TELEKONTRAN: TELEKONTRAN: Jurnal Jurnal Ilmiah Ilmiah Telekomunikasi. Telekomunikasi. Kendali Kendali dan dan Elektronika Elektronika Terapan Terapan Vol. No. Oktober Vol. No. Oktober 2024 DOI : 10. 34010/telekontran. p-ISSN : 2303 Ae 2901. e-ISSN : 2654 Ae 7384 Rancang Bangun Gelang GPS Tracker dengan Komunikasi Long Range (LoR. untuk Mengetahui Posisi Pendaki Gunung Design of GPS Tracker with Long Range (LoR. Communication to Know the Position of Mountain Climbers Tri Handoko. Ari Valentino Sirait. Rifqi Fuadi Hasani. Sri Danaryani. Toto Supriyanto. Shita Fitria Nurjihan. Dita Indra Febryanti Politeknik Negeri Jakarta. Jl. Prof. DR. Siwabessy. Kukusan. Kecamatan Beji. Kota Depok. Jawa Barat 16425 Email : tri. te21@mhsw. Abstrak - Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan keamanan pendaki gunung, khususnya di area tanpa sinyal seluler, dengan memanfaatkan teknologi komunikasi Long Range (LoR. dan GPS untuk melacak posisi pendaki secara real-time. Tujuan penelitian ini adalah merancang dan merealisasikan sistem GPS tracker dengan komunikasi LoRa untuk mengetahui posisi pendaki gunung, serta menguji data koordinat menggunakan aplikasi GPS tracker yang menampilkan informasi secara real-time. Sistem ini menggunakan modul GPS untuk menentukan lokasi pendaki dan modul LoRa untuk mengirimkan data lokasi ke sesama pendaki dan pos pendaki. Pengujian dilakukan di dua lokasi, yaitu Hutan UI dan Bukit Pelangi, untuk mengevaluasi akurasi koordinat yang dikirimkan. Akurasi saat pengujian di Hutan UI dan Bukit Pelangi, koordinat yang dikirimkan oleh Leader dan dua Pendaki menunjukkan nilai rata-rata selisih antara koordinat pembacaan sensor dan koordinat sebenarnya sebesar 0. 0000427 untuk lintang dan 0. 0000370 untuk bujur. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem ini mampu melacak posisi pendaki secara akurat dan menampilkan semua data pendaki, serta memberikan laporan historis pergerakan dalam peta. Selain itu, notifikasi darurat dapat dikirimkan dengan cepat ke pemimpin pendakian dan pos pendaki. Gelang ini diharapkan dapat meningkatkan keamanan pendaki dan mempercepat proses penyelamatan oleh tim SAR. Kata kunci : Aplikasi. Gelang GPS Tracker. Keamanan Pendakian Gunung. LoRa. Pelacakan Real-Time Abstract - This research was conducted to improve the safety of mountain climbers, especially in areas without cellular signals, by utilizing Long Range (LoR. communication technology and GPS to track the position of climbers in real-time. The purpose of this research is to design and realize a GPS tracker system with LoRa communication to determine the position of mountain climbers, and test coordinate data using a GPS tracker application that displays real-time information. This system uses a GPS module to determine the location of climbers and a LoRa module to send location data to fellow climbers and hiking posts. Tests were conducted in two locations. UI Forest and Bukit Pelangi, to evaluate the accuracy of the coordinates sent. Accuracy during testing in UI Forest and Bukit Pelangi, the coordinates sent by the Leader and two climbers showed an average value of the difference between the sensor reading coordinates and the actual coordinates of 0000427 for latitude and 0. 0000370 for longitude. The test results show that this system is able to accurately track the position of climbers and display all climber data, as well as provide historical movement reports on a map. In addition, emergency notifications can be sent quickly to the climbing leader and the climbing post. This bracelet is expected to increase the safety of climbers and speed up the rescue process by the SAR team. Keywords : Application. GPS Tracker Wristband. Mountaineering Safety. LoRa. Real-Time Tracking PENDAHULUAN Pendakian gunung sering kali memberikan pengalaman yang mendalam dan tak terlupakan bagi para pecinta alam. Namun, di balik keindahan alam yang memukau, terdapat risiko serius yang mengintai, yaitu kemungkinan hilangnya pendaki. Beberapa pendaki dapat terpisah dari kelompoknya atau tersesat di jalur pendakian, terutama ketika menghadapi kondisi cuaca yang tidak menentu dan medan yang sulit . Situasi ini bisa diperparah TELEKONTRAN: Jurnal Ilmiah Telekomunikasi. Kendali dan Elektronika