Open Access Bunyan al-Ulum. Page 43 Ae 70. Vol. 1 No. DOI : x E-ISSN x P-ISSN x id/index. php/bunyanal-ulum The Concept of the Blessings of the Qur'an from Dr. Ahsin Sakho Muhammad Konsep Keberkahan Al-QurAoan Perspektif Dr. Ahsin Sakho Muhammad Dzulfikar Ridhwanul Haq1. Akhmad Sulthoni2. Akhmadiyah Saputra3 1,2,3 Sekolah Tinggi Ilmu Al-QurAoan Isy Karima. Karanganyar dzulfikarridhwan1010@gmail. akhmadsulthoni@stiqisykarima. ahmadiyah@stiqisykarima. Received: 28 Ae 05 Ae 2024 Accepted: 07 Ae 06 Ae 2024 Published: 31 Ae 07 Ae 2024 Abstract The Qur'an is believed to be a holy book full of blessings by Muslims. However, often its use is limited to aspects of rituals and traditions. Many people tend to only read it at certain The blessings of the Qur'an are actually much broader than just being read as a However, this in-depth understanding of the content of the Qur'an is often poorly understood by the public. This research discusses the concept of the blessings of the Qur'an through the analysis of the work of Dr. Ahsin Sakho Muhammad entitled "The Blessings of the Qur'an: Understanding the Important Themes of Life in the Holy Book". This study aims to understand the meaning and implementation of the blessings of the Qur'an in the context of modern life. Using the literature study methodology, this study focuses on two main aspects: Dr. Ahsin Sakho Muhammad's understanding of the meaning of blessings and their implementation in daily life. The results of the study show that Dr. Ahsin Sakho Muhammad is able to bridge the depth of the meaning of the Qur'an with contemporary reality, presenting an applicative and meaningful He emphasized that its implementation includes a contextual understanding of the Qur'an, the application of social values, a critical approach to modern issues, thematic understanding, relevance in daily life, increasing Qur'an literacy, character development, and encouragement to the advancement of science. This multidimensional approach not only deepens spiritual understanding, but also encourages the social, intellectual, and moral development of society, making the Qur'an a dynamic and relevant life guide in the face of the complexities of modern life. Keywords: Blessings. Al-QurAoan. Dr. Ahsin Sakho Muhammad Abstrak Al-QurAoan diyakini sebagai kitab suci yang penuh keberkahan oleh umat Islam. Akan tetapi seringkali pemanfaatannya terbatas pada aspek ritual dan tradisi. Banyak umat cenderung hanya membacanya pada momen-momen tertentu. Keberkahan Al-QurAoan sebenarnya jauh 43 | BUNYAN AL-ULUM : Jurnal Studi Islam This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License Copyright A 2019 Some rights reserved Dzulfikar Ridhwanul Haq. Akhmad Sulthoni. Akhmadiyah Saputra Sekolah Tinggi Ilmu Al-QurAoan Isy Karima __________________________________________________________________ lebih luas dari sekadar dibaca sebagai ritual. Namun, pemahaman mendalam tentang isi AlQurAoan ini seringkali kurang difahami dengan baik oleh masyarakat. Penelitian ini membahas konsep Keberkahan Al-QurAoan melalui analisis karya Dr. Ahsin Sakho Muhammad berjudul "Keberkahan Al-QurAoan: Memahami Tema-tema Penting Kehidupan dalam Kitab Suci". Studi ini bertujuan untuk memahami makna dan implementasi Keberkahan Al-QurAoan dalam konteks kehidupan modern. Menggunakan metodologi studi kepustakaan, penelitian ini berfokus pada dua aspek utama: pemahaman Dr. Ahsin Sakho Muhammad tentang makna Keberkahan Al-QurAoan dan Bagaimana implementasinya dalam kehidupan sehari-hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dr. Ahsin Sakho Muhammad mampu menjembatani kedalaman makna Al-QurAoan dengan realitas kontemporer, menyajikan pemahaman yang aplikatif dan bermakna. Beliau menekankan implementasinya mencakup pemahaman Al-QurAoan yang kontekstual, penerapan nilai-nilai sosial, pendekatan kritis terhadap isu-isu modern, pemahaman tematik, relevansi dalam kehidupan sehari-hari, peningkatan literasi Qur'an, pengembangan karakter, dan dorongan terhadap kemajuan ilmu pengetahuan. Pendekatan multidimensi ini tidak hanya memperdalam pemahaman spiritual, tetapi juga mendorong perkembangan sosial, intelektual, dan moral masyarakat, menjadikan Al-QurAoan sebagai panduan hidup yang dinamis dan relevan dalam menghadapi kompleksitas kehidupan Kata Kunci: Keberkahan. Al-QurAoan. Dr. Ahsin Sakho Muhammad Pendahuluan Al-QurAoan sebagai kitab suci umat Islam, memiliki peran sentral dalam kehidupan masyarakat Muslim. Namun, pemahaman tentang makna dan implementasi keberkahan Al-QurAoan seringkali berbeda- beda di kalangan Perbedaan interpretasi ini tidak hanya memengaruhi cara individu berinteraksi dengan Al-QurAoan, tetapi juga berdampak pada kehidupan sosial dan spiritual masyarakat secara luas. Beberapa kelompok masyarakat cenderung memahami keberkahan Al-QurAoan secara sempit, hanya sebatas ritual membaca untuk mendapatkan pahala, sementara yang lain melihatnya sebagai pedoman hidup yang harus diimplementasikan secara holistik dalam kehidupan sehari- hari. Perbedaan pemahaman ini juga tercermin dalam cara masyarakat memaknai keberkahan dalam konteks material dan spiritual. Sebagian memandang keberkahan Al-QurAoan terutama dalam bentuk keberhasilan finansial atau kesuksesan duniawi, sementara yang lain lebih menekankan pada aspek spiritual seperti ketenangan batin dan kedekatan dengan Tuhan. Selain itu, terdapat pula perbedaan antara mereka yang menganggap keberkahan sebagai sesuatu yang datang secara pasif hanya dengan memiliki Al-QurAoan, dan mereka yang meyakini perlunya usaha aktif BUNYAN AL-ULUM : Jurnal Studi Islam | 44 Konsep Keberkahan Al-QurAoan Konsep Keberkahan Al-QurAoan Perspektif Dr. Ahsin Sakho Muhammad __________________________________________________________________ dalam memahami dan mengamalkan ajaran- ajarannya. Keragaman pemahaman ini menimbulkan berbagai implikasi dalam kehidupan bermasyarakat, mulai dari perbedaan praktik keagamaan hingga perbedaan dalam menyikapi berbagai persoalan sosial dan moral. Kesalahpahaman tentang keberkahan Al-QurAoan sering tercermin dalam praktik sehari-hari yang menyimpang dari esensi ajaran Islam. Contohnya termasuk menjadikan Al-QurAoan sebagai jimat, membaca tanpa pemahaman, mencari "ayat keberuntungan", mengabaikan etika bisnis, dan memprioritaskan ritual di atas Praktik-praktik ini menunjukkan kesenjangan antara pemahaman superfisial dan implementasi holistik ajaran Al-QurAoan dalam aspek spiritual, moral, dan sosial kehidupan Muslim. Kesalahpahaman dan praktik yang menyimpang dalam memahami keberkahan Al-QurAoan bertentangan dengan ajaran yang terkandung dalam Surah Shad ayat 29: aIE aIN