E-ISSN: 2746-6175 VOLUME 06 NOMOR 02. DESEMBER 2025 PELATIHAN BUDIDAYA KOPI TERPADU DAN STRATEGI PENGEMBANGAN AGRIBISNIS BERBASIS AGROWISATA DI DESA WANAGIRI Putu Shantiawan Prabawa1*. I Putu Parmila1. I Made Madiarsa2. Made Suarsana1. Putu Suwardike1. I W G Wiryanata1. Jhon Hardy Purba1. I Dewa Putu Arta Jaya1 Program Studi Agroteknologi. Fakultas Pertanian dan Teknik. Universitas Panji Sakti Program Studi Manajemen. Fakultas Ekonomi. Universitas Panji Sakti Jl. Bisma No 22 Singaraja 81116. Bali. Indonesia *Email: putushantiawan@gmail. Abstrak Program Pengabdian kepada Masyarakat (P2M) oleh Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian dan Teknik Universitas Panji Sakti dilaksanakan di Desa Wanagiri. Kecamatan Sukasada. Kabupaten Buleleng, yang dikenal sebagai sentra kopi Arabika Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas petani dalam penerapan Good Agricultural Practices (GAP) serta penguatan agribisnis kopi berbasis agrowisata. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Learning System (PALS) melalui tahapan sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, dan keberlanjutan program. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani dalam pembibitan, budidaya kopi berbasis GAP, serta pencatatan keuangan kelompok. Berdasarkan hasil pretest dan posttest, tingkat pemahaman peserta meningkat dari 38,33% menjadi 66,67% dengan kategori baik. Penerapan alat ukur pH tanah portabel dan penggunaan media pembibitan berbasis biochar terbukti meningkatkan kualitas bibit kopi. Selain itu, kegiatan ini telah dipublikasikan melalui media daring untuk memperluas dampak diseminasi. Program ini berkontribusi terhadap peningkatan produktivitas, kemandirian kelompok tani, dan penguatan ekosistem agribisnis kopi berkelanjutan di Desa Wanagiri. Kata kunci: Desa Wanagiri. Kopi Arabika. GAP. Argribisnis PENDAHULUAN Kopi bukan sekadar minuman, melainkan cerminan budaya, kearifan lokal, dan daya saing ekonomi di berbagai wilayah Indonesia. Di Pulau Bali, aroma khas kopi Arabika dari perbukitan Wanagiri telah menjadi identitas tersendiri yang membedakannya dari kopi daerah lain. Terletak di Kecamatan Sukasada. Kabupaten Buleleng. Desa Wanagiri dikenal sebagai salah satu sentra produksi kopi Arabika unggulan yang tumbuh di ketinggian 1. 100Ae1. 200 meter di atas permukaan laut. Kondisi agroklimat yang sejuk, curah hujan merata, dan topografi bergelombang menciptakan lingkungan ideal bagi pembentukan cita rasa kopi yang khas dan berkarakter kuat. Kopi Arabika Wanagiri bahkan menjadi bagian dari Indikasi Geografis (IG) Kintamani, yang telah diakui oleh para penikmat kopi di tingkat nasional maupun internasional (MPIG Kintamani, 2. Dengan lebih dari 70% penduduknya menggantungkan hidup di sektor pertanian, khususnya perkebunan kopi (Anonimous, 2. Wanagiri memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai model desa berbasis agribisnis dan agrowisata kopi yang berkelanjutan. Sebagaimana tertuang dalam RPJM Desa Tahun 2016Ae2019 yang menitikberatkan pada pengembangan sektor pertanian dan pariwisata berbasis potensi lokal. Pengembangan agribisnis berbasis agrowisata kopi menjadi peluang strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi pedesaan dengan mengintegrasikan kegiatan produksi kopi dan pengalaman wisata edukatif. Konsep agrowisata dinilai mampu memberikan nilai tambah terhadap produk pertanian sekaligus memperluas kesempatan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat (Damanik & Weber, 2006. Ariyanto, 2. Tren pariwisata modern yang menekankan aspek edukasi, pengalaman autentik, dan keberlanjutan lingkungan menjadikan