Terapan Vol. No. Oktober 2024 oleh sulitnya proses evakuasi, yang sering kali berisiko tinggi. Oleh karena itu, penting untuk memiliki perangkat yang dapat mengurangi risiko tersebut serta memberikan perlindungan lebih baik bagi para pendaki. Salah satu tantangan utama di pegunungan adalah minimnya atau bahkan tidak adanya sinyal komunikasi, yang menyulitkan upaya untuk berkomunikasi dan memberikan Penelitian terdahulu menunjukkan bahwa teknologi pelacakan berbasis Long Range (LoR. efektif untuk meminimalkan risiko hilangnya Long Range (LoR. sangat cocok digunakan di daerah yang tidak terjangkau sinyal . lank spo. dengan jangkauan hingga 800 meter dan hanya memiliki 20% paket loss saat Line of Sight (LOS) . Dengan menggunakan modul Global Positioning System (GPS), perangkat dapat melacak posisi seseorang berdasarkan koordinat latitude dan longitude melalui komunikasi satelit. Data lokasi tersebut kemudian dikirimkan melalui jaringan LoRa . Penelitian terdahulu yang diteliti oleh Norhafizah Ramli. Muhammad MunAoim Zabidi. Anuar Ahmad, dan Ivin Amri Musliman mengenai sistem pelacakan kendaraan berbasis LoRa menggunakan Dragino GPS/LoRa shield sebagai transponden sementara di sisi gateway menggunakan Dragino LG01, dimana data koordinat yang didapat dari transponden dikirim ke Long Range LoRa gateway dan dikirimkan ke server Linux. Apache. MySQL, dan PHP (LAMP) melalui internet . Penelitian berikutnya yang diteliti oleh Teddy Surya Gunawan. Wan Atheerah Yahya. Erwin Sulaeman. Mira Kartiwi, dan Zuriati Janin mengenai Pengembangan sistem kontrol untuk pesawat tanpa awak quadrotor menggunakan nirkabel Long Range (LoR. dan pelacakan Global Positioning System (GPS) membuat sistem menggunakan komponen Long Range (LoR. SX1272 dengan GPS Ublox Neo-6m, dimana komponen Global Positioning System (GPS) dan Long Range (LoR. diletakan di Unmanned Aerial Vehicl (UAV) dan diawasi serta dikendalikan oleh ground station di hari yang cerah dan hujan . Penelitian ketiga yang diteliti oleh S. Kavetha,A. JaAoafar. Aziz. Isa. Johal, dan N. Hashim menggunakan tiga perangkat transmiter yang mengirim data ke perangkat tranceiver dan dikirimkan kembali ke perangkat receiver pengguna memberikan lokalisasi akurat di lingkungan dalam ruangan, dengan 90% kesalahan algoritma lokalisasi kurang dari 0,82 meter untuk posisi Line of Sight (LOS) dan 1,17 meter untuk posisi Non-LOS. Penelitian keempat yang dibuat oleh Satrio Yudho. Darma Rusjdi. Rizki Pratama Putra, dan Riki Ruli Siregar mengenai Mengintegrasikan LoRa SX178S dengan Sensor Global Positioning System (GPS) untuk Geolokasi Gratis, dalam penelitian tersebut menggunakan perangkat LoRa S76SXB dan GPS Neo-6m. Data yang didapatkan oleh Node Long Range (LoR. dikirimkan dengan format enkripsi Cayenne Low Power Payload berbentuk struktur Hexadecimal, data ini diterima dengan menggunakan protokol Message Queueing Telemetry Transport (MQTT) yang didekripsi menggunakan Java . Penelitian kelima yang dibuat oleh Shengwei Lin. Ziqiang Ying, and Kan Zheng mengenai Desain dan Implementasi Sistem Pemantauan Lokasi dan Aktivitas Berbasis LoRa menggunakan LoRa 1276 dan GPS Ublox MAX7Q dengan keselahan posisi sebesar 10m. Sistem ini akan mengirimkan data Global Positioning System (GPS) melalui Long Range (LoR. dan dikirimkan lagi menggunakan protokol Message Queueing Telemetry Transport (MQTT) ke cloud . Penelitian keenam mengenai Keamanan Sepeda Motor menggunakan Global Positioning System (GPS) dan LCDNextion berbasis mikrokontroler. Global Positioning System (GPS) yang digunakan tipe Ublox Neo-6m dan dilakukan dareah Bandung dengan titik awal adalah Sekeloa Utara, keberhasilan pengujian kali ini juga disebabkan karena faktor cuaca yg sedang mendukung, sehingga sinyal tidak kabur atau hilang, jika cuaca kabur atau provider sedang ada gangguan, maka akan berdampak pada pemetaan GPS Tracking ini, sehingga. Global Positioning System (GPS) akan mengirim lokasi dimana ketika GPS hanya mendapatkan sinyal, jika tidak, maka GPS akan ada delay, yang bisa mengganggu ketepatan GPS Tracking itu sendiri, maka, cuaca, provider dan sinyal, sangat berpengaruh terhadap Global Positioning System (GPS) . Pada penelitian ketujuh mengenai Implementasi REST API pada Aplikasi Pemantauan Berbasis