Jurnal Magistra Volume. 3 Nomor. 3 September 2025 e-ISSN: 3026-6572. p-ISSN: 3026-6580. Hal. DOI: https://doi. org/10. 62200/magistra. Tersedia: https://ejurnal. id/index. php/magistra Tahun Yubileum menjadi Momen Pengharapan Blasius Superma Yese* STP Dian Mandala Gunungsitoli. Indonesia *Korespondensi penulis: bsyesse@gmail. Abstract. Throughout the year 2025, the Catholic Church is undergoing an Ordinary Jubilee Year. This Jubilee Year was opened on December 24, 2024, and will be closed on January 6, 2026. This Jubilee Year is the first ordinary jubilee in the third millennium. The mystery of faith that is contemplated in it is the mystery of the incarnation of the Word becoming Man in the person of Jesus Christ. Realizing the importance of the mystery of faith that is contemplated in this Jubilee Year, by using library research, the author collects and reads various writings about jubilees, especially the Ordinary Jubilee 2025. In this writing, we will look at the concept of jubilee, both in the scriptures and as intended by the Catholic Church. This writing also briefly describes the theme contemplated in the Jubilee Year 2025, as well as what needs to be done to fill this jubilee year. Keywords: Catholic Church. Hope of faith. Jubilee Year. The mystery of the incarnation. The sacred door. Abstrak. Sepanjang tahun 2025 Gereja Katolik menjalani Tahun Yubileum Biasa. Tahun Yubileum ini telah dibuka pada 24 Desember 2024 dan akan ditutup pada 6 Januari 2026. Tahun Yubileum ini merupakan yubileum biasa pertama di milenium ketiga. Misteri iman yang direnungkan di dalamnya adalah misteri inkarnasi Sabda menjadi Manusia dalam diri Yesus Kristus. Menyadari pentingnya misteri iman yang direnungkan dalam Tahun Yubileum ini, maka dengan menggunakan penelitian kepustaan, penulis mengumpulkan dan membaca berbagai tulisan tentang yubileum, khususnya Yubileum Biasa 2025. Dalam tulisan ini kita akan melihat konsep tentang yubileum, baik dalam kitab suci maupun yang dimaksudkan oleh Gereja Katolik. Tulisan ini juga menguraikan secara ringkas mengenai tema yang direnungkan dalam Tahun Yubileum 2025, serta hal-hal apa yang perlu dilakukan untuk mengisi tahun yubileum ini. Kata kunci: Gereja Katolik. Harapan iman. Misteri inkarnasi. Pintu suci. Tahun Yubileum. LATAR BELAKANG Sejak Desember 2024 sampai awal Januari 2026 Gereja Katolik menjalani Tahun Yubileum Biasa. Disebut Yubileum Biasa, karena dilaksanakan setiap duapuluh lima tahun Sedangkan perayaan yubileum yang dilaksanakan di luar periode duapuluh lima tahun itu disebut yubileum luar biasa, sebagaimana ditetapkan oleh Paus Fransiskus pada 2016 sebagai Tahun Yubileum Luar Biasa AuKerahiman AllahAy (Yese, 2016, hlm. Agar dapat menjalani dan mengisi Tahun Yubileum ini, sangatlah penting memahami dengan baik apa yang dimaksudkan oleh Gereja tentang Tahun Yubileum, lalu apa atau bagaimana mengisinya serta manfaat rohani apa yang diperoleh dalam Tahun Yubileum. Selain itu, setiap tahun yubileum ada misteri iman tertentu yang menjadi fokus permenungannya. Tulisan ini hendak memberikan jawaban atas hal-hal yang disebutkan itu. Naskah Masuk: Juli 21, 2025. Revisi: Agustus 30, 2025. Diterima: September 15, 2025. Tersedia: September 26, 2025. Tahun Yubileum