Sevaka : Hasil Kegiatan Layanan Masyarakat Volume 3 Nomor 3 Agustus 2025 e-ISSN : 3030-8836. p-ISSN : 3030-8844. Hal 130-138 DOI: https://doi. org/10. 62027/sevaka. Available online at: https://journal. id/index. php/Sevaka/issue/view/28 GERAKAN SEKOLAH PEDULI KANKER: EDUKASI HIDUP SEHAT UNTUK PENCEGAHAN KANKER DI UPT SDN 060831 MEDAN SCHOOL CANCER AWARENESS MOVEMENT: HEALTHY LIFESTYLE EDUCATION FOR CANCER PREVENTION AT UPT SDN 060831 MEDAN Martha Sutriska Sagala1. Enny Selawaty Boang Manalu2 . Brenda Marissa Peranginangin3. Jenika Nainggolan4. Elsaria Tinambunan5 1,2,3,4,5 Universitas Murni Teguh. Medan. Indonesia *Email@korespondensi : . arthasutriska@gmail. com, ennyboangmanalu@gmail. 1,2 Article History: Received: Juni 12, 2025. Revised: Juni 18, 2025. Accepted: Juli 15, 2025. Online Available: Juli 27, 2025. Published: 05 August, 2025. Keywords: healthy lifestyle. elementary school Abstract: Cancer is one of the leading causes of death in Indonesia, and its prevention can begin at school age through the adoption of healthy lifestyle behaviors. Low health literacy among students, teachers, and parents poses a challenge in cancer prevention efforts. This community service program aimed to improve knowledge, awareness, and healthy lifestyle behaviors in the school community through the School Cancer Awareness Movement at UPT SDN 060831 Medan. The method used was Participatory Action Research (PAR), which actively involved students, teachers, and parents. The program stages included preparation, joint planning, interactive education, training for teachers and Cancer Ambassadors, practical actions such as Fruit Day and morning exercise, and evaluation. The results showed an average increase in student knowledge by 38% and teacher knowledge by 42%, the development of healthy habits such as bringing healthy lunches, reducing unhealthy snacks, and participating in physical activities. Additionally, new school practices emerged, such as regular Fruit Day, morning exercise, and the establishment of a Cancer Information Corner. This program proved effective in fostering behavioral change and building a culture of healthy living in the school environment. Abstrak Kanker merupakan salah satu penyebab utama kematian di Indonesia, yang pencegahannya dapat dimulai sejak usia sekolah melalui penerapan perilaku hidup sehat. Rendahnya literasi kesehatan pada siswa, guru, dan orang tua menjadi tantangan dalam upaya pencegahan kanker. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan perilaku hidup sehat warga sekolah melalui Gerakan Sekolah Peduli Kanker di UPT SDN 060831 Medan. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan siswa, guru, dan orang tua secara aktif. Tahapan kegiatan meliputi persiapan, perencanaan bersama, edukasi interaktif, pelatihan guru dan Duta Kanker, aksi nyata seperti Fruit Day dan senam pagi, serta evaluasi. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata pengetahuan siswa sebesar 38% dan guru sebesar 42%, terbentuknya perilaku sehat seperti membawa bekal sehat, mengurangi jajanan tidak sehat, dan aktif dalam aktivitas fisik. Selain itu, tercipta pranata baru di sekolah berupa kebiasaan rutin Fruit Day, senam pagi, dan Pojok Informasi Kanker. Kegiatan ini terbukti efektif menciptakan perubahan perilaku dan membangun budaya hidup sehat di lingkungan sekolah. Kata Kunci: kanker. edukasi kesehatan. perilaku hidup sehat. sekolah dasar *Martha Sutriska Sagala, marthasutriska@gmail. GERAKAN SEKOLAH PEDULI KANKER: EDUKASI HIDUP SEHAT UNTUK PENCEGAHAN KANKER DI UPT SDN 060831 MEDAN PENDAHULUAN Kanker merupakan salah satu penyebab utama kematian di dunia, termasuk di Indonesia. Menurut data Global Cancer Observatory (GLOBOCAN) tahun 2020, tercatat 396. 914 kasus baru kanker di Indonesia dengan angka kematian mencapai 234. 