Android menerangkan REST API dapat mempermudah client dan server dalam mengakses aplikasi dengan menggunakan metode GET. POST. PUT dan DELETE pada JSON yang nantinya akan digunakan dalam aplikasi android . Penelitian kedelapan mengenai web server yang digunakan untuk Sistem Monitoring Peternakan Ayam Broiler TELEKONTRAN: Jurnal Ilmiah Telekomunikasi. Kendali dan Elektronika Terapan Vol. No. Oktober 2024 Berbasis Internet of Things pengiriman data melalui web server dapat dilakukan secara realtime . dimana web server ini akan dgunakan untuk aplikasi yang dibuat penulis. Pada penelitian ini, penulis membuat alat dan aplikasi untuk memantau posisi pendaki gunung menggunakan gelang GPS tracker berbasis komunikasi Long Range (LoR. sehingga seorang leader atau tim keamanan dapat melacak dan mengetahui posisi para pendaki. Alat ini dilengkapi dengan GPS yang tertanam pada gelang serta tombol darurat . mergency butto. Tombol darurat tersebut digunakan untuk memberikan peringatan kepada pendaki lain atau tim keamanan . Kondisi di pegunungan yang minim sinyal dapat diatasi dengan menggunakan teknologi komunikasi Long Range (LoR. Aplikasi andoid yang digunakan sebagai alat pemantauan oleh pengguna . untuk menampilkan posisi pendaki gunung secara real-time, sehingga memungkinkan pemantauan yang lebih efektif dan efisien. Penelitian ini telah dilakukan uji coba berupa beberapa kali pengetesan di daerah Hutan UI serta Bukit Pelangi untuk membuktikan bahwa sistem bekerja dengan normal. Diperlukan uji coba lebih lanjut dengan pendaki sesungguhnya untuk membuktikan hilangnya pendaki dapat dikurangi. Penelitian serupa sebelumnya yang dilakukan oleh Sharma Sharma. Deeksha Rai Raghuwanshi. Rohini Ravindrasingh Chandak. Tanvi dan Ramdasi. Dipali menggunakan modul GPS Neo6M dan arduino uno sebagai mikrokontroler . Untuk meningkatkan akurasi sistem, alat yang penulis rancang menggunakan GPS M10 RushFPV yang biasa digunakan pada drone serta menggunakan ESP32 Wemos D1 Mini sebagai mikrokontroler sehingga ukuran dari alat yang dibuat akan semakin kecil dari penelitian Penelitian yang juga dilakukan oleh Bianco Giulio Maria. Giuliano Romeo. Marrocco Gaetano. Mazzenga Franco. Mejia-Aguilar Abraham . menggunakan LoPy-4 sebagai mikrokontroler, di mana data posisi dikirim ke Control and Command Centre . tanpa menggunakan aplikasi Android untuk memantau posisi pendaki secara praktis. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem yang sudah ada dan meningkatkan efisiensi dari sistem yang akan digunakan. II. METODOLOGI Metode penelitian ini mencakup perancangan aplikasi Android untuk sistem Global Positioning System (GPS) tracker yang memanfaatkan Hypertext Transfer Protocol (HTTP) request guna Aplikasi dikembangkan untuk meningkatkan keamanan dan efisiensi dalam memantau pergerakan pendaki Fitur utama aplikasi ini termasuk peta offline, yang memungkinkan pengguna mengakses peta tanpa koneksi internet, serta menampilkan lokasi pendaki secara real-time. Aplikasi ini juga menandai posisi pos-pos perhentian, yang membantu pendaki dalam navigasi. Perancangan Sistem Perancangan sistem mencakup perancangan umum pada perangkat aplikasi android. Untuk melihat cara kerja sistem dapat dilihat flowchart pada Gambar 1. Gambar 1 Flowchart sistem Sistem kerja seperti yang ada di Gambar 1 dimulai dari inisialisasi semua sensor GPS pada semua perangkat termasuk Long Range (LoR. SX1278. Setelah itu Global Positioning System (GPS) akan mencoba menghubungi satelit untuk TELEKONTRAN: Jurnal Ilmiah Telekomunikasi. Kendali dan Elektronika Terapan Vol. No. Oktober 2024 mendapatkan koordinat longitude dan latitude. Setelah data didapat pada perangkat pendaki, data koordinat tersebut akan dikirim ke perangkat leader dan perangkat pos melalui LoRa. Data koordinat ini akan ditampilkan pada aplikasi android dengan menggunakan metode Hypertext Transfer Protocol (HTTP) request dan disajikan dalam bentuk peta di aplikasi. Disetiap pearangkat memiliki tombol yang digunakan untuk mengirim sinyal darurat kepada perangkat lain. Setiap sinyal darurat memiliki suara mengidentifikasi kondisi yang dialami pendaki. Sinyal darurat yang masuk kedalam perangkat leader atau pos akan menampilkan pada aplikasi jenis pesan darurat yang dikirimkan. Selanjutnya