Jurnal Ilmiah Keperawatan dan Kesehatan Alkautsar (JIKKA) e-ISSN : 2963-9042 online: https://jurnal. id/index. php/JIKKA PEMBERIAN MINUMAN JAHE MADU HANGAT UNTUK MENGATASI BERSIHAN JALAN NAPAS TIDAK EFEKTIF PADA ANAK DENGAN INFEKSI SALURAN PERNAFASAN AKUT (ISPA) Rema Ustufia Putri1. Ratna Kurniawati2 ,Tri Suraning Wulandari3 1,2,3 Akademi Keperawatan Alkautsar Temanggung Email : remaustufiaputri0601@gmail. com, ratnaummudzaky@gmail. woelancahya@yahoo. Email korepondensi : remaustufiaputri0601@gmail. ABSTRAK Acute Respiratory Infection atau sering dikenal dengan ISPA yaitu Infeksi Saluran Pernafasan Akut. ISPA merupakan salah satu permasalahan kesehatan yang telah menjangkit sebanyak 12,8% dari jumlah balita yang ada di Indonesia. Penyakit ISPA mengakibatkan terganggunya obstruksi jalan pernafasan yang disebabkan oleh akumulasi sekret yang berlebihan. Sekret yang tidak efektif dan tertahan menyebabkan munculnya beberapa masalahan keperawatan antaranya yaitu jalan nafas yang bersihannya tidak Masalah ini dapat diatasi dengan memberikan minuman jahe dan madu hangat. Kandungan minyak atsiri, senyawa zigiberen dan zigiberol dalam jahe serta vit C dalam madu, bermanfaat dalam peluruh dahak dan mengurangi keparahan batuk. Penelitian ini menggambarkan tentang keefektifan minuman jahe dan madu hangat dalam mengatasi masalah jalan nafas yang bersihannya tidak efektif pada ISPA. Penelitian berupa study Hasil penelitian kedua responden setelah diberikan minuman jahe dan madu hangat selama 3, mengalami peningkatan jalan nafas yang bersihannya efektif yang dinilai dari luaran bersihan jalan nafas. Kesimpulannya masalah mengenai jalan nafas yang tidak efektif pada ISPA dapat diatasi menggunakan strategi berupa mengkonsumsi madu hangat dan minuman jahe selama 3 hari. Kata Kunci: Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif. Infeksi Saluran Pernapasan Akut. Jahe Madu ABSTRACT Acute Respiratory Infection or often known as ISPA is Acute Respiratory Tract Infection. ARI is one of the health problems that has infected as many as 12. 8% of the number of toddlers in Indonesia. ARI disease results in disruption of airway obstruction caused by excessive accumulation of secretions. Ineffective and retained secretions cause several nursing problems including an airway that is not effectively cleaned. This problem can be solved by giving warm ginger and honey drinks. The content of essential oils, zygiberen and zygiberol compounds in ginger and vit C in honey, are beneficial in sputum discharge and reducing cough severity. This study describes the effectiveness of warm ginger and honey drinks in overcoming the problem of ineffective airway clearance in ARI. The research is a case study. The results of the study of the two respondents after being given warm ginger and honey drinks for 3 days, experienced an increase in effective airway clearance as assessed by airway clearance outcomes. In conclusion, the problem of ineffective airway in ARI can be overcome using strategies such as consuming warm honey and ginger drinks for 3 days. Keywords: Acute Respiratory Infection. Ginger Honey. Ineffective Airway Clearance PENDAHULUAN World Health Organization pada tahun 2020 melaporkan bahwa penyakit ISPA mortalitas dan mordibitas menularnya penyakit di seluruh bagian dunia. Indonesia pada tahun 2018, prevalensi ISPA mencapai 9,3%, dengan angka penderita ISPA di Provinsi Jawa Tengah sebesar 8,5% (Kemenkes RI, 