ZONA KEDOKTERAN VOL. 15 NO. 1 JANUARI 2025 PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK DAUN KEMANGI (OCIMUM SANCTUM) TERHADAP PENURUNAN KOLESTEROL TOTAL TIKUS PUTIH (RATTUS NORVEGICUS STRAIN WISTAR) YANG DIINDUKSI MONOSODIUM GLUTAMATE (MSG). Brain Gantoro1. Yani Christina2. Emylianti Aidah Putri3 Fakultas Kedokteran Universitas Batam, braingantoro@univbatam. Fakultas Kedokteran Universitas Batam, yanichristina@univbatam. Fakultas Kedokteran Universitas Batam, 61120040@univbatam. ABSTRACT Background: Hypercholesterolemia is a condition where cholesterol levels increase above normal limits. Flavonoids found in plants functioning as natural antioxidants with their ability to ward off free radical molecules. One of these plants is basil leaves (Ocimum sanctu. The aim of this research was to determine the effect of basil leaf extract on reducing cholesterol levels in Methods: This study used a true experimental design in vivo in the laboratory with Post test Only Control Group design and a total sample of 35 experimental animals grouped into 5 groups, namely the negative control group only given standard feed, the positive control group given MSG 0. 2 g / kgBB for 14 days, and the treatment group consisting of 3 groups induced by MSG for 14 days and basil leaf extract at a dose of 175 mg/kgBB, 350 mg/kgBB, 700 mg/kgBB for 10 Analysis of the results using One Way Anova test followed by Post Hoc LSD analysis to see differences between groups. Results: Ocimum sanctum extract was able to reduce total cholesterol levels in mice induced by MSG with a significance of p = 0. Conclusion: The most effective reduction in total cholesterol levels was at a dose of 700 mg/kgBB Keywords: Basil leaf. Cholesterol. Hypercholesterolemia ABSTRAK Latar Belakang: Hiperkolesterolemia adalah suatu keadaan peningkatan kadar kolesterol di atas batas normal. Flavonoid yang ditemukan pada tumbuhan berfungsi sebagai antioksidan alami dengan kemampuannya menangkal molekul radikal bebas. Salah satu tumbuhan tersebut adalah daun kemangi (Ocimum sanctu. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun kemangi terhadap penurunan kadar kolesterol tikus. Metode: Penelitian ini menggunakan desain true experimental di laboratorium secara in vivo dengan rancangan Post test Only Control Group Design dan jumlah sampel sebanyak 35 ekor dikelompokkan menjadi 5 kelompok, yaitu kelompok kontrol negatif hanya diberi makan standar, kelompok kontrol positif diberi MSG 0,2g/kgBB selama 14 hari, dan kelompok perlakuan terdiri dari 3 kelompok yang diinduksi MSG selama 14 hari dan ekstrak daun kemangi dengan dosis 175 mg/kgBB, 350 mg/kgBB, 700 mg/kgBB selama 10 hari. Analisis hasil menggunakan uji One Way Anova yang dilanjutkan dengan analisis Post Hoc LSD untuk melihat perbedaan antar kelompok. Hasil: Ekstrak Ocimum sanctum mampu menurunkan kadar kolesterol total tikus yang diinduksi MSG dengan signifikansi p = 0,000. Kesimpulan: Penurunan kadar kolesterol total yang paling efektif terdapat pada dosis 700mg/kgBB. Kata kunci: Daun kemangi. Kolesterol. Hiperkolesterolemia Universitas Batam Page 99 ZONA KEDOKTERAN VOL. 15 NO. 1 JANUARI 2025 PENDAHULUAN Kolesterol adalah senyawa lemak yang ditemukan di sebagian besar jaringan manusia. Secara fisiologis, kolesterol dan turunannya sangat penting untuk membran sel dan proses metabolisme yang tak terhitung jumlahnya di dalam