909 JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. November 2025 FAKTOR PENARIK ( PULL FACTOR) DAN PENDORONG ( PUSH FACTOR) WISATAWAN KE DESA WISATA SASAK ENDE LOMBOK TENGAH Etty Suryawati1. Sri Susanty2. Primus Gadu3 1,2,3 Sekolah Tinggi Pariwisata E-mail: 1Ettysuryawati644@gmail. com 2srisusantympar@gmail. primusgadu@gmail. Article History: Received: 18-08-2025 Revised: 19-09-2025 Accepted: 22-09-2025 Keywords: Faktor penarik . ull facto. , faktor pendorong . ush facto. , desa wisata. Abstract: Penelitian ini membahas tentang faktor penarik . ull facto. dan faktor pendorong . ush facto. wisatawan ke Desa Wisata Sasak Ende Kabupaten Lombok Tengah. Hasil penelitian diuraikan dalam beberapa jawaban terhadap rumusan-rumusan masalah yaitu faktor penarik apa saja yang mempengaruhi wisatawan berkunjung ke Desa Wisata Sasak Ende dan faktor pendorong apa saja yang ikut mempengaruhi keinginan wisatawan berkunjung ke Desa Wisata Sasak Ende . Dengan menggunakan metode wawancara, observasi, dokumentasi dan menggunakan teknik analisis data diskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Faktor penarik . ull facto. wisatawan berkunjung Kedesa Wisata Sasak Ende Lombok Tengah diantaranya cuaca/iklim destinasi, transportasi/ akses, atraksi pariwisata,amenitas, adanya keterlibatan Lembaga wisata,lingkungan hidup yang alami dan juga buatan, mampu menjadi faktor-faktor penarik minta wisatawan, sedangkan terdapat 12 faktor pendorong wisaatawan berkunjung ke Desa Wisata Sasak Ende yaitu escape. Relaxation, play. Strengthening family bonds. Prestige. Social interaction. Educational opportunity. Self-fulfilment. Romance. Wish Financial Security. Leisure time PENDAHULUAN Pariwisata merupakan salah satu sektor yang sangat diminati oleh masyarakat saat ini dan merupakan peluang bisnis yang menjanjikan. Sektor pariwisata diyakini mampu mendorong perekonomian baik masyarakat dan pemerintah. Pembangunan pariwisata di Indonesia dilakukan oleh pemerintah sebagai bagian dari sebuah pembangunan nasional. Hal itu dikarenakan pariwisata termasuk dalam sektor terpenting sebagai penggerak perekonomian. Menurut Muljadi . , kepariwisataan merupakan salah satu subsektor andalan pembangunan nasional Indonesia yang mendorong pertumbuhan ekonomi dengan meningkatkan perolehan devisa, kesempatan usaha, dan kesempatan kerja sehingga dalam pembinaannya perlu dilaksanakan secara optima. Hal tersebutlah yang membuat pemerintah bersama pihak swasta sangat berupaya untuk menciptakan dan mengembangkan berbagai produk daya tarik yang baru dan menarik. Pengembangan industri pariwisata sendiri mempunyai pengaruh yang cukup kuat bagi perkembangan wilayah di daerah sekitar obyek wisata, agar tidak menjadi daerah yang tertinggal, dengan potensi daerah di sektor a. https://ejournal. id/JRT JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. November 2025 pariwisata yang dimiliki daerah tersebut, harusnya dapat menjadi suatu batu loncatan untuk mengembangkan daerah tersebut dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah dari sektor pariwisata yang ada. NTB terdiri dari dua pulau besar yaitu pulau Lombok dan pulau Sumbawa. Pulau Lombok menjadi salah satu pilihan tempat wisata terbaik di Indonesia, baik wistawan lokal maupun mancanegara karena memiliki berbagai pilihan dan alternatif sehingga tergolong kaya potensi. Daerah yang kaya akan sumber daya alam dengan kondisi daratan yang luas, hampir separuh berupa hutan dengan keanekaragaman ekosistem yang tinggi, kaya akan sumber daya lanskap. Selain berupa vegetasi dengan segala isinya, juga berupa pemandangan alam gunung, lembah, ngarai, air terjun, sungai, danau, goa, dan desa wisata. Semuanya merupakan sumber daya alam dan buatan yang memiliki potensi besar untuk area wisata alam. Di Pulau Lombok, pemerintah menyadari pentingnya sarana pendukung, guna meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan setiap Berdasarkan data dari Dinas Pariwisata Nusa Tenggara Barat, jumlah angka kunjungan wisatawan mancanegara dan wisatawan nusantara ke Pulau Lombok mengalami peningkatan yang Tahun 2018 angka kunjungan wisman dan wisnus ke NTB berkurang, hal ini terjadi karena pada bulan Agustus 2018 Lombok terkena bencana alam gempa bumi yang mengakibatkan pariwisata di beberapa daerah sempat terhenti. Berbagai upaya dilakukan dalam rangka memulihkan pariwisata di NTB, pemerintah pusat dan pemerintah daerah bekerja sama untuk terus melakukan kegiatan promosi, sehingga pada tahun 2019 angka kunjungan wisman dan wisnus kembali meningkat dengan total 3. Namun pada tahun 2020 dan 2021 kembali menurun karena wabah pandemi Covid-19 yang mengakibatkan sektor pariwisata dan industri lainnya