PENGARUH LAMA PERENDAMAN MENGGUNAKAN MINUMAN BERKARBONASI RASA STROBERI TERHADAP TERJADINYA DISKOLORISASI PADA RESIN KOMPOSIT NANOHYBRID Sumantri1 . Putu Rusmiany 2 . Ni Putu Cahayu Sri Ekanitami3 . Departemen Konservasi Gigi. Fakultas Kedokteran Gigi. Universitas Mahasaraswati Denpasar email: cahayunitami@gmail. ABSTRAK Pendahuluan: Resin komposit nanohybrid sering digunakan dalam kedokteran gigi khususnya untuk dijadikan bahan restorasi yang sewarna dengan gigi. Resin komposit juga memiliki kekurangan yaitu cenderung untuk mengalami perubahan warna yang dikaitkan oleh faktor intrinsik dan ekstrinsik. Minuman Berkarbonasi mempunyai pH < 7 sehingga bersifat asam yang mengakibatkan erosi di permukaan resin komposit sehingga penyerapan air tinggi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh lama perendaman menggunakan minuman berkarbonasi rasa stroberi terhadap terjadinya diskolorisasi pada resin komposit nanohybrid. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimental laboratoris dengan menggunakan rancangan penelitian eksperimental murni dan pretest Ae posttest group Jumlah total sampel pada penelitian ini menggunakan 24 sampel resin komposit nanohybrid dengan diameter 5 mm dan tebal 2 mm. Sampel direndam pada saliva buatan dan minuman berkarbonasi rasa stroberi masing-masing selama 36 jam, 24 jam, dan 12 Pengukuran perubahan warna menggunakan spektrofotometer. Analisis data menggunakan Statistical Package for the Social Science (SPSS). Hasil Penelitian: nilai intensitas warna . E*a. resin komposit setelah perendaman minuman berkarbonasi rasa stroberi selama 36 lebih tinggi dibandingkan dengan resin komposit yang direndam pada minuman berkarbonasi rasa stroberi selama 12 jam dan 24 jam karena nilai beda rata-rata . bernilai positif dan memiliki perbedaan yang signifikan juga terhadap semua kelompok perlakuan. Selanjutnya kelompok perendaman saliva buatan selama 12 jam memiliki rata-rata nilai posttest yang terendah hal ini terlihat dari nilai beda rata-rata . bernilai negatif. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa resin komposit yang direndam pada minuman berkarbonasi rasa stroberi selama 36 jam memiliki perubahan warna yang paling tinggi dibandingkan dengan resin komposit yang direndam pada minuman berkarbonasi rasa stroberi selama 12 jam dan 24 jam. Kata kunci: diskolorisasi, komposit nanohybrid, minuman berkarbonasi rasa stroberi, waktu perendaman ABSTRACT Introduction: Nanohybrid composite resins are commonly used in dentistry, particularly as tooth-colored restorative materials. However, composite resins are prone to color changes, which can be attributed to both intrinsic and extrinsic factors. Carbonated beverages, which have a pH < 7, are acidic and can cause erosion on the surface of composite resins, leading to increased water absorption. This study aims to investigate the effect of soaking duration with strawberry-flavored carbonated beverages on discoloration in nanohybrid composite resins. Methods: This study employed an experimental laboratory design using a pure experimental research approach with a pretest-posttest group design. A total of 24 nanohybrid composite resin samples, each with a diameter of 5 mm and a thickness of 2 mm, were used. The samples were immersed in artificial saliva and strawberry-flavored carbonated beverages for 36 hours, 24 hours, and 12 hours. Color changes were measured using a spectrophotometer. Data analysis used Statistical Package for the Social Science (SPSS). Results: The color intensity value . E*a. of composite resins soaked in strawberryflavored carbonated beverages for 36 hours was higher compared to those soaked for 12 hours and 24 hours. This was indicated by the positive average difference values and significant differences across all treatment groups. Additionally, the group soaked in artificial saliva for 12 hours showed the lowest average post-test value, as evidenced by negative average difference values. Conclusion: The study concluded that nanohybrid composite resins soaked in strawberry-flavored carbonated beverages for 36 hours exhibited the highest degree of discoloration compared to those soaked for 12 hours and 24 hours. Keywords: discoloration, nanohybrid composites, strawberry-flavored carbonated beverages, soaking duration PENDAHULUAN Resin komposit sering digunakan dalam kedokteran gigi khususnya dalam ilmu konservasi gigi untuk dijadikan bahan restorasi gigi anterior dan posterior yang sewarna dengan gigi. 1 Resin komposit merupakan bahan tumpatan sewarna gigi berupa gabungan dari dua atau lebih bahan kimia yang berbeda. Sifat resin komposit yaitu memiliki permukaan yang halus, translusensi yang baik dan memenuhi faktor estetik. 