Jurnal AssyifaAo Ilmu Kesehatan. Vol 9 No. Januari-Juni 2024 Jurnal AssyifaAo Ilmu Kesehatan. Vol 9 No. : Januari-Juni 2024 ISSN 2528-3391 (Prin. ISSN 2776-3153 (Onlin. DOI: http://doi. org/10. Tersedia online di https://jurnalassyifa. Hubungan Kepatuhan Diet Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II Dengan Penyembuhan Luka Diabetik The Relationship Between Dietary Adherence in Type II Diabetes Mellitus Patients and Diabetic Wound Healing Erdira Yunanda1. Rizki Maulidya1*. Riri Safriani1. Riski Dian Ardianti1 STIKes Muhammadiyah Lhokseumawe *Email: rizkimaulidya@stikeslhokseumawe. ABSTRAK Kepatuhan terhadap diet makanan dan minuman yang dikonsumsi pasien DM setiap hari untuk menjaga kesehatan dan mempercepat proses penyembuhan luka, berupa 3J yaitu : tepat jadwal, tepat jenis dan tepat jumlah. Ketidakpatuhan diet pada akhirnya dapat memperburuk kondisi pasien dan dapat menimbulkan Desain penelitian menggunakan deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini berjumlah 49 responden dan menggunakan alat ukur food recall dan lembar ceklis obeservasi luka. Analisa data menggunakan uji statistic dengan kemaknaan = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan hasil uji statistic chi-square diperoleh nilai p-value = 0. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara kepatuhan diet pada pasien DM tipe II dengan penyembuhan luka diabetik di klinik perawatan luka Alhuda Wound Care. Simpulan dari penelitian ini membuktikan bahwa terdapat adanya hubungan yang signifikan antara kepatuhan diet pasien DM dengan proses penyembuhan luka diabetik, dimana semakin tidak patuh pasien DM terhadap dietnya maka penyembuhan luka akan semakin lambat. Kata Kunci: Kepatuhan Diet. Penyembuhan. DM Tipe II ABSTRACT Compliance with the diet of food and drinks consumed by DM patients every day to maintain health and accelerate the wound healing process, in the form of 3J, namely: right schedule, right type and right amount. Non-compliance with diet can ultimately worsen the patient's condition and can cause complications. The research design used descriptive correlation with a cross-sectional approach. The sample of this study amounted to 49 respondents and used a food recall measuring instrument and a wound observation checklist sheet. Data analysis used a statistical test with a significance of = 0. The results of the study showed the results of the chi-square statistical test obtained a p-value = 0. 000 < . So it can be concluded that there is a relationship between dietary compliance in type II DM patients with diabetic wound healing at the Alhuda Wound Care wound care The conclusion of this study proves that there is a significant relationship between dietary compliance of DM patients with the diabetic wound healing process, where the more non-compliant DM patients are with their diet, the slower the wound healing will be. Keyword: Diet Compliance. Healing. Type II DM Jurnal AssyifaAo Ilmu Kesehatan. Vol 9 No. Januari-Juni 2024 PENDAHULUAN Diabetes melitus merupakan kelainan pengolahan karbohidrat dalam tubuh yag disebabkan oleh kurangnya hormon insulin, sehingga karbohidrat tidak dapat digunakan oleh sel untuk diubah menjadi tenaga (Purwandari dan Susanti,2. Karbohidrat yang ada di dalam tubuh dalam bentuk glukosa akan tertumpuk dalam darah sehingga terjadi peningkatan glukosa dalam darah. Akibatnya terjadi kerusakan pada tubuh serta kegagalan berbagai organ dan jaringan (IDF, 2. Manajemen diabetes melitus pada umumnya melalui pendekatan Tujuan umum pengobatan diabetes melitus adalah mengendalikan kadar gula darah dan meningkatkan kualitas hidup penderita. Selain pengobatan juga harus dilakukan pengaturan diet. Penderita diabetes melitus didalam melaksanakan diet harus memperhatikan 3J, yaitu jumlah maknanan, jadwal makanan dan jenis makanan yang harus diperhatikan (Balyan dkk, 2. Jika pasien diabetes melitus tidak melaksanakan dietnya dengan benar maka kadar gula darah tidak dapat dikontrol dengan baik, sehingga dapat mengakibatkan timbulnya komplikasi dan penyakit serius lainnya. Kepatuhan diet harus dilakukan seumur hidup secara terus menerus dan rutin (Purwandari & Susanti, 2. Ketidakpatuhan diet pada akhirnya dapat memperburuk kondisi pasien dan menimbulkan komplikasi. Komplikasi yang paling