uaEA a aAE aI aE EaOaacaceOe Oa aN OEaOa a a acE eaOEaOe EaEA a AOA a U aAE aA a a a a Artinya: AuIni adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran. Ay Analisis terhadap QS. Shad/38 ayat 29, memberikan pemahaman secara spesifik bahwa makna berkah adalah terwujudnya secara menetap kebaikan pada sesuatu sehingga dapat memberikan manfaat. Setiap manusia mengharapkan segala yang diusahakannya sedapat mungkin memiliki nilai berkah. Melalui ayat 29 dari surah Shad, tersirat suatu petunjuk bahwa Al-QurAoan yang menjadi pedoman atau yang biasa disebut hudan, dapat diraih keberkahan darinya melalui pembacaan Secara teologis. Al-QurAoan diakui sebagai mukjizat Nabi SAW. tidak ada tandingannya, jauh dari campur tangan manusia dalam mewujudkannya karena Al-QurAoan memang kalam ilahi. Inilah menjadi satu bukti penguat juga 45 | BUNYAN AL-ULUM : Jurnal Studi Islam Dzulfikar Ridhwanul Haq. Akhmad Sulthoni. Akhmadiyah Saputra Sekolah Tinggi Ilmu Al-QurAoan Isy Karima __________________________________________________________________ sehingga keberadaan Al-QurAoan itu menyimpan berkah sebagaimana yang disinyalir oleh beberapa ayat. Disamping keberkahan itu dapat diraih melalui bacaan Al-QurAoan, berkah dari Al-QurAoan juga dapat diraih melalui mendalaman ayat atau kajian secara mendalam terhadap makna-makna ayat atau dengan kata lain Dalam tafsir Fi Zhilalil Qur'an. Sayyid Quthb menekankan bahwa keberkahan Al-QurAoan terwujud melalui perenungan dan pengamalan. menggarisbawahi pentingnya memahami Al-QurAoan dalam konteks kehidupan nyata dan mengaplikasikan ajarannya dalam berbagai aspek kehidupan. Secara bahasa, di Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata berkah berarti karunia Tuhan yang mendatangkan kebaikan bagi kehidupan manusia. 2 Berkah merupakan kata dari Bahasa Arab al-barakah, yang dimaknai dengan : al-namaAo wa al-ziyadah . umbuh dan bertamba. , al-saAoadah (Kebahagiaa. , al-niAomah . 3 Adapun makna kata berkah secara istilah, didefinisikan oleh para ulama melibatkan makna berkah secara Bahasa. beberapa tokoh ulama mendefinisikan berkah sebagai berikut. Raghib al-Ashfahani : Menetapnya Kebaikan Ilahi pada sesuatu. Imama Abu SuAyud: Berkembang / Perkembangan dan bertambah, secara kasat mata maupun tidak kasat mata. Dan banyak kebaikannya serta terus menerus. Abdul Aziz Al-Khudhori dalam Khutbah JumAoat menjelaskan berkah. tambahan dan perkembangan pada sesuatu yang dalam realitanya banyak yang bersifat abstrak, terkadang tidak bisa disentuk dengan indra secara langsung dan terkadang dapat dirasakan dan disentuk dengan Ruslan Ruslan. AuMakna Keberkahan Al-QurAoan (Analisis Terhadap QS. Ad/38: . ,Ay Jurnal Dakwah Dan Sosial Keagamaan 5, no. : 1Ae16, https://doi. org/10. 35673/ajdsk. Achmad Beadie Busyroel Basyar. AuKonsep Berkah Dalam Epistemologi Islam,Ay Jurnal Pusaka 12, no. : 16Ae26. Eva Nugraha. AuNgalap Berkah QurAoan: Dampak Membaca Al-QurAoan Bagi Para Pembacanya,Ay 2018. BUNYAN AL-ULUM : Jurnal Studi Islam | 46 Konsep Keberkahan Al-QurAoan Konsep Keberkahan Al-QurAoan Perspektif Dr. Ahsin Sakho Muhammad __________________________________________________________________ indra, merupakan pemberian dari Allah pada urusan, waktu, harta, rumah, istri, profesi, kitab, ilmu apapun itu. Yang jika menetap pada sesuatu manfaat nya besar dan banyak. Muhammad Hasan Al-Daudi menjelaskan bahwa berkah secarabahasa tambahan, dan petumbuhan, dalam syariat meliputi. pertama, bertambah pahala dan karunia, kedua bertambah perkembangan pada benda tertentu, ketiga, bertambah secara maknawiyah meliputi banyak manfaat padayang diberahi. Keberkahan sesuatu yang dapat dirasakan, namun tidak diketahui oleh indra seseorang. Berkah ialah suatu kebaikan yang ditambah, diberkahi, suci serta bahagia oleh Allah Swt. orang yang tidak memiliki apapun kemudian Allah Swt memberikan karunia keberkahan kepadanya maka orang tersebut termasuk kedalam orang yang mulia. keberkahan selalu datang tanpa diduga oleh manusia dan dirasakan secara material dan keberkahan tidak dapat diukur. 5 Allah memberi keberkahan kepada orang yang beriman dan bertaqwa kepada-Nya. 6 Dan bahkan Allah berfirman dalam surah Al-AAoraf ayat 96 tentang janji Allah memberikan keberkahan kepada Orang yang beriman dan bertaqwa. Menurut Dr. Ahsin Sakho Muhammad, keberkahan atau berkah terambilkan dari kosa kata yang terdiri dari B-R-K (A )aa aEAyang berarti banyaknya kebaikan pada sesuatu dan bersifat menetap. Orang Arab menamakan air yang terkumpul banyak di satu tempat dengan al-birkah. Tempat unta menderum dinamakan mabrakul ibil. Dari pengertian ini lalu muncul kata AuberkahAy untuk beberapa hal yang artinya menumpuknya kebaikan pada sesuatu dan bersifat Pusat keberkahan hanya ada pada Allah semata, makhluk manapun tidak akan bisa menyajikan dan mendatangkan keberkahan dari dirinya sendiri. Oleh karena Al-QurAoan adalah kalamullah, maka siapapun yang berkecimpung dengan Achmad Kurniawan. AuKonsep Berkah Dalam Islam: Indonesia,Ay Jurnal Pendidikan Dan Studi Islam 1, no. : 1Ae19, http://journals. id/index. php/ajpsi/article/view/367. Quraish Shihab. Tafsir Al-Misbah (Jakarta: Lentera Hati, 2. Ahmad Kusaeri. AuBerkah Dalam Perspektif Al-QurAoan (Kajian Tentang Objek Yang Mendapat Keberkaha. ,Ay 2017. 47 | BUNYAN AL-ULUM : Jurnal Studi Islam Dzulfikar Ridhwanul Haq. Akhmad Sulthoni. Akhmadiyah Saputra Sekolah Tinggi Ilmu Al-QurAoan Isy Karima __________________________________________________________________ kalamullah bisa dipastikan akan mendapatkan cipratan dari keberkahan Dr. Ahsin Sakho Muhammad adalah seorang pakar bidang qiraat dan ilmu-ilmu Al-QurAoan. 8 Beliau menulis karya sebuah buku dengan menggunakan metode tafsir tematik sang mufassir memilih topik tertentu kemudian menghimpun ayat-ayat Al-QurAoan yang berkaitan dengan topik tersebut. Ahsin Sakho Muhammad berusaha mengundang Al-QurAoan untuk berbicara secara langsung mengenai problem yang dihadapi dan dialami masyarakat. 9 Penulis tertarik mengeksplorasi pemikiran Dr. Ahsin Sakho Muhammad yang menunjukkan relevansi tinggi dengan isu-isu kontemporer dalam masyarakat. Fokus penelitian ini adalah karya beliau berjudul "Keberkahan Al-QurAoan: Memahami Tema-tema Penting Kehidupan dalam Kitab Suci". Studi ini akan menganalisis dua aspek utama: Pertama. Bagaimana Penafsiran Dr. H Ahsin Sakho Muhammad tentang makna keberkahan dalam buku Keberkahan Al-QurAoan. Kedua, bagaimana implementasi penafsiran Dr. H Ahsin Sakho berdasarkan bukunya yang berjudul Keberkahan Al-QurAoan. Metode Penelitian Pada penelitian ini penulis menggunakan penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif merupakan penelitian yang tidak menggunakan statistik, akan tetapi melalui pengumpulan data, analisis, lalu di interpretasikan. 