Meyarsa: Jurnal Ilmu Komunikasi dan Dakwah, 4 . , 2023: 102-113 ISSN: 2721-8082. E-ISSN: 2722-2918 DOI: https://doi. org/10. 19105/meyarsa. Pesan dalam Film AuDaringAy Karya Mahasiswa Prodi KPI Angkatan 2018-2020 Fakultas Ushuluddin dan Dakwah IAIN Madura (Analisis Semiotika Ferdinand De Saussur. Syafyarini Institut Agama Islam Negeri Madura email: Rinni202000@gmail. Jihan Amalia Syahidah Institut Agama Islam Negeri Madura email: jasyahidah@iainmadura. Abstract: This research discusses the film entitled "Daring" which is a film created by KPI study program students that displays social realities in everyday life. The ability of a film to convey a message that aims to provide education to the audience who watch it makes this online film one of the films that attempt to provide a moral message, education, and social criticism of the surrounding situation which is then packaged into an epic show. This research uses a qualitative approach with Ferdinand De Saussure's semiotic analysis. The results obtained in this research are that there are 12 signifiers and 12 signifiers in the Daring film which consist of moral messages, social messages, and educational messages. Firstly, the moral message conveyed is to speak noble words to parents, be filial to parents, do not miss prayers, do not lie to parents, pray for children, be grateful, and surrender to Allah. Second, the social message conveyed is parental sacrifice, not avoiding responsibility, working together, and maintaining good relationships with friends. Third, the educational message conveyed is that students still want to study well no matter what the circumstances. Keywords: Film. Message. Ferdinand De Saussure's Semiotics Abstrak Penulisan ini membahas mengenai Film yang berjudul AuDaringAy yang merupakan sebuah film karya mahasiswa prodi KPI yang menampilkan realitas sosial dalam kehidupan sehari-hari. Kemampuan sebuah film untuk menyampaikan pesan yang bertujuan untuk memberikan edukasi kepada khalayak yang menontonnya menjadikan film daring ini sebagai salah satu film yang berupaya untuk memberikan sebuah pesan moral, pendidikan serta kritik sosial terhadap keadaan sekitar yang kemudian dikemas menjadi sebuah tayangan epik. Penulisan ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis semiotika Ferdinand De Saussure. Hasil yang diperoleh dalam Penulisan ini yaitu terdapat 12 penanada dan 12 petanda dalam film Daring yang terdiri dari pesan moral, pesan sosial dan pesan pendidikan. Pertama pesan moral yang disampaikan yaitu bertutur kata yang mulia kepada orang tua, berbakti kepada orang tua, larangan meninggalkan salat, jangan berbohong terhadap orang tua, mendoakan anak, bersyukur dan berserah diri pada Allah. Kedua, pesan sosial yang disampaikan yaitu pengorbanan orang tua, tidak menghindari tanggung jawab, bergotong royong dan saling menjaga Author correspondence email: Rinni202000@gmail. Available online at: http://ejournal. id/index. php/meyarsa/ Copyright . 2023 by Meyarsa: Jurnal Ilmu Komunikasi dan Dakwah Pesan dalam Film AuDaringAy Karya Mahasiswa Prodi KPI Angkatan 2018-2020 Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Iain Madura (Analisis Semiotika Ferdinand De Saussur. hubungan baik dengan teman. Ketiga, pesan pendidikan yang disampaikan yaitu mahasiswa yang tetap ingin menjalani kuliah dengan baik walau dalam keadaan apapun. Kata Kunci: Film. Pesan. Semiotika Ferdinand De Saussure Pendahuluan Secara harfiah film adalah cinematographie. Cinematographie berasal dari kata cinema yang memiliki arti gerak. Tho atau phytos yang memiliki arti Oleh karena itu, film juga dapat diartikan sebagai melukis sebuah gerak dengan memanfaatkan cahaya. Film adalah hasil dari cipta karya