Jurnal Planta Simbiosa Volume 2. April 2020 Pengembangan Varietas Tahan Naungan Untuk Mendukung Peningkatan Produksi Tanaman Pangan Development Of Shade Tolerance Varieties To Support Improvement Of Food Crop Production Kiki Kusyaeri Hamdani1* dan Heru Susanto1 Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jawa Barat Jl. Kayuambon No. 80 Lembang. Bandung Barat 40391 Diterima 27 Februari 2020 Disetujui 25 April 2020 ABSTRAK Salah satu permasalahan budidaya di lahan-lahan tegakan seperti lahan perkebunan dan lahan perhutani adalah intensitas cahaya yang rendah akibat Varietas unggul tanaman pangan tahan naungan dapat menjadi salah satu solusi untuk permasalahan tersebut. Saat ini Balitbangtan sudah menghasilkan dan mengembangkan varietas-varietas tanaman pangan tahan naungan diantaranya padi (Rindang 1 Agritan. Rindang 2 Agrita. , kedelai (Dena 1 dan Dena . , dan jagung (Jhana . Dengan banyak tersedianya varietas unggul tanaman pangan yang tahan naungan akan memudahkan peningkatan produksi pangan terutama untuk komoditas padi, kedelai, dan jagung. Kata kunci: budidaya, lahan tegakan, lahan perkebunan, varietas unggul ABSTRACT One of the problems with cultivation on standing lands such as plantations and Perhutani lands is the low light intensity due to shade. Superior varieties of shade resistant food crops can be one solution to these problems. Currently the Ministry of Agriculture's Balitbangtan Ministry of Agriculture has produced and developed varieties of shade resistant food crops including rice . hade 1 agritan, shade 2 agrita. , soybeans (Dena 1 and Dena . , and corn (Jhana . With many available varieties of shade-resistant food crops that will facilitate increased food production, especially for rice, soybeans, and corn. Keywords: cultivation, plantation land, standing land, superior varieties PENDAHULUAN Dilihat dari aspek sumberdaya tetapi, berbagai kendala terus terjadi setiap tahunnya, diantaranya adalah lahan. Indonesia mempunyai peluang pangan strategis ke depan. Akan *22korespondensi: kusyaeri_fuji@yahoo. menjadi lahan non pertanian. Dengan Jurnal Planta Simbiosa Volume 2. April 2020 semakin meningkatnya kebutuhan lahan pertanian, khususnya tanaman pangan sementara lahan pertanian pangan adalah pemanfaatan areal di lahan-lahan mempengaruhi ketersediaan pangan. perkebunan maupun lahan tanaman Upaya peningkatan produksi pangan Di Indonesia, potensi lahan salah satunya melalui ekstensifikasi di areal perkebunan dan perhutani perlu dilakukan diantaranya dengan sangat besar untuk perluasan usaha mengoptimalkan lahan-lahan yang produksi tanaman pangan. Namun memungkinkan dapat ditanami oleh kendala yang dihadapi adalah adanya tanaman pangan tanpa bergantung berbagai cekaman diantaranya adalah lahan-lahan Naungan pada hakikatnya Hal ini sekaligus mendukung adalah akan mengurangi intensitas program peningkatan produksi dalam cahaya yang sampai ke tanaman rangka swasembada pangan. Menurut Earl et al. Integrasi . hambatan penggunaan lahan dengan tanaman kehutanan secara dibawah tegakan atau agroforestri terus-menerus adalah rendahnya tingkat intensitas Oleh karena itu perlu cara khusus untuk ekonomi, lingkungan, ekologi dan keberhasilan budidaya di lahan-lahan budaya (Chauvan et al. , 2. yang memiliki keterbatasan cahaya Sistem yang biasa disebut dengan diantaranya yaitu menanam tanaman sela sebelum tajuk tanaman pokok sistem pengelolaan lahan secara seperti perkebunan muda