tubuh. Kolesterol juga digunakan untuk membuat hormon, vitamin yang larut dalam lemak, dan asam empedu. Sumber utama kolesterol adalah produk hewani seperti telur. Kolesterol diklasifikasikan sebagai lipoprotein densitas tinggi (HDL), lipoprotein densitas rendah (LDL) atau lipoprotein densitas sangat rendah (VLDL). Trigliserida juga merupakan bagian dari profil lipid darah, khususnya. LDL. VLDL dan trigliserida telah dikaitkan dengan peningkatan risiko PJK, sementara hal yang sebaliknya terjadi pada HDL. Dengan demikian, kadar HDL yang lebih tinggi memberikan efek perlindungan terhadap PJK dan semua penyebab kematian (Sundjaja & Pandey, 2. Kolesterol tinggi disebut hiperkolesterolemia dengan tinggi kadar kolesterol total darah lebih dari 240 mg/dL, jika Low Density Lipoprotein (LDL) kadar kolesterol total dalam darah lebih dari 160 mg/dL dan High Density Lipoprotein (HDL) kadar kolesterol total dalam darah kurang dari 40 mg/dL. Menurut World Health Organization (WHO) tahun 2016 prevalensi kolesterol tinggi pada dewasa berkisar 37% pria dan 40% Peningkatan prevalensi penyakit kardiovaskular setiap tahunnya merupakan masalah utama di negara berkembang dan negara maju. Data dari Global Burden of Disease (GBD) menunjukkan bahwa 50% dari penyakit kardiovaskular disebabkan oleh tekanan darah tinggi akibat kolesterol darah yang tinggi. Kadar kolesterol yang tinggi juga merupakan faktor risiko penyakit jantung dan stroke, yang diperkirakan menyebabkan 2,6 juta kematian di seluruh dunia. Eropa memiliki tingkat kematian tertinggi sekitar 54%, diikuti oleh Amerika sebesar 48%. Afrika dan Asia Tenggara menunjukkan angka 22,6% untuk Afrika dan 29% untuk Asia Tenggara. Universitas Batam Di indonesia, jumlah orang yang menderita kolesterol tinggi cukup tinggi, mencapai 28%. Yang lebih mengejutkan lagi adalah fakta bahwa 7,9% orang diseluruh dunia meninggal akibat penyakit ini. Secara umum, kolesterol tinggi dapat didefinisikan sebagai suatu kondisi dimana kadar kolesterol dalam darah lebih tinggi dari batas normal. Jika dibiarkan, kolesterol pada akhirnya dapat menyumbat pembuluh darah, yang dapat menyebabkan stroke, aterosklerosis, angina dan serangan jantung (Kemenkes, 2. Salah satu faktor resiko penyebab jantung dan stroke adalah hiperkolesterolemia. Data dari American Heart Association (AHA), hiperkolesterolemia merupakan suatu keadaan kadar kolesterol total dan LDL dalam darah melewati kadar normal. LDL yang tinggi dapat memeicu terjadinya aterosklerosis yang akan berkembang menjadi penyakit jantung. Hal ini dapat terjadi kerena perilaku konsumsi makanan yang berlemak dan mengandung tinggi kolesterol yang dapat memicu terjadinya peningkatan kadar kolesterol (Aria, et al. Terapi farmakologi yang dapat digunakan sebagai terapi hiperkolesterolemia adalah Cara kerja dari obat-obatan golongan statin adalah dapat mengurangi sintersi kolesterol di hepar dengan cara menghambat aktivitas HMG-CoA reductase (Pearson, et al. Adapun efek samping dari pemberian statin jangka panjang adalah terjadinya peningkatan enzim miopati, transaminase, dan gangguan metabolisme glukosa. Melihat dari banyaknya efek samping yang diakibatkan oleh pengobatan secara kimia maka cara alternatif yang dapat digunakan adalah dengan pemberian berbagai ekstrak tanaman. Obat berbahan alam banyak digunakan oleh masyarakat awam karena dianggap lebih aman menggunakan bahan kimia. Diantara jenis tumbuhan