p-ISSN : 2715 - 0127 e-ISSN : 2715 - 0135 Jurnal Manajemen dan Bisnis Jayakarta. Volume 5. No. Januari 2024 PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN DAN MOTIVASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA BORNEO INDOOR FUTSAL BANJARMASIN Melsandi1. Dwi Wahyu Artiningsih2. Siti Mardah3. Firdaus4 Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari1,2,3,4 Received: 15 November 2023 | Revised: 21 Desember 2023 | Accepted: 16 Januari 2024 | Published Online: 16 Januari 2024 ABSTRACT This research was conducted to determine the magnitude of the influence of leadership style and motivation on employee performance at Borneo Indoor Futsal Banjarmasin. This type of research is quantitative descriptive. The population used is all employees from this research site. The sample used was 30 people. Data was obtained through distributing questionnaires to all respondents. This research was analyzed using the IBM version of the SPSS 25 software test tool. The analysis tests carried out were instrument tests, classist assumption tests, multiple linear regression tests. T tests. F tests and termination coefficient tests. From the research results it was found that the data used were valid and For the partial influence of leadership style and motivation on employee performance positive and significant effect. Likewise, the F test results show that the two independent variables have a positive and significant effect on the dependent variable together. Keywords: Leadership Style. Motivation. Employee Performance ABSTRAK Penelitian ini dibuat untuk mengetahui besarnya pengaruh gaya kepemimpinan dan motivasi terhadap kinerja karyawan pada Borneo Indoor Futsal Banjarmasin. Jenis penelitian ini adalah deskriftif Populasi yang digunakan adalah seluruh karyawan dari tempat penelitian ini. Sampel yang digunakan berjumlah 30 orang. Data diperoleh melalui penyebaran angket kepada seluruh Penelitian ini dianalisis dengan menggunakan alat uji software SPSS 25 versi IBM. Uji analisis yang dilakukan yaitu uji instumen,uji asumsi klasis ,uji regresi liniear berganda,uji T,Uji F dan uji koefisien diterminasi. Dari hasil riset diperoleh bahwa data yang digunakan valid dan Untuk pengaruh gaya kepemimpinan dan motivasi terhadap kinerja karyawan secara parsial berpengaruh positif dan signifikan. Begitu juga untuk hasil uji F menunjukkan kedua variabel bebas mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap variabel terikat secara bersama-sama. Kata Kunci : Gaya Kepemimpinan,Motivasi,Kinerja Karyawan Korespondensi : Siti Mardah,S. ,M. Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjaarmasin Jl. Sei. Miai Dalam Komp. Pulau Jepang Rt. 11 No/Kav. 12 Banjarmasin Email:sitimardah27@gmail. p-ISSN : 2715 - 0127 e-ISSN : 2715 - 0135 Jurnal Manajemen dan Bisnis Jayakarta. Volume 5. No. Januari 2024 PENDAHULUAN Sumber daya manusia dianggap sebagai komponen terpenting dari setiap organisasi. Sumber Daya Manusia merupakan landasan yang paling signifikan dan tepat untuk mendukung keberhasilan organisasi. Pendirian atau komitmen yang berbeda,misalnya kantor dan kerangka kerja bisa sama dengan organisasi yang berbeda,tetapi dari segi sumber daya manusia,ini adalah sesuatu yang baru,luar biasa,dan memiliki kapasitas yang membedakan organisasi tersebut dengan organisasi lain(Sofyan 2019, . Organisasi menurut Agus . merupakan sebuah kesatuan yang berupaya untuk mengkoordinasikan berbagai macam kepentingan. Organisasi juga dibentuk untuk mencapai tujuan atau sasaran tertentu. Untuk mengembangkan sumber daya manusia yang terampil yang selanjutnya dapat mendukung operasi perusahaan,bisnis akan mencari sumber daya manusia yang berkualitas. (Hasibuan 