selalu menjaga dan mempertahankan program Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian (Jeningsi Frans, 2. berdasarkan Sairo . , yang menyatakan bahwa unsur efektivitas kelompok termasuk unsur yang sangat dinamis. Sesuai fakta yang terjadi di lapangan menunjukkan program-program kelompok dan kepuasan anggota dengan aktivitas kelompok serta anggota merasa belum begitu berhasil dalam mencapai tujuan. Hal yang perlu diperhatikan adalah selalu menjaga dan mempertahankan program kelompok yang sesuai dan menciptakan kondisi kelompok yang bersahabat serta mampu beraktifitas dengan baik di dalam mencapai tujuan kelompok. Struktur kelompok memberikan sumbangan sebesar 10,49% artinya bahwa kedinamisan kelompok dalam kategori dinamis dalam memberikan sumbangannya bagi kelompok. Sebagaimana yang terjadi di lapangan bahwa dalam pembagian kekuasaan . etua, sekretaris, bendahara serta anggot. dan pengambilan keputusan kelompok sudah sesuai dengan keinginan anggota kelompok, serta pembagian tugas dan pekerjaan setiap anggota kelompok sudah dipahami dan berjalan dengan baik. Hal ini p-ISSN : 0853-7771 e-ISSN : 2714-8459 sejalan dengan pendapat (Sudjarwo, 2. bahwa struktur kelompok adalah cara kelompok tersebut mengatur dirinya sendiri dalam mencapai tujuan kelompok yang berhubungan dengan struktur kelompok yaitu. Struktur kekuasaan dan struktur pengambilan keputusan . struktur tugas atau pembagian kerja. struktur komunikasi atau bagaimana aliran-aliran komunikasi yang terjadi dalam kelompok serta sarana kelompok untuk berinteraksi. Hasil dari penelitian membuktikan bahwa kelompok ternak sapi potong Nijbaki tergolong sangat baik dalam penerapan unsur struktur kelompok hal tersebut dibuktikan dari hasil wawancara dengan para peternak, bahwa penerapan tiga sub-unsur yakni: pembagian kekuasaan dan pengambilan keputusan kelompok. pembagian tugas dan pekerjaan setiap anggota kelompok dan . komunikasi yang terjadi di dalam kelompok yang terkandung dalam struktur kelompok memiliki nilai yang cukup tinggi dan tidak ada lagi yang perlu dibenahi. Unsur Tujuan kelompok memberikan sumbangan sebesar 7,65%. Artinya bahwa unsur tujaun kelompok berada pada kategori dinamis. Sesuai dengan keadaan di lapangan menujukkan bahwa tujuan kelompok sudah sesuai dimana kelompok tani ternak telah mendapatkan bantuan hewan ternak melalui pemerintah setempat, baik pemberian vaksin bagi ternak, bantuan pakan ternak, serta tercapainya kerjasama dalam kelompok dan tingkat kesejahteraan anggota telah tercapai atau terpenuhi. Hal ini dapat kelompok sebelum bergabung dalam kelompok, dan sesudah bergabung dalam kelompok terdapat perubahan yang dialami oleh beberapa anggota kelompok seperti, dari yang hanya memiliki tempat tinggal darurat telah berubah menjadi semi permanen, dapat memiliki kendaraan roda dua dan Hand phone. Tujuan kelompok sesuai dengan tujuan anggota yakni memperoleh hasil usaha ternak yang memuaskan serta memberikan manfaat bagi anggota kelompok yaitu meningkatkan pendapatan dalam rumah tangga. Hasil penelitian ini sejalan dengan pendapat Slamet (Asmoro, kelompok akan sangat berpengaruh terhadap atau tindakan-tindakan anggota Selain itu, tujuan kelompok seharusnya menunjang tujuan individu anggota kelompok sehingga dinamika kelompok semakin Manoe, et al. Analisis Kedinamisan Kelompok Peternak diA. Page 32 Buletin Ilmiah IMPAS Volumen 23 No. 1 Edisi April 2022 Unsur tekanan kelompok memberikan kedinamisan kelompok yaitu sebesar 4,99%. Hasil ini sesuai fakta di lapangan bahwa kelompok tani ternak Nijbaki di Desa Oeletsala tidak memiliki aturan untuk memberikan sanksi maupun penghargaan . ub-unsur tekanan kelompo. kepada anggota yang tidak berpartisipasi maupun bagi anggota yang berpatisipasi aktif. Hasil pernelitian ini sejalan dengan temuan penelitian KPPSEP dan Penda NTT . serta Levis dan Surayasa . yang menemukan bahwa dalam pokmas tidak ada aturan tertulis yang mengikat para anggota. Unsur Agenda Tersembunyi memberikan sumbangan yang sangat rendah bagi tingkat kedinamisan kelompok yaitu sebesar 2,42%. Hasil ini sesuai fakta di lapangan bahwa tingkat kedinamisan kelompok tani Ternak Nijbaki di Desa Oeletsala berdasarkan agenda tersembunyi menurut pandangan anggota kelompok adalah tidak dinamis karena tidak ada maksud terselubung misalnya menanyakan apakah ada hal- hal yang ingin disampaikan namun belum disampaikan secara terbuka kepada anggota Kendala- Kendala Dalam Penerapan Unsur Dinamika Kelompok Tani Ternak Sapi Nijbaki