yang bisa dimanfaatkan sebagai obat adalah daun kemangi (Ocimum sanctu. Daun kemangi (Ocimum sanctu. adalah tanaman yang umum bagi orang-orang yang mudah ditemukan dan dapat tumbuh dimana saja. Page 100 ZONA KEDOKTERAN VOL. 14 NO. 2 MEI 2024 Hasil uji fitokimia didapatkan bahwa ekstrak daun kemangi mempunyai zat aktif tanin, alkaloid, saponin dan flavonoid. Daun flavonoid yang dapat digunakan sebagai anti hiperkolesterolemia (Ir. Syamsyul Hidayat & Napitupulu, 2. Flavonoid adalah salah satu senyawa fenolik yang telah di teliti memiliki berbaagai aktivitas biologis salah satunya menurukan hiperkolesterolemia, mengurangi resiko penyakit kardiovaskular, dan menangkap radikal bebas (Izmansyah. Berdasarkan penelitian Nahal et al. pemberian ekstrak daun kemangi yang berlangsung selama 4 minggu dengan dosis 350 mg/kgBB dan 700 mg/kgBB menunjukkan bahwa ekstrak daun kemangi menurunkan kadar kolesterol total hingga 51% dan 58%. Menurut latar belakang diatas, peneliti tertarik untuk mempelajari dan mengetahui tentang pengaruh diberikan ekstrak daun (Ocimum menurunkan kolesterol total dalam darah tikus putih (Rattus norvegicus strain wista. yang diinduksi Monosodium glutamate (MSG). METODE PENELITIAN Desain eksperimental murni di laboratorium secara in vivo dengan rancangan post test only control group design. Dalam penelitian ini menggunakan hewan tikus putih. Ada lima kelompok yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu : kelompok kontrol negative . anpa perlakua. , kontrol positif . iinjeksi MSG 0,2g/kgBB), kelompok perlakuan 1 . iinjeksi MSG dan diberi ekstrak Ocimum sanctum 175 mg/kgBB), kelompok perlakuan 2 . iinjeksi MSG 0,2g/kgBBdan diberi ekstrak Ocimum sanctum 350 mg/kgBB) dan kelompok perlakuan 3 . iinjeksi MSG 0,2g/kgBB dan diberi ekstrak Ocimum sanctum 700 mg/kgBB). Kadar kolesterol diukur pada hewan uji dalam 10 hari ( post tes. pengobatan dengan ekstrak Ocimum sanctum. Penelitian dan perawatan dilakukan di Laboratorium Farmakologi. Fakultas Farmasi. Universitas Andalas. Padang. Sumatera Barat dan berlangsung selama 5 minggu, dari bulan Universitas Batam Juni 2024 hingga Juli 2024. Uji statistik yang digunakan untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun kemangi (Ocimum sanctu. terhadap kadar kolesterol total darah dilakukan uji normalitas dengan menggunakan metode Shapiro-Wilk, data terdistribusi normal atau homogen maka digunakan uji ANOVA satu arah, jika pada uji ANOVA didapatkan nilai p < 0,05 maka digunakan uji post hoc LSD untuk melihat perbandingan antara kelompok yang HASIL DAN PEMBAHASAN Gambaran Umum Penelitian Penelitian ini dilakukan di laboratorium Farmakologi Fakultas Farmasi Universitas Andalas. Laboratorium Farmasi Universitas Andalas terletak di Jalan Universitas Andalas. Limau Manih. Pauh. Kota Padang. Sumatera Barat. Penelitian mengetahui pengaruh pemberian ekstrak daun kemangi terhadap penurunan kolesterol total pada tikus putih (Rattus norvegicus strain Hewan uji coba yang digunakan pada penelitian ini adalah tikus jantan (Rattus norvegicus strain wista. yang berasal dari Animal House Laboratorium Farmasi Universitas Andalas. Padang. Pemeriksaan yang dilakukan meliputi pemeriksaan kadar kolesterol sebelum dan sesudah diberi Penelitian dilakukan selama 32 hari, yang terdiri dari adaptasi untuk menyesuaikan tikus pada lingkungan yang baru dan pembuatan ekstrak Daun Kemangi selama 7 