E-ISSN : 2807 - 968X P-ISSN : 2808 - 0793 Tanzhimuna Vol 3. No 1 Juni 2023 PELAKSANAAN SUPERVISI AKADEMIK DALAM MENINGKATKAN KINERJA GURU DI MA MAFATIHUL HUDA DEPOK CIREBON Sumyati IAIN Syekh Nurjati Cirebon yatisumy61@gmail. Syibromilisi STIT Buntet Pesantren syibro92@gmail. Suklani suklanielon@gmail. Abstract This study aims to find out and produce the implementation of school principal supervision to improve teacher performance at MA Mafatihul Huda Depok Cirebon. Data collection techniques using observation, interviews and With data analysis techniques, namely: data collection, data reduction, data presentation and drawing conclusions. The results showed that the supervision program and instruments in carrying out supervision owned by MA Mafatihul Huda Depok Cirebon were made jointly by the school principal and the teachers. Furthermore, the principal gives a schedule when supervision will be carried out in carrying out teaching assignments in the In addition, private meetings were held between the principal and the teacher to discuss the results of supervision. Furthermore, in the meeting the school principal provided the best suggestions and solutions to improve and improve the quality of the class teacher concerned. Keywords: Teacher Performance. Implementation Of School Principal Supervision Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menghasilkan pelaksanaan supervise kepala sekolah untuk meningkatkan kinerja guru di MA Mafatihul Huda Depok Cirebon. Teknik pengmpulan data dengan menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Dengan teknik analisis data yaitu: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa program supervise dan instrument dalam melaksanakan supervise yang dimiliki MA Mafatihul Huda Depok Cirebon Manajemen Pembelajaran Berbasis Smart Classroom Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa SMAIT Al-Multazam 2 Linggajati Kabupaten Kuningan Edi Gurnato. Hurriyah. Didin Nurul Rosidin E-ISSN : 2807 - 968X P-ISSN : 2808 - 0793 Tanzhimuna Vol 3. No 1 Juni 2023 dibuat secara bersama-sama antara kepala sekolah dengan para guru. Selanjutnya kepala sekolah memberi jadwal kapan akan dilaksanakan supervise dalam melaksanakan tugas mengajarnya di dalam kelas. Selain itu diadakan pertemuan secara personal antara kepala sekolah dengan guru untuk mendiskusikan hasil supervise. Lebih lanjut dalam pertemuan tersebut kepala sekolah memberikan saran dan solusi terbaik untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas guru kelas yang bersangkutan. Kata kunci: Kinerja Guru. Pelaksanaan Supervisi Kepala Sekolah Pendahuluan Dewasa ini pada kenyataanya kebutuhan masyarakat dalam hal pendidikan yang bersifat formal sangatlah terbatas dalam kemampuan pelayanan yang tidak hanya dalam kualitasnya, melainkan dengan peningkatan kualitas pendidikan itu sendiri. Untuk tercapainya suatu pendidikan yang berkualitas pada tingkatan pendidikan maka terlebih dahulu harus memperbaiki dan mengoptimalisasikan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang ada, sumber daya ini berupa tenaga pendidiknya baik itu mentri pendidikan maupun tenaga kependidikan yang ada di sekolah. Untuk dapat melaksanakan tugas dan kualitas dari guru itu sendiri, guru sangat memerlukan bantuan pembimbing agar dapat mengembangkan kemampuan profesionalnya terutama dalam mengelola proses pembelajaran, dan menjaga proses pembelajaran berjalan dengan baik. Kepala sekolah merupakan pemimpin sekaligus sebagai penanggung jawab dalam penyelenggaraan pembelajaran, kualitas pembelajaran di sekolah sangatlah