Uniter: Jurnal Ekonomi dan Pendidikan Ekonomi Volume 02 Nomor 02 Tahun 2024 https://afeksi. id/journal3/index. php/uniter/index Pengaruh Nilai Impor. Indeks Pembangunan Manusia dan Distribusi Dana Zakat Terhadap Tingkat Kemiskinan di Indonesia Pada Tahun 2020-2022 Rom Ndoni SMKN 1 Tengaran romndoni16@gmail. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Nilai Impor. Indeks Pembangunan Manusia, dan Distribusi Dana Zakat terhadap Tingkat Kemiskinan di Indonesia selama periode 2020-2022. Jenis Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan popilasi yaitu di Indoneisa. Sedangkan sampel penelitian ini ditentukan dengan metode Sampling Jenuh dengan Kriteria yang telah ditentukan peneliti sehingga diperoleh sampel 102 dari 34 provinsi pada periode 2020-2022. Jenis data yang digunakanadalah data panel. Metode analisis yang digunakan melipusi uji deskriptif, uji statistic, uji stasioner, uji regresi berganda, uji T. Uji F. Uji R2, dan uji asumsi klasik. Uji ini menggunakan software pengolahan Eviews 12. Hasil penelitian menunjukkan secara parsial Variabel Nilai impor berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap kemiskinan dan Varibael Indeks Pembangunan Manusia berpengaruh Negatif dan Signifikan terhadap Kemiskinan serta Variabel Distribusi Dana Zakat berpengaruh negaatif dan tidak signifikan terhadap kemiskinan. Sementara secara simultan variabel independent (Nilai Impor. Indeks Pembangunan Manusia dan Distribusi Dana Zaka. memiliki pengaruh secara bersama-sama yang signifikan terhadap tingkat Kemiskinan di Indoensia. Kata Kunci: Nilai Impor. IPM. Distribusi Dana Zakat. Kemiskinan PENDAHULUAN Kemiskinan merupakan permasalahan pokok yang dialami oleh semua negara. Definisi kemiskinan adalah kehilangan kesejahteraan . ell-bein. yang artinya kondisi serba kekurangan yang mengakibatkan seseorang tidak mampu mencapai derajat hidup layak. Badan Pusat Statistik (BPS) mengartikan kemiskinan sebagai ketidakmampuan untuk memenuhi standar minimum kebutuhan dasar yang meliputi kebutuhan makanan maupun nonmakanan. Secara umum, kemiskinan didefinisikan sebagai kondisi saat seseorang atau sekelompok orang tidak mampu memenuhi hak-hak dasarnya untuk mempertahankan dan mengembangkan kehidupan yang bermartabat. Masalah kemiskinan telah menjadi perhatian utama masyarakat global. Tren globalisasi dan pesatnya pembangunan di berbagai bidang nampaknya tidak singkron dengan trend penurunan jumlah penduduk miskin di dunia. Pertumbuhan penduduk yang kian meningkat dari tahun ke tahun dengan kurang dari satu miliar orang keluar dari kemiskinan, membuat kondisi perekonomian di negara-negara di seluruh dunia semakin buruk. Permasalahan Kemiskinan telah menjadi permasalahan yang sangat kompleks bagi negara-negara, terutama negara-negara maju. Prihatin dengan situasi tersebut, maka dibentuklah United Nations Development Program (UNDP) sebagai badan PBB yang bertugas mengatasi permasalahan yang dihadapi negara-negara berkembang. Organisasi internasional ini berkontribusi terhadap pengentasan kemiskinan, kesenjangan dan diskriminasi. Program Uniter: Jurnal Ekonomi dan Pendidikan Ekonomi Volume 02 Nomor 02 Tahun 2024 https://afeksi. id/journal3/index. php/uniter/index Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa menyokong negara-negara dalam mengembangkan kebijakan, keterampilan dan kepemimpinan, kapasitas kolaboratif, kapasitas lembaga, serta membangun ketahanan untuk mempertahankan pencapaian Kemiskinan sebagai negara berkembang merupakan salah satu masalah utama perekonomian Indonesia dan merupakan semacam Aupekerjaan rumahAy yang tidak dapat Padahal, upaya pemerintah untuk menanggulangi kemiskinan telah dilakukan dengan berbagai cara, mulai dari program permodalan dan bantuan tunai hingga program fakir miskin dan imigrasi. Dalam Islam, kemiskinan begitu dekat dengan khul sehingga dipandang sebagai masalah yang mempertaruhkan nyawa dan iman. Orang-orang yang hidup dalam kemiskinan tidak dapat sepenuhnya memenuhi kewajiban agama mereka, berpendidikan baik, dan tidak memiliki akses kekehidupan dan kesehatan yang layak (Saragih. Beberapa orang berpendapat bahwa permasalahan kemiskinan lebih dipahami dalam konteks habere, yaitu orang miskin adalah mereka yang tidak memiliki atau menguasai Masalah kemiskinan seringkali dianggap sebagai isu yang semata-mata bersifat ekonomis (Koerniatmanto Soetoprawiryo, "Hukum bagi Si Miskin," Kompas, 28/2/2. Masalah kemiskinan menjadi masalah yang terus menjadi perhatian utama di Indonesia. Pemerintah menyadari apabila kegagalan dalam mengatasi kemiskinan akan berdampak ke berbagai sendi kehidupan lain yang dapat memunculkan berbagai persoalan sosial, politik, dan ekonomi di tengah masyarakat (Misdawati, 2. Krisis ekonomi yang berkepanjangan di Indonesia memperburuk daftar panjang masalah yang membuat negara ini semakin sulit keluar dari perangkap kemiskinan. Saat ini, jumlah penduduk miskin . ereka yang pengeluaran per kapita bulanan di bawah garis kemiskina. terus meningkat per Maret 2023 berjumlah 25,90 juta jiwa di Indonesia. Kemiskinan tidak hanya terjadi di pedesaan, namun juga terjadi di kota-kota besar. Kemiskinan tidak hanya merupakan permasalahan ekonomi namun juga kemiskinan kultural dan struktural. Meskipun kemiskinan paling parah terjadi di negara-negara berkembang, terdapat bukti bahwa kemiskinan terjadi di semua wilayah. Namun, bahkan di negara-negara maju, situasi ini terjadi pada para tunawisma yang berkeliaran atau keluarga dengan orang tua tunggal . rang tua tunggal atau keluarga dengan orang tua tunggal, dan seringkali ibu tungga. , yang mata pencahariannya bergantung pada tunjangan pemerintah, seperti kupon makanan. upon makana. atau tunjangan keluarga, yang di Amerika dikenal dengan TANF (Temporary Assistance for Needy Familie. atau bisa disebut Bantuan Sementara untuk Keluarga yang Membutuhkan bila di Indonesia disebut PKH (Program Keluarga Harapa. Data Tingkat Kemiskinan di Indonesia pada kurun waktu 3 tahun terakhir yaitu tahun 2020 Ae 2022 dapat dilihat pada Diagram 1. Dimana ini menunjukkan tingkat kemiskinan di setiap provinsi di indonesia yang mana dari tahun ke tahun mengalami penurunan. Uniter: Jurnal Ekonomi dan Pendidikan Ekonomi Volume 02 Nomor 02 Tahun 2024 https://afeksi. id/journal3/index. php/uniter/index Diagram 1. Data Kemiskinan Indonesia Tahun 2020-2022 Selanjutnya adalah Nilai Impor yang ada di Indonesia Tahun 2020-2022 yang dihasilkan oleh tiap provinsi dimana Nilai Presentase paling