berdasarkan diagram blok pada Gambar 2. Perancangan Alat Perancangan alat leader dan pendaki menggunakan ESP32 Wemos D1 sebagai mikrokontroler, dihubungkan dengan sensor GPS M10 Rush FPV. Spesifikasi teknis perangkat GPS ini mencakup beberapa fitur penting. Perangkat ini mendukung berbagai frekuensi penerimaan, termasuk GPS L1. GLONASS L1. BDS B1. GALILEO E1. SBAS L1, dan QZSS L1. Perangkat ini memiliki 72 saluran penerimaan dan sensitivitas penerimaan sebesar -162 dBm. Output protokol yang digunakan adalah UBLOX/NMEA dengan baud rate 115200 dps. Perangkat ini dapat menyegarkan data dengan kecepatan 1Hz hingga 10Hz, dengan kebutuhan daya 5V 30mA. Akurasi kecepatan yang ditawarkan adalah 0,05 m/s, dan akurasi penentuan posisi . D ACC) mencapai 1,5 meter. Ketinggian maksimum yang dapat dicapai perangkat ini adalah 000 meter, dengan kecepatan gerak maksimum 500 meter per detik. Dimensi fisik perangkat ini adalah 18 x 18 x 4,8 mm, dengan berat sebesar 4,2 Komponen LoRa SX1278 serta komponen lain seperti tiga buah push button yang akan digunakan untuk membuat tiga peringatan yang berbeda, buzzer, modul tp4056 untuk mengisi ulang daya baterai dan baterai litium polymer 1000mAh. Skematik rancangan dari perangkat leader dan pendaki dapat dilihat pada Gambar 3. Tabel I. Hubungan pin ESP32 pada perangkat leader dan pendaki Gambar 2 Diagram Blok Sistem Pada Gambar 2 menunjukan hubungan antara komponen melalui diagram blok. Mikrokontroler yang digunakan pada semua perangkat adalah ESP32. ESP32 dipilih karena mikrokontroler ini dapat memancarkan sinyal wifi lokal yang nantinya dapat digunakan sebagai media komunikasi antara perangkat leader atau pos ke Lalu komponen lain seperti sensor GPS digunakan untuk mendapat data koordinat. LoRa SX1278 sebagai media komunikasi antar perangkat, push button untuk memberi sinyal darurat, buzzer untuk indikator sinyal darurat, modul tp4056 yang digunakan sebagai modul pengisian ulang baterai lipo yang digunakan pada alat pendaki dan leader. Komponen Pin Komponen LoRa 22,19 LoRa 5,33,18,23 GPS Ublox M10 16,17 Push Button 4,21,32 Buzzer Nama Pin DIO0, MISO SS. RST, SCK. MOSI RX. Btn1. Btn2. Btn3 Buzzer Keterangan INPUT OUTPUT INPUT INPUT OUTPUT Selanjutnya pada perancangan perangkat pos menggunakan ESP32 sebagai mikrokontroler dihubungkan dengan buzzer dan push button dan power supply sebagai sumber daya. Perangakat pos hanya memiliki satu push button yang nanti digunakan untuk memberikan peringatan langsung kepada leader agar segera kembali ke pos. Skemarik rancangan perangkat pos dapat dilihat pada Gambar 4. TELEKONTRAN: Jurnal Ilmiah Telekomunikasi. Kendali dan Elektronika Terapan Vol. No. Oktober 2024 Gambar 3 Skematik perangkat leader dan pendaki Gambar 4 Skematik perangkat pos Berikut pin yang ESP32 yang digunakan pada perancangan perangkat pos dapat dilihat pada Tabel II. Tabel II. Hubungan pin ESP32 pada perangkat pos Komponen Pin Komponen LoRa 16,19 LoRa 5,13,18,23 Push Button Buzzer Nama Pin DIO0, MISO SS. RST, SCK, MOSI Button Buzzer Perancangan Aplikasi Keterangan INPUT OUTPUT INPUT OUTPUT Aplikasi ini dirancang dengan menggunakan software Android Studio. Aplikasi ini diberi nama AuFind MeAy yang berfungsi untuk menampilkan lokasi para pendaki serta leader dan juga data diri orang yang menggunakan perangkat. Smartphone harus terhubung dengan WiFi dengan SSID AuLeaderAy atau AuPOSAy agar menerima data lokasi dari perangkat leader maupun pos melalui http Saat aplikasi dimulai akan diarahkan ke tampilan utama aplikasi yang dapat dilihat pada Gambar 5. Pada tampilan ini akan menampilkan peta dengan format road streat dan satelit dengan menekan tombol AuUbah TampilanAy. Saat perangkat leader sudah mendapat data koordinat pendaki dan leader itu sendiri dengan bantuan depedensi nanohttpd pada android studio, maka akan tampil didalam peta. Peta ditampilkan dengan library leaflet dengan peta yang sudah diunduh terlebih Lalu dibawah peta terdapat status konektivitas antara perangkat leader atau pos. Selanjutnya terdapat status darurat yang ditekan pendaki lain berikut dengan perangkat apa yang Selanjutnya terdapat tombol AuDaftar UserAy yang digunakan untuk melihat data diri pengguna sistem ini yang dapat dilihat pada Gambar 6. TELEKONTRAN: Jurnal