2018 dalam Loka Data, 2. Kelompok berusia 14 tahun mempunyai prevalensi tertinggi yakni mencapai persentase 13,7% sedangkan untuk prevalensi tinggi selanjutnya ialah balita yang mencapai persentase sebesar 12,8% (Kemenkes RI, 2. Penyakit ISPA mengakibatkan terganggunya obstruksi jalan pernafasan yang disebabkan oleh akumulasi sekret yang berlebihan (Bourke & Burns. Penanganan masalah jalan nafas nonfarmokologis dan farmakologis. Pendekatan nonfarmakologis mencakup penggunaan minuman jahe dan madu, yang mengandung senyawa yang antioksidan, dan peluruh dahak atau obat batuk (Noer et al. , 2. Sementara itu, pemberian obat kusia, antihistamin, vitamin C, dan vaksinasi (Suswita et al. Sementara itu, pendekatan nonfarmakologis mencakup Penelitian ini bertujuan untuk minuman jahe dan madu hangat dalam mengatasi masalah jalan nafas yang bersihannya tidak efektif pada ISPA. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan subyek yang terdiri dari 2 orang responden ISPA mengalami ketidakefektifan bersihan jalan nafasnya. Peneliti mengumpulkan data melalui wawancara dan observasi. Data yang diolah yakni hasil observasi, hasil pemeriksaan fisik/tubuh responden, dan wawancara. Proses wawancara dilakukan dengan memberi beberapa pertanyaan kepada responden serta mengisi lembar observasi. Melalui media tersebut data dapat dikumpulkan. Setelah dilakukan pengecekan ulang terhadap responden maka data bisa diambil kesimpulan. HASIL DAN PEMBAHASAN Dipilihnya memiliki kualifikasi berupa masalah ketidakefektifan bersihan jalan nafas dengan berdasarkan beberapa indikator pengkajian ISPA meliputi: batuk dan pilek, suhu badan naik lebih dari 37 C, secret di hidung yang berlebihan, mata melunaknya langit-langit dan ulva posterior, serta sakit tengorokan. Responden pertama adalah An. usia 15 bulan. Pengkajian pada An. dilakukan pada 26 Maret 2023 dengan hasil pemeriksaan terdapat tanda-tanda ISPA. Responden kedua adalah An. usia 14 bulan. Pengkajian pada An. dilakukan pada tanggal 28 Maret 2023 dengan hasil pemeriksaan terdapat tanda-tanda ISPA semenjak diperiksa lima hari lalu. Hasil pengkajian ISPA yang dilakukan pada kedua responden diuraikan pada Tabel 1. Hasil Pengkajian ISPA Batuk dan Pilek Suhu badan naik lebih dari 37 C Sekret di hidung yang berlebihan Mata mengeluarkan air Sakit tenggorokan Langit-langit lunak dan uvula posterior Responden 1 Tidak Ada Ada Oo Oo Oo Oo Oo Oo Responden 2 Tidak Ada Ada Oo Oo Oo Oo Oo Oo Sakit kepala Lesu Oo Oo Oo Oo Manifestasi Klinis ISPA Berdasarkan tabel 1, dapat di simpulkan bahwa kedua responden mengalami ISPA. Dilihat dari hasil pengkajian ISPA kedua responden mengalami 7 gejala ISPA yaitu batuk dan pilek, suhu badan naik lebih dari 37 C, sekret dihidung yang berlebihan, mata mengeluarkan air, sakit tenggorokan, sakit kepala, lesu dan yang tidak ditemukan gejala pada kedua responden yaitu langit-langi lunak dan uvula posterior. Pengkajian dilanjutkan dengan mengkaji masalah keperawatan pada kedua responden sesuai gejala dan tanda ketidakefektifan bersihan jalan nafas, dengan hasil pemeriksaan di uraikan pada tabel 2. Tabel 2. Hasil Pengkajian Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif Responden 1 Tanda dan Gejala Mayor Ada Batuk tidak efektif Tidak mampu batuk Sputum berlebih Mengi, wheezing dan ronkhi kering Dipsnea Sulit bicara Orthopnea Gelisah Bunyi nafas menurun Frekuensi nafas beubah Pola nafas berubah Hasil keperawatan pada tabel 2 dapat