banyak dialami adalah hipertensi dan Luka Diabetik (Kusnanto et al, 2. Estimasi kejadian diabetes melitus menurut WHO . sekitar 422 juta orang di seluruh dunia menderita diabetes, mayoritas tinggal di Negara berpenghasilan rendah dan menengah dan 1,6 juta kematian secara langsung dikaitkan dengan diabetes setiap tahun. South China Morning Post menyebutkan bahwa jumlah penderita diabetes di Asia Tenggara mengalami lonjakan sebanyak 20 %. Lebih kurang 96 juta jiwa dari populasi Asia Tenggara yang mencapai 670 juta, 1 dari 14 orang menderita diabetes, mayoritas menderita Diabetes Tipe 2. Artinya 450 juta jiwa penderita diabetes di seluruh dunia, 20 % berasal dari Asia Tenggara (SCMP, 2. Di Indonesia, prevelensi diabetes melitus berdasarkan pemeriksaan darah pada penduduk umur Ou 15 tahun yaitu sebanyak 10. 9% (Riskesdas, 2. Berdasarkan hasil surveilans terpadu penyakit berbasis Puskesmas terjadinya peningkatan jumlah penderita diabetes sebanyak 30. 555 orang (Dinkes, 2. Hasil Riskesdas menyebutkan bahwa prevelensi diabetes melitus di Aceh terus mengalami peningkatan sebesar 2,4% (Kemenkes RI, 2. Banda Aceh merupakan daerah dengan jumlah pasien diabetes melitus yang cukup tinggi sebesar 2,28% (Kemenkes RI,2. Berdasarkan data pada klinik perawatan luka alhuda wound care, jumlah penderita DM tipe II yang melakukan perawatan luka pada bulan Januari- Mei 2021 sebanyak 49 orang. METODELOGI Desain penelitian ini adalah deskriptif korelatif dan jenis rancangan penelitian yang dipakai adalah cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh penderita Diabetes Mellitus Tipe II di klinik perawatan luka Alhuda Wound Care yang berjumlah 49 orang. Teknik sampling yang digunakan yaitu total sampling. Analisa univariat dilakukan untuk mendapatkan gambaran Jurnal AssyifaAo Ilmu Kesehatan. Vol 9 No. Januari-Juni 2024 karakteristik responden dan disribusi frekuensi dari semua variabel yang diamati. Sehingga dapat diketahui varians dari masing-masing variabel tersebut. Hasil bivariat dilakukan dengan menggunakan tabulasi silang . untuk mengetahui hubungan masing-masing variabel independent dan variabel dependent dengan menggunakan uji Chi Square . dengan tingkat derajat kepercayaan 95% dan = 0,05. HASIL Analisis Univariat Data Demografi Tabel. 1 Data Distribusi Karakteristik . Karakteristik Jenis Kelamin Laki laki Perempuan Umur Total Pendidikan Tidak sekolah SMP SLTA Total Pekerjaan IRT Karyawan Pensiun Petani Wiraswata Total Tinggi Badan Total Berat Badan Jurnal AssyifaAo Ilmu Kesehatan. Vol 9 No. Januari-Juni 2024 Total Distribusi frekuensi umur yang berumur 46-55 lebih banyak yaitu 22 orang . ,8%). Jenjang pendidikan SLTA lebih banyak yaitu 15 orang . ,6%). Data distribusi karakteristik pekerjaan yang berprofesi tertinggi yaitu petani yaitu 21 orang . ,8%). Tinggi badan 160-169 cm lebih banyak yaitu 32 orang . ,4%). Karakteristik berat badan responden yang dominan yaitu 65-74 sebanyak 25 orang . ,9%). Kepatuhan Diet Tabel. 2 distribusi frekuensi kepatuhan diet . Karakteristik Kepatuhan Diet Patuh TidakPatuh Total Berdasarkan Tabel. 2 dapat diketahui bahwa sebagaian besar responden memiliki kepatuhan diet yang rendah yaitu 12 orang . ,5%) yang patuh, sedangkan yang tidak patuh lebih banyak yaitu 37 orang . ,5%). Penyembuhan Luka Diabetik Tabel. 3 distribusi frekuensi penyembuhan luka . Karakteristik Penyembuhan Luka JaringanSehat Luka Regenerasi Luka Degenerasi Total Berdasarkan Tabel. 3 dapat diketahui bahwa luka regenerasi sebanyak 36 orang . ,5%), jaringan sehat sebanyak 10 orang . ,4%) dan luka degenerasi 3 orang . ,1%). Analisis Bivariat Tabel. 4 Hubungan kepatuhan diet pada pasien DM tipe II dengan penyembuhan luka diabetik . Penyembuhan Luka Kepatuhan Total P-Value Jaringan Regenerasi Degenerasi Diet Sehat ,4%) ,1 %) ,5%) Patuh 0,000 ,3%) 3 . ,1%) ,5%) Tidak Patuh ,4%) 36 . ,5%) 3 . ,1%) Total Jurnal AssyifaAo Ilmu Kesehatan. Vol 9 No. Januari-Juni 2024 Berdasarkan Tabel. 4 di atas, maka dapat diketahui bahwa pada responden dengan kepatuhan diet patuh sebagian besar penyembuhan luka pada tahap jaringan sehat yaitu sebesar . ,4%) dibandingkan dengan responden yang tidak patuh penyembuhan luka pada tahap jaringan sehat hanya . ,0%). Kemudian pada responden patuh penyembuhan luka pada tahap regenerasi sebanyak . ,1%), pada responden tidak patuh penyembuhan luka lebih banyak pada tahap regenerasi yaitu sebanyak . ,3%). Pada responden tidak patuh terdapat . ,1%) responden pada tahap penyembuhan luka degenerasi, sebaliknya pada responden patuh tidak terdapat responden yang berada di tahap degenerasi yaitu . 