10 Penulis studi literatur . ibrary researc. yakni dengan metode pengumpulan data pustaka, membaca mencari bahan-bahan tertulis karya Ahsin Sakho Muhammad yang berkaitan Muhammad. Keberkahan Al-QurAoan : Memahami Tema-Tema Penting Kehidupan Dalam Terang Kitab Suci (Qaf Media Kreativa, 2. Nor Fazli. AuMETODOLOGI PENAFSIRAN AHSIN SAKHO MUHAMMAD DALAM BUKU OASE AL-QURAoAN,Ay 2019. Wiranti Nila Sari. AuTarannum Al-QurAoan Perspektif Ahsin Sakho Muhammad (Kajian Ulumul QurAoa. ,Ay 2022. Albi Anggito and Johan Setiawan. Metodologi Penelitian Kualitatif (CV Jejak (Jejak Publishe. , 2. BUNYAN AL-ULUM : Jurnal Studi Islam | 48 Konsep Keberkahan Al-QurAoan Konsep Keberkahan Al-QurAoan Perspektif Dr. Ahsin Sakho Muhammad __________________________________________________________________ dengan penjelasan mengenai keberkahan Al-QurAoan. 11 Metode penelitian ini dibagi menjadi dua bagian, yakni data primer dan sekunder : Dalam data primer menggunakan buku yang berjudul Keberkahan AlQurAoan yang di tulis oleh Ahsin Sakho Muhammad. Pada data sekunder bisa diambil dari jurnal, artikel, atau karya ilmiah yang berisi mengenai pelengkap dan pendukung data primer Penelitian menggunakan sumber-sumber pustaka yang penulis kumpulkan melalui buku jurnal, artikel, makalah, dan karya ilmiah lainnya yang berisi tentang penelitian. Hasil dan Pembahasan Biografi Dr. Ahsin Sakho Muhammad Ahsin Sakho Muhammad lahir pada tanggal 21 Februari 1956 di Arjawinangun. Cirebon. Ahsin Sakho Muhammad terlahir dari keluarga pesantren. Ayahnya. Muhammad Asyrofuddin, seorang santri pesantren. Sedangkan ibunya. Ummu Salamah Syathori, putri dari pendiri pesantren Dar at-Tauhid Arjawinangun, yakni KH. Syatori. Sejak kecil beliau hidup dalam suasana religius bersama delapan saudara kandungnya. 13 Ketika duduk di kelas IV SD dan belum dikhitan. Ahsin telah hafal 3 Juz AlQurAoan . uz 28, 29, dan . Beliau menyelesaikan pendidikan dasarnya di SD dan SMP Arjawinangun. Dasar-dasar ilmu agama beliau pelajari di pesantren milik keluarganya. Pencapaian akademis Dr. Ahsin Sakho Muhammad sangat Beliau meraih gelar doktor dengan predikat summa cumlaude dari Al-Jami'ah Al-Islamiyyah. Madinah, setelah menempuh studi selama 12 tahun. Hadi Sutrisno. AuMetodologi Research. Jilid 1,Ay Yogyakarta: Andi Offset, 1995. Mestika Zed. Metode Penelitian Kepustakaan (Yayasan Pustaka Obor Indonesia, 2. M Maemunah and A Mursyid. AuTafsir Ayat-Ayat Musibah Ahsin Sakho Muhammad,Ay Journal of Islamic A, 2022, 29Ae60, http://journal. id/index. php/moderation/article/download/34/20. A N Hazfira and A Mursyid. AuLiteratur AoUlum Al-QurAoan Ulama Indonesia Dan Timur Tengah: Studi Perbandingan Karya Ahsin Sakho Muhammad Dan MannaAoAl A,Ay Journal of Islamic Studies Review, 2022, 77Ae98, http://journal. id/index. php/moderation/article/download/65/33. 49 | BUNYAN AL-ULUM : Jurnal Studi Islam Dzulfikar Ridhwanul Haq. Akhmad Sulthoni. Akhmadiyah Saputra Sekolah Tinggi Ilmu Al-QurAoan Isy Karima __________________________________________________________________ Keahliannya dalam ilmu-ilmu Al-QurAoan membawanya pada berbagai posisi penting, termasuk menjadi pengajar di PTIQ dan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, serta menjabat sebagai Rektor Institut Ilmu Al-QurAoan (PTIQ) Jakarta. Kontribusi Dr. Ahsin Sakho Muhammad dalam pengembangan dan penyebaran ilmu Al-QurAoan sangat signifikan. Beliau tidak hanya aktif dalam dunia akademis, tetapi juga terlibat dalam berbagai organisasi penting seperti menjadi anggota dewan pendiri Organisasi Tahfizh Al-QurAoan Internasional di Jeddah dan ketua Tim Revisi Terjemahan dan Tafsir Al-QurAoan Departemen Agama. Saat ini, beliau menjabat sebagai sekretaris Lajnah Pentashihan Mushaf Al-QurAoan Kementerian Agama RI dan Rais Majelis Ilmi Jam'iyatul Qurra wal Huffaz Nahdatul Ulama, serta aktif dalam pengembangan pesantren untuk mencetak generasi Qur'ani. Gambaran Umum Buku Keberkahan Al-QurAoan Di dalam buku Aukeberkahan al QurAoanAy, beliau menggambarkan makna keberkahan Al-QurAoan dalam 4 poin secara umum : 1. Peranan alAeQurAoan sebagai penuntun kehidupan manusia, 2. Tuntunan alAeQurAoan tentang makna hidup dan bekal kehidupan, 3. Tuntunan alAeQurAoan tentang kehidupan perempuan dan keluarga, 4. Tuntunan alAeQurAoan tentang kehidupan sosial dan kebangsaan. Dalam poin pertama, beliau memberikan 3 pokok pembahasan: Keberkahan Al-QurAoan. Al-QurAoan, sebagai Kalamullah, merupakan sumber nilai tertinggi dalam Islam yang berasal langsung dari Allah Swt. Kitab suci ini berisi pesan-pesan kehidupan yang mencerminkan kasih sayang Allah yang tak terbatas kepada umat manusia. Bersama dengan hadis Nabi. Al-QurAoan memberikan panduan komprehensif dan bernilai paling esensial bagi Fazli. AuMETODOLOGI PENAFSIRAN AHSIN SAKHO MUHAMMAD DALAM BUKU OASE AL-QURAoAN. Ay Muhammad. Keberkahan Al-QurAoan : Memahami Tema-Tema Penting Kehidupan Dalam Terang Kitab Suci. BUNYAN AL-ULUM : Jurnal Studi Islam | 50 Konsep Keberkahan Al-QurAoan Konsep Keberkahan Al-QurAoan Perspektif Dr. Ahsin Sakho Muhammad __________________________________________________________________ kehidupan, jauh melampaui sumber-sumber lainnya dalam memberi dampak positif bagi umat manusia. Konsep keberkahan atau berkah berakar dari kata Arab B-R-K (A)aa aEA, yang mengandung makna kebaikan yang melimpah dan menetap pada Istilah ini memiliki akar linguistik yang sama dengan kata-kata yang menggambarkan kumpulan atau tempat berkumpul, seperti 'albirkah' untuk kumpulan air dan 'mabrakul ibil' untuk tempat unta Esensi keberkahan terletak pada akumulasi kebaikan yang bersifat langgeng. Allah adalah satu-satunya sumber sejati keberkahan, dan tidak ada makhluk yang mampu menghasilkan atau memberikan keberkahan dari dirinya sendiri. Al-QurAoan, sebagai kalamullah atau firman Allah, menjadi saluran utama keberkahan ini. Oleh karena itu, siapapun yang berinteraksi Al-QurAoan, mengamalkannya, akan mendapatkan pancaran keberkahan dan kebaikan yang berasal dari Allah Swt. Ayat Al-QurAoan yang menjelaskan keberkahan Al-QurAoan diantaranya adalah,. QS. Al AnAoam :92. QS. AnAoam : 100. QS. Al AnbiyaAo : 50. QS. Shad : 29. Petunjuk Al-QurAoan Al-QurAoan memiliki peran sentral sebagai kitab hidayah atau petunjuk bagi umat manusia. Meskipun mengandung berbagai aspek seperti ilmu pengetahuan, hukum, dan sejarah, esensi utamanya adalah memberikan petunjuk. Al-QurAoan juga dikenal sebagai kitab pendidikan teragung . itab at-Tarbiyah al-A'zha. yang mampu mendidik manusia menjadi khalifah di bumi dan umat terbaik. Selain itu. Al-QurAoan juga dianggap sebagai kitab sastra Arab yang paling agung . itab al-'Arabiyyah al-Akba. Peran Al-QurAoan sebagai pembawa perubahan telah terbukti dalam transformasi masyarakat Arab Jahili. Sebelum turunnya Al-QurAoan, masyarakat Arab sangat terbelakang dalam berbagai aspek kehidupan. Namun, setelah Al-QurAoan diturunkan, terjadi perubahan signifikan. 