seni yang punya banyak unsur seni supaya bisa melengkapi kebutuhan yang bersifat spiritual. Dengan begitu dalam pembuatan film harus melewati proses pemikiran serta proses teknis yaitu berbentuk pencarian ide serta gagasan. Selain berfungsi sebagai hiburan, film juga mengangkat realitas sosial yang ada di sekitar kita dengan sentuhan alur cerita yang menarik. Fungsi edukasi dalam film dapat berupa pesan moral, pesan pendidikan serta kritik sosial terhadap keadaan sekitar. Biasanya sebuah pesan tidak digambarkan secara langsung melalui dialog antar tokoh, melainkan tersirat dari beberapa adegan Sebuah pesan juga menjadi tolak ukur seseorang sebagai alat intropeksi diri. Bentuk penyampaian dari suatu pesan bisa dilakukan dengan bentuk secara langsung maupun tidak langsung. Bentuk penyampaian secara langsung dapat dilakukan dengan cara pelukisan sifat tokoh yang ada. Penggunaan sifat atau karakter tokoh akan diwujudkan atau dibentuk dalam aktivitas tokoh sebagai alat untuk menyampaikan nilai moral. Sedangkan suatu pesan yang secara tidak langsung bentuk pesan yang disampaikan hanya tersirat dalam cerita,berpadu secara koherensif dengan unsur-unsur cerita yang lain. Salah satu film yang sarat akan pesan dan juga menampilkan realitas sosial sehari-hari adalah Film Daring karya Mahasiswa KPI. Pada film ini mengajarkan tentang pesan baik dan buruk. Sebuah film mempunyai pesan khusus untuk merepresentasikan pesan-pesan moral, kemanusiaan, pendidikan, sosial, politik, ekonomi, maupun budaya. Pesan merupakan salah satu hal yang sering dilakukan setiap harinya, baik itu pesan buruk maupun pesan yang baik. Pada setiap film pasti akan ada sebuah pesan tertentu yang ingin disampaikan kepada penontonya melailu film. Film Daring tersebut menggambarkan tentang kehidupan mahasiswa dalam menghadapi kuliah daring. Inspirasi dari cerita film ini bermula pada saat terjadinya wabah covid-19 di Indonesia dimana pada saat itu terdapat kebijakan mengenai Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang didalamnya termaktub Muhammad Ali Mursid Alfathoni dan Dani Manesah. Pengantar Teori Film, (Yogyakarta: CV Budi Utama, 2. , 2. 2 Handi Oktavinus. AuPenerimaan Penonton Terhadap Praktek Eksorsis di dalam Film ConjuringAy. Jurnal E-Komunikasi, 3. No. 2 (Juni,2. , 3. https://media. com/media/publications/79600-ID-none. 3 Muhamad Aidil Akbar. Radhiah dan Safriandi. AuAnalisis Pesan Moral dalam Legenga Mon Seuribee di Gampong Parang IX. Kecamatan Matangkuli,Kabupaten Aceh UtaraAy. Jurnal Kande, 2. No. 1, (April,2. , 139-149. https://ojs. id/kande/article/view/4679. Meyarsa: Jurnal Ilmu Komunikasi dan Dakwah, 4 . , 2023: 102-113 Syafyarini dan Jihan Amalia Syahidah mengenai pembatasan kegiatan pendidikan dalam hal ini perkuliahan dilakukan secara daring atau dalam jaringan. Hal ini menyebabkan mahasiswa tidak dapat pergi ke kampus untuk mengikuti kegiatan perkuliahan tetapi dialihkan melalui online menggunakan smartphone atau leptop mereka dan mereka bisa mengikuti perkuliahan tersebut di rumah masing-masing. Pada saat itu kebijakan yang dikeluarkan oleh pihak kampus adalah tidak boleh menggunakan aplikasi boros kuota sehingga mahasiswa hanya mengikuti perkuliahan menggunakan whatsapp atau aplikasi lain yang mendukung. Perkuliahan yang dilakukan secara daring tentunya memberikan cerita tersendiri bagi setiap mahasiswa pada saat itu. Ada mahasiswa yang merasa senang karna bisa mengikuti perkuliahan hanya dengan menggunakan smartphone atau leptop tetapi sebagian juga ada yang merasa kurang puas karena tidak bisa mendegarkan langsung penjelasan dari dosen sehingga pada akhirnya transfer knowledge dianggapp kurang maksimal. Film Daring juga menceritakan tentang sebuah persahabatan