LAPLACE : Jurnal Pendidikan Matematika p-ISSN : 2620 - 6447 e-ISSN : 2620 - 6455 Analisis Kesulitan Siswa dalam Mempelajari Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel Daniel Cardo A. Durotun Napisah. Dominggus Dengi Wungo. Geffi Dio Utama. Martinus Lede. Mika Ambarawati. 1,2,3,4,5,. IKIP Budi Utomo Malang Email : agathadaniel2908@gmail. com, dnnafis47@gmail. minggus25wungo@gmail. com, geffidioutama@gmail. marthenlede01@gmail. ABSTRACT This study aims to describe the difficulties of students in learning the material of the three variable linear system. Based on observations made in X grade IPS-2 Islamic Senior High School NU Pujon, it is known that many students are unable to solve problems related to the three variable linear system. This research is a descriptive qualitative research. Based on research that has been done, it is known that students experience difficulties as follows: . difficulty in understanding concepts and definitions, . difficulties in applying students careful and meticulous attitudes in solving the contextual problems of three variable linear equation systems, . difficulties in compiling the three variable linear system concepts, . difficulty in resolving the three variable linear system contextual problems with elimination and subtutitions methods. difficulty in drawing conclusions in resolving the contextual problems of three variable linear system. Keywords : Analysis. Difficulties. Three Variable Linear Equation System. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesulitan siswa dalam mempelajari materi sistem persamaan linear tiga variabel. Berdasarkan observasi yang dilakukan di kelas X IPS-2 SMA Islam NU Pujon diketahui bahwa banyak siswa yang tidak mampu menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan sistem persamaan linear tiga variabel. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan diketahui bahwa siswa mengalami kesulitan sebagai berikut: . kesulitan dalam memahami konsep dan definisi, . kesulitan dalam penerapan sikap cermat dan teliti siswa dalam menyelesaikan masalah konstektual sistem persamaan linear tiga variabel, . kesulitan dalam menyusun konsep SPLTV, . kesulitan dalam menyelesaikan masalah kontekstual sistem persamaan linear tiga https://doi. org/10. 31537/laplace. Volume 3. Nomor 1. Mei 2020 variabel dengan metode eliminasi dan subtitusi, . kesulitan dalam penarikan kesimpulan penyelesaian masalah konstektual sistem persamaan linear tiga variabel. Kata Kunci : Analisis. Kesulitan. Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel. PENDAHULUAN Sistem persamaan linear tiga variabel merupakan salah satu materi dalam matematika yang mulai diperkenalkan dalam jenjang pendidikan pada sekolah menengah atas. Materi Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel (SPLTV) biasanya mulai diajarkan di kelas X. Standar kompetensi yang harus dikuasai oleh siswa dalam mempelajari SPLTV, yaitu menyusun SPLTV dari masalah kontekstual dan menyelesaikan masalah konteksual yang berkaitan dengan SPLTV. Tujuan pembelajaran SPLTV di tingkat SMA dan sederajat adalah penyelesaian masalah. Dengan demikian, pemahaman konsep sistem persamaan linear dua variabel (SPLDV) akan berpengaruh pada pembelajaran SPLTV. Pembelajaran SPLTV diawali dengan mengenali tentang bentuk umum dari SPLTV itu sendiri. Menurut Gagne (Suherman, 2001: . belajar matematika ada dua objek yang dapat diperoleh siswa, yaitu objek langsung dan objek tak langsung. Objek langsung terdiri dari fakta, konsep, skill, dan prinsip. Begle dalam Hudojo . 