Jurnal Teologi Anugerah Vol. VII No. 2 Desember 2018 ISSN 2085-532X INTEGRITAS PEMIMPIN Integritas Pemimpin Pastoral Bagi Pertumbuhan Jemaat Oleh : Pdt. Parsaulian Simorangkir. Pengantar Penulis mengangkat satu topik yang sering dan bahkan menjadi sorotan utama dalam pembahasan teologi hingga sekarang ini namun masih dibutuhkan pendalaman yang sangat serius terkait dengan masih banyaknya masalah-masalah yang timbul dikarenakan AoketidakpedulianAo terhadap topik ini. Penulis melihat bahwa pembahasan mengenai kepemimpinan dan secara khusus kepemimpinan pastoral masih seperti angin berlalu sehingga tidak jarang kita mendengar adanya keluhan-keluhan mengenai kehadiran seorang pemimpin pastoral yang justru menjadi batu sandungan dimana ia berada, masalah-masalah ini selalu terkait dengan rendahnya integritas dari seorang pemimpin pastoral. Untuk itu sangat dibutuhkan pendalaman yang sangat relevan dan praktis sehingga mudah dipahami dan dilakukan oleh para pemimpin pastoral. Biasanya seorang pemimpin akan menjadi sorotan utama dalam kesuksesan sebuah organisasi yang dipimpinnya. Hal ini juga termasuk kepemimpinan yang terdapat dalam sebuah organisasi keagamaan yakni gereja. Seorang pemimpin di gereja dalam tulisan ini dan umumnya biasa disebut sebagai pemimpin pastoral. Kebanyakan orang kristen atau jemaat mungkin beranggapan bahwa yang dimaksud dengan pemimpin pastoral adalah Pendeta atau Pastor, namun disamping itu pemimpin pastoral dalam jemaat juga termasuk majelis, diaken dan tuatua jemaat . yang telah dipilih. 1 Para pemimpin pastoral yang dipilih dari antara jemaat diluar dari seorang pendeta adalah jemaat yang dewasa secara kerohanian maupun dianggap mampu menjadi teladan karena hidup sesuai dengan firman Tuhan. Para pemimpin pastoral ini akan menentukan perjalanan roda organisasi gereja mencapai tujuannya. Posisi seorang pemimpin dalam organisasi gereja yang dalam hal ini disebut sebagai pemimpin pastoral sangatlah sentral di dalam keberlangsungan jemaat-jemaat yang dibinanya menuju pertumbuhan dan kedewasaan. Namun terkadang posisi sentral ini justru menjadi pemicu semua masalah-masalah ketika kepribadian seorang pemimpin pastoral tidaklah sesuai dengan apa yang difirmankan oleh Allah. Beberapa masalah yang mungkin terjadi di dalam gereja terkait dengan pemimpin pastoral yang sering terdengar adalah masih adanya pemimpin pastoral yang terlalu banyak menghabiskan waktu diluar pelayanan dikarenakan hobby yakni memancing atau bermain catur yang berlebihan sehingga mengabaikan tugas pelayanan, terlalu tamak dengan uang sehingga fokus utama dalam pelayanan jemaat menjadi uang, masih adanya pemimpin pastoral yang terkait dengan kasus-kasus asusila maupun amoral, perasaan superiority . yang tinggi dan juga terlalu inferiority . endah diri yang berlebiha. Sehingga ada-ada saja gereja yang bahkan berusaha untuk memindahkan dan bahkan AomemecatAo seorang pemimpin pastoral. Melihat semuanya itu maka akan muncul sebuah perenungan mengapa bisa sampai masalahmasalah itu timbul sehingga berdampak besar dan bahkan menjadi faktor penghambat pertumbuhan jemaat? Namun dalam hal ini penulis mencoba melihat kepribadian seorang pemimpin pastoral dalam jemaat dikarenakan posisi sentral yang telah disinggung diatas tadi. Kepribadian ini akan menyangkut tentang integritas seorang pemimpin pastoral. Maka dalam tulisan ini, penulis akan memaparkan sesuatu yang sangat penting untuk dimiliki seorang Yosafat Bangun. Integritas Pemimpin Pastoral, (Yogjakarta:ANDI,2. , 22 Jurnal Teologi Anugerah Vol. VII No. 2 