agrowisata kopi sebagai alternatif inovatif dalam pembangunan berbasis masyarakat . ommunity-based touris. (Sastrayuda, 2. Meskipun memiliki potensi besar, sebagian besar petani di Desa Wanagiri masih menghadapi keterbatasan dalam penerapan teknik budidaya kopi yang sesuai dengan standar Good Agricultural Practices (GAP). Penerapan GAP sangat penting untuk menjamin mutu hasil, efisiensi produksi, dan keberlanjutan sumber daya lahan (Direktorat Jenderal Perkebunan, 2. GAP kopi meliputi pengelolaan bahan tanam unggul, pengaturan naungan, pemangkasan, pemupukan berimbang, konservasi tanah dan air, serta pengendalian hama terpadu (Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia, 2. Kurangnya pemahaman terhadap prinsip-prinsip GAP menyebabkan produktivitas dan kualitas biji kopi Arabika di tingkat petani belum optimal (Sari et al. , 2. Dalam konteks tersebut, pemberdayaan kelompok tani melalui pelatihan budidaya kopi terpadu berbasis GAP menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kompetensi teknis, produktivitas, dan keberlanjutan usaha tani. Pelatihan yang terstruktur dapat VOLUME 06 NOMOR 02. BULAN DESEMBER TAHUN 2025 memperkuat pengetahuan dan keterampilan petani dalam penerapan praktik budidaya yang efisien, ramah lingkungan, serta memenuhi standar sertifikasi mutu (Mayrowani, 2012. Fatmalasari et al. , 2. Pendekatan pelatihan juga berperan dalam membangun kesadaran kolektif dan memperkuat kelembagaan kelompok tani sebagai aktor utama dalam sistem agribisnis kopi. Selanjutnya, pengembangan strategi agribisnis berbasis agrowisata menjadi upaya berkelanjutan untuk memperkuat rantai nilai kopi di tingkat desa. Kolaborasi antara kelompok tani. BUM Desa Eka Giri Karya Utama, dan perguruan tinggi dapat menciptakan model bisnis kopi terpadu yang menggabungkan aspek produksi, edukasi, dan Model ini tidak hanya meningkatkan nilai ekonomi produk kopi, tetapi juga berkontribusi terhadap konservasi lingkungan dan pelestarian budaya pertanian lokal (Rahardjo, 2. Dengan demikian, pelatihan budidaya kopi terpadu dan penguatan agribisnis berbasis agrowisata di Desa Wanagiri diharapkan dapat mewujudkan desa agrowisata kopi berkelanjutan yang mendukung kemandirian ekonomi petani sekaligus memperkuat daya saing sektor pertanian Bali Utara. METODE PELAKSANAAN Penerapan teknologi budidaya kopi terpadu dengan penerapan GAP Kopi serta pengembangan agribisnis berbasis agrowisata ini dilakukan menggunakan metode PALS (Participatory Action Learning Syste. Dengan menggunakan metode ini, proses dan evaluasi dilakukan secara partisipatif. Evaluasi program dilakukan terhadap proses, output dan outcome. Transfer ipteksi dilakukan dengan kombinasi penyuluhan, pembinaan dan pendampingan secara langsung pada kelompok tani. Sesuai dengan tujuan Fakultas Pertanian Universitas Panji Sakti untuk menjadikan desa Wanagiri sebagai desa binaan, maka hasil program pada setiap periode kegiatan akan dievaluasi sebagai dasar penyusunan program pada periode selanjutnya. Terdapat lima tahapan pelaksanaan program untuk menjamin ketercapaian program tidak hanya jangka pendek namun juga tercapainya tujuan jangka panjang untuk kelompok. Adapun tahapan tersebut yaitu : Tahap Sosialisasi Tahap sosialisasi merupakan tahap awal program yang bertujuan untuk melaksanakan koordinasi dengan kelompok mitra beserta dengan pemangku kebijakan di desa Wanagiri. Pada tahap sosialisasi dilaksanakan koordinasi bersama Direktur BUM Desa Eka Giri JURNAL JNANA KARYA Karya Utama Desa Wanagiri bersama beberapa perwakilan kelompok tani. Sosialisasi ini bertujuan untuk menyampaikan rencana program seperti tujuan, manfaat, sasaran