Jurnal Bina Manajemen. Maret 2023 Vol. 11 No. 2 Hal 151-169 ANALISIS MANAJEMEN RISIKO PADA PENGELOLAAN SUMBER DAYA MANUSIA (STUDI KASUS COFFEE SHOP 48 STREET TASIKMALAYA) Aditya Akbar Prasetyo Universitas Pendidikan Indonesia adityaakbar01@upi. Jesika Tamaria Universitas Pendidikan Indonesia jesikatamaria@upi. Muhammad Ditto Marcelino Universitas Pendidikan Indonesia 1dito1@upi. Nina Nuraeni Universitas Pendidikan Indonesia ninanuraeni@upi. Reyhan Arya Nugraha Universitas Pendidikan Indonesia reyhanaryanugraha@upi. Syifa Nurul Aulia Universitas Pendidikan Indonesia syifanurul0610@upi. Syti Sarah Maesaroh Universitas Pendidikan Indonesia sytisarah@upi. ABSTRACT Human resources is one important aspect that must be possessed by every In supporting the success of the company's operations, management needs to be carried out so that the existing system can be well organized according to the company's expectations. In this study using a case study at Coffee Shop 48 Street Tasikmalaya. The purpose of this research is to find out the human resource management system and the risks that exist in the company. this study, a qualitative approach was used with a descriptive research type, and the collection technique used was direct interviews with managers and site The results of interviews through the manager of the Coffee Shop 48 Street Tasikmalaya found several risks related to human resource management Jurnal Bina Manajemen. Maret 2023 Vol. 11 No. 2 Hal 151-169 which were then analyzed using the checklist method, and in this analysis, risk identification, risk assessment, and risk control were carried out. The results of this study are that Coffee Shop 48 Street Tasikmalaya need to improve human resource management to improve an organized performance environment Keywords: Risk Management. Coffee Shop 48 Street Tasikmalaya. ABSTRAK Sumber daya manusia merupakan salah satu aspek penting yang harus dimiliki oleh setiap perusahaan. Dalam menunjang keberhasilan operasional perusahaan, perlu dilakukan manajemen supaya sistem yang ada dapat tertata dengan baik sesuai harapan perusahaan. Dalam penelitian ini menggunakan studi kasus di Coffee Shop 48 Street Tasikmalaya. Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk mengetahui sistem manajemen sumber daya manusia beserta risiko yang ada pada perusahaan tersebut. Pada penelitian ini, menggunakan metode pendekatan kualitatif dengan tipe penelitian deskriptif, serta teknik pengumpulan yang digunakan adalah teknik wawancara secara langsung dengan manager dan observasi ke lokasi. Hasil dari wawancara melalui manager Coffee Shop 48 Street Tasikmalaya, ditemukan beberapa risiko yang berkaitan dengan manajemen sumber daya manusia yang kemudian dianalisis menggunakan metode checklist, serta pada analisis tersebut, dilakukan identifikasi risiko, penilaian risiko, hingga pengendalian risiko yang perlu dilakukan. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa Coffee Shop 48 Street Tasikmalaya perlu melakukan perbaikan manajemen SDM untuk meningkatkan lingkungan kinerja yang tertata. Kata Kunci: Manajemen Risiko. Coffee Shop 48 Street Tasikmalaya. PENDAHULUAN Dalam sebuah perusahaan tentu melibatkan banyak aspek dalam proses operasionalnya, salah satu aspeknya adalah Sumber daya manusia. Sumber daya manusia (SDM) adalah individu produktif yang bekerja sebagai penggerak suatu organisasi, baik itu di dalam institusi maupun perusahaan yang memiliki fungsi sebagai aset sehingga