Desember 2018 ISSN 2085-532X pemimpin pastoral yakni integritas. Kemudian kita juga akan melihat bagaimana integritas seorang pemimpin pastoral ini akan sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan jemaat. Defenisi serta Hubungan antara Integritas dan Kepemimpinan Kata integritas berasal dari kata bahasa latin yakni AointegerAo yang memiliki dua arti yakni arti dalam jasmani yaitu utuh. seluruhnya, tidak bercampur, murni, tidak kurang sesuatu atau sempurna dan tidak bercela. Arti dalam psikis dan moril yaitu belum diputuskan atau tidak ditetapkan, masih bebas, untuk memegang hak . 2 Jikalau kita merujuk ke-dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, integritas adalah mutu, sifat, atau keadaan yang menunjukkan kesatuan yang utuh sehingga memiliki potensi dan kemampuan yang memancarkan kewibawaan dan kejujuran. 3 Maka integritas berhubungan dengan kepribadian yang utuh dan berkualitas dalam setiap dimensi kehidupannya. Seperti yang dikatakan oleh Yosafat bahwa seorang yang berintegritas merupakan seorang yang memiliki pikiran yang cerdas, dalam dan luas, mampu mengendalikan emosi, memiliki kemauan yang teguh sehingga tidak mudah menyerah terhadap segala sesuatu yang didepannya, mampu berbagi dengan orang lain dan yang paling penting berfokus pada nilai-nilai keagamaan dan kemanusiaan. 4 Seperti yang juga dikatakan dalam AoDebat Pilkada DKI Jakarta 2017Ao, integritas seorang pemimpin adalah sebuah keberpihakan terhadap nilai-nilai baik, keterbukaan terhadap orang yang dipimpinnya serta santun dan jujur. Sehingga Integritas dapat disimpulkan sebagai sebuah kepribadian yang terdapat kesesuaian antara perkataan dan perbuatan, teori dan praktek serta mampu mengendalikan segala sesuatu yang dihadapinya. Kepemimpinan sangatlah luas karena akan dikaitkan dengan pemimpin dan memimpin. Namun istilah, kepemimpinan, pemimpin dan memimpin berasal dari kata dasar yang sama yakni "pimpin". Ketiganya digunakan dalam konteks yang berbeda. Pemimpin adalah suatu pribadi atau peran dalam sistem tertentu dan seseorang pemimpin belum tentu memiliki keterampilan kepemimpinan dan belum tentu mampu memimpin. Istilah Kepemimpinan pada dasarnya berhubungan dengan keterampilan, kecakapan, dan tingkat pengaruh yang dimiliki Pada umumnya kepemimpinan didefenisikan sebagai sebuah proses dari seorang individu mempengaruhi sekelompok individu untuk mencapai tujuan dan sasaran yang sama. Untuk itu kepemimpinan seseorang akan sangat mempengaruhi organisasi yang dipimpinnya menuju sebuah kemajuan dan perkembangan. Integritas dibutuhkan oleh siapapun termasuk pemimpin yang dalam hal ini sangat Seorang pemimpin yang berintegritas akan memakai gaya kepemimpinan untuk melayani siapa saja yang dipimpinnya. Maka integritas bagi seorang pemimpin merupakan alat yang sangat kuat untuk memimpin dan dapat meningkatkan kredibilitasnya di mata orangorang yang dipimpinnya. Sehingga ia dapat dipercaya, disegani dan dihormati oleh orang-orang yang dipimpinnya. Untuk itu seorang pemimpin pastoral yang berintegritas merupakan seorang yang mampu menghasilkan perbuatan-perbuatan yang sesuai dengan apa yang dikatakannya . dan bertanggung jawab terhadap apa yang dilakukannya sehingga kepribadiannya menjadi teladan dimanapun ia berada Prent. Kamus Latin Ae Indonesia (Yogjakarta:Kanisius,1. , 450-451 Kamus Besar Bahasa Indonesia (Jakarta:Balai Pustaka, 1. , 335 Yosafat. Op. Cit, 88 Peter G. Northouse. Kepemimpinan: Teori dan Praktik (Jakarta:Indeks,2. , 3 Jurnal Teologi Anugerah Vol. VII No. 2 Desember 2018 ISSN 2085-532X Integritas