berpengaruh terhadap kepala sekolah. Oleh karena itu, kepala sekolah perlu meningkatkan profesionalismenya juga kinerja guru di sekolahnya. Salah satu upaya dalam meningkatkan kualitas tersebut yaitu dengan melakukan supervisi akademik. Fungsi utama dari supervisi pendidikan menurut Malik 2000:63 yaitu . Supervisi Kurikulum yaitu untuk mejamin penyampaian kurikulum dengan tepat, . Adanya perbaikan dalam proses pembelajaran dengan membantu guru merencanakan program akademis, . Pengembangan profesi dalam melaksanakan program pengajaran. Menurut okendu 2012 memaparkan hasil penelitianya di Nigeria menunjukan bahwa supervise pengajaran menempati posisi penting dalam system pendidikan dan perlu mendapatkan perhatian yang serius sebagai strategi untuk meningkatkan pertumbuhan professional guru, kurikulu, dan teknik mengajar dikelas. Di indonesia sendiri kompetensi kepala sekolah dalam melaksanakan supervise pendidikan telah diamanatkan Permendiknas RI No 13 tahun 2007 tentang Standar Kompetensi Kepala Sekolah. Pada peraturan ini telah ditetapkan bahwa terdapat lima standar kompetensi kepala sekolah yaitu kompetensi kepribadian, sosial, manajerial, kewirausahaan, dan supervise. Hasil penelitian dari Pandit I & Dwi . 1: 75-. menyatakan bahwa kepala SMPN yang diteliti telah melaksanakan tugas-tugas supervise akademik. Selain itu hasil penelitian yang dilakukan oleh Cut Suryani . bahwa kegiatan supervise yang dilakukan oleh kepala sekolah Manajemen Pembelajaran Berbasis Smart Classroom Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa SMAIT Al-Multazam 2 Linggajati Kabupaten Kuningan Edi Gurnato. Hurriyah. Didin Nurul Rosidin E-ISSN : 2807 - 968X P-ISSN : 2808 - 0793 Tanzhimuna Vol 3. No 1 Juni 2023 terhadap proses belajar mengajar guru pada MIN Sukadamai kota Banda Aceh adalah sangat membantu bagu guru dalam memecakan masalah-masalah pendidikan yang dihadapi oleh guru pada saat melakukan pembelajaran. Menurut Prasojo & Sudiyono 2011 mengatakan bahwa supervise akademik merupakan kegiatan pembimbingan secara professional kepada guru agar mereka (Gur. mampu melaksanakan tugas mengajarnya dengan baik. Dengan indicator utamanya yaitu guru mampu mengembangkan pembelajaran kepada siswanya secara aktif, kreatif inovatif, efektif, efisien, dan menyenangkan. Supervisi di sekolah pada dasarnya dilakukan oleh kepala sekolah yag bertindak sebagai Oleh karena itu kepala sekolah harus mampu melakukan berbagai pengawasan dan pengendalian dalam meningkatkan kinerja gurunya. Pengawasan dan pengendalian tersebut merupakan tindakan sebagai pencegah agar guru tidak melakukan penyimpangan atau kesalahan yang berakibatkan fatal dan juga lebih berhati-hati dalam melaksanakan pekerjaanya sebagai pendidik (Ngalim Purwanto. 2006: . Menurut Fathurrohman dan Suryana, . menyatakan bahwa tujuan utama supervise akademik adalah untuk meningkatkan kemampuan professional guru dan meningkatkan kualitas pembelajaran dalam rangka memperbaiki kinerja guru terutama pada perencanaan pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran, dan evaluasi proses serta hasil pembelajaran. Hasil observasi awal terhadap kepala sekolah MA Mafatihul Huda Depok Cirebon dalam hal supervisi pendidikan penulis menemukan bahwa pelaksanaan supervise sekolah yang dilakukan oleh kepala sekolah belum memberikan kontribusi yang positif terhadap peningkatan guru dalam proses belajar mengajar. Pada kenyataanya masih ada sebagian guru yang mengajar secara lepas, artinya tidak menggunakan acuan yang telah ditentukan dan ditetapkan untuk diemban oleh seorang guru, seperti