P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. PENGARUH BEBAN KERJA. KOMPENSASI PEGAWAI DAN WORK LIFE BALANCE TERHADAP LOYALITAS PEGAWAI KSO TERMINAL PETIKEMAS KOJA Anggini Rahmadhani1. Mahmud2 Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Persada Indonesia Y. Jl. Diponegoro No. Jakarta Pusat. Indonesia e-mail: rahmadhani@upi-yai. sudiro@gmail. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk meneliti Pengaruh Beban Kerja. Kompensasi Pegawai dan Work Life Balance terhadap Loyalitas Pegawai KSO Terminal Petikemas Koja. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik survey dan kuesioner. Populasi sebesar 184 pegawai dengan melalui teknik Yamane diperoleh sampel sebesar 126 responden. Analisis data menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) dengan metode Partial Least Squares (PLS). Pengolahan data dalam penelitian ini menggunakan software SmartPLS versi Hasil penelitian ini menunjukkan Beban Kerja tidak berpengaruh terhadap Loyalitas Pegawai, dengan nilai p-values sebesar 0. 243 > 0. Kompensasi tidak berpengaruh terhadap Loyalitas Pegawai, dengan nilai p-values sebesar 0. 893 > 0. Work life balance berpengaruh terhadap Loyalitas Pegawai, dengan nilai p-values sebesar 0. < 0. Hal ini menunjukkan bahwa pentingnya menciptakan keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi pegawai untuk meningkatkan Loyalitas Pegawai di KSO Terminal Petikemas Koja. Kata Kunci: Pegawai Beban Kerja. Kompensasi Pegawai. Work Life Balance dan Loyalitas ABSTRACT This study aims to examine the Effect of Workload. Employee Compensation and Work Life Balance on Employee Loyalty of KSO Terminal Petikemas Koja. The method used is descriptive quantitative method. Data collection techniques using survey techniques and questionnaires. The population was 184 employees with a sample of 126 respondents obtained through the Yamane technique. Data analysis using Structural Equation Modeling (SEM) with the Partial Least Squares (PLS) method. Data processing in this study used SmartPLS software version 4. The results of this study indicate that Workload has no effect on Employee Loyalty, with a p-value of 0. 243> 0. Compensation has no effect on Employee Loyalty, with p-values of 0. 893 > 0. Work life balance affects Employee Loyalty, with p-values of 0. 000 < 0. This shows that it is important to create a balance between work and personal life of employees to increase Employee Loyalty at KSO Terminal Petikemas Koja. Keywords: Workload. Employee Compensation. Work Life Balance and Employee Loyalty PENDAHULUAN Kerjasama perusahaan dengan pihak lain, baik dalam maupun luar negeri, menjadi Dalam era globalisasi, persaingan kunci kemajuan bisnis. Perusahaan perlu bisnis semakin ketat karena pertumbuhan meningkatkan koordinasi sumber daya manusia agar hubungan sinergis dengan Vol 6 No 3 . : IKRAITH-EKONOMIKA Vol 6 No 3 November 2023 P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. pegawai terbentuk. Pegawai memiliki peran penting sebagai penentu, pelaku, dan perencana untuk mencapai tujuan Perusahaan menghadapi tantangan dalam mempertahankan sumber daya meningkatkan loyalitas pegawai. Terdapat dua kategori faktor yang memengaruhi tingkat loyalitas: . Faktor kepuasan atau motivator factors, seperti penghargaan, peluang kemajuan, tanggung jawab, perkembangan karir, tantangan, dan . Faktor ketidakpuasan atau hygiene factors, seperti hubungan interpersonal, pengawasan manajemen, keamanan tempat kerja, kepuasan kerja, beban kerja, dan keseimbangan kehidupan kerja yang sehat. Loyalitas pegawai dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti