JOINT (Journal of Information Technolog. Vol. 03 No 02 Agustus 2021 ISSN: 2527-9467/. ISSN: 2656-7539 PENGGUNAAN QR CODE BERBASIS KRIPTOGRAFI ALGORITMA AES ADVANCED ENCRYPTION STANDARD UNTUK ADMINISTRASI REKAM MEDIS Ferdiansyah1. Asep Id Hadiana2. Fajri Rakhmat Umbara 3 Teknik Informatika. Universitas Jenderal Achmad Yani Jalan Terusan Jend. Sudirman. Cibeber. Kec. Cimahi Sel. Kota Cimahi. Jawa Barat 40531 1ferdiansyah@student. hadiana@lecturer. umbara@gmail. AbstrakAi Data Administrasi dalam kesehatan dapat mengandung beberapa informasi penting, seperti identitas pasien, dokter, bahkan fasilitas kesehatan. Kemanan data diperlukan untuk menjaga kerahasiaan dan mencegah pihak yang tidak berwenang menyalahgunakan data tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjawab gap yang ada dengan Penggunaan QR Code mengamankan Kemudian QR Code tersebut dibagian Dokumen untuk Manajemen Administrasi. Pada penelitian ini, pesan data Informasi rahasia disematkan ke QR code berbasis Kriptografi dengan menggunakan Metode AES Advanced Encyrption Standard. QR code akan memperbaiki kesalahan yang dihasilkan prosedur penyematan rahasia ke dalam dokumen, kemudian QR code dapat memvalidasi untuk menampilkan data. Penulis melakukan pengujian dengan menggunakan metode brute force dan Pengujian AES untuk memastikan keamanan Aplikasi ini berjalan sebagaimana mestinya dalam mengamankan data tersebut. Hasil dari penelitian ini adalah QR code dapat mengamankan dokumen data Administrasi Rekam Medis dengan menggunakan metode AES. Dengan ini diharapkan dapat mengurangi potensi kebocoran data Administrasi Rekam Medis secara signifikan. Kesimpulan dari Penulis telah menyajikan pendekatan untuk mengamankan data menggunakan teknologi menyimpan yang digunakan untuk otentikasi saat melakukan request data administrasi. Penggunaan metode keamanan AES Advanced Encyrption Standard ini memberikan keuntungan dalam penggunaan yang mudah dan penggunaan sumber daya yang efisien Kata kunciAi kriptografi. Advanced Encryption Standard. QR Code, validasi. AbstractAiAdministrative data in health can contain some important information, such as the identity of patients, doctors, and even health Data security is needed to maintain confidentiality and prevent parties who do not misuse the data. The purpose of this study is to answer the gap that exists with the use of QR Code Documents. Then the QR Code is divided for Administrative Management. In previous studies using QR codes based on Cryptography for administrative data systems in the health sector. In this study, confidential information data messages are embedded into a Cryptographic-based QR code using the AES Advanced Encryption Standard Method. The QR code will correct the error generated by the secret embedding procedure into the document, then the QR code can validate to display the data. The author conducted testing with brute force and AES methods to ensure the security of the application running properly in the data. The result of this research is that the QR code can enter Medical Record Administration data documents using the AES method. With this, it is expected to significantly reduce the potential for data leakage from the Medical Record Administration. The conclusion of the authors in this study aims to perform data administration by using a QR Code based on Cryptography. The author has presented an approach to accessing data using the storage technology used for authentication