menjadi Momen Pengharapan KAJIAN TEORITIS Konsep tentang Tahun Yubileum Konsep dasar tentang perayaan tahun yubileum ditemukan dalam lingkungan orangorang Israel, sebagaimana tertulis dalam Kitab Suci Perjanjian Lama. Kitab Imamat menulis, bahwa setiap lima puluh tahun, para budak Ibrani harus dibebaskan, tanah-tanah dikembalikan kepada pemiliknya, dan ladang-ladang dibiarkan untuk tidak ditanami. Tahun pembebasan ini diumumkan dengan meniup terompet dari tanduk domba jantan, oleh imam Yahudi. Dalam bahasa Ibrani, tanduk itu disebut ysbhel/yovel . Nama tahun pembebasan itu kemudian diambil dari nama terompet tanduk domba jantan itu. Dalam perkembangan selanjutnya, kata yubileum masuk dalam bahasa Latin menjadi jubilare, berarti berteriak sekeras-kerasnya sebagai luapan kegembiraan. Dengan kata lain, motif dari teriak itu adalah pengalaman Tahun yubileum adalah tahun sukacita, sebab dalam tahun ini kita mengalami pendamaian dan pengampunan dosa (Harun, 2025, hlm. Perihal penetapan tahun yubileum, dalam Kitab Imamat 25:8-13 tertulis: Selanjutnya engkau harus menghitung tujuh tahun sabat, yakni tujuh kali tujuh tahun. sehingga masa tujuh tahun sabat itu sama dengan empat puluh sembilan tahun. 9Lalu engkau harus memperdengarkan bunyi sangkakala di mana-mana dalam bulan yang ketujuh pada tanggal sepuluh bulan itu. pada hari raya Pendamaian kamu harus memperdengarkan bunyi sangkakala itu di mana-mana di seluruh negerimu. 10Kamu harus menguduskan tahun yang kelima puluh, dan memaklumkan kebebasan di negeri itu bagi segenap penduduknya. Itu harus menjadi tahun Yobel bagimu, dan kamu harus masing-masing pulang ke tanah miliknya dan kepada kaumnya. 11Tahun yang kelima puluh itu harus menjadi tahun Yobel bagimu, jangan kamu menabur, dan apa yang tumbuh sendiri dalam tahun itu jangan kamu tuai, dan pokok anggur yang tidak dirantingi jangan kamu petik buahnya. 12Karena tahun itu adalah tahun Yobel, haruslah itu kudus hasil tahun itu yang hendak kamu makan harus diambil dari ladang. 13Dalam tahun Yobel itu kamu harus masing-masing pulang ke tanah miliknya. Bicara tentang tahun yubileum, tidak bisa dilepaskan dari ketentuan mengenai tahun Sebagai perkembangan lebih lanjut dari kisah penciptaan, di mana Allah melakukan karya penciptaan selama enam hari, dan pada hari ketujuh Allah beristrahat, lalu bangsa Israel menerapkan itu dalam pengelolaan lahan mereka. Orang Israel mengelola lahan atau tanah selama enam tahun, dan pada tahun ketujuh lahan itu diistirahatkan atau tidak dikerjakan. JURNAL MAGISTRA Ae VOLUME 3. NOMOR 3. SEPTEMBER 2025 e-ISSN: 3026-6572. p-ISSN: 3026-6580. Hal. Mengenai peruntukan hasil tanah yang tumbuh secara natural pada tahun sabat itu, dalam Kitab Keluaran 23:10-11 tertulis: Selama enam tahun engkau boleh menabur di tanahmu dan menuai hasilnya, tetapi pada tahun ketujuh engkau harus membiarkannya dan meninggalkannya, supaya orang miskin di antara bangsamu memperoleh makanan. Apa yang mereka tinggalkan harus dibiarkan untuk dimakan binatang liar (Harun, 2025, hlm. Ada beberapa motif dan tujuan mengistirahatkan lahan atau tanah itu. Tanah diistirahatkan pada setiap tahun ketujuh, supaya daya kesuburannya terpulihkan. Hasil bumi yang tumbuh otomatis atau spontan secara natural, tidak