pemimpin dalam Alkitab Istilah yang sering dipakai untuk memberi identitas kepada seorang pemimpin dalam Alkitab adalah "Gembala". Konsep Gembala ini lebih mengena untuk seorang pemimpin. Bobot dari kata Gembala ini tercermin dalam tingkah laku seorang pemimpin yang dikehendaki oleh Allah. Tingkah laku seorang gembala tidak menggambarkan hierarkis yang ketat, tetapi hubungan yang intim. Seorang pemimpin bukanlah yang harus ditinggikan di atas yang lain, melainkan yang senantiasa berada di tengah-tengah orang yang dipimpinnya untuk memberi teladan, membimbing, menuntun dan mengarahkan mereka kejalan yang benar sesuai dengan kehendak Allah, agar mereka memperoleh hidup dan memperolehnya dalam kelimpahan. 6 Ini berarti pula bahwa tujuan utama kepemimpinan dalam Alkitab adalah mengusahakan kebaikan dan kesejahteraan hidup bagi orang-orang yang dipimpin . Mazmur . Alkitab senantiasa menempatkan posisi seorang pemimpin dalam kedudukan antara Allah . ebagai Pemimpi. dan umat . ebagai yang dipimpi. Pemimpin dalam Alkitab bukanlah Ayujung kerucutAy dari suatu sistem sebagaimana halnya sistem kepemimpinan dunia. Dalam Alkitab, pengertian pemimpin adalah seorang yang diangkat Allah sebagai AywakilNyaAy untuk memimpin umatNya, tetapi Allah adalah pemimpin umat yang sesungguhnya dimana segala kebijakan dan keputusan berada ditangan Allah. Sebagai contoh, kepemimpinan Nabi Musa dalam Perjanjian Lama. Musa tidak pernah melakukan tindakan berdasarkan pertimbangannya, tetapi selalu berdasarkan amanat, perintah dan petunjuk dari Allah . Keluaran 12:43-51. 13:1-16. 14:15-31. 15:25-26. 16:4-16. 17:4-. Sekalipun di dalam Alkitab tidak kita temukan kata integritas namun ada beberapa point yang berhubungan dengan integritas seorang pemimpin yaitu : Dalam Mazmur 15 seperti yang dikutip oleh John C. Maxwell dimana Daud menggambarkan seorang pemimpin yang berintegritas yakni seorang yang: berlaku tidak bercela, tidak mencelakai orang lain, berbicara menentang kesalahan, menghargai orang lain yang hidup dalam kebenaran, menepati kata-kata mereka bahkan jika merugi, tidak ingin mendapatkan keuntungan dari kerugian orang lain, kuat dan mantap. Kemudian di dalam Yehezkiel 34:1-31, pemimpin digambarkan sebagai seorang gembala yang mengembalakan domba-dombanya. Yang secara garis besar dapat dijelaskan yakni. Pemimpin tidak boleh menindas atau memeras orang-orang yang dipimpinnya. Celakalah pemimpin yang berbuat demikian, karena sebetulnya mereka telah melawan Allah. Pemimpin juga harus menggembalakan orang-orang yang dipimpinnya, dan bukannya sibuk menggembalakan dirinya sendiri. Pemimpin dengan tekun dan setia mengusahakan jalan agar orang-orang yang dipimpinnya dapat menemukan makna kehidupannya. Dan terakhir pemimpin harus bekerja dengan penuh kesungguhan hati dan bukan karena terpaksa. Yehezkiel mengingatkan bagaimana integritas seorang pemimpin dalam kepemimpinannya agar berkenan kepada Allah dan membawa kebaikan bagi orang-orang yang dipimpinnya. Tuhan Yesus mengatakan bahwa seorang pemimpin harus berjalan di depan (Yoh. seorang pemimpin bukan mendengarkan suara terbanyak, mengumpulkan informasi tentang apa yang mereka inginkan dan melakukan keinginan mereka. Namun harus siap menjadi pelopor dan siap menghadapi bahaya. 