COGNITIVE: JURNAL PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN http://ejournal. org/index. php/cognitive ISSN: 3026-1686 (Onlin. PERAN KEGIATAN EKSTRAKURIKULER KEAGAMAAN DALAM MENINGKATKAN KARAKTER PESERTA DIDIK DI SMAN 1 PAMEKASAN Ahmad Budi Susanto1*. Fathurrosyid2 1,2 Universitas Annuqayah Guluk-Guluk Sumenep. Indonesia *ahmadbudisusanto61@gmail. Keywords Abstract Extracurricular. Religious. Character Religious extracurricular activities in educational institutions are a strategic step in strengthening the religious character of students. Through these activities, students not only understand their obligations as Muslims, but are also able to practice religious teachings in their daily lives so that these religious values become ingrained in their personalities. Therefore, religious extracurricular activities play an important role as a means of forming, strengthening, and internalizing religious values in students. Based on this background, this study aims to reveal the implementation of religious extracurricular activities and the role of school members in supporting these activities as an effort to cultivate worship habits in order to strengthen the religious character of students at SMAN 1 Pamekasan. This study uses a qualitative approach with a phenomenological type. Research data were obtained from primary and secondary sources through interviews, observations, and documentation. Data analysis was conducted using an interactive model that included the stages of collection, reduction, presentation, and conclusion or verification. The results showed that religious extracurricular activities were carried out through the habit of praying in congregation, religious lectures, social activities, and religious These activities aim to foster discipline, religious enthusiasm, responsibility, and shape the personality of a perfect human being. The role of the school community includes the principal, who instills habits of worship and positive behavior in a continuous manner, and teachers, who play an active role in understanding, instilling, and motivating students to have a strong religious character. Kata Kunci Abstrak Ekstrakurikuler. Keagamaan. Karakter Ekstrakurikuler keagamaan di lembaga pendidikan merupakan langkah strategis dalam memperkuat karakter religius peserta didik. Melalui kegiatan ini, peserta didik tidak hanya memahami kewajibannya sebagai seorang muslim, tetapi juga mampu mengamalkan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari sehingga nilai-nilai keagamaan tersebut dapat melekat menjadi karakter kepribadian. Oleh karena itu, ekstrakurikuler keagamaan berperan penting sebagai sarana pembentukan, penguatan, sekaligus penginternalisasian nilai-nilai religius dalam diri peserta didik. Berangkat dari latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bentuk pelaksanaan ekstrakurikuler keagamaan serta peran warga sekolah dalam mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut sebagai upaya pembiasaan ibadah demi memperkuat karakter religius siswa di SMAN 1 Pamekasan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif 2 COGNITIVE: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran. Vol. No. 3 (Desember, 2. dengan jenis fenomenologis. Data penelitian diperoleh dari sumber primer dan sekunder melalui wawancara, observasi, serta dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan model interaktif yang meliputi tahap pengumpulan, reduksi, pemaparan, hingga penarikan simpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan ekstrakurikuler keagamaan dilakukan melalui pembiasaan shalat berjemaah, kultum, kegiatan sosial, serta peringatan hari besar keagamaan. Kegiatan tersebut bertujuan untuk menumbuhkan kedisiplinan, semangat beragama, tanggung jawab, serta membentuk kepribadian insan kamil. Adapun peran warga sekolah meliputi kepala sekolah yang