boleh dipanen pemiliknya. Hasil bumi itu diperuntukkan bagi tujuan sosial . rang miski. dan tujuan ekologis . inatang lia. Tujuan sosial peruntukan hasil tanah bagi budak diatur dalam Keluaran 21:2. AuApabila engkau membeli seorang budak Ibrani, maka haruslah ia bekerja padamu enam tahun lamanya, tetapi pada tahun ketujuh ia diizinkan keluar sebagai orang merdeka, dengan tidak membayar tebusan apa-apaAy. Di sini diatur bahwa sesama bangsa (Ibran. yang membayar utangnya dengan menjadi budak, tidak boleh dijadikan budak belian untuk selamanya. Ia melunasi utangnya dengan bekerja sebagai hamba, dan itupun hanya untuk jumlah tahun yang terbatas. Perihal pemberhentian mengolah lahan pada tahun ketujuh dan peruntukan hasil yang tumbuh spontan itu juga diatur dalam Imamat 25:4-7 Tetapi pada tahun ketujuh haruslah ada bagi tanah itu suatu sabat, masa perhentian penuh, suatu sabat bagi Tuhan. Ladangmu janganlah kautaburi dan kebun anggurmu janganlah Dan apa yang tumbuh sendiri dari penuaianmu itu, janganlah kautuai dan anggur dari pokok anggurmu yang tidak dirantingi, janganlah kaupetik. Tahun itu harus menjadi tahun perhentian penuh bagi tanahmu. Hasil tanah selama sabat itu haruslah menjadi makanan bagimu, yakni bagimu sendiri, bagi budakmu laki-laki, bagi budakmu perempuan, bagi orang upahan dan bagi orang asing di antaramu, yang semuanya tinggal padamu. Juga bagi ternakmu, dan bagi binatang liar yang ada di tanahmu, segala hasil tanah itu menjadi makanannya. Mulainya Tahun Yubileum dalam Gereja Konsep ysbhel ini selanjutnya menyebar ke seluruh dunia setelah alkitab disebarkan ke segala penjuru dunia. Sejalan dengan itu, maknanya pun berkembang. tak persis seperti dimaksudkan alkitab, misalnya: 25 tahun disebut Jubileum Perak, 50 tahun Jubileum Emas, 60 tahun Jubileum Berlian, dan 70 tahun Jubileum Platinum-umumnya untuk perayaan ulang tahun . erkawinan, pendirian suatu lembaga dl. (Widodo et al. , 2. Tahun Yubileum menjadi Momen Pengharapan Tradisi perayaan tahun yubileum dalam Gereja baru dimulai sejak tahun 1300 ketika Paus Bonifasius Vi menetapkan tahun suci, dengan memberi penekanan khusus pada Oleh karena itu. Tahun Yubileum disebut juga Tahun Suci. Frekuensi Tahun Suci telah berubah dari waktu ke waktu. Pada awalnya, dirayakan setiap 100 tahun. Kemudian pada tahun 1343 Paus Clement VI mengubahnya menjadi setiap 50 tahun. Tahun 1470 Paus Paulus II menjadikannya setiap 25 tahun. Ada juga Tahun Suci "luar biasa": misalnya, pada tahun 1933 Paus Pius XI memilih untuk memperingati ulang tahun ke-1900 Penebusan, dan pada tahun 2015 Paus Fransiskus menyatakan Tahun Kerahiman sebagai Yubileum luar biasa (Arifin, 2. Cara yang menandai perayaan Tahun Yubileum juga berubah-ubah selama berabad-abad. Awalnya Tahun Suci terdiri dari ziarah ke Basilika Roma St. Petrus dan St. Paulus, kemudian tanda-tanda lain ditambahkan, seperti Pintu Suci. Kemudian menjadi lebih teratur dilaksanakan setiap 25 tahun sekali, yang dikenal dengan sebutan tahun yubileum biasa. Bila dirayakan di luar perhitungan 25 tahunan itu, disebut tahun yubileum luar biasa. Dengan berpartisipasi dalam Tahun Suci, seseorang diberikan indulgensi penuh. Misteri iman yang dikenang atau dirayakan dalam Tahun Yubileum Biasa itu berkenaan dengan