8 Yesus juga dalam Yohanes 10:14 berkata: "Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku". Pendekatannya bukan pendekatan kekuasaan, tetapi pendekatan sahabat. Untuk itu Petrus Octavianus. Manajemen dan Kepemimpinan menurut Wahyu Allah (Malang:YPPII,2. , 80-81 John C. Maxwell. Leadership (Jakarta:Immanuel,2. , 24 Gintings. Penggembalaan: Hal-hal yang Pastoral (Bandung:Jurnal Info media,2. , 123 Jurnal Teologi Anugerah Vol. VII No. 2 Desember 2018 ISSN 2085-532X seorang pemimpin dalam Alkitab adalah membimbing dan membangkitkan tanggungjawab semua anggota yang dipimpin agar berfungsi atau berperan secara aktif di dalam usaha pencapaian tujuan bersama. Menjadi Pemimpin Pastoral yang Berintegritas Pemimpin Pastoral adalah seseorang yang dipanggil Allah sebagai pemimpin, yang ditandai oleh kualitas dan kapasitas memimpin jemaatNya untuk mencapai tujuan yang dikehendaki Tuhan Allah. Panggilan Allah kepada seseorang untuk menjadi pemimpin adalah bersifat terikat (Yoh 3:. di mana panggilan Allah merupakan dasar kepemimpinan seorang Di dalam Alkitab integritas untuk para pemimpin pastoral -sesuai dengan pemimpin pastoral yang telah dijelaskan dibagian pengantar diatas- yaitu penilik jemaat, diaken dan penatua memiliki klasifikasi yakni terdapat dalam 1Timotius 3:1-7 . enilik jemaa. , 1Timotius 3:8-12 (Diake. dan Titus 1:6-9 (Penatu. Meskipun karunia untuk memimpin sebagai pemimpin pastoral itu adalah panggilan untuk semua orang, tetapi hanya orang tertentulah yang Tuhan mau pakai untuk menjadi berkat kepada banyak orang. Mat. 22: 17. Mengapa integritas ini sangat penting bagi seorang pemimpin pastoral dalam memimpin sebuah jemaat ? menurut Bambang Yudho ada dua alasannya. Pertama. Tuhan selalu memperhatikan integritas manusia yang dipilihNya menjadi seorang pemimpin . 1Raj. Kedua, seorang dengan integritas akan memimpin orang lain dengan penuh kepercayaan . Ams. 9 Dan beberapa alasan lain mengapa integritas begitu penting yakni : Integritas Membina Kepercayaan . Integritas Punya Nilai Pengaruh Tinggi . Integritas Menghasilkan Reputasi Yang Kuat. Bukan Hanya Citra . Integritas Berarti Menghayatinya Sendiri Sebelum Memimpin Orang Lain . Integritas Membantu Seorang Pemimpin Dipercaya . Integritas Adalah Prestasi Yang Dicapai Dengan Susah Payah. Seorang pemimpin pastoral yang berintegritas selalu memperlihatkan dukungan kepada orang lain karena pada waktunya orang lain juga akan mendukungnya, kemudian memenuhi janji yang diucapkan sehingga tidak pernah menjanjikan apapun yang tidak dapat dipenuhi karena jika telah mengatakan sesuatu harus dilaksanakan. Dan memiliki sikap melayani dengan memberikan diri dan waktu untuk orang yang dipimpin. Seorang pemimpin pastoral yang berintegritas juga adalah seorang yang mampu mengendalikan diri dan mampu mengambil sikap yang benar dan bijaksana, tidak tergesa-gesa, tidak sembrono, tidak ceroboh mengambil keputusan dan tidak menjadi pemarah. Selalu instropeksi diri untuk tidak cepat melepaskan bersikap menghargai dan menghormati orang lain, tahu menempatkan diri dan tidak menjadi batu sandungan dikarenakan tingkah lakunya yang tidak layak. Di dalam bukunya Yosafat juga menjabarkan wujud dari integritas yakni: C Kejujuran . emadukan kata dan perbuata. C Ketulusan . idak berorientasi pada mater. C Keadilan . ama rata dan sama ras. C Konsistensi . encintai kebenara. C Kemurnian . ebas dari segala hal koto. C Rendah hati . enerima setiap jemaat apa adany. C Tidak mencari kepentingan diri sendiri Bambang Yudho. How to Become A Christian Leader (Yogjakarta: ANDI,2. , 20-22 John C. Maxwell. Mengembangkan Kepemimpinan Di Dalam Diri Anda (Jakarta:Bina rupa Aksara,1. , 4148. Jurnal Teologi Anugerah Vol. VII No. 2 Desember 2018 ISSN 2085-532X Terpercaya . idak menyalahgunakan otoritasny. Seorang pemimpin pastoral yang mempunyai integritas akan dengan