tinggi berada di provinsi DKI Jakarta dengan Nilai Import pertahunnya (Misdawati, 2. (Rizky Febrian Saragih, 2. adalah 52,34% . , 52,11 . , dan 52,88 . dimana nilai tersebut adalah Pertumbuhan impor paling tinggi pada tahun 2022 yaitu 0,67% sedangkan nilai pertumbuhan impor paling rendah pada tahun 2021 sebesar -0,23%. Kontribusi Nilai Produk Impor Menurut Standard international trade classification (SITC) atau Standar Klasifikasi Perdagangan Internasional di Indonesia tahun 2020-2022 diketahui kontribusi impor produk pangan dan hewan hidup 8,71% untuk Minuman dan Tembakau dan 0,45% untuk Makanan. bahan mentah yang tidak dikonsumsi 5,27% untuk bahan bakar pelican, bahan pemoles dan bahan terkait lainnya turun 18,24% untuk minyak dan lemak hewani dan nabati 0,11% untuk bahan kimia 13, 93% untuk pabrik yang memproduksi produk buatan yang dipecah menjadi bahan mentah 15,99% untuk mesin dan peralatan transportasi 32,07% untuk jenis produk manufaktur 4,67% untuk Transaksi komoditas yang tidak terputus 0,57%. Adanya variabel nilai impor ini pada setiap provinsi di Indonesia mempengaruhi tingkat kemiskinan di Indonesia karena banyak aspek yang berbeda saling berkaitan satu sama lain sehingga menimbulkan hubungan sebab akibat antara kedua aspek tersebut, sehingga turut menyumbang munculnya kemiskinan pada khususnya dan secara umum. Hal ini sejalan dengan teori Aulingkaran setan kemiskinanAy Nurkse yang menyebutkan bahwa terdapat hubungan antara satu faktor dengan faktor lainnya sehingga membentuk lingkaran setan yang saling sebab akibat. Dengan adanya Nilai Impor Indonesia yang mana mempunyai pengaruh terhadap Yaitu apabila terdapat kenaikan nilai impor, maka akan berpengaruh terhadap penurunan tingkat kemiskinan dalam negara Indonesia. Sehingga Nilai Impor di Indonesia ini jelas mempengaruhi tingkat kemiskinan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Uniter: Jurnal Ekonomi dan Pendidikan Ekonomi Volume 02 Nomor 02 Tahun 2024 https://afeksi. id/journal3/index. php/uniter/index (Hodijah. Angelina . ) menyimpulkan bahwa hasil penelitian antara variable impor yang ada Berpengaruh negatife dan signifikan, dan penelitian selanjutnya dari (Septian dan Nursan . ) menyimpulkan bahwa hasil dari penelitian nilai impor memiliki pengaruh tidak Signifikan. Nilai Impor di Indonesia dapat dilihat pada Diagram 2. Diagram 2. Data Indeks Pembangunan Masyarakat Indonesia Tahun 2020-2022 Variabel yang mempengaruhi derajat kemiskinan dalam penelitian yang dihasilkan adalah Indeks Pembangunan Manusia yang bergantung pada keterbelakangan manusia dan aset tetap. Dimana seluruh aset yang ada di Indonesia sangat bergantung pada kemampuan penciptaan manusia. Karena perubahan bergantung pada kemampuan khusus, informasi dan latihan inovatif ditujukan untuk menciptakan asset. IPM (Indeks Pembangunan Manusi. diteliti mempengaruhi kemiskinan di Indonesia. Rakyat adalah milik negara. Menurut Kuncoro, tujuan utama pembangunan adalah meningkatkan kualitas manusia (Kuncoro, 2010: . Dalam konsep pengembangan ekonomi syariah, sumber daya manusia juga menjadi hal yang sentral. Manusia merupakan makhluk pembangunan yang mempunyai tugas suci dalam mengelola sumber daya alam dan lingkungan hidup. Baku mutu manusia dapat dilihat pada proses produksi dan hasil kerja manusia, sehingga mutu manusia harus diperhatikan hakikat dan kemajuan bangsa. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa indeks pembangunan. Penelitian dari (Mukhtar. Saptono, dan Arifin . ) menunjukkan bahwa IPM memiliki pengaruh signifikan terhadap kemiskinan, dan Penelitian selanjutnya dari (Estrada. Wenagama . menunjukkan pengaruh Negatif Signifikan. Data IPM di Indonesia dapat dilihat pada Diagram 3. Faktor ke tiga dalam penelitian ini yang akan diuji untuk mengetahui pengaruhnya terhadap tingkat kemiskinan di Indonesia adalah pendistribusian dana Zakat. Yang mana Peningkatan pendistribusian dana zakat tidak lepas dari peran organisasi pengelola zakat (ZPO. Ada dua jenis OPZ, yaitu otoritas amil zakat (BAZ) yang dibentuk oleh pemerintah dan otoritas amil zakat (LAZ) yang dibentuk seluruhnya oleh masyarakat. Seperti halnya dana zakat. LAZ juga berkembang pesat. Perkembangan ini terjadi terutama setelah hadirnya Uniter: Jurnal Ekonomi dan Pendidikan Ekonomi Volume 02 Nomor 02 Tahun 2024 https://afeksi. id/journal3/index. php/uniter/index hukum digital. 38/1999 tentang Pengelolaan Zakat. Hingga tahun 2011. PEBS-FEUI telah mendaftarkan 481 OPZ di Indonesia. Diagram 3. Data Indeks Pembangunan Masyarakat Indonesia Tahun 2020-2022 Sementara itu, hingga tahun 2012, terdapat 19 OPZ nasional yang telah memiliki izin resmi pemerintah. Namun jika dikaitkan dengan potensinya, sebenarnya kinerja asosiasi dana zakat tersebut di atas masih jauh dari potensinya. Riset yang dilakukan pada awal tahun 2011 oleh BAZNAS dan Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB memperkirakan potensi zakat nasional sektor rumah tangga, industri, dan tabungan masing-masing mencapai Rp 82,7 triliun. Rp 114 triliun. Rp 0,89 triliun, dan Rp 17 triliun. Rendahnya capaian pendistribusian dana zakat nasional diyakini dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor-faktor tersebut menyebabkan masyarakat belum sepenuhnya mempercayai lembaga zakat, dan masih banyak umat Islam yang belum memahami cara penghitungan zakat dan kepada siapa mereka mempercayakan pendistribusian zakatnya. Lalu ada kelemahan kerangka hukum dan kelembagaan zakat. Terakhir, efisiensi penggunaan dana zakat masih rendah. Berikut data penghimpunan dana zakat Indonesia periode 2020-2022: Diagram 4. Data Penghimpunan Baznaz Indonesia Tahun 2020-2022 Uniter: Jurnal Ekonomi dan Pendidikan Ekonomi Volume 02 Nomor 02 Tahun 2024 https://afeksi. id/journal3/index. php/uniter/index Dengan adanaya pendistribusian dana zakat yang diteliti ini memiliki pengaruh terhadap kemiskinan dapat dilihat di dalam data diatas dimana setiap provinsi di Indoneisa ada kegiatan pendistribusian dana zakat yang ini bertujuan untuk membantu ekonomi masyarakat Indoneisa. Hal ini tentunya akan mempengaruhi tingkat kemiskinan di Indonesia. Yaitu jika ada kenaikan distirbusi dana zakat yang tentunya akan berpengaruh pada penurunan angka kemiskinan di Indonesia. Seperti penelitian dari (Munandar. Amirullah dan Nurochan. menyebutkan bahwa pendistribusian dana zakat berpengaruh negative dan signifikan terhadap kemiskinan, dan penelitian selanjutnya adalah dari (Ramadhani dan Dahlian. yang menyebutkan pendistribusian dana zakat memiliki hasil tidak berpengaruh Dari beberapa hasil penelitian di uraian ini, penulis tertarik untuk meneliti penelitian yang berjudul AuPengaruh Nilai Impor. Indeks Pembangunan Manusia dan Distribusi Dana Zakat terhadap Tingkat Kemiskinan di Indonesia pada tahun 2020 - 2022Ay. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilakukan dengan jenis pendekatan kuantitatif serta dengan data sekunder yang bersumber dari webside BPS dan Baznas, data yang digunakan adalah data panel yaitu gabungan antara data cross section dan data time series. Populasi dalam penelitian menggunakan data 34 Provinsi di Indonesia, dengan Teknik pengambilan sampel menggunakan tipe non-probabilitas serta teknik sampling jenuh. Desain Penelitian dapat dilihat pada Diagram 5. Nilai Import (X. Indeks Pembangunan Manusia (X. Distribusi Dana Zakat (X. Kemiskinan (Y) Keterangan X1 = Variabel Independen (Nilai Impo. X2 = Variabel Independen (Indek Pembangunan Manusi. X3 = Variabel Independen (Distribusi Dana Zaka. Y = Variabel Dependen (Kemiskina. Diagram 5. Desain Penelitian Uniter: Jurnal Ekonomi dan Pendidikan Ekonomi Volume 02 Nomor 02 Tahun 2024 https://afeksi. id/journal3/index. php/uniter/index HASIL DAN PEMBAHASAN Statistik Deskriptif Variabel Gambar 1. Statistik Deskriptif Uji Stasioneritas Tabel 1. Uji Stasioneritas Variabel pada Tingkat Level Variabel X1 (Nilai Impor. X2 (Indeks Pembangunan Manusi. X3 (Pendistribusian Dana Zaka. Y (Tingkat Kemiskina. Prob* Keterangan Stasioner Tidak Stasioner Stasioner Tidak Stasioner Tabel 2. Uji Stasioneritas Variabel pada Tingkat 1st Differend Variabel Prob* Keterangan X1 (Nilai Impor. X2 (Indeks Pembangunan Manusi. X3 (Distribusi Dana Zaka. Y (Tingkat Kemiskina. Stasioner Stasioner Stasioner Stasioner Uji Model Random Effect Gambar 2. Hasil Uji Random Effect Model Uniter: Jurnal Ekonomi dan Pendidikan Ekonomi Volume 02 Nomor 02 Tahun 2024 https://afeksi. id/journal3/index. php/uniter/index Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Gambar 3. Hasil Uji Normalitas Sebelum Log Gambar 4. Hasil Uji Normalitas Sesudah Log Uji Heteroskedastisitas Gambar 5. Hasil Uji Heteroskedastisitas Uji Autokorelasi Gambar 6. Hasil Uji Autokorelasi Uniter: Jurnal Ekonomi dan Pendidikan Ekonomi Volume 02 Nomor 02 Tahun 2024 https://afeksi. id/journal3/index. php/uniter/index Uji Multikolinieritas Gambar 6. Hasil Uji Multikolinieritas Uji Koefisien Determinasi Gambar 7. Hasil Uji Koefisien Determinasi Uji Validasi Pengaruh (Uji T) Gambar 8. Hasil Uji T Uji Simultan (Uji F) Gambar 9. Hasil Uji F HASIL DAN PEMBAHASAN Pengaruh Nilai Impor terhadap Tingkat Kemiskinan Dari hasil uji yang telah dilakukan oleh peneliti mendapatkan hasil dari t-Statistic negative yaitu sebesar 1. 169107 dengan artian bahwa dengan peningkatan Nilai Impor akan menurunkan Tingkat Kemiskinan sebesar 1. Selain itu pada uji yang telah dilakukan juga menghasilkan probabilitas sebesar 0. 