51 | BUNYAN AL-ULUM : Jurnal Studi Islam Dzulfikar Ridhwanul Haq. Akhmad Sulthoni. Akhmadiyah Saputra Sekolah Tinggi Ilmu Al-QurAoan Isy Karima __________________________________________________________________ Masyarakat Arab berkembang menjadi maju dalam akidah, keimanan, ilmu pengetahuan, akhlak, budaya, dan hukum. Kemajuan yang dibawa oleh Al-QurAoan mencakup berbagai bidang. Dalam Islam ilmu-ilmu menciptakan ilmu-ilmu baru khususnya dalam bidang keislaman. Dalam aspek akhlak dan budaya, mereka sangat disegani dan mampu mengembangkan budaya dengan nilai-nilai Islam. Meskipun terjadi beberapa konflik internal . itnah kubr. , kejayaan umat Islam berlangsung hingga delapan abad lamanya, menunjukkan dampak positif dan berkelanjutan dari ajaran Al-QurAoan. Kitab revolusi kehidupan Tidaklah salah jika Al-QurAoan disebut kitab revolusioner, mengingat Al-QurAoan telah berhasil mengangkat orang Arab ke pentas sejarah dalam tenggang waktu yang tidak begitu lama. Bangsa yang tadinya tidak diperhitungkan sama sekali bangkit menjadi bangsa yang disegani. Kaum muslimin menjadi umat yang sangat diperhitungkan bangsa lain. Kaum muslimin menciptakan sejarah dan peradaban mereka sendiri yang berbeda dengan peradaban sebelumnya seperti peradaban Yunani. Romawi, dan Parsi. Kaum muslimin bisa menciptakan peradaban yang dilandasi nilai-nilai agama samawi yang penuh dengan etika dan moral. Berbeda dengan peradaban sebelumnya yang hanya berlandaskan rasionalitas dan material. Kaum muslimin berhasil mengestafetkan peradaban Yunani yang hampir surut karena rapuhnya kekaisaran Romawi. Banyak teori ilmiah bangsa Yunani yang dikembangkan kaum Kaum muslimin juga menciptakan teori-teori baru berdasarkan kajian ilmiah bangsa Yunani sebelumnya. Dalam poin kedua, beliau memberikan 9 pokok pembahasan : Kekhalifahan Manusia Makna khilafah dalam konteks kekhilafahan manusia di bumi tidak AukhilafahAy BUNYAN AL-ULUM : Jurnal Studi Islam | 52 Konsep Keberkahan Al-QurAoan Konsep Keberkahan Al-QurAoan Perspektif Dr. Ahsin Sakho Muhammad __________________________________________________________________ didengungkan akhir-akhir ini, tapi berupa tugas keagamaan yang telah dituangkan oleh Allah dalam Al-Ouran dan menjadikannya sebagai nilainilai yang hidup dalam pribadi masing-masing umat manusia dan Tugas ini memang sangat berat. Maka umat Islam harus bahumembahu bagaimana agar nilai nilai langit bisa bersatu dengan kehidupan nyata di bumi. Keharmonisan antara keduanya akan menjadikan bumi kita menjadi tempat dambaan kita semua yaitu Aubaldah thayyibah wa rabbun ghafurAy Cinta Ilmu Pengetahuan Setelah Al-QurAoan, transformasi luar biasa menjadi bangsa yang haus akan ilmu pengetahuan, meskipun sebelumnya banyak yang masih buta huruf. Mereka berhasil mengembangkan ilmu dari peradaban sebelumnya. Kemajuan ini mencakup berbagai aspek kehidupan, menunjukkan kemampuan AlQurAoan dalam membangkitkan umat dari ketertinggalan menuju kemajuan. Ciri bangsa maju adalah kecintaan pada ilmu, yang membawa pada kemajuan dan peradaban. Namun, peradaban tanpa nilai spiritual akan Oleh karena itu, tugas kita adalah mendorong generasi mendatang untuk tekun mempelajari ilmu agama dan umum, sehingga dapat berlandaskan nilai-nilai spiritual, sesuai dengan konsep "Baldatun thayyibatun warabbun ghafur" . egeri yang sejahtera dan mendapat ampunan Alla. Ilmu agama dan umum Dikotomi antara ilmu agama dan ilmu umum sebenarnya tidak perlu Kedua jenis ilmu ini sama-sama bermanfaat bagi manusia, dan nilai sebuah ilmu tidak semata-mata ditentukan oleh sumbernya, melainkan oleh manfaat yang diberikannya kepada umat Meskipun ilmu agama dapat dianggap lebih mulia karena bersumber langsung dari Allah, yang terpenting adalah bagaimana ilmu 53 | BUNYAN AL-ULUM : Jurnal Studi Islam Dzulfikar Ridhwanul Haq. Akhmad Sulthoni. Akhmadiyah Saputra Sekolah Tinggi Ilmu Al-QurAoan Isy Karima __________________________________________________________________ tersebut, baik agama maupun umum, diimplementasikan dalam kehidupan individu dan masyarakat. Dengan demikian, fokus utama seharusnya bukan pada membandingkan kedua jenis ilmu ini, tetapi pada bagaimana keduanya dapat digunakan untuk memberikan manfaat dan menghindari kemudaratan bagi umat manusia. Membangun Karakter Secara garis besar. Al-QurAoan telah membina manusia . haracter buildin. dari segi spiritual, mental, dan akhlak. Dalam hal mentalspiritual. Al-QurAoan terlebih dahulu menyucikan jiwa . seperti memberantas perbuatan syirik, kufur, takabur, riya, sum'ah, dengki, hasud, dan sebagainya. Apa yang dilakukan masyarakat jahili karena mereka mempunyai penyakit seperti itu. Kemudian Al-QurAoan mengisi jiwa manusia dengan hal-hal yang menghiasi jiwa mereka seperti iman, takwa, sabar, tawakal, mengalah . l-itsa. , syukur, dan sebagainya. Jika jiwa satu bangsa telah dihiasi dengan karakter tersebut, mereka bisa dipastikan mampu memikul beban apa pun di pundak mereka. Menderita dan Berbahagia Kebahagiaan adakalanya di dunia dan adakalanya di akhirat. Adakalanya di dunia dan akhirat. Yang terbaik, mendapatkan kebahagiaan pada keduanya sebagaimana telah diisyaratkan dalam Al-QurAoan (QS. alBaqarah: . Ibn Katsir memberikan contoh kebaikan di dunia mencakup segala hal yang dicari di dunia seperti kesehatan, rumah luas, istri cantik, banyak harta, ilmu bermanfaat, amal saleh, kendaraan yang baik, pujian dari masyarakat, dan sebagainya. Sementara kebaikan di akhirat adalah masuk surga dan turunannya seperti selamat dari penderitaan di akhirat, penghitungan amal yang cepat. Bencana dan Musibah Dalam Al-QurAoan ada beberapa ungkapan tentang satu bencana atau malapetaka. Musibah bisa terkait dengan kebaikan dan keburukan. Jika musibah itu berupa keburukan, orang yang tertimpa musibah akan BUNYAN AL-ULUM : Jurnal Studi Islam | 54 Konsep Keberkahan Al-QurAoan Konsep Keberkahan Al-QurAoan Perspektif Dr. Ahsin Sakho Muhammad __________________________________________________________________ merasakan kepahitannya. Jika terkait dengan kebaikan, orang tersebut harus bersyukur atas kebaikan tersebut. Bersyukur merupakan sikap yang lebih susah. Tidak setiap orang mampu melakukannya. Oleh karena itu, tertimpa kebaikan juga suatu musibah. Menyikapi Musibah Dalam menghadapi musibah, kita perlu menyikapinya dengan positif melalui