2 Komponen utama dari resin komposit adalah matriks polimer organik, partikel inorganik filler, coupling agent, dan initiator accelerator system. 3 Seiring berkembangnya teknologi di kedokteran gigi, bahan restorasi mengalami kemajuan dalam segi estetis, kekerasan, dan kekuatan bahan terhadap tekanan pengunyahan serta kekuatan adhesi bahan terhadap struktur gigi. 4 Resin komposit nanohybrid mempunyai partikel yang heterogen yaitu kombinasi antara mikropartikel yang berukuran 0,1 Ae 2 m dan partikel dengan ukuran nano O 100 nm. 5 Resin komposit hibrid dikembangkan untuk mempertahankan keunggulan resin komposit makrofiller dan mikrofiller melalui kombinasi bahan pengisi dengan ukuran partikel yang berbeda, memiliki keuntungan karena ketahanan ausnya yang lebih tinggi, serta pemolesan dan aplikasi yang mudah. Nanohybrid termasuk dalam nanoteknologi, biasa disebut nanocomposite. Resin komposit juga memiliki kekurangan yaitu restorasi resin memiliki kecenderungan untuk mengalami perubahan warna yang dikaitkan dengan tingkat penyerapan air dan hidrofilitas matriks resin. Perubahan warna pada resin komposit merupakan perubahan fisik yang dapat terlihat secara visual. Perubahan warna pada resin komposit disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu intrinsik dan ekstrinsik. Faktor intrinsik berasal dari bahan itu sendiri yaitu matriks resin atau pada celah penghubung matriks dan pengisi karena kandungan pengisi dapat menyerap air, sedangkan faktor ekstrinsik berasal dari zat warna minuman atau makanan yang dikonsumsi. Mengonsumsi minuman berkarbonasi dan minuman berwarna merupakan faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan sehingga menjadi penyebab diperlukannya penggantian bahan tumpatan karena tidak estetik sehingga tidak menunjang penampilan 8 Minuman ini mempunyai pH < 7 sehingga bersifat asam, karena mengandung karbondioksida dan asam karbonat. Sifat asam minuman berkarbonasi mengakibatkan erosi di permukaan resin komposit sehingga penyerapan air tinggi. 5 Pada penelitian yang dilakukan oleh Yudhit dkk pada tahun 2013 menunjukkan bahwa penyerapan air resin komposit nanohybrid lebih besar daripada resin komposit microhybrid. Pada penelitian lain yang dilakukan oleh Pramesthi . tentang perbedaan perubahan warna resin komposit nanohybrid dengan microhybrid setelah perendaman dalam minuman berkarbonasi berwarna merah, resin komposit nanohybrid mengalami perubahan warna yang lebih besar dibanding resin komposit microhybrid karena mempunyai partikel filler yang lebih kecil sehingga menyerap warna lebih banyak dibandingkan resin komposit 3 Oleh karena itu peneliti ini dilakukan untuk mengetaahui pengaruh lama perendaman selama 12 jam, 24 jam, dan 36 jam menggunakan minuman berkarbonasi rasa stroberi terhadap terjadinya diskolorisasi resin komposit nanohybrid. METODE Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimental laboratoris dengan menggunakan rancangan penelitian eksperimental murni . rue experimental desig. dan pretest Ae posttest group design. Pada desain ini terdapat pretest . ebelum diberi perlakua. dan posttest . etelah diberi perlakua. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah resin komposit nanohybrid. Jumlah total sampel pada penelitian ini menggunakan 24 sampel resin komposit nanohybrid dengan diameter 5 mm dan tebal 2 Sampel terdiri dari enam kelompok perlakuan yaitu kelompok sampel yang direndam dengan saliva buatan selama 12 jam, kelompok sampel yang direndam dengan saliva buatan selama 24 jam, kelompok sampel yang direndam dengan saliva buatan selama 36 jam, kelompok sampel yang direndam dengan minuman berkarbonasi rasa stroberi selama 12 jam, kelompok sampel yang direndam dengan minuman berkarbonasi rasa stroberi selama 24 jam, dan kelompok sampel yang direndam dengan minuman berkarbonasi rasa stroberi selama 36 jam. Sebelum perlakukan dilakukan perendaman seluruh sampel dalam saliva buatan selama 24 