NUSANTARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 5 Nomor 3. Agustus 2025 e-ISSN: 2962-4800. p-ISSN: 2962-360X. Hal 456-474 DOI: https://doi. org/10. 55606/nusantara. Available online at: https://prin. id/index. php/nusantara Perencanaan Desain Musholla Nurul Ikhlas yang Ergonomis. Efisien dan Responsif terhadap Kebutuhan Masyarakat Parak Mujua Kabupaten Solok Design Planning for the Nurul Ikhlas Prayer Room that is Ergonomic. Efficient, and Responsive to the Needs of the Parak Mujua Community. Solok Regency Barkhia Yunas 1. Yuni Purnama Syafri 2. Mutia Alius3*. Dyla Midya Octavia4. Wiwin Putri Zayu5. Ernawati6. Rehan Putra Saira7. Hendra Febrianto8 Universitas Adzkia. Indonesia Universitas Eka Sakti. Indonesia Email: barkhiayunas@adzkia. id1, mutiaalius. ti@adzkia. Alamat: Jl. Taratak Paneh No. 7 Korong Gadang. Kalumbuk. Kec. Kuranji. Kota Padang. Sumatera Barat. Indonesia Korespondensi penulis: mutiaalius. ti@adzkia. Article History: Received: Juni 14 2025. Revised: Juli 19, 2025. Accepted: Agustus 01, 2025. Published: Agustus 04, 2025 Keywords: Community-Based Planning. Ergonomic Design. Musholla Reconstruction. Parak Mujua. Post-Disaster Architectur Abstract: The Nurul Ikhlas Mosque, also known as Surau Parak Mujua, located in Pakan Akek. Jorong Kajai. Nagari Koto Baru. Solok Regency, is an important center of religious and social activities for the local In June 2023, the mosque suffered a major fire that destroyed the entire structure, creating an urgent need to redesign it to be more functional, ergonomic, efficient, and adaptable to local conditions. This community service project aimed to produce an architectural design that not only met structural and functional needs but also accommodated the social aspirations and cultural values of the local community. The methods used in this project included field observations to understand the community's conditions and needs, participatory discussions with local community leaders to explore aspirations and hopes, technical drawings using AutoCAD software, and structural analysis using ETABS to ensure the building's earthquake resistance. Ergonomics were a key consideration in this design, encompassing circulation flow, room dimensions, natural ventilation, and the selection of materials that were friendly and safe for the elderly, children, and people with disabilities. The output of this activity is a variety of design documents, including floor plans, elevations, building sections, floor plans, columns and beams, and 3D visualizations that can be used as a guide for phased construction. This program demonstrates the importance of collaboration between universities and the community in responding to post-disaster infrastructure needs. This knowledge-based, participatory approach is expected to produce a final design that is appropriate to real needs and the local context, and supports better and more sustainable post-disaster Abstrak Musholla Nurul Ikhlas, yang juga dikenal sebagai Surau Parak Mujua, terletak di Pakan Akek. Jorong Kajai. Nagari Koto Baru. Kabupaten Solok, merupakan pusat kegiatan keagamaan dan sosial yang penting bagi masyarakat setempat. Pada Juni 2023, musholla tersebut mengalami kebakaran hebat yang menghanguskan seluruh bangunan, sehingga memunculkan kebutuhan mendesak untuk merancang ulang bangunan musholla yang lebih fungsional, ergonomis, efisien, dan adaptif terhadap kondisi lokal. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menghasilkan desain arsitektural yang tidak hanya memenuhi kebutuhan struktural dan fungsional, tetapi juga mengakomodasi aspirasi sosial serta nilai-nilai budaya masyarakat setempat. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi observasi lapangan untuk memahami kondisi dan kebutuhan masyarakat, diskusi partisipatif bersama tokoh masyarakat setempat untuk menggali aspirasi dan harapan, pembuatan gambar teknis menggunakan perangkat lunak AutoCAD, serta analisis struktur dengan menggunakan ETABS untuk memastikan ketahanan bangunan terhadap potensi gempa. Aspek ergonomi menjadi perhatian utama dalam desain Perencanaan Desain Musholla Nurul Ikhlas yang Ergonomis. Efisien dan Responsif terhadap Kebutuhan Masyarakat Parak Mujua Kabupaten Solok ini, mencakup alur sirkulasi, dimensi ruang, ventilasi alami, serta pemilihan material yang ramah dan aman bagi lansia, anak-anak, serta penyandang disabilitas. Luaran dari kegiatan ini berupa berbagai dokumen desain, termasuk denah, tampak, potongan bangunan, denah sloof, kolom dan balok, serta visualisasi 3D yang dapat digunakan sebagai panduan pembangunan bertahap. Program ini menunjukkan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam merespons kebutuhan infrastruktur pascabencana. Pendekatan partisipatif berbasis pengetahuan ini diharapkan dapat menghasilkan desain akhir yang sesuai dengan kebutuhan riil dan konteks lokal, serta mendukung pemulihan pascabencana yang lebih baik dan berkelanjutan. Kata kunci: Perencanaan Partisipatif. Desain Ergonomis. Revitalisasi Musholla. Parak Mujua. Arsitektur Pascabencana LATAR BELAKANG Musholla Nurul Ikhlas yang berlokasi di Pakan Akek. Jorong Kajai. Nagari Koto Baru. Kecamatan Kubung. Kabupaten Solok, merupakan salah satu fasilitas ibadah penting bagi masyarakat setempat. Selain berfungsi sebagai tempat pelaksanaan ibadah shalat, musholla ini juga berperan sebagai pusat kegiatan sosial, pendidikan agama anak-anak (TPA), serta forum pertemuan warga. Namun, pada tanggal 16 Juni 2023, musholla tersebut mengalami musibah kebakaran yang menghanguskan seluruh bangunan beserta fasilitas pendukung lainnya. Akibatnya, masyarakat hingga kini hanya dapat melaksanakan kegiatan ibadah secara mandiri di rumah masing-masing tanpa fasilitas yang dapat dilakukan secara berjamaah yang memadai. Seiring dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat, proses pembangunan dan perancangan ulang fasilitas ibadah kini menuntut perhatian tidak hanya pada pemenuhan fungsi keagamaan, tetapi juga pada aspek kenyamanan, keamanan, aksesibilitas untuk semua kelompok usia, serta keberlanjutan lingkungan. Studi terdahulu, seperti yang dilakukan oleh Mutia Alius et al. dalam perancangan Masjid Taqwa di Nagari Batahan Utara, menekankan pentingnya integrasi pendekatan partisipatif masyarakat dengan pemanfaatan teknologi desain seperti AutoCAD dan ETABS untuk menghasilkan rancangan yang tidak hanya estetis, tetapi juga fungsional dan tangguh terhadap potensi bencana. Pendekatan ini juga menunjukkan bahwa keterlibatan masyarakat dalam setiap tahapan perencanaan hingga penyusunan desain memiliki peran penting dalam menciptakan hasil akhir yang sesuai dengan kebutuhan lokal serta memperkuat keberlanjutan pengelolaan bangunan. Meskipun demikian, kajian terkait desain ulang musholla pasca-bencana di kawasan pedesaan masih relatif terbatas. Sebagian besar penelitian dan praktik pengabdian lebih berfokus pada bangunan skala besar, seperti masjid utama perkotaan, sementara bangunan ibadah sederhana di komunitas pedesaan kerap luput dari perhatian akademik. Kondisi ini menunjukkan adanya gap penelitian, khususnya terkait pemanfaatan pendekatan desain adaptif dan pemberdayaan masyarakat lokal dalam perencanaan, pembangunan, serta pengelolaan fasilitas ibadah skala kecil yang hemat biaya, efisien, dan kontekstual dengan lingkungan NUSANTARA - VOLUME 5 NOMOR 3. AGUSTUS 2025 e-ISSN: 2962-4800. p-ISSN: 2962-360X. Hal 456-474 Urgensi dari kegiatan pengabdian ini terletak pada kebutuhan mendesak masyarakat Parak Mujua untuk memiliki kembali sarana ibadah yang aman, nyaman, dan representatif sebagai pusat kegiatan keagamaan sekaligus sosial. Kebaruan dari program ini tidak hanya terletak pada penyusunan desain yang berbasis pendekatan partisipatif, tetapi juga pada penerapan teknologi perancangan sederhana yang komunikatif bagi masyarakat awam, serta penyusunan skenario pembangunan bertahap yang realistis sesuai dengan kapasitas pendanaan Pendekatan ini diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat pascabencana yang dapat direplikasi pada komunitas lain dengan kondisi serupa. Berdasarkan paparan