when performing data administration requests. The use of this AES Advanced Encryption Standard security method provides the advantages of ease of use and efficient use of resources KeywordsAi cryptography. Advanced Encryption Standard. QR code, validation. PENDAHULUAN QR Code mampu menyimpan semua jenis data, seperti data angka/numerik, alpanumerik, biner . Selain itu QR Code memiliki tampilan yang lebih kecil daripada barcode. Oleh karena itu, jika simbol QR Code kotor ataupun rusak, data dapat disimpan dan dibaca. Tiga tanda berbentuk persegi di tiga sudut memiliki fungsi agar simbol dapat dibaca dengan hasil yang sama dari sudut manapun. Untuk mengantisipasi terjadinya pemalsuan dokumen, maka dilakukan pengamanan dengan cara menyisipsikan suatu objek pengenal seperti ID, atau tanda tangan yang digunakan untuk mencocokkan konten yang tertulis pada dokumen,. yang kemudian akan disisipkan dan diproses sedemikian rupa menjadi sebuah kode yang akan diidentifikasi dan dicocokkan. QR Code merupakan teknik yang mengubah data tertulis menjadi kode 2 dimensi yang tercetak kedalam suatu media yang lebih ringkas. Dengan QR Code, informasi keaslian dokumen tersebut dibuat menjadi lebih sederhana dan simpel tanpa mengetikkan informasi kode atau surat keterangan pada dokumen tersebut. Pada bidang Kesehatan. Potensi teknologi informasi telah berperan penting dan senantiasa mengalami Hal ini dapat dilihat dari adanya akses luas dalam hal memperoleh informasi yang dibutuhkan dengan mudah. Dengan adanya Sistem dalam bidang khususnya Kesehatan. Perubahan fungsi mulai bergeser pada sebuah Kerahasiaan Administrasi. Oleh sebab itu dibutuhkan sebuah cara yang dapat menjaga kerahasiaan dan keamanan pada perlindungan informasi dari pihak yang tidak sah. Salah satu mekanisme untuk meningkatkan keamanan data. adalah dengan menggunakan teknik kriptografi. salah satunya adalah Algoritma Advance Encryption Standard. , data yang disimpan ke dalam QR code kemudian disisipkan ke JOINT (Journal of Information Technolog. dokumen sehingga tidak mudah dibaca. Proses Enkripsi adalah proses yang dilakukan untuk merubah suatu informasi sehingga tidak dapat dibaca. Sebaliknya. Proses dekripsi merupakan suatu proses yang mengembalikan informasi yang sudah dienkripsi menjadi bisa dibaca Kembali. Telah banyak penelitian-penelitian yang membahas Metode algoritma AES Advanced Encryption Standard Contohnya seperti data Administrasi yang berisi data yang berkaitan dengan kesehatan milik banyak pasien. Terdapat beberapa kasus kebocoran data yang pernah terjadi di dunia. Salah satunya adalah yang terjadi pada perusahaan penyedia pencarian Sistem bernama JustDial yang menyebabkan 100 juta data Administrasi bocor. Data pengguna yang bocor antara lain nama, email, nomor ponsel, alamat, jenis kelamin, tanggal lahir, foto, pekerjaan, dan nama perusahaan yang bekerja dengan perusahaan tersebut. Kejadian ini disebabkan oleh Sistem Informasi yang masih menggunakan Aplikasi . RFID Radio Frequency Identity yang tidak terproteksi dan hanya sedikit digunakan oleh perusahaan namun dibiarkan tetap aktif dipakai dalam bidang Industri dan Kependudukan. Kebocoran data ini ditemukan oleh seorang peneliti keamanan bernama Kentaro Fukuchi yang sedang melakukan pengembangan terhadap QR code,. Lalu kemudian Kentaro Fukuchi melakukan pembaruan tentang QR code. Pada penelitian ini Penulis akan menggunakan Metode Algoritma AES Advanced Encryption Standard ini