tiga cara utama. Pertama, bersabar dengan mengucapkan "Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un", menyadari bahwa kita adalah hamba Allah yang tunduk pada kehendak-Nya. Kedua, pasrah dan meyakini bahwa musibah adalah takdir Allah yang tak terelakkan. Ketiga, mengambil pelajaran dari kejadian tersebut, berintrospeksi diri, dan bertobat atas dosa-dosa yang mungkin telah dilakukan. Dengan pendekatan ini, kita diharapkan dapat melalui musibah dengan lebih baik dan keluar sebagai pemenang. Rahasia Waktu Waktu adalah masa atau zaman yang dilalui manusia, dan kita tidak tahu pasti berapa juta atau miliar tahun umur alam ini, masa yang dilampaui manusia untuk hidup di dunia ini sangatlah cepat, dalam masa sekejap itu, manusia diharapkan mampu mengisi hidup dengan sebaikbaiknya dengan beriman kepada Allah Swt dengan keimanan yang benar dan melakukan amal saleh yang bermanfaat bagi diri dan masyarakat. Demi waktu Al-QurAoan menekankan pentingnya waktu dalam kehidupan manusia melalui sumpah Allah dengan berbagai waktu, seperti dalam Surah Al-'Ashr . aktu Asa. Al-Fajr . Adh-Dhuha . , dan AlLail . Ini menunjukkan bahwa setiap waktu memiliki nilai penting dan manusia perlu memanfaatkannya dengan bijak. Dalam poin ketiga, beliau memberikan 11 pokok pembahasan : Memerdekakan Perempuan 55 | BUNYAN AL-ULUM : Jurnal Studi Islam Dzulfikar Ridhwanul Haq. Akhmad Sulthoni. Akhmadiyah Saputra Sekolah Tinggi Ilmu Al-QurAoan Isy Karima __________________________________________________________________ kaum perempuan mendapatkan porsi cukup besar dalam Al-QurAoan. Perhatian Al-QurAoan terhadap perempuan mempunyai arti bahwa perempuan perlu diberdayakan sekaligus juga harus dilindungi dan Jika pada saat ini masih saja ada kejadian yang memilukan terhadap perempuan seperti Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) atau meminggirkan kaum perempuan dalam kancah pergaulan, atau masih saja ada banyak perempuan yang tidak berdaya, maka semuanya itu menjadi PR bagi kita semua. Karakter Perempuan Al-QurAoan mengajarkan pentingnya sifat pemalu bagi wanita sebagai perlindungan dari perbuatan terlarang. Hal ini karena wanita memiliki daya tarik alami yang dapat menarik perhatian lawan jenis, baik dari penampilan fisik maupun cara berperilaku. Untuk mencegah terjadinya perzinaan dan perbuatan yang tidak diinginkan. Al-QurAoan memberikan batasan dan pedoman bagi kaum muslimin dan muslimat dalam berinteraksi dan menjaga diri. Tujuannya adalah melindungi masyarakat dari perbuatan yang dimurkai Allah. Sensualitas Perempuan Al-QurAoan menggunakan pendekatan unik dalam menggambarkan kenikmatan surga, termasuk menjelaskan daya tarik sensual bidadari. Metode ini merupakan bagian dari "Teori Ilmu Kependidikan" Al-QurAoan, yang bertujuan memberikan pemahaman tentang kenikmatan surga melalui perumpamaan yang dapat dimengerti manusia di dunia. Tujuannya adalah memberikan motivasi kuat bagi orang-orang bertakwa untuk mendapatkan perlakuan istimewa dari Allah di akhirat, meskipun kenikmatan surga sesungguhnya jauh melampaui apa yang dapat dibayangkan di dunia. Hubungan Seksual Di samping faktor-faktor sensualitas wanita. Al-QurAoan juga ingin bercerita tentang hubungan seksual antara kaum lelaki dan wanita secara Namun. Al-QurAoan masih tetap memegang prinsip-prinsip etika BUNYAN AL-ULUM : Jurnal Studi Islam | 56 Konsep Keberkahan Al-QurAoan Konsep Keberkahan Al-QurAoan Perspektif Dr. Ahsin Sakho Muhammad __________________________________________________________________ yang berkembang dalam masyarakat Arab. Etika tersebut terlihat dari pemakaian kata-kata kiasan yang mempunyai hubungan persebadanan antara lelaki dan wanita. Etika Berhubungan Sosial Dr. Ahsin Sakho menyimpulkan tiga poin utama tentang seksualitas dalam Al-QurAoan. Pertama, seks adalah hal wajar namun perlu diatur dengan baik. Kedua. Al-QurAoan menekankan pentingnya menjaga daya tarik seksual untuk mencegah perzinaan. Ketiga. Al-QurAoan membahas seksualitas secara transparan namun santun, menggunakan kiasan yang dapat dipahami tanpa terkesan pornografi. Pendekatan ini mencerminkan fungsi Al-QurAoan sebagai kitab petunjuk yang memuat aspek ilmu Gaya Hidup Perempuan Dalam Al-QurAoan telah banyak dibahas tentang potret perempuan pada masa kenaian dan setelahnya, sebagai contoh kisah Siti Asiyah, istri Raja FirAoaun . urah at Tahrim : . , yang menjelaskan sosok perempuan pemberani yang berani berterus terang dengan keimanannya, walaupun dalam tekanan suaminya yang sangat bengis, dia rela mengorbankan nyawanya demi keimanannya. Maka kisah-kisah perempuan dalam AlQurAoan inilah yang seharusnya menjadi tauladan perempuan dalam menata gaya hidupnya. Jilbab dan Kehormatan Islam mewajibkan perempuan menutup aurat, dengan mayoritas ulama sepakat bahwa seluruh tubuh adalah aurat kecuali wajah dan telapak Pendapat ini dianggap moderat dan relevan untuk masa kini. Model busana muslimah dapat bervariasi sesuai kreativitas perancang, selama tetap memenuhi kriteria menutup aurat yang telah ditetapkan. Ini memberikan fleksibilitas dalam berbusana sambil tetap menjaga prinsipprinsip Islam. Kedudukan Suami dan Istri 57 | BUNYAN AL-ULUM : Jurnal Studi Islam Dzulfikar Ridhwanul Haq. Akhmad Sulthoni. Akhmadiyah Saputra Sekolah Tinggi Ilmu Al-QurAoan Isy Karima __________________________________________________________________ Al-QurAoan telah membagi tugas antara suami dan istri dalam kehidupan rumah tangga. Penetapan suami sebagai kepala rumah tangga bukan berarti suamilah orang yang terbaik. Dan bukan berarti istri yang harus menurut kepada suaminya adalah yang terhina, karena kebaikan dan kehinaan bukan berdasarkan tugas dan kewenangan dalam kehidupan rumah tangga. Tapi dari sejauh mana mereka memperhatikan aturanaturan Allah. Seorang suami bisa jadi orang yang terjelek daripada istrinya jika berbuat zalim. Begitu juga sebaliknya. Mendidik Anak Orang tua memiliki tanggung jawab penuh terhadap pendidikan dan perkembangan anak-anak mereka. Dengan perhatian dan pendidikan yang tepat, mencakup aspek fisik, emosional, intelektual, dan spiritual, anakanak dapat menjadi mutiara kehidupan. Sebaliknya, kelalaian dalam mendidik dapat menjadikan mereka beban bagi keluarga dan masyarakat. Oleh karena itu, orang tua harus berupaya maksimal dalam mendidik, disertai doa dan tawakal kepada Allah, agar anak-anak mereka dapat menjadi anak yang saleh, yang merupakan dambaan setiap orang tua. Generasi QurAoani Al-QurAoan menyebut anak dan harta sebagai "bunga-bunga kehidupan" . inatul hayat ad-dun-y. dalam surah Al-Kahfi ayat 46. Kecintaan orang tua kepada anak bersifat fitrah, sehingga sekenakal apapun anak, ia tetap