tersebut, tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah sebagai Menyusun desain ulang Musholla Nurul Ikhlas yang aman, fungsional, ramah lingkungan, serta inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat. Melibatkan masyarakat secara aktif dalam setiap tahap perencanaan, penyusunan desain, dan persiapan pembangunan. Memberikan rekomendasi strategi pembangunan berkelanjutan dan panduan pemeliharaan bangunan bagi pengurus dan masyarakat setempat. KAJIAN TEORITIS Pembangunan fasilitas ibadah seperti musholla memiliki peran penting tidak hanya sebagai tempat pelaksanaan ritual keagamaan, tetapi juga sebagai pusat penguatan sosial, pendidikan agama dan integrasi nilai-nilai kearifan lokal dalam kehidupan sehari-hari masyarakat (Sutami, 2. Dalam konteks pascabencana, pembangunan ulang musholla harus mempertimbangkan beberapa aspek penting, yaitu fungsionalitas ruang, ketahanan struktur, keberlanjutan lingkungan, aksesibilitas, serta pemberdayaan masyarakat lokal. Prinsip Perancangan Arsitektur Fasilitas Ibadah Menurut Ching . , perancangan ruang publik seperti tempat ibadah perlu memperhatikan prinsip keteraturan ruang, proporsi, orientasi, sirkulasi, serta hubungan antar ruang yang harmonis. Selain itu, aspek simbolis dan makna spiritual juga harus diakomodasi dalam desain untuk menciptakan pengalaman ruang yang mendukung kegiatan ibadah. Neufert . menekankan bahwa aspek teknis seperti pencahayaan alami, ventilasi silang, pemilihan material dan efisiensi energi menjadi elemen penting yang mempengaruhi kenyamanan Perencanaan Desain Musholla Nurul Ikhlas yang Ergonomis. Efisien dan Responsif terhadap Kebutuhan Masyarakat Parak Mujua Kabupaten Solok Ketahanan Struktur Bangunan Bangunan publik di wilayah rawan bencana perlu dirancang sesuai dengan standar ketahanan gempa dan ketahanan api. Di Indonesia, ketentuan teknis bangunan dirujuk pada standar SNI, antara lain SNI 2847-2019 tentang persyaratan beton struktural. SNI 1726-2019 tentang ketahanan gempa, dan SNI 1727-2020 tentang beban desain minimum bangunan. Berdasarkan studi yang dilakukan oleh Mutia Alius et al. tentang pembangunan Masjid Taqwa di Nagari Batahan, digunakan kombinasi pondasi sumuran dengan rangka atap tahan gempa serta simulasi beban struktural menggunakan perangkat ETABS, yang terbukti meningkatkan stabilitas bangunan. Pendekatan Partisipatif dan Pemberdayaan Masyarakat Pembangunan fasilitas ibadah bukan hanya proyek teknis, tetapi juga merupakan proses sosial yang membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat. Model pemberdayaan partisipatif memberikan ruang bagi masyarakat untuk terlibat dalam perencanaan, pengambilan keputusan, hingga pengawasan pembangunan. Keterlibatan ini penting untuk menumbuhkan rasa memiliki . ense of ownershi. dan tanggung jawab bersama dalam pemanfaatan serta pemeliharaan bangunan (Prawira, 2. Mutia Alius et al. juga menunjukkan bahwa pendekatan partisipatif mampu menghasilkan desain yang lebih adaptif terhadap kebutuhan lokal dibanding pendekatan top-down. Keberlanjutan dan Efisiensi Bangunan Keberlanjutan dalam desain bangunan mencakup pemilihan material lokal yang ramah lingkungan, pemanfaatan energi alami, efisiensi penggunaan air, serta minimnya jejak karbon selama pembangunan (Sutami, 2. Selain aspek teknis, keberlanjutan sosial juga menjadi faktor penting, yaitu melalui skema pembangunan bertahap sesuai kapasitas pendanaan lokal dan adanya panduan pemeliharaan sederhana yang dapat dijalankan secara mandiri oleh METODE PENELITIAN Metode pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat dalam kegiatan Perancangan Desain Musholla Nurul Ikhlas di Parak Mujua. Kabupaten Solok dirancang secara sistematis dan Metode ini menggabungkan pendekatan teknis, sosial serta partisipatif yang bertujuan menghasilkan solusi yang optimal dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Pelaksanaan kegiatan akan dilaksanakan melalui beberapa tahapan, yaitu: NUSANTARA - VOLUME 5 NOMOR 3. AGUSTUS 2025 e-ISSN: 2962-4800. p-ISSN: 2962-360X. Hal 456-474 Sosialisasi Tahapan awal dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian ini diawali dengan proses sosialisasi kepada masyarakat Parak Mujua, pengurus Musholla Nurul Ikhlas serta pemangku kepentingan setempat. Sosialisasi ini bertujuan untuk membangun pemahaman bersama tentang urgensi program, memperkuat rasa kepemilikan masyarakat terhadap proses perancangan, serta menghimpun masukan yang konstruktif sejak awal. Sosialisasi dilakukan melalui beberapa tahapan strategis. Pertama, tim pengabdian mempersiapkan materi yang komunikatif dan mudah dipahami, mencakup latar belakang kegiatan, permasalahan yang dihadapi pasca musibah kebakaran musholla, manfaat yang diharapkan dari program ini, serta gambaran awal konsep desain musholla baru. Kegiatan sosialisasi dilakukan melalui pertemuan terbuka yang melibatkan pengurus musholla, tokoh masyarakat, perangkat Nagari, remaja masjid, serta perwakilan warga. Pada pertemuan ini, tim pengabdian memaparkan rencana kegiatan secara terbuka dan mendorong dialog dua arah. Forum Diskusi menjadi bagian penting dari proses ini, di mana masyarakat dapat menyampaikan aspirasi, kebutuhan, serta harapan mereka terhadap desain musholla yang akan dibangun. Penerapan teknologi Setelah proses sosialisasi dan penjaringan aspirasi masyarakat, tahap berikutnya adalah penerapan teknologi dalam proses perencanaan dan perancangan Musholla Nurul Ikhlas. Penerapan teknologi dilakukan untuk memastikan bahwa desain yang dihasilkan tidak hanya estetis dan fungsional, tetapi juga aman secara struktural, efisien dan komunikatif bagi seluruh pihak yang terlibat. Pada tahap ini, tim pengabdian akan menggunakan perangkat lunak AutoCAD sebagai alat utama dalam pembuatan gambar teknis. Melalui AutoCAD, tim akan menyusun gambar denah, tampak, potongan, dan detail konstruksi yang diperlukan untuk memvisualisasikan bangunan musholla secara menyeluruh. Desain ini akan mencakup tata letak ruang ibadah utama, ruang multifungsi, area wudhu, toilet, serta jalur akses yang ramah untuk lansia, anakanak, dan penyandang disabilitas. Tim pengabdian juga membuka kemungkinan untuk melakukan analisis struktur ringan dengan bantuan perangkat lunak ETABS, terutama pada elemen-elemen kritis seperti rangka atap atau struktur utama bangunan. Analisis ini bertujuan untuk memastikan bahwa bangunan yang dirancang mampu memenuhi standar keamanan dan ketahanan bangunan, khususnya mengingat lokasi musholla yang memiliki risiko bencana seperti kebakaran atau potensi Perencanaan Desain Musholla Nurul Ikhlas yang Ergonomis. Efisien dan Responsif terhadap Kebutuhan Masyarakat Parak Mujua Kabupaten Solok Dengan penerapan teknologi yang tepat guna ini, diharapkan desain Musholla Nurul Ikhlas dapat dihasilkan secara akurat, komunikatif dan aman, serta mudah dipahami oleh masyarakat sebagai pengguna utama, sehingga proses pembangunan ke depan dapat berjalan dengan lancar dan partisipatif. Pendampingan dan Evaluasi Pendampingan dan evaluasi merupakan tahapan penting dalam memastikan bahwa proses perencanaan dan pembangunan Musholla Nurul Ikhlas berjalan sesuai dengan prinsip partisipatif dan menghasilkan luaran yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Pendampingan dilakukan secara berkesinambungan oleh tim pengabdian melibatkan pengurus musholla, masyarakat Parak Mujua serta mahasiswa yang terlibat dalam program. Pendampingan diawali dengan penguatan kapasitas masyarakat melalui proses diskusi dan pemahaman bersama atas desain yang telah disusun. Setelah desain selesai, tim pengabdian akan mengadakan pertemuan lanjutan bersama pengurus musholla dan Tim Masyarakat Mitra untuk membahas secara detail rancangan yang dihasilkan. Masukan dan koreksi dari masyarakat akan menjadi dasar bagi tim untuk melakukan penyesuaian dan penyempurnaan desain. Apabila pembangunan telah memasuki tahap fisik, tim pengabdian akan memberikan pendampingan teknis di lapangan, khususnya pada tahap pembangunan struktur utama seperti pondasi dan elemen struktural bangunan. Pendampingan ini dilakukan untuk memastikan bahwa pelaksanaan pembangunan sesuai dengan gambar teknis yang telah disetujui bersama dan