mudah mendapatkan kepercayaan dari para jemaat yang dipimpinnya. Karena ketika seorang pemimpin pastoral tidak memiliki integritas maka ia akan bersikap pesimis terhadap kehidupan di depan sehingga menurunkan semangat organisasi yang dipimpinnya. Ciri lainnya yang paling banyak muncul dalam kepemimpinan yang tidak berintegritas adalah bersikap antisosial, skeptis, kurang senyum, suka mendominasi dan agresif. Karena Integritas seorang pemimpin akan dilihat pada kesatuan antara perkataan dan perbuatan, di mana dan apa yang dikatakan oleh pemimpin itulah yang dilakukannya. Integritas dalam diri seorang pemimpin pastoral akan terwujud dalam tingkah laku yang baik. Tingkah laku pemimpin dapat diukur dari apa yang dipikirkan, dikatakan, dan dilakukan di-tengah-tengah pelayanannya kepada jemaat. Integritas harus menjadi hal yang pokok untuk diperhatikan oleh setiap pemimpin pastoral didalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya di tengah-tengah jemaat. Integritas seorang pemimpin pastoral pada dasarnya ialah dengan memimpin menggunakan hati AogembalaAo dan bukan memimpin dengan gaya otoriter dan bahkan kekerasan. Namun seperti yang sudah diketahui bersama dan seperti penjelasan masalah-masalah di-atas, model dari kepemimpinan otoriter ini juga akan menghasilkan kehancuran baik diri maupun organisasi yang dipimpin. Lawan dari memimpin dengan otoriter adalah memimpin dengan hati AogembalaAo yang mana ini berbicara tentang melayani, menuntun, mengarahkan, menantang, dan membantu untuk Kepemimpinan gembala tidak berbicara soal aktivitas manajemen belaka, namun menumbuhkan orang yang dipimpin. Itu sebabnya mengawasi dan menuntun yang dipimpin akan lebih mudah dan akan menunjukkan hasil yang berbeda jika seorang pemimpin menjaga Pengaruh Integritas Pemimpin Pastoral bagi Pertumbuhan Jemaat Seorang pemimpin pastoral haruslah menjadi pionir-pionir terdepan dalam memajukan kerohanian jemaat yang dilayaninya. Karena dialah yang bertanggung jawab untuk memelihara rohani umat Allah. Ketika seorang pemimpin pastoral tidak berintegritas maka dapat diibatkan seperti gembala yang mengabaikan domba-dombanya. pengabaian para gembala ini mengakibatkan domba-domba berserak dan mati terbunuh. Berserak bukan hanya menandakan bahwa domba-domba itu berkelana tetapi juga menandakan bahwa domba-domba itu berlari ke berbagai arah. Mereka lari dalam ketakutan dan keputusasaan karena tidak ada kepemimpinan dan pemeliharaan. Mereka ditelantarkan tanpa perlindungan. Bahaya yang mengancam bukan hanya bahaya kelaparan tetapi bahaya pembunuhan. Maka diperlukan seorang pemimpin pastoral yang dengan integritasnya mampu memahami orang yang Jikalau pemimpin sudah memahami orang yang ia pimpin, suatu kerjasama dalam ruang lingkup kerjanya akan bersama-sama membangun untuk tujuan keberuntungan untuk dinikmati bersama-sama. Sonny Eli Zaluchu yang dalam tulisannya tentang Intrik di Dalam Gereja berpendapat bahwa, kelemahan kepemimpinan seorang pemimpin pastoral biasanya ditandai dengan sejumlah aktifitas yang cenderung memaksakan kehendak, gaya penggembalaan yang tidak berkenan, perkataan yang tidak terkontrol, menguatnya pengaruh dan intervensi orang-orang tertentu di dalam keputusan gembala . rang kaya, anak, menant. , visi yang lemah, doa yang kurang dan sikap yang mencerminkan kekunoan . eperti plin-plan, tidak mau mengakui kesalahan dan sikap tidak mau tah. Hal yang paling utama adalah pemimpin pastoral yang tidak mau Yosafat B. Op. Cit, 93-110 Jurnal Teologi Anugerah Vol. VII No. 2 Desember 2018 ISSN 2085-532X berubah dan selalu tertutup menerima masukan karena menganggap diri benar. 