disayangi, terutama oleh ibunya. Memiliki anak yang saleh merupakan amal jariyah bagi orang tua yang pahalanya tidak pernah Mengasuh anak dapat memperoleh keberkahan dengan melibatkan Allah dalam segala kegiatan dan keputusan yang diambil dalam mengasuh Selain itu, penting juga untuk mengajarkan nilai-nilai agama dan BUNYAN AL-ULUM : Jurnal Studi Islam | 58 Konsep Keberkahan Al-QurAoan Konsep Keberkahan Al-QurAoan Perspektif Dr. Ahsin Sakho Muhammad __________________________________________________________________ moral yang baik pada anak, seperti jujur, bertanggung jawab, dan menghargai sesama. Kiai Ahsin memiliki anggapan bahwa penyebaran Al-QurAoan ke berbagai lapisan masyarakat diharapkan akan membuat masyarakat cinta kepada Al-QurAoan. Sehingga terwujudlah generasi QurAoani yang cinta AlQurAoan yang gemar membaca, menghafal, memahami maknanya serta mengamalkan kandungannya. Pemuda QurAoani Al-QurAoan menggambarkan siklus kehidupan manusia melalui berbagai tahap, seperti yang dijelaskan dalam surah Ar-Rum ayat 54. Manusia melalui masa kecil . , masa muda . , dan kembali ke masa lemah . hu'f dan syaiba. di usia tua. Bahkan, ada kemungkinan mencapai kondisi pikun . rdzalil 'umu. di usia sangat lanjut. Pemahaman ini penting untuk menyadari perubahan fisik dan mental manusia sepanjang hidupnya. Dalam konteks kenabian. Al-QurAoan menceritakan bahwa para nabi, termasuk Muhammad SAW, umumnya diangkat pada usia matang, sekitar 30-40 tahun. Istilah seperti "balagha asyuddah" untuk Nabi Yusuf dan "balagha asyuddahu wastawa" untuk Nabi Musa digunakan untuk menggambarkan kematangan fisik, intelektual, dan emosional para nabi saat diangkat. Usia ini dianggap ideal untuk menghadapi tantangan berat dalam menjalankan tugas kenabian, termasuk menghadapi resistensi dari kaum yang merasa terusik oleh ajaran baru. Ini menunjukkan pentingnya kematangan dan kesiapan dalam mengemban tanggung jawab besar, khususnya dalam konteks kepemimpinan spiritual dan sosial. Dalam poin keempat, beliau memberikan 12 pokok pembahasan : Alfia Aulia and NidaAoul Munafiah. AuKonsep Keberkahan Pengasuhan Anak Dalam Perspektif Islam,Ay Journal of Islamic Studies 1, no. : 45Ae52, https://doi. org/10. 35706/azzakiy. Iklil Nafisah. Mikhlathul Auliya, and Hamdan Muafi. AuPemikiran Dakwah Dr. KH Ahsin Sakho Muhammad. Lc MA. Al Hafizh,Ay Journal of Islamic Communication Studies 2, no. 12Ae19, https://doi. org/https://doi. org/10. 15642/jicos. 59 | BUNYAN AL-ULUM : Jurnal Studi Islam Dzulfikar Ridhwanul Haq. Akhmad Sulthoni. Akhmadiyah Saputra Sekolah Tinggi Ilmu Al-QurAoan Isy Karima __________________________________________________________________ Lingkaran Silaturahim Imam Qurthubi membagi silaturahim menjadi dua : umum dan Yang umum adalah Rahimuddin, artinya hubungan berdasarkan Maka bentuk silaturahimnya dengan saling mengasihi, menasehati, berbuat adil, berlaku objektif, memenuhi segala kewajiban dan Dan yang khusus adalah memberikan nafkah kepada sanak kerabat, mengetahui hal ihwal mereka, memaafkan kesalahan mereka. Manafat Silaturahim Allah memerintahkan kita semua agar merajut silaturahim antara satu dengan yang lain. Dengan tetap menjaga persaudaraan atau tali memperpanjang umur dan memperbanyak rezeki (HR. , dan menumbuhkan sikap taAoawun dan tanashuh . aling menlong dan Batas-Batas Toleransi Toleransi adalah sikap terpuji, namun ada batasan-batasan dalam hal-hal mendasar terkait keyakinan dan agama. Misalnya, tidak dibenarkan mencampur adukkan praktik ibadah antar agama, membiarkan anak bebas memilih agama, atau menggunakan tempat ibadah satu agama untuk ibadah agama lain. Al-QurAoan telah menegaskan prinsip-prinsip ini dalam berbagai ayat. Meski demikian. Islam pada dasarnya mengajarkan perdamaian dan Perbedaan keyakinan adalah sunnatullah yang tidak perlu Tugas umat Islam adalah menjaga kerukunan antar umat beragama sesuai dengan tuntunan agama, sambil tetap menjaga prinsipprinsip fundamental dalam keyakinan masing-masing. Akar Radikalisme Latar belakang munculnya radikalisme karena beberapa faktor, salah satunya karena pemahaman yang salah/ekstrem dalam memahami teks teks keagamaan seperti Al-QurAoan dan hadis . aktor interna. , atau karena adanya sikap merindukan . munculnya Aukhilafah IslamiyahAy BUNYAN AL-ULUM : Jurnal Studi Islam | 60 Konsep Keberkahan Al-QurAoan Konsep Keberkahan Al-QurAoan Perspektif Dr. Ahsin Sakho Muhammad __________________________________________________________________ sebagaimana telah ada pada masa lalu, yang telah berusia lebih dari 8 abad, yaitu semenjak zaman KhulafaAo Rasyidin sampai abad ke-20 . dengan dibubarkannya sistem khilafah di turki. Penistaan Agama Surah At-Taubah ayat 65. Isi surah Madaniyah ini terkait dengan perihal orang munafik yang kebanyakan dari kaum Yahudi. Mereka tidak senang melihat perkembangan Islam di Madinah. Dari waktu ke waktu Islam bertambah kuat. Jumlah kaum muslim bertambah banyak. Kedudukan sosial mereka bertambah tinggi. Kehadiran Nabi Muhammad dan kaum muslim di Madinah mengusik kehidupan yang selama ini mereka nikmati. Mereka eksis dan berjaya dengan cara terus mengadu domba suku Aus dan Khazraj, dua kabilah besar di Madinah, sehingga keduanya terlibat peperangan "buats". Suatu perang berkepanjangan yang berlangsung selama puluhan tahun. Miras dan Narkoba Narkoba menjadi masalah global yang sangat serius, melampaui bahaya khamer yang dilarang dalam Al-QurAoan. Efeknya lebih berbahaya dan meluas, menjangkiti semua lapisan masyarakat dan usia. Dampaknya mencakup kematian, kecanduan, kekerasan, biaya perawatan tinggi, dan hilangnya masa depan. Sesuai prinsip Al-QurAoan bahwa semakin besar pemberantasan narkoba harus menjadi prioritas. Pemerintah dan seluruh elemen masyarakat perlu bersatu dalam upaya memberantas narkoba demi masa depan bangsa dan menunaikan tugas sebagai khalifah di bumi. Rahasia Makanan Halal Islam sebagai agama yang mempunyai nilai Aurahmatan lil 'alaminAy . enjadi rahmat kepeda semesta ala. ingin agar manusia dalam mengonsumsi makanan dan minuman selalu memperhatikan asas legalitas agama . dan asas kemanfaatan bagi tubuh . Islam tidak melarang manusia untuk mengkonsumsi makanan dan minuman yang lezat, enak, bergizi, namun Islam menginginkan agar apa yang masuk 61 | BUNYAN AL-ULUM : Jurnal Studi Islam Dzulfikar Ridhwanul Haq. Akhmad Sulthoni. Akhmadiyah Saputra Sekolah Tinggi Ilmu Al-QurAoan Isy Karima __________________________________________________________________ dalam perut seorang muslim hendaknya betulbetul halal, bermanfaat bagi Makanan yang halal, bergizi, menyehatkan badan akan menciptakan energi yang positif dalam diri manusia itu sendiri. Energi yang