banyak yang tutup (Dispar Prov, 2. Namun Kembali naik di tahun 2022 dengan total Meyambut konsep yang diusung pemerintah tersebut. Pemerintah Nusa Tenggara Barat (NTB) aktif dalam mengembangkan potensi desa wisata yang ada. Sejalan dengan tujuan pembangunan kepariwisataan. Dalam penetapan peraturan Menteri Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif / Kepala Badan Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia tentang panduan pengembangan desa kreatif bahwa Au pengembangan ekonomi kreatif di lingkungan desa memiliki potensi yang sangat besar untuk membangkitkan ekonomi desa, mengurangi kemiskinan, mengatasi pengangguran, melestarikan alam, lingkungan, dan memajukan kebudayaan serta berkontribusi meningkatkan Produk Domestik Bruto (PDB) Nasional Au. Melalui Surat Keputusan Gubernur Tahun 2019. Pemerintah NTB menentukan 99 desa wisata binaan. Selain untuk meningkatkan kemampuan ekonomi masyarakat, hal ini juga dilakukan untuk memperkenalkan wisata budaya yang dimiliki NTB. Pengembangan pariwisata pedesaan relatif berbeda dengan bentuk pengembangan pariwisata di kota-kota besar. Wisata pedesaan adalah bentuk wisata yang identik dengan panorama alam yang didukung dengan kekayaan flora dan fauna. Keramah-tamahan masyarakat, terjaganya budaya dan tradisi lokal dengan menawarkan kuliner tradisional khas daerah setempat dalam suasana yang tenang saat berwisata. Sejauh ini, pemerintah Nusa Tenggara Barat telah memiliki desa wisata yang menjadi sarana promosi kebudayaan dari Nusa Tenggara Barat. Salah satu desa wisata yang mengusung pariwisata budaya adalah Desa Wisata Sasak Ende Lombok Tengah. Desa Wisata Sasak Ende sangat mempertahankan budaya serta adat - istiadat yang ada. Sehingga, kondisi rumah adat dan seni budaya Desa Sasak Ende tetap lestari. Dusun Ende merupakan salah satu dusun wisata yang terletak di Kecamatan Pujut. Kabupaten Lombok Tengah. Dusun tradisional ini menawarkan a. https://ejournal. id/JRT JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. November 2025 atraksi budaya Suku Sasak berupa arsitektur rumah khas, kebiasaan masyarakat lokal, dan juga hasil karya cipta masyarakat berupa tenun khas Lombok serta proses pembuatannya. Menurut Andi. M . 0 Desa Sasak Ende merupakan salah satu desa wisata yang ditempati oleh suku sasak dengan memiliki kearifan lokal yang khas. Penduduk desa Ende menjalani aktifitas sehari-hari dengan memegang teguh tradisi yang masih mengakar dari para leluhurnya. Hal ini terlihat rumah yang beratapkan alang-alang yang menjadi ciri Suku Sasak tentu menjadi pemandangan yang menarik. Atap rumah yang dibuat miring memang disengaja agar para tamu yang mengunjungi rumah harus menundukkan kepala sebagai penghormatan kepada sang pemilik rumah. Selain itu rumah dibangun dengan menggunakan bahan tanah liat dicampur kotoran kerbau, kotoran ini jadi perekat atau bisa di bilang sebagai semen. Terdapat berbagai tradisi yang unik di Desa Ende. Menurut (Cannadin. , tradisi adalah lembaga baru didandani dengan daya pikat kekunoan yang menentang zaman tetapi menjadi ciptaan mengagumkan. Tradisi lahir disaat tertentu ketika orang menetapkan fragmen tertentu dari warisan masa lalu sebagai tradisi. Kehidupan di kampung Sasak Ende masih sangat tradisional, terlihat dari aktivitas yang dilakukan penduduknya seperti tempat tinggal, pakaian dan sebagian besar menggunakan kayu sebagai bahan bakar untuk memasak. Walaupun memiliki karakteristik yang serupa dan memiliki lokasi berdekatan. Kampung Sasak Ende mendapat perhatian kurang, baik dari akademisi, peneliti, ataupun wisatawan. Berdasarkan data yang didapatkan dari Guest Book atau buku tamu dan Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Tengah, bahwa kunjungan wisatawan mancanegara dan nusantara ke Desa Wisata Sasak Ende 5 tahun terakhir masih mengalami peningkatan yang fluktuatif, dimana angka kunjungan wisatawan ke Desa Sasak Ende masih lebih rendah dibandingkan dengan angka kunjungan ke destinasi wisata lainnya di Lombok Tengah khususnya. Berdasarkan hal tersebut pengelolaan pariwisata bukanlah sesuatu yang mudah diperhatikan dalam usaha tersebut yaitu wisatawan sebagai pengguna jasa dan pelaku pariwisata ( Masyarakat Lokal, stakeholder dan Pemerinta. sebagai penyedia jasa pariwisatanya. Penelitian ini bermaksud mengetahui faktor penarik ( pull facto. dan pendorong ( push facto. wisatawan ke desa wisata sasak ende lombok tengah. Hasil nantinya akan dijadikan sebagai bahan evaluasi dan dasar untuk pengelolaan dan pengembangan pariwisata Desa wisata Ende ke depannya dalam menentukan startegi perencanaan yang baik untuk melayani wisatawan, memberikan kontribusi dan tambahan informasi bagi pihak terkait guna