Ilmiah Telekomunikasi. Kendali dan Elektronika Terapan Vol. No. Oktober 2024 Terakhir terdapat tombol AuTrack RecordAy untuk melihat riwayat posisi para pengguna sistem tersebut setelah melakukan autentikasi berupa pin yang dapat dilihat pada Gambar 7. Gambar 7 Tampilan riwayat posisi pendaki Gambar 5 Tampilan utama aplikasi Gambar 8 Tampilan Detail User Gambar 6 Tampilan Daftar User Pada Gambar 6 terdapat tombol AuTambahAy untuk menambahkan pengguna di daftar tersebut, serta tombol AuHapusAy untuk menghapus pengguna dari pengguna paling bawah, aplikasi tidak akan TELEKONTRAN: Jurnal Ilmiah Telekomunikasi. Kendali dan Elektronika Terapan Vol. No. Oktober 2024 mengizinkan untuk menghapus data leader namun tetap dapat diubah datanya seperti yang ada pada Gambar 8. Pada Gambar 7 data riwayat lokasi dilengkapi dengan waktu dan tanggal serta nama dari pengguna akan ditampilkan berdasarkan urutan data terbaru. Pengguna dapat menghapus riwayat ini dengan menekan tombol AuHapus RiwayatAy dibawah data riwayat. Lalu untuk merubah pin pengguna juga dapat mengaturnya pada bagian paling bawah aplikasi dan tekan tombol AuSimpan PINAy untuk memperbarui pin. HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini menghasilkan sebuah sistem yang dapat dijalankan sesuai dengan flowchart yang ada pada Gambar 1, baik dari segi alat maupun Hasil realisasi perangkat baik perangkat leader, pendaki, ataupun pos dapat dilihat pada Gambar 9. Tabel i. Hasil data pengujian jarak LOS leader dan pendaki Jarak . RSSI. Keterangan Sangat Baik Baik Baik Buruk Buruk Tidak Terhubng Seperti yang dapat dilihat pada Tabel i, jarak 50m mendapat hasil yang sangat baik yaitu -76 dBm, lalu pada jarak 100m hingga 200m mendapat hasil yang baik yaitu -86dBm sampai -97dBm, selanjutnya pada jarak 300m hingga 450m mendapat hasil yang buruk yaitu -101dBm hingga -107dBm, sementara jarak diatas 500m LoRa sudah tidak dapat menerima data sama sekali. Selanjutnya hasil percobaan N-LOS dapat dilihat pada Tabel IV. Tabel IV. Hasil data pengujian jarak N-LOS leader dan pendaki Jarak . RSSI. Keterangan Sangat Baik Baik Tidak Terhubung Seperti yang dapat dilihat pada Tabel IV, jarak 50m mendapat hasil yang sangat baik yaitu -82 dBm, lalu pada jarak 105m mendapat hasil yang baik yaitu -88dBm, sementara jarak diatas 200m LoRa sudah tidak dapat menerima data sama Gambar 9. Realisasi perangkat leader pendaki dan pos Pengujian Jarak Pengiriman Sinyal LoRa Perangkat Pos Seperti yang dapat dilihat pada Gambar 9, perangkat leader ditandai dengan gelang warna merah, pendaki 1 ditandai dengan gelang berwarna abu, dan pendaki 2 ditandai dengan gelang berwarna hijau serta kotak prangkat pos berwarna Pengujian jarak pengiriman sinyal LoRa ini juga dibagi menjadi dua tempat yaitu area Hutan UI sebagai tempat untuk menguji LOS dan Bukit Pelangi sebagai tempat untuk menguji N-LOS. Pengujian dilakukan untuk menguji seberapa jauh jarak penerimaan sinyal antara perangkat leader dan pos. Hasil percobaan LOS dapat dilihat pada Tabel V. Pengujian Jarak Pengiriman Sinyal LoRa Perangkat Leader dan Pendaki Tabel V. Hasil data pengujian jarak LOS leader dan pos Pengujian jarak pengiriman sinyal LoRa ini dibagi menjadi dua tempat yaitu area Hutan UI sebagai tempat untuk menguji LOS dan Bukit Pelangi sebagai tempat untuk menguji N-LOS. Pengujian dilakukan untuk menguji seberapa jauh jarak penerimaan sinyal antara perangkat leader dan para pendaki. Hasil percobaan LOS dapat dilihat pada Tabel i. Jarak . RSSI. Keterangan Sangat Baik Sangat Baik Baik Baik Buruk Buruk Tidak Terhubng TELEKONTRAN: Jurnal Ilmiah Telekomunikasi. Kendali dan Elektronika Terapan Vol. No. Oktober 2024 Seperti yang dapat dilihat pada Tabel V, jarak 50m sampai 100m mendapat hasil yang sangat baik yaitu -74 dBm sampai -83dBm, lalu pada jarak 200m hingga 300m mendapat hasil yang baik yaitu -91dBm sampai -98dBm, selanjutnya pada jarak 400m hingga 500m mendapat hasil yang buruk yaitu -105dBm hingga -107dBm, sementara jarak diatas 600m LoRa sudah tidak dapat menerima data sama sekali. Selanjutnya hasil percobaan NLOS dapat dilihat pada Tabel VI. Tabel VI. Hasil data pengujian jarak N-LOS leader dan pos Jarak . RSSI. Keterangan Sangat Baik Baik Baik Tidak Terhubung Seperti yang dapat dilihat pada Tabel