halnya guru mengajar tidak menggunakan silabus, kurikulum, program tahunan (PROTA). Program semester (PROSEM). Rancangan program pembelajaran (RPP), belum mampu mengelola kelas secara efektif, serta kurang kedisiplinan dalam tanggung jawab terhadap tugasnya masing-masing. Selian itu kondisi yang lain terjadi di MA Mafatihul Huda Depok Cirebon dibuktikan bahwa tidak tersusunya program supervise yang jelas oleh kepala sekolah dalam melakukan pengawasan. Adanya perilaku yang negatif tentunya akan berimbas pada aktivitas belajar mengajar di sekolah akibatnya berdampak negtaif juga terhadap kualitas pendidikan peserta didik. Penyebab terjadinya hal seperti itu diduga karena tidak terlaksananya supervisi akademik secara ideal. Selain itu juga kepala sekolah dalam melakukan supervisi dalam pelaksanaanya masih menggunakan pendekatan inspeksi dimana supervisi tersebut terkesan mencari-cari kesalahan dari guru tanpa adanya memberi bantuan maupun perbaikan terhadap kesalahan yang dilakukan oleh guru yang disupervisi. Menurut hasil pengamatan peneliti, peneliti tertarik melakukan penelitian tentang bagaimana pelaksanaan supervisi akademik dalam meningkatkan kinerja guru. Dari penelitian ini diharapkan menjadi landasan bagi kepala sekolah dalam membangun profesionalitas guru. Manajemen Pembelajaran Berbasis Smart Classroom Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa SMAIT Al-Multazam 2 Linggajati Kabupaten Kuningan Edi Gurnato. Hurriyah. Didin Nurul Rosidin E-ISSN : 2807 - 968X P-ISSN : 2808 - 0793 Tanzhimuna Vol 3. No 1 Juni 2023 Metode Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, dimana menggunakan pendekatan deskriptif. Pendekatan deskriptif itu bukan hanya bisa mendeskripsikan sesuat keadaan saja, melainkan bisa mendeskripsikan keadaan dalam tahapan perkembanganya. Penelitian ini mendeskripsikan berbagai hal yang berkaitan dengan fokus permasalahan yang diangkat. Menurut Sukmadinata 2012:54 mengemukakan bahwa penelitian deskriptif adalah suatu metode penelitian yang tertuju untuk menggambarkan fenomena-fenomena yang ada, yang berlangsung pada saat ini atau saat yang Penelitian telah dilaksanakan di MA Mafatihul Huda Depok Cirebon, waktu penelitian yang telah dilaksanakan selama 2 . bulan, yaitu pada bulan Oktober-November 2022. Subjek penelitianya yaitu kepala sekolah, pengawas dan guru di MA Mafatihul Huda Depok Cirebon. Dari semua subjek ini diusahakan memberikan data terkait dengan penelitian, sehingga dapat mendukung tercapainya data primer. Instrument penelitian merupakan alat yang digunakan untuk mengumpulkan data atau informasi yang bermafaat untuk menjawab permasalahan penelitian. Dalam penelitian kualitatif ini instrument penelitian utamanya yaitu peneliti sendiri, setelah fokus penelitianya sudah jelas, selanjutnya dapat melengkapi data dan membandingkan data yang telah ditemukan melalui pedoman wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Uji kredibilitas dilakukan untuk meyakinkan bahwa data yang ditunjukan benar-benar kredibel dan valid sehingga data tidak diragukan lagi tingkat kebenaranya. Menurut Sugiyono . menyatakan bahwa uji kredibilitas data atau kepercayaan terhadap data hasil penelitian kualitatif antara lain peningkatan ketekunan dalam penelitian, triangulasi data, diskusi dengan teman sejawat, analisis kasus negatif dan membercheck. Teknik pengumpulan data dalam penelitian merupakan langkah yang paling strategis, karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data. Pengumpulan data dapat dilakukan dalam berbagai setting, sumber, dan cara. Dilihat dari