atau saat meningkatkan hasil lahan sekaligus peremejaan tanaman keras. Menurut sebagai diversifikasi sistem produksi Mulyani et al. tanaman pangan terutama padi gogo, jagung (Verchot et al. , 2. Salah dan kedelai bisa ditanam sebagai tanaman sela di lahan perkebunan belum menghasilkan terutama kelapa dilakukan untuk meningkatkan luas Jurnal Planta Simbiosa Volume 2. April 2020 sawit dan karet berumur < 3 tahun, dengan tanaman pangan lainnya atau serta pada perkebunan kelapa dalam. tanaman hortikultura. Inovasi Dengan penggunaan varietas-varietas unggul varietas unggul tanaman pangan terhadap naungan berperan penting memudahkan peningkatan produksi untuk mengatasi kendala di atas. pangan terutama padi, jagung dan Perakitan varietas tanaman pangan merupakan solusi yang tepat untuk cahaya rendah atau naungan. Naungan Umumnya, kekurangan cahaya, tanaman akan tumbuh lebih tinggi karena terjadi Saat ini sudah dihasilkan dan Adaptasi Tanaman terhadap pemanjangan batang dan kurus dan varietas-varietas mengorbankan perkembangan daun unggul dari Badan Litbang Pertanian yang pada akhirnya mengurangi untuk kondisi-kondisi khusus seperti Namun berbeda halnya dengan cekaman diantaranya tahan naungan. varietas-varietas Padi gogo, jagung, dan kedelai dihasilkan khusus untuk bertahan merupakan tanaman pangan yang pada kondisi naungan. Varietas tahan naungan lebih efisien di dalam kondisi cekaman tersebut. Badan Litbang Pertanian telah berupaya untuk proses fotosintesis sehingga melakukan pelepasan varietas unggul baru (VUB) untuk komoditas pangan dibandingkan dengan varietas yang seperti padi gogo, kedelai, dan tidak tahan naungan. jagung tahan naungan sehingga layak Salah satu sumberdaya yang dikembangkan di lahan perkebunan pertumbuhan dan perkembangannya Selain adalah cahaya. Cahaya merupakan tanaman sela juga ditumpangsarikan faktor lingkungan penting karena Jurnal Planta Simbiosa Volume 2. April 2020 sebagai sumber energi fotosintesis morfologi dan fisiologi tanaman. morfologi, dan reproduksi tanaman Pada kondisi kekurangan cahaya, (Janska et al. Li et al. Kosma et al. Akari et al. terganggu sebagai akibat kekurangan Mauro et al. Wang et al. Adanya variasi intensitas dibutuhkan dalam proses fotosintesis cahaya pada setiap habitat menjadi (Niinemets, kendala sehingga tanaman berupaya Soepandi et al. terjadinya mengembangkan daya aklimatisasi dan plastisitasnya untuk mengatasi Setiap ATP Menurut tanaman memberikan respon yang penerimaan energi cahaya untuk . Dewi penampilan karakter yang beragam. Naungan yang berasal dari tanaman penyesuian tanaman terhadap kondisi yang diterima oleh kanopi tanaman kekurangan cahaya. Menurut Gong terjadinya penyesuaian iklim mikro penghindaran terhadap naungan agar tanaman bisa mendapatkan sinar tempat terbuka, seperti kelembaban udara, suhu udara, dan suhu tanah. Intensitas cahaya matahari melalui pemanjangan batang, tangkai daun, hipokotil, dan dominasi apikal. tanaman, hasil, serta karakteristik Tanaman Padi Pengembangan padi gogo pada mengalami cekaman naungan akan ekosistem lahan kering khususnya di lahan naungan sebagai tanaman sela Jurnal Planta Simbiosa Volume 2. April 2020 menjadi salah satu alternatif untuk toleran akan tetapi tidak diikuti dengan penurunan luas daun total Namun (Sopandie et al. , 2. Selain pada tanaman, naungan naungan karena intensitas cahaya juga berpengaruh terhadap mutu yang rendah. Artinya cahaya menjadi Hasil penelitian menunjukkan