sebagai bukti tingkat keamanan yang baik, bisa dibuktikan dengan penelitian DES Data Encryption Standard pada penelitian sebelumnya membahas tentang legalisasi ijazah. dengan kriptografi visual untuk enkripsi dan dekripsi pada RFID Code dengan metode DES Data Encryption Standard tersebut. Namun dari penelitian-penelitian tersebut masih jarang dan hampir sudah tidak ada tentang penelitian Data Encyrption Standard ini yang menerapkan keamanan yang baik terhadap Penggunaan metode tersebut. Kemudian Penulis melakukan Pembaruan . pada implementasi QR code data Administrasi Rekam Medis ini dengan kekurangan memiliki celah keamanan yang disebabkan oleh tidak adanya sistem otentikasi bawaan yang dapat mengancam privasi data yang ditransmisikan. Masalah ini penting untuk diatasi untuk memastikan data yang ditransformasi terhindar dari penyalahgunaan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Untuk mengatasi masalah tersebut metode Penulis mengusulkan metode AES Advance Encryption Standard digunakan untuk mengamankan . Teknik Enkripsi dan Dekripsi antara Fasilitas Kesehatan Klinik dengan Bagian Apoteker. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjawab gap yang ada dengan Penggunaan QR Code mengamankan Kemudian QR Code tersebut akan ditempel dibagian Dokumen untuk Manajemen Administrasi. Hasil dari penelitian ini akan bermanfaat dalam pengamanan data Administrasi, khususnya data yang bersifat rahasia seperti data Administrasi Rekam Medis. Rumusan Masalah Terdapat celah keamanan ketika data Administrasi mengirimkan data melalui Sistem yang mengamankan data dengan Sistem Aplikasi tanpa pengamanan data seperti otentikasi yang menyebabkan keamanan data Administrasi dapat ditembus dengan mudah sehingga diperlukan Vol 03 No 02. Agustus 2021 pengamanan QR code dan login dengan harapan dapat menghasilkan keamanan yang lebih modern dan aman. Tujuan Tujuan yang ingin dicapai pada penelitian ini adalah untuk menyelesaikan masalah keamanan data Administrasi Reakm Medis dengan membuat QR Code yang berfungsi untuk mengelola hak akses dan untuk melihat seluruh data Administrasi rekam medis dengan cara menerapkan dan kemudian memindai QR code didalam dokumen menggunakan perangkat kamera yang tersedia dengans metode keamanan AES Advanced Encryption Standard. Ruang Lingkup Aplikasi QR Code dibangun untuk mengelola hak akses membuka data Administrasi Rekam Medis dari Fasilitas Kesehatan dengan menerapkan QR code metode keamanan AES Advanced Encryption Standard. II. LANDASAN TEORI Kombinasi keamanan sistem Aplikasi merupakan hal yang menarik dan banyak diteliti oleh peneliti-peneliti di bidang keamanan data. Tercatat dari tahun 2016-2021 terdapat 994 publikasi yang teridentifikasi di Science Direct mengenai keamanan ini. Hal ini berdampak pada meningkatnya jumlah penelitian tersebut pada berbagai bidang, seperti bidang kesehatan. Tinjauan pustaka pada penulis ini menguraikan tentang teori prinsip dasar penelitian terdahulu tentang bagaimana tujuan utama dari Metode AES Advanced Encryption Standard sebagai salah satu metode dalam mengamankan suatu sistem. AES (Advanced Encryption Standar. AES (Advanced Encryption Standa. adalah lanjutan dari algorima enkripsi standar DES (Data Encryption Standa. yang masa berlakunya dianggap telah usai karena faktor keamanan Algoritma ini termasuk jenis simetri yang disebut juga sebagai algoritma konvensional, yaitu algoritma yang menggunakan kunci enkripsi dan kunci dekripsi yang