pengembangan dan peningkatan kinerja komponen pariwisata Desa Ende. Kabupaten Lombok Tengah, dengan mempertimbangkan beberapa fenomena seperti jumlah kunjungan wisatawan yang masih sangat rendah dan fluktuasi dibandingkan dengan desa wisata lainnya yang ada di Lombok Tengah, meskipun telah dilakukan berbagai upaya yang bertujuan untuk meningkatkan kunjungan dan loyalitas wisatawan, baik oleh pihak pengelola sendiri maupun pihak pemerintah dan stakeholder setempat terhadap eksistensi dan keberlanjutan Desa Wisata Sasak Ende Lombok Tengah. LANDASAN TEORI Penelitian terdahulu digunakan sebagai pedoman penelitian lebih lanjut untuk mendapatkan data yang lebih valid untuk menghindari adanya duplikasi atau plagiasi, serta menjamin keaslian dan keabsahaan penelitian. Tetapi, dipenelitian ini tidak dapat dipungkiri tentang adanya kemiripan dengan penelitian-penelitian terdahulu dari segi masalah yang akan diteliti, maupun lokasi atau tempat penelitian. Adapun penelitian-prenelitian terdahulu yang penulis jadikan pedoman yaitu : penelitian yang dilakukan oleh Rizal Alfisyahr & Lusy Deasyana R D, . tentang Au a. https://ejournal. id/JRT JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. November 2025 Faktor Pendorong Dan Faktor Penarik Dari Wisatawan Domestik Di Kabupaten Malang. IndonesiaAy. Studi ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif, dimana peneliti bertujuan untuk menggambarkan sebuah fenomena yang diambil melalui survei dalam bentuk data kuantitatif. Fenomena yang akan dijelaskan adalah motivasi wisatawan domestik untuk melakukan kunjungan wisata ke Kab. Malang. Populasi dari penelitian ini adalah wisatawan domestik yang melakukan kunjungan ke salah satu destinasi wisata di Kab. Malang. Dengan responden dibatasi dari usia 16-60 tahun, dan jumlah sampel sebanyak 250 responden yang diambil menggunakan metode accidental sampling. Adapun hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa hanya terdapat satu faktor pendorong yang dominan yaitu Istirahat dan Relaksasi dan terdapat dua faktor penarik yang dominan, yaitu Alam dan Warisan Sejarah dan Fasilitas. yaitu penelitian yang dilakukan oleh Ucok Pargaulan Lubis . yang mengkaji tentang AuFaktor Yang Mempengaruhi Tentang Wisatawan Dalam Berkunjung Ke Wisata Swimbath Desa Bahapal. Kecamatan Bandar Huluan. Kabupaten Simalungun. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kenyamanan dan promosi berpengaruh pada pilihan untuk mengunjungi ke objek wisata Swimbath. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan teknik observasi dan wawancara serta analisis data. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa faktor-faktor yang menarik wisatawan, seperti kejernihan air, kesejukan, serta keindahan alam diswimbat dapat menarik minat wisatawan, selain itu, harga tiket masuk ke tempat pemandian yang diminati juga lebih murah, yaitu sepuluh ribu per orang dewasa dan gratis untuk anak-anak. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu untuk meningkatkan pendapatan masyarakat, menciptakan dan memperluas lapangan pekerjaan mendorong pelestarian dan pengembangan budaya lokal, mendorong pelestarian lingkungan hidup, meningkatkan fasilitas dan perkembangan pemukiman masyarakat. Penelitian yang di lakukan oleh Ratu Sinar Sari Tanjung. Mas Dadang Enjat Munajat, dan Evi Novianti . dengan tema Au Pengaruh faktor Pendorong dan Penarik Terhadap Keputusan Berkunjung Ke Devoyage BogorAy dapat disimpulkan bahwa faktor penarik dan pendorong memiliki pengaruh terhadap keputusan berkunjung ke Devoyage Bogor dengan uji secara simultan, jika uji parsial factor pendorong memiliki pengaruh pada indikator romance dan faktor penarik terdapat pengaruh pada indikator static factor dan Information/Advertisement. Teknik pemilihan informan dalam penelitian ini adalah teknik random, jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian deskriptif kuantitatif, dalam analisis data dilakukan dengan regresi linier berganda. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini dikategorikan dalam dua tipe, yaitu data primer dan data sekunder. Adapun teknik pengumpulan data yang diperoleh dalam penelitian ini dengan menggunakan teknik observasi, kuesioner, studi literature dan dokumentasi. Penilaian faktor penarik dan faktor pendorong terhadap keputusan berkunjung ke Devoyage Bogor dengan meminta responden mengisi pernyataan pada kuesioner dengan skala likert. Penelitian ini membutuhan seratus responden yang sudah melakukan kunjungan Devoyage Bogor untuk mengisi kuesioner. Selanjutnya data diolah menggunakan metode regresi linier berganda. METODE PENELITIAN Penelitian ini disusun menggunakan teknik Deskriptif yang menggunakan bentuk dan