12 Beberapa hal inilah yang penulis lihat menjadi sesuatu yang dipermasalahkan di tengah-tengah jemaat gereja saat ini. Sehingga akibat masalah-masalah itu dapat menimbulkan stagnasi bahkan menghambat pertumbuhan jemaat. Untuk itu penulis melihat bahwa diperlukan para pemimpin pastoral yang berintegritas yaitu mereka yang berjiwa hamba seperti yang dikatakan oleh Lawrence dan Clyde Aopemimpin memiliki hubungan dengan yang dipimpinnya karena pemimpin ini berada Aodiantara'. Perintah dari pemimpin cenderung lebih diekspresikan melalui apa yang telah dilakukan dan diberi contohnya, dari pada yang dikatakannya. Pemimpin yang berjiwa hamba menunjukkan Pengaruh dari para pemimpin yang berjiwa hamba ini akan terjadi jika mereka dapat mencapai komitmen dari hati. Mereka akan membawa tubuh . dalam relasi yang harmoni dan akan memimpin para jemaatnya menuju kedewasaanAo. 13 Untuk itu seorang pemimpin pastoral yang berintegritas seharusnya mampu menguasai diri terhadap segala hal, sehingga dirinya tidak begitu saja mudah terpengaruh terhadap hal-hal yang membuat jemaat menjadi tidak terarah. Pemimpin pastoral yang berintegritas akan menjalankan kepemimpinan pastoralnya dengan baik dan benar dengan meliihat seluruh dimensi pertumbuhan dari jemaat. Pertama, pertumbuhan spiritualitas, yakni persekutuan jemaat dengan Tuhan melalui belajar firman Tuhan, berdoa, bernyanyi sehingga jemaat semakin mengenal Tuhan. Kedua, pertumbuhan psikologis, yakni jemaat tidak kekanakkanakan dengan selalu bergantung kerohanian pada orang lain namun mampu memimpin diri sendiri. Ketiga, pertumbuhan secara kualitas, yakni mereka menjadi garam dan terang dunia di tengah-tengah lingkungan sekitarnya. Hubungan pemimpin pastoral dengan pertumbuhan jemaat sangat erat, sebab pemimpin pastoral mempunyai pengaruh yang besar terhadap jemaatnya. Untuk dapat menggembalakan dengan baik, seorang pemimpin pastoral yang berintegritas harus melakukannya dengan kasih dan memperhatikan 3P yaitu pembinaan, perawatan, pemuridan. 15 Pemimpin yang berintegritas juga tidak memisahkan kehidupan pribadi dari kehidupan bersama dimanapun pemimpin yang memiliki integritas akan menampilkan dirinya sebagaimana adanya dan tidak dibuat-buat pada setiap situasi yang dihadapinya serta tidak mencari-cari muka. Semakin bisa dipercaya diri seorang pemimpin pastoral maka semakin besar pula kepercayaan jemaat yang dipimpinnya, dengan demikian memungkinkan pemimpin pastoral memiliki hak istimewa mempengaruhi kehidupan mereka. Semakin kurang dipercayai diri pemimpin pastoral, semakin kurang pula kepercayaan yang ditempatkan orang lain padanya dan makin cepat kehilangan kedudukan untuk mempengaruhi mereka. Merupakan hal yang masuk akal dimana semakin banyak pengikut melihat dan mendengar pemimpinnya konsisten dalam tindakan dan perkataan, akan semakin besar pula konsistensi dan loyalitas mereka kepada pemimpin. Dengan begitu ketika pemimpin berusaha memotivasi pengikutnya maka mereka pun akan semakin bertumbuh dan berkembang sesuai dengan apa yang mereka dengar dan mereka pahami serta apa yang mereka lihat dan mereka percayai dari Yang diperlukan bukan hanya motto untuk dikatakan melainkan teladan untuk Semakin bisa dipercayai seorang pemimpin maka semakin besar pula kepercayaan Sonny Eli Zaluchu. Intrik dalam Gereja dalam http://w. org/kolom/kolointr. Gloria Cyber Ministries. Diakses pada tanggal 12 Januari 2017, pukul 15. 