harus dilatih dan dikembangkan kemampuannya (Eri Susan, 2. Sumber daya manusia merupakan salah satu faktor produksi yang memiliki peran penting dalam menunjang keberhasilan sebuah perusahaan. Keberhasilan sebuah perusahaan ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang terlibat di dalamnya karena aspek ini akan menjadi kunci dalam membuka pintu menuju perjalanan dalam mencapai visi dan misi sebuah perusahaan. Jurnal Bina Manajemen. Maret 2023 Vol. 11 No. 2 Hal 151-169 Melihat urgensi sumber daya manusia di sebuah perusahaan sangat besar peranannya tentu diperlukan pengelolaan sumber daya manusia yang tepat. Sumber daya manusia berkaitan dengan kualitasnya, apabila kualitasnya tidak kompeten akan berpengaruh terhadap keberlangsungan perusahaan kedepannya. Tujuan mengelola sumber daya manusia tak lain untuk meningkatkan produktivitas dan kinerjanya serta meminimalisir ketidakpastian atau dampak yang bisa timbul dari aktivitas operasional dalam perusahaan yang mungkin terjadi suatu saat nanti. Kafe 48 street merupakan tempat tongkrongan yang populer di kalangan mahasiswa Tasikmalaya. Setiap perusahaan tentu tak lepas dari sebuah permasalahan, begitupun dengan kafe 48 street ini. Permasalahan yang tengah dihadapi kafe ini berkaitan dengan sumber daya manusia yang terlibat dalam Dilihat dari struktur organisasi kafe ini belum memiliki HRD melainkan dipegang oleh seorang general manager. Keberadaan HRD dalam sebuah perusahaan sangat vital karena human resources and development merupakan gerbang utama bagi sumber daya manusia untuk masuk dalam sebuah Hal yang dasar dalam pengelolaan SDM dimulai dengan sebuah perencanaan yang matang. Perencanaan ini bisa meliputi jumlah tenaga kerja hingga penempatan kerja sesuai dengan keahliannya (The Right Man in The Right Plac. Kesalahan dalam pengalokasian sumber daya manusia bisa berpengaruh terhadap kinerja dan produktivitas karyawan dan akan berdampak pada tingkat efisiensinya, oleh karena itu meskipun posisi HRD dipegang oleh general manager tetap diperlukan pengelolaan sumber daya manusia yang baik dan benar. Sehubungan dengan artikel ini ditulis, maka penulis melakukan penelitian dengan berjudul analisis manajemen risiko pada pengelolaan sumber daya manusia . tudi kasus coffee shop 48 street tasikmalay. TELAAH LITERATUR Manajemen Risiko Risiko merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan, bahkan ada orang yang mengatakan bahwa tidak ada hidup tanpa risiko, terlebih lagi dalam dunia bisnis dimana ketidakpastian beserta risikonya merupakan sesuatu yang tidak dapat diabaikan begitu saja, melainkan harus diperhatikan secara cermat Jurnal Bina Manajemen. Maret 2023 Vol. 11 No. 2 Hal 151-169 bila menginginkan kesuksesan. Risiko dihubungkan dengan kemungkinan terjadinya akibat buruk . yang tidak diinginkan atau tidak terduga bahwa risiko mempunyai karakteristik : a. merupakan ketidakpastian atas terjadinya suatu peristiwa, b. Merupakan ketidakpastian yang bila terjadi akan menimbulkan kerugian. Mengutip pengertian risiko dari Wideman dan Mamduh . , risiko adalah ketidakpastian yang memiliki dua kemungkinan, menguntungkan dan merugikan. Menguntungkan dikenal dengan opportunity, sedangkan ketidakpastian menimbulkan kerugian yang dikenal dengan istilah risiko . Menurut Flanagan dan Norman . untuk dapat mengenali risiko secara komprehensif dapat dilakukan dengan mengenali dari sumbernya . , kejadiannya . , dan akibatnya . Sumber risiko adalah kondisi-kondisi