karya penyelamatan Allah dalam dan melalui Yesus Kristus. Misteri iman yang dirayakan dalam Tahun Yubileum 2025 adalah Inkarnasi Sang Sabda 2025 tahun yang lalu, yang terjadi dalam diri Yesus Kristus. Dengan kata lain, kita mau merayakan Auulang tahunAy kelahiran Yesus sebagai manusia. Lebih daripada itu. Tahun Yubileum adalah tahun berahmat karena ada pembebasan dari dosa, sebagaimana dikatakan oleh Yesus dalam Injil Lukas, "tahun rahmat Tuhan telah datang" (Lukas 4:. METODE PENELITIAN Tulisan ini didasarkan pada metode penelitian kepustakaan . ibrary researc. Penulis membaca dan merangkum berbagai tulisan, baik dari buku atau artikel tertentu yang berkaitan atau berbicara mengenai yubileum. HASIL DAN PEMBAHASAN Pintu Suci Salah satu kekhasan dalam perayaan tahun yubileum dalam Gereja Katolik adalah keberadaan pintu suci . orta sancta, holy doo. , untuk menggantikan pemakaian sofar atau terompet dari tanduk domba jantan dalam lingkungan orang Israel. Tradisi penggunaan pintu suci ini sudah mulai dipakai sejak abad ke-15. Dulu, pintu-pintu suci ditutup dengan tembok JURNAL MAGISTRA Ae VOLUME 3. NOMOR 3. SEPTEMBER 2025 e-ISSN: 3026-6572. p-ISSN: 3026-6580. Hal. kokoh, sehingga dalam ritual pembukaan pintu itu digunakan palu perak . ntuk membuka beton pada saat pembukaa. dan sekop perak . ntuk menyegelnya kembali setelah perayaa. Paus akan memukul-mukul tembok, yang kemudian akan runtuh. Ritual ini pernah menyebabkan cedera pada orang yang melihatnya. Akhirnya untuk Yubileum Agung tahun 2000. Paus Yohanes Paulus II menyederhanakan ritual ini dengan membuka dan menutup pintu dengan tangannya (Yese, 2016, hlm. Pintu-pintu suci utama yang dibuka selama tahun yubieum adalah pintu suci empat basilika utama kepausan, yaitu Basilika St. Petrus Vatikan. Basilika St. Yohanes Lateran. Roma. Basilika St. Maria Major dan Basilika St. Paulus di Luar Tembok. Secara tradisional. Paus sendiri yang membuka dan menutup pintu Basilika Santo Petrus secara pribadi, dan menunjuk seorang kardinal untuk membuka pintu Santo Yohanes Lateran. Santa Maria Maggiore, dan Santo Paulus di Luar Tembok. Pada Yubileum Agung 2000. Paus memilih untuk membuka semua pintu itu secara pribadi. Khusus untuk Tahun Yubileum 2025. Paus Fransiskus menambah satu Pintu Suci, yaitu Pintu Suci Gereja di penjara Rebibbia. Roma. Selain itu. Paus Fransiskus juga memberikan kewenangan kepada para uskup diosesan untuk menentukan pintu suci di keuskupan masingmasing, yang dijadikan sebagai tempat-tempat ziarah selama tahun yubileum. Pintu suci adalah pintu masuk ke dalam gereja, yang menjadi simbolisme gerbang rohani menuju kesucian dan pemurnian diri. Pintu Suci hanya dibuka selama tahun yubileum. Tujuannya adalah para peziarah memperoleh indulgensi penuh yang menyertai tahun Pintu-pintu tampak seperti pintu biasa, tetapi biasanya ada gambar ukiran kudus di bagian depannya. Ada beberapa teks kitab suci yang menyebut simbolisme pintu, antara lain: . Yoh. 10:9: AuAkulah pintu. barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumputAy. Luk. 11:9: AuOleh karena itu Aku berkata kepadamu: Mintalah, maka akan diberikan kepadamu. carilah, maka kamu akan mendapat. maka pintu akan dibukakan bagimuAy. Why. 3:20: AuLihat. Aku berdiri di muka pintu dan jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu. Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan AkuAy. Dalam rangka Tahun Yubileum Biasa 2025, pembukaan Yubileum Universal dilaksanakan pada vigili Natal, 24 Desember 2024, yang ditandai dengan pembukaan Pintu Suci Basilika Santo Petrus di Vatikan. Lalu pada Minggu, 29 Desember 2024. Pintu Suci Basilika Santo Yohanes Lateran dibuka. Pada tanggal yang sama Gereja-gereja Lokal di seluruh Tahun Yubileum menjadi Momen Pengharapan dunia melakukan pembukaan Pintu Suci di keuskupan masing-masing. Lalu pada 1 Januari 2025. Hari Raya Maria. Bunda Allah. Pintu Suci Basilika Kepausan Santa Maria Maggiore akan dibuka. dan pada Minggu, 5 Januari 2025, akan dibuka Pintu Suci Basilika Santo Paulus di Luar Tembok. Pintu-pintu suci itu dibukan selama Tahun Yubileum. Selain Basilika St. Petrus, tiga Pintu Suci lainnya akan ditutup pada Minggu, 28 Desember 2025. Sedangkan Pintu Basilika St. Petrus ditutup pada 6 Januari 2026. Hari Raya Epifani. Menarik bahwa pada 26 Desember 2024 Paus Fransiskus membuka Pintu Suci Kapel di penjara di Rebibbia. Roma (Paus Franiskus, 2024, no. Tema Yubileum Biasa 2025 Yubileum ini diumumkan oleh Paus Yohanes Paulus II pada akhir Yubileum Agung. Yubileum Biasa 2025 telah didahului oleh Yubileum Luar Biasa Kerahiman pada tahun 20152016. Dalam rangka Yubileum Biasa 2025, pada 26 Desember 2021. Paus Fransiskus memercayakan kepada Dewan Kepausan untuk Promosi Evangelisasi Baru untuk membuat persiapan Yubileum. Lalu pada 3 Januari 2022, ditetapkan moto Yubileum, yaitu: AuPeziarah HarapanAy (Peregrinantes in Spe. Penetapan tema ini memiliki latar belakang tertentu, yaitu situasi dunia yang memprihatinkan yang diakibatkan oleh peperangan yang sampai sekarang belum kunjung henti, pandemi COVID-19 yang menelan jutaan korban manusia, serta krisis iklim yang nyaris tak terkendalikan. Penting membangun dan mempromosikan harapan di tengah-tengah situasi memprihatinkan itu (Ara & Stanislaus, 2. Maskot dan Logo Yubileum Biasa 2025 Maskot Yubileum Ada dua simbol visual yang digunakan dalam tahun yubileum 2025, yaitu maskot dan logo yubileum. Maskot ini dirancang oleh Simone Legno, yang diberi nama Luce (Teran. seorang gadis yang berziarah. Di mata Luce ada cahaya yang berbentuk cangkang kerang, yang menyimbolkan penglihatan akan Cahaya Tuhan dan perjalanan umat beriman menuju Dia. Cahaya juga lambang dari pengharapan. Bentuk cangkang kerang melambangkan keteguhan dalam iman. Luce memakai beberapa memakai beberapa perlengkapan, yaitu kalung rosario di lehernya, tongkat, tongkat di tangan, sepatu di kaki dan memakai jas hujan berwarna kuning. Kalung Rosario adalah simbol dari kehidupan yang dipenuhi doa, yang menjadi lambang doa sederhana orang-orang Kristiani. Tongkat merupakan simbol dari perjalanan seorang peziarah yang penuh rintangan. Sepatu bot kotor adalah simbol dari kerendahan hati dan perjalanan panjang dan penuh rintangan. Warna hijau adalah simbol dari pengharapan. Jas hujan pelaut JURNAL MAGISTRA Ae VOLUME 3. NOMOR 3. SEPTEMBER 2025 e-ISSN: 3026-6572. p-ISSN: 3026-6580. Hal. kuning melambangkan perjalanan melewati badai, dan sekaligus simbol perlindungan Tuhan dalam perziarahan. Warna kuning juga warna bendera