Beban Kerja. Kompensasi, dan Work-Life Balance. Perhitungan yang tepat terhadap beban kerja penting karena berpengaruh pada produktivitas dan kenyamanan pegawai dalam bekerja. Beban kerja dapat dibagi menjadi dua kategori: . Beban Kerja Kuantitatif, yang mencerminkan jumlah pekerjaan seperti jam kerja panjang, tekanan kerja tinggi, dan tanggung jawab . Beban Kerja Kualitatif, yang berkaitan dengan kemampuan pekerja tugas-tugas tanggung jawabnya. Penelitian (Suryani & Pratomo Rahman, 2. menyatakan bahwa beban kerja secara signifikan mempengaruhi loyalitas pegawai dengan dampak negatif. Namun, penelitian lain (Solihin, 2. menemukan bahwa loyalitas pegawai tidak terpengaruh oleh beban kerja. Faktor kedua yang berikutnya adalah kompensasi, yang mencakup penghasilan berupa uang, barang, atau layanan yang diberikan kepada pegawai sebagai penghargaan atas kontribusinya kepada perusahaan. Kompensasi dapat mencakup berbagai hal, seperti gaji, insentif, bonus, upah, premi, manfaat kesehatan, dan asuransi. Penelitian (Sukawati Suwandana, menemukan bahwa kompensasi memiliki pengaruh terhadap tingkat loyalitas Sehingga dapat disimpulkan bahwa harapan akan imbalan atau kompensasi menjadi alasan utama bagi seorang pekerja untuk bekerja dan berdedikasi kepada perusahaan. Namun, penelitian lain (Liyana et al. , 2. menunjukkan hasil yang berbeda, yaitu bahwa kompensasi tidak memengaruhi loyalitas pegawai. Work-life melaksanakan tanggung jawabnya secara efektif, sehingga mereka dapat mengatur waktu dan tanggung jawab dengan baik antara pekerjaan dan kehidupan pribadi, mengurangi konflik antara keduanya, dan mendapatkan kepuasan serta manfaat. Ada tiga aspek dalam keseimbangan kehidupan kerja menurut Bradley dalam (Ramadhani, 2. , yaitu keseimbangan waktu. Work-life balance menjadi salah satu faktor yang dapat meningkatkan loyalitas pegawai . l Kabir & Rahman, 2. Penelitian mereka menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara work-life balance dengan loyalitas pegawai. Namun, penelitian lain oleh (Gustina, 2. menemukan bahwa work-life balance tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap loyalitas karyawan di RSUD Dr. Moewardi Surakarta. KSO Terminal Petikemas Koja, sebuah pelabuhan petikemas di Indonesia, mengalami penurunan pegawai selama empat tahun terakhir karena pandemi COVID-19 dan program pensiun dini. Data menunjukkan bahwa kurangnya loyalitas pegawai mungkin menjadi penyebab penurunan pegawai, yang tercermin dalam pengajuan pensiun dini. Observasi awal menunjukkan bahwa loyalitas pegawai masih rendah. Vol 6 No 3 . : IKRAITH-EKONOMIKA Vol 6 No 3 November 2023 P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. Pegawai cenderung tidak patuh terhadap aturan, kurang berkontribusi dengan ide dan tenaga mereka, serta berdampak negatif pada kinerja bisnis. Beban kerja yang berlebihan, tugas tambahan di luar pekerjaan inti, dan kesulitan mencapai work-life balance menjadi tantangan utama yang mempengaruhi loyalitas Maka penulis membuat judul AuPengaruh Beban kerja. Kompensasi dan Work Life Balance Terhadap Loyalitas Pegawai Kerja Sama Operasi Terminal Petikemas KojaAy. untuk diselesaikan dalam waktu tertentu, dengan menggunakan keterampilan dan potensi mereka. Menurut (Sunyoto, 2. mengartikan beban kerja sebagai proses atau kegiatan yang melibatkan tugas yang terlalu banyak dan dapat menyebabkan tekanan pada individu. Pada penelitian ini, dimensi dan indikator Beban Kerja yang diterapkan yaitu . Faktor Eksternal, terdiri dari tugas, organisasi kerja, lingkungan kerja . Faktor Internal terdiri dari jenis kelamin, umur, ukuran tubuh, dan kepuasan (Hutabarat, 2. LANDASAN TEORI Loyalitas Pegawai Loyalitas antar pegawai adalah keragaman peran dan kemauan anggota untuk menyumbangkan pikiran dan waktunya untuk tujuan perusahaan (Hasibuan, 2. Sementara (Robbins & Coulter, 2. mengemukakan bahwa loyalitas adalah tekad seseorang untuk mengikuti aturan, menerapkannya, dan kesadaran dan tanggung jawab. Menurut (Siswanto & Syuhada, 2. , loyalitas dapat diartikan sebagai kemampuan dan tekad yang kuat untuk melakukan tugas dengan sungguh-sungguh serta mematuhi peraturan dengan kesadaran dan tanggung jawab pribadi. Pada penelitian ini. Menurut Saydam dalam (Wilianto, 2. dimensi Loyalitas yang diterapkan yaitu . Kepatuhan, . Tanggung Jawab, . Dedikasi, . Integritas. Kompensasi Istilah kompensasi merujuk pada segala bentuk uang, barang, atau layanan yang diberikan kepada pegawai sebagai imbalan atas jasa yang mereka berikan kepada perusahaan (Hasibuan, 2. Menurut (Simamora, 2. kompensasi merupakan istilah yang mencakup imbalan keuangan yang diterima pegawai sebagai akibat dari hubungan kerja mereka Kompensasi mencakup semua bentuk imbalan yang diterima pegawai sebagai penghargaan atas pekerjaan yang dilakukan. Program sumber daya manusia dengan usaha yang diperlukan (Handoko, 2. Pada penelitian ini, dimensi serta indikator Kompensasi yang digunakan . Kompensasi mencakup gaji, insentif, bonus, tunjangan dan . Kompensasi tidak langsung yang mencakup promosi jabatan, jaminan kesehatan, keselatan kerja, kesempatan belajar, pujian serta penghargaan (Hasibuan, 2. Beban Kerja Beban kerja adalah sekelompok atau sejumlah tugas yang harus diselesaikan oleh individu atau unit dalam perusahaan dalam batasan waktu yang telah ditentukan sebelumnya (Hutabarat. Menurut (Munandar, 2. , beban kerja merujuk pada tugas-tugas yang diberikan kepada pegawai atau pegawai Work Life Balance Menurut (Handayani, keseimbangan kehidupan kerja dapat tercapai saat seseorang bisa membagi Vol 6 No 3 . : IKRAITH-EKONOMIKA Vol 6 No 3 November 2023 P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. keterlibatan serta merasa puas pada peran Perihal ini ditandai dengan turunnya tingkat konflik antara pekerjaan serta keluarga . ork-family conflic. serta pekerjaan dan keluarga . ork-family work-family Sedangkan Schermerhorn dalam (Ramadhani, 2. , kehidupan kerja mengacu pada upaya seseorang untuk mencapai keseimbangan antara tuntutan pekerjaan dan tanggung jawab pribadi serta keluarga mereka. Work life balance menurut Lockwood dalam (Oktaviani & Budiono, 2. memaknai work-life balance selaku situasi di mana terdapat keseimbangan antara kehidupan pribadi dan kehidupan profesional Pada menurut McDonald Bradley dalam (Ramadhani, 2. dimensi dan Work life balance yang digunakan adalah: Keseimbangan . Keseimbangan keterlibatan serta . Keseimbangan kepuasan. Kerangka Pemikiran . H2: Terdapat pengaruh Kompensasi terhadap Loyalitas Pegawai KSO Terminal Petikemas Koja. H3: Terdapat pengaruh Work life balance terhadap Loyalitas Pegawai KSO Terminal Petikemas Koja. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode survei berbasis pendekatan deskriptif untuk mengumpulkan data faktual. Pendekatan digunakan untuk memanipulasi informasi Penelitian ini dilakukan pada populasi Kantor Pusat Terminal Petikemas Koja yang terdiri dari 184 pegawai. Menggunakan rumus Taro Yamane dengan tingkat kesalahan 5%, peneliti memilih 126 pegawai sebagai responden dalam sampel penelitian. Proses pemilihan sampel dilakukan secara acak . andom samplin. dari seluruh pegawai KSO Terminal Petikemas Koja. Penelitian ini menggunakan metode analisis data berbasis kuantitatif dengan Structural Equation Modeling (SEM) menggunakan metode Partial Least Squares (PLS). Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan software SmartPLS versi 4. HASIL DAN PEMBAHASAN Gambar 1 Kerangka Pemikiran Sumber: Diolah penulis, . Pengukuran Outer Model Uji Convergent Validity Gambar dan tabel berikut ini menjelaskan nilai outer loading dalam penelitian ini. Hipotesis Hipotesis alternatif yang akan diuji dalam penelitian ini adalah: H1: Terdapat pengaruh Beban Kerja terhadap Loyalitas Pegawai KSO Terminal Petikemas Koja. Vol 6 No 3 . : IKRAITH-EKONOMIKA Vol 6 No 3 November 2023 P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. layak untuk digunakan dalam penelitian ini, serta dapat diterapkan untuk analisis lebih lanjut. Pada tahap pengujian validitas konvergen selanjutnya, akan dievaluasi menggunakan hasil uji AVE (Average Variance Extracte. Berikut adalah tabel nilai AVE. Tabel 2 Hasil Uji Average Variance Extracted (AVE) Gambar 2 Hasil Pengolahan Data Variabel Sumber: Output SmartPLS, data diolah 2023 Berdasarkan hasil gambar diatas, berikut ini adalah pengolahan Tabel 1 Hasil Uji Outer Loadings Variabel Beban Kerja Kompensasi Work Life Balance Loyalitas Pegawai Indikator Loading Factor Rule Thumb Kesimpulan BK2 BK5 BK6 BK7 BK8 BK9 BK10 WLB1 WLB2 WLB3 WLB4 WLB5 WLB7 WLB8 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Sumber: Output SmartPLS, data diolah 2023 Setelah pengolahan data dan eliminasi instrumen yang tidak valid, semua instrumen yang tersisa telah memenuhi kriteria dengan nilai > 0. Ini menunjukkan bahwa semua indikator telah dinyatakan valid dan BEBAN KERJA (X. KOMPENSASI (X. WLB (X. LOYALITAS (Y) Average Variance Extracted (AVE) Sumber: Output SmartPLS, data diolah 2023 Sesuai data yang tercantum pada Tabel, nilai AVE yang melebihi 0. 50 untuk setiap variabel, dapat disimpulkan bahwa semua variabel memenuhi persyaratan validitas konvergen. Uji Discriminant Validity Berikut ini adalah tabel yang menunjukkan hasil pengujian validitas Tabel 3 Discriminant Validity Ae Heterotrait Monotrait BEBAN KERJA (X. KOMPENSASI (X. WLB (X. LOYALITAS (Y) BEBAN KERJA (X. KOMPENSASI (X. WLB (X. LOYALITAS (Y) Sumber: Output SmartPLS, data diolah 2023 Sesuai hasil yang terdapat dalam Tabel. HeterotraidMonotraid (HTMT) menunjukkan bahwa seluruh nilai berada di bawah 0. Oleh sebab itu, dapat disimpulkan bahwa semua konstruk dinyatakan valid secara diskriminan. Vol 6 No 3 . : IKRAITH-EKONOMIKA Vol 6 No 3 November 2023 P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. Untuk melakukan uji validitas membandingkan nilai akar kuadrat AVE dengan nilai korelasi antar konstruk. Berikut ini adalah hasil output nilai dari Fornell-Larcker yang menunjukkan hasil Tabel 4 Discriminant Validity Ae Fornell Larcker BEBAN KERJA (X. KOMPENSASI (X. WLB (X. LOYALITAS (Y) KOMPENSASI (X. WLB (X. LOYALITAS (Y) WLB1 WLB2 WLB3 WLB4 WLB5 WLB7 WLB8 Sumber: Output SmartPLS, data diolah 2023 Sesuai Tabel tersebut, menunjukkan bahwa seluruh variabel laten memiliki discriminant validity yang baik, di mana indikator dalam blok indikator untuk setiap variabel mempunyai nilai loading yang lebih tinggi dibandingkan indikator dalam blok indikator variabel lainnya. BEBAN KERJA (X. Sumber: Output SmartPLS, data diolah 2023 Pada tabel tersebut, dapat diambil kesimpulan bahwa model ini valid karena sesuai kriteria discriminant validity. Untuk melakukan uji discriminant validity, selanjutnya memeriksa hasil pengujian yang terdapat dalam tabel Cross Loading pada smartPLS. Berikut ini adalah tabel nilai dari Cross Loading. Tabel 5 Discriminant Validity - Cross Loading Uji Composite