Jurnal JAPS Volume 4. Nomor 2 Agustus 2023 P-ISSN: 2722-161X E-ISSN: 2722-1601 DOI: 10. 46730/japs. Evaluasi Pelaksanaan Program Sentra Industri Kerupuk Ikan di Kelurahan Sei Lekop Kecamatan Bintan Timur Oleh Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian Dan Perdagangan Kabupaten Bintan Delia Alfrianty1. Rudi Subiyakto2. Jamhur Poti3 Universitas Maritim Raja Ali Haji Email: delia. alfrianty07@gmail. Kata kunci Abstrak Evaluasi. Evaluasi Program. Program Sentra Industri Kerupuk Usaha kerupuk ikan menjadi salah satu fokus Industri Kecil dan Menengah (IKM) di Kabupaten Bintan, khususnya Kelurahan Sei Lekop. Usaha kerupuk ikan tersebut sudah dilakukan oleh kelompok masyarakat dalam rangka meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar. Namun, masih terdapat beberapa permasalahan diantaranya keterbatasan tempat penyimpanan . ool storage/cooling bo. , tempat penjemuran yang masih terbatas serta masih kurangnya tenaga kerja dalam memproduksi kerupuk ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan program sentra industri kerupuk ikan di Kelurahan Sei Lekop Kecamatan Bintan Timur Oleh Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian Dan Perdagangan Kabupaten Bintan. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Adapun hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan program sentra industri kerupuk ikan di Kelurahan Sei Lekop sudah berjalan sesuai dengan tujuan yaitu untuk dapat meningkatkan ekonomi masyarakat. Diharapkan program ini dapat berlanjut dengan adanya tenaga pendamping dari Dinas terkait dalam rangka membantu pelaku usaha baik teknis maupun non teknis. Keywords Evaluation. Program Evaluation. Cracker Industry Center Program. Abstract The fish cracker business is one of the focuses of the Small and Medium Industries (IKM) in Bintan Regency, especially the Sei Lekop Village. The fish cracker business has been carried out by community groups to improve the economy of the surrounding However, there are still several problems, including limited storage space . ool storage/cooling bo. , limited space for drying, and a lack of manpower in producing fish crackers. This study aims to evaluate the implementation of the fish cracker industry center program in Sei Lekop Village. East Bintan District, by the Office of Cooperative Micro Enterprises. Industry and Trade. Bintan Regency. The research method uses descriptive research with a qualitative approach. Result of this research that implementation of the fish cracker industry center program in the Sei Lekop Village has been running according to the objective, namely to be able to improve the community's economy. It is hoped that this program can continue with the presence of assistants from the relevant agencies to assist business actors, both technical and non-technical. Pendahuluan Sektor industri seperti kebanyakan pengalaman di negara maju memiliki potensi besar sebagai sektor tulang punggung perekonomian dan mengalami perkembangan yang sangat cepat dengan menggunakan teknologi yang semakin canggih dan maju. Untuk meningkatan produktivitas sektor industri, maka diperlukan upaya dalam rangka mendukung perkembangan sektor industri (Yunanto, 2. Hal ini mengingat bahwa sektor industri memegang peranan yang sangat besar dalam perekonomian negara. Adapun salah satu sektor industri yang berperan besar yakni Industri Kecil dan Menengah (IKM). Industri Kecil dan Menengah (IKM) merupakan industri yang dari waktu ke waktu mengalami perkembangan yang singnifikan. Industri Kecil dan Menengah (IKM) dinilai mampu mengurangi angka pengangguran. Melihat fakta lapangan pekerjaan yang semakin terbatas dengan jumlah tenaga kerja yang belum terserap terus bertambah. Berdasarkan data Kementerian Perindustrian, tercatat Industri Kecil dan Menengah (IKM) saat ini mencapai 4,41 juta unit usaha. Banyaknya jumlah Industri Kecil dan Menengah (IKM) dinilai mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 15,64 juta orang (Kemenperin, 2. Industri Kecil dan Menengah (IKM) menjadi terobosan penopang perekonomian