SILABUS: Jurnal Ilmu dan Inovasi Pendidikan Vol. 2 No. Agustus 2025, pages: 35-39 DOI: https://doi. org/10. 62667/silabus. e-ISSN: 3047-1044 https://berugakbaca. org/index. php/silabus ANALISIS KETERAMPILAN BERBICARA BAHASA JERMAN MAHASISWA STAMBUK 2023 UNIVERSITAS NEGERI MEDAN Ghina Hilwani Salsabila1. Mawarni Br Sitanggang2. Erika Sahruni3. Dwi Nabilla Putri4. Rina Evianty5 Universitas Negeri Medan. Indonesia s@gmail. Article History Manuscript submitted: 13 Agustus 2025 Manuscript revised: 20 Agustus 2025 Accepted for publication: 28 Agustus 2025 Keywords Speaking Ability. Level Al German Abstract This article aims to determine the level of German speaking ability A1 in Stambuk 2023 students at Medan State University. This research use desciptive qualitative approach. The sample in this study were all students of class A standard 2023 at Medan State University. The sampling technique uses the Simple Random Sampling technique. The data collection technique uses a questionnaire. The results of this research show the level of German language skills possessed by students of the 1st semester German language study program who are in class A. Respondents consisting of 10 students admitted that it was easy to learn German on the Sich Vorstellen theme and they said they were able to introduce themselves in German. SILABUS@ 2024 Introduction Bahasa adalah alat komunikasi manusia yang paling penting dalam kehidupan. Untuk bertahan hidup, manusia harus menguasai bahasa dengan baik agar dapat berinteraksi. Ada empat jenis keterampilan berbahasa: Mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis. Keempat jenis keterampilan ini tidak dapat dipisahkan karena saling berhubungan dan mendukung satu sama lain dalam penggunaan bahasa. Kemampuan berbicara, sebagai salah satu keterampilan berbahasa, berfokus pada kemampuan mengucapkan bunyi-bunyi artikulasi atau kata-kata untuk mengekspresikan, menyatakan, serta menyampaikan pikiran, gagasan, dan perasaan secara lisan kepada orang lain, baik secara langsung maupun tidak langsung. Dengan kata lain, keterampilan berbicara diperlukan untuk menyampaikan pesan dan mencapai komunikasi yang baik dengan orang Berbicara merupakan salah satu keterampilan yang penting dalam berbahasa . alam hal ini bahasa Jerma. Bahasa Jerman sangat berbeda dengan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, terutama dalam hal tata bahasa. Bahasa Jerman adalah bahasa yang fleksibel, dimana kata-kata dalam bahasa Jerman dapat berubah bentuk tergantung pada waktu, jenis kelamin, jumlah dan kata benda/artikulasi . er, die, da. Perbedaan tata bahasa ini membuat para siswa takut membuat kesalahan dalam susunan kata saat berbicara. Menurut Abadi, perasaan negatif terhadap berbicara bahasa Jerman merupakan penyebab umum keengganan siswa untuk berbicara, misalnya karena malu, karena ditertawakan teman sekelasnya, karena pernah melakukan kesalahan, karena tidak memiliki keberanian untuk berbicara atau karena guru terlalu sedikit memberikan kesempatan berbicara di kelas. Faktor-faktor tersebut menyebabkan kemampuan berbicara siswa menjadi buruk dan kurang berkembang dengan baik. Akibatnya, siswa menjadi pasif di kelas dan kemampuan bahasa Jerman mereka menurun. Fromkin . menyatakan bahwa belajar bahasa asing/bahasa kedua . alam hal ini bahasa Jerma. tidak dapat disamakan dengan belajar bahasa pertama, karena banyak faktor yang mempengaruhi dalam belajar bahasa kedua, diantaranya faktor psikologis, fisik dan sosiologis perbedaan struktur bahasa kedua dan bahasa pertama. Atas dasar itu, kemampuan bahasa Jerman mahasiswa Stambuk tahun 2023 dianalisis pada level A1, khususnya pada topik perkenalan . emperkenalkan dir. Materials and Methods Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat kemampuan bahasa Jerman A1 di kalangan mahasiswa semester 1 Prodi bahasa Jerman Universitas Negeri Medan angkatan 2023. Karena penelitian ini membutuhkan data yang konkrit dan penulis ingin mendeskripsikan hasil penelitian, maka penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Instrumen atau alat penelitian yang digunakan dalam penulisan ini adalah kuesioner yang diberikan kepada seluruh mahasiswa semester 1 tingkat A Universitas Negeri Medan tahun Results and Discussions Proses pengumpulan data yang dilakukan dengan menggunakan metode kuesioner melalui media Gform, dengan mahasiswa program Studi Jerman Semester 1 Kelas A sebagai subjek penelitian yang memberikan hasil yang dibutuhkan oleh tim peneliti. Media Gform yang berisi beberapa pertanyaan telah mendapatkan respon dari subjek penelitian, sehingga tim peneliti mendapatkan hasil yang menunjukkan tingkat kemampuan bahasa Jerman mahasiswa semester pertama program studi bahasa Jerman, khususnya pada topik memperkenalkan diri, dengan cukup baik. Hal ini dikarenakan respon mahasiswa terhadap Gform menunjukkan bahwa rata-rata mahasiswa semester satu tingkat A sudah dapat membiasakan diri dengan bahasa Jerman Hampir semua dari mereka juga berpendapat bahwa tema imajinasi cukup mudah dipahami dan dipelajari, dan sejauh ini mereka tidak mengalami kesulitan dalam mempelajari tema Dengan demikian, mahasiswa semester 1 A sudah memiliki dasar-dasar untuk belajar bahasa Jerman, karena mereka sudah dapat memperkenalkan diri dalam bahasa Jerman. Conclusion Melalui penggunaan media Gform dalam pengumpulan data dengan metode kuesioner, diperoleh hasil mengenai tingkat kemampuan berbahasa Jerman mahasiswa semester 1 program bahasa Jerman tingkat A, khususnya pada topik memperkenalkan diri. Tim peneliti dapat menarik kesimpulan bahwa rata-rata tingkat kemampuan berbahasa Jerman pada topik Sich Vorstellen di kalangan mahasiswa semester 1 kelas A program bahasa Jerman semester 1 tidak terlalu tinggi, hal ini diperoleh dari hasil jawaban angket di Gform yang menunjukkan bahwa tidak ada kesulitan yang dialami oleh mahasiswa semester 1 kelas A dalam mempelajari bahasa Jerman dengan topik Sich Vorstellen. Dalam media Gform, 9 responden mahasiswa menyatakan bahwa mereka "bisa" memperkenalkan diri dalam bahasa Jerman. Selain itu, 9 responden menyatakan bahwa topik memperkenalkan diri cukup mudah dipahami dan dipelajari. References