menanamkan kebiasaan ibadah dan perilaku positif secara berkesinambungan, serta guru yang berperan aktif dalam memahami, menanamkan, dan memotivasi peserta didik agar memiliki karakter religius yang kua A Cognitive: Jurnal Pendidikan dan Manajemen Pendidikan is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. PENDAHULUAN Pendidikan di Indonesia mengalami perkembangan pesat seiring dengan perubahan kurikulum yang terus disesuaikan dengan kebutuhan zaman. (Mustofa 2. Sejak Rencana Pelajaran 1947 hingga Kurikulum Merdeka, pendidikan di Indonesia mengintegrasikan aspek afektif dan psikomotor melalui pendekatan holistik. Namun, realitas menunjukkan masih adanya degradasi akhlak dan karakter di kalangan peserta didik, yang tampak dari menurunnya sikap hormat kepada guru maupun orang tua, serta meningkatnya perilaku menyimpang seperti pergaulan bebas, konsumsi minuman keras, dan penyalahgunaan narkoba. Kondisi ini menegaskan bahwa pendidikan karakter menjadi kebutuhan mendesak, bukan hanya melalui pembelajaran intrakurikuler, tetapi juga lewat penguatan aktivitas ekstrakurikuler yang menanamkan nilai-nilai religious (Maulida 2. Dalam konteks ini, kegiatan ekstrakurikuler keagamaan menjadi salah satu strategi penting dalam membentuk karakter religius peserta didik. Kegiatan seperti sholat berjamaah, pengajian, kultum, hingga peringatan hari besar keagamaan tidak hanya mengasah kedisiplinan dan tanggung jawab, tetapi juga memperkuat integritas moral serta membiasakan siswa untuk istiqamah dalam ibadah. SMAN 1 Pamekasan dipilih sebagai lokasi penelitian karena sekolah ini aktif menyelenggarakan ekstrakurikuler keagamaan yang berorientasi pada pembinaan akhlakul karimah. Fokus Susanto & Fathurrosyid - Peran Kegiatan Ekstrakurikuler A 3 COGNITIVE: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran. Vol. No. 3 (Desember, 2. pembentukan karakter, serta faktor pendukung dan penghambatnya. Kajian literatur menunjukkan sejumlah penelitian relevan yang menyoroti peran ekstrakurikuler ROHIS atau kegiatan sejenis dalam pembinaan karakter religius (Fauzi and Firman 2. , (Sipahutar and Zulham 2. , (Sholihat. Ramdhani, and Rukajat 2. , (Fitriani 2. ,(Gunadi et al. Meskipun memiliki persamaan fokus, penelitian ini berbeda dalam cakupan, karena tidak hanya menekankan aspek religius, tetapi juga keterkaitannya dengan pembentukan karakter peserta didik secara Kebaruan penelitian ini terletak pada fokus kajian yang tidak hanya melihat kegiatan keagamaan sebagai program sekolah semata, tetapi juga mengungkap peran OSIS sebagai penggerak siswa, kontribusi guru sebagai fasilitator, serta partisipasi orang tua dalam mendukung kegiatan keagamaan. Pendekatan yang komprehensif ini belum banyak diangkat dalam penelitian sebelumnya, sehingga memberikan perspektif baru mengenai sinergi sekolah, siswa, dan orang tua dalam pembinaan karakter religius. Teori yang digunakan mengacu pada konsep Thomas Lickona tentang pengetahuan moral, perasaan moral, dan tindakan moral, yang menekankan pentingnya keteladanan dan pembiasaan dalam pendidikan karakter (Lickona 2. Selain itu, teori dari panduan Kementerian Agama (RI 2. serta sejumlah kajian lain memperkuat pemahaman bahwa kegiatan keagamaan di luar jam pelajaran formal dapat menjadi instrumen efektif dalam menanamkan nilai-nilai moral, spiritual, dan sosial pada peserta Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk: . mengidentifikasi bentuk dan pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler keagamaan di SMAN 1 Pamekasan, . mendeskripsikan karakter peserta didik yang terbentuk, . menganalisis peran ekstrakurikuler keagamaan dalam penguatan karakter, serta . mengungkap faktor pendukung dan penghambat dalam proses tersebut. Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi ilmiah dan praktis dalam upaya pengembangan pendidikan karakter berbasis keagamaan di sekolah. Susanto & Fathurrosyid - Peran Kegiatan Ekstrakurikuler A 4 COGNITIVE: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran. Vol. No. 3 (Desember, 2. METODE Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif interaktif (Moleong and Surjaman 2. Metode deskriptif bertujuan memberikan gambaran sistematis, faktual, dan akurat mengenai fenomena yang sedang berlangsung, sedangkan pendekatan kualitatif interaktif dipilih untuk mengeksplorasi data secara mendalam dalam konteks lingkungan alaminya (Jailani 2. Fokus penelitian diarahkan pada peran ekstrakurikuler keagamaan dalam pembentukan karakter religius peserta didik di SMAN 1 Pamekasan dengan memanfaatkan perspektif pedagogis dan Jenis penelitian ini termasuk penelitian lapangan . ield researc. (Moleong and Surjaman 2. , di mana data diperoleh secara langsung dari sumber utama melalui interaksi dengan kepala sekolah, guru, dan peserta didik. Sumber data terbagi menjadi dua, yakni primer dan sekunder (Alir 2. Sumber data primer berasal dari informan yang terlibat langsung dengan objek penelitian, sedangkan sumber data sekunder berupa dokumen, referensi, serta literatur yang relevan untuk memperkuat analisis. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Observasi digunakan untuk memahami situasi nyata, wawancara membantu menggali informasi yang lebih rinci, sementara dokumentasi berfungsi melengkapi data yang diperoleh di lapangan. Analisis data menggunakan model interaktif yang terdiri dari tiga tahap, yakni reduksi data, penyajian data, serta penarikan Kesimpulan (Rambe and Afri 2. Reduksi dilakukan untuk menyaring dan memfokuskan informasi penting, penyajian data disusun secara sistematis agar mudah dipahami, sedangkan penarikan kesimpulan dilakukan secara berkesinambungan hingga diperoleh pemahaman yang mendalam. Untuk menjaga validitas data, digunakan teknik triangulasi yang mencakup triangulasi sumber, teknik, dan waktu, serta langkah-langkah perpanjangan keterlibatan peneliti dan ketelitian dalam pengamatan. Dengan penerapan metode ini, penelitian diharapkan mampu menghasilkan temuan yang valid, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Susanto & Fathurrosyid - Peran Kegiatan Ekstrakurikuler A 5 COGNITIVE: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran. Vol. No. 3 (Desember, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Peran Kegiatan Ekstrakurikuler Keagamaan Dalam Meningkatkan Karakter di SMAN 1 Pamekasan SMAN 1 Pamekasan merupakan institusi pendidikan formal yang secara konsisten mengintegrasikan kegiatan keagamaan dalam pembinaan karakter peserta Seluruh siswa diwajibkan mengikuti program keagamaan yang terstruktur dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler keagamaan di bawah koordinasi Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS). Tujuan utama kegiatan ini adalah membentuk kebiasaan positif yang sejalan dengan tuntunan ajaran agama serta menanamkan nilai-nilai ketakwaan agar peserta didik tumbuh menjadi pribadi yang beriman dan taat kepada Allah SWT. Temuan ini sejalan dengan penelitian Imron Fauzi (Fauzi and Firman 2. di SMAN 1 Probolinggo yang menunjukkan bahwa kegiatan ROHIS mampu meningkatkan pengetahuan keagamaan dan sikap positif siswa, meskipun bentuk kegiatan yang dominan adalah pengajian kitab kuning dan ziarah, berbeda dengan di SMAN 1 Pamekasan yang lebih menekankan pada program pembiasaan religius. Hasil penelitian Siti Nurhalizah Sipahutar dkk. (Sipahutar and Zulham 2. di SMAN 1 NA IX X juga memperkuat argumen bahwa ekstrakurikuler keagamaan mampu meningkatkan kesadaran beribadah siswa, namun penelitian tersebut lebih berfokus pada kepatuhan ibadah wajib seperti salat berjamaah, sementara penelitian ini menekankan penguatan akhlakul karimah sebagai bagian dari pembinaan karakter. Selain itu, penelitian MarAoatus Sholihat dkk. (Sholihat et al. di SMPN 2 Kutawaluya menunjukkan