strategi deskriptif kualitatif. Yang berhubungan dengan AuFaktor Penarik yang mempengaruhi kunjungan wisatawan ke Desa Wisata Sasak EndeAy, dimana bertujuan untuk menggambarkan suatu fenomena atau gejala sebenarnya yang sedang berlangsung pada saat penelitian dilakukan. https://ejournal. id/JRT JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. November 2025 Menurut Sugiyono . , metode penelitian kualitatif sering di sebut metode penelitian naturalistik karena penelitiannya dilakukan pada kondisi yang alamiah . atural settin. Penelitian kualitatif merupakan suatu pendekatan penelitian yang mengungkapkan situasi sosial tertentu dengan mendeskripsikan kenyataan secara benar, dibentuk oleh kata-kata berdasarkan teknik pengumpulan dan analisis data yang relevan yang diperoleh dari situasi yang alamiah. Tujuan penelitian kualitatif adalah untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian yang digunakan untuk meneliti hal-hal yang berkaitan dengan penelitian perilaku, sikap, motivasi, persepsi dan tindakan subjek. Dengan kata lain, jenis penelitian tersebut, tidak bisa menggunakan metode kuantitatif Prosedur Penelitian Prosedur penelitian adalah langkah-langkah yang digunakan sebagai alat untuk mengumpulkan data dan menjawab pertanyaan-pertanyaan dalam penelitian. Di dalam prosedur penelitian ini, penulis membahas tentang metode dan teknik pengumpulan data, populasi dan sampel penelitian, penyusunan alat pengumpulan data, langkahlangkah pengumpulan data dan prosedur pengolahan data. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan di Desa Wisata Ende. Kabupaten Lombok Tengah. Diambilnya lokasi ini karena termasuk kategori Desa Wisata. Pemilihan Desa Ende sebagai lokasi obyek penelitian dilakukan secara sengaja . yang didasarkan beberapa pertimbangan, yaitu: aspek desa wisata dan aspek komponen daya tarik wisata. Desa Ende memiliki daya tarik yang bersifat autentik yang menonjolkan suasana Desa Suku Sasak, mengingatkan bahwa untuk sampai ke Desa Ende, pengunjung atau wisatawan akan menempuh perjalanan dari Bandara Internasional Airport dengan waktu kurang lebih 15 menit. Pengunjung atau wisatawan juga dapat menonton berbagai atraksi yang ada di Desa Wisata Ende, selain atraksi wisatawan juga dapat membeli kain tenun hasil dari pengrajin lokal. Penentuan Informan Dalam penelitian kualitatif peneliti adalah instrumen utama, sedangkan informan kunci . ey informa. boleh peneliti sendiri atau orang lain yang dapat memberikan informasimen dalam tentang masalah yang diteliti dalam penelitian ini, peneliti memilih beberapa informan berjumlah 30 orang yaitu, 1Kepala Desa, 1 Pokdarwis,3 Pemandu Wisata dan Wisatawan mancanegara dan domestic 25 orang. peneliti memilih informan yang sesuai kepada hal-hal yang ingin ditanyakan peneliti yang berkaitan dengan judul, yang bisa memberikan data sesuai dengan kondisi yang ada di Desa Wisata Sade. Dengan demikian penentuan informan pada penelitian ini adalah kepala Desa, ketua pokdarwis, pemandu wisata dan wisatawan. Jenis dan Sumber Data Data Primer Data Primer merupakan sumber data yang didapatkan langsung dari sumber utamanya. Data primer didapatkan dari hasil observasi, wawancara dan analisis penulis dengan kejadian yang sesuai terjadi di lapangan. Data primer diperoleh langsung dari informan dalam hal ini Pemerintah desa. Pokdarwis (Kelompok sadar wisat. , pemandu wisata, tokoh adat, serta masyarakat sekitar melalui wawancara dan observsi. Data Sekunder Sumber data sekunder merupakan sumber yang diperoleh dari sumber bacaan dan berbagai sumber lainnya yang terdiri dari buku, jurnal, serta internet yang digunakan peniliti dalam penulisan Proposal Skripsi ini. Instrumen Penelitian a. https://ejournal. id/JRT JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. November 2025 Instrumen penelitian merupakan alat bantu yang digunakan dalam pengambilan data oleh peneliti untuk menganalisis hasil peneliti yang dilakukan. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi yang memerlukan alat bantu yang disebut dengan instrument penelitian. Instrumen yang dimaksud dalam penelitian ini yaitu pedoman wawancara, pedoman observasi, kamera, handphone, dan alat tulis. Teknik Pengumpulan Data Untuk mengumpulkan data dalam kegiatan penelitian diperlukan cara-cara atau metode pengumpulan data tertentu, sehingga proses penelitian dapat berjalan dengan lancar. Penelitian kualitatif pada umumnya menggunakan metode Observasi. Wawancara dan Dokumentasi. Atas dasar konsep tersebut, maka ketiga metode pengumpulan data diatas digunakan dalam penelitian ini. Lebih jelasnya mengenai metode pengumpulan data dapat dijelaskan sebagai berikut : Observasi Menurut Herdiansyah, . dalam Herdiansyah Haris, . 