Indonesia di tengahAetengah masyarakat guna mencapai kesejahteraan hidup yang lebih baik, tidak terkecuali industri kerupuk ikan. Kerupuk ikan menjadi salah satu industri yang menjanjikan di masa yang akan datang bagi pertumbuhan perekonomian. Kerupuk juga termasuk kedalam jenis produk industri yang mempunyai potensi baik. Kabupaten Bintan merupakan salah satu daerah yang masih mengembangkan wilayahnya melalui potensi unggulan yang dimiliki yakni kelautan dan perikanan. Hal inilah yang membuat sebagian besar masyarakat Kabupaten Bintan tertarik untuk mengelola hasil laut menjadi kerupuk ikan. Usaha kerupuk ikan menjadi fokus Industri Kecil dan Menengah (IKM) di Kabupaten Bintan, khususnya Kelurahan Sei Lekop. Produksi kerupuk ikan yang berada di Sei Lekop semakin digencarkan oleh Pemerintah Kabupaten Bintan melalui Dinas Koperasi. Usaha Mikro. Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bintan. Tingginya minat masyarakat terhadap kerupuk ikan ditandai dengan permintaan akan kerupuk ikan yang cukup tinggi sehingga mendorong Dinas Koperasi. Usaha Mikro. Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bintan berupaya untuk melakukan pemerataan pembangunan dan revitalisasi sentra Industri Kecil dan Menengah (IKM) salah satunya di Kelurahan Sei Lekop. Selain itu. Dinas Koperasi. Usaha Mikro. Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bintan juga memberikan bantuan kepada pelaku usaha kerupuk ikan yang berada di Kelurahan Sei Lekop. Pada sentra industri kerupuk ikan di Kelurahan Sei Lekop terdapat tiga Permasalahan pertama yaitu keterbatasan tempat penyimpanan . ool storage/cooling bo. disaat bahan baku ikan sedang berlimpah dengan harga yang Permasalahan kedua yaitu tempat penjemuran yang masih terbatas. Hal ini menyebabkan jalan yang seharusnya menjadi tempat lalu lintas berubah menjadi tempat penjemuran kerupuk. Permasalahan ketiga yaitu masih kurangnya tenaga kerja dalam memproduksi kerupuk ikan. Banyaknya permintaan pasar terhadap kerupuk ikan, diiringi dengan kurangnya tenaga kerja saat memproduksi kerupuk ikan menyebabkan pelaku usaha kewalahan dalam melayani permintaan pasar. Melihat permasalahan tersebut. Pemerintah Kabupaten Bintan melalui Dinas Koperasi. Usaha Mikro. Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bintan perlu melakukan penanganan melalui program sentra industri kerupuk ikan yang berada di Kelurahan Sei Lekop. Jika permasalahan tersebut tidak segera ditangani maka akan menghambat pelaku usaha dalam memproduksi kerupuk ikan. Hal ini dikarenakan permintaan pasar terhadap kerupuk ikan cukup tinggi dan industri kerupuk ikan merupakan salah satu industri yang menjanjikan untuk saat ini. Metode Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan Dalam penelitian ini sumber data yang digunakan terdiri dari data primer dan data sekunder. Sedangkan untuk teknik pengumpulan data diperoleh dari hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi. Adapun teknik analisa data yang digunakan yaitu reduksi, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil dan Pembahasan Analisis hasil penelitian yang diperoleh didapatkan dari hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi selama turun lapangan. Hal ini dilakukan guna memperkuat hasil penelitian yang berjudul AuEvaluasi Pelaksanaan Program Sentra Industri Kerupuk Ikan Di Kelurahan Sei Lekop Oleh Dinas Koperasi. Usaha Mikro. Perindustrian Dan Perdagangan Kabupaten BintanAy. Evaluasi Context Selama program sentra kerupuk ikan berlangsung. Dinas Koperasi. Usaha Mikro. Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bintan telah memberikan bantuan kepada pelaku usaha berupa revitalisasi rumah produksi beserta peralatan yang dibutuhkan dalam memproduksi kerupuk ikan dengan memenuhi persyaratan seperti berdomisili di Perum Griya Indo Kencana, untuk merevitalisasi rumah/tanah wajib bersertifikat, memiliki izin lengkap seperti Izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT). Halal, terdaftar Sistem Informasi Industri Nasional (SIINa. , memiliki KTP Bintan dan memiliki usaha kerupuk. Walaupun demikian, terdapat kebutuhan yang belum dipenuhi oleh Dinas Koperasi. Usaha Mikro. Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bintan seperti Instansi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Selain hasil wawancara yang dilakukan, terdapat hasil observasi yang ditemukan pada pelaku usaha kerupuk ikan di Sentra Industri Kerupuk Ikan Sei Lekop yaitu mesin penggiling ikan yang merupakan bantuan dari Dinas Koperasi. Usaha Mikro. Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bintan dalam rangka membantu pelaku usaha kerupuk ikan. Gambar 1: Mesin Penggiling Ikan Evaluasi Input Dinas Koperasi. Usaha Mikro. Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bintan dalam pelaksanaan program sentra kerupuk ikan tidak memberikan bantuan dalam bentuk tunai tetapi dalam bentuk pembangunan sentra IKM dan revitalisasi sentra IKM. Disamping itu, terdapat beberapa peran Dinas Koperasi. Usaha Mikro. Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bintan selama program sentra industri kerupuk ikan berlangsung mulai dari menyusun perencanaan pembangunan sentra hingga melakukan proses produksi dan Dalam pelaksanaan program sentra kerupuk ikan. Dinas Koperasi. Usaha Mikro. Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bintan juga telah melaksanakan beberapa pelatihan untuk menunjang berjalannya program sentra industri kerupuk ikan sehingga dapat membantu pelaku usaha dalam memproduksi kerupuk ikan. Evaluasi Process Pelakasanaan program Sentra Industri Kerupuk Ikan yang berada di Kelurahan Sei Lekop belum bisa memenuhi standar produksi yang ditentukan baik secara nasional maupun internasional. Selain itu, terdapat beberapa dinas yang terlibat selama program berlangsung mulai dari Dinas Koperasi. Usaha Mikro. Perindustrian dan Perdagangan. Dinas Sosial. Dinas Perikanan, dan Dinas Pekerjaan Umum. Perumahan dan Kawasan Permukiman. Dalam pelaksanaan program Sentra Kerupuk Ikan di Kelurahan Sei Lekop, terdapat salah satu sarana dan prasarana yang diberikan oleh Dinas Koperasi. Usaha Mikro. Perindustrian dan Perdagangan yang belum digunakan secara maksimal oleh pelaku usaha yaitu alat pemotong dikarenakan alat tersebut harus disetel kembali agar adonan yang dipotong sesuai dengan yang Selain hasil wawancara yang dilakukan, terdapat hasil observasi yang ditemukan pada pelaku usaha kerupuk ikan di Sentra Industri Kerupuk Ikan Sei Lekop yaitu mesin pemotong kerupuk yang merupakan bantuan dari Dinas Koperasi. Usaha Mikro. Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bintan dalam rangka membantu pelaku usaha kerupuk ikan. Gambar 2: Mesin Pemotong Kerupuk Evaluasi Product Adanya program Sentra Industri Kerupuk Ikan di Kelurahan Sei Lekop sangat bermanfaat bagi masyarakat yang sebagian besar bermatapencaharian sebagai pelaku usaha kerupuk ikan karena kelengkapan sarana dan prasarana yang diberikan oleh Dinas Koperasi. Usaha Mikro. Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bintan dapat menunjang pelaku usaha dalam meningkatkan produksi kerupuk ikan. Disamping itu, adanya program Sentra Industri Kerupuk Ikan ini juga dapat memenuhi kebutuhan pelaku usaha kerupuk ikan mulai dari meningkatnya pendapatan pelaku usaha kerupuk ikan, pola dan kapasitas produksi menjadi bertambah dan ruang produksi menjadi lebih tertata. Simpulan Pelaksanaan program sentra industri kerupuk ikan di Kelurahan Sei Lekop sudah berjalan sesuai dengan tujuan yaitu untuk dapat meningkatkan ekonomi masyarakat. Selain itu. Dinas Koperasi. Usaha Mikro. Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bintan juga telah memfasilitasi pelaku usaha kerupuk ikan dengan memberikan sarana dan prasarana yang dibutuhkan sehingga adanya program sentra industri kerupuk ikan ini memberikan manfaat yang besar bagi pelaku usaha kerupuk ikan. Diharapkan program ini dapat berlanjut dengan adanya tenaga pendamping dari Dinas terkait dalam rangka membantu pelaku usaha baik teknis maupun non teknis dikarenakan terkendalanya pelaku usaha dalam mengoperasikan mesin pemotong kerupuk. Referensi