sama. AES menggunakan sandi blok kunci simetris dengan ukuran kunci bervariasi, yaitu 128 bit, 192 bit, dan 256 bit. Pemerintah Amerika Serikat telah mengadopsi AES sebagai standar enkripsi. Standar ini terdiri dari 3 blok cipher, yaitu AES-128. AES-192, dan AES-256 yang diadopsi dari koleksi yang lebih besar yang awalnya diterbitkan sebagai Rijndael. AES telah dianalisis secara luas dan sekarang digunakan di seluruh dunia, seperti halnya dengan pendahulunya. Data Encryption Standard (DES). Konsep QR Code QR QR Code adalah kode batang dua dimensi yang merupakan pengembangan barcode barcode sebelumnya. Jika data barcode lama disimpan secara horizontal, tetapi QR Code data disimpan secara horizontal dan vertikal. Dengan kemampuan untuk menyimpan dalam dua dimensi QR Code tentunya bisa menyimpan lebih banyak data dan variatif daripada barcode. Itu jenis data yang dapat disimpan di QR Code adalah termasuk mode Numerik, mode Alfanumerik, 8bit mode byte, dan Mode Kanji. Algoritma enkripsi yang digunakan adalah AES128 dengan ECB sebagai mode buku kode elektronik. Itu Ferdiansyah, : Penggunaan QR Code BerbasisA Parameter Kode QR menggunakan Kode QR PHP perpustakaan, seperti format keluaran dalam PNG. Tingkat ECC adalah Tengah, ukuran gambar adalah 6, dan ukuran bingkai adalah 2. target format file objek harus dalam format JPG / JPEG. PNG, dan GIF. Format file keluaran dalam JPG / JPEG. lebar maksimum file keluaran adalah 2126 dan 1414 untuk tinggi maksimal Tabel 1 Karakterisitik Simbol QR code Numerik Data 7890 Karakter Alphanumeric data 4296 Karakter 8-bit byte data 2953 Karakter Karakter Kanji 1817 Karakter perubahan dari saat di buat atau di kirim, sampai data tersebut dibuka oleh penerima data Otentikasi (Authenticatio. yaitu berhubungan dengan identifikasi yang berkomunikasi kebenaran sumber . Nirpenyangkalan (Non Repudaiatio. yaitu memberikan cara untuk membuktikan bahwa suatu dokumen datang dari seorang tertentu sehingga apabila ada orang yang mencoba mengakui memiliki dokumen tersebut, dapat dibuktikan kebenarannya dari pengakuan orang tersebut . Autentikasi Dalam hal ini autentikasi merupakan sebuah proses identifikasi yang dilakukan oleh pihak yang satu terhadap pihak yang lain ataupun sebaliknya dengan melakukan berbagai proses identifikasi untuk memastikan keaslian dari informasi yang diterima. Penggunaan QR Code Bagian QR code yang terdiri dari pattern, separator, timming pattern, alignment pattern. Dan Disimpan pada 3 khusus di bagian kanan atas, kiri atas dan kiri bawah. Pola finder memiliki perbandingan . Separator yaitu Ditempatkan diantara pola dengan posisi format terang. Timing Patterns Berada pada ujung pola deteksi yang memotong dari satu ujung deteksi dengan ujung lainnya. Berbentuk garis pembatas berisi nilai 1 dan 0. Alignment Patterns Pola penyelaras posisi dengan finder pattern. Encoding Region Wilayah dari data yang dimasukkan dan di encoding dalam bentuk QR code Format Information: Menginformasikan kerusakan QR Code pada level tertentu. Version Information Versi dari QR Code. Versi terkecil memiliki 21x21 modul dan terbesar 177x177 modul 9 Quiet Zone: Zona tidak ada pola atau tanda, berada pada 4 sisi gambar QR Code. Jika sebuah QR Code tidak terdapat zona ini, maka ada kemungkinan QR code sulit terbaca Password (Kata Sand. Penulis telah melakukan eksperimen untuk mencoba menentukan kebiasaan pengguna yang khas dalam memilih kata sandi ketika tidak ada batasan yang diberikan pada pilihan mereka. Hasil mengecewakan, kecuali untuk orang Dalam koleksi dari 2. 