hari. Selanjutnya, induksi MSG selama 14 hari dan pemberian perlakuan ekstrak Daun Kemangi pada tikus selama 10 hari. Seluruh tikus diadaptasikan di Animal House Laboratorium Farmasi Universitas Andalas Padang. Dalam penelitian ini digunakan uji berupa tikus jantan sebanyak 35 ekor dibagi menjadi 5 Setiap kelompok terdiri dari 7 ekor tikus putih. Pemilihan penggunaan tikus putih jantan karena mempunyai aktivitas hormonal yang lebih stabil dibandingkan dengan tikus putih betina. Masing-masing kelompok ditempatkan di dalam kandang yang berbeda. Kandang dibuat dari wadah plastik ditutupi kawat dan setiap Page 101 ZONA KEDOKTERAN VOL. 14 NO. 2 MEI 2024 kandang diberi kode kelompok sebagai Dalam kandang tersebut berisi 7 ekor tikus dengan alas sekam, tempat makan, dan tempat minum tikus yang disangkutkan pada bagian kawat. Selama adaptasi tikus diberi pakan standar berupa pelet dan aquadest. Setiap hari dilakukan pembersihan kandang tikus dengan menggati sekam dan membuang kotorannya. Hasil Penelitian Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan tentang pengaruh pemberian ektrak daun kemangi terhadap penurunan kolesterol total tikus putih jantan (Rattus Norvegicus Strain Wista. di dapat perbedaan hasil ukur kolesterol pada tiap perlakuan. Penelitian ini dibagi menjadi 5 kelompok dengan jumlah total sampel 35 ekor tikus, sehingga didapatkan data Pre-post test only control group design sebagai berikut. Tabel 1. Pre dan Post test control group Kadar Kolesterol Pre Test (Mg/dL) (Mean A SD) Kadar Kolesterol Post Test (Mg/dL) (Mean A SD) 91,00A8,15 89,71A4,89 165,43A14,01 177,86A12,08 Perlakuan 1 176,71A4,57 153,14A9,23 Perlakuan 2 176,57A5,68 145,29A15,17 Perlakuan 3 177,14A4,53 142,14A8,07 Kelompok Kelompok kontrol (-) Kelompok kontrol ( ) Berdasarkan hasil uji normalitas didapat nilai signifikan yang diperoleh p > 0,05. Skor signifikan dari data kolesterol total post test didapatkan nilai signifikan kelompok kontrol negatif sebesar 0,958, kelompok positif sebesar 0,918, kelompok perlakuan 1 sebesar 0,872, kelompok perlakuan 2 sebesar 0,260, kelompok perlakuan 3 sebesar 0,610. Dari kelima nilai post test tersebut dapat terlihat bahwa data yang ada telah terdistribusi normal . karena kelimanya lebih dari nilai signifikansi yaitu 0,05. Berdasarkan Universitas Batam hasil perhitungan untuk uji homogenitas dengan nilai signifikan > 0,05 yaitu 0,452. Uji menggunakan kriteria pengujian levene didapatkan > 0,05, sehingga disimpulkan bahwa data Kolesterol total yang diberikan perlakuan ekstrak daun kemangi memiliki data yang homogen. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa semua kelompok data kolesterol total post test pemberian ekstrak daun kemangi pada penelitian ini diambil dari populasi yang berdistribusi normal dan homogen, sehingga dapat dianjutkan untuk pengujian hipotesis Untuk pengujian hipotesis, penelitian mengunakan one way ANOVA. Hasil perhitungan analisa one way ANOVA, menggunakan komputerisasi sebagai berikut: Tabel 2. Uji One Way ANOVA Kolesterol Total Between Groups Within Groups Total Mean Square Sig. Hasil data penelitian dikatakan terdapat pengaruh apabila P < 0,05, data Kolesterol total didapatkan P = 0,000 yang berarti terdapat pengaruh pada data setelah intervensi ekstrak daun kemangi . ost tes. , maka data post test dilanjutkan dengan uji post hoc dengan metode LSD untuk melihat perbedaan bermakna antar kelompok, perbedaan