Vatikan. Selain perlengkapan pakaian. Luce juga dikelilingi oleh simbol-simbol lain denga artinya masing-masing, yaitu malaikat kecil yang diberi nama Lubi, seekor merpati yang bernama Aura, seekor anjing kecil dengan nama Santino. Lubi. Malaikat Kecil adalah lambang kesatuan kehidupan duniawi dan kehadiran/perlindungan Tuhan di dalamnya, yang memberikan keberanian dalam menghadapi tantangan. Lubi memakai topi. Jangkar laut di topi Lubi adalah simbol pengharapan umat beriman. Aura. Merpati: simbol penyertaan Roh Kudus. Juga simbol kemurnian, kebebasan dan pembawa pesan damai. Santino. Anjing Kecil, dalam legenda orang kudus Spanyol St. Rochus, anjing adalah lambang dari pertolongan di masa-masa sulit. Anjing juga simbol dari kesetiaan dan persahabatan. Logo Yubileum Pada tanggal 22 Februari 2022. Dewan Kepausan untuk Promosi Evangelisasi Baru mengadakan sebuah kompetisi untuk mendesain logo resmi Yubileum 2025. Ada 294 desain, dari 213 kota di 48 negara. dengan usia desainer 6-83 tahun. Akhir Juni 2022, logo resmi dibuat oleh Giacomo Travisani. Logo ini menunjukkan empat figura bergaya, yang mewakili seluruh umat manusia, yang berasal dari empat penjuru bumi. Mereka saling berpelukan untuk menunjukkan solidaritas dan persaudaraan yang seharusnya menyatukan semua orang. Sosok yang paling depan memegang salib. Ini bukan hanya tanda iman yang dipegang oleh figur utama ini, tetapi juga harapan, yang tidak pernah bisa ditinggalkan, karena kita selalu membutuhkan harapan, terutama pada saat-saat yang paling membutuhkan. Ada ombak yang bergelombang di bawah figura, melambangkan fakta bahwa perjalanan hidup tidak selalu berjalan mulus di perairan yang tenang. Kaki salib berbentuk jangkar. Seringkali keadaan kehidupan sehari-hari dan peristiwaperistiwa di dunia yang lebih luas membutuhkan panggilan yang lebih besar untuk berharap. Itulah mengapa kita harus memberikan perhatian khusus pada bagian bawah salib yang telah dipanjangkan dan diubah menjadi bentuk jangkar yang dilepaskan ke dalam ombak. Jangkar dikenal sebagai simbol harapan. Dalam dunia kemaritiman. Aujangkar harapanAy mengacu pada jangkar cadangan yang digunakan oleh kapal-kapal yang terlibat dalam manuver darurat untuk menstabilkan kapal selama badai. Perlu dicatat, gambar tersebut mengilustrasikan perjalanan peziarah bukan sebagai upaya individu, melainkan sebagai sesuatu yang komunal, yang ditandai dengan dinamika yang meningkat yang membawa seseorang semakin dekat dengan salib. Salib dalam logo tidak Tahun Yubileum menjadi Momen Pengharapan statis, tetapi dinamis. Salib itu membungkuk ke arah manusia, tidak meninggalkan manusia sendirian, tetapi mengulurkan tangan kepada mereka untuk menawarkan kepastian akan kehadiranNya dan keamanan pengharapan. Di bagian bawah logo terdapat moto Tahun Yubileum 2025: Peregrinantes in Spem (Peziarah Pengharapa. , yang dipresentasikan dengan huruf-huruf berwarna hijau. Hijau adalah lambang pengharapan. Bulla untuk Yubileum 2025: Spes Non Confundit Salah satu nama dokumen yang biasa dikeluarkan oleh Vatikan adalah bulla. Bulla umumnya merupakan dokumen yang berkenaan dengan Yubileum, pengangkatan uskup atau pendirian keuskupan. dan ditulis dalam bahasa Latin, yang memuat stempel Paus, yang bentuknya