339 kata sandi yang dikumpulkan dari banyak pengguna selama jangka waktu yang lama. Tabel Spesifikasi dapat dilihat pada Tabel 2. Kriptografi Aplikasi kriptografi juga banyak digunakan di improvisasi pembuatan QR Code seperti yang menggunakan Advance Encryption Standard (AES) enkripsi pada sistem legalitas digital dan menggunakan modifikasi Algoritma SHA dalam pembuatan QR Code. Mencetak perlindungan dokumen dapat menggunakan kombinasi QR Code dan tanda tangan digital tak terlihat. Sedangkan pada teknik lainnya dengan menggabungkan teknik watermark dan QR Code . dengan memasukkan gambar ke dalam gambar QR Code, dapat dilihat alur atau Proses pada Gambar 1 605 terdiri dari enam huruf, semuanya huruf kecil Tabel 2 Password Akses Spesifikasi 15 adalah karakter ASCII tunggal. 72 adalah string dari dua karakter ASCII. 464 adalah string dari tiga karakter ASCII. 477 adalah string dari empat alfamerik. 706 adalah lima huruf, semua huruf besar atau semua huruf kecil. PERANCANGAN Dalam Bab i ini perancangan menjelaskan pada Perancangan perangkat lunak yaitu Perancangan Library QR code. Perancangan Otentikasi. Perancangan Kamera QR code perangkat lunak. Class Diagram dan Usecase Diagram dan Aplikasinya, hingga Rancangan Antarmuka pengguna dari perangkat lunak yang dibangun. Kerahasiaan (Confidentialit. yaitu menjaga pesan tidak dapat di baca oleh pembaca oleh pihak yang tidak berhak melihat Perolehan Data Pengumpulan Data yang diperoleh dari Fasilitas Kesehatan (Faske. akan dikumpulan dan selanjutnya diolah Pengumpulan data ini dilakukan selama kurang lebih 2-4 bulan. data ini dilakukan observasi langsung terhadap data yang diperoleh seperti Pemilik, dan bagian Staff Fasilitas Kesehatan. Untuk data sekunder. Data sekunder berupa data obat lainnya yang diperoleh dari Fasilitas Kesehatan tersebut. Persediaan data saat ini dilakukan untuk mengetahui jumlah Obat dan data rekam medis untuk menguraikan daftar rekam medis Fasilitas Kesehatan Integritas Data . ata Integrit. yaitu memberikan jaminan bahwa untuk tiap pesan tidak akan mengalami Sistem otentikasi berfungsi untuk memvalidasi request yang berasal dari admin atau user guna memastikan terdaftar Gambar 1 Kriptografi Kriptografi Bertujuan untuk memberikan layanan pada aspek keamanan yaitu: JOINT (Journal of Information Technolog. Vol 03 No 02. Agustus 2021 pada database dan memiliki hak akses untuk mengakses data rekam medis. Untuk membuatnya diperlukan perancangan algoritma dan sequence diagram. teridentifikasi bahwa bukan robot. Untuk Secret Key dan Site Key berfungsi untuk identifikasi pemanggilan verifikasi fungsi API dari Developers. com, dapat dilihat pada Spesifikasi Kebutuhan Aplikasi QR code Spesifikasi ini menjelaskan tentang Perancangan Library QR Code, penulis menerapkan beberapa library untuk diterapkan dan digunakan dalam bidang Sektor Kesehatan yaitu Administrasi Rekam Medis. Library ini berfungsi untuk penerapan dan bagian dari perancangan QR code yang dibuat untuk menyisipkan QR code tersebut untuk dokumen Administrasi Rekam Medis. Kemudian pada Library Captcha Spesifikasi ini suatu bentuk uji tantangan yang digunakan dalam keamanan untuk memastikan bahwa serangan tidak dapat dihasilkan oleh suatu komputer dan jaringan, dilihat dari Gambar 2 dan Library QR code Tabel 3 Tabel 4 Site dan Secret key Captcha $secret_key = "6LcRo7QbaGUxiqlFSqIyGjR0hMBlRuRH3ugi".