3: . observasi adalah teknik pengumpulan data melalui proses melihat, mengamati, dan mencermati serta merekam prilaku secara sistematis. Penulis melihat dan mengamati kegiatan-kegiatan dan kondisi yang ada di Desa Wisata Ende secara langsung untuk menjaring data agar dapat di simpulkan sesuai dengan data yang dibutuhkan. Wawancara Menurut Berger . alam Kriyantono, 2. wawancara merupakan percakapan antara periset . eseorang yang ingin mendapatkan informas. dan informan . eseorang yang dinilai mempunyai informasi penting terhadap satu obje. Penulis melakukan wawancara terhadap pengelola dan wisatawan yang datang berkunjung ke Desa Wisata Ende Dari penjelasan diatas peneliti menggunakan wawancara semi terstruktur. Wawancara dalam penelitian ini dilakukan secara langsung dengan bertanya kepada informan dengan menggunakan panduan wawancara yag berasal dari pengembangan topik guna memperoleh informasi yang dibutuhkan yaitu tentang Faktor daya tarik . ull facto. yang mempengaruhi kunjungan wisatawan ke Desa Wisata Sasak Ende. Dokumentasi Menurut Sugiyono . dokumentasi merupakan suatu cara yang digunakan untuk memperoleh data dan informasi dalam bentuk arsip, buku, dokumen, tulisan, angka, dan gambar yang berwujud laporan serta keterangan yang dapat mendukung penelitian. Teknik dokumentasi digunakan penulis untuk memperoleh data mengenai Faktor daya tarik . ull facto. yang mempengaruhi kunjungan wisatawan ke Desa Wisata Sasak Ende yaitu berupa foto dan materi. Selain itu metode dokumentasi juga digunakan untuk memperoleh data mengenai profil Desa Wisata Sasak Ende yang berupa Buku, foto atau gambar dan profil Desa Wisata Sasak Ende. Teknik Analisis Data Analisis data merupakan proses mencari dan menyusun secara sistematis data hasil wawancara,observasi, dan dokumentasi dengan cara mengorganisasikan data dan memilih mana yang paling penting serta mana yang perlu dipelajari serta membuat kesimpulan sehingga nantinya mudah untuk dipahami. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data kualitatif yang digunakan peneliti. Adapun alasan peneliti menggunakan analisis kualitatif yaitu untuk dapat digunakan dalam menemukan apa yang tersembunyi di balik suatu fenomena. Artinya data yang di analisa dari gejala-gejala yang diamati tidak selalu berbentuk angka ataupun koefisien antar variable. https://ejournal. id/JRT JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. November 2025 Adapun langkah-langkah yang dilakukan adalah sesuai dengan analisis deskriptif kualitatif dari Miles dan Huberman, 1984 . alam Sugiyono, 2. Reduksi data, yaitu merangkum, memilih dan memfokuskan hal-hal yang penting kemudian dicari tema dan polanya . elalui proses penyuntingan, pemberian kode dan Setelah data dipilih kemudian disederhanakan, data yang tidak diperlukan disorit sehingga data yang sudah direduksi akan memberikan gambaran yang jelas dan mempermudah penelitian untuk melakukan penarikan kesimpulan untuk sementara. Penyajian data . isplay dat. dilakukan dengan membangun kembali data yang telah direduksi dan disajikan dalam bentuk teks naratif dengan permasalahan yang diteliti. Penarikan kesimpulan, dilakukan setelah melakukan penyajian data dan merupakan temuan baru berupa deskripsi atau gambaran suatu objek yang masih belum jelas dan masih bersifat negatif. Pengecekan keabsahan Data Pengecekan keabsahan data bertujuan untuk membuktikan apakah data yang digunakan benar-benar valid dengan memadukan landasan teori yang menjadi landasan Adapun untuk metode menguji keabsahan data tersebut yaitu: Triangulasi Triangulasi adalah teknik pengecekan keabsahan data dari berbagai sumber dengan cara membandingkan hasil wawancara yang telah dilakukan dengan data atau hasil observasi yang dilakukan di lapangan sebagai pembanding data tersebut. Dengan demikian terdapat tringulasi sumber, triangulasi teknik pengumpulan data, dan Triangulasi Sumber Triangulasi sumber untuk menguji kredibilitas data dilakukan dengan cara mengecek data yang telah diperoleh melalui beberapa informan. Triangulasi Teknik Tringulasi teknik untuk menguji kredibilitas data yang dilakukan dengan cara mengecek data kepada sumber yang sama dengan teknik yang berbeda. Misalnya data diperoleh dengan wawancara, lalu di cek dengan observasi, dokumentasi atau kuisioner. Tringulasi Waktu Data yang dikumpulkan dengan teknik wawancara di pagi hari pada saat narasumber masih dalam keadaan segar . , belum banyak masalah, akan memberikan data yang lebih valid sehingga lebih kredibel. HASIL DAN PEMBAHASAN Faktor Penarik (Pull Facto. yang mempengaruhi kunjungan wisatawan ke Desa Wisata Sasak Ende Lombok Tengah Untuk menegtahui pull factor wisatawan