2016:. ,yang menyatakan bahwa Auaset manusia pengurus adalah pengetahuan dan keterampilan yang mengatur tenaga kerja dan hubungan ketenagakerjaan agar berhasil dan efektif dalam mendukung tercapainya tujuan organisasi,tenaga kerja dan daerah setempat,AySumber Daya Manusia memungkinkan pekerja untuk memainkan peran kunci dalam sebuah organisasi,khususnya sebagai agen keterampilan tim eksekutif. Pencapaian tujuan organisasi mana pun dapat dilakukan dengan fokus utama daari pengaturan tertentu yang dimaksud. Dibutuhkan seorang pemimpin yang kuat yang dapat bekerja keras untuk mencapai tujuab organisasi yang bersangkutan. Fokus utama dari setiap organisasi adalah mencapai tujuannya. Dibutuhkan seorang pemimpin yang kuat yang dapat bekerja keras untuk mencapai tujuan organisasi. Setiap pemimpin memiliki kualitas dan keyakinan yang berbeda yang dipoengaruhi oleh faktor eksternal seperti hukum yang mengatur di mana mereka dapat bekerja. Tingkat kualitas dan atribut yang berbeda disebut sebagai orthogonal. Hipotesis gaya administrative dalam penelitian ini meliputi hipotesis gaya otoritas delegative,gaya inisiatif partisipatif,dan gaya diktator yang dicetuskan oleh (Hasibuan 2016:. Ciri dari pemerintahan diktator adalah semua undang-undang dan keputusan difokuskan pada para perintis. Bawahan hanya sebatas mengulangi tugas-tugas yang sudah diberikan oleh seorang perintis. Gaya otoritas partisipatif,khususnya pionir menyumbangkan ide,pemikiran dan kontribusi pada struktur direktif dengan peluang bagi bawahan. Selain itu,gaya inisiatif delegatif,terutama ketika datang ke pionir memberikan nasihat kepada bos ketika melanjutkan pekerjaan dengan p-ISSN : 2715 - 0127 e-ISSN : 2715 - 0135 Jurnal Manajemen dan Bisnis Jayakarta. Volume 5. No. Januari 2024 pembenaran bahwa bos yang bersangkutan sebenarnya memiliki kemampuan yang lebih besar dan tingkat pertumbuhan yang lebih tinggi. Pelopor yang berjiwa administrative dan siap meyakinkan salah satu bawahannya untuk bekerja dengan arahan dan efektif dalam mencapai Sikap karyawan tentag pekerjaannya dan situasi yang mereka hadapi di tempat kerja menentukan motivasi(Mangkunegara and Anwar 2. Hal sebaliknya dikemukakan oleh Hasibuan . Aumotivasi menyebabkan,menyalurkan,dan mendukung tingkah laku manusia agar mau bekerja keras dan dengan semangat mencapai hasil yang optimalAy. Motivasi seorang pemimpin sendiri juga relevan di sini. Karena tanpa motivasi,seorang pemimpin tidak memiliki dorongan untuk mengarahkan bisnis atau organisasi kea rah yang lebih berpikiran maju dan progresif. Oleh karena itu,sangat penting untuk memiliki motivasi internal untuk menyelesaikan semua kewajiban dan tugas harian karyawan. Sekalipun seseorang memiliki kemampuan yang tinggi dalam melaksanakan tugas,namun jika tidak memiliki motivasi kerja yag tepat,maka pelaksanaan kegiatan tersebut tidak akan berhasil. Motivasi yang tinggi dari atasan atau bawahan tentunya juga akan berpengaruh positif terhadap hasil kerja. Pengukuran dan evaluasi kinerja seorang pegawai dalam melaksanakan tanggung jawabnya kepada pemberi kerja merupakan salah satu dimensi kinerja. Kinerja adalah keberhasilan untuk pekerjaan yang dilakukan dengan baik. Komponen pembentuk utama adalah dorongan dan keterampilan seseorang. Mangkunegara and Anwar . mengklaim bahwa kinerja SDM berasal dari kata Aujob performanceAy atau Auactual performanceAy yang mengacu pada pencapaian seseorang di tempat kerja atau dalam kehidupan nyata mereka. Agar tercipta komunikasi yang harmonis,suasana kerja yang nyaman dan rasa saling peduli atar rekan kerja sangat penting bagi pimpinan dan bawahan untuk bekerja sama dengan Karena kemampuan seorang pemimpin untuk berhasil tidak diragukan