Reliability Uji digunakan untuk mengevaluasi nilai indikator-indikator dalam sebuah variabel. Uji ini melibatkan penggunaan Cronbach's Alpha serta Composite Reliability, dengan keputusan yang didasarkan pada nilai-nilai Berikut ini adalah tabel yang menunjukkan validitas serta reliabilitas Tabel 6 Construct Reliability and Validity BEBAN KERJA (X. KOMPENSASI (X. WLB (X. LOYALITAS (Y) BK2 BK5 BK6 BK7 BK8 BK9 BK10 Sumber: Output SmartPLS, data diolah 2023 Sesuai tabel di atas, dapat dilihat bahwa nilai Cronbach's Alpha Composite Reliability melebihi 0. Oleh sebab itu, dapat diambil kesimpulan bahwa variabel yang diuji dinyatakan Variabel CronbachAo s Alpha Composit Reliability BEBAN KERJA (X. KOMPENSAS I (X. WLB (X. LOYALITAS (Y) Vol 6 No 3 . : IKRAITH-EKONOMIKA Vol 6 No 3 November 2023 Average Variance Extracte d (AVE) P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. valid ataupun reliabel. Dengan demikian, model struktural dapat dilakukan pengujian lebih lanjut. Pengukuran Inner Model R2 (R-Squar. Berikut ini adalah tabel R-Square yang menunjukkan hasil evaluasi tersebut. Tabel 7 R - Square R-square LOYALITAS (Y) R-square Sumber: Output SmartPLS, data diolah 2023 Berdasarkan tabel di atas, nilai RSquare Adjusted yakni 0. Hal ini 1% Loyalitas Pegawai dapat dijelaskan oleh variabel Beban Kerja. Kompensasi dan Work Life Balance, dengan kata lain bahwa variabel independent memberi pegaruh bersama Sementara itu, sisanya sebesar . % - 65. 1% = 34. 9%) Loyalitas pegawai dijelaskan oleh faktor-faktor lain di luar dari penelitian ini. -squar. Berikut adalah hasil output untuk f-square yang menunjukkan tingkat kontribusi relatif dari variabel laten independen laten dependen. Tabel 8 f-square BEBAN KERJA (X. KOMPENSASI (X. WLB (X. BEBAN KERJA (X. KOMPENSASI (X. WLB (X. LOYALITAS (Y) Sumber: Output SmartPLS, data diolah 2023 Berdasarkan Tabel di atas, variabel Beban Kerja terhadap Loyalitas Pegawai memiliki nilai f-square sebesar 0. menunjukkan kontribusi yang kecil terhadap Loyalitas Pegawai. Variabel Kompensasi terhadap Loyalitas Pegawai memiliki nilai f-square sebesar 0. menunjukkan bahwa variabel tersebut tidak memiliki kontribusi terhadap Loyalitas Pegawai. Sementara itu, variabel Work life balance terhadap Loyalitas Pegawai memiliki nilai f-square sebesar 623, menunjukkan kontribusi yang besar terhadap Loyalitas Pegawai. Uji Hipotesis Uji hipotesis digunakan untuk menentukan apakah variabel independen memiliki pengaruh terhadap variabel Pengujian menggunakan nilai statistik dengan alpha 5%. Hasil output pengukuran path coefficient dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 9 Path Coefficient BEBAN KERJA (X. LOYALITAS (Y) KOMPENSASI (X. LOYALITAS (Y) WLB (X. LOYALITAS (Y) Original (O) Sample (M) Standard (STDEV) T statistics (|O/STDEV|) Sumber: Output SmartPLS, data diolah 2023 Berdasarkan tabel di atas, hasil uji hipotesis dapat dijelaskan sebagai berikut: Variabel Beban Kerja memiliki tstatistik atau thitung . < ttabel . atau p-value . < 0. Perihal ini menunjukkan bahwa H0 diterima (H1 ditota. berarti Beban Kerja tidak berpengaruh terhadap Loyalitas Pegawai. Variabel Kompensasi Pegawai memiliki t-statistik thitung . < ttabel . atau p-value . < 0. Perihal ini menunjukkan bahwa H0 (H1 Kompensasi Pegawai Vol 6 No 3 . : IKRAITH-EKONOMIKA Vol 6 No 3 November 2023 P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. Loyalitas Pegawai. Variabel Work life balance memiliki tstatistik atau thitung . > ttabel . atau p-value . < 0. Perihal ini menunjukkan bahwa H0 ditolak (H1 diterim. berarti Work life balance berpengaruh terhadap Loyalitas Pegawai. Gambar 3 Hasil Bootstrapping Sumber: Output SmartPLS, data diolah 2023 Goodness of Fit (GoF) Goodness of Fit (GoF) digunakan untuk mengevaluasi tingkat kesesuaian dan validitas model penelitian. Berikut ini adalah rumus dan perhitungan untuk Goodness of Fit (GoF). Keterangan: yaycOya = Nilai rata-rata AVE ycI2 = Nilai rata-rata R2 Berdasarkan perhitungan di atas, nilai Goodness of Fit (GoF) dalam penelitian ini adalah 0. 