bahwa ROHIS berperan penting dalam membentuk akhlakul karimah melalui kegiatan spesifik seperti tahsin Al-QurAoan dan pelatihan khotib, sedangkan di SMAN 1 Pamekasan kegiatan lebih diarahkan pada pembiasaan religius sehari-hari. Dengan demikian, bahwa meskipun berbagai penelitian sebelumnya menempatkan fokus pada keterpaduan program sekolah dalam membentuk karakter peserta didik secara lebih holistik, meliputi aspek religius, moral, dan sosial. Pembinaan keagamaan yang diterapkan di SMAN 1 Pamekasan berbentuk kegiatan yang islami terutama kebiasaan dalam beribadah. Hal ini dimaksudkan agar peserta didik dapat meningkatkan kebisaanya dalam beribadah. Sehingga peserta didik yang awalnya malas dalam beribadah menjadi lebih terbiasanya dalam melaksanakan Susanto & Fathurrosyid - Peran Kegiatan Ekstrakurikuler A 6 COGNITIVE: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran. Vol. No. 3 (Desember, 2. ibadah tersebut, karena sejadi sekolah merupakan rumah kedua setelah lingkungan Untuk sekolah memiliki kewajiban dan moral dalam meningkatkan karakter dan kebiasaan dalam beribadah. Dengan kegiatan ekstrakurikuler ini peserta didik dapat mengisi kekosongan kegiatannya dengan hal yang positif. Dalam melakukan kebiasaan dan mencetak karakter tentunya butuh sosok yang bisa dijadikan panutan kalau di sekolah maka gurulah yang bisa amenjadi panutan itu. Dalam melakukan pembinaan tentunnya seorang guru meemerlukan metode-metode pembinaan, metode tersebut adalah: Keteladan Seorang guru memiliki peran sebagai panutan atau teladan bagi peserta Oleh karena itu, keteladanan merupakan aspek yang sangat penting dalam proses pendidikan. Perubahan positif pada diri siswa akan lebih efektif tercapai apabila guru tidak hanya menyampaikan materi secara verbal atau teoritis, tetapi juga menunjukkan sikap dan perilaku yang konsisten dengan nilai-nilai yang Di SMAN 1 Pamekasan, khususnya dalam pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler keagamaan, guru pembina tidak hanya berperan sebagai penyampai materi, tetapi juga terlibat secara aktif dalam menjalankan berbagai program Keterlibatan ini menjadi bentuk konkret dari keteladanan yang mampu memberikan dampak positif bagi perkembangan karakter dan spiritualitas peserta Pembiasaan Pembiasaan merupakan salah satu metode pendidikan karakter yang diimplementasikan di SMAN 1 Pamekasan. Nilai-nilai religius tidak hanya diajarkan secara teoritis, tetapi juga diwujudkan dalam praktik kehidupan seharihari. Program ekstrakurikuler keagamaan di sekolah ini menjadi sarana untuk menerapkan pembiasaan tersebut melalui kegiatan rutin seperti shalat dhuha berjamaah, tadarus Al-QurAoan, penyampaian kultum . uliah tujuh meni. , serta pelaksanaan peringatan hari-hari besar Islam. Kegiatan pembiasaan ini dilaksanakan secara intensif dan konsisten sebagai upaya internalisasi nilai-nilai spiritual dan Kebiasaan yang dilakukan secara berulang cenderung menciptakan rasa nyaman dan keterikatan emosional, yang pada akhirnya membentuk karakter positif dalam diri peserta didik. Susanto & Fathurrosyid - Peran Kegiatan Ekstrakurikuler A 7 COGNITIVE: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran. Vol. No. 3 (Desember, 2. Melalui pendekatan yang diterapkan, diharapkan terbentuk karakter religius pada peserta didik. Hal ini sejalan dengan peran strategis kegiatan ekstrakurikuler keagamaan di SMAN 1 Pamekasan. Adapun peran tersebut antara lain: Meningkatkan Karakter Religius dan Disiplin Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang dilakukan oleh peneliti di SMAN 1 Pamekasan, diketahui bahwa kegiatan ekstrakurikuler keagamaan memberikan kontribusi signifikan terhadap pembentukan karakter religius serta kedisiplinan peserta didik. Beberapa kegiatan rutin yang dilaksanakan antara lain shalat berjamaah, pembacaan Al-QurAoan, penyampaian kultum . uliah tujuh meni. , serta peringatan