yang dapat memperbesar kemungkinan terjadinya risiko. Event adalah peristiwa yang menimbulkan pengaruh . yang sifatnya dapat merugikan dan menguntungkan. Lebih lanjut Godfrey . berpandangan bahwa dalam melakukan indentifikasi risiko terlebih dahulu diupayakan untuk menentukan sumber risiko itu sendiri secara komprehensif. Risiko dapat bersumber dari politis . , lingkungan . , perencanaan . , pemasaran . , ekonomi . , keuangan . , proyek . , teknik . , manusia . , kriminal . , dan . Darmawi . identifikasi risiko merupakan proses penganalisaan untuk menemukan secara sistematis dan secara berkesinambungan risiko . erugian yang potensia. yang menantang perusahaan. Tindakan yang dilakukan untuk mengurangi risiko yang muncul disebut mitigasi/ penanganan risiko . isk mitigatio. Menurut Flanagan dan Norman . , risk response adalah tanggapan atau reaksi terhadap risiko yang dilakukan oleh setiap orang atau perusahaan dalam pengambilan keputusan, yang dipengaruhi oleh pendekatan risiko . isk attitud. dari pengambil Tindakan yang dapat dilakukan dalam menangani risiko yaitu : 1. Menahan Risiko . isk retentio. Tindakan ini dilakukan karena dampak dari suatu kejadian yang merugikan masih dapat diterima . Mengurangi Risiko . isk reductio. Mengurangi risiko dilakukan dengan mempelajari secara mendalam risiko tersebut, dan melakukan usaha-usaha Jurnal Bina Manajemen. Maret 2023 Vol. 11 No. 2 Hal 151-169 pencegahan pada sumber risiko atau mengkombinasikan usaha agar risiko yang diterima tidak terjadi secara simultan. Memindahkan Risiko (Risk Transfe. Dilakukan dengan cara mengansuransikan risiko baik sebagian atau seluruhnya kepada pihak lain. Menghindari Risiko (Risk Avoidanc. Dilakukan dengan menghindari aktivitas yang tingkat kerugiannya tinggi METODOLOGI PENELITIAN Pendekatan Penelitian Dalam penelitian ini peneliti menggali informasi mengenai proses manajemen risiko yang dilakukan 48 street dalam mengurangi risiko di perusahaannya dengan menggunakan metode pendekatan kualitatif. Dalam penerapannya pendekatan kualitatif digunakan untuk mengetahui atau menggambarkan kenyataan dari kejadian yang diteliti sehingga memudahkan mendapatkan data yang objektif (Adhimah. Menurut Moleong . alam Adhimah,S. penelitian kualitatif adalah Aupenelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan, dll. , secara holistik, dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode alamiahAy. Data yang digunakan dalam penelitian ini dilakukan dengan cara wawancara dan studi pustaka agar informasi yang didapat tergali secara mendalam mengenai pelaksanaan analisis risiko sebagai upaya mengurangi risiko manajemen SDM pada 48 Street Kitchen and Coffee. Metode Checklist adalah salah satu metode observasi yang menggunakan sistem tabel dan telah disiapkan indikator penilaian nya. Checklist digunakan untuk mendapatkan jawaban observasi dengan proses ringkas. metode pencatatan observasi yang memberikan keterangan mengenai muncul atau tidaknya perilaku yang diobservasi dengan memberikan tanda check (O. jika perilaku yang diobservasikan muncul. Begitu perilaku yang diobservasi, dimunculkan oleh observee, maka observer langsung memberikan tanda check (O. pada kolom perilaku yang dimunculkan tersebut. Adapun instrumen penelitian yang digunakan dalam metode ini adalah pedoman observasi sebagai dasar dalam Jurnal Bina Manajemen. Maret 2023 Vol. 11 No. 2 Hal 151-169 melakukan observasi dilokasi penelitian Lokasi Penelitian Penelitian ini berlokasi di salah satu coffee shop di Tasikmalaya yaitu 48 Street Kitchen and Coffee yang berada di Jl. Cikalang Girang No. Tawang. Tasikmalaya. Peneliti memilih coffee shop ini sebagai lokasi penelitian karena berada di lokasi yang cukup strategis yang menjadikan coffee shop ini banyak Selain itu 48 Street Kitchen and Coffee ini mendapatkan rating 4. di GoFood, 4. 