5: . menyatakan bahwa sasaran atau objek penelaahan matematika adalah fakta, konsep, operasi, dan prinsip. Melihat pentingnya hal-hal tersebut maka perlu dilakukan penelitian untuk menganalisis kesulitan siswa terhadap matematika. Berdasarkan observasi yang dilakukan di kelas X IPS-2 SMA Islam NU Pujon diketahui bahwa banyak siswa yang tidak mampu menyelesaikan masalah kontekstual yang berkaitan dengan SPLTV. Terdapat beberapa penelitian yang membahas tentang sistem persamaan linear tiga variabel. Diantaranya yaitu penelitian yang dilakukan oleh Roslina . mengenai kemampuan menguasai materi sistem persaman linear tiga variabel. Istini . tentang pembelajaran materi sistem persamaan linear tiga variabel menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe numbered heads together. Mubarok . mengenai pengembangan media pembelajaran matematika dengan power point VBA pada materi sistem persamaan linear tiga variabel. Kuswanti . tentang kesalahan siswa pada penyelesaian masalah persamaan linear tiga variabel. Berdasarkan penelitian-penelitian tersebut. Analisis Kesulitan Siswa dalam Mempelajari Sistem. ( Cardo. Napsiah, dk. belum ada yang membahas mengenai kesulitan siswa dalam mempelajari sistem persamaan linear tiga variabel. METODE PENELITIAN Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan kesulitan siswa dalam mempelajari Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel. Subjek penelitian ini adalah siswa yang sudah mempelajari materi Sistem Persamaan Linear Tiga Linear. Metode pengumpulan data terdiri dari pemberian soal tes dan wawancara. Sedangkan instrumen penelitian ini adalah soal tes dan pedoman wawancara. Soal tes tentang materi Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel yaitu sebagai Pak Panjaitan memiliki dua hektar sawah yang ditanami padi dan sudah saatnya di beri pupuk. Ada 3 jenis pupuk yang harus disediakan, yaitu Urea. SS. TSP. Ketiga jenis pupuk inilah yang hars digunakan para petani agar hasil panen padi Harga tiap-iap karung pupuk berturut-turut adalah Rp 75. 000,00. 000,00. dan Rp 150. 000,00. Pak Panjaitan membutuhkan sebanyak 40 karung untuk sawah yang ditanami padi. Pemakaian pupuk Urea 2 kali sebanyak dari pupuk SS. Sementara dana yang disediakan Pak Panjaitan untuk membeli pupuk adalah Rp 000,00. Berapa karung untuk setiap jenis pupuk yang harus dibeli pak Panjaitan? Sedangkan pedoman wawancara memuat kisi-kisi untuk menggali lebih dalam tentang kesulitan siswa dalam mempelajari Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel. Analisis data mengacu pada Sugiyono . yang terdiri dari tahap reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Reduksi data merupakan tahap penyaringan terhadap data hasil tes dan wawancara yang telah dikumpulkan Penyaringan dilakukan untuk memilah-milah dan mengelompokkan data yang berhubungan dengan kesulitan siswa dalam mempelajari Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel. Penyajian data merupakan tahap penyusunan data yang relevan berdasarkan hasil reduksi data. Data hasil reduksi ini diuraikan secara naratif dan dianalisis secara mendalam sehingga dapat teruji keabsahannya dan mudah dipahami. Penarikan kesimpulan merupakan tahap terakhir untuk memperoleh deskripsi kesulitan siswa dalam mempelajari Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel. Pengujian Volume 3. Nomor 1. Mei 2020 keabsahan data dilakukan dengan triangulasi teknik dan sumber. Triangulasi teknik yaitu melalui teknik wawancara dan tes. Sedangkan triangulasi sumber juga dilakukan dengan mengambil data dari beberapa sumber dengan teknik yang sama, yaitu dua orang siswa yang menjadi subjek penelitian. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, berikut hasil yang telah dilakukan oleh siswa. Analisis pada Pemahaman Konsep dan Definisi Umumnya, siswa yang mendapat nilai di bawah 60 mereka belum memahami konsep atau definisi dari sistem persamaan linear tiga variabel secara jelas. Sebagian besar siswa menjawab salah dalam menyusun konsep sistem persamaan linear tiga Konsep dari bentuk SPLTV merupakan suatu hal penting yang harus dikuasai oleh siswa. Konsep merupakan pengetahuan dasar matematika yang harus dikuasai oleh siswa, agar siswa dapat menyelesaikan persoalan matematika dengan baik dan Begitu juga dengan syarat-syarat sistem persamaan linear tiga variabel siswa harus memahaminya. Hal ini agar siswa dapat menyelesaikan permasalahan konstektual SPLTV. Analisis sikap cermat dan teliti siswa dalam memahami masalah konstektual sistem persamaan linear tiga variabel Sikap cermat dan teliti siswa dalam memahami masalah SPLTV sudah cukup Umumnya siswa menjawab: Diketahui tiga jenis pupuk yaitu Urea = Rp75. 000,00 = Rp120. 000,00 TSP = Rp150. 000,00 Banyak pupuk yang dibutuhkan 40 karung Pemakaian pupuk Urea 2 kali lebih banyak dari pupuk SS Dana yang tersedia Rp 4. 000,00 Ditanyakan Banyaknya pupuk . yang dipergunakan untuk tiap-tipa jenis pupuk yang harus di beli Pak Panjaitan Analisis Kesulitan Siswa dalam Mempelajari Sistem. ( Cardo. Napsiah, dk. Jawaban tertulis siswa dalam memahami masalah SPLTV salah satunya disajikan dalam gambar berikut ini. Hasil tes siswa ini menunjukkan bahwa mayoritas siswa sudah memiliki sikap cermat dan teliti dalam menyelesaikan masalah kontekstual SPLTV. Gambar 1. Contoh Jawaban Siswa Terkait Pemahaman terhadap Masalah SPLTV Analisis Kesalahan dalam Menyusun Konsep SPLTV Siswa masih banyak yang mengalami kesulitan dalam menentukan variabel. Penentuan variabel ini terkait dengan penyusunan konsep SPLTV. Umumnya, siswa menjawab sebagai berikut: Banyak pupuk urea:ycu, banyak pupuk SS: yc, dan banyak pupuk TSP: yc ycu yc yc = 40 000ycu 120. 000yc = 4. ycu = 2yc Terdapat beberapa siswa yang belum menjawab benar karena mengalami kesulitan dalam menentukan variabel. Hal ini menunjukkan terdapat siswa yang belum mampu menyusun konsep SPLTV. Salah satu contoh jawaban yang diberikan siswa disajikan dalam gambar berikut ini. Gambar 2. Contoh Jawaban Siswa Terkait Penyusunan Konsep SPLTV Volume 3. Nomor 1. Mei 2020 Analisis Kesalahan dalam Menyelesaikan Masalah Kontekstual SPLTV dengan Metode Eliminasi dan Subtitusi Jawaban siswa dalam menyelesaikan masalah konstektual SPLTV menunjukkan tidak adanya kesulitan. Umumnya, siswa menjawab: Langkah 1 Subtitusikan persamaan . ke dalam persamaan . , ribuan dieliminasi lebih dahulu sehingga diperoleh ycu yc yc = 40 Ie 2yc yc yc = 40 Ie 3yc yc = 40 O 3yc yc = 40 persamaan . Langkah 2 Subtitusikan persamaan . kedalam persamaan . , sehingga diperoleh ycu = 2yc dan 75ycu 120yc 150yc = 4. Ie 75. 120yc 150yc = 4. Ie 270yc 150yc = 4. O 27yc 15yc = 402 Gunakan metode eliminasi terhadap persamaan . dan persamaan . Persamaan . dikalikan 15 dan persamaan . dikalikan 1 sehingga diperoleh 45yc 15yc = 600 27yc 15yc = 402 = 198 Jadi, 18yc = 198 atau yc = 11 dan diperoleh ycu = 2yc = 2. = 22 Hal ini menunjukkan bahwa mayoritas siswa tidak mengalami kesulitan dalam menyelesaikan masalah kontekstual SPLTV dengan metode eliminasi dan subtitusi. Hal ini sesuai dengan salah satu jawaban siswa yang disajikan dalam gambar di bawah Analisis Kesulitan Siswa dalam Mempelajari Sistem. ( Cardo. Napsiah, dk. Gambar 3. Contoh Jawaban Siswa Terkait Penyelesaian SPLTV Analisis kesalahan dalam penarikan kesimpulan penyelesaian masalah konstektual SPLTV Berdasarkan jawaban menunjukkan adanya kesalahan jawaban siswa. Umumnya siswa menjawab sebagai berikut. ycu yc yc = 40 22 11 yc = 40 yc = 40 