berkunjung ke Desa Wisata Sasak Enden peneliti melakukan wawancara dengan wisatawan yang berkunjung ke lokasi Desa Wisata Sasak Ende. Peneliti mencoba mengetahui factor penarik . ull Facto. wisatawan berkunjung ke Desaa Sasak Ende berpedoman pada konsep untuk mengetahui beberapa factor pendorong . ull facto. yang mempengaruhi wisatawan berkunjung ke Desa Wisata Sasak Ende dijelaskan oleh (Sari Desmala,et. ,2. ada 6 factor penarik. ull facto. Cuaca/ Iklim Destinasi Cuaca bisa menjadi factor penting dalam menarik wisatawan untuk berkunjung ke destinasi a. https://ejournal. id/JRT JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. November 2025 wisata, terutama jika destinasi tersebut menawarkan aktifitas atau pemandangan yang sangat di pengaruhi oleh kondisi cuaca, hal ini sesuai dengan hasil wawancara yang telah dilakukan kepada maulida asal jawa timur yaitu dirinya berkunjung ke Desa Wisata Sasak Ende ini kali kedua dan selalu memilih musim panas yaitu sekitar bulan mei-july. Ausaya selalu berkunjung Ketika musim panas ke Desa Wisata Sasak Ende yaitu sekitar bulan mei-july karena saya dapat melihat banyak kegiatan local yang dilakukan oleh penduduk sepert, memberi makan ternak, peresean, menenun dan masih banyak lagi kegiatan yang bisa saya temui, kegiatan ini dilakukan sepanjang tahun namun lebih fleksibel jika musim panas karena tidak terganggu oleh hujanAy Begitu juga hasil wawancara dari salah satu pemandu wisata yang menyatakan jumlah kedatangan wisatawan berkunjung Ketika musim panas cenderung lebih banyak dari pada musim Berdasarkan hasil wawancara maulida dan pemandu wisata pada tanggal 01 mei 2024 menujukan bahwa factor penarik cuaca atau iklim. Merupakan salah satu factor penarik yang mendukung keinginan seseorang untuk melakukan kunjungan wisata salah satunya ke Desa Wisata Sasak EndeAy transportasi. Akses Transportasi atau aksesibilitas merupakan faktor yang sangat penting dalam menentukan keberhasilan sebuah desa wisata. Desa wisata yang mudah diakses dengan berbagai moda transportasi, seperti mobil, sepeda, atau bahkan berjalan kaki, cenderung lebih menarik bagi Infrastruktur jalan yang baik dan tanda-tanda yang jelas juga membantu wisatawan untuk menemukan desa wisata dengan lebih mudah. Sesuai dengan hasil wawancara yang dilakukan kepada maulida menyatakan bahwa Au Desa Wisata Sasak Ende terbilang memiliki akses yang sangat mudah dan terjangkau dari bandara maupun Pelabuhan karena berlokasi di jalan utama pujut menuju Pantai Kuta Mandalika Lombok sehingga keberadanya sangat mudah di temui oleh dirinya dan wisatawan lainnyaAy. Berdasarkan hasil wawancara maulida pada tanggal 01 mei 2024 menujukan bahwa factor penarik transportasi akses . Merupakan salah satu factor penarik yang menarik keinginan seseorang untuk melakukan kunjungan wisata salah satunya ke Desa Wisata Sasak EndeAy Atraksi Pariwisata Atraksi pariwisata atau daya tarik adalah faktor kunci yang memengaruhi keputusan wisatawan untuk mengunjungi suatu destinasi. Desa Wisata Sasak Ende menawarkan berbagai atraksi budaya maupun sejarah yang mampu menarik wisatawan berkunjung ke desa wisata salah satunya adalah peresean, tenun local, kegiatan sehari-hari masyarakat sasak, gendang beleq, pertenakan, dan masih banyak lagi. Hal ini sesuai dengan paparan dari salah satu wisatawan yang berkunjung Kedesa Wisata Sasak Ende yaitu Mustika berusia 27 tahun dari praya mengatakan bahwa Auatraksi pariwisata yang ditawarkan di Desa Sasak Ende merupakan daya Tarik tersendiri untuk saya berkunjung kesini, walapun saya merupakan masyarakat suku sasak namun peresean dan beberapa menujukan bahwa faktor penarik Atraksi pariwisata. Merupakan salah satu factor penarik yang menarik keinginan seseorang untuk melakukan kunjungan wisata salah satunya ke Desa Wisata Sasak EndeAy Amenitas Amenitas merujuk pada berbagai fasilitas atau layanan yang meningkatkan kenyamanan, keamanan, dan kualitas hidup di suatu tempat. Istilah ini umumnya digunakan dalam konteks real estate, pariwisata, dan lingkungan perkotaan. Amenitas bisa mencakup beragam hal, seperti taman, a. https://ejournal. id/JRT JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. November 2025 area bermain anak-anak, kolam renang, fasilitas olahraga, ruang hijau, pusat perbelanjaan, restoran, layanan keamanan, dan lain sebagainya. dalam konteks pariwisata, amenitas merujuk pada fasilitas dan layanan yang tersedia di suatu destinasi wisata untuk memenuhi kebutuhan dan meningkatkan pengalaman wisatawan. Ini bisa mencakup akomodasi, restoran, toko suvenir, transportasi lokal, objek wisata, dan berbagai fasilitas lainnya yang memudahkan dan menyenangkan bagi wisatawan yang berkunjung. Hal