Yang Tidak Mempengaruhi Nilai Kedinamisan Menurut keterangan yang diperoleh dari peternak responden mengenai masalah yang dihadapi yaitu, tujuan kelompok, kekompakan kelompok, dan fungsi tugas kelompok. Kendala yang Dihadapi Anggota Dalam Penerapan Tujuan Kelompok Menurut Slamet . dalam (Lestari, 2. hubungan antara tujuan kelompok dan tujuan anggota mempunyai lima kemungkinan bentuk yaitu : . sepenuhnya bertentangan. searah dan . Dalam unsur tujuan kelompok kendala yang di hadapi yaitu pada pemasaran hasil Dimana pada saat ternak sudah siap dijual namun kurangnya minat konsumen maka peternak harus menunggu waktu lebih lama untuk memasarkan kembali ternak mereka pada musim Lebaran haji atau idul adha, karena pada saat itu dapat memperoleh banyak konsumen. p-ISSN : 0853-7771 e-ISSN : 2714-8459 Kendala yang Dihadapi Anggota Dalam Penerapan Kekompakan Kelompok (Cartwright dan Zander, 2. , mengartikan kekompakan kelompok akan mempengaruhi moral kelompok, perasaan kesetiakawanan, keterlibatan dalam berbagai kegiatan Dari hasil penelitian kendala yang terjadi pada unsur kekompakan kelompok kendala adalah kurangnya waktu anggota kelompok sehingga pertemuan kelompok atau rapat kelompok hanya dilakukan sekali dalam Kendala yang dihadapi Anggota dalam Penerapan Fungsi Tugas Kelompok Fungsi tugas menurut Hackman . dalam (Asmoro, 2. , fungsi tugas yaitu seperangkat tugas yang harus dilaksanakan oleh setiap anggota kelompok sesuai dengan fungsi masingmasing dan sesuai dengan kedudukannya dalam struktur kelompok. Dalam penerapan unsur fungsi tugas kelompok, kendala yang dijumpai dalam penelitian ini adalah kesulitan dalam memperoleh pakan ternak karena, kelompok ternak Nijbaki memberikan makan bagi ternak bukan hanya dengan membeli pakan dari tokoh saja tetapi juga memanfaatkan lingkungan sekitar dengan mencari rumput dan dedaunan yang ada. Namun pada musim kemarau ketersediaan pakan ternak berkurang sehingga tugas anggota untuk memberikan pakan terpengaruh dan membuat anggota menjadi malas untuk mencari rumput dan dedaunan untuk diberikan pakan pada ternak sapi yang ada. PENUTUP Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan di atas maka dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut: karakteristik kelompok tani ternak sapi potong Nijbaki di Desa Oeletsala umur anggota kelompok berada pada rentan 40- 55 Pendidikan formal terakhir yang dimiliki oleh peternak lebih dominan pada pendidikan SMA. Dan rentan pengalaman berusaha tani ternak anggota kelompok berada pada >20 tahun. kedinamisan kelompok tani ternak sapi potong Nijbaki di Desa Oeletsala dari hasil Manoe, et al. Analisis Kedinamisan Kelompok Peternak diA. Page 33 Buletin Ilmiah IMPAS Volumen 23 No. 1 Edisi April 2022 analisis data diketahui kelompok tani ternak tergolong dalam kategori dinamis. Kendala- kendala yang dihadapi oleh peternak pada kelompok tani ternak babi Tetus di Desa Kuaklalo dan kelompok tani ternak sapi Nijbaki di Desa Oeletsala Kabupaten Kupang adalah tujuan kelompok, kekompakan kelompok, fungsi tugas kelompok dan efektifitas kelompok. Saran Berdasarkan kesimpulan di atas serta temuan lain dalam penelitian ini maka dapat disarankan beberapa hal sebagai berikut : Diperlukan pembinaan untuk meningkatkan kekompakkan kelompok tani ternak Nijbaki untuk mempertahankan dan meningkatkan kepemimpinan dan keanggotaan, sehingga antara anggota dan pemimipin tidak terjadi kesalah pahaman dalam berkelompok. Sebaiknya peternak pada kelompok tani ternak Nijbaki agar lebih sering mengadakan pertemuan kelompok untuk mengevaluasi kegiatan setiap anggota kelompok. Penyuluh Pertanian Lapangan mengunjungi peternak secara teratur untuk memberikan pelatihanAepelatihan kepada peternak sesuai masalah dan kebutuhan p-ISSN : 0853-7771 e-ISSN : 2714-8459 Pendekatan Kelompok (Kasus Pemberdayaan Masyarakat Miskin Melalui Pendekatan Kelompok Usaha Bersama (KUBE))Ao. Jurnal P Enyuluhan,Vol. : 02, No. Hal. :10-22. DOI: Https://Doi. Org/10. 25015/Penyuluha V2i2. Levis . Metode Penelitian Perilaku Petani. LEDALERO. Lestari. Dinamika Kelompok dan Kemndirian Anggota Kelompok Tani Dalam Berusahatani di Kecamatan Poncowarno Kabupaten Kebumen Provinsi Jawa Tengah. Thesis. Universitas Surakarta. Available at:https://core. uk/download/pdf/165076 Lewin. Kurt. Field Theory In Social Science: Selected Theoretical papers. Cartwright . New York: Harper n Row. Munir. Dinamika Kelompok. Penerapan dalam Laboratorium Ilmu Perilaku. Palembang: Universitas Sriwijaya. DAFTAR PUSTAKA