lagi dan dibantu oleh kerja sama para pengikutnya. Di sisi lain,tidak mungkin memisahkan pengaruh pemimpin dari kesuksesan baawahan. Kemampuan sebuah perusahaan untuk bersaing dengan bisnis lain,termasuk Borneo Indoor Futsal Institute yang menjadi tempat penelitian,bergantung pada kemampuannya menumbuhkan budaya kepemimpinan pada karyawannya. Borneo Futsal Indoor didirikan pada tahun 2011 dan masih beroperasi hingga saat ini meskipun persaingan sengit terjadi di industry futsal,khususnya di Banjarmasin. Kemampuan leader dan followers untuk bekerja p-ISSN : 2715 - 0127 e-ISSN : 2715 - 0135 Jurnal Manajemen dan Bisnis Jayakarta. Volume 5. No. Januari 2024 sama dengan baik menjaga komunikasi dan keharmonisan guna mewujudkan tujuan perusahaan inilah yang membuat Borneo Indoor Futsal dapat berkembang hingga saat Untuk mempertahankan eksistensi perusahaan,posisi pemimpin sangat penting dalam meningkatkan kinerja katyawan dan motivasi kerja. Menerapkan gaya kepemimpinan yang sesuai untuk anggota tim adalah salah satu cara untuk meningkatkan produktivitas dan kinerja. TINJAUAN PUSTAKA Gaya Kepemimpinan Sebuah organisasi membutuhkan seorang pelopor yang mampu membawa ke a rah Oleh karena itu untuk mencapai tujuan organisasi,sangat bergantung pada pekerjaan pelopor. Pelopor adalah individu yang memiliki kemampuan dan kualitas dalam satu wilayah,sehingga dapat mempengaruhi orang lain untuk saling melakukan kegiatan tertentu untuk mencapai satu atau beberapa tujuan(Kartono 2. Sedangkan menurut Hasibuan . ,pelopor adalah seseorang yang menggunakan jabatan dan pemerintahannya untuk mengkoordinasikan orang lain dan bertanggung jawab atas pekerjaan individu tersebut dalam mencapai suatu tujuan. Sedangkan kepemimpinan menurut Thoha . alam Gusti and Sudiro, 2019:. adalah sebuah kegiatan untuk mempengaruhi perilaku orang lain,atau seni mempengaruhi perilaku manusia baik perorangan maupun kelompok. Kepemimpinan fahmi . alam Kumar. Tewal, and Roring, 2021:. merupakan proses mengarahkan,mempengaruhi,dan mengawasi orang lain untuk mengerjakan tugas sesuai dengan perintah yang direncanakan Berikut adalah beberapa gaya kepemimpinan menurut (Hasibuan 2. ,yaitu kepemimpinan otoriter, kepemimpinan partisipatif,dan kepemimpinan delegasi. Menurut Muizu. Kaltum, dan Sule . ,menyebutkan ada enam prinsip yang diperlukan untuk berfungsinya sistem Pendidikan adalah rendah hati dan sederhana,bersifat suka menolong,sabar dan memiliki kestabilan emosi,percaya diri,jujur,adil dan dapat dipercaya dan keahlian dalam jabatan. Motivasi Menurut Mangkunegara dan Anwar . ,inspirasi adalah keadaan atau tenaga yang menggerakkan wakil yang terkoordinasi atau terkoordinir untuk mencapai tujian perkumpulan Ada tiga komponen motivasi menurut Saleh dan Utomo . yaitu menggerakkan,menyalur atau mengarahkan tingkah laku dan meningkatkan. p-ISSN : 2715 - 0127 e-ISSN : 2715 - 0135 Jurnal Manajemen dan Bisnis Jayakarta. Volume 5. No. Januari 2024 Tujuan utama motivasi adalah membujuk seseorang untuk melakukan sesuatu sehingga mereka memiliki tenaga dan motivasi untuk melakukannya guna mencapai tujuan yang diinginkan(Hasibuan 2. Motivasi menurut Gitosudarmo . alam Handayani dan Arrosid ,2021:. adalah faktor yang mendorong seseorang untuk melakukan suatu aktivitas tertentu,oleh karetna itu motivasi seringkali diartikan pula sebagai faktor pendorong perilaku seseorang. Setiap aktivitas yang dilakukan oleh seseorang pasti memiliki suatu faktor yang mendorong aktivitas Faktor pendorong dari seseorang untuk melakukan suatu aktivitas tertentu pada umumnya adalah kebutuhan tersebut. Kinerja Karyawan Kinerja karyawan adalah perbandingan hasil yang dicapai dengan peran serta tenaga kerja per