8/5 di GrabFood dan 4. 6/5 di Ulasan Google Maps. Sehingga pelayanan yang dilakukan haruslah memadai karena jika tidak maka bisa menimbulkan kerugian yang sangat besar. Tipe Penelitian Yang dimaksud dengan tipe penelitian adalah suatu pilihan model penelitian yang mampu memberikan gambaran secara menyeluruh tentang tujuan penelitian yang hendak dicapai. Tipe penelitian yang digunakan merupakan tipe penelitian Sebagaimana sifat dari penelitian kualitatif, penelitian ini memiliki dua tujuan utama. yaitu pertama menggambarkan dan menjelaskan . o describe and explai. kebanyakan penelitian. kebanyakan penelitian kualitatif bersifat deskriptif dan eksplanatori. beberapa penelitian memberikan deskripsi situasi fenomena yang diteliti dan dapat memberi arah bagi penelitian selanjutnya. Penelitian deskriptif adalah penelitian untuk membuat pencandraan secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai fakta-fakta dan sifat populasi tertentu. (Sumadi Suryabrata Mengingat mendeskripsikan mengenai risiko penurunan pelayanan yang dihadapi oleh cafe 48 street, serta mendeskripsikan bagaimana mempertahankan kualitas pelayanan cafe 48 street maka Penelitian ini bertipe penelitian deskriptif. Dalam penelitian ini peneliti berusaha untuk mendeskripsikan risiko apa saja yang terdapat dalam operasional cafe yang dimiliki oleh 48 street yang dapat menyebabkan berkurangnya pelanggan. Jurnal Bina Manajemen. Maret 2023 Vol. 11 No. 2 Hal 151-169 Teknik Pengumpulan Data Wawancara menurut Sutrisno . adalah alat yang sangat baik untuk mengetahui tanggapan, pendapat, keyakinan, perasaan, motivasi, serta proyeksi seseorang terhadap masa depannya, mempunyai kemampuan yang cukup besar untuk menggali masa lalu seseorang serta rahasia-rahasia hidupnyaAy Wawancara dilakukan dengan cara mewawancarai manajer cafe 48 street dalam jangka waktu 1 hari selama peneliti melakukan penelitian. Wawancara dilakukan untuk mendapat berbagai informasi menyangkut masalah yang diajukan dalam penelitian wawancara akan dilakukan kepada Manajer yang memiliki kapasitas dalam memberikan informasi mengenai kinerja SDM. Teknik Analisis Data Dalam penelitian kualitatif, analisa data dalam prakteknya tidak dapat dipisahkan dengan proses pengumpulan data. Kedua kegiatan ini harus dilakukan dengan serempak,artinya analisa data dikerjakan bersama dengan pengumpulan data, dan dilanjutkan setelah pengumpulan data selesai. Dengan demikian secara teoritik analisis dan pengumpulan data dilaksanakan secara berulang yang ditujukan agar masalah dapat terpecahkan. Untuk melakukan analisa data guna memperoleh data yang valid dan meyakinkan, maka peneliti harus melakukan pengorganisasian data, pengelompokan data, dan mengurutkan data yang diperoleh dari hasil observasi,wawancara dan dokumentasi. Penelitian deskriptif adalah penelitian untuk membuat pencandraan secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai fakta-fakta dan sifat populasi tertentu. (Sumadi Suryabrata:2. Mengingat tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan mengenai risiko penurunan pelayanan yang dihadapi oleh cafe 48 street, serta