positif akan menciptakan daya guna dan hasil guna yang bermanfaat bagi pribadi dan masyarakat. Dia akan melakukan kegiatan positif seperti taat beribadah, selalu berbuat baik kepada orang lain, beramal saleh, selalu menghindarkan diri dari segala kemaksiatan. Sebaliknya, makanan yang haram akan menciptakan energi negatif, baik untuk urusan dunia atau urusan akhirat, baik urusan jasmani maupun ruhani. Kriteria Makanan Halal Dalam Al-QurAoan Allah menjelaskan makanan yang halal adalah makanan yang AuthayyibAy (QS. al-A'raf: . Pengertian makanan yang thayyib sendiri berbeda antara satu ulama dengan ulama lainnya. Imam Syaf'i mengatakan bahwa makanan yang thayyib adalah makanan yang dibilang baik dan enak. Ar-Razi menambahkan bahwa yang mengukur makanan itu thayyib atau tidak, adalah orang yang berasal dari kelas menengah . hl al-muru'ah wal akhlaq al-jamila. bukan dari kelas orang badui yang memakan apa saja. Sementara Imam Malik mengatakan bahwa makanan yang thayyib adalah makanan yang halal yang khabits adalah Umar bin Abd al-Aziz menambahkan bahkan bahwa kethayyiban makanan adalah thayyibnya usaha. Bukan kelezatan makanannya. Masyarakat Madani Masyarakat madani adalah konsep masyarakat ideal yang menggabungkan keimanan, ilmu pengetahuan, dan kerjasama antar berbagai elemen masyarakat. Cirinya meliputi penghormatan terhadap norma, nilai, dan hukum, didukung oleh teknologi dan peradaban. Tujuannya meningkatkan kesejahteraan bersama melalui sinergi antara keimanan yang kuat dan penguasaan ilmu pengetahuan. Berkaitan dengan masyarakat madani Al-QurAoan surah At-Taubah ayat 71 telah menjelaskan sifat-sifat yang seharusnya disandingkan oleh BUNYAN AL-ULUM : Jurnal Studi Islam | 62 Konsep Keberkahan Al-QurAoan Konsep Keberkahan Al-QurAoan Perspektif Dr. Ahsin Sakho Muhammad __________________________________________________________________ orang-orang yang beriman kepada Allah, baik mukmi laki-laki maupun Membangun Bangsa Islam memperkenalkan dua pilar utama dalam membangun bangsa yang unggul, sebagaimana dicontohkan oleh generasi Nabi dan sahabat. Pilar pertama adalah sistem tata kehidupan yang komprehensif, bersumber dari Al-QurAoan, mencakup aspek akidah, ibadah, akhlak, dan dasar hubungan antarmanusia, dengan fleksibilitas dalam hal-hal teknis Pilar kedua adalah kepemimpinan yang berkualitas, dicontohkan oleh kepribadian paripurna Nabi Muhammad SAW dan konsistensi para sahabat dalam menjalankan aturan. Kedua pilar ini menggabungkan nilai-nilai spiritual dengan praktik kepemimpinan yang baik, sehingga menghasilkan generasi terbaik yang mampu membangun peradaban yang unggul. Berbangsa dan Bernegara Al-QurAoan menyajikan berbagai contoh kelompok masyarakat dan bentuk pemerintahan dari masa lalu, namun tidak memberikan kritik atau preferensi terhadap bentuk pemerintahan tertentu. Ini mengindikasikan bahwa Islam memberikan fleksibilitas dalam hal bentuk pemerintahan, yang dapat ditentukan melalui musyawarah atau kesepakatan masyarakat, sesuai dengan konteks zaman dan kebutuhan. Al-QurAoan lebih menekankan pada pentingnya pengelolaan negara dan masyarakat yang Dengan demikian, fokus utama dalam bernegara menurut perspektif Al-QurAoan bukanlah pada bentuk pemerintahan, melainkan pada masyarakat dan mewujudkan tata kehidupan yang adil dan sejahtera. Tantangan Modernitas Tata dunia baru yang dicanangkan adalah aturan yang bisa menggabungkan antara dunia dan akhirat, nilai-nilai agama samawi yang 63 | BUNYAN AL-ULUM : Jurnal Studi Islam Dzulfikar Ridhwanul Haq. Akhmad Sulthoni. Akhmadiyah Saputra Sekolah Tinggi Ilmu Al-QurAoan Isy Karima __________________________________________________________________ membumi, yang bisa memenuhi hajat ruhani dan jasmani, intelektual dan spiritual, dibalut dengan akhlak mulia. Namun, semua itu tidak akan bisa terlaksana kecuali kaum muslimin sendirilah yang harus memulai. AlQurAoan adalah kitab yang kelihatannya diam, tapi di belakang redaksinya ada sumber kekuatan luar biasa yang mampu menggugah dan mengubah masyarakat dan tatanan dunia. Analisis Penafsiran Dr. Ahsin Sakho Muhammad tentang makna keberkahan Berdasarkan buku Keberkahan Al-QurAoan Analisis terhadap buku "Keberkahan Al-QurAoan" karya Dr. Ahsin Sakho Muhammad melalui kacamata 'ulumul qur'an mengungkapkan bahwa buku ini merupakan sebuah karya tafsir yang menggabungkan beberapa metode penafsiran Al-QurAoan secara komprehensif. Dengan menggunakan metode ijmali sebagai landasan, buku ini menyajikan penafsiran yang global namun mendalam, membuatnya mudah dipahami oleh pembaca umum. Corak sosial . sangat menonjol dalam karya ini, dengan fokus pembahasan pada isu-isu kemasyarakatan kontemporer, menghubungkan konsep keberkahan Al-QurAoan dengan realitas sosial Pendekatan tafsir bi al-ra'yi juga signifikan dalam karya ini, terlihat dari cara Dr. Ahsin Sakho memperluas pemahaman tentang keberkahan dan mengkontekstualisasikannya dalam kehidupan modern. Hal ini menunjukkan penggunaan ijtihad dan pemikiran kritis dalam proses penafsiran. Selain itu, penekanan pada analisis bahasa dan sastra dalam penafsiran menambah dimensi estetika dan kedalaman pemahaman terhadap teks Al-QurAoan. Sistematika penyajian mengadopsi pendekatan maudhu'i . , dengan pengelompokan pembahasan ke dalam tema-tema spesifik terkait keberkahan AlQurAoan. Kombinasi metode-metode ini menghasilkan sebuah karya tafsir yang tidak hanya komprehensif dan kontekstual, tetapi juga sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat modern. Dr. Ahsin Sakho berhasil menjembatani antara kedalaman BUNYAN AL-ULUM : Jurnal Studi Islam | 64 Konsep Keberkahan Al-QurAoan Konsep Keberkahan Al-QurAoan Perspektif Dr. Ahsin Sakho Muhammad __________________________________________________________________ makna Al-QurAoan dengan realitas kontemporer, menyajikan pemahaman yang mendalam tentang keberkahan Al-QurAoan dalam bentuk yang aplikatif dan bermakna bagi kehidupan sehari-hari. Peneliti mengambil kutipan dari buku Ad-Dakhil dalam penasiran AlQurAoan bahwa dalam penafsiran Al-QurAoan terdapat 5 pendekatan penafsiran berdasarkan sumber otentik penafsiran, yaitu : pendekatan penafsiran Al-QurAoan dengan Al-QurAoan, pendekatan Al-QurAoan dengan as-sunnah, pendekatan AlQurAoan dengan perkataan sahabat dan tabiAoin, pendekatan Al-QurAoan dengan bahasa, pendekatan Al-QurAoan dengan ijtihad. 