ini sesuai dengan pemaparan dari salah satu wisatawan yang berkunjung ke Desa Wisata Sasak Ende Yaitu Amelina Berusia 21 dari Mataram mengatakan bahwa: AuFasilitas yang tersedia didesa wisata sasak ende cukup lengkap salah satunya adalah mereka menjual souvenir kain tenun, gelang, dan oleh-oleh lain-lainya. Transportasi local yang tersedia cukup membantu saya dalam berwisata ke sasak endeAy Berdasarkan hasil wawancara Amelina pada tanggal 1 mei 2024 menunjukkan bahwa factor Amenitas merupakan salah satu factor penarik yang bagi wisatawan berkunjung ke Desa sasak Ende. Adanya keterlibatan Lembaga wisata Keterlibatan lembaga wisata bisa memengaruhi banyak aspek dalam industri pariwisata. Lembaga-lembaga seperti badan pariwisata nasional atau lokal, perusahaan perjalanan, asosiasi pariwisata, dan lembaga pemerintah terkait lainnya memiliki peran penting dalam pengembangan, promosi, dan pengelolaan destinasi wisata. Lembaga wisata bisa terlibat dalam merencanakan dan mengembangkan destinasi wisata baru atau yang sudah ada. Mereka dapat memberikan bantuan teknis, sumber daya finansial, atau bantuan lainnya untuk meningkatkan infrastruktur pariwisata, fasilitas, dan layanan. Salah satu peran utama lembaga wisata adalah mempromosikan destinasi mereka kepada pasar domestik maupun internasional. Ini bisa melibatkan kampanye pemasaran, promosi online, kehadiran di pameran wisata, dan kerja sama dengan media dan agen perjalanan. Lembaga wisata juga bertanggung jawab untuk memastikan bahwa pariwisata berkembang secara bertanggung jawab. Mereka dapat bekerja sama dengan pemerintah setempat dan komunitas untuk melestarikan lingkungan alam dan warisan budaya, serta mengatur kegiatan wisata yang Dengan keterlibatan yang tepat, lembaga wisata dapat memainkan peran kunci dalam memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan dan positif dalam industri pariwisata, yang bermanfaat bagi masyarakat setempat, lingkungan, dan ekonomi secara keseluruhan. hal yang sama di paparkan oleh Saparwadi dalam wawancara yang dilakukan menyatakan bahwa. Ausaya berkunjung ke desa Wisata Sasak Ende atas rekomendasi dari trevel agen yang membawa saya Desa wisata ini, pengalaman yang ditawarkan juga sangat spektakuler sehingga saya sangat senang mendapat recomendasi berlibur ke sini". lingkungan hidup yang alami dan juga buatan Lingkungan hidup, baik yang alami maupun buatan, dapat menjadi faktor penarik utama bagi wisatawan yang berkunjung ke desa wisata. Lingkungan alam yang indah, seperti gunung, hutan, dan danau, sering kali menjadi daya tarik utama bagi wisatawan. Pemandangan alam yang menakjubkan, udara segar, dan keberagaman flora dan fauna dapat memberikan pengalaman yang memikat bagi mereka yang ingin menjauh dari keramaian kota. Lingkungan alam yang subur dan beragam menawarkan berbagai kegiatan outdoor yang menarik bagi wisatawan petualang, seperti hiking, berkemah, bersepeda gunung, dan berenang. Hal ini memungkinkan mereka untuk berinteraksi langsung dengan alam dan menikmati petualangan yang menyenangkan. Lingkungan buatan, seperti bangunan bersejarah, situs budaya, dan desain arsitektur tradisional, juga dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan yang tertarik untuk mengeksplorasi sejarah, budaya, dan warisan lokal. Desa-desa dengan arsitektur tradisional, pasar lokal, dan kegiatan budaya dapat a. https://ejournal. id/JRT JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. November 2025 memberikan pengalaman autentik bagi wisatawan. Sama halnya dengan yang ditawarkan untuk wisatawan yang berkunjung ke Desa Wisata Sasak Ende, mereka ditawarkan keasrian lingkungan sekitar, cerita masa lalu tentang suku sasak dan mampu mengambilperan dalam pembuatan kain tenun,mereka diajarkan untuk bagaimana cara pembuatan benang sampai menjadi sebuah kain tenun local. Kekayaan sejarah dari bangunan rumah warga Wisata Desa Sasak Ende juga menjadi salah satu penarik wisatawan untuk berkunjung kedesa wisata ini seperti yang dipaparkan oleh rohmah Ausaya berkunjung kesini karena tertarik akan cerita sejarah masyarakat suku sasak, saya banyak mendengarkan tentang sejarah atau alas an-alasan yang sangat masuk akal dari sebuah bangunan rumah dan menurut say aitu sangat menarik untuk saya ketahuiAy secara bertanggung jawab. Mereka dapat bekerja sama dengan pemerintah setempat dan komunitas untuk melestarikan lingkungan alam dan warisan budaya, serta mengatur kegiatan wisata yang berkelanjutan. Dengan keterlibatan yang tepat, lembaga wisata dapat memainkan peran kunci dalam memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan dan positif dalam industri pariwisata, yang bermanfaat bagi masyarakat setempat, lingkungan, dan