memenuhi standar kualitas yang diharapkan. Dalam aspek evaluasi, tim pengabdian akan melakukan evaluasi secara bertahap yang Evaluasi proses, yang memantau tingkat partisipasi masyarakat, efektivitas forum diskusi serta pemahaman masyarakat terhadap desain dan rencana pembangunan. Evaluasi hasil, yang mencermati kesesuaian desain akhir dengan aspirasi masyarakat dan kesiapan masyarakat dalam melaksanakan pembangunan. Evaluasi pasca pembangunan, yang dilakukan setelah pembangunan selesai untuk menilai tingkat pemanfaatan musholla, kesiapan pengurus dalam menjalankan pemeliharaan rutin, serta efektivitas strategi penggalangan dana untuk pembangunan NUSANTARA - VOLUME 5 NOMOR 3. AGUSTUS 2025 e-ISSN: 2962-4800. p-ISSN: 2962-360X. Hal 456-474 Dengan pendekatan pendampingan dan evaluasi yang sistematis diharapkan proses pembangunan Musholla Nurul Ikhlas dapat berjalan secara partisipatif, transparan dan berkelanjutan serta mampu menghasilkan sarana ibadah yang aman, nyaman dan representatif bagi masyarakat Parak Mujua. Setelah program pengabdian berakhir, tim pengabdian akan tetap melakukan monitoring dan evaluasi berkala. Monitoring dilakukan melalui kunjungan lapangan atau koordinasi daring dengan pengurus musholla untuk memantau perkembangan proses pembangunan serta efektivitas pemanfaatan musholla oleh masyarakat. Melalui strategi keberlanjutan yang menyeluruh ini, diharapkan Musholla Nurul Ikhlas dapat terus berkembang menjadi pusat kegiatan ibadah dan sosial yang representatif, serta dapat dipelihara dan dikelola secara mandiri oleh masyarakat Parak Mujua dalam jangka panjang HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan hasil studi lapangan, diketahui bahwa bangunan Musholla Nurul Ikhlas saat ini hanya memiliki beberapa ruang utama, yaitu ruang sound, ruang garin, ruang ibadah, dan Tidak tersedia ruang pendukung lain seperti gudang, toilet, ataupun ruang serbaguna, sehingga fungsi bangunan sangat terbatas. Kondisi lahan yang sempit menjadi salah satu tantangan utama dalam perencanaan ulang, sehingga diperlukan pendekatan desain yang efektif dan efisien agar setiap ruang dapat dimanfaatkan secara optimal sesuai kebutuhan masyarakat setempat dan karakteristik lokasi eksisting. Gambar 1. Denah Rencana Musholla Nurul Ikhlas Sketsa awal desain Musholla Nurul Ikhlas telah disusun menggunakan AutoCAD, mencakup gambar denah lantai, tampak luar dan potongan bangunan secara detail. Pada desain ini, alur pergerakan pengguna diperhitungkan dengan cermat termasuk akses menuju ruang Perencanaan Desain Musholla Nurul Ikhlas yang Ergonomis. Efisien dan Responsif terhadap Kebutuhan Masyarakat Parak Mujua Kabupaten Solok ibadah, ruang garin, dan area sound system, serta hubungan antar ruang dengan teras. Potongan bangunan yang dihasilkan memberikan gambaran proporsi ruang, ketinggian bangunan dan detail struktur atap, sehingga mempermudah pemahaman masyarakat dan tim pelaksana terhadap bentuk dan dimensi aktual bangunan. Gambar potongan ini disiapkan sebagai acuan penting dalam tahap pembangunan fisik, sekaligus sebagai media visual untuk sosialisasi desain kepada masyarakat, sebagaimana diperlihatkan pada Gambar 2. Gambar 2. Potongan A-A Musholla Nurul Ikhlas Setelah proses desain awal musholla diselesaikan, tahap berikutnya adalah pengembangan desain untuk memperjelas aspek struktural bangunan dan memudahkan pemahaman bentuk keseluruhan saat pembangunan dilaksanakan. Pengembangan desain dilakukan menggunakan aplikasi AutoCAD untuk menghasilkan gambar konstruksi yang lebih detail, termasuk potongan bangunan sebagaimana ditunjukkan pada gambar potongan desain rencana Musholla Nurul Ikhlas. Dalam penyusunan gambar teknis ini, diperhatikan secara khusus dimensi struktural serta elemen arsitektural, seperti ornamen, jendela, dan pintu. Selain itu, dilakukan juga pemilihan jenis material yang sesuai, seperti batu bata, keramik, atau beton guna memastikan ketahanan, nilai estetika dan keselarasan dengan karakter masyarakat Analisis Struktur Menggunakan ETABS Aplikasi ETABS digunakan untuk merancang bangunan bertingkat