satuan waktu . azimnya per ja. (Agustin 2. Sedangkan menurut Mangkunegara dan Anwar . ,kinerja karyawan yaitu hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seseorang karyawan dalam melaksanakan pekerjaannya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Menurut Dharma . ,kinerja dapat dikukur melalui tiga faktor yaitu kuatitas,kualias dan ketepatan waktu. Kinerja menurut Wibowo . alam Tinambunan dan Abidin 2022:. merupakan implementasi dari rencana yang telah disusun tersebut. Implementasi kinerja dilakukan oleh kemampuan,kompetensi motivasi,dan Menurut Sutrisno . alam Tolu. Mamentu, and Rumawas 2021:. ,kinerja adalah kesuksesan seseorang dalam melaksanakan tugas,hasil kerja yang dapat dicapai oleh seseorang atau sekelompok orang dalam suatu organisasi sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab masing-masing atau tentang bagaimana seseorang diharapkan dapat berfungsi dan berperilaku sesuai dengan tugas yang telah dibebankan kepadanya serta kuantitas,kualitas dan waktu yang digunakan dalam menjalankan tugas. Sedangkan menurut Hermawati . menyebeutkan bahwa kinerja adalah hasil kemungkinan,misalnya standar,target,atau kriteria lain yang telah ditentukan terlebih dahulu oleh organisasi dan telah disepakati bersama. p-ISSN : 2715 - 0127 e-ISSN : 2715 - 0135 Jurnal Manajemen dan Bisnis Jayakarta. Volume 5. No. Januari 2024 Pengaruh Gaya Kepemimpinan Terhadap Kinerja Karyawan Pemimpin mempunyai kontibusi yang besar dalam mempengaruhi karyawan. Hal ini disebabkan karena pemimpin merupakan seorang pelopor yang dapat mengintervensi dan Begitu pula dengan gaya yang dimiliki oleh seorang pemimpin dalam mengatur sebuah organisasi itu akan mempunyai dampak yang luar biasa terhadap Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Alam . dan juga Mulang . yang menyatakan bahwa adanya pengaruh signifikan antara gaya kepemimpinan terhadap kinerja staf. Pengaruh Motivasi Terhadap Kinerja Karyawan Penelitian yang dilakukan Aisah . dalam penelitiannya menyatakan bahwa adanya pengaruh signifikan pada motivasi kerja terhadap kinerja karyawan. Penelitian serupa juga dilakukan oleh Ramadhany . yang mengemukakan bahwa kinerja karyawan dipengaruhi secara signifikan oleh motivasi. Dalimunthe . dalam penelitiannya ditemukan hasil bahwa motivasi mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja Sesuai penjelasan diatas,sehingga dapat diambil rumusan hipotesis yakni: : Terdapat pengaruh gaya kepemimpinan terhadap kinerja karyawan : Terdapat pengaruh motivasi terhadap kinerja karyawan : Terdapat pengaruh gaya kepemimpinan dan motivasi secara simultan terhadap Kinerja karyawan METODE Penelitian ini berjenis penelitian deskriftif kuantitatif ,yang mana penelitian ini dilakukan di Borneo Indoor Futsal Banjarmasin. Populasi yang diambil dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan Borneo Indoor Futsal. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 30 orang yaitu semua karyawan yang ada di tempat tersebut. Variabel bebas dalam penelitian ini yaitu gaya kepemimpinan (X. dan motivasi (X. dan variabel terikatnya yaitu kinerja karyawan (Y). Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada para responden dengan menggunakan skala likert 1-5 sebagai skala pengukurannya. Pengujian dilakukan menggunakan SPSS 25 Versi IBM. Uji instumen dalam penelitian ini adalah uji validitas,uji reliabilitas dan uji asumsi klasik. Data dianalisa menggunakan analisis regresi linear berganda dan uji hipotesis. p-ISSN : 2715 - 0127 e-ISSN : 2715 - 0135 Jurnal Manajemen dan Bisnis Jayakarta. Volume 5. No. Januari 2024 HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Uji Instrumen Uji Validitas Validitas adalah instrument yang dapat