mengalami masalah bersihan jalan nafas tidak efektif yang disebabkan oleh sekresi yang tertahan. Dengan presentase tanda dan gejala mayor bersihan jalan nafas tidak efektif adalah 100 % di kedua Selain melakukan pengkajian bersihan jalan nafas tidak efektif pada responden, peneliti juga melakukan identifikasi kriteria inklusi pada An. dan An. S dengan penjabaran pada table. Berdasarkan memberikan minuman jahe dan madu hangat selama 3 hari dengan dosis 250 ml/hari untuk menyelesaikan masalah bersihan jalan nafas tidak efektif pada ISPA dan mengetahui hasil tindakan yang diberikan. Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) merupakan infeksi akut pada saluran pernafasan bawah yang berlangsung sampai 14 hari. ISPA sering ditemukan pada balita karena sistem Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Tidak Ada Responden 2 Ada Tidak Ada Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo pertahanan tubuh mereka masih rendah (Dkk & Wahyuningsih & Astarani. ISPA disebabkan oleh berbagai mikroorganisme seperti virus, bakteri, jamur, dan protozoa. Bakteri dan virus, termasuk bakteri stafilokokus dan streptokokus pneumonia, serta virus influenza, adalah penyebab paling umum (Dkk & Wahyuningsih & Astarani. Gejala ISPA yang dialami kedua responden meliputi batuk, pilek, peningkatan suhu tubuh di atas 37 derajat, sekret hidung berlebihan, air mata berlebihan, sakit tenggorokan, sakit kepala, dan rasa lesu atau kelelahan . Data yang ditemukan pada kedua responden sesuai dengan identifikasi masalah bersihan jalan nafas tidak efektif berdasarkan (PPNI, 2. dengan tanda dan gejala seperti batuk tidak efektif, tidak mampu batuk, sputum berlebih, mengi, wheezing, atau ronki kering, dan mekonium di jalan nafas (PPNI, 2. Pemberian minuman jahe madu hangat adalah salah satu tindakan bersihan jalan nafas tidak efektif pada ISPA. Jahe memiliki sifat antiinflamasi, antivirus, dan antimikroba, sedangkan madu memiliki sifat antimikroba dan antiinflamasi yang dapat membantu meredakan peradangan di saluran pernapasan serta mengurangi batuk . Intervensi pemberian minuman jahe madu hangat dilakukan selama 3 hari dengan dosis 250 ml/hari sebelum tidur kepada kedua responden, mengacu pada penelitian sebelumnya (Suswita et , 2022 ) (Susilowati et al. , 2. (Noer et al. , 2. Hasil pencapaian bersihan jalan nafas tidak efektif pada kedua subjek studi kasus menunjukkan peningkatan pada semua indikator kriteria hasil pada responden pertama dengan data objektif seperti produksi sputum menurun, sulit bicara atau serak pada pasien menurun, pola nafas dan frekuensi nafas membaik, serta data subjektif dari ibu pasien. Pada responden kedua, terdapat data objektif seperti produksi sputum menurun, rewel menurun, pola nafas dan frekuensi nafas membaik, pasien tidak lesu lagi, serta data subjektif dari ibu Data menunjukkan bahwa An. I dan An. S mengalami peningkatan bersihan jalan nafas setelah diberikan minuman jahe madu hangat dengan dosis 250 ml/hari selama 3 hari berturut-turut, sesuai dengan penelitian sebelumnya (Susilowati et al. , 2. dan (Noer et al. KESIMPULAN Pemberian minuman jahe madu hangat merupakan salah satu intervensi keperawatan untuk perawatan bersihan jalan nafas yang berfokus pada pemberian minuman jahe madu hangat pada pasien ISPA. Mengkonsumsi jahe madu hangat 250ml/hari selama 3 hari pada sore hari, merupakan tindakan untuk meningkatkan bersihan jalan nafas pada pasien ISPA. DAFTAR PUSTAKA