VI, jarak 50m mendapat hasil yang sangat baik yaitu -82 dBm, lalu pada jarak 100m sampai 180m mendapat hasil yang baik yaitu -88dBm sampai -93dBm, sementara jarak diatas 200m LoRa sudah tidak dapat menerima data sama sekali. Setelah dilakukannya pengujian diatas dapat disimpulkan bahwa alat ini dapat bekerja dengan baik hingga jarak kurang dari 500m pada kondisi LOS dan kurang dari 180m untuk kondisi N-LOS. Dengan penggunaan LoRa SX1278 hasil yang didapat lebih buruk dibandingkan dengan LoRa SX1276 yang telah digunakan pada penelitian Dimana penelitian sebelumnya jarak tempuh antara LoRa sejauh sekitar 1km sedangkan penelitian yang dilakukan penulis hanya maksimal Pengujian Akurasi GPS Setelah melakukan percobaan di Hutan UI Bukit Pelangi dan Area Gedung G PNJ, perbandingan antara posisi yang didapatkan oleh perangkat pendaki dengan posisi yang sebenarnya dapat dilihat pada Tabel VII. Pada Tabel VII menunjukan perbedaan titik lokasi antara aplikasi dan sesungguhnya. Terlihat sedikit perbedaan latitude dan longitude antara sensor GPS dengan sesungguhnya, dimana nilai keempat dan kelima nilai latitude dan longitude membuat jarak posisi pada aplikasi dan sesungguhnya cukup akurat. Pengujian Aplikasi Android Pengujian aplikasi android dimulai dari pengujian tampilan utama dari aplikasi ini. Pada menu smartphone terdapat icon aplikasi Find Me yang digunakan untuk menjalankan aplikasi. Tampilan icon Find Me dapat dilihat pada Gambar Tabel VII. Hasil Pengujian Posisi Pendaki dengan Sensor GPS Lokasi Perangkat Leader Hutan UI Pendaki 1 Pendaki 2 Leader Bukit Pelangi Pendaki 1 Pendaki 2 Leader Area Gedung G PNJ Pendaki 1 Pendaki 2 Lat & Lon Sensor GPS Lat & Lon Sesungguhnya Posisi Sesuai Sesuai Sesuai Sesuai Sesuai Sesuai Sesuai Sesuai Sesuai TELEKONTRAN: Jurnal Ilmiah Telekomunikasi. Kendali dan Elektronika Terapan Vol. No. Oktober 2024 peta Aoroad mapAo. Peta yang ditampilkan dapat di perbesar ataupun di perkecil dengan tombol Au Ay dan Au-Au yang ada di pojok kiri atas. Untuk merubah jenis peta yang ditampilkan, dapat menekan tombol AuUbah TampilanAy yang berada di pojol kanan atas. Setelah tombol ditekan akan menampilkan peta dengan jenis satelit google, perubahan jenis peta satelit ini dapat dilihat pada Gambar 12. Pada Gambar 11 maupun Gambar 12 tertampil pesan AuDisconectedAy dengan latar belakang merah ini menandakan bahwa aplikasi belum terhubung dengan perangkat Leader ataupun Pos. Gambar 10. Icon aplikasi Find Me Dari Gambar 10 ketika ditekan akan membuka aplikasi dan masuk kehalaman utama dari aplikasi Find Me. Gambar 11 merupakan tampilan utama dari aplikasi Find Me. Gambar 12. Tampilan peta dengan satelit google Untuk menampilkan lokasi dan pesan darurat para pendaki, perangkat smartphone harus terhubung terlebih dahulu ke perangkat Leader atau POS. Cara menghubungkannya yaitu dengan menghubungkan dengan jaringan WiFi AuLeaderAy atau AuPOSAy seperti yang ada di Gambar 13. Gambar 11. Icon aplikasi Find Me Dapat dilihat pada Gambar 11 merupakan tampilan utama dari aplikasi Find Me dengan jenis Gambar 13. Terhubung ke WiFi Leader atau POS TELEKONTRAN: Jurnal Ilmiah Telekomunikasi. Kendali dan Elektronika Terapan Vol. No. Oktober 2024 Setelah koneksi berhasil, peta akan menampilkan posisi pendaki dengan pesan "Connected" di bawah peta. Posisi pendaki yang ditunjukkan pada peta dapat dilihat pada Gambar 14. Gambar 15, dan Gambar 16 yang berlokasi di hutan UI. Gambar 16. Tampilan Posisi Pendaki 2 Gambar 14. Tampilan Posisi Leader Gambar 15. Tampilan Posisi Pendaki 1 Selanjutnya menampilkan pesan darurat dari tombol yang ditekan oleh pendaki pada tampilan utama aplikasi, terdapat pesan yang muncul ketika pendaki menekan tombol di perangkat mereka. Pesan ini bervariasi tergantung pada tombol fisik yang Tombol Hijau pada perangkat pendaki menunjukkan keadaan darurat yang membutuhkan bantuan medis, tombol Merah menunjukkan adanya anggota kelompok yang hilang, dan tombol Hitam menandakan adanya bencana alam yang Pesan-pesan tersebut diawali dengan pendaki yang menekan diikuti dengan pesan diantaranya AuBencana Alam!Ay yang dapat dilihat pada Gambar 17. AuOrang Hilang!Ay pada Gambar 18, dan AuMedis!Ay pada Gambar 19. Setelah melakukan percobaan, perbandingan pesan yang ditampilkan di