2452 yang artinya hasil ini kebih besar dari 0. sehingga dapat dijelaskan bahwa Nilai Impor berpengaruh secara tidak signifikan terhadap Selain kesimpulan hasil akhir dari Nilai Impor memiliki pengaruh negatif terhadap kemiskinan tetapi tidak secara signifikan dengan artian bahwa H1 tetap ditolak dikarenakan meskipun Nilai Impor memiliki pengaruh negatif terhadap tingkat kemiskinan tetapi tidak secara signifikan. Uniter: Jurnal Ekonomi dan Pendidikan Ekonomi Volume 02 Nomor 02 Tahun 2024 https://afeksi. id/journal3/index. php/uniter/index Peningkatan Nilai Impor ini secara keseluruhan dapat membantu menurunkan nilai kemiskinan di Indonesia pada tahun 2020 Ae 2022. Hal ini dikarenakan adanya akses perdagangan internasional dimana hal ini memberikan keuntungan bagi negara yang melakukan perdagangan internasional yang dilatar belakangi adanya perbedaan antara negara baik sumber daya manusia, alam dan teknologi. Serta perdagangan ini memberikan keuntungan Ketika nilai impor yang lebih kecil dari nilai ekspor (Sireger, 2020,). Dengan demikian hasil dari penelitian ini sejalan dengan hasil yang dilakukan oleh Penelitian dari (Topalova. Yang mana di dalam penelitian ini menunjukkan bahwa liberalisasi perdagangan yang mana termasuk Impor memiliki dampak yang berbeda pada kemiskinan di berbagai wilayah. Dimana wilayah yang lebih terintegrasi ke dalam ekonomi global cenderung mengalami penurunan kemiskinan. Serta dalam Penelitian dari (Hodijah dan Pratiwi, 2. menyebutkan juga bahwa nilai impor memiliki pengaruh negatif. Pengaruh IPM terhadap Tingkat Kemiskinan. Hasil dari uji yang telah dilakukan oleh penelitian menunjukkan hasil t-Statistik yang memiliki hasil negatif yaitu sebesar 6. 995998 yang mana dengan hasil ini diartikan dapat memberikan penjelasan bahwa Indeks Pembangunan Manusia atau IPM dapat menurunkan tingkat kemiskinan sebesar 6. Selain didapatkan nilai t-Statistik yang negatif didapatkan pula hasil probabilitas sebesar 0. 000 atau dapat diartikan dengan hasil ini yang lebih kecil dari 0. 05 maka variable Indeks Pembangunan Manusia atua IPM menunjukkan hasil yang negatif dan signifikan terhadap kemiskinan. Jadi Hipotesis 2 yang diajukan dapat Peningaktan IPM secara keseluruhan dapat membantu menurunkan nilai kemiskinan di Pulau Jawa pada tahun 2017-2022, hal ini dikarenakan pemberian akses yang lebih baik dan peluang yang lebih menjadikan masyarakat dapat meningkatkan kualitas hidup mereka. Selain itu IPM sendiri terdiri dari tiga aspek yaitu kesehtan, pendidikan, dan kehidupan yang layak yang menjadikan penentu bagaimana kualitas hidup masyarakat (Mukhtar et al. , 2. Pendidikan disini memiliki peranan yang penting dalam meningkatkan kemampuan dalam mengahadapi dunia modern ini dengan teknologi yang semakin modern pula sehingga dapat membantu mengembangkan kemampuan guna mewujudkan pembangunan. Kemudian kesehatan yang menjadi acuan untuk meningkatkan produktivitas, karena dengan kesehatan pendidikan dapat dicapai dan mampu mempermudah mendapatkan pendapatan yang tinggi. Demikian hasil dari penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Estrada. Wenagama: 2. memiliki hasil pengaruh Negatif Signifikan terhadap tingkat Kemiskinan. Pengaruh Pendistribusian Dana Zakat Terhadap Tingkat Kemiskinan. Dari hasil penelitian menunjukkan hasil bahwa t-Statistik bernilai negatif yaitu sebesar 072016 dengan hasil nilai dari probabolitasnya adalah 0. 