dan teknis pelaksanaan program. Tahap Pelatihan Tahap pelatihan dilaksanakan bertujuan untuk meningkatkan keterampilan teknis dan non teknis dari anggota kelompok mitra. Pelatihan untuk meningkatkan keterampilan teknis anggota kelompok meliputi pelatihan pada aspek produksi seperti pelatihan pemilihan calon benih kopi, pembuatan media pembibitan, serta teknis budidaya secara terpadu berbasis GAP (Good Agriculture Practic. Sementara untuk pelatihan keterampilan non teknis diberikan materi manajemen kelompok dan pencatatan pembukuan sederhana. Tahap Penerapan Teknologi Penerapan teknologi menjadi tahapan selanjutnya setelah melalui tahap pelatihan. Pada tahap ini mitra bersama dengan Tim Pelaksana menerapkan teknologi tepat guna yang telah ditransfer pada tahap pelatihan, dan optimalisasi penggunaan alat-alat yang diberikan pada kelompok mitra dilakukan pada tahapan ini. Keterlibatan kelompok dalam penerapan teknologi sangat tinggi dimana penerapan dilakukan secaraa langsung pada kebun-kebun kopi yang dikelola oleh masing-masing anggota kelompok. Tahap Pendampingan dan Evaluasi Tahap pendampingan dan evaluasi dilaksanakan secara bersamaan dengan penerapan teknologi tujuan adalah untuk memonitoring kesesuain penerapan teknologi. Pendampingan dilaksanakan oleh tim pelaksana selama kegiatan penerapan teknologi secara intensif, hal ini bertujuan untuk memastikan penerapan teknologi dilaksanakan secara terstruktur, serta memantau kendala-kendala yang dihadapi kelompok mitra dalam penerapan teknologi. Evaluasi dilakukan terhadap permasalahan ataupun kendala yang ditemui dilapangan ketika proses penerapan teknologi berlangsung hal ini bertujuan untuk menjaga ketercapaian penerapan teknologi secara optimal pada kelompok mitra, sehingga keberlanjutan program dapat terus berlanjut. Tahap Keberlanjutan Program VOLUME 06 NOMOR 02. BULAN DESEMBER TAHUN 2025 Tahap akhir pelaksanaan program adalah keberlanjutan. Keberlanjutan program yang dirancang adalah keberlanjutan mitra dalam membuat bibit secara mandiri, sehingga kebutuhan bibit untuk peningkatan populasi tanaman dapat terpenuhi. Keberlanjutan dalam teknis budidaya diharapkan dapat meningkatkan produksi kopi mitra secara bertahap. Melalui perencanaan keberlanjutan ini diharapkan tercapainya dampak jangka panjang dalam pengelolaan budidaya kopi secara agroforestri pada hutan sosial Desa Wanagiri. HASIL DAN PEMBAHASAN Program Pengabdian kepada Masyarakat (P2M) Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian dan Teknik Universitas Panji Sakti, telah dilaksanakan pada bulan Desember 2024. Adapun beberapa hasil yang telah tercapai pada pelaksanaan kegiatan P2M ini yaitu: Sosialisasi dan Koordinasi Koordinasi dengan mitra kegiatan yaitu BUM Desa Eka Giri Karya Utama Desa Wanagiri dengan maksud dan tujuan serta program yang akan dilaksanakan dalam P2M yang akan dilaksanakan (Gambar . Direktur BUM Desa beserta anggota melakukan koordinasi terkait permasalahan, dan Rencana kerja dari BUM Desa yang akan dilaksanakan bersama Kelompok Tani Hutan (KTH) dibawah binaan BUM Desa. Melalui koordinasi yang telah dilakukan ditemukan beberapa permasalahan yang akan dicarikan solusi melalui kegiatan P2M yang akan dilaksanakan oleh Tim P2M Prodi Agroteknologi Universitas Panji Sakti. Gambar 1. Pelaksanaan Koordinasi Persiapan P2M JURNAL JNANA KARYA Dalam kegiatan koordinasi dilaksanakan pada Rumah Pengolahan Kopi milik BUM Desa, yang dihadiri oleh Direktur Bum Desa bersama Tim. PPL Wilbin Desa Wanagiri dari Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng, dan bersama para perwakilan kelompok tani dibawah binaan BUM Desa Eka