aplikasi sesuai dengan yang ditekan pada perangkat pendaki terhadap leader dapat dilihat pada Tabel 8. Setelah menampilkan pesan sebanyak lima kali, semua percobaan menunjukkan hasil yang sesuai dengan harapan, di mana pesan yang ditampilkan cocok dengan perangkat yang mengirimkan sinyal serta jenis pesan yang dikirimkan ke aplikasi. Pengujian menampilkan data diri pendaki. Untuk melihat data diri pendaki, pengguna dapat menekan tombol "Daftar User" pada halaman utama aplikasi. Setelah itu, pengguna akan diarahkan ke halaman TELEKONTRAN: Jurnal Ilmiah Telekomunikasi. Kendali dan Elektronika Terapan Vol. No. Oktober 2024 yang menampilkan daftar pendaki, termasuk Leader dan anggota lainnya. Gambar 20 menunjukkan tampilan halaman daftar user atau pendaki tersebut. Gambar 19. Pesan Pendaki untuk Medis Gambar 17. Pesan Pendaki untuk Bencana Alam Gambar 20. Halaman List User/Pendaki Gambar 18. Pesan Pendaki untuk Orang Hilang Pada Gambar 20, aplikasi hanya menampilkan tombol "Leader," yang menandakan bahwa data pendaki belum dimasukkan. Untuk menambahkan data pendaki, pengguna dapat menekan tombol "Tambah" pada halaman ini. Jika ingin menghapus pendaki dari daftar, pengguna dapat menekan tombol "Hapus. " Gambar 21 menunjukkan TELEKONTRAN: Jurnal Ilmiah Telekomunikasi. Kendali dan Elektronika Terapan Vol. No. Oktober 2024 tampilan halaman setelah pendaki ditambahkan ke dalam daftar. Gambar 22. Pesan Ketika List Leader Ingin Dihapus Gambar 21. Tampilan Ketika Pendaki Ditambahkan Pada Gambar 21, pendaki berhasil dimasukkan ke dalam daftar. Nama yang ditampilkan saat pendaki ditambahkan adalah "User 1," dan jika ditambahkan lagi, pendaki berikutnya akan diberi nama "User 2," dan seterusnya. Pada aplikasi ini, daftar "Leader" tidak dapat dihapus karena leader adalah bagian utama dari sistem. Gambar 22 menunjukkan pesan yang muncul saat mencoba menghapus daftar "Leader" Pada Gambar 22 aplikasi menampilkan pesan AuTidak bisa menghapus leaderAy ketika ingin menghapus leader dari list. Aksi ini untuk mencegah dihapusnya leader dari list Pada percobaan berikutnya, data riwayat lokasi para pendaki disimpan dalam database aplikasi. Untuk menampilkan data riwayat lokasi tersebut, pengguna dapat mengklik tombol "Track Record" pada halaman utama. pendaki tersebut. Namun untuk menujukan data ini pengguna harus memasukan pin sebagai tindakan keamanan untuk aplikasi ini. Setelah autentikasi berhasil, halaman "Track Record" akan ditampilkan. Pada halaman ini, riwayat lokasi pendaki ditampilkan dalam bentuk koordinat longitude dan latitude, beserta waktu saat data tersebut direkam. Tampilan halaman "Track Record" dapat dilihat pada Gambar 23. Gambar 23. Tampilan Halaman Track Record Pada Gambar 23 ditampilkan daftar riwayat posisi pendaki. Sebagai contoh, pada tanggal 28 Juli 2024, posisi "Handoko" atau leader berada di koordinat latitude -6,359520912 dan longitude 106,8233948. Di bawah tampilan data riwayat, terdapat tombol "Clear" yang dapat digunakan oleh pengguna untuk menghapus data riwayat TELEKONTRAN: Jurnal Ilmiah Telekomunikasi. Kendali dan Elektronika Terapan Vol. No. Oktober 2024 sebelumnya, terutama ketika perjalanan telah selesai dan akan memulai perjalanan baru. bagian bawah halaman, terdapat form untuk memasukkan pin baru. Setelah menyimpan pin tersebut, pengguna harus memasukkan pin baru ini untuk menampilkan riwayat posisi pendaki di masa Analisa data yang telah penulis uji dengan beberapa penelitian menunjukan hasil yang Pada penelitian sebelumnya yang menggunakan LoRa dengan frekuensi 868MHz jangkauan LoRa dari alat yang penulis buat lebih luas, dimana dengan LoRa 868MHz jangkauan maksimalnya sebesar 332m yang diuji di Campo Imperatore . sedangkan jarak maksimal menggunakan LoRa dengan frekuensi 433MHz pada perangkat yang penulis buat memiliki jarak maksimal sebesar 450m, namun hasil yang berbeda juga didapat dari penelitian lain yang mendapatkan hasil jangkauan sampai 2km di kawasan urban dimana pada penelitian ini menggunakan Adafruit RFM95W LoRa Radio Transceiver Breakout dengan frekuensi 868MHz . Tabel Vi. Hasil Pengujian Tampilan Pesan pada Aplikasi Find Me Percobaan Perangkat Pendaki 1 Pendaki 2 Pos Pendaki 1 Pendaki 2 Pos Pendaki 1 Pendaki 2 Pos Pendaki 1 Pendaki 2 Pos Pendaki 