digunakan untuk mengukur antara data yang terjadi pada objek dengan data yang dapat dikumpulkan oleh peneliti(Sugiyono Analisis hasil uji validitas dapat dilihat dari tabel di bawah ini: Tabel 1. Hasil Uji Validitas Variabel X1,X2,Y Koefisien Korelasi Gaya Kinerja Motivasi Kepemimpinan Karyawan 0,017 0,003 0,010 0,015 0,000 0,011 0,009 0,003 0,041 0,015 0,015 0,043 0,003 0,049 0,003 0,000 0,013 0,000 0,027 0,010 0,027 0,004 0,011 0,004 0,049 0,010 0,049 0,013 0,043 0,009 0,046 0,003 0,015 0,011 0,000 0,003 0,027 0,027 0,000 0,043 0,004 0,013 0,000 0,049 0,010 Sumber: Hasil Olah Data SPSS 25 Versi IBM,2023 No. Soal Validitas Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Berdasarkan hasil data tabel 1 menunjukkan bahwa setiap item kuesioner pada variabel gaya kepemimpinan (X. ,motivasi (X. dan kinerja karyawan (Y) dinyatakan valid semua karena koefisien korelasinya < 0,05 sehingga semua item pada kuesione dapat digunakan pada pengambilan data. Uji Reliabilitas Derajat konsistensi dan stabilitas data atau temuan. Data yang tidak reliabel,tidak dapat diproses lebih lanjut karena akan menghasilkan kesimpulan yang bias adalah p-ISSN : 2715 - 0127 e-ISSN : 2715 - 0135 Jurnal Manajemen dan Bisnis Jayakarta. Volume 5. No. Januari 2024 arti dari reliabilitas(Sugiyono 2. Berikut dibawah ini merupakan hasil uji reliabilitas dari penelitian yang dilakukan oleh peneliti. Tabel 2. Hasil Uji Reliabilitas Reliability Statistics Variabel Penelitian Cronbach's Alpha N of Items Gaya Kepemimpinan (X. Motivasi (X. Kinerja Karyawan (Y) Sumber: Hasil Olah Data SPSS 25 Versi IBM,2023 Berdasarkan tabel 2 di atas menunjukan nilai CronbachAos Alpa yang diperoleh untuk variabel X1 (Gaya kepemimpina. adalah 0,790 >0,70 ,sehingga data yang digunakan pada variabel X1 bersifat reliabel. Untuk Variabel X2 (Motivas. menunjukkan nilai CronbachAos Alpa sebesar 0,759 > 0,70 sehingga dapat disimpulkan bahwa data yang digunakan pada variabel X2 adalah reliabel. Dan untuk Variabel X3 (Kinerja Karyawa. mendapatkan nilai CronbachAos Alpa yakni 0,776 > 0,70 ,sehingga kesimpulannya bahwa data yang digunakan juga reliabel. Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Tabel 3. Hasil Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual Normal Parametersa,b Most Extreme Differences Mean Std. Deviation Absolute Positive Negative Test Statistic Asymp. Sig. -taile. Test distribution is Normal. Calculated from data. Lilliefors Significance Correction. p-ISSN : 2715 - 0127 e-ISSN : 2715 - 0135 Jurnal Manajemen dan Bisnis Jayakarta. Volume 5. No. Januari 2024 This is a lower bound of the true significance. Sumber: Hasil Olah Data SPSS IBM Versi 25, 2023 Dari tabel 3 di atas tingkat nilai sig. Uji Kormogrov-Smirnov adalah senilai 0,200 dengan alpha 0,05. Karena tingkat sig. lebih tinggi dari alpha,maka dapat dikatakan bahwa data yang bersangkutan berdistribusi normal. Uji Multikolinieritas Tabel 4. Hasil Uji Multikolinieritas Coefficientsa Unstandardized Coefficientts Standardized Coefficients Model Std. Error Beta 1 (Constan. Gaya Kepemimpinan Motivasi Dependent Variable : Kinerja Karyawan Sumber: Hasil Olah Data SPSS 25 Versi IBM . Collinearity Statistics Tolerance VIF Dari tabel 4 di atas menunjukkan bhawa variabel X1 dan X2 sama-sama mendapatkan nilai VIF sebesar 4,311 < 10 dan nilai tolerance >0,1 yang memiliki arti bahwa tidak terjadi multikolinieritas pada data. Uji Heteroskedastisitas Hasil dilakukannya uji heteroskedastisitas disajikan pada gambar 1 berikut ini: Gambar 1. Hasil Uji Heteroskedastisitas p-ISSN : 2715 - 0127 e-ISSN : 2715 - 0135 Jurnal Manajemen dan Bisnis Jayakarta. Volume 5. No. Januari 2024 Sumber :Hasil Olah Data SPSS 25 Versi IBM . Berdasarkan