memberikan nama pada dokumen itu sendiri. Bulla itu sendiri artinya timah . , sebab di salah satu sisi dari dokumen itu digantungi dengan timah hitam, untuk menandakan keaslian dokumen tersebut. Pada masa lalu, stempel ini biasanya terbuat dari timah dan di bagian depan terdapat gambar Rasul Suci Petrus dan Paulus, pendiri Gereja Roma, dan di bagian belakang terdapat nama Paus yang sedang menjabat. Kemudian, stempel logam digantikan oleh stempel tinta, yang, meskipun demikian, tetap digunakan untuk dokumendokumen yang lebih penting (Atawolo, 2. Dalam rangka Yubileum Biasa 2025 Bapa Suci Paus Fransiskus menerbitkan sebuah bulla pada 9 Mei 2024. Hari Raya Kenaikan Yesus Kristus, dengan tema AuSpes Non ConfunditAy (Pengharapan Tidak Mengecewaka. Tema tersebut diangkat dari ungkapan Rasul Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Roma (Rm. Bulla tersebut terdiri dari duapuluh lima nomor atau paragraf yang dibagi dalam lima subtema, yaitu kata-kata pengharapan, jalan-jalan pengharapan, tanda-tanda pengharapan, ajakan untuk berharap dan berlabuh dalam pengharapan (Widodo et al. , 2. Paus Fransiskus menyebut tanda-tanda pengharapan, yaitu: pada keinginan untuk perdamaian, dalam antusiasme untuk hidup dan kesiapan untuk berbagi, dalam perhatian kepada orang-orang yang berada dalam situasi hidup yang sulit . ara tahanan, orang-orang sakit, miskin dan difabe. , pada kehadiran kaum muda, para migran yang mencari penghidupan lebih baik, perhatian pada kaum usia lanjut (Paus Franiskus, 2024, no. JURNAL MAGISTRA Ae VOLUME 3. NOMOR 3. SEPTEMBER 2025 e-ISSN: 3026-6572. p-ISSN: 3026-6580. Hal. KESIMPULAN DAN SARAN Tahun Yubileum adalah Tahun Rahmat, yang disediakan secara khusus oleh Gereja untuk merenungkan misteri iman tertentu, sekaligus menjadi kesempatan untuk menyucikan diri. Mengingat bahwa Tahun Yubileum hanya dirayakan dalam tahun tertentu saja, maka hendaknya digunakan dengan baik demi penguatan iman dan demi mendapatkan rahmat Amat diharapkan supaya setiap umat beriman kristiani-katolik memanfaatkan dengan baik Tahun Yubileum Biasa 2025, antara lain dengan makin tekun berdoa dan membaca/merenungkan Sabda Tuhan, makin rajin mengikuti perayaan-perayaan sakramen dan sakramentali, mengadakan ziarah ke tempat-tempat tertentu, menerima sakramen rekonsiliasi, melakukan perbuatan-perbuatan amal demi membantu sesama yang berada dalam situasi hidup yang kurang beruntung. DAFTAR REFERENSI Ara. , & Stanislaus. Harapan yang tidak mengecewakan: Uraian teologis ajaran Paus Fransiskus dalam Spes Non Confundit Bulla yang menandai Yubileum Biasa Tahun LOGOS, 117Ae141. Arifin. Kerahiman sebagai intisari Injil dalam teologi Walter Kasper dan Paus Fransiskus. Jurnal Teologi (Journal of Theolog. , 6. , 1Ae16. Atawolo. Garis besar teologi harapan. Gita Sang Surya, 20. , 67Ae71. Harun. Tahun Yobel Israel dan Yubileum Gereja. Wacana Biblika, 25. Paus Fransiskus. Spes Non Confundit (Bull Penunjukan Yubileum Biasa Tahun 2. Tahta Suci. Widodo. Radho. , & Nugroho. Menelusuri misi para misionaris Vinsensian di Indonesia: Upaya memaknai peziarahan pengharapan di Tahun Yubileum Serikat Kecil: Jurnal Studi Spiritualitas Vinsensian, 2. , 58Ae70. https://doi. org/10. 35312/g25dnj35 Yese. Pintu Suci. Warta Keuskupan Sibolga.