setting-nya didapatkan secara alamiah . atural settin. seperti halnya laboratorium dengan metode eksperimen. Jika dilihat dari sumber datanya, pengumpulan data dapat menggunakan sumber primer dan sumber skunder. Selanjutnya dilihat dari segi cara atau teknik pengumpulan data, maka dapat dilakukan dengan wawancara, observasi dan Setelah proses pengumpulan data telah dilakukan, tahap selanjutnya adalah melakukan analisis data. Analisis dan interpretasi data merujuk pada landasan teori yang berhubungan dengan masalah yang diteliti. Menurut Usman dan Akbar . 9:85-. analisi data terdiri dari tiga alur kegiatan yang secara bersamaam, yaitu: . Reduksi data. Penyajian data. Penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil dan Pembahasan Menyusun Program Supervisi Pogram supervisi akademik terdiri dari program tahunan, semester, dan bulanan. Dalam rangka menyusun program supervisi, guru senior selalu dilibatkan dan berkoordinasi dengan Manajemen Pembelajaran Berbasis Smart Classroom Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa SMAIT Al-Multazam 2 Linggajati Kabupaten Kuningan Edi Gurnato. Hurriyah. Didin Nurul Rosidin E-ISSN : 2807 - 968X P-ISSN : 2808 - 0793 Tanzhimuna Vol 3. No 1 Juni 2023 pengawas sekolah agar dapat diberikan petunjuk maupun saran untuk kelancaran supervise Program supervise akademik kepala sekolah disusun atas identifikasi permasalahan yang dihadapi guru berdasarkan analisis dari hasi pengawasan tahun sebelumnya dan analisis lingkungan strategis yang sering kita sebut sebagai analisis SWOT, selanjutnya dituangkan kedalam program Rencana Kepengawasan Akademik (RKA) dalam bentuk program semester. Hasil wawancara menunjukan bahwa setiap akan dilaksanakanya supervise semua guru harus mengetahui program yang akan menjadikan acuan dalam melaksanakan supervisi. Sehingga semua guru sudah dapat mempersiapkan diri untuk melengkapi administrasi kelas maupun administrasi guru sebagai penunjang. Dengan adanya kerjasama antar stekholder dalam menyusun sabuah program, maka semua pihak akan merasa dihargai dan akan menghilangkan rasa kesalah pahaman antara kepala sekolah dengan guru. Melaksanakan Supervisi Implementasi perencanaan program supervise di awali dengan melakukan pemeriksaan kelengkapan perangkat pembelajaran yang telah dipersiapkan dan akan digunakan oleh guru dalam proses pembelajaran. Perangkat pembelajaran akan diperiksa meliputi standar kompetensi/ kompetensi Dasar. Program Tahunan. Program Semester. Pemetaan. Silabus. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Jurnal Guru. Buku Nilai, dan Kisi-kisi Pelaksanaan supervise akademik yang dilakukan oleh kepala sekolah terhadap guru sangatlah penting dilakukan dalam rangka meningkatkan kemampuan profesionalitas guru dan meningkatkan kualitas pembelajaran yang baik, maka dalam pelaksanaanya terlebih dahulu perlu diadakan penilaian yang objektif terhadap kemampuan guru dalam melakukan tugasnya, sehingga dapat ditetapkan sebagai aspek yang perlu diperbaiki dan dikembangkan. Salah satu yang menjadikan alat penilaian kinerja guru (APKG) yaitu Rencana Pelaksanaan Pembeajaran (RPP). RPP merupakan rencana yang menggambarkan pembelajaran dengan prosedur dan pengorganisasian untuk mencapai satu kompetensi dasar yang telah ditetapkan dalam standar isi dan dijabarkan di dalam silabus (Susetya. Pelaksanaan supervisi akademik terdapat tiga tahap bagian yaitu melakukan survey awal sebelum supervise akademik dilaksanakan, melakukan kunjungan kelas untuk bisa melihat langsung keadaan mengajar guru serta kondisi kelas. Sebelum melihat