hasil gambar di atas dapat dilihat bahwa titik-titik pada gambar menunjukan adanya penyebaran ke kiri,kanan,atas dan bawah sehingga dapat dikatakan bahwa data yang disajikan tidak terjadi heteroskedastisitas. Analisis Uji Regresi Linear Berganda Berdasarkan uji yang dilakukan dengan software SPSS Statistics 25,didapatkan hasil sebagai berikut: Tabel 5. Hasil Uji Regresi Linear Berganda Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std. Error Beta Model 1 (Constan. Gaya Kepemimpinan Motivasi Dependent Variable: Kinerja Karyawan Sumber: Hasil Olah Data SPSS 25 Versi IBM . Collinearity Statistics Sig. Tolerance VIF Dari persamaan tersebut,dapat dilihat bahwa koefisien arah regresi dengan variabel pengaruh pada kinerja karyawan (Y). Nilai koefisien regresi X1 sebesar 0,045 < 0,05 mempunyai pengaruh yang positif terhadap variabel Y. Variabel X2 juga menunjukan efek afektif mempunyai nilai koefisien regresi sebesar 0,016 < 0,05 yang artinya bahwa variabel X2 efektif berpengaruh positif terhadap variabel Y. Uji Koefisien Determinasi Hasil uji koefisien determinasi dapat dilihat pada tabel dibawah ini: Tabel 6. Hasil Uji Koefisien Determinasi Model Summaryb Adjusted R Std. Error of the Square Estimate Model R Square Predictors: (Constan. Motivasi Dependent Variable: Kinerja Karyawan Sumber: Hasil Olah Data SPSS 25 Versi IBM. Durbin-Watson p-ISSN : 2715 - 0127 e-ISSN : 2715 - 0135 Jurnal Manajemen dan Bisnis Jayakarta. Volume 5. No. Januari 2024 Berdasarkan data pada tabel 6 di dapatkan nilai Adjusted R Square (Koefisien Determinasi ) sebesar 0,561 yang artinya pengaruh variabel X1 dan X2 terhadap Y yaitu sebesar 56,1% dan sisanya sebesar 43,9% dipengaruhi oleh variabel-variabel lainnya yang tidak dibahas dalam penelitian ini. Uji T-Test (Parsia. Hasil uji T-Test berkaitan dengan hasil pada tabel 5 (Hasil Uji Regresi Linier Bergand. yaitu menunjukan hasil data seperti dibawah ini. Diketahui nilai sig. untuk pengaruh variabel X1 terhadap Y adalah sebesar 0,045 < 0,05 dan nilai thitung 2. 872 > 2. 179 sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel X1 berpengaruh terhadap variabel Y. Untuk pengaruh variabel X2 terhadap Y nilai sig. nya sebesar 0,016 < 0,05 dan nilai t 928 > 2,179 ,sehingga hasilnya adalah variabel motivasi berpengaruh terhadap variabel kierja karyawan. Uji F-Test (Simulta. Tabel 7. Hasil Uji F-Test ANOVAa Model Sum of Squares Mean Square Regression Residual Total Dependent Variable: Kinerja Karyawan Predictors: (Constan. Gaya Kepemimpinan Sumber: Hasil Olah Data SPSS 25 Versi IBM Versi 25. Sig. Uji F dilakukan dengan menggunakan rumus sebagai berikut: Diketahui nilai sig. untuk pengaruh X1 dan X2 terhadap Y adalah sebesar 0,010 < 0,05 dan nilai F hitung 31,257 > 19,42 sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel bebas (Gaya kepemimpinan dan motivas. mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan p-ISSN : 2715 - 0127 e-ISSN : 2715 - 0135 Jurnal Manajemen dan Bisnis Jayakarta. Volume 5. No. Januari 2024 terhadap variabel terikat (Kinerja Karyawa. secara bersama-sama. KESIMPULAN Dari hasil penelitian dan pembahasan yang dilakukan diperoleh kesimpulan bahwa gaya kepemimpinan (X. dan Motivasi (X. secara parsial mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan (Y). Hasil ini dapat dilihat pada tabel 5 menunjukan nilai sig. < 0. 05 dan nilai thitung > 2,179. Dan ini berarti H1 dan H2 dapat diterima. Dari hasil Uji F diperoleh hasil bahwa secara simultan variabel X1(Gaya Kepemimpina. dan X2 (Motivas. mempunyai pengaruh terhadap variabel Y. Hal ini dapat dibuktikan dari tabel 7 dengan nilai sig. < 0,05 dan nilai Fhitung > 19,42sehingga dapat disimpulkan bahwa H3 diterima. DAFTAR PUSTAKA