hari-hari besar keagamaan. Seluruh aktivitas tersebut terlaksana secara terkoordinasi melalui pembinaan oleh pembina ekstrakurikuler, keterlibatan pengurus OSIS, serta pendampingan dari guru pembimbing. Sementara itu, dari hasil observasi menunjukkan bahwa peserta didik rutin mengikuti shola dhuhur berjemaah di masjid yang ada di dalam lingkungan sekolah SMAN 1 Pamekasan. Peserta didik secara terjadwal mengituti kegiatan takmir yang didalamnya berisi kegiatan shola maqrib bejemaah, kultum, dan tadarus bersama, serta ditutup dengan sholat isyaAo berjemaah. Kegiatan itu mendorong peserta didik untuk bertanggung jawab, disiplin dan berani tampil di muka umum. Kegiatan-kegiatan tersebut tidak hanya memperkuat nilai-nilia keislaman dalam diri peserta didik, tetapi juga membentuk perilaku yang positif. Prilaku positif yang terus dibina sehingga berkembang menjadi karakter peserta didik, yang mencerminkan sikap regius seperti rajin beribadah, sopan santun dalam bersikap, disiplin dan tanggung jawab dalam melaksanakan tugas. Meningkatkan keperdulian sosial dan solidaritas Kegiatan ekstrakurikuler keagamaan atau ketaqwaan di SMAN 1 Pamekasan melatih peserta didik untuk membetuk karakter sosial pereta didik. Hal ini dengan adanya kegiatan-kegiatan yang ada dalam ekstrakuler keagamaan seperti berkorban pada hari raya idul adha. Kegiatan tersebut mengajarkan peserta didik untuk peduli kepada penduduk sekitar sekolah yang kurang mampu, serta belajar berbagi dengan Selain kegiatan berkoban juga ada kegiatan memperingati bulan Muharram yaitu dengan menyantuni anak yatim. Kegiatan-kegiatan tersebut bisa menjadi Susanto & Fathurrosyid - Peran Kegiatan Ekstrakurikuler A 8 COGNITIVE: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran. Vol. No. 3 (Desember, 2. media efektif dalam menanamkan nilai-nilai kebersamaan dan keperdulian terhadap Pada waktu tertentu pesrat didik dilibatkan langsung dalam proses penggalangan dana, pengemasan bantuan, hingga penyaluran. Melalui proses ini, persta didik dilatih untuk bekerja sama, berbagi tanggung jawab, dan memahami kondisi di sekeliling mereka. Sikap sosial peserta didik juga tampak berkembang dalam kegiatan dahwah yang dilakukan secara berkelompok. Setiap kelompok bertanggung jawab untuk mempersiapkan materi dan menyampaikan hasil kajiannya melalui kegiatan kultum pada saat selesai sholat berjamaah. Dari situlah muncul rasa tanggung jawab dan saling membantu antar peserta didik. Kepala SMAN 1 Pamekasan turut memberikan apresiasi terhadap peran ekstrakurikuler keagamaan dalam membentuk kepribadian sosial siswa. Dari hasil observasi di lapangan, terlihat bahwa peserta didik yang aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler keagamaan memiliki semangat solidaritas tinggi. Mereka cenderung suka berbagi dan suka menyumbang dalam kegiatan sosial. Mereka lebih peduli dengan sesama, aktif dalam kerja tim, toleransi dan menghargai perbedaan, sehingga bisa menjadi bekal untuk bersosialisasi dalam masyarakat. Menjadi sarana dahwah dan pengembangan diri. Kegiatan ektrakurikuler keagamaan di SMAN 1 Pamekasan tidak hanya menjadi wadah untuk memperkuat pemahaman dan pengalaman ajaran agama, tetapi guga menjadi sarana dakwah dan pengembangan diri peserta didik. Dalam kegiatan ekstrakurikuler keagamaan yang dilaksanakan di SMAN 1 Pamekasan terdapat kegiatan yang dapat megembangkan keterampilan dahwah dan pengembang diri peserta didik. Kegiatan ini berupa kegiatan kultum yang diwajib bagi peserta didik setelah kegiatan sholat berjemaah. Dengan kegitan rutin seperti pelatihan cermah, tadarus, serta peringatan hari besar keagamaan, peserta didik dilatih untuk menyampaikan pesan-pesan keagamaan secara persuasive, santun, dan penuh Hal itu menjadikan peserta didik tidak hanya menjadi objek tetapi menjadi subjek dalam kegiatan dakwah yang menyebarkan kebaikan di lingkungan sekolah