persiapan guru yang aan disupervisi, biasanya menelaah terlabih dahulu perangkat pembelajaran seperti RPP yang nantinya akan diajarkan kepada peserta didik pada saat supervise berlangsung. Pelaksanaan supervise di lapangan, dilakukan oleh kepala sekolah juga dilakukan oleh supervisor. Setelah melakukan pengamatan dan memperhatikan bagaimana cara guru mengajar dan jug akesesuaian materi yang diberikan, kepala sekolah memanggil guru yang bersangkutan ke ruangan untuk mendiskusikan hasil dari pengamatan tersebut dan diberikan solusi dari permasalahan yang Dari hasil tersebut terdapat kesamaan dengan pendapat Asmendri . ia mengungkapkan bahwa pelaksanaan supervise meliputi beberapa bagian kegiatan yaitu pengumplan data, penilaian, deteksi kelemahan, memperbaiki kelemahan, bimbingan dan pengembangan. Manajemen Pembelajaran Berbasis Smart Classroom Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa SMAIT Al-Multazam 2 Linggajati Kabupaten Kuningan Edi Gurnato. Hurriyah. Didin Nurul Rosidin E-ISSN : 2807 - 968X P-ISSN : 2808 - 0793 Tanzhimuna Vol 3. No 1 Juni 2023 Menindaklanjuti Hasil Supervisi Tindak lanjut yang dimaksudkan disini yaitu tindak lanjut dari semua rangkaian kegiatan supervise yang dilakukan oleh kepala sekolah terhadap guru. Dimuali dari tindak lanjut hasil penilaian oleh kepala sekolah terhadap perencanaan pembeajaran oleh guru, hingga performa guru dalam kegiatan pembelajaran di dalam kelas. Hasil dari supervise akademik akan dilaporkan kepada pengawas dari kementrian agama Kabupaten Cirebon, laporan tersebut disampaikan untuk melaporkan pelaksanaan supervise akademik dan hasil supervise akademik yang telah dilaksanakan di sekolah. Evaluasi dari pelaksanaan supervise dilakukan guna meningkatkan kemampuan dan keterampilan guru. Supervise yang dilakukan oleh kepala sekolah itu penting, hal ini dikarenakan sudah menjadi tugas dari kepala sekolah dalam melakukan pengawasan terhadap guru-guru. Selain itu dapat mengubah kinerja guru menjadi lebih baik dan dapat memotivasi guru dalam rangka melaksanakan tugasnya untuk mencerdaskan anak bangsa. Tindakan Lanjut Evaluasi Supervisi Evaluasi supervise merupakan tahap penilaian kegiatan yang dilaksanakan, apakah dalam pelaksanaanya sudah sesuai dengan tujuan yang ditetapkan atau belum. Sampai mana pelaksanaan yang dilakukan di dalam proses keseluruhan organisasi mencapai hasil yang sesuai dengan rencana atau program yang telah ditetapkan dalam rangka pencapaian tujuan pendidikan (Asmendri, 2012:. Evaluasi supervise dikenal dengan tindak lanjut. Tindak lanjut akan dilaksanakan apabila permasalahan yang ditemukan tersebut masih belum bisa diatasi oleh guru, maka guru yang bersangkutan akan diikutsertakan dalam kegiatan ilmiah seperti workshop, pelatihan, seminar. MGMP dan lain-lain. Hal tersebut dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Hal ini sesuai dengan penelitian Ahmad Sayyidul & Ansar . yang menemukan bahwa guru sangat merespon supervise akademik yang dilakukan oleh kepala sekolah. Lebih lanjut dijelaskan bahwa dengan dilaksanakanya supervise bagi seorang guru, akan dapat dilihat sejauh mana kemampuan seseorang dalam melaksanakan tugasnya. Hal ini sesuai dengan penelitian Pandit & Dwi . yang menyimpulkan bahwa supervise sangat penting dilakukan oleh seorang kepala sekolah dalam rangka meningkatkan kualitas kinerja seorang guru. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, diketahui bahwa kepala sekolah telah melakukan evaluasi terhadap kinerja guru. Kegiatan dari evaluasi tersebut dilakukan oleh kepala sekolah secara terencana dan sistematik. Terencana maksudnya pekerjaan tersebut telah tertuang dalam rencana supervise yang terbagi dalam program tahunan dan program semester sebagaimana telah dijelaskan. Sedangkan sistematik maksudnya bahwa kegiatan evaluasi terhadap program perencanaan pembelajaran dan pelaksanaanya di kelas dilakukan dengan langkah-langkah yang tersusun secara sistematis. Langkah tersebut yaitu memulai supervise dengan melakukan evaluasi terhadap program pembelajaran guru kemudian dilanjutkan dengan evalusi proses pembelajaran . enilaian performa gur. Menurut Larasati & Sujanto . mengemukakan bahwa supervise Manajemen Pembelajaran Berbasis Smart Classroom Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa SMAIT Al-Multazam 2 Linggajati Kabupaten Kuningan Edi Gurnato. Hurriyah. Didin Nurul Rosidin E-ISSN : 2807 - 968X P-ISSN : 2808 - 0793 Tanzhimuna Vol 3. No 1 Juni 2023 akademik perlu dilakukan secara sistematis agar dapat berjalan dengan baik dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Selanjutnya kemudian dilakukan diskusi terbuka dalam pertemuan secara personal antara kepala sekolah dengan guru yang bersangkutan. Dalam data hasil penelitian yang ditemukan di MA Mafatihul Huda Depok Cirebon bahwa guru telah membuat sendiri dari beberapa perangkat administrasi guru seperti program tahunan, program semester, jurnal guru, buku nilai, kisi-kisi soal dan analisis nilai. Sedangkan perangkat seperti silabus dan RPP mereka ambil dari internet, dengan mengubah nama sekolah, kepala sekolah, dan nama guru. Untuk substansinya mereka tidak ubah sama sekali. Criteria ketuntasan minimal tidak dibuat oleh personal guru, melainkan telah ditetapkan sekolah melalui perhitungan oleh beberapa guru senior. Hal ini dikarenakan masih kurangnya pengetahuan guru mengenai bagaimana cara menghitung criteria ketuntasan minimal yang harus dicapai siswa. Berbeda dengan kemampuan mengajar guru mereka sudah memenuhi standar proses. Guru yang disupervisi tidak merasa terganggu atas kehadiran kepala sekolah dalam melaksanakan supervise selama mengajar di dalam kelas. Guru tidak merasa grogi karena sudah disiapkan secara matang sebelum mengajar. Jadi ada atau tidak adanya kepala sekolah tidak ada efeknya sama sekali bagi guru yang disupervisi, mereka tetap mengajar seperti biasanya. Program supervise harus mengacu pada visi, misi, tujuan dan strategi pembinaan yang telah ditetpkan oleh kepala sekolah. Dalam penentuan visi misi tersebut sekolah harus memperhatikan kondisi perkembangan serta tantangan di masa depan. Misi merupakan tindakan atau upaya untuk dapat mewujudkan visi. Dengan kata lain, misi adalah bentuk layanan untuk bisa meemnuhi tuntutan yang dituangkan dalam visi tersebut dengan berbagai indikatornya. Pelaksanaan supervise akademik oleh kepala sekolah terhadap guru sangatlah penting dilakukan dalam meningkatkan kemampan professional guru dan kualitas pembelajaran. Dalam kegiatan ini keterlibatan antara guru dan kepala sekolah secara langsung. Kinerja guru dan kepala sekolah dapat dilakukan secara optimal, tentunya kerja mereka harus dapat terkontrol. Karena tugas utama seorang guru adalah mengajar. Menurut Muslin dalam Ajasan dkk . mengemukakan bahwa Au seorang guru akan dapat melaksanakan tugasnya dengan baik apabila ia mampu dan terampil dalam . merencanakan pengajaran, . melaksanakan pengajaran dan . menilai Guru merupakan mitra kerja dari supervisor untuk dapatmeningkatkan proses dan hasil belajar peserta didik agar lebih efektif. Seorang supervisor bukan hanya mengenal dan mengetahui gurunya, tetapi yang lebih