13 wib. Lawrence O. Richards dan Clyde Hoeldtke. A Theology of Church Leadership (Michigan:Zondervan Publishing House,1. , 106-109 Yosafat Bangun. Op. Cit, 215-216 Budisatyo Tanihardjo. Integritas Seorang Pemimpin Rohani (Yogjakarta:Andi,2. , 5 Jurnal Teologi Anugerah Vol. VII No. 2 Desember 2018 ISSN 2085-532X orang lain yang ditempatkan pada diri pemimpin dengan demikian memungkinkan pemimpin untuk memberi pengaruh pada kehidupan jemaatnya. Untuk itu seorang Pemimpin pastoral harus membuktikan kualitas hidup rohani sebagai pelayan Tuhan. Ia harus memiliki integritas rohani yang dalam dan kuat yang diwujudkan dengan setia dalam ketaatan kepada Allah dan firmanNya serta berdisiplin tinggi. Para Pemimpin pastoral juga membutuhkan disiplin dalam berbagai bidang kehidupan dan pelayanan. Hal ini terutama berlaku di bidang disiplin rohani. Disiplin rohani merupakan salah satu sarana utama untuk menjaga hubungan yang intim dengan Allah. Ketekunan dalam melakukan disiplin rohani menjadi usaha menentukan dalam mencapai pelayanan yang bertumbuh. Mempraktekkan disiplin rohani memampukan pemimpin untuk memusatkan perhatian pada prioritas Allah dan menjaga perilaku serta sikap mereka yang berpotensi menghancurkan pelayanan. Dari waktu ke waktu pemimpin harus meningkatkan disiplinnya. Disiplinlah dalam berbicara. Disiplinlah dalam menggunakan waktu. Disiplinlah dalam berdoa, dan disiplinlah dalam mengasihi. Sehingga dengan kedisiplinan ini para jemaat juga diajarkan dan dibimbing secara tidak langsung untuk bertumbuh menjadi jemaat yang dewasa secara rohani. Kesimpulan Berdasarkan paparan penulis di atas maka dapat kita tarik garis besar kesimpulannya yakni seorang pemimpin pastoral yaitu seorang yang melayani pekerjaan Tuhan. Maka dari itu bukan saja ia harus mempunyai pengetahuan dan kecakapan dalam pekerjaan yang ia jalankan, tetapi dibelakang tugasnya itu adalah seluruh kepribadiannya yakni integritas sebagai pemimpin. Untuk membentuk menjadi pribadi yang menjaga integritasnya di tengah-tengah kepemimpinan seorang pastoral memang tidaklah mudah, namun kita dapat memulainya dari Sehingga semakin hari pribadi kita dapat semakin terperbaiki demi menjaga integritas dihadapan para jemaat maupun dihadapan Tuhan. Semakin dijaga integritas seseorang sebagai pemimpin dan juga membenahi sikap maka masalah yang terjadi pada hidup seperti ATM (Ancaman. Tantangan. Masala. dan juga THR (Tantangan. Hambatan. Himpitan/Rintanga. sebagai suatu krisis dalam pelayanan, menjadi positif yang membawa Ketika seorang pemimpin tetap menjaga integritasnya di tengah-tengah pelayanannya dan menunjukkan kualitasnya maka jemaat akan bertumbuh menuju kedewasaan rohani dengan pemimpin pastoral teladannya. Jemaat juga akan dibantu memahami arti hidup, tujuan hidup dan arti kebaikan, sehingga tidak hanya memikirkan tentang kebutuhan jasmani saja, melainkan juga sesuatu yang bernilai kekal. Para pemimpin pastoral dalam pelayanannya sebagai pemimpin rohani jemaat hendaknya menjadi pemimpin yang membawa transformasi bagi gereja Tuhan. Karena jika kita memiliki integritas, orang tidak bisa mencari cacat atau kelemahan kita, sehingga kita tidak akan jadi gosip karena tidak ada perilaku buruk yang dapat menghambat pelayanan. Kalaupun kita sudah bersikap sesuai dengan integritas seorang pemimpin pastoral dan masih ada yang menghalang-halangi kita dengan permasalahan maka teruslah hidup dalam kebenaran, sebab kebenaran yang akan membela kita. Sehingga masalahmasalah yang telah dipaparkan di bagian atas akan semakin kecil potensinya. Jurnal Teologi Anugerah Vol. VII No. 2 Desember 2018 ISSN 2085-532X Daftar Pustaka