0%). PEMBAHASAN Dari hasil analisa statistik dengan menggunakan uji Chi-square dari 49 responden dengan batas kemaknaan = 0. 05, secara persentase didapatkan ada hubungan antara kepatuhan diet pasien DM tipe II dengan penyembuhan luka Hasil data juga diperoleh nilai p-value = 0. 000 < . dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara kepatuhan diet pada pasien DM tipe II dengan penyembuhan lukadiabetik. Kepatuhan diet diabetes merupakan bentuk dari ketaatan dan kedisiplinan terhadap diet yang sedang dijalankan oleh penderita diet diabetes Kepatuhan diet seseorang dilihat dari jumlah makanan, jenis makanan, dan jadwal makan Jumlah makanan yang dikonsumsi oleh pasien, jenis makanan yang dikonsumsi oleh pasien dan jadwal makan pasien yang sesuai dengan ketentuan tenaga kesehatan maka dapat dikatakan pasien patuh dalam melakukan diet. Sebaliknya apabila pasien tidak mengatur jumlah makan yang di konsumsi, tidak memilih jenis makanan yang dikonsumsi dan tidak teratur jadwal makan pasien yang sesuai maka dapat dikatakan pasien tidak patuh dalam melakukan diet. Pasien yang patuh terhadap dietnya maka penyembuhan lukanya lebih Sebaliknya, jika responden tidak patuh dalam menjalankan diet makanya penyembuhan lukanya akan melambat karena nutrisi yang masuk kedalam tubuh responden tidak seimbang bahkan lebih sehingga dapat meningkatkan kadar glukosa dalam tubuh, luka akan tetap basah dan memperparah kondisi luka. Pada kenyataannya, pengaturan makan sering mengalami kegagalan dikarenakan penderita tidak patuh dalam menjalankan diet yang telah di anjurkan. Hal ini menunjukkan bahwa masih banyak pasien yang tidak menyadari betapa pentingnya menjalankan diet. Umumnya responden DM tidak patuh dalam menjalankan diet dikarenakan kurang mendapat dukungan konseling gizi serta susah untuk mengubah kebiasaan makan yang telah melekat dalam dirinya, responden juga tidak patuh disebabkan karena responden merasa kadar gula yang ada pada dirinya telah normal. (Rudini et al, 2. Ketidak patuhan diet pada akhirnya dapat memperburuk kondisi pasien dan menimbulkan komplikasi. Komplikasi yang paling banyak dialami adalah hipertensi dan Luka Diabetik ( Kusnanto et al, 2. Luka Diabetik berupa luka terbuka pada permukaan kulit yang dapat disertai adanya kematian jaringan. Penderita diabetes melitus berisiko 29 kali terjadi komplikasi luka diabetik. Luka diabetik disebabkan oleh adanya makroangiopati sehingga terjadi vaskuler insusifiensi dan neoropati (Damsir et al, 2. Dari hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa dari 49 responden sebagian besar responden tidak patuh Jurnal AssyifaAo Ilmu Kesehatan. Vol 9 No. Januari-Juni 2024 menjalankan diet yang telah diberikan mulaidari jenis makanan, jumlah makanan serta jadwal makan. Umumnya responden DM tidak patuh dalam menjalankan diet dikarenakan kurang mendapat dukungan konseling gizi serta susah untuk mengubah kebiasaan makan yang telah melekat dalam dirinya, responden juga tidak patuh disebabkan karena responden merasa kadar gula yang ada pada dirinya telah normal. Sehingga hasil dari uji statistik penyembuhan luka sangat di pengaruhi oleh ketidakpatuhan responden sehingga paling banyak berada pada luka regenerasi. Maka responden sangat dianjurkan mematuhi diet yang dianjurkan untuk kesembuhan lukanya. Bagian pembahasan memaparkan hasil pengolahan data, menginterpretasikan penemuan secara logis, mengaitkan dengan sumber rujukan yang relevan. SIMPULAN Berdasarkan uji statistik didapatkan nilai diperoleh nilai p-value = 0. sehingga dapat disimpulkan ada hubungan signfikan antara kepatuhan diet dengan penyembuhan luka diabetik, maka peneliti berkesimpulan bahwa ada hubungan kepatuhan diet pada pasien DM tipe II dengan penyembuhan luka diabetik di klinik Alhuda Wound Care. SARAN Diharapkan Hasil penelitian ini bisa menjadi acuan serita data dasar bagi peneliti selanjutnya dalam meningkatkan kepatuhan diet pada pasien diabetes melitus tipe II untuk kelancaran penyembuhan luka. DAFTAR PUSTAKA