yang terjadi pada tiga orang mahasiswa KPI. Tidak hanya tentang persahabatan saja, film ini juga menceritakan tentang keluarga, komedi dan romansa percintaan yang terjadi di dalamnya. Dikemas dengan alur cerita yang menarik dan apik mengantarkan Film Daring sebagai film panjang pertama karya Mahasiswa KPI IAIN Madura. Selain sebagai film yang ingin menyampaikan sebuah pesan moral, nyatanya film ini patut diapresiasi karena memberikan corak yang berbeda dengan film karya mahasiswa pada prodi KPI di universitas lainnya, film ini menampilkan kultur budaya Madura dalam kehidupan sehari-harinya dimulai dari penggunaan bahasa Madura di setiap adegannya dan juga didalamnya memperlihatkan budaya khas Madura lainnya yang tentu saja tidak dapat ditemukan pada film-film hasil karya mahasiswa KPI lainnya yang kemudian dikemas dengan epik dengan memadukannya dengan menonjolkan realitas sosial masyarakat di Madura. Film yang berdurasi 1 jam 30 menit ini berhasil membuat para penontonnya takjub dengan filmnya tak terkecuali bagi mahasiswa dan dosen di lingkungan prodi Komunukasi dan Penyiaran Islam IAIN Madura. Film Daring ini perdana tayang tanggal 26 Maret 2022 lalu. Film Daring menggambarkan tentang persahabatan, dengan alur cerita yang tidak membosankan sehingga membuat penonton menikmati Film Daring. Isi dari cerita yang disuguhkan juga mudah dipahami, selain itu banyak pesan yang dapat di ambil dalam film ini. Berdasarkan beberapa hal, termasuk belum adanya penelitian terdahulu yang membahas mengenai film Daring karya mahasiswa KPI yang dipadukan dengan analisis semiotika menggunakan teori Ferdinand de Seassure sehingga penulis memutuskan untuk meneliti Film Daring dalam menyampaikan sebuah pesan kepada penonton melalui film. Film Daring ini layak untuk menjadi objek analisis semiotika yang mendalam agar menemukan sebuah penanda dan petanda sebuah pesan sesuai dengan analisis semiotika Ferdinand De Seassure. Metode Pendekatan yang digunakan dalam Penulisan ini adalah pendekatan secara kualitatif deskriptif dengan jenis Penulisan lapangan atau field research, sehingga dapat dieksplorasi dan diperdalam dari suatu fenomena sosial atau suatu lingkungan sosisal yang terdiri atas pelaku, kejadian, tempat dan waktu. Data yang digunakan dalam Penulisan ini yakni data primer yang diperoleh dari wawancara mendalam . ndepth intervie. kepada informan, observasi dan dokumentasi serta data sekunder yang diperoleh melalui data pendukung. Sebagai pisau analisis Penulisan ini meggunakan analisis semiotika Ferdinand De Saussure untuk Meyarsa: Jurnal Ilmu Komunikasi dan Dakwah, 4 . , 2023: 102-113 Pesan dalam Film AuDaringAy Karya Mahasiswa Prodi KPI Angkatan 2018-2020 Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Iain Madura (Analisis Semiotika Ferdinand De Saussur. menjawab fokus penulisan yakni apa saja pesan dalam film daring dan bagaimana analisis semiotika Ferdinand De Seassure dalam film Daring. Kemudian Penulis melakukan analisis data dengan cara mereduksi data dan disusun dalam bentuk kajian kemudian ditarik kesimpulkan sesuai fokus yang ada dalam sebuah Penulisan. Hasil dan Diskusi Analisis semiotika Ferdinand terhadap pesan dalam Film Daring Teori semiotika ini dikemukakan oleh Ferdinand De Saussure. Dalam teorinya Ferdinand De Saussure mendefinisikan sebagai sebuah ilmu yang mengkaji tanda sebagai bagian dari kehidupan sosial. Persepsi dan pandangan seseorang mengenai realitas dikontruksikan oleh kata-kata dan tanda-tanda sehingga tanda merupakan bentuk persepsi manusia lebih dari sekedar merefleksikan realitas yang ada. Pada film Daring ini Penulis menganalisis mengenai pesan-pesan yang ada dalam filmnya menggunakan analisis semiotika Seassure dimana bahasan