mendeskripsikan bagaimana mempertahankan kualitas pelayanan cafe 48 street maka Penelitian ini bertipe Dalam mendeskripsikan risiko apa saja yang terdapat dalam operasional cafe yang dimiliki oleh 48 street yang dapat menyebabkan berkurangnya pelanggan. Jurnal Bina Manajemen. Maret 2023 Vol. 11 No. 2 Hal 151-169 HASIL DAN PEMBAHASAN Identifikasi Risiko Pada penelitian yang berjudul AuAnalisis Manajemen Risiko Pada Pengelolaan Sumber Daya Manusia (Studi kasus: Coffee Shop 48 Street Tasikmalay. Ay dilakukan wawancara kepada salah satu manager perusahaan tersebut. Berdasarkan hasil wawancara yang telah dilakukan, ditemukan beberapa analisis yang berkaitan dengan pengelolaan sumber daya manusia. Berikut adalah hasil analisis yang telah diteliti, yaitu diantaranya: Pengadaan atau Procurement A Terdapat Standar Operating Procedures perekrutan karyawan A Terdapat pelatihan sebelum dijadikan karyawan A Penempatan SDM sesuai dengan skillnya Terdapat negosiasi kontrak kerja secara tersurat Pengorganisasian atau pengorganization A Terdapat Standard Operating Procedures kerja karyawan A Struktur organisasi yang jelas A Pengarahan tugas, tanggung jawab, dan alokasi sumber daya Terdapat Reorganisasi sumber daya manusia Terdapat HRD dalam perusahaan Kedisiplinan atau Discipline A Terdapatnya surat peringatan A Karyawan sudah menerapkan disiplin kerja dengan baik dan benar Pengendalian atau Controling A Adanya evaluasi kinerja karyawan A Terdapat monitoring pekerjaan Pengembangan A Tersedianya pengembangan skill pada masing-masing tenaga kerja A Terdapat cross functional training A Terdapat pelatihan team Jurnal Bina Manajemen. Maret 2023 Vol. 11 No. 2 Hal 151-169 Dari hasil penemuan tersebut, data yang didapat kemudian diolah dan analisis hasil wawancara dan menerapkan salah satu metode yang digunakan dalam analisis manajemen risiko, yakni metode checklist. Metode checklist dalam penerapannya dapat digunakan pada semua tahap proses life time, sehingga dapat membantu dalam melakukan pencatatan data yang akan di simpan. Berikut ini adalah hasil pengolahan data mengenai analisis manajemen sumber daya manusia menggunakan metode checklist. Tabel 1 Analisis Manajemen Sumber Daya Manusia Menggunakan Metode Checklist Uraian Tidak Temuan Pengadaan/Procurement Terdapat Standard Perusahaan sudah memiliki SOP Operating sebagai standar ketentuan dasar Procedures (SOP) E oa operasional sebuah perusahaan Terdapat pelatihan sebelum dijadikan E oa Perusahaan pelatihan diperlukan sebelum tenaga kerja menjalankan tanggung jawab Penempatan sumber daya Perusahaan belum sepenuhnya E melakukan penempatan sesuai dengan kemampuannya manusia sesuai Jurnal Bina Manajemen. Maret 2023 Vol. 11 No. 2 Hal 151-169 Terdapat negosiasi kontrak kerja Perusahaan sudah melakukan E kontrak kerja yang bersifat secara tersurat mengikat dan menjamin agar seluruh pihak yang terlibat bisa melaksanakan kewajiban dan mendapatkan haknya. Terdapat komitmen pada oa saat perekrutan Perusahaan belum menerapkan komitmen karyawan, sehingga SDM yang kurang berkompeten Pengorganisasian/Organization Terdapat Standard Adanya SOP kerja karyawan sebagai Operating E Procedures acuan atau pedoman yang harus diikuti karyawan (SOP) kerja Struktur organisasi yang jelas Perusahaan belum memiliki struktur organisasi yang jelas dalam memperlancar komunikasi antar SDM yang terlibat dalam Pengarahan tugas, tanggung jawab. Perusahaan memiliki penjelasan job oa desk setiap pihak yang terlibat dalam