Giri Karya Utama. Dalam proses koordinasi disepakati bahwa P2M yang dilaksanakan adalah peningkatan kapasitas petani dalam kegiatan budidaya tanaman kopi dengan baik melalui penerapan GAP (Good Agriculture Practic. dan pembuatan bibit kopi yang berkualitas, serta peningkatan kapasitas dalam pengelolaan dana yang dikelola baik dana pribadi maupun dana kelompok tani. 2 Pelatihan. Penerapan Iptek, dan Pendampingan Setelah pelaksanaan koordinasi bersama Direktur BUM Desa Eka Giri Karya Utama dan PPL Pertanian Wilbin Desa Wanagiri, selanjutnya dilakukan adalah pelaksanaan transfer iptek yang disiapkan oleh Tim P2M Fakultas Pertanian & Teknik dalam pembibitan tanaman kopi, penerapan GAP pada budidaya Kopi Arabika, hingga manajemen keuangan guna menunjang Agribisnis Tanaman Kopi Arabika. Adapun kegiatan transfer iptek yang dilakukan berdasarkan beberapa kegiatan yaitu: Iptek Pembibitan Tanaman Kopi BUM Desa Eka Giri Karya Utama memiliki unit usaha dalam kegiatan budidaya kopi khususnya Arabika mulai dari hulu sampai hilir. Dibagian hilir BUM Desa Eka Giri Karya Utama melakukan kegiatan pengolahan kopi hingga proses roasting dan pembuatan kopi bubuk. Selain pengelolaan di hilir kegiatan juga dilaksanakan pada bagian hulu yaitu membuat bibit tanaman kopi untuk kebutuhan budidaya tanaman kopi yang disupply ke kelompok-kelompok tani hutan yang menjadi binaan dari BUM Desa. Pembuatan bibit kopi yang dilaksanakan oleh BUM Desa Eka Giri Karya Utama menggunakan bahan tanam berupa biji. VOLUME 06 NOMOR 02. BULAN DESEMBER TAHUN 2025 Gambar 2. Materi Pemilihan Benih Kopi dari Pohon induk dan Proses Pembibitan Untuk mendukung penyelesaian permasalahan yang dihadapi kegiatan P2M yang dilaksanakan, diawali dengan sosialisasi dan pendampingan dalam pemilihan benih kopi yang baik untuk dapat menghasilkan bibit yang berkualitas. Dalam sosialisasi diberikan materi mulai dari pemilihan pohon induk untuk sumber benih, selanjutnya prosesing biji kopi yang telah disortir untuk dibuat menjadi bibit. Sebagai narasumber dalam kegiatan ini adalah I Putu Parmila. Si. Peserta pelatihan yang diikuti oleh perwakilan kelompok tani dan anggota BUM Desa Eka Giri Karya Utama Desa Wanagiri (Gambar . Materi yang disampaikan pada pelatihan pemilihan biji kopi untuk benih dan pembibitan, disampaikan mulai dari bagaimana proses pemilihan pohon induk yang unggul, kemudian pemilihan biji kopi yang akan digunakan sebagai benih, proses pengeringan biji calon benih, hingga penyemaian benih kopi pada polybag. Setelah dilakukan sosialisasi materi terkait pemilihan bibit dan proses pembibitan. Selanjutnya dilakukan pelatihan dan pendampingan terkait proses pembibbitan dengan permasalahan yang dihadapi dalam pembibitan kopi ini adalah media pembibitan yang tepat untuk menghasilkan bibit berkualitas. Pada kegiatan pelatihan dan pendampingan oleh Tim P2M memberikan solusi berupa formula pembuatan media pembibitan dengan campuran tanah, kotoran hewan terfermentasi dan biochar (Gambar . JURNAL JNANA KARYA Gambar 3. Bahan campuran media tanam penyemaian biji kopi yaitu Kotoran Kambing (A). penambahan tanah dan biochar (B). pengadukan media semai (C). polybag dengan campuran media tanam (D) Pelatihan dan pendampingan yang dilakukan oleh Tim P2M selanjutnya diterapkan oleh tim dari BUM Desa Eka Giri Karya Utama dan juga oleh anggota kelompok. Harapannya melalui formula media pembibitan yang ditransfer oleh Tim P2M dapat dihasilkan bibit kopi yang berkualitas. Iptek Teknis Budidaya Kopi berbasis GAP Budidaya tanaman kopi arabika yang dilaksanakan oleh kelompok tani hutan yang didampingi oleh BUM Desa Eka Giri Karya Utama saat