pokok pada teori semiotika Saussure adalah prinsip yang mengatakan bahwa bahasa adalah suatu system tanda dan setiap tanda itu tersusun dari dua bagian yakni signifier . dan signified . yang kemudian Penulis analisis pada setiap scene dan adegan yang ada didalam film ini. Untuk lebih memperdalam analisis dari penulisan ini maka penulis mengklasifikasikan pesan yang dimaksud yakni pesan moral, pesan sosial, dan pesan pendidikan yang tentunya dianalisis dengan signifier . dan signified . tiap scene dan adegan sesuai dengan analisis semiotika Ferdinand De Seassure. Adapun hal ini kemudian Penulis paparkan sebagai Scene Pesan Moral ke 1 : Menit ke-1, detik ke-16 Gambar 1. Ilham yang Sedang Berbicara dengan Orang Tuanya. Penanda : Kurang harmonisnya hubungan antara anak dan orangtua . Petanda : Ilham yang hendak pergi berkuliah untuk pertama kalinya membicarakan kepada kedua orang tuanya, karena bapaknya tidak setuju dan masih menyalahkan Ilham yang salah memilih jurusan. Hingga membuat Ilham langsung pergi tanpa bersalaman terlebih dahulu kepada kedua orang tuanya dan Ia langsung berangkat pada saat itu. Adegan ini menandakan seorang bapak yang berdebat karena anaknya tidak melanjutkan bisnisnya dan memilih berkuliah dengan jurusan yang ia pilih sendiri. Hal tersebut menyebabkan Ilham tidak berpamitan kepada Mengingat cara Ilham yang salah pada saat berpamitan kepada orang tuanya, sehingga adegan ini menunjukkan terdapat pesan moral Meyarsa: Jurnal Ilmu Komunikasi dan Dakwah, 4 . , 2023: 102-113 Syafyarini dan Jihan Amalia Syahidah yaitu mengenai anjuran untuk tidak berkata kasar dan lebih baik bertutur kata yang mulia kepada orang tua. Scene Pesan Sosial ke 1: Menit ke-9, detik ke-30 Gambar 2. Orang Tua yang Sedang Gelisah dan Berusaha untuk Membiayai Kuliah Anaknya. Penanda : Tindakan seseorang yang sedang gelisah memberi isyarat bahwa dia sedang mengalami kesulitan dalam hal membiayai anaknya untuk bisa . Petanda : Ekpresi seorang bapak yang sedang gelisah. Adegan ini menunjukkan bahwa orang tua akan selalu mengusahakan yang terbaik bagi anaknya. Seperti yang dilakukan pak Ali, ia berjuang dan berusaha mencari nafkah agar bisa mebayar uang kuliah. Dari scene diatas, baik secara verbal maupun visual menunjukkan pesan sosial yaitu tentang pengorbanan orang tua untuk anaknya, agar bisa berkuliah dan mengejar cita-citanya. Scene Pesan Moral ke 2 : Menit ke-14, detik ke-20 Gambar 3. Adegan saat Meninggalkan Ilham Sholat. Penanda : Pada saat adzan sudah berkumandang mereka bergegas berdiri untuk pergi ke masjid agar bisa menunaikan ibadah salat. Petanda : Mengajak untuk salat bersama. Adegan tersebut menandakan bahwa Ilham menolak saat diajak untuk salat. Ia memilih duduk di tempat semula sembari menunggu temantemannya selesai beribadah. Dalam scene ini menyampaikan pesan moral tentang jangan meninggalkan salat, karena salat adalah kewajiban bagi kita umat islam. Orang yang meninggalkan salat akan mendapatkan hukuman dan kemurkaan Allah SWT serta mendapatkakn kehinaan di dunia dan Meyarsa: Jurnal Ilmu Komunikasi dan Dakwah, 4 . , 2023: 102-113 Pesan dalam Film AuDaringAy Karya Mahasiswa Prodi KPI Angkatan 2018-2020 Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Iain Madura (Analisis Semiotika Ferdinand De Saussur. Scene Pesan Sosial ke2 : Menit ke-23, detik ke-06 Gambar 4. Adegan saat Padil dan Ilham Berbisik-bisik untuk Meninggalkan Mak Ijah dan Ksatria. Penanda : Ilham dan Padil menghindari Mak Ijah karena takut ditagih uang Mereka memilih masuk kedalam kontrakan dan beralasan ada . Petanda : Memilih masuk kedalam untuk menghidari mak Ijah. Adegan itu menunjukkan bahwa Padil dan Ilham tidak ingin menemui mak Ijah karena takut ditagih uang kosnya. Oleh