Oe 33 = 7 Selain itu, ada yang menjawab dengan diimbuhan kalimat berikut ini. Dengan mensubtitusikan ycu = 22 dan yc = 11 ke persamaan . jadi, diperoleh yc = 7. Dan Jadi, nilai ycu = 22, yc = 11, dan yc = 7 atau banyak pupuk yang harus dibeli Pak Panjaitan dengan uang yang tersedia adalah 22 karung Urea, 11 karung SS, dan 7 karung TSP. Berdasarkan jawaban siswa, diduga beberapa siswa belum dapat melakukan penarikan kesimpulan dari permasalahan kostektual SPLTV yang diberikan. Volume 3. Nomor 1. Mei 2020 Gambar 4. Contoh Jawaban Siswa Terkait Penarikan Kesimpulan Penyelesaian SPLTV Hasil Penelitian Berdasarkan Wawancara Berdasarkan hasil analisis jawaban tertulis menunjukkan adanya kesulitan dalam memahami konsep dan definisi. Untuk lebih mengetahui kesulitannya maka akan dilakukan wawancara. Berikut ini adalah hasil wawancara dan analisis yang terkait dengan pemahaman konsep dan definisi. Petikan wawancara dengan subjek 12 adalah sebagai berikut. Peneliti : Apakah anda mengetahui definisi dari SPLTV? Siswa : iya Peneliti : Apakah kamu memahami konsep SPLTV? Siswa : ya Berdasarkan petikan wawancara tersebut siswa sudah mengetahui definisi dari SPLTV dantelah memahami SPLTV dalam mengerjakan soal. Petikan wawancara dengan subjek 18 adalah sebagai berikut. Peneliti : coba kita cermati jawaban kamu, apakah kamu sudah memahami tentang definisi SPLTV? Siswa : . iswa hanya dia. Peneliti : dari jawabanmu ada yang belum benar, apakah kamu sudah memahami konsep bentuk SPLTV? Siswa : belum terlalu memehami Berdasarkan wawancara di atas subyek 18 belum memahami definisi dari SPLTV. Sehingga kesulitan dalam mengerjakan soal bentuk SPLTV karena belum mampu memahami konsepnya. Petikan wawancara dengan subjek 24 adalah sebagai berikut. Analisis Kesulitan Siswa dalam Mempelajari Sistem. ( Cardo. Napsiah, dk. Peneliti : Apakah definisi dari SPLTV? Siswa : SPLTV adalah suatu sitem persamaan linear dengan terdapat tiga Peneliti : Apakah kamu paham konsep dalam mengerjakan soal ini Siswa : iya Petikan wawancara dengan subyek 24 menunjukkan sudah memahami konsep dan definisi secara keseluruhan. Dengan demikian, subyek 24 tidak mengalami kesulitan dalam mengerjakan soal. Berdasarkan petikan wawancara dengan ketiga subjek dapat disimpulkan bahwa siswa yang mendapat nilai tinggi dan sedang sudah mampu memahami konsep, akan tetapi untuk siswa yang bernilai rendah belum bisa memahami konsep. Siswa dengan nilai tinggi dan sedang juga sudah dapat menjelaskan definisi secara lisan tentang hal tersebut. Namun, siswa yang bernilai rendah belu mampu menjabarkan tentang definisi SPLTV. Berdasarkan wawancara menunjukkan bahwa siswa yang memiliki nilai tinggi dan sedang sudah mampu memhahami konsep, sedangkan siswa dengan nilai rendahbelum mampu memahami konsep SPLTV. Hasil Wawancara dan Analisis Sikap Cermat dan Teliti Siswa dalam Menyelesaikan Masalah Konstektual Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel Berdasarkan hasil analisis jawaban tertulis menunjukkan bahwa rata-rata siswa sudah memiliki sikap cermat dan teliti dalam menyelesaikan masalah konstektual SPLTV. Untuk lebih mengetahui analisisnya maka akan dilakukan wawancara sebagai berikut. Petikan wawancara dengan subjek 12 sebagai berikut: Peneliti : coba lihat jawaban kamu, dalam menentukan hal-hal yang diketahui Siswa : . iswa melihat jawaba. Peneliti : apa saja hal-hal yang diketahui dari soal? Siswa : Tuga jenis pupuk yaitu Urea = Rp75. 000,00 = Rp120. 000,00 TSP = Rp150. 000,00 Banyak pupuk yang dibutuhkan 40 karung Pemakaian pupuk Urea 2 kali lebih banyak dari pupuk SS Volume 3. Nomor 1. Mei 2020 Dana yang tersedia Rp4. 