dan masyarakat. Salah satu contoh kongket dalam kegiatan dakwah adalah keterlibatan peserta didik dalam ekstrakurikuler keagamaan di SMAN 1 Pamekasan Susanto & Fathurrosyid - Peran Kegiatan Ekstrakurikuler A 9 COGNITIVE: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran. Vol. No. 3 (Desember, 2. menjadi imam sholat berjemaah dan kultum di masjid sekolah. Selain menjadi media dahwah, ekstrakurikuler keagamaan juga membentuk karakter dan potensi diri pesrta didik. Kegiatan seperti mentoring keislaman, diskusi keagamaan, dan pelatihan ceramah mendorong peswerta didik untuk berpikir kritis, menyampaikan pendapat, serta membangun rasa percaya diri. Dengan kegiatan ekstrakurikuler keagamaan peserta didik dapat belajar mengelola waktu antar akademik dan aktivitas dakwah, serta belajar bekerja sama dalam tim untuk menyiapkan acara keagamaan sekolah. Faktor Pendukung dan Penghambat Ekstrakurikuler keagamaan di SMAN 1 Pamekasan kegaitan ekstrakurikuler keagamaan di SMAN 1 Pamekasan, tidakm luput dari hal yang menghambat dan mendukung kegiatan ekstrakurikuler keagamaan di SMAN 1 Pamekasan terhadap efektifitas kegiatan. Faktor pendukung Dukungan dari Pihak Sekolah Salah satu faktor utama yang mendukung kegiatan ekstrakurikuler keagamaan adalah dukungan dari pihak sekolah, khususnya kepala sekolah dan guru pembina. Kepala sekolah sebagai orang yang memiliki hak dalam menentukan kebijakan sekaligus penanggung jawab terhadap keberlagsungan kegiatan belajar mengajar di lingkungan sekolah, tentunya memiliki peran penting dalam kegiatan ekstrakurikuler. Tanpa dukungan dari kepala sekolah tentunya kegiatan ekstrakulikuler keagamaanakan kurang efektif. Sekolah menyediakan segala sesuatu yang dapat menunjang kegeatan ekstrakurikuler seperti : Waktu Sekolah mendukung tentang pemberian waktu pelakasanaan kegiatan ekstrakurikuler keagamaan, seperti kegiatan sholat dhuhur, sekolah mengatur waktu pelajaran dengan mengistirahatkan pseserta didik untuk melaksanakan sholat dhuhur berjemaah. Waktu istirahat peserta didik disesuaikan dengan waktu sholat. Susanto & Fathurrosyid - Peran Kegiatan Ekstrakurikuler A 10 COGNITIVE: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran. Vol. No. 3 (Desember, 2. Anggaran Sekolah juga menyidiakan anggaran untuk kegiatan ektrakuriler terutama pada saat kegiatan sosial. Selain sumbangan dari peserta didik juga ada partisipasi dari sekolah. Fasilitas Fasilitas sekolah dapat dipergunakan apabila diperlukan dalam kegitan ekstrakurikuler keagaamaan. Seperti pemanfatan masjid dan ruang kelas, serta aula sebagai tempat pertemuan dan latihan. Selain dari kepala sekolah dukungan juga datang dari guru pembina, para guru pembian sangat antusias dan penuh tanggung jawab dalam melaksanakan Guru pembina benar menjadi pengayom bagi pesrta didik, sehingga peserta didik merasa nyaman dalam mengikjuti kegiatan keagamaan tersebut. Peran aktif anggota OSIS dan Alummi Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) memiliki peran penting dalam menunjang dan mengembangkan kegiatan ektrakurikuler, termasuk kegitan ekstrakurikuler keagamaan. OSIS bukan hanya sekedar wadah kepemimpinan dan pelatihan organisasi peserta didik, tetapi juga menjadi motor atau penggerak dalam berbagai kegiatan yang mendukung dalam terbentuknya karakter dan nilai spiritual peserta didik. Peran OSIS dalam kegiatan ekstrakurikuler keagamaan antara lain: Fasilitator OSIS dapat menjembatani antara pihak sekolah, pembina, dan siswa untuk memastikan kegiatan ektrakurikuler terutama kegamaan dapat berjalan dengan baik, seperti kegiatan pengajian rutin, peringatan hari besar keagamaan, bakti sosial, dan lain sebagainya. Pelaksana OSIS biasanya menjadi panitia dalam mengorganisasi kegiatankegiatan tersebut, mulai dari perencanaan, penyusunan agenda, hingga pelaksanaan teknis di lapangan. Meraka dilatih bekerja sama dalam satu tim, menyusun