mengatur kolaborasi antar sumber daya karyawan maupun atasan dalam sebuah perusahaan Jurnal Bina Manajemen. Maret 2023 Vol. 11 No. 2 Hal 151-169 Terdapat Perusahaan tidak memiliki E Reorganisasi Reorganisasi di masa yang akan datang untuk dapat dibandingkan dengan tahun sebelumnya Terdapat Human Perusahaan memiliki peran HRD Resource dalam perencanaan sumber daya Development dalam perusahaan Kedisiplinan/Discipline Terdapatnya surat Perusahaan karyawan yang melanggar Karyawan Karyawan pada perusahaan tersebut. melanggar disiplin kerja dengan baik dan Pengendalian/Controlling Adanya kinerja karyawan E sudah melakukan pengevaluasian kinerja karyawan Terdapat Perusahaan Perusahaan melakukan monitoring E kerja terhadap karyawannya Terdapat manajer setiap divisi Pada perusahaan yang diteliti hanya oa menangani semua divisi Jurnal Bina Manajemen. Maret 2023 Vol. 11 No. 2 Hal 151-169 Pengembangan Tersedianya Sudah pengembangan skill pada masing- skill pada masingmasing E masing tenaga kerja Terdapat functional training Terdapat pelatihan Team Perusahaan telah menerapkan cross functional training kepada karyawan Belum diterapkannya pelatihan perTeam Berdasarkan pada tabel 1 memaparkan bahwa secara keseluruhan kegiatan operasional pada coffee shop 48 street dalam pengelolaan sumber daya manusia berjalan dengan baik meskipun ada beberapa hal yang masih perlu mendapat perhatian seperti tidak tersedianya HRD atau diganti dengan posisi lain, tidak adanya pelatihan tim serta etika atau kedisiplinan karyawan yang masih kurang. Dengan demikian hal tersebut perlu tindakan lebih lanjut supaya bisa untuk segera diterapkan, mengingat bahwa apabila dalam kegiatan operasionalnya hal-hal tersebut masih belum mendapat perbaikan akan memungkinkan munculnya berbagai risiko. Berikut ini beberapa risiko yang peneliti temukan apabila hal tersebut tidak ditindak lanjuti. Tabel 2 Identifikasi Risiko Bidang Identifikasi Resiko bila dilupakan Jurnal Bina Manajemen. Maret 2023 Vol. 11 No. 2 Hal 151-169 Pengadaan A (Procuremen. Terkait alur proses Sistem dan tidak jelas, sumber daya Komitmen yang sumber daya manusia, dan mengikat karyawan salah merekrut. Kemudian kualitas kinerja karyawan. Pengorganisasian A (Organizatio. Mengorganisir semua Struktur tenaga kerja tidak jelas, perusahan yang tidak terorganisir. Kedisiplinan A (Disciplin. Penerapan disiplin Kurangnya karyawan, tidak mempunyai rasa tanggung jawab dan Pengendalian A (Controllin. Mengendalikan Tidak bisa melihat progress semua karyawan kemajuan perusahaan, dan Pengembangan A Pelaksanaan Penurunan dan karyawan. pelatihan karyawan Penilaian Risiko Tabel 3 Penilaian Risiko dan Implikasi Jurnal Bina Manajemen. Maret 2023 Vol. 11 No. 2 Hal 151-169 Level Risiko Total Poin Sangat Rendah range 1 Ae 3 Rendah range 4- 6 Sedang range 7 Ae 9 Tinggi range 10 Ae 12 Sangat Tinggi range 13 Tabel 4 Parameter Probabilitas Parameter Probabilitas Kriteria Skor Deskripsi Almost Never Unlikely Kemungkinan Terjadi Ada Tapi Kecil (Jaran. Possible Mungkin Saja Terjadi (Sedan. Likely Kemungkinan Besar Terjadi (Serin. Almost Certain Hampir Selalu Terjadi (Sangat Serin. Hampir Tidak Pernah Terjadi (Sangat Jaran. Tabel 5 Severity Parameter Severity Parameter Kriteria Skor Minor Pendekatan Pendekatan Kuantitaif Kualitatif Sampai dengan Dampaknya Sangat Kecil Jurnal Bina Manajemen. Maret 2023 Vol. 11 No. 2 Hal 151-169 Moderate >5% sampai Dampaknya Kecil >10% sampai Serve Major Worst Case Dampaknya Cukup Besar >15% sampai Dampaknya Besar Dampaknya Sangat >20% Besar TABEL 6 PENGUKURAN RISIKO MANAJEMEN SDM DI 48 STREET CAFE Risk Probabilty Severity Probability Severity Total Rating Rating Risk Sistem perekrutan yang tidak jelas, sumber daya manusia yang tidak kekurangan sumber daya manusia, dan Sering Dampaknya salah merekrut. Kemudian bisa terjadi penurunan kualitas kinerja Jurnal Bina Manajemen. Maret 2023 Vol. 11 No. 2 Hal 151-169 Struktur organisasi yang tidak jelas, perusahan yang Sedang Dampaknya tidak terorganisir. Kurangnya loyalitas karyawan, tidak mempunyai rasa tanggung Sedang jawab dan Dampaknya cukup besar komitmen terhadap Tidak bisa melihat progress kemajuan perusahaan, dan tidak bisa Jarang Dampaknya Penurunan kualitas Sering Dampaknya cukup besar Total Skor Risiko TABEL 7 SKOR PADA PROBABILITY RATING DAN SEVERITY RANKING Risk Probability Severity Rating Rating Score Risk Risk Level Ranking Jurnal Bina Manajemen. Maret 2023 Vol. 11 No. 2 Hal 151-169 Sistem perekrutan yang tidak jelas, sumber daya manusia yang tidak berkompeten, kekurangan sumber daya manusia, dan Sangat Tinggi Sedang Sedang Tinggi Tinggi salah merekrut. Kemudian bisa terjadi penurunan kualitas kinerja karyawan. Struktur organisasi yang tidak jelas, perusahan yang tidak terorganisir. Kurangnya loyalitas karyawan, tidak mempunyai rasa tanggung jawab dan komitmen terhadap perusahaan. Tidak bisa melihat progress kemajuan perusahaan, dan tidak bisa mengontrol karyawan. Penurunan kualitas Total Skor Risiko Setelah mengetahui hasil dari tabel 6 dan 7, menyatakan bahwa risiko-risiko yang terdapat di Coffee Shop 48 Street Tasikmalaya memiliki total risiko sebanyak 57 yang artinya adalah bahwa risiko tersebut berdampak besar terhadap penilain di perusahaan tersebut. Jurnal Bina Manajemen. Maret 2023 Vol. 11 No. 2 Hal 151-169 SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang berjudul AuAnalisis Manajemen Risiko Pada Pengelolaan Manajemen Sumber Daya Manusia (Studi Kasus: Coffee Shop 48 Street Tasikmalay. Ay ditemukan bahwa dalam operasionalnya penerapan manajemen sumber daya manusia di coffee shop 48 street masih belum diterapkan dengan baik. Hal ini dibuktikan setelah dilakukan identifikasi dan analisis yang berkaitan dengan manajemen sumber daya manusia dalam pengelolaan operasional coffee shop 48 street pada bidang pengadaan, pengorganisasian, kedisiplinan, pengendalian, dan pengembangan masih ditemukan adanya celah, yakni tidak adanya human resources development yang berperan di dalam operasional coffee shop 48 street, melainkan diganti dengan posisi manager. Selain itu dengan tidak adanya HRD dalam coffee shop 48 street memberi arti bahwa belum adanya struktur organisasi yang jelas dalam perusahaan tersebut. Padahal sangat jelas bahwa peran human resources development dalam perencanaan sumber daya manusia sangat besar karena bertanggung jawab atas sumber daya manusia yang akan terlibat dalam kegiatan operasional sebuah perusahaan dan hal ini memicu timbulnya risiko yang sangat fatal seperti sumber daya manusia yang tidak berkompeten, salah merekrut sumber daya manusia kemudian bisa terjadi penurunan kualitas kinerja karyawan dan lain sebagainya. Adapun beberapa saran yang semoga bermanfaat untuk sebagai acuan, wawancara diusahakan membuat janji yang pasti dengan narasumber yang akan diwawancarai dan wawancara bisa dilakukan tak hanya dari satu sumber melainkan bisa dari berbagaisumber yang diprediksi terlibat didalamnya. DAFTAR PUSTAKA