dan menganalisis beban dinamis, termasuk beban angin dan gempa. Model yang disusun mencakup elemen-elemen struktural utama seperti kolom, balok, dan pelat lantai. Tahapan yang dilakukan dalam proses ini mencakup penentuan sistem dan model struktur, analisis beban, serta evaluasi stabilitas model struktur. Penentuan Sistem dan Model Struktur Sebelum menentukan sistem struktur yang akan diterapkan, langkah penting yang harus dilakukan adalah memahami Kategori Desain Seismik (KDS) pada area lokasi konstruksi. Informasi ini akan menjadi dasar dalam menentukan metode desain struktur yang sesuai NUSANTARA - VOLUME 5 NOMOR 3. AGUSTUS 2025 e-ISSN: 2962-4800. p-ISSN: 2962-360X. Hal 456-474 dengan kondisi teknis di lapangan. Dalam konteks ini. Kabupaten Solok digunakan sebagai acuan lokasi pembangunan Musholla Nurul Ikhlas. Data mengenai KDS untuk wilayah Kabupaten Solok dapat diperoleh dari sumber-sumber resmi dan relevan yang mendukung proses analisis desain struktural. Setelah memperoleh nilai KDS, sistem struktur dapat ditentukan berdasarkan Tabel 1 pada Standar Nasional Indonesia (SNI) 1726:2019. Tabel 1. Penentuan KDS Kabupaten Solok DATA Kategori Resiko Bangunan Musholla Faktor Keutamaan Gempa Parameter Percepatan Tanah (Ss. Percepatan Respon Spektral MCE dari Peta Gempa pada Periode Pendek Percepatan Respon Spektral MCE dari Peta Gempa pada Periode 1 Detik Kelas Lokasi/Klasifikasi Situs Faktor Koefisien Situs (Fa,F. Koef Situs untuk periode pendek Koef Situs untuk periode panjang Parameter Respon Spektrum Percepatan (SMS dan SM. Percepatan Respon Spektral MCE Periode pendek yang sudah disesuaikan terhadap kelas situs (SMS = Fa. Percepatan Respon Spektral MCE Periode 1 detik yang sudah disesuaikan terhadap kelas situs(SMS = Fv. Parameter Percepatan Spektrum Desain (SDS,SD. Percepatan Respon Spektral Pada periode Pendek (SDS = 2/3 SMS Percepatan Respon Spektral Pada periode 1 detik (SD1 = 2/3 SM. Spektrum Respons Desain To = 0,2 SD1/SDS Ts = SD1/SDS Seismic Design Category (KDS) Based on the SDS Parameter Based on the SD1 Parameter VARIABEL NILAI SS = S1 = SD = Sedang Fa = Fv = 1,0502 1,7263 SMS = 2,610 SM1 = 1,602 SDS = 1,740 SD1 = 1,06 To = Ts = 0,13 0,63 KDS= KDS= Oleh karena itu, sistem struktur yang akan digunakan adalah sistem ganda, yaitu kombinasi dari Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK). Preliminary Design Struktur Preliminary Design bertujuan menetapkan dimensi kolom, balok, pelat lantai, dan fondasi, dengan mengacu pada Standar Nasional Indonesia (SNI) 2847:2019 untuk sistem struktur SRPMK. Perencanaan Desain Musholla Nurul Ikhlas yang Ergonomis. Efisien dan Responsif terhadap Kebutuhan Masyarakat Parak Mujua Kabupaten Solok Preliminary Design Kolom Perhitungan dimensi kolom didasarkan pada pengaruh beban mati dan beban hidup pada Beban hidup dan beban mati harus memenuhi persyaratan: Pu O 0,3. Ag. fcAo Keterangan : : Beban aksial total yang ditahan kolom . : Luas Penampang Kolom . fcAo : Kuat Tekan Beton . g/mm. Hasil perhitungan preliminary design kolom dapat dilihat pada Tabel dan gambar denah kolom dibawah ini . Hitungan lengkap preliminary design kolom dapat dilihat pada lampiran. Tabel 2. Preliminary Design Kolom No. Kolom Lebar . mm Tinggi . mm Lantai Gambar 3. Denah Rencana Kolom Preliminary Design Balok SNI 2847:2019 menetapkan batasan dimensi untuk elemen balok. Perencanaan dimensi awal yang diatur pada SNI 2847:2019 menetapkan batasan untuk tinggi dan lebar penampang Adapun hasil dari preliminary design awal elemen balok ini didapatkan dengan dimensi pada Tabel 3 dan Gambar 6. NUSANTARA - VOLUME 5 NOMOR 3. AGUSTUS 2025 e-ISSN: 2962-4800. p-ISSN: 2962-360X. Hal 456-474 Tabel 3. Preliminary Design Balok Balok Balok (B. Balok (B. Balok (B. Balok (B. Preliminary Design Balok Lebar . Tinggi . Panjang . Gambar 4. Rencana Balok elevasi 3,5 m Gambar 5. Rencana Balok elevasi 5 m Perencanaan Desain Musholla Nurul Ikhlas yang Ergonomis. Efisien dan Responsif terhadap Kebutuhan Masyarakat Parak Mujua Kabupaten Solok Gambar 6. Rencana Balok elevasi 6,5 m Preliminary Design Pelat Lantai Analisis Beban dan Stabilitas Model struktur Beban Hidup Berdasarkan ketentuan pada tabel 4. 