bahwa naungan dapat meningkatkan Menurut Sopandie et al. kandungan protein dan pengapuran toleransi tingkat naungan padi gogo beras dan sebaliknya menurunkan yang dapat ditanam di sela-sela kadar amilosa beras (Zhang et al. tanaman maksimal mencapai 50%. , penurunan kandungan gula Yoshida et al. melaporkan total (Ginting et al. , 2. dan bahwa fase vegetatif tanaman padi mempengaruhi mutu beras merah gogo membutuhkan intensitas cahaya (Muhidin et al. , 2. matahari sekitar 400-600 cal cm-2 per Padi gogo sangat potensial Perubahan karakter agronomi ditanam secara tumpangsari dengan yang terjadi pada padi gogo akibat tanaman hutan diantaranya jati muda dan hasilnya dapat mencapai 5 t/ha menjadi lambat, terjadi peningkatan (Toha, 2. Beberapa persyaratan jumlah anakan produktif (Yullianida pengembangan padi gogo sebagai et al. , 2. , penurunan jumlah tanaman sela di bawah tegakan gabah isi, bobot gabah per rumpun, tanaman hutan diantaranya adalah bobot 1000 butir gabah bernas, jumlah malai, dan hasil (Sasmita, har. , jumlah anakan sedang, tinggi Deng et al. , 2009. Emmanuel tanaman 110Ae125 cm, tahan terhadap et al, 2014. Ginting et al. , 2. penyakit blas, serta toleran terhadap Salah satu mekanisme yang terjadi kekeringan dan naungan (Lubis et pada tanaman padi gogo untuk , 2. Hasil penelitian Yusuf beradaptasi dengan kondisi intensitas . melaporkan bahwa terdapat cahaya rendah yaitu berkurangnya empat varietas padi gogo yaitu Situ jumlah anakan pada genotip yang Bagendit, genjah-sedang Batu Tegi, . Ae120 Situ Jurnal Planta Simbiosa Volume 2. April 2020 Patenggang. Tarling. Angking, dan Sido Muncul ditanam sebagai tanaman sela di (Silitonga, 2004. Sutoro et al. , 2. Limboto Kementerian Pertanian melalui BB cukup baik dengan kisaran antara Padi melepas varietas unggul baru 2,41Ae4,37 t/ha. Selain itu, terdapat padi gogo yang tahan naungan beberapa varietas lokal padi yang sekaligus kekeringan sehingga cocok untuk ditanam sebagai tanaman sela Kencana. Ketan Jatiluhur. Tawa. Ketan Tahun Balitbangtan di bawah tanaman keras (Tabel . Tabel 1. Deskripsi varietas padi gogo tahan naungan Uraian Dilepas tahun Asal Rindang 1 Agritan Golongan Umur tanaman Bentuk tanaman Tinggi tanaman Daun bendera Bentuk gabah Warna gabah Warna beras Kerontokan Kerebahan Tekstur nasi Kadar amilosa Berat 1000 butir Rata-rata hasil Potensi Hasil Hama Selegreng/Simacan Rindang 2 Agritan Batutugi/CNA2903//IR600803/Memberamo A113 hari A138 cm agak miring kuning bersih 16,4% A31,3 g 4,20 ton/ha 7,39 ton/ha agak peka terhadap WBC biotipe 1, 2, dan 3 tahan terhadap penyakit blas ras 001, 041, 033, dan agak tahan ras 073, 051 agak toleran terhadap naungan dan kekeringan, dan sangat toleran keracunan Al 40 ppm A113 hari A130 cm agak miring kuning bersih 26,5% A27,6 g 4,62 ton/ha 6,97 ton/ha agak peka terhadap WBC biotipe 1, 2, dan 3 Penyakit tahan terhadap blas ras 001, 041, 033, dan agak tahan blas Cekaman : toleran terhadap naungan, keracunan Al 40 ppm Anjuran tanam : baik ditanam pada lahan baik ditanam pada lahan kering kering dataran rendah dataran rendah Sumber : Balitbangtan . Jurnal Planta Simbiosa Volume 2. April 2020 naungan (Kisman et al. , 2. Kedelai Cahaya Naungan menyebabkan peningkatan terhadap proses fisiologi tanaman terhadap kadar klorofil dan rasio luas kedelai (Karamoy 2. Tanaman di daun melalui penyesuaian morfologi bawah intensitas cahaya rendah akan serta mengurangi biomassa, massa meningkatkan