penting ialah mengenal dan mengetahu karakteristik dari peserta didik seperti kemampuan dalam belajarnya, keterbatasanya, dan kebutuhanya. Kepala sekolah sebagai supervisor juga harus senantiasa memberika ide yang cemerlang, memberi senyum hangat, berjabat tangan, menunjukan kepada guru bagaimana cara menyusun dokumen pembealajaran dan cara meningkatkan kualitas layanan belajar. Kepala sekolah harus mampu memberikan contoh bagaimana mengembangkan kurikulum yang baik, cara menggunakan model atau strategi pembelajaran, mengunakan dan menyusun tes dan lain sebagainya. Konsep kepala sekolah sebagai supervisor menunjukan adanya perbaikan dalam pengajaran pada sekolah Manajemen Pembelajaran Berbasis Smart Classroom Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa SMAIT Al-Multazam 2 Linggajati Kabupaten Kuningan Edi Gurnato. Hurriyah. Didin Nurul Rosidin E-ISSN : 2807 - 968X P-ISSN : 2808 - 0793 Tanzhimuna Vol 3. No 1 Juni 2023 yang dipimpinya, perbaikan ini akan tampak setelah dilakukan suntuhan oleh supervisor berupa bantuan untuk mengatasi kesulitas guru dalam hal mengajar. Guru merupakan faktor yang sangat dominan dalam pendidikan pada umumnya, karena guru memegang penuh tanggung jawab dalam proses pembelajaran. Tanggung jawab guru sesungguhnya sangatlah berat karena memegang nasib dan masa depan generasi penerus, sehingga kita sering mendengar tuntutan dan harapan dari masyarakat agar guru harus bisa mencerminkan tuntutan situasi dan kondisi masyarakat yang ideal di masa akan mendatang. Penilaian pengajaran, seorang guru harus mengetahui dan memahami serta terampil dalam melakukan pengukuran berdasarkan acuan norma dan acuan patokan (PAN dan PAP). Guru harus terampil dalam melakukan penilaian baik penilaian formatif maupun sumatif, dan juga harus terampil dalam melakukan testing kepada peserta didik, disamping itu juga bisa menggunakan teknik-teknik dalam penilaian lainya. Penilaian kinerja kepala sekolah . merupakan suatu system yang formal dan terstruktur sehingga dapat digunakan untuk mengukur, menilai, dan memetakan sifat-sifat yang berkaitan dnegan pekerjaan, perilaku, dan hasil kerja kepala sekolah. Dengan demikian, penilaian kinerja kepala sekolah tidak hanya berkisar pada aspek karakter individual saja melainkan juga pada hal-hal yang menunjukan prosesnya dan hasil kerja yang dicapai seperti kualitas, kuantitas, ketepatan waktu dan sebagainya. Esensi dari supervise pendidikan bukan sekedar menilai kinerj aguru dalam mengelola proses pembelajaran, melainkan membantu guru dalam mengembangkan Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan, mak adapt disimpulkan bahwa program supervise yang dilakukan oleh kepala sekolah bersama para guru-guru di MA Mafatihul Huda Depok Cirebon dengan menggunakan instrument penilaian, dalam hal ini dilakukan beberapa revisi yang diperlukan sesuai dengan kebutuhan sekolah tiap tahunya. Pelaksanaan supervise dimulai dengan memeriksa terlebih dahulu program pembelajaran yang dimiliki guru. Hal ini dilakukan oleh kepala sekolah dengan memberi jadwal pelaksanaan observasi atau kunjungn kelas untuk dapat mengamati performa guru secara langsung dalam melaksanakan tugas mengajar di kelas. Selain itu, dilakukan evaluasi dengan cara memberikan penilaian terhadap guru berdasarkan instrume supervise yang telah dibuat. Instrument supervise meliputi instrument pemeriksaan dokumen perangkat pembelajaran, instrument pemeriksaan RPP, serta instrument observasi kegiatan pembelajaran yang sesuai dengan standar proses penilaian yang diberikan beragam interval. Daftar Pustaka