ini melakukan budidaya kopi secara konvensional dan cenderung melakukan pemupukan secara tidak berkala. Selain itu dalam budidaya konvensional yang dilakukan oleh kelompok tani saat ini masih jarang melaksanakan pengecekan kondisi tanah sehingga kondisi lahan yang dibudidayakan tidak diketahui keadaannya. VOLUME 06 NOMOR 02. BULAN DESEMBER TAHUN 2025 Gambar 4. Pelatihan Penggunaan pH Meter Portabel Melalui kegiatan P2M yang dilaksanakan oleh Prodi Agroteknologi diberikan pelatihan dalam penggunaan alat pengukur pH meter tanah portabel yang dapat digunakan oleh anggota kelompok tani untuk melihat kondisi tanah secara aktual di lapangan. Dengan memahami penggunaan pH meter tanah portabel ini petani dapat mengetahui kondisi tanah secara aktual, sehingga dapat memberikan perlakuan pemupukan atau pemberian kapur pertanian untuk mengoptimalkan pertumbuhan tanaman kopi. Penggunaan pH Meter Portabel untuk kelompok tani, diharapkan dapat mendukung peningkatan produksi tanaman kopi yang dibudidayakan oleh kelompok tani di desa Wanagiri (Gambar . Iptek Manajemen Kelompok Tani Kelompok tani hutan binaan BUM Desa Eka Giri Karya Utama Desa Wanagiri selain melakukan budidaya tanaman kopi Arabika, juga melakukan kegiatan wirausaha berupa kegiatan pembelian biji kopi hijau . reen bea. dari petani diluar kelompok untuk selanjutnya dijual kembali kepada BUM Desa Wanagiri. Tentunya dalam pengelolaan keuangan perlu adanya peningkatan pengetahuan terkait pembukuan keuangan agar dalam wirausaha yang dilakukan dapat tercatat dengan baik. JURNAL JNANA KARYA Gambar 5. Pelatihan Manajemen dan Keuangan Usaha Kelompok Tani Peningkatan kapasitas petani dalam hal pencatatan pembukuan ini dapat ditingkatkan melalaui pemberian materi dan pendampingan yang diberikan oleh salah satu Tim P2M yaitu Drs. I Made Madiarsa. A yang merupakan dosen prodi Manajemen Fakultas Ekonomi. Dalam pelatihan yang diberikan telah disampaikan beberapa sistem pembukuan mulai dari buku Kas, catatan permodalan hingga catatan hutang piutang. Peserta dari kelompok tani dan anggota BUM Desa Wanagiri mengikuti kegiatan dengan baik (Gambar . 2 Hasil Luaran yang Dicapai Peningkatan Pemahaman Keterampilan Kelompok Berdasarkan kegiatan pelatihan yang telah dilaksanakan. Tim P2M Fakultas Pertanian dan Teknik Universitas Panji Sakti Singaraja berkesampatan melakukan analisis peningkatan kemampuan kelompok terkait pembibitan kopi, sistem budidaya berbasis GAP dan juga terkait pencatatan keuangan usaha oleh anggota kelompok tani. Analisis penerimaan materi oleh anggota kelompok dilakukan melalui instrument pretest dan posttest untuk mengetahui tingkat pemahaman kelompok terkait materi yang telah disampaikan oleh setiap narasumber. Tabel 1. Hasil pre test dan post test pada kegiatan P2M No. Tujuan Instruksional Khusus Pre test Post test Pemahaman tentang pemilihan biji kopi untuk bibit dan proses pembibitannya. Pemahaman tentang budidaya kopi sesuai GAP Pemahaman pencatatan keuangan usaha tani kelompok Rata-rata Nilai 33,83% 66,67% Berdasarkan hasil analisis pre test dan post test yang dilakukan pada 12 anggota kelompok tani yang hadir dalam kegiatan pelatihan dan mengikuti kegiatan pelatihan VOLUME 06 NOMOR 02. BULAN DESEMBER TAHUN 2025 secara penuh, menunjukkan hasil yang positif dari tiap aspek yang menjadi indikator keberhasilan pelatihan. Hasil analisis pre test dibandingkan dengan post test menunjukkan peningkatan dari 38,33% menjadi 66,67% dan termasuk dalam kategori Baik. Peningkatan yang signifikan ditunjukkan pada materi pembibitan tanaman kopi dan budidaya tanaman kopi berbasis GAP. Gambar 6. Perbandingan data hasil pre test