1 Pendaki 2 Pos Tombol yang Ditekan Hijau Merah Hitam Hijau Merah Hitam Emergency Hijau Merah Hitam Hijau Merah Hitam Emergency Hijau Merah Hitam Hijau Merah Hitam Emergency Hijau Merah Hitam Hijau Merah Hitam Emergency Hijau Merah Hitam Hijau Merah Hitam Emergency Pesan di Aplikasi Pendaki 1: Medis! Pendaki 1 : Orang Hilang! Pendaki 1 : Bencana Alam ! Pendaki 2 : Medis! Pendaki 2 : Orang Hilang! Pendaki 2 : Bencana Alam ! POS : Bencana Alam! Pendaki 1: Medis! Pendaki 1 : Orang Hilang! Pendaki 1 : Bencana Alam ! Pendaki 2 : Medis! Pendaki 2 : Orang Hilang! Pendaki 2 : Bencana Alam ! POS : Bencana Alam! Pendaki 1: Medis! Pendaki 1 : Orang Hilang! Pendaki 1 : Bencana Alam ! Pendaki 2 : Medis! Pendaki 2 : Orang Hilang! Pendaki 2 : Bencana Alam ! POS : Bencana Alam! Pendaki 1: Medis! Pendaki 1 : Orang Hilang! Pendaki 1 : Bencana Alam ! Pendaki 2 : Medis! Pendaki 2 : Orang Hilang! Pendaki 2 : Bencana Alam ! POS : Bencana Alam! Pendaki 1: Medis! Pendaki 1 : Orang Hilang! Pendaki 1 : Bencana Alam ! Pendaki 2 : Medis! Pendaki 2 : Orang Hilang! Pendaki 2 : Bencana Alam ! POS : Bencana Alam! Keterangan Sesuai Sesuai Sesuai Sesuai Sesuai Sesuai Sesuai Sesuai Sesuai Sesuai Sesuai Sesuai Sesuai Sesuai Sesuai TELEKONTRAN: Jurnal Ilmiah Telekomunikasi. Kendali dan Elektronika Terapan Vol. No. Oktober 2024 Sedangkan perbandingan nilai GPS dengan penelitian lain yang menggunakan Ublox NEO-6M sebagai modul GPS nya berhasil mendapat data koordinat dengan akurasi enam angka dibelakang koma, hasil yang sama dengan perangkat yang dibuat penulis dengan menggunakan M10 Rush FPV. Enam angka dibelakang koma ini menunjukan akurasi modul GPS memiliki ketelitian sekitar 10cm dimana jika posisi GPS bergeser sebesar 10cm . esuai ketelitian enam desima. , alat tersebut memang dapat mendeteksi perubahan tersebut, tetapi konsistensi pembacaan alat tidak selalu terjamin yang dapat dipengaruhi oleh faktor kualitas sinyal dan cuaca. Pengujian Daya Tahan Perangkat Pengujian daya tahan perangkat mencangkup daya tahan baterai, daya tahan cuaca dan daya tahan terhadap bernturan. Untuk daya tahan cuaca penulis melakukan pengujian hanya pada saat cuaca cerah. Hasil peengujian daya tahan perangkat dapat dilihat pada Tabel IX. Tabel IX. Hasil Pengujian Daya Tahan Perangkat Pengujian Daya Tahan Baterai Daya Tahan Cuaca Daya Tahan Benturan Hasil In Use : 3jam Stand By : 4jam Tahan terhadap cuaca Jatuh dari ketinggian Pertama untuk pengujian daya tahan beterai, masing-masing perangkat menggunakan baterai Lithium Polymer (LiP. dengan kapasitas 1000mAh lalu pengujian perangkat yang dilakukan di Hutan UI dan Bukit Pelangi berlangsung salama tiga jam dan saat posisi stand by daya tahan baterai sampai dengan empat jam. Selanjutnya perangkat yang penulis buat selama proses uji coba, perangkat leader tahan terhadap jatuh dari jarak dua meter serta tahan terhadap debu. Namun ketahanan terhadap air perlu dilakukan pembaruan lebih lanjut untuk ketahanan terhadap air karena terdapat celah yang dapat dimasuki air disisi port charging serta di sekitar tombol darurat. IV. KESIMPULAN Proses perancangan aplikasi dimulai dengan mempersiapkan perangkat leader dan pos untuk mengirim data lokasi secara akurat melalui WiFi. Peta dibuat menggunakan software Mobile Atlas Creator dan dimasukkan ke dalam aplikasi yang menampilkan data dari perangkat leader atau pos. Dengan menggunakan library Leaflet, aplikasi dapat menampilkan posisi pendaki, menyimpan data diri serta riwayat lokasi dengan fitur autentikasi untuk akses yang aman. Pengujian di Hutan UI dan Bukit Pelangi menunjukkan aplikasi mampu menampilkan lokasi dan pesan dengan baik serta memungkinkan pengelolaan data diri Dalam pengujian daya tahan baterai, perangkat dengan baterai Lithium Polymer (LiP. 1000mAh bertahan kurang dari tiga jam saat digunakan dan hingga empat jam dalam posisi stand by. Perangkat leader juga terbukti tahan jatuh dari jarak dua meter dan tahan debu, namun ketahanan terhadap air perlu ditingkatkan karena ada celah di port charging dan tombol darurat yang memungkinkan air masuk. Penulis menyarankan penambahan fitur untuk mengukur jarak antara posisi pendaki dengan leader atau pos, serta menambahkan tombol alarm di aplikasi untuk mengirimkan sinyal ke semua DAFTAR PUSTAKA