511 kasus (World Health Organization [WHO], 2. Kondisi ini menunjukkan bahwa kanker menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat, termasuk anak-anak, baik secara langsung maupun tidak langsung melalui anggota keluarga mereka. Pada anak usia sekolah, risiko terpapar faktor penyebab kanker umumnya berkaitan dengan pola hidup tidak sehat, seperti kurangnya konsumsi buah dan sayur, rendahnya aktivitas fisik, serta paparan zat berbahaya seperti asap rokok dari lingkungan sekitar (Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2. Selain itu, rendahnya literasi kesehatan pada anak, guru, dan orang tua dapat menghambat upaya pencegahan kanker sejak dini. Padahal, perilaku hidup sehat yang ditanamkan pada usia sekolah terbukti mampu mengurangi risiko kanker di kemudian hari (American Cancer Society, 2. UPT SDN 060831 Medan, sebagai salah satu sekolah dasar negeri di wilayah perkotaan, memiliki jumlah siswa yang cukup besar dengan latar belakang sosial ekonomi beragam. Berdasarkan hasil observasi awal yang dilakukan pada bulan Juli 2025, mayoritas siswa belum memahami konsep kanker, faktor risiko, dan upaya pencegahan yang dapat dilakukan. Guru-guru di sekolah tersebut juga belum memiliki modul atau program khusus terkait edukasi kanker di lingkungan sekolah. Hal ini menjadi isu strategis, mengingat sekolah adalah institusi penting dalam pembentukan perilaku dan kebiasaan hidup sehat. Pemilihan UPT SDN 060831 Medan sebagai lokasi pengabdian masyarakat didasarkan pada pertimbangan aksesibilitas, kebutuhan edukasi kesehatan yang tinggi, dan potensi replikasi program ke sekolah lain di wilayah Kota Medan. Selain itu, dukungan dari pihak sekolah, komite, dan orang tua siswa menjadi modal sosial penting untuk keberhasilan program. Fokus pengabdian masyarakat ini adalah pemberdayaan komunitas sekolah melalui Gerakan Sekolah Peduli Kanker yang melibatkan siswa, guru, dan orang tua dalam kegiatan edukasi hidup sehat untuk pencegahan kanker. Program ini diharapkan dapat meningkatkan literasi kesehatan, mengubah perilaku menjadi lebih sehat, dan menciptakan lingkungan sekolah yang mendukung pencegahan kanker. Perubahan sosial yang diharapkan dari kegiatan ini meliputi: . meningkatnya pengetahuan siswa dan guru tentang kanker dan pencegahannya. Name Journal VOLUME 3. NO. 3 AGUSTUS 2025 e-ISSN : 3030-8836. p-ISSN : 3030-8844. Hal 130-138 terbentuknya kebiasaan hidup sehat di lingkungan sekolah. adanya komitmen bersama antara sekolah, orang tua, dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan bebas faktor risiko Dengan demikian, pengabdian ini tidak hanya bermanfaat bagi peserta didik saat ini, tetapi juga menjadi investasi kesehatan jangka panjang bagi generasi mendatang. METODE 1 Subyek Pengabdian Subyek pengabdian adalah komunitas sekolah di UPT SDN 060831 Medan yang terdiri dari siswa kelas IVAeVI . ebanyak 120 sisw. , guru . , serta perwakilan orang tua/wali murid . 2 Tempat dan Lokasi Pengabdian Kegiatan dilaksanakan di UPT SDN 060831 Medan, yang berlokasi di Kecamatan Medan Kota. Kota Medan. Sumatera Utara. Sekolah ini berada di lingkungan perkotaan padat penduduk dengan latar belakang sosial ekonomi masyarakat yang bervariasi. 3 Keterlibatan Subyek Dampingan Dalam tahap perencanaan, pihak sekolah . epala sekolah, guru, dan komite sekola. dilibatkan untuk: Mengidentifikasi permasalahan dan kebutuhan edukasi kesehatan terkait kanker. Menentukan prioritas materi dan bentuk kegiatan edukasi yang sesuai dengan usia siswa. Menyusun jadwal pelaksanaan kegiatan. Menyiapkan sarana dan prasarana pendukung seperti ruang kegiatan, media pembelajaran, dan alat peraga. Keterlibatan siswa dilakukan melalui sesi tanya jawab awal . re-tes. untuk mengetahui tingkat pengetahuan sebelum pelaksanaan program. Orang tua diundang dalam forum diskusi untuk mendukung keberlanjutan program di rumah. 4 Strategi/Metode Pelaksanaan Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah pendekatan partisipatif (Participatory Action Research / PAR), di mana komunitas sekolah terlibat secara aktif dalam setiap tahap program. Strategi pelaksanaan meliputi: GERAKAN SEKOLAH PEDULI KANKER: EDUKASI HIDUP SEHAT UNTUK PENCEGAHAN KANKER DI UPT SDN 060831 MEDAN Edukasi Interaktif: penyampaian materi melalui presentasi, video edukasi, dan permainan . Pelatihan Guru dan Siswa Duta Kanker: pembekalan materi kesehatan untuk pencegahan kanker dan keterampilan menyampaikan pesan kesehatan. Aksi Nyata Hidup Sehat: praktik makan buah/sayur bersama, senam pagi, dan pembuatan sudut informasi kanker di sekolah. Evaluasi: pengukuran perubahan pengetahuan dan sikap melalui pre-test dan post-test, serta observasi perilaku sehat. 