2863 yang mana dapat diartikan bahwa nilai dari probabilitas lebih besar dari 0. sehingga dengan demikian Pendistribuasian Dana Zakat memiliki pengaruh negatif tetapi tidak signifikan terhadap tingkat kemiskinan. Yang berarti H3 tetap ditolak dikarenakan meskipun variable Distribusi Dana Zakat memiliki pengaruh negatif terhadap tingkat kemiskinan tetapi tidak secara signifikan. Penyaluran zakat merupakan kegiatan atau kegiatan yang diatur oleh fungsi manajemen dalam menyalurkan dana zakat agar tujuan organisasi pelaksana dapat tercapai Uniter: Jurnal Ekonomi dan Pendidikan Ekonomi Volume 02 Nomor 02 Tahun 2024 https://afeksi. id/journal3/index. php/uniter/index secara efektif dan efisien. Pola atau pola penyaluran dana zakat mengalami perubahan yang Belakangan ini banyak bermunculan model distribusi ala produksi sehingga manfaatnya lebih terasa dan dampak ekonominya signifikan. Dengan model produksi seperti ini akan membawa harapan kesejahteraan bagi masyarakat yang tingkat perekonomiannya Penyaluran zakat dalam bentuk pemberdayaan ini akan mempunyai tujuan atau harapan untuk mengubah keadaan keuangan mustahik. Jika permasalahan yang dihadapi adalah kemiskinan, maka kita harus mengetahui penyebabnya dan mencari solusi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan dalam program pemberdayaan Mustahik. Sehingga jika ada kenaikan distirbusi dana zakat yang mana ini akan berdampak pada penurunan tingkat kemiskinan yang ada di Indonesia. Seperti penelitian dari (Ramadhani dan Dahlian. yang menyebutkan pendistrian dana zakat memiliki hasil tidak berpengaruh signifikan. Pengaruh Variabel Independen terhadap Variabel Dependen secara simultan. Dengan Berdasarkan Hasil dari Uji F Variabel Nilai Impor. Indeks Pembangunan Manusia dan Distribusi Dana Zakat memperlihatkan hasil yang menunjukkan bahwa nilai prob (F-Statisti. menunjukkan nilai 0. 000000, yang berarti nilai prob (F-Statisti. ini lebih kecil dari 0. sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwas variabel independent yang terdiri dari varibel Nilai Impor. Indeks Pembangunan Manusia dan Pendistribusi Dana Zakat mampu memberikan pengaruh yang Signifikan terhadap Variabel Dependen yaitu Variabel Tingkat Kemiskinan di Indonesia pada tahun 2020 Ae 2022. Dengan demikian makan disimpulkan bahwa H4 di terima karena menunjukkan bahwa vatiabel independen secara Bersama-sama memiliki pengaruh terhadap variabel dependen. KESIMPULAN Berdasarkan dari hasil pengujian olah data yang telah dilakukan peneliti untuk mengetahui pengaruh dari Nilai Impor. Indeks Pembangunan Manusia dan Pendistribusian Dana Zakat terhadap Tingkat Kemiskinan di Indonesia pada Tahun 2020 Ae 2022 dapat disimpulkan sebagai berikut: Variabel Nilai Impor memberikan pengaruh negatif namun tidak signifikan terhadap variabel Tingkat Kemiskinan di Indonesia dari tahun 2020 hingga 2022. Variabel Indeks Pembangunan Manusia memiliki dampak negatif yang signifikan terhadap variabel Tingkat Kemiskinan di Indonesia dari tahun 2020 hingga 2022. Variabel Pendistribusian Dana Zakat memiliki pengaruh negatif namun tidak signifikan terhadap variabel Tingkat Kemiskinan di Indonesia dari tahun 2020 hingga 2022. Variabel Nilai Impor. Indeks Pembangunan Manusia, dan Pendistribusian Dana Zakat secara simultan mempengaruhi variabel Tingkat Kemiskinan di Indonesia dari tahun 2020 hingga 2022. DAFTAR PUSTAKA