654, yang menunjukkan bahwa tingkat kesesuaian dan validitas model penelitian ini dinyatakan tinggi atau kuat. Pembahasan Pengaruh Beban Kerja Terhadap Loyalitas Pegawai Berdasarkan hasil pengujian, dapat disimpulkan dalam tabel path coefficient dapat dilihat bahwa Beban Kerja memiliki nilai original sampel terhadap Loyalitas Pegawai sebesar 133 dan nilai thitung . < ttabel . atau p-value . < 0. Hal ini menunjukkan bahwa H0 diterima (H1 ditota. berarti Beban Kerja tidak berpengaruh terhadap Loyalitas Pegawai. Hasil penelitian ini juga mendukung temuan penelitian sebelumnya (Solihin, 2. yang menyatakan bahwa loyalitas pegawai tidak dipengaruhi oleh Beban Kerja. Namun, terdapat perbedaan dengan penelitian lain seperti (Pratama et , 2. dan (Julyanti & Pujiarti, 2. yang menemukan bahwa Beban Kerja signifikan terhadap loyalitas pegawai. Pengaruh Kompensasi Pegawai Terhadap Loyalitas Pegawai Berdasarkan hasil pengujian, dapat disimpulkan dalam tabel path Kompensasi Pegawai memiliki nilai original sampel terhadap Loyalitas Pegawai sebesar 0. 015 dan nilai thitung . < ttabel . atau p-value . < 0. Perihal ini menunjukkan bahwa H0 diterima (H1 ditota. berarti Kompensasi Pegawai tidak berpengaruh terhadap Loyalitas Pegawai. Hasil penelitian ini juga mendukung temuan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh (Liyana et al. , 2. yang menyatakan bahwa Kompensasi tidak memiliki pengaruh secara signifikan terhadap loyalitas. Namun, terdapat perbedaan dengan penelitian lain seperti (Sukawati & Suwandana, 2. dan (Rukmana Kompensasi Vol 6 No 3 . : IKRAITH-EKONOMIKA Vol 6 No 3 November 2023 P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. memiliki pengaruh positif serta signifikan terhadap variabel loyalitas pegawai. Sustainable Development , 10. https://doi. org/10. 7176/JESD Pengaruh Work Life Balance Terhadap Loyalitas Pegawai Berdasarkan hasil pengujian, dapat disimpulkan dalam tabel path coefficient dapat dilihat bahwa Work life balance memiliki nilai original sampel terhadap Loyalitas Pegawai sebesar 0. dan nilai thitung . > ttabel . atau p-value . < 0. Perihal ini menunjukkan bahwa H0 ditolak (H1 diterim. berarti Work life balance berpengaruh terhadap Loyalitas Pegawai. Hasil penelitian ini didukung oleh penelitian sebelumnya, seperti penelitian oleh . l Kabir & Rahman, 2. yang menyatakan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara Work life balance dengan loyalitas pegawai. Temuan serupa juga ditemukan pada penelitian oleh (Bagis & Adawiyah, 2. dan (Basem et al. , 2. yang menyimpulkan bahwa Work life balance memiliki pengaruh positif terhadap loyalitas pegawai. Bagis. , & Adawiyah. WorkLife balance and Work Culture Employee Loyalty Construction Companies: The Mediating Role of Job Satisfaction. International Conference Business. Accounting. Economics (ICBAE). https://doi. org/10. 4108/eai. KESIMPULAN Berdasarkan analisis penelitian ini penulis menyimpulkan sebagai berikut: Beban Kerja tidak berpengaruh terhadap Loyalitas Pegawai KSO Terminal Petikemas Koja. Kompensasi Pegawai Loyalitas Pegawai KSO Terminal Petikemas Koja. Work Life Balance berpengaruh terhadap Loyalitas Pegawai KSO Terminal Petikemas Koja. DAFTAR PUSTAKA