5 Tahapan Kegiatan Persiapan: koordinasi dengan pihak sekolah, survei awal, penyusunan materi, dan persiapan alat peraga. Perencanaan Bersama: diskusi kelompok dengan guru, siswa perwakilan, dan orang tua untuk menyepakati bentuk kegiatan. Pelaksanaan Edukasi dan Pelatihan: meliputi sesi kelas, demonstrasi, dan praktik langsung. Pendampingan dan Aksi Nyata: implementasi perilaku sehat di sekolah secara rutin. Evaluasi dan Tindak Lanjut: penilaian hasil kegiatan dan penyusunan rencana keberlanjutan HASIL Pelaksanaan program Gerakan Sekolah Peduli Kanker di UPT SDN 060831 Medan berlangsung selama tiga minggu dengan melibatkan siswa, guru, dan orang tua. Kegiatan ini dilaksanakan secara partisipatif dengan memadukan edukasi interaktif, pelatihan, dan aksi nyata di lingkungan sekolah. 1 Dinamika Proses Pendampingan Proses pendampingan diawali dengan koordinasi intensif bersama kepala sekolah, guru, dan komite sekolah. Hasil identifikasi kebutuhan menunjukkan bahwa sebagian besar siswa belum memahami faktor risiko kanker dan cara pencegahannya. Oleh karena itu, materi edukasi disesuaikan dengan usia anak dan menggunakan metode yang menyenangkan seperti permainan edukatif, kuis interaktif, dan video animasi. Name Journal VOLUME 3. NO. 3 AGUSTUS 2025 e-ISSN : 3030-8836. p-ISSN : 3030-8844. Hal 130-138 Rangkaian kegiatan yang dilaksanakan meliputi: Edukasi Kanker untuk Siswa : Penyuluhan tentang pengertian kanker, faktor risiko, dan pentingnya deteksi dini. Simulasi AuPiring SehatAy untuk membiasakan konsumsi makanan Permainan edukasi tentang kebiasaan sehat seperti senam pagi, menghindari rokok, dan menjaga kebersihan lingkungan. Pelatihan Guru dan Duta Kanker Sekolah : Guru dilatih sebagai fasilitator kesehatan untuk menyampaikan pesan pencegahan kanker secara berkelanjutan. Pemilihan dan pembekalan Duta Kanker dari kalangan siswa untuk menjadi teladan perilaku hidup sehat. Aksi Nyata Hidup Sehat di Sekolah : Pelaksanaan Fruit Day setiap Jumat untuk mendorong konsumsi buah. Senam pagi bersama seminggu sekali. Pembuatan Pojok Informasi Kanker di perpustakaan sekolah yang memuat poster, leaflet, dan buku terkait kanker. Pelibatan Orang Tua : Forum diskusi dengan orang tua mengenai upaya pencegahan kanker di Penyebaran leaflet berisi panduan hidup sehat keluarga. 2 Perubahan Sosial yang Muncul Setelah program berjalan, terlihat beberapa perubahan positif di lingkungan sekolah, antara lain: Peningkatan Pengetahuan dan Kesadaran Hasil pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan rata-rata pengetahuan siswa tentang kanker sebesar 38%, dan guru sebesar 42%. Perubahan Perilaku Sehat Siswa mulai membiasakan membawa bekal sehat dari rumah, mengurangi konsumsi jajanan tidak sehat, dan lebih aktif berpartisipasi dalam kegiatan fisik di sekolah. Terbentuknya Pemimpin Lokal (Local Leade. Duta Kanker yang dipilih dari siswa menjadi motor penggerak kegiatan sehat di sekolah, dengan dukungan guru sebagai pembimbing. Terciptanya Pranata Baru Program Fruit Day dan Senam Pagi Bersama disepakati untuk menjadi agenda rutin sekolah setiap minggu. GERAKAN SEKOLAH PEDULI KANKER: EDUKASI HIDUP SEHAT UNTUK PENCEGAHAN KANKER DI UPT SDN 060831 MEDAN Kesadaran Kolektif Lingkungan sekolah mulai memiliki kesadaran bersama untuk menciptakan budaya hidup sehat dan bebas asap rokok, termasuk melalui pemasangan papan larangan merokok di area Hasil ini menunjukkan bahwa pengabdian masyarakat melalui Gerakan Sekolah Peduli Kanker tidak hanya meningkatkan pengetahuan, tetapi juga memicu perubahan perilaku, membentuk pemimpin lokal, dan menciptakan pranata baru yang dapat memperkuat upaya pencegahan kanker di sekolah. DISKUSI