dominasi apikal dan daun per satuan luas, ketebalan daun, dan rasio klorofil a:b (Wu et al. cabang tergantung pada sifat genetis dari genotip kedelai yang ditanam Fase (Rahmasari et al. , 2. Tingkat naungan 50% memperlambat umur mempengaruhi hasil kedelai. Pada tanaman dibanding perlakuan tanpa pembentukan bunga sampai polong (Susanto Sundari, dua kali lebih sensitif terhadap Dilaporkan pengurangan intensitas cahaya atau intensitas naungan sampai 75%, naungan dibandingkan saat pengisian menyebabkan meningkatnya tinggi biji (Egli, 2. Apabila pada fase tanaman dan luas daun spesifik dan tersebut pasokan fotosintat terbatas, sebaliknya mengurangi jumlah dan akan berpengaruh terhadap jumlah polong dan biji yang terbentuk (De penyerapan cahaya, laju fotosintesis. Bruin dan Pedersen, 2. Naungan indeks klorofil daun, jumlah polong menyebabkan kehilangan hasil biji isi, dan bobot biji per tanaman kedelai sebesar 34-55% tergantung (Sundari dan Susanto, 2. Salah naungan, varietas, dan kepadatan populasi (Liu et al. , 2010. Yi et al. Hasil penelitian Sundari dan perubahan karakter morfo-fisiologi Wahyuningsih . melaporkan daun yaitu memiliki ukuran lebih kandungan klorofil-b yang lebih varietas yang tidak tahan naungan Argopuro. IBM-10-75. Jurnal Planta Simbiosa Volume 2. April 2020 Grobogan, dan Panderman. Green- Tracewicz et al. melaporkan (Sundari dan Artari, 2. Pada bahwa kehilangan hasil kondisi naungan, varietas Dena 1 dan Dena 2 mengembangkan mekanisme ekspresi dari respon penghindaran peningkatan tinggi tanaman serta jumlah dan luas daun (Sundari dan Menurut Chairudin et al. berkurangnya Wahyuningsih. Kedua intensitas cahaya yang diterima daun varietas tersebut memberikan hasil menyebabkan terhambatnya proses yang tinggi saat ditanam pada ketiga jenis naungan yaitu naungan paranet 50%, naungan jagung, dan naungan fotosintesis untuk pembentukan biji, ubikayu (Pratiwi dan Artari, 2. sehingga mengurangi jumlah polong Varietas Dena isi dan meningkatkan jumlah polong meningkat hasil bijinya sebesar 8,3% Dena 1 dan Dena 2 merupakan pada pola tumpang sari dengan varietas kedelai yang telah dilepas . menjadi 1,3 kg/plot . umpang intensitas cahaya rendah (Tabel . (Sundari dan Mutmaidah, 2. Respons kesesuaian suatu tanaman Varietas Dena 2 yang ditanam terhadap lingkungan naungan dan diantara tanaman nyamplung berusia tanpa naungan dinilai berdasarkan 3 tahun memberikan produktivitas paling tinggi yaitu sebesar 2. kg/plot cekaman naungan yang memiliki cekaman naungan (ITC). Varietas ton/ha. Keuntungan Dena 1 dan Dena 2 memiliki nilai Dena ITC yang tinggi yaitu 0,9 dan 1,2 pada naungan 50% artinya relatif stabil dan mampu berproduksi tinggi di dua lingkungan yaitu lingkungan (Mutmaidah dan Sundari, 2. tanpa cekaman naungan maupun Hasil penelitian Perdhana et al. Jurnal Planta Simbiosa Volume 2. April 2020 . melaporkan bahwa hasil rata- memiliki nilai LER paling tinggi rata biji kering kedelai varietas Dena 1 di bawah tegakan kelapa dalam sebesar 0,74 t/ha dengan nilai B/C Varietas Dena 1,30. Penelitian lainnya dari Aisyah potensi hasil 2,9 t/ha dan rata-rata dan Herlina . menunjukkan hasil 1,7 t/ha dan potensi hasil Dena bahwa tumpangsari kedelai varietas 2 yaitu 2,8 t/ha, rata-rata hasil 1,3 Dena 2 dengan jagung manis pada t/ha (Tabel . jarak tanam jagung manis 80 x 20 cm Tabel 2. Deskripsi varietas kedelai tahan naungan Uraian Dilepas tahun Asal Tipe Tumbuh Umur berbunga Umur masak Percabangan Jml polong Tinggi tanaman Kerebahan Pecah polong Ukuran biji Bobot 100 biji Bentuk biji Potensi Hasil Rata-rata hasil Kandungan Kandungan lemak Ketahanan Dena 1 5 Desember 2014 Agromulyo x IAC 100 Determinit A33 hari A78 hari 1-3 cabang/tanaman A29 Dena 2 5 Desember 2014 IAC 100 x Ijen Determinit A35 hari A81 hari 1-3 cabang/tanaman A27 A59,0 Agak tahan rebah Tidak mudah pecah Besar A14. 