000,00 Dari petikan wawancara di atas menunjukkan siswa yang nilainya sedang tidak mengalami kesulitan dalam menentukan hal-hal yang diketahui dari soal. Hal ini karena siswa mampu memahami konsep SPLTV. Hasil wawancara dan analisis kesalahan dalam menyusun konsep SPLTV Berdasarkan hasil analisis jawaban tertulis menunjukkan adanya kesulitan dalam menyusun konsep SPLTV. Untuk lebih mengetahui kesulitannya maka akan dilakukan wawancara sebagai berikut: Petikan wawancara dengan subyek no 18 sebagai berikut: Peneliti : cobalah kita lihat jawabanmu Siswa : ya Peneliti : menapa ini jawabannya menjadi pengoperasian aljabar? Siswa : . Peneliti : coba dilihat lagi, apa saja hal-hal yang diketahui dari soal. Siswa : diam Penelit : apa saja pupuk yang harus dibeli Pak Panjaitan? Siswa : Urea. SS dan TSP Peneliti : berapa harga masing-masing pupuk? Siswa : Urea Rp75. SS Rp120. TSP Rp150. Penelit : berapa jumlah pupuk yang harus dibeli Pak Panjaitan? Siswa : 40 karung Penelit : berapa jumlah uang yang dimiliki Pak Panjaitan? Siswa : Rp 4. Peneliti : sekarang paham tidak, cara menemukan dan menentukan halhal yang diketahui? Siswa : iya, paham Berdasarkan petikan wawancara subjek tersebut menunjukkan siswa yang memperoleh nilai rendah belum mampu menentukan hal-hal yang diketahui dari masalah konstektual SPLTV. Namun, setelah ditanya secara langsung oleh peneliti siswa tersebut dapat menjawab dengan benar. Analisis Kesulitan Siswa dalam Mempelajari Sistem. ( Cardo. Napsiah, dk. Hasil wawancara dan analisis dalam menyelesaikan masalah kontekstual SPLTV dengan metode eliminasi dan subtitusi Berdasarkan hasil analisis jawaban tertulis menunjukkan rata-rata siswa sudah bisa menyelesaikan masalah konstektual SPLTV dengan metode eliminasi dan Untuk lebih mengetahui kesulitannya maka akan dilakukan wawancara. Petikan wawancara dengan subyek 24 sebagai berikut: Peneliti : coba perhatikan jawabanmu no Siswa : iya Peneliti : metode apa yang kamu gunakan untuk menyelesaikan soal ini? Siswa : eliminasi Peneliti : apakah ada metode lain? Siswa : iya, ada. Metode subtitusi Peneliti : bagaimana kamu menyelesaikan soal ini? Siswa : pertama saya menggunakan metode subtitusi ycu = 2yc ke ycu yc yc = 40 sehinggah 3yc yc = 40 . Kemudian subtitusi lagi ycu = 2yc ke 75ycu 120yc 150yc = 4. 020 sehingga 270ycu 150yc = 4. Peneliti : setelah itu? Siswa : eliminasi 2 persamaan baru, sehingga diperoleh yc = 11 . Karena ycu = 2yc maka diperoleh ycu = 22, dan yc = 7. Peneliti : sampai sini, berarti kamu sudah paham bagaimana cara menyelesaikan soal? Siswa : iya Menurut petikan wawancara di atas menunjukkan bahwa siswa yang memperoleh nilai tinggi tidak mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal. Karena siswa sudah memahami konsep penggunaan metode eliminasi dan subtitusi. Hasil wawancara dan analisis dalam penarikan kesimpulan penyelesaian masalah konstektual SPLTV Berdasarkan hasil analisis jawaban tertulis menunjukkan adanya kesulitan dalam menarik kesimpulan penyelesaian maslah konstektual SPLTV. Untuk lebih mengetahui kesulitannya maka akan dilakukan wawancara sebagai berikut: Volume 3. Nomor 1. Mei 2020 Petikan wawancara dengan subyek no 12 sebagai berikut: Peneliti : dari jawaban kamu, maka di ketahui nilai masing-masing x, y. Siswa : iya Peneliti : coba diperhatikan kembali, ada yang salah tidak jawabanmu? Siswa : tidak ada Peneliti : berapa nilai x? dan x itu untuk mewakili apa? Siswa : ycu = 22 x=urea Peneliti : selanjutnya y dan z Siswa : yc = 11 dan yc = 7, y=SS dan z=TSP Peneliti : jadi, kesimpulannya? Siswa : Pak Panjaitan harus membeli 22 pupuk urea, 11 pupuk SS dan 7 pupuk TSP Peneliti : sampai sini, apakah sudah faham? Siswa : iya, sudah Petikan wawancara dengan subjek 12 menunjukkan adanya kesulitan dalam menarik kesimpulan. Untuk menjawab benar, subyek harus diberikan sedikit gambaran tentang hasil penyelesaian yang sudah dikerjakan. Berdasarkan petikan wawancara dapat disimpulkan bahwa siswa yang memperoleh nilai sedang belum dapat menarik kesimpulan dengan benar. Namun, apabila siswa diberikan penjelasan kembali dan diberi contoh siswa dapat menjawab dengan benar. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dianalisis tersebut, berikut temuan penelitian yang diperoleh. Kesulitan dalam memahami konsep dan definisi Adanya kesulitan siswa dalam memahami konsep SPLTV. Namun, ada beberapa siswa tidak dapat menjelaskan definisi secara lisan hal tersebut. Berdasarkan wawancara menunjukkan bahwa siswa yang memiliki nilai tinggi, sedang, dan rendah memiliki pemahaman konsep yang berbeda. Siswa yang memiliki nilai tinggi dan sedang sudah mampu memahami konsep, akan tetapi untuk siswa yang bernilai rendah belum bisa memahami Analisis Kesulitan Siswa dalam Mempelajari Sistem. ( Cardo. Napsiah, dk. Untuk menjawab secara benar maka peneliti harus memberikan definisi dan memberikan contoh dahulu. Sikap cermat dan teliti siswa dalam menyelesaikan masalah konstektual sistem persamaan linear tiga variabel Mayoritas siswa tidak mengalami dalam menyelesaikan masalah konstektual SPLTV, selain itu siswa juga sudah mulai terbiasa untuk bersikap cermat dan teliti dalam mengerjakan soal. Terbukti dengan banyaknya siswa yang sudah mampu mengerjakan dengan cara yang runtut, di mulai dari menuliskan hal-hal yang diketahui, apa yang ditanyakan dari soal dan bagaimana menjawab soal. Kesulitan dalam menyusun konsep SPLTV Berdasarkan observasi, umumnya siswa masih melakukan kesalahan dalam penentuan variabel dan penyusunan konsep sesuai soal. Namun, setelah diberikan sedikit penjelasan dan contoh saat wawancara maka siswa dapat menjawab dengan Dengan demikian, siswa belum mampu menyusun konsep SPLTV dengan Kesulitan dalam menyelesaikan masalah kontekstual SPLTV dengan metode eliminasi dan subtitusi Berdasarkan hasil obeservasi, mayoritas siswa sudah mampu memahami dan bisa membedakan antara metode eliminasi dan subtitusi, sehingga siswa tidak mengalami kesulitan dalm menyelesaikan masalah konstektual SPLTV dengan metode eliminasi dan subtitusi. Seperti wawancara dengan subyek no 24, subyek tersebut mampu menyelesaikan soal. Kesulitan dalam penarikan kesimpulan penyelesaian masalah konstektual SPLTV Berdasarkan hasil observasi, siswa yang memperoleh nilai sedang dan rendahdalam menarik kesimpulan penyelesaian masih terdapat beberapa kesulitan. Untuk menjawab secara benar maka peneliti harus memberikan definisi dan memberikan contoh dahulu. Berdasarkan temuan tersebut alternatif pemecahan yang dapat diberikan adalah sebagai berikut. Alternatif pemecahan untuk mengatasi kesulitan memahami konsep dan definisi Berdasarkan penjelasan di atas menunjukkan adanya kesulitan dalam memahami konsep dan definisi. Untuk itu, konsep SPLTV sebaiknya dijelaskan secara Volume 3. Nomor 1. Mei 2020 sederhana dan mudah dipahami. Selain itu, dapat menggunakan pembelajaran yang Pembelajaran ini mempunyai komponen kontruktivisme, menemukan, bertanya, adanya kelompok belajar, permodelan, dan penilaian autentik. Dengan demikian, siswa dapat memahami konsep dan definisi secara mudah. Alternatif pemecahan untuk mengatasi kesulitan dalam menerapkan sikap cermat dan teliti siswa dalam menyelesaikan masalah konstektual sistem persamaan linear tiga variabel Siswa dijelaskan secara menyeluruh dan runtut bagaimana cara mengerjakan soal. Untuk mengatasi masalah ini sebaiknya siswa banyakberlatih