dapat dilihat pada tabel 3 berikut: Tabel 3. Uji Post Hoc setelah pemberian (I) Kelompok Kontrol Negatif Kontrol Positif Perlakuan 1 Perlakuan 2 (I) Kelompok Sig. Kontrol Positif Perlakuan 1 Perlakuan 2 Perlakuan 3 Perlakuan 1 Perlakuan 2 Perlakuan 3 Perlakuan 2 Perlakuan 3 Perlakuan 3 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,171 0,059 0,579 Page 102 ZONA KEDOKTERAN VOL. 14 NO. 2 MEI 2024 Berdasarkan tabel 3 dapat dilihat hasil dari analisis post hoc test LSD diperoleh hasil : Kelompok kontrol negatif berbeda bermakna dengan kelompok kontrol positif (P=0,. , berbeda bermakna dengan kelompok perlakuan 1 (P=0,. , berbeda bermakna dengan kelompok perlakuan 2 (P=0,. , berbeda bermakna dengan kelompok perlakuan 3 (P=0,. Kelompok kontrol positif berbeda bermakna dengan kelompok perlakuan 1 (P=0,. , berbeda bermakna dengan kelompok perlakuan 2 (P=0,. , berbeda bermakna dengan kelompok perlakuan 3 (P=0,. Kelompok perlakuan 1 tidak berbeda bermakna dengan kelompok perlakuan 2 (P=0,. , berbeda bermakna ringan dengan kelompok perlakuan 3 (P=0,. Kelompok perlakuan 2 tidak perlakuan 3 (P=0,. Dengan demikian, didapatkan bahwa penurunan kadar kolesterol total darah yang menunjukkan ektrak daun kemangi dosis 175 mg/kgBB, 350 mg/kgBB, dan 700 mg/kgBB dapat menurunkan kadar kolesterol total darah tikus secara signifikan dengan P = 0,000. Tren penurunan kolesterol sebanding dengan dosis ekstrak daun kemangi, dengan kata lain Semakin tinggi dosis ektrak daun kemangi semakin mampu menurunkan kolesterol. Pembahasan Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan tentang pengaruh pemberian ekstrak daun kemangi terhadap penurunan koelsterol total tikus putih diperoleh hasil berupa kadar kolesterol total darah pada tiap perlakuan. Data Post Test Only Control Group Design dapat dilihat pada tabel 1 Hiperkolesterolemia merupakan salah satu kelainan kadar lemak dalam darah . beruba peningkatan kadar kolesterol total di dalam darah, yaitu mencapai >200 mg/dl. Hiperkolesterolemia, secara langsung dapat menganggu fungsi endotel dengan cara menaikkan produksi radikal bebas oksigen sehingga dapat menyebabkan terjadinya aterosklerosis. Universitas Batam Pada penelitian ini, tikus dibagi menjadi 5 kelompok yang masing-masing kelompok sebanyak 7 ekor tikus. Adapun 5 kelompok dibagi menjadi kelompok perlakuan 1 diberikan ekstrak daun kemangi dosis 175 mg/kgBB, kelompok perlakuan 2 diberikan ekstrak daun kemangi dosis 350 mg/kgBB, dan kelompok perlakuan 3 diberikan ekstrak daun kemangi dosis 700 mg/kgBB. Namun pada kontrol negatif hanya diberikan pakan standar tikus dan kelompok postif hanya diberikan MSG dan pakan standar tikus. Hasil dari penelitian ini di dapatkan ratarata kadar kolesterol total darah pada tikus sebagai berikut: Gambar 1 Rerata nilai kadar kolesterol total Gambar 1 menunjukkan rerata kadar kolesterol meningkat setalah diinduksi MSG yang selanjutnya mengalami penurunan kadar kolesterol darah di setiap kelompok perlakuan setelah diberikan ekstrak duan kemangi. Hal ini sejalan dengan penelitian Paramita Septianawati et al. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan antara kadar kolesterol total tikus yang menerima ekstrak daun kemangi dibandingkan dengan kelompok MSG tanpa ekstrak daun kemangi. Pada tabel 1 menunjukkan rata-rata kolesterol pada kelompok perlakuan 1, perlakuan 2, dan perlakuan 3 yang lebih rendah dibandingkan dengan kelompok kontrol positif, namun lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok kontrol negatif. Ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh kadar kolesterol setiap kelompok perlakuan tikus setelah diberikan ekstrak daun kemangi. Selanjutnya, pada penelitian ini analisis data yang digunakan adalah analisis uji One Way Anova. Uji One Way Anova digunakan jika data distribusi normal dan homogen. Page 103 ZONA KEDOKTERAN VOL. 14 NO. 2 MEI 2024 Sebelum uji One Way Anova dilakukan, maka penelitian ini melakukan uji normalitas dengan Shapiro-Wilk untuk mengetahui apakah data penelitian berdistribusi normal atau tidak, dengan taraf signifikan P > 0,05. Hasil uji normalitas di dapatkan kelima kelompok penelitian memiliki nilai siginifikan P >0,05. Setelah uji normalitas maka dilakukan uji homogenitas untuk mengetahui data penelitian homogen atau tidak dengan signifikansi P > 0,05. Dari hasil uji homogenitas, di dapatkan bahwa data penelitian signifikansinya P = 0,452 yang artinya data penelitian homogen (P>0,. Setelah uji normalitas dan uji homogen dilakukan selanjutnya dilakukan uji One Way Anova dengan signifikansi P<0,05. Hasil uji One Way Anova didapatkan siginifikansi P = 0,000 (P< 0,. Sehingga dapat disimpulkan hipotesis (H. diterima dan hipotesis nol (H. Data selanjutnya uji Post Hoc LSD untuk melihat perbedaan antar kelompok dengan signifikansi P < 0,05. Dapat dilihat dari tabel Dari hasil uji Post Hoc LSD dapat disimpulkan bahwa efektifitas penurunan kadar kolesterol total darah yang diperoleh dari setiap kelompok menunjukkan bahwa pada kelompok perlakuan 1 (P. dengan dosis ekstrak daun kemangi 175 mg/kgBB, kelompok perlakuan 2 (P. dengan dosis ekstrak daun kemangi 350 mg/kgBB, kelompok perlakuan 3 (P. dengan dosis ekstrak daun kemangi 700 mg/kgBB dapat menurunkan kolesterol total tikus putih secara signifikan dengan signifikansi P = 0,000 di karenakan berbeda secara signifikan dengan kontrol positif dimana kontrol positif merupakan representasi dari nilai kolesterol total darah dari hiperkolesterolemia. Hasil dari penelitian ini yaitu didapatkan nilai P = 0,000 yang berarti terdapat pengaruh pada data setelah intervensi ekstrak daun kemangi, sehingga ekstrak daun kemangi dapat menurunkan kolesterol total pada tikus Hal ini sejalan dengan penelitian Nahal et al. yang menyatakan terdapat pengaruh ekstrak daun kemangi terhadap penurunan kolesterol. Universitas Batam Dengan demikian, didapatkan bahwa ekstrak daun kemangi dengan dosis 700 mg/kgBB merupakan konsentrasi yang efektif dalam menurunkan kolesterol total tikus dikarenakan mampu menurunkan kolesterol total paling besar dibandingkan dosis 175 mg/kgBB dan 350 mg/kgBB. Hal ini menunjukkan bahwa semakin banyak kandungan daun kemangi yang ada pada sampel maka semakin besar pula kandungan senyawa flavonoid yang dapat menurunkan kadar kolesterol total. Mekanisme flavonoid dalam menurunkan kadar kolesterol total darah dengan kemampuannya sebagai zat antioksidan. Antioksidan dapat mengikat radikal bebas sehingga menurunkan Reactive Oxygen Spesies (ROS). Dalam pembentukan ROS, oksigen akan berikatan dengan elektron bebas yang keluar dikarenakn bocornya rantai Reaksin antara oksigen dan elektron bebas inilah yang menghasilkan ROS dalam Antioksidan pada flavonoid dapat menyumbangkan atom hidrogennya dan berikatan dengan radikal bebas sehingga radikal bebas menjadi