jam dan di simpan dalam inkubator pada suhu 37AC untuk mengondisikan sampel seperti keadaan fisiologi rongga mulut dan ampel kemudian diukur menggunakan spektrofotometer. Selanjutnya memasukkan kembali sampel sesuai dengan pengelompokkan masing-masing sampel pada minuman berkabonasi rasa stroberi dan saliva buatan selama 12 jam, 24 jam, dan 36 jam. Masingmasing sampel tersebut disimpan dalam inkubator pada suhu 37AC. Keluarkan masingmasing sampel kemudian diukur menggunakan spektrofotometer. Analisis data menggunakan Statistical Package for the Social Science (SPSS). HASIL PENELITIAN Hasil penelitian menunjukkan bahwa 12 sampel mengalami diskolorisasi oleh minuman berkarbonasi rasa stroberi. Adanya kenaikan nilai dE*ab di setiap kelompok perlakuan setelah diukur menggunakan spektrofotometer. Kenaikan nilai dE*ab berarti warna lebih gelap dari sebelumnya. Untuk menganalisis data pretest dan posttest terlebih dahulu dilakukan uji normalitas Shapiro Wilk menunjukkan seluruh variabel dalam pengujian pretest-posttest berdistribusi normal karena memiliki nilai signifikasi >0,05 sehingga untuk selanjutnya uji parametrik Paired T-Test dapat dilakukan. Analisis data uji perbedaan Paired T-test menunjukkan adanya perbedaan sebelum dan sesudah perlakuan yang signifikan pada semua kelompok perlakuan yang terdiri dari perendaman pada minuman berkarbonasi rasa stroberi selama 12 jam, 24 jam, dan 36 jam serta saliva buatan selama 12 jam, 24 jam, dan 36 jam yaitu <0,05. Berdasarkan hasil uji homogenitas data pada tabel diatas, diketahui, harga p-value hasil setelah perlakuan sebesar 0. Harga p-value ini lebih besar daripada tingkat signifikansi 0,05 . >0,. Hal ini berarti data posttest antar ke-6 kelompok memiliki varians data yang homogen. (I) Perlakuan SB Selama 12 Jam SB Selama 24 Jam SB Selama 36 Jam MB Selama 12 Jam MB Selama 24 Jam MB Selama 36 Jam (J) Perlakuan SB Selama 24 Jam SB Selama 36 Jam MB Selama 12 Jam MB Selama 24 Jam MB Selama 36 Jam SB Selama 12 Jam SB Selama 36 Jam MB Selama 12 Jam MB Selama 24 Jam MB Selama 36 Jam SB Selama 12 Jam SB Selama 24 Jam MB Selama 12 Jam MB Selama 24 Jam MB Selama 36 Jam SB Selama 12 Jam SB Selama 24 Jam SB Selama 36 Jam MB Selama 24 Jam MB Selama 36 Jam SB Selama 12 Jam SB Selama 24 Jam SB Selama 36 Jam MB Selama 12 Jam MB Selama 36 Jam SB Selama 12 Jam SB Selama 24 Jam SB Selama 36 Jam MB Selama 12 Jam MB Selama 24 Jam Mean Difference (I-J) Sig. Berdasarkan tabel di atas, secara deskriptif kelompok MB Selama 36 jam memiliki rata-rata nilai posttest yang tertinggi hal ini terlihat dari nilai beda rata-rata . bernilai positif. Selain itu, kelompok MB selama 36 jam memiliki perbedaan yang signifikan juga terhadap semua kelompok perlakuan. Selanjutnya kelompok SB selama 12 jam memiliki rata-rata nilai posttest yang terendah hal ini terlihat dari nilai beda rata-rata . bernilai negatif. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa sampel resin komposit yang direndam selama 36 jam menggunakan minuman berkarbonasi rasa stroberi mengalami perubahan warna yang paling banyak dibandingkan dengan kelompok lainnya. DISKUSI Pada penelitian ini resin komposit yang digunakan adalah Filtek Z250XT yang merupakan penyempurnaan dari resin komposit Filtek Supreme XT yang diproduksi oleh 3M ESPE. Resin komposit nanohybrid memiliki matriks organik yang terdiri dari bisphenol-A-glycidyl methracrylat (Bis-GMA), urethane dimethacrylate (UDMA), dan trietilenglycol dimethacrylat (TEGDMA). Bis-GMA mempunyai senyawa metakrilat dan TEGDMA mempunyai gugus ethoxy yang bersifat menyerap air. 9 Matriks organik tersebut memiliki sifat absorbsi cairan sebesar 0,5-0,7 mg/cm3 . Sifat absrobsi matriks resin komposit terjadi karena kandungan Bis-GMA pada matriks mempunyai senyawa metakrilat yang mengandung gugus hidroksi (-OH) yang bermuatan negatif. Kandungan ini mampu meningkatkan penyerapan air ke dalam resin komposit secara difusi. Perubahan warna resin komposit dapat terjadi karena fungsi air sebagai penghantar penyerapan warna akan masuk ke dalam resin komposit dan merusak ikatan siloxane (SiO-S. menjadi gugus silanol (Si-OH). Rusaknya ikatan siloxane ini mengakibatkan melemahnya ikatan antara matriks dengan bahan pengisi, sehingga air mudah masuk dan terjadi peregangan pada resin komposit nanohybrid, berdifusi dalam matriks resin, berdifusinya