dan post test Sedangkan pada materi pencatatan keuangan usaha kelompok nilai cenderung tidak terlalu signifikan. Hal ini dapat dikarenakan materi terkait pencatatan keuangan merupakan materi yang masih awam bagi anggota kelompok, sehingga memang diperlukan pelatihan lebih mendalam lagi terkait materi pencatatan keuangan kelompok tani. Publikasi Pada Media Online Luaran lain yang telah dicapai pada program pengabdian kepada masyarakat ini adalah publikasi pada media massa online yang bertujuan untuk menyampaikan atau menyiarkan kegiatan kepada khalayak yang lebih luas. Berdasarkan janji luaran yang akan dicapai, maka Tim P2M Fakultas Pertanian dan Teknik Universitas Panji Sakti telah melakukan publikasi berita secara online pada media massa portal milik RRI Singaraja. Berikut . ttps://rri. id/singaraja/daerah/1220644/agroteknologi-unipas-dukung-peningkatanproduktivitas-kopi-wanagir. JURNAL JNANA KARYA Gambar 7. Publikasi media masa online pada laman rri. Luaran publikasi online telah disiarkan pada tanggal 28 Desember 2024, dengan mendapat respon yang sangat baik dari masyarakat melalui tombol reaksi pembaca yang terdapat pada bagian bawah artikel berita. Melalui artikel berita ini diharapkan semangat dalam memajukan pertanian khususnya pada tanaman kopi dapat menular ke masyarakat luas baik di dalam maupun di luar kabupaten Buleleng. 3 Evaluasi dan Keberlanjutan Program Keberlanjutan program dapat dilihat dari ketercapaian luaran dan juga penerapan iptek yang ditransfer oleh mitra. Berdasarkan evaluasi yang dilakukan secara lansung pada mitra, mitra telah menerapkan iptek yang diberikan oleh Tim P2M Unipas yang dilakukan secara langsung pada pembibitan kopi yang dimiliki oleh BUM Desa Eka Giri Karya Utama, sedangkan untuk penerapan GAP oleh anggota kelompok tani di bawah naungan BUM Desa Eka Giri Karya Utama dilakukan secara bertahap. Gambar 8. Evaluasi keberlanjutan program bersama kelompok mitra VOLUME 06 NOMOR 02. BULAN DESEMBER TAHUN 2025 Penggunaan alat pH Meter sebagai alat deteksi awal kondisi tanah mulai diterapkan oleh aggotan kelompok. Penerapan manajemen kelompok perlu proses yang cukup panjang karena melibatkan keseluruhan anggota kelompok. Melalui program P2M yang telah terlaksana, keberlanjutan program diharapkan dapat terwujud secara mandiri oleh mitra baik BUM Desa Eka Giri Karya Utama maupun kelompok-kelompok taninya sehingga kemandirian kelompok dalam mewujudkan produksi kopi Arabika dapat terwujud. UCAPAN TERIMAKASIH Terimakasih disampaikan kepada LP2M Universitas Panji Sakti Singaraja atas dukungan pendanaan yang diberikan kepada tim, serta ucapan terimakasih disampaikan juga kepada mitra BUM Desa Eka Giri Karya Utama Desa Wanagiri yang telah memfasilitasi pelaksanaan program pengabdian masyarakat ini. KESIMPULAN Pelaksanaan Program Pengabdian kepada Masyarakat di BUM Desa Eka Giri Karya Utama Desa Wanagiri berhasil meningkatkan kapasitas dan kompetensi petani dalam penerapan teknologi budidaya kopi berbasis Good Agricultural Practices (GAP). Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan kemampuan peserta, khususnya pada aspek pembibitan dan budidaya kopi berkelanjutan. Selain itu, peningkatan pemahaman terhadap pencatatan keuangan kelompok turut memperkuat manajemen agribisnis kopi di tingkat petani. Program ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan produktivitas, kemandirian kelompok tani, dan pengembangan agribisnis kopi berbasis agrowisata yang berkelanjutan. Diharapkan kegiatan ini dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat desa berbasis potensi lokal yang dapat direplikasi di wilayah lain. DAFTAR PUSTAKA