senyawa yg lebih stabil (Zulaikhah & , 2. Oleh sebab itu, penekanan radikal bebas tersebut akan menghambat terjadinya oksidasi LDL dan menurunkan kadar kolesterol. Selanjutnya tanin dalam daun kemangi adalah salah satu jenis senyawa polifenol yang berfungsi sebagai antioksidan. Tanin dapat memberikan manfaat kesehatan dengan melawan radikal bebas dalam tubuh, membantu melindungi sel dari kerusakan, dan mungkin juga memiliki sifat antimikroba. Dalam daun kemangi (Ocimum basilicu. , alkaloid bukanlah senyawa yang paling dominan atau sering diteliti. Namun, penelitian menunjukkan bahwa kemangi mengandung beberapa senyawa alkaloid dalam jumlah yang relatif kecil. Beberapa alkaloid yang telah teridentifikasi dalam kemangi meliputi: Sineol : meskipun lebih dikenal sebagai bagian dari minyal esensial, sineol dapat juga memiliki karakteristik alkaloid. Page 104 ZONA KEDOKTERAN VOL. 14 NO. 2 MEI 2024 Beta Carboline : Senyawa ini juga dapat ditemukan dalam sejumlah tanaman, termasuk kemangi. Daun kandungannya tidak setinggi dalam beberapa tanaman lain yang dikenal kaya saponin. Saponin adalah senyawa yang dapat memiliki sifat-sifat seperti pembenukan busa dalam air dan berpotensi memiliki efek bioaktif, termasuk aktivitas antiinflamasi, antimikroba, dan imunostimulasi. Dalam daun kemangi, saponin mungkin berkontribusi pada beberapa manfaat kesehatan potensial, tetapi informasi spesifik mengenai konsentrasi saponin dalam daun kemangi masih terbatas dibandingkan dengan senyawa utama lainnya seperti minyak esensial dan flavonoid. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh yafrida et al. yang menyatakan bahwa hasil uji fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak daun kemangi memiliki zat aktif tanin, alkaloid, saponin, dan flavonoid. Keterbatasan Peneltian Pelaksanaan penelitian ini diupayakan semaksimal mungkin, namun demekian masih keterbatasan yang tidak dapat dihindari, antara Peneliti tidak membandingkan dengan pemberian obat seperti simvastatin yang berfungsi untuk menurunkan kadar Peneliti KONTRIBUSI TEMUAN DALAM BIDANG KEILMUAN Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam bidang farmakologi dan ilmu kesehatan, khususnya dalam pemanfaatan bahan alami sebagai alternatif terapi untuk mengurangi kadar kolesterol. Temuan ini memperluas wawasan tentang potensi ekstrak hiperkolesterolemia, yang bisa menjadi dasar bagi pengembangan obat herbal dan strategi Universitas Batam non-farmakologis mencegah penyakit kardiovaskular. SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian, pemberian ekstrak daun kemangi pada dosis 175 mg/kgBB, 350 mg/kgBB, dan 700 mg/kgBB menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap penurunan kadar kolesterol total darah pada tikus putih jantan dengan kondisi hiperkolesterolemia (P = 0,. Dari ketiga dosis tersebut, dosis 700 mg/kgBB terbukti paling efektif menurunkan kolesterol total dengan nilai signifikansi P = 0,579. Perbandingan dengan penelitian sebelumnya menguatkan temuan ini bahwa dosis 700 mg/kgBB adalah yang paling optimal dalam menurunkan kadar kolesterol total pada tikus UCAPAN TERIMAKASIH Peneliti mengucapkan terimakasih kepada penanggungh jawab lahan penelitian yaitu Bapak Syafrimah. SPt selaku Kepala Lab Farmakologi Fakultas Farmasi Universitas Andalas Padang yang telah megizinkan peneliti mengambil data penelitian untuk menyelesaikan penelitian ini. DAFTAR PUSTAKA