air akan menyebabkan rantai polimer pecah sehingga porositas dapat 11 (Budiono, et al. , 2. Berdasarkan hasil analisis uji Oneway Anova didapatkan nilai signifikansinya 0,000 . <0,. sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan warna pada resin komposit yang direndam selama 12 jam, 24 jam, dan 36 jam. Selain itu, berdasarkan nilai Uji Post Hoc LSD (Least Significant Differen. didapatkan hasil bahwa perubahan warna yang paling tinggi terdapat pada sampel perendaman minuman berkarbonasi rasa stroberi selama 36 jam. Adanya pengaruh lama perendaman ini disebabkan oleh semakin lama perendaman dalam minuman berkarbonasi rasa stroberi, maka ikatan polimer pada resin komposit semakin banyak yang terputus, terjadi microcracks dan microvoids yang menjadi jalan masuk penetrasinya zat warna ke dalam resin komposit semakin banyak 9 Hal tersebut menunjukkan bahwa semakin lama perendaman pada minuman berkarbonasi rasa stroberi, resin komposit akan mudah untuk mengalami perubahan warna karena semakin banyak cairan yang diserap sehingga dapat menyebabkan perubahan warna pada sampel yang signifikan. Penelitian ini sejalan dengan penelitian Nurhapsari et al. pada tahun 2018 yang menyatakan asam menyebabkan efek erosi yang tinggi pada permukaan restorasi resin komposit sehingga memperparah tingkat penyerapan air. Bahan yang terkena oleh asam memiliki ketahanan yang rendah terhadap penetrasi molekul air pada rantai polimer. Penyerapan dan kelarutan air dapat menyebabkan proses kimia dan fisika yang memiliki efek merusak pada struktur resin Resin komposit memiliki sifat higroskopis dan hidrolitik jika berada di lingkungan yang lembab. Proses hidrolitik menyebabkan larutnya beberapa komponen resin komposit. Semakin besar kelarutan maka semakin besar terjadi retensi warna pada resin komposit akibat permukaan yang kasar. Minuman berkarbonasi rasa stroberi dapat mengubah warna resin komposit disebabkan oleh karena bersifat asam. Minuman berwarna berkarbonasi terdiri dari air berkarbonasi yang memiliki rumus kimia H2 CO3 , yang terdiri dari 2H dan CO3 - sehingga bersifat asam. Asam memiliki banyak ion H yang akan melarutkan material dan menyebabkan erosi pada permukaan resin komposit. Asam menyebabkan resin komposit mengalami degradasi matriks, yaitu putusnya gugus metakrilat pada Bis-GMA dan menyebabkan terbentuknya monomer sisa. 3 Seiring dengan kelarutan yang meningkat, maka penyerapan air pada resin komposit juga meningkat sehingga menyebabkan perubahan warna pada resin komposit. Penelitian ini juga sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Hidayatsah et . yang menyatakan perubahan warna yang lebih besar terjadi pada kelompok sampel yang direndam dalam minuman berwarna berkarbonasi. Hal ini disebabkan karena minuman berwarna berkarbonasi memiliki pH yang rendah. 3 Penyerapan air dan adanya pH yang asam dari minuman berkarbonasi meningkatkan hidrolisis sehingga partikel 13 Efek hidrolisis dapat menjadikan masuknya staining dalam resin komposit sehingga resin komposit mengalami perubahan warna. 14 Penyerapan air dapat mengakibatkan terjadinya proses degradasi kimia material. Proses degradasi kimia material menyebabkan berkurangnya kekuatan mekanik dan mengurangi daya tahan resin komposit karena lepasnya ikatan antara matriks resin dan filler. 15 serta mempengaruhi stabilitas warna dari resin komposit sebagai akibat stainning. 16 Salah satu minuman yang mengandung stain yaitu minuman berkarbonasi sehingga dapat mempengaruhi warna resin komposit. 17 Oleh karena itu, kebiasaan seperti konsumsi minuman ringan dalam jumlah besar dapat berkontribusi terhadap terjadinya diskolorisasi pada resin komposit. SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian pengaruh lama perendaman menggunakan minuman berkarbonasi rasa stroberi terhadap terjadinya diskolorisasi pada resin komposit nanohybrid dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan perubahan warna yang signifikan antara resin komposit yang direndam dalam minuman berkarbonasi rasa stroberi selama 12 jam, 24 jam dan 36 jam. Resin komposit yang direndam pada minuman berkarbonasi rasa stroberi selama 36 jam memiliki perubahan warna yang paling tinggi dibandingkan dengan resin komposit yang direndam pada minuman berkarbonasi rasa stroberi selama 12 jam dan 24 jam. DAFTAR PUSTAKA