19 Adapun dalam buku AuKeberkahan Al-QurAoanAy. Dr. Ahsin Sakho Muhammad menafsirkan Al-QurAoan dengan beberapa pendekatan, antara lain : Pendekatan Al-QurAoan dengan Al-QurAoan. Dalam mendeskripsikan suatu bab, beliau tidak hanya mengutip dari satu ayat Al-QurAoan, akan tetapi beliau selalu menghadirkan ayat lain untuk memperjelas makna atau kandungan dalam ayat tersebut, seperti dalam contoh bab keberkahan Al-QurAoan . , dalam bab Rahasia Wakru . Pendekatan Al-QurAoan dengan as-sunnah. Dalam bab revolusi sosial . , beliau mengutip surat AlMumtahanah ayat 8, yang berbicara tentang perintah berlaku adil, kemudian beliau menjelaskan akibat ketidakadilan dengan mengutip hadis Nabi. Dalam bab Etika Berhubungan Seksual . , beliau mengutip surat al-baqarah ayat 223, beliau menjelaskan makna Auanna syiAotumAy dengan mengutip hadis Nabi. Muhammad Ulinnuha. AuKonsep Al-Ashyl Dan Al-Dakhyl Dalam Tafsir Alquran,Ay Jurnal MADANIA Vol. : hal. Muhammad. Keberkahan Al-QurAoan : Memahami Tema-Tema Penting Kehidupan Dalam Terang Kitab Suci. Muhammad. Muhammad. 65 | BUNYAN AL-ULUM : Jurnal Studi Islam Dzulfikar Ridhwanul Haq. Akhmad Sulthoni. Akhmadiyah Saputra Sekolah Tinggi Ilmu Al-QurAoan Isy Karima __________________________________________________________________ Pendekatan Al-QurAoan dengan perkataan Sahabat/tabiAoin Dalam bab Miras dan Narkoba . , beliau mengutip pendapat TabiAoin, seperti Imam Abu Hanifah, ats-Tsauri dalam menjelaskan tentang Khamer. Dalam bab Menderita dan Bahagia . , beliau mengutip paendapat dari tokoh ulama tafsir klasik yaitu al-Ghazali dalam menjelaskan tentang kebahagiaan. Pendekatan Al-QurAoan dengan Bahasa. Dalam menjelaskan makna kata, beliau menggunakan kaidah bahasa Arab, seperti contoh dalam menjelaskan kata silaturahim . , dan juga Ketika beliau menerjemahkan surat An-Nisa ayat 1 . Pendekatan Al-QurAoan dengan Ijtihad Dr. Ahsin Sakho melakukan ijtihad dalam buku AuKeberkahan AlQurAoanAy dengan mengaitkan setiap pembahasan Al-QurAoan pada berbagai persoalan kemasyarakatan kontemporer, sehingga menghadirkan tafsir bertema keberkahan Al-QurAoan yang relevan dan aplikatif bagi kehidupan umat Islam modern. Implementasi Penafsiran Dr. Ahsin Sakho Muhammad tentang Makna Keberkahan Berdasarkan Buku Keberkahan Al-QurAoan Dengan pemahaman tentang makna keberkahan yang di jelaskan Dr. Ahsin Sakho Muhammad dalam bukunya, maka implementasi yang dapat dilakukan manusia sebagai motivasi dalam menjalani kehidupan bermasyarakat adalah sebagai berikut : Pemahaman Al-QurAoan yang kontekstual: Masyarakat dapat memahami dan menerapkan ajaran Al-QurAoan dalam konteks kehidupan modern, tidak hanya sebagai teks kuno tetapi sebagai panduan yang relevan untuk menghadapi tantangan kontemporer. Muhammad. Muhammad. Muhammad. BUNYAN AL-ULUM : Jurnal Studi Islam | 66 Konsep Keberkahan Al-QurAoan Konsep Keberkahan Al-QurAoan Perspektif Dr. Ahsin Sakho Muhammad __________________________________________________________________ Penerapan Nilai-nilai Sosial: Fokus pada corak sosial memungkinkan masyarakat untuk mengimplementasikan nilai-nilai Al-QurAoan dalam interaksi sosial sehari-hari, membangun hubungan masyarakat yang lebih harmonis dan berkeadilan. Pendekatan Kritis terhadap Isu-isu Kontemporer: Penggunaan metode tafsir bi al-ra'yi mendorong masyarakat untuk berpikir kritis dan menggunakan ijtihad dalam menerapkan prinsip-prinsip Al-QurAoan pada situasi-situasi baru yang mungkin belum ada preseden historisnya. Pemahaman Tematik: Pendekatan maudhu'i memungkinkan masyarakat untuk memahami konsep-konsep Al-QurAoan secara komprehensif dan terstruktur, memudahkan penerapannya dalam berbagai aspek kehidupan. Relevansi dalam Kehidupan Modern: Masyarakat dapat menemukan solusi untuk masalah-masalah kontemporer berdasarkan prinsip-prinsip AlQurAoan, menjadikan kitab suci ini sebagai sumber inspirasi dan panduan yang relevan. Peningkatan Literasi Al-QurAoan: Penyajian yang mudah dipahami dapat mendorong lebih banyak anggota masyarakat untuk mempelajari dan mendalami Al-QurAoan. Pengembangan Karakter: Pemahaman yang mendalam tentang keberkahan Al-QurAoan dapat mendorong pengembangan karakter individu dan masyarakat yang lebih baik. Pengembangan Ilmu Pengetahuan: Pendekatan kritis dan kontekstual dapat mendorong pengembangan ilmu pengetahuan yang terinspirasi dari Al-QurAoan, termasuk dalam bidang sains, teknologi, dan humaniora. Kesimpulan Setelah membahas tentang penafsiran Dr. Ahsin Sakho Muhammad tentang makna keberkahan berdasarkan buku keberkahan Al-QurAoan, maka kita dapat menarik beberapa kesimpulan penting sebagai berikut : 67 | BUNYAN AL-ULUM : Jurnal Studi Islam Dzulfikar Ridhwanul Haq. Akhmad Sulthoni. Akhmadiyah Saputra Sekolah Tinggi Ilmu Al-QurAoan Isy Karima __________________________________________________________________ Buku "Keberkahan Al-QurAoan" karya Dr. Ahsin Sakho Muhammad merupakan karya tafsir komprehensif yang menggabungkan beberapa metode penafsiran Al-QurAoan. Poin-poin penting meliputi: . penggunaan metode ijmali sebagai landasan, menyajikan penafsiran global namun . corak sosial . yang menonjol, menghubungkan konsep keberkahan Al-QurAoan dengan isu-isu kontemporer. pendekatan al-ra'yi . penekanan pada analisis bahasa dan sastra, menambah dimensi estetika. sistematika maudhu'i . dalam penyajian. relevansi tinggi dengan kebutuhan masyarakat modern. Kombinasi metode-metode ini menghasilkan karya yang tidak hanya komprehensif dan kontekstual, tetapi juga menjembatani kedalaman makna Al-QurAoan dengan keberkahan Al-QurAoan dalam bentuk yang aplikatif dan bermakna bagi kehidupan sehari-hari. Sehingga menurut penulis buku ini cocok untuk dipelajari karena sesuai dengan standar penulisan tafsir yang otentik. Implementasi pemahaman keberkahan Al-QurAoan menurut Dr. Ahsin Sakho Muhammad mencakup beberapa aspek penting yang dapat memotivasi kehidupan bermasyarakat. Ini meliputi: pemahaman Al-QurAoan yang kontekstual, memungkinkan penerapan ajarannya dalam menghadapi tantangan modern. penerapan nilai-nilai sosial untuk membangun masyarakat yang harmonis dan berkeadilan. pendekatan kritis terhadap isuisu kontemporer melalui ijtihad. pemahaman tematik yang memudahkan penerapan konsep Al-QurAoan secara komprehensif. relevansi dalam kehidupan modern sebagai sumber solusi dan inspirasi. peningkatan literasi Al-QurAoan di masyarakat. pengembangan karakter individu dan kolektif. serta dorongan terhadap pengembangan ilmu pengetahuan yang terinspirasi dari Al-QurAoan. Pendekatan multidimensi ini tidak hanya memperdalam pemahaman spiritual, tetapi juga mendorong perkembangan sosial, intelektual, dan moral masyarakat, menjadikan Al-QurAoan sebagai panduan BUNYAN AL-ULUM : Jurnal Studi Islam | 68 Konsep Keberkahan Al-QurAoan Konsep Keberkahan Al-QurAoan Perspektif Dr. Ahsin Sakho Muhammad __________________________________________________________________ hidup yang dinamis dan relevan dalam menghadapi kompleksitas kehidupan Daftar Pustaka