ekonomi secara keseluruhan. hal yang sama di paparkan oleh Saparwadi dalam wawancara yang dilakukan menyatakan bahwa. Ausaya berkunjung ke desa Wisata Sasak Ende atas rekomendasi dari trevel agen yang membawa saya Desa wisata ini, pengalaman yang ditawarkan juga sangat spektakuler sehingga saya sangat senang mendapat recomendasi berlibur ke sini". KESIMPULAN Berdasarkan hasil pembahasan dalam penelitian ini mengenai Faktor Penarik ( Pull Facto. Dan Pendorong ( Push Facto. Wisatawan Ke Desa Wisata Sasak Ende Lombok Tengah maka dapat disimpulkan sebagai berikut. Faktor penarik . ull facto. wisatawan berkunjung Kedesa Wisata Sasak Ende Lombok Tengah diantaranya cuaca/iklim destinasi, transportasi/ akses, atraksi pariwisata,amenitas, adanya keterlibatan Lembaga wisata,lingkungan hidup yang alami dan juga buatan, mampu menjadi faktor-faktor penarik minta wisatawan berkunjung ke Desa Wisata Sasak Ende Faktor pendorong . ush facto. wisatawan berkunjung ke Desa Wisata Sasak Ende Lombok Tengah diantaranya escape . ngin melepaskan diri dari lingkungan yang dirasa menjenuhka. Relaxation . einginan untuk mendapatkan penyegaran, play( ingin menikmati kegembiraan melalui berbagai permaina. Strengthening family bonds, ingin mempererat hubungan kekerabatan. Prestige ( untuk menunjukan gengsi dengan mengunjungi destinasi yang menunjukan kelas dan gaya hidu. Social interaction . ntuk dapat melakukan interaksi sosial dengan teman sejawat dan masyarakat lokal yang dikunjung. Educational opportunity( atau keinginan untuk melihat sesuatu yang baru, mempelajari orang lain atau daerah lain atau untuk mengetahui kebudayaan etnis lai. Self-fulfilment,( keinginan untuk menemukan diri sendiri karena diri sendiri biasanya ditemukan pada saat kita menemukan daerah lain yang bar. Romance( keinginan untuk bertemu seseorang yang bisa memberikan suasana romantis, atau untuk memenuhi kebutuhan seksua. Wish fulfillment,( keinginan untuk merealisasikan mimpi-mimpi yang lama dicitacitakan nya sampai mengorbankan diri dengan cara berhemat agar bisa melakukan perjalana. Financial Security ( kemampuan finansial masyaraka. dan Leisure time atau waktu luang PENGAKUAN/ACKNOWLEDGEMENTS Berkat ridho, dan inayah dari Allah SWT, penulis dapat merampungkan penyusunan Jurnal ini, untuk itu penulis terlebih dahulu ingin memuji dan bersyukur kehadirat Ilahi Rabbi atas semua a. https://ejournal. id/JRT JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. November 2025 nikmat dan karunia yang telah penulis peroleh. Jurnal ini dapat penulis selesaikan penyusunannya, tidak terlepas dari banyaknya bantuan pihak lain, untuk itu pada kesempatan ini penulis menyampaikan banyak terima kasih, terutama: Kepada bapak/ibu Dr. Halus Mandala. Hum, selaku Ketua STP Mataram yang telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk menimba ilmu di STP Mataram. Kepada bapak Dr. Drs. Syech Idrus. Si, selaku Ketua Prodi S1 Pariwisata STP Mataram yang telah memberikan kemudahan dan kelancaran selama penulis menempuh studi pada jenjang S1 di STP Mataram. Kepada Tim Pembimbing Skripsi yaitu Ibu Dr. Sri. Susanty. SST. Par. ,M. Par selaku Pembimbing 1(Utam. dan Bapak Primus Gadu. Pd M. Hum selaku Pembimbing 2 (Pendampin. , penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang tak terhingga atas keteladan, kecerdasan, dan kepakaran beliau dalam memberikan bimbingan, masukan yang penuh dengan kemudahan, kearifan, keikhlasan, dan kesabaran dalam memotivasi penulis untuk dapat menyelesaikan disertasi ini. Kepada Tim Skripsi yaitu: Bapak dan Bapak selaku dosen penguji yang telah meluangkan waktu dan penuh kesabaran serta ketulusan hati memberikan masukan, arahan, saran, dan kritik yang bermanfaat untuk kesempurnaan disertasi ini. Kepada seluruh Bapak dan Ibu Dosen Pengampu Mata Kuliah di Prodi S1 Pariwisata, sejak semester awal sampai semester akhir, yang telah memberikan bekal ilmu pengetahuan dan wawasan bagi penulis untuk dapat menyelesaikan disertasi ini Kepada Pengola Wisata Desa Ende, atas ijin dan bantuan bapak dan ibu yang tidak terhingga selama penulis melalukan kegiatan penelitian diskripsi ini. Terima kasih kepada teman-teman mahasiswa program S1 Pariwisata STP Mataram, khususnya untuk angkatan tahun 2021 yang telah banyak memberikan dukungan dan bantuan baik secara moral maupun material. Demikian juga terima kasih penulis sampaikan untuk seluruh staf karyawan administrasi STP Mataram. Akhirnya terima kasih kepada semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu-persatu, yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan penulisan skripsi ini, semoga budi baik semua pihak dicatat sebagai amal ibadah dihadapan Allah SWT. DAFTAR PUSTAKA