sebab itu, mereka berbisikbisik merencanakan untuk masuk kedalam kontrakakan. Sehingga dalam scene ini ditemukan pesan sosial yaitu jangan menghindarai tanggung jawab, karena setiap tanggung jawab yang sudah disepakati bersama, harus di selesaikan bersama juga. Scene Pesan Moral ke 3: Menitke-30, detik ke-38 Gambar 5. Adegan Pada saat Ibu Maya Meminta Tolong Kepada Shela. Meyarsa: Jurnal Ilmu Komunikasi dan Dakwah, 4 . , 2023: 102-113 Syafyarini dan Jihan Amalia Syahidah . Penanda : Ibu maya yang meminta tolong anaknya agar bisa membantunya untuk menjemur pakaian di halaman rumahnya. Petanda : membawa pakaian dari dalam rumah untuk dijemur. Adegan ini menunjukan ada seorang ibu yang minta tolong kepada anaknnya yang sedang bersantai diteras sambil bermain handphone. Akan tetapi. Izza enggan membantu dengan alasan sedang kuliah daring, padahal perkuliahannya sudah selesai sejak tadi. Sehingga pada scene ini ditemukan pesan moral yaitu janganlah berbohong kepada orang tua. Scene Pesan Pendidikan ke 1: Menit ke-33, detik ke-32 Gambar 6. Adegan Saat Ksatria Memanggil Temannya untuk berkuliah. Penanda : Berteriak memanggil Padil dan Ilham agar segara bangun untuk mengikut perkuliah daring yang sedang dimulai. Petanda : Memanggil teman-temannya yang sedang tidur. Adegan ini menunjukkan seseorang yang peduli terhadap temannya dengan cara membangunkan temannya yang lain agar mereka mengikuti perkuliahan pada saat itu. Hal ini merupakan perbuatan baik untuk saling mengingatkan pada kewajibannya sebagai mahasiswa. Sehingga dalam scene ini ditemukan pesan pendidikan yaitu tentang seseorang mahasiswa yang harus disiplin pada kuliahnya. Scene Pesan Moral ke4 : Menit ke-36, detik ke-19 Meyarsa: Jurnal Ilmu Komunikasi dan Dakwah, 4 . , 2023: 102-113 Pesan dalam Film AuDaringAy Karya Mahasiswa Prodi KPI Angkatan 2018-2020 Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Iain Madura (Analisis Semiotika Ferdinand De Saussur. Gambar 7. Adegan Saat Ilham Menelfon Orang tuanya. Penanda : Hal yang diceritakan Ilham yaitu tentang fakta yang terjadi antara dia dan bapaknya. Ia mengatakan bahwa jika pulang pasti akan bersitegang dengan pak Pramono. Petanda : Pembicaraan antara Ilham dan ibunya lewat telfon. Adegan ini menandakan bahwa Ilham memilih untuk tidak pulang dan tidak menemui bapaknya yang sedang sakit, karena ia tahu, saat kembali ke rumah pasti akan terjadi pertengkaran antara bapak dan anak. Dari scene diatas, menujukkan tentang pesan moral yaitu sempatkan pulang meskipun hanya sebentar untuk menemui orang tua. Kita sebagai anak harus tetap berbakti kepada kedua orang tua kita. Scene Pesan Moral ke 5: Menit ke-37, detik ke-27 Gambar 8. Adegan Pak Ali yang sedang Berdoa. Penanda : Seorang bapak yang sedang berdiam diri sembari mendoakan anaknya yang sedang berkuliah dan agar Ksatria menjadi orang sukses . Petanda : sikap bapak yang menandakan rasa sayang serta dukungan terhadap Ksatria. Adegan ini menandakan bahwa kasih sayang orang tua dapat ditunjukkan dengan selalu mendukung dan mendoakan yang terbaik untuk anaknya. Tampak sekali dari scene ini bapak sangat mendukung Ksatria yang sedang Dari scene diatas secara verbal maupun visual menunjukkan pesan moral yaitu mendoakan yang terbaik utnuk anaknya. Scene pesan moral ke 6 : Menit ke-39, detik ke-18 Gambar 9. Adegan saat Ksatria menasehati temannya. Meyarsa: Jurnal Ilmu Komunikasi dan Dakwah, 4 . , 2023: 102-113 Syafyarini dan Jihan Amalia Syahidah . Penanda : Ksatria yang menjelaskan agar mensyukuri kehidupan yang sedang dijalani. Selain itu juga berkata kita juga harus menikmati segala yang sudah terjadi. Petanda : Terlihat dengan sejalas sedang memberikan arahan tentang Dalam adegan ini disampaikan agar