proposal, mengelola waktu, serta mengatur koordinasi antar seksi dan kegiatan. Susanto & Fathurrosyid - Peran Kegiatan Ekstrakurikuler A 11 COGNITIVE: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran. Vol. No. 3 (Desember, 2. Motivator OSIS juga dibekali dengan kemampuan untuk mengajak dan menggerakkan peserta didik lain agar aktif mengikuti kegiatan terutama kegiatan yang ada di ekstrakurikuler keagamaan. Mereka bisa menggunakan media sosial sekolah, majalah dinding . , hingga kegiatan apel pagi untuk menyosialisaikan nilai-nilai religius dan pentingnya pembentukan karakter yang positif melalui ektrakurikuler. Dari menyampaikan bahwa keterlibatan OSIS dalam kegiatan ekstrakurikuler keagamaan khususnya mampu meningkatkan partisipasi peserta didik secara Dengan pendekatan yang dilakukan teman sebaya . eer to pee. lebih efektif dalam memotivasi. Peserta didik yang tergabung dalam kegiatan ektrakurikuler keagamaan juga cenderung menunjukkan sikap yang lebih religius, disiplin, dan bertanggung jawab. Dorongan dari Wali Murid SMAN 1 Pamekasan merupakan sekolah yang terdapat di tengah kota, sehingga peserta didik yang masuk ke sekolah tersebut berasal dari daerah sekitar sekolah, karena jalur domilisi untuk masuk ke sekolah. Pendidikan agama dirasa sangat kurang untuk itu wali murid meras senang dengan keberadaan ekstrakurikuler keagamaan di SMAN 1 Pamekasan Faktor Penghambat Keterbatasan Waktu dan Jadwal peserta didik SMAN 1 Pamekasan memiliki jadwal kegiatan yang sangat padat mulai dari kegiatan akademik, non akademik, serta ekstrakurikuler. Untuk itu kadang peserta didik kesulitan dalam membagi waktu antara kegiatan belajar dan Banyak peserta didik juga melaksanakan les privat pribadi guna menunjang kemampuan akademiknya. Antuasias Peserta didik Banyak kegitan di SMAN 1 Pamekasan membuat peserta didik harus memilih yang mereka minati. Kegiatan ekstrakurikuler keagamaan memang di wajibkan di SMAN 1 Pamekasan, tetapi kadan kurang diminati oleh peserta Peserta didik lebih memilik fokus pada kegiatan yang bersifat akademik. Susanto & Fathurrosyid - Peran Kegiatan Ekstrakurikuler A 12 COGNITIVE: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran. Vol. No. 3 (Desember, 2. Imade peserta didik sekaran adalah tentang keduaniwian saja, mereka berlomba lomba memperoleh prestasi dibidang akademik. Karena dengan begitu mereka bisa dikatan sukses. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan melalui metode wawancara, observasi, serta telaah dokumen, temuan ini menguatkan teori Thomas Lickona . yang menyatakan bahwa pendidikan karakter yang efektif harus dilaksanakan secara holistik. Pendekatan tersebut mencakup pembiasaan perilaku positif, keteladanan dari lingkungan sekitar, serta keterlibatan sosial peserta didik. Implementasi kegiatan ekstrakurikuler keagamaan di SMAN 1 Pamekasan menunjukkan bahwa prinsip-prinsip tersebut telah diterapkan secara nyata dalam konteks pendidikan sekolah. Hasil penelitian juga menunjukkan adanya perbedaan karakter antara peserta didik yang aktif mengikuti kegiatan ekstrakurikuler keagamaan dan mereka yang kurang aktif. Peserta didik yang aktif dalam kegiatan tersebut cenderung menunjukkan sikap disiplin, tanggung jawab, religiusitas yang tinggi, serta keberanian dalam berbicara di depan umum. Perbedaan ini dipengaruhi oleh proses internalisasi nilai-nilai karakter melalui kebiasaan positif dan keteladanan yang diperoleh dalam pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler keagamaan di lingkungan SMAN 1 Pamekasan. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi di SMAN 1 Pamekasan, dapat disimpulkan bahwa kegiatan ekstrakurikuler keagamaan memiliki peran yang sangat signifikan dalam membentuk serta memperkuat karakter religius peserta didik. Berbagai kegiatan seperti tadarus, shalat berjamaah, kultum, serta kegiatan sosial keagamaan seperti peringatan hari besar Islam, telah menjadi wadah pembinaan yang mampu menumbuhkan kebiasaan positif, antara lain shalat tepat waktu, membaca Al-QurAoan secara rutin, bersikap santun, dan menghargai Melalui keterlibatan aktif dalam kegiatan tersebut, peserta didik juga belajar mengembangkan nilai tanggung jawab dan kedisiplinan, misalnya ketika mereka dipercaya menjadi panitia, pengisi kultum, atau koordinator kegiatan yang menuntut keterampilan mengatur waktu, menyusun agenda, dan menyelesaikan tugas dengan Susanto & Fathurrosyid - Peran Kegiatan Ekstrakurikuler A 13 COGNITIVE: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran. Vol. No. 3 (Desember, 2. penuh komitmen. Pembentukan karakter tidak hanya terjadi melalui kegiatan formal maupun pembiasaan, tetapi juga diperkuat melalui keteladanan yang ditunjukkan oleh guru pembina, yang menjadi media pendidikan karakter paling efektif. Hal ini sejalan dengan pandangan Lickona bahwa pendidikan karakter merupakan pembentukan kebajikan melalui kebiasaan dan teladan yang membawa peserta didik menuju kedewasaan yang bertanggung jawab. Dengan demikian, peran ekstrakurikuler keagamaan di SMAN 1 Pamekasan tidak hanya membentuk karakter religius dan disiplin, tetapi juga menumbuhkan kepedulian sosial, solidaritas, serta menjadi sarana dakwah dan pengembangan diri. Keaktifan peserta didik dalam kegiatan tersebut pada akhirnya berdampak pada perubahan perilaku yang lebih positif dan mencerminkan karakter yang lebih kuat dan dewasa. DAFTAR RUJUKAN Alir. Diagram. AuMetodelogi Penelitian. Ay Jakarta: PT Rajawali Prees. Fauzi. Imron, and Firman Firman. AuPengembangan Ekstrakurikuler ROHIS (Rohani Isla. Dalam Pembinaan Karakter Religius Peserta Didik. Ay MANAGIERE: Journal of Islamic Educational Management 2. :1Ae30. Fitriani. Iis Khaerunnisa. AuImplementasi Kegiatan Ekstrakurikuler Keagamaan Dalam Pembentukan Karakter Religius Peserta Didik Di Madrasah Tsanawiyah. Ay Jurnal Basicedu 6. :4612Ae21. Gunadi. Fadli Rahdiat. Anisa Tulhalizah. Nur Hidayatil Janah, and Delsa Miranty. AuPenerapan Ekstrakurikuler Rohis Dalam Membentuk Karakter Religius Pada Peserta Didik Di SMP Negeri 9 Kota Serang. Ay Lencana: Jurnal Inovasi Ilmu Pendidikan 3. :181Ae90. Jailani. Syahran. AuTeknik Pengumpulan Data Dan Instrumen Penelitian Ilmiah Pendidikan Pada Pendekatan Kualitatif Dan Kuantitatif. Ay IHSAN: Jurnal Pendidikan Islam 1. :1Ae9. Lickona. Thomas. Mendidik Untuk Membentuk Karakter. Bumi Aksara. Maulida. Winda. AuPemikiran Pendidikan Islam Menurut Zainal Abidin Ahmad Dan Relevansinya Dengan Arah Pendidikan Islam Kontemporer Di Indonesia. Ay Moleong. Lexy J. , and Tjun Surjaman. AuMetodologi Penelitian Kualitatif. Ay Mustofa. Ali. AuPendidikan Keagamaan Untuk Membentuk Kerukunan Antar Umat Beragama Di Medowo Kandangan Kediri. Ay Nazhruna: Jurnal Pendidikan Islam 3. :14Ae37. Rambe. Arjuna Yahdil Fauza, and Lisa Dwi Afri. AuAnalisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Dalam Menyelesaikan Soal Materi Barisan Dan Deret. Ay AXIOM: Jurnal Pendidikan Dan Matematika 9. :175Ae87. RI. Departemen Agama. AuDirjen Kelembagaan Agama Islam Ditpais. Pedoman Pendidikan Agama Islam Untuk Sekolah Umum. Ay Jakarta: Diptais. Sholihat. MarAoatus. Khalid Ramdhani, and Ajat Rukajat. AuPeran Ekstrakurikuler Rohis Dalam Membentuk Akhlakul Karimahsiswa SMPN 2 Kutawaluya. Ay Jurnal Ansiru PAI: Jurnal Pengembangan Profesi Guru Pendidikan Agama Susanto & Fathurrosyid - Peran Kegiatan Ekstrakurikuler A 14 COGNITIVE: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran. Vol. No. 3 (Desember, 2. Islam 7. :353Ae58. Sipahutar. Siti Nurhalizah, and Zulham Zulham. AuEfektivitas Ekstrakurikuler (Rohi. Dalam Meningkatkan Kesadaran Beribadah Siswa Di Sman 1 Na Ix X. Learning: Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan Dan Pembelajaran 4. :837Ae Susanto & Fathurrosyid - Peran Kegiatan Ekstrakurikuler A