mengerjakan soalsoal SPLTV dan kemudian siswa di bimbing agar mampu menerapkan sikap cermat dan teliti dalam menyelaikan masalah konstektual SPLTV . Alternatif pemecahan untuk mengatasi kesulitan dalam menyusun konsep SPLTV Saat mengalami dalam menyusun konsep SPLTV, sebaiknya siswa diberikan penjelasan mengenai bentuk aljabar terlebih dahulu. Selanjutnya, siswa diberikan contoh soal dengan cara penentuan konsep SPLTV secara jelas. Dengan banyak berlatih soal maka siswa akan terbiasa dalam menentukan konsep SPLTV dengan Selain itu, juga dapat digunakan model pembelajaran yang sesuai dengan materi ini. Alternatif pemecahan untuk mengatasi kesulitan menyelesaikan masalah kontekstual SPLTV dengan metode eliminasi dan subtitusi Penyebab kesulitan siswa dalam menyelesaikan masalah konstekstual SPLTV adalah siswa belum mampu membedakan konsep dari metode eliminasi dan Sehingga, ada beberapa siswa yang tidak mampu menyelesaikan soal dengan benar. Dengan memahami metode eliminasi dan subtitusi maka siswa dapat dengan mudah membedakannya. Dengan demikian, siswa akan lebih mudah menyelesaikan masalah konstektual SPLTV dengan metode eliminasi dan subtitusi. Alternatif penyelesaian masalah konstektual SPLTV Kesulitan SPLTVdisebabkan oleh adanya keasalahan siswa dalam menyusun konsep Akibatnya, siswa mengalami kesulitan dalam menarik kesimpulan Analisis Kesulitan Siswa dalam Mempelajari Sistem. ( Cardo. Napsiah, dk. Penerapan pembelajaran berbasis digunakan untuk menyelesaikan permasalahan ini dengan memberikan contoh yang ada di kehidupan sehari-hari. Selain itu, sebaiknya dalam menjelaskan konsep dan bentuk SPLTV siswa ditekankan bahwa dalam matematika kecermatan dan ketelitian itu sangat penting. Dengan demikian, siswa akan lebih mudah dalam menyelesaikan masalah konstektual SPLTV. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, kesimpulan yang diperoleh sebagai berikut. Kesulitan yang dialami siswa yaitu . Siswa mengalami kesulitan dalam memahami konsep dan definisi, . Siswa mengalami kesulitan dalam penerapan sikap cermat dan teliti siswa dalam menyelesaikan masalah konstektual sistem persamaan linear tiga variabel, . Siswa mengalami kesulitandalam menyusun konsep SPLTV, . Siswa mengalami kesulitan dalam menyelesaikan masalah kontekstual SPLTV dengan metode eliminasi dan subtitusi, dan . Siswa mengalami kesulitan dalam penarikan kesimpulan penyelesaian masalah konstektual SPLTV. Alternatif dari permasalahan tersebut adalah . Mempelajari konsep dan definisi SPLTV secaramenyeluruh dengan menggunakan pembelajaran yang konstektual, . Mengerjakan soal secara runtut dan banyak berlatih mengerjakan soal-soal SPLTV dengan bimbingan dalam menyelaikan masalah konstektual SPLTV, . Menjelaskan mengenai bentuk aljabar terlebih dahulu kemudian mengerjakan contoh soal dengan cara penentuan konsep SPLTV secara jelas dan banyak berlatih soal-soal SPLTV. Selain itu, juga dapat digunakan model pembelajaran yang sesuai dengan materi ini, . Memahami konsep dan definisi metode eliminasi dan subtitusi dan banyak berlatih mengerjakan soal, siswa akan lebih mudah menyelesaikan masalah konstektual SPLTV dengan metode eliminasi dan subtitusi, dan . Banyak berlatih soal-soal SPLTV, sehingga siswa akan terlatih untuk menentukan kesimpulan Saran yang dapat diberikan yaitu sebaiknya guru memperhatikan kesulitankesulitan siswa dalam menyelesaikan masalah matematika dan mencari solusi dari setiap kesulitan siswa. Saran juga dapat diberikan kepada peneliti selanjutnya yakni Volume 3. Nomor 1. Mei 2020 materi SPLTV perlu diteliti lebih lanjut, baik dalam proses pembelajarannya maupun pengembangan untuk pembelajaran. REFERENSI