3 gram Lonjong 2,9 t/ha A1. 7 t/ha A36,7% BK A40,0 Tahan rebah Tidak mudah pecah Sedang A13 gram Bulat 2,8 t/ha A1. 3 t/ha A36,5% BK A18,8% BK Tahan terhadap penyakit karat daun (Phakopsora pachirhyzi Syd. ), rentan hama pengisap polong (Riptortus lineari. dan hama ulat grayak (Spodoptera litura F. Keterangan : Toleran hingga naungan 50% Sumber : Balitkabi . A18,2% BK Tahan terhadap penyakit karat daun (Phakopsora pachirhyzi Sy. , tahan hama: pengisap polong (Riptortus lineari. dan agak tahan ulat grayak (Spodoptera litura F. Toleran hingga naungan 50% Jurnal Planta Simbiosa Volume 2. April 2020 perkembangan dapat Jagung Tingkat naungan berpengaruh bobot biji dan berpengaruh terhadap panjang ruas (Fournier dan Andrieu. Hasil penelitian Rogi et al. Tanaman jagung termasuk tanaman . menunjukkan bahwa jumlah Tabel 3. Deskripsi varietas jagung tahan naungan Uraian Dilepas tahun Asal Golongan Umur berbunga Umur masak Tinggi tanaman Tinggi tongkol Tipe biji Warna biji Jumlah baris biji Susunan biji pada tongkol Bentuk tongkol Penutupan tongkol Perakaran Kerebahan Potensi hasil tanpa naungan Rata-rata hasil tanpa naungan Rata-rata hasil pada kondisi intensitas naungan 50% Bobot 1000 biji Ketahanan terhadap penyakit Keterangan Jhana 1 MAL 03 x CY 15 Hibrida silang tunggal (Single cros. 50% keluar serbuk sari A55 HST 50% keluar rambut A 56 HST A101 HST A209 cm A105 cm Mutiara . Oranye 14-18 baris Lurus Semi silindris Menutup dengan baik sampai ke ujung tongkol Kuat Tahan 12,45 ton/ha pipil kering pada KA 15% A9,29 ton/ha pipil kering pada KA 15% A7,85 ton/ha pipil kering pada KA 15% A381,20 gram Tahan terhadap penyakit bulai jenis patogen (Peronosclerospora philippinensi. dan agak tahan terhadap penyakit bulai jenis patogen (Peronosclerospora maydi. , hawar daun (Helmintosphorium maydi. dan karat daun (Puccinia polysor. Toleran kondisi intensitas naungan cahaya <50% sehingga cocok dibudidayakan pada lahan di bawah tegak tanaman tahunan dengan intensitas naungan cahaya sebesar <50%. Sumber : Kementan . radiasi matahari yang diserap oleh sensitif terhadap naungan. Naungan pada tanaman tersebut selama fase tanaman jagung di bawah tegakkan tanaman kelapa umur 5 tahun dan 50 tahun lebih banyak dibandingkan Jurnal Planta Simbiosa Volume 2. April 2020 dengan kelapa umur 20 tahun, bahwa jagung varietas Pioner 11 mampu berproduksi hingga 3,9 t/ha disarankan dilakukan di sela kelapa pada tingkat naungan hingga 60%. umur 20-30 tahun karena akan Selanjutnya Syafrudin et al. Pemilihan terhadap intensitas cahaya rendah. terhadap cahaya rendah merupakan Pada Penelitian Tanaman Balai Serealia pengembangan tanaman tersebut di (Balitserea. sudah melepas tanaman lahan-lahan tegakan. Hasil penelitian jagung toleran naungan yaitu jagung Purnomo KESIMPULAN Varietas unggul tanaman pangan tahan naungan dapat menjadi permasalahan budidaya di lahanlahan tegakan. Varietas-varietas pangan tahan naungan yang Balitbangtan. Pertanian Kementerian (Rindang Agritan. Rindang 2 Agrita. , kedelai (Dena 1 dan Dena . , dan jagung (Jhana . DAFTAR PUSTAKA