sebagai mahasiswa harus bisa menerima dengan lapang dada dalam menjalani kehidupan seperti apapun dan mensyukurinya. Sehingga diperoleh pesan moral yaitu bersyukurlah dan berserah diri pada Allah swt. Scene pesan sosial ke 3 : Jam ke-1, menit ke-04, detik ke-59 Gambar 10. Mengaji bersama . Penanda : para tetetangga yang sedang mengaji bersama sekaligus mengurus pemakaman pak Pramono yang telah meninggal. Petanda : Banyak tetangga yang datang kerumah Ilham. Dalam adegan ini menjelaskan bahwa setiap manusia pasti akan mati. Selain itu, dalam adegan ini menjelaskan bahwa manusia merupakan makhluk sosial sehingga tetap membutuhkan manusia lainnya dari hidup sampai akhir hayatnya. Sehingga ditemukan pesan sosial yaitu gotong royong dengan para tetangga. Scene pesan pendidikan ke 2 : Jam ke-1, menit ke-14, detik ke-59 Gambar 11. Mencari Sinyal Agar Bisa Kuliah . Penanda : Ksatria pergi ke sawah untuk mencari jaringan internet agar bisa mengikuti perkuliah pada saat itu. Petanda : Mencari jaringan internet di sawah. Meyarsa: Jurnal Ilmu Komunikasi dan Dakwah, 4 . , 2023: 102-113 Pesan dalam Film AuDaringAy Karya Mahasiswa Prodi KPI Angkatan 2018-2020 Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Iain Madura (Analisis Semiotika Ferdinand De Saussur. Dalam adegan ini menjelaskan kegigihan seorang mahasiswa untuk bisa mengikuti perkuliahan. Ia melakukan berbagai cara agar kuliahnya berjalan dengan lancar. Sehingga ditemukan pesan pendidikan yaitu tentang seorang mahasiswa yang tetap ingin menjalani kuliah dengan baik. Scene pesan sosial ke 4 : Jam ke-1, menit ke-22, detik ke-42 Gambar 12. Berkumpulnya Kembali Trio KPI. Penanda : mereka semua duduk bersama di teras kontrakan yang dulu ditempati, sembari menanyakan kabar satu sama lain. Petanda : berkumpulnya kembali trio KPI. Dalam adegan ini menjelaskan bahwa setiap pertemuan selalu ada Namun, perpisahan tersebut tidak menjadikan sebagai alasan untuk tidak berkomunikasi. Meskipun semuanya telah berubah akan tetapi menjalin silaturahmi harus tetap terjaga. Sehingga ditemukan pesan sosial tetap menjaga hubungan baik dengan teman ataupun orang-orang dimasa lalu adalah sebuah kewajiban meskipun harus terhalang jarak dan waktu. Jadi dalam film ini mengandung sebuah pesan pendidikan bahwa meskipun sedang terhalang oleh Covid-19, pendidikan harus tetap berjalan. Sedangkan kita sebagai mahasiswa harus tetap berusaha agar bisa mengikuti kuliah dengan sebaik mungkin, semangat dan tidak putus asa untuk menjalankan perkuliahan yang sedang berlangsung. Sekalipun itu dilakukan secara daring. Kesimpulan Terdapat tiga pesan bisa ditemukan dalam Film Daring. Pertama pesan moral mengenai seorang anak yang harus berbakti, bertutur kata yang baik serta larangan membohongi orang tua. Serta bagaimana kita sebagai manusia tidak lupa dengan salat 5 waktu dan selalu bersyukur atas segalanya. Kedua pesan sosial tentang pengorbanan orang tua kepada anaknya, tidak menghindari dari tanggung jawab, saling bergotong royong sesama tetangga dan saling menjaga hubungan baik dengan teman. Ketiga, yaitu pesan pendidikan yang menjelaskan bagaimana seorang mahasiswa yang ingin tetap menjalani kuliah dikondisi apapun. Dengan analisisi semotika pada Film Daring karya mahasiswa KPI yang berdurasi 1 jam 30 menit ini mengahasilkan 12 penanda dan petanda yang telah dipaparkan menggunakan teori Ferdinand De Seassure. Sehingga dapat disimpulkan dari keseluruhan film yang ditayangkan dengan penuh adegan penanda dan petanda, terdapat beberapa pesan yang bisa kita ambil yakni mulai dari pesan moral, pesan sosial dan juga pesan pendidikannya. Meyarsa: Jurnal Ilmu Komunikasi dan Dakwah, 4 . , 2023: 102-113 Syafyarini dan Jihan Amalia Syahidah Daftar Pustaka