3-1 dari SNI 1727:2020, beban hidup terdistribusi merata pada bangunan mesjid dapat dilihat pada Tabel 4 di bawah ini : Tabel 4. Beban Hidup Musholla Beban Hidup Berdasarkan SNI 1727:2020 Tabel 4. Ruangan 1 Ruang ibadah /lantai 2 Ruangan kantor Beban 4,79 2,40 Satuan kN/mA kN/mA Beban Mati Pada proses analisis pembebanan yang dihitung adalah beban mati tambahan (Superimposed Dead Load/SIDL). Sementara itu, beban mati struktur telah dihitung secara otomatis oleh program ETABS berdasarkan data dimensi dan karakteristik material yang diinputkan dalam perencanaan. Perhitungan beban mati yang terdapat pada balok B1. B2. B3 dapat dilihat pada tabel 5, 6 dan 7. NUSANTARA - VOLUME 5 NOMOR 3. AGUSTUS 2025 e-ISSN: 2962-4800. p-ISSN: 2962-360X. Hal 456-474 Tabel 5. Beban Mati pada Balok (B. Nama H Balok Tinggi Dinding Beban Mati pada Balok Balok I 200 y 400 mm Dimensi . Berat Jenis Total qu . N/. 4,0625 4,07 Tabel 6. Beban Mati pada Balok (B. Nama H Balok Tinggi Dinding Beban Mati Pada Balok Balok 2 150 y 300 mm Dimensi . Berat Jenis Total qu . N/. 1,375 1,375 Tabel 7. Beban Mati pada Balok (B. Nama H Balok Tinggi Dinding Beban Mati Pada Balok Balok 3 200 y 300 mm Dimensi . Berat Jenis Total qu . N/. 1,625 1,625 Beban Gempa Beban Gempa yang diterapkan dalam bangunan musholla ini yaitu beban yang berasal dari metode analisis dinamis, yaitu metode analisis terhadap respons spektra. Hasil perhitungan gempa dinamis, sesuai dengan persamaan pada Pasal 6. 4 SNI 1726:2019, menghasilkan respon spektrum yang tercatat dalam tabel 9. Tabel 8. Parameter Respons Spektra Kabupaten Solok DESKRIPSI Kategori Resiko Bangunan Perkantoran/Mesjid Lokasi Bangunan Faktor Keutamaan Gempa Parameter Percepatan Tanah (Ss. Parameter percepatan respons sepektral MCEdari peta gempa pada periode pendek Parameter percepatan respons sepektral MCE dari peta gempa pada periode 1 detik Kelas Lokasi/Klasifikasi Situs Faktor Koefisien Situs (Fa. Faktor amplifikasi getaran untuk percepatanpada getaran periode pendek Faktor amplifikasi getaran untuk percepatanyang mewakili getaran periode 1 detik Percepatan respon Spectrum Percepatan (SMS dan SM. VARIABEL NILAI Kabupaten Solok Sedang (SD) 1,0502 1,7263 Perencanaan Desain Musholla Nurul Ikhlas yang Ergonomis. Efisien dan Responsif terhadap Kebutuhan Masyarakat Parak Mujua Kabupaten Solok DESKRIPSI VARIABEL NILAI Parameter percepatan respons sepektral MCE pada periode SMS 2,610 SM1 1,602 SDS SD1 1,05 0,13 0,63 pendek disesuaikan dengan Kelas Situs (SMS=Fa. Parameter percepatan respons sepektral MCE pada periode 1 detik disesuaikan dengan Kelas Situs(SM1=Fv. Parameter Percepatan Spectrum Desaign (SDS,SD. Parameter percepatan respons sepektral pada periode (SDS=2/3SMS) Parameter percepatan respons sepektral pada periode 1 (SD1=2/3SM. Spectrum Respon Desaign T0 = 0. 2 SD1/SDS Ts = SD1/SDS Model 3D Struktur Bangunan Mesjid Hasil pemodelan gambar bangunan secara 3D dibuat didalam aplikasi sketch UP untuk melihat perspektif bangunan secara tampak nyata ketika dilakukan nantinya proses pembangunan Musholla Nurul Ikhlas oleh masyarakat setempat. Gambar 7. Perspektif Bangunan Musholla Nurul Ikhlas NUSANTARA - VOLUME 5 NOMOR 3. AGUSTUS 2025 e-ISSN: 2962-4800. p-ISSN: 2962-360X. Hal 456-474 Forum Diskusi dengan Masyarakat Pelaksanaan Forum Diskusi Mengajak tokoh masyarakat di Parak Mujua untuk terlibat dalam proses perencanaan dan pembangunan Musholla merupakan langkah strategis yang sangat penting. Sebagai pihak yang memiliki pengaruh serta pemahaman mendalam mengenai kebutuhan dan harapan warga, peran mereka sangat krusial untuk memastikan desain Musholla mencerminkan nilai-nilai budaya, sosial dan spiritual komunitas setempat. Melalui forum diskusi dan sesi tukar pendapat, tokoh masyarakat dapat menyampaikan masukan berharga terkait rancangan arsitektural, pemanfaatan ruang, hingga unsur estetika yang selaras dengan tradisi lokal. Pendekatan yang melibatkan partisipasi aktif ini tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas desain, tetapi juga memperkuat rasa kepemilikan dan kebersamaan warga terhadap Musholla yang akan menjadi pusat kegiatan ibadah dan sosial mereka. Gambar 9. Sosialisasi dengan tokoh masyarakat di Jorong Kajai Sosialisasi dan Persetujuan Desain Desain akhir Musholla Nurul Ikhlas ini akan kembali dipresentasikan kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya memperoleh persetujuan bersama. Sosialisasi ini bertujuan untuk memastikan seluruh pihak, termasuk warga setempat, memahami perubahan-perubahan yang telah dilakukan serta mengetahui secara jelas rancangan akhir yang akan diterapkan. Pada Perencanaan Desain Musholla Nurul Ikhlas yang Ergonomis. Efisien dan Responsif terhadap Kebutuhan Masyarakat Parak Mujua Kabupaten Solok tahap ini, informasi mengenai detail desain disampaikan secara terbuka, sehingga setiap lapisan masyarakat memiliki kesempatan untuk menyampaikan pendapat, memberikan masukan, atau mengajukan klarifikasi bila diperlukan. Dengan demikian, komunikasi antara tim perancang, pelaksana, dan masyarakat dapat berlangsung secara efektif, meminimalkan potensi miskomunikasi atau kesalahpahaman terkait desain yang akan direalisasikan. Selain proses sosialisasi, tahap ini juga diarahkan untuk mengumpulkan persetujuan resmi dari masyarakat. Dukungan penuh dari warga memiliki peran krusial dalam memastikan kelancaran proses pembangunan sekaligus menjaga keselarasan dengan harapan bersama. Persetujuan akhir ini mencerminkan bentuk nyata dari partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan, sekaligus memperkuat legitimasi rancangan sebelum masuk ke tahap Dengan melibatkan masyarakat secara aktif pada setiap langkah, diharapkan hasil akhir pembangunan mampu mencerminkan kebutuhan riil, aspirasi, serta nilai-nilai budaya yang dijunjung oleh komunitas setempat. Kajian Ergonomi pada Desain Musholla Nurul Ikhlas Selain mempertimbangkan aspek teknis dan struktural, desain Musholla Nurul Ikhlas juga dirancang dengan pendekatan ergonomis untuk memastikan kenyamanan, keamanan, dan kemudahan akses bagi seluruh pengguna. Penerapan prinsip ergonomi terlihat dari beberapa aspek penting dalam desain. Pertama, dimensi ruang seperti tinggi plafon, lebar pintu, dan tinggi jendela disesuaikan dengan ukuran antropometri rata-rata masyarakat Indonesia. Pintu utama memiliki lebar minimal 90 cm untuk memudahkan akses kursi roda, sedangkan tinggi handle pintu dan saklar listrik ditempatkan pada ketinggian 80Ae120 cm agar dapat dijangkau oleh anak-anak maupun Kedua, sirkulasi dalam musholla diatur agar alur pergerakan jemaah tidak saling bertabrakan, terutama pada area masuk, ruang wudhu, dan area ibadah utama. Lebar jalur sirkulasi minimal 120 cm diterapkan di jalur utama, sedangkan di area antar shaf disediakan jarak minimal 80 cm untuk memastikan kenyamanan saat bergerak. Ketiga, kenyamanan visual dan termal diperhatikan melalui pemanfaatan ventilasi silang dan bukaan jendela untuk pencahayaan alami. Bukaan ini tidak hanya mengurangi ketergantungan pada penerangan listrik, tetapi juga membantu sirkulasi udara agar ruangan tetap sejuk, terutama saat digunakan untuk kegiatan bersama dengan jumlah jemaah besar. NUSANTARA - VOLUME 5 NOMOR 3. AGUSTUS 2025 e-ISSN: 2962-4800. p-ISSN: 2962-360X. Hal 456-474 Keempat, aksesibilitas kelompok rentan menjadi perhatian khusus. Ramp landai dengan kemiringan maksimal 1:12 disediakan di pintu masuk utama agar ramah untuk kursi roda dan tongkat bantu jalan. Selain itu, area teras dirancang tanpa perbedaan ketinggian signifikan agar mempermudah lansia dan anak-anak masuk ke ruang ibadah. Kelima, pemilihan material finishing juga mempertimbangkan faktor ergonomi. Lantai menggunakan bahan antiselip untuk mengurangi risiko terpeleset, terutama saat kondisi basah. Area wudhu dirancang dengan ketinggian bak cuci kaki yang sesuai, yakni sekitar 45Ae50 cm dari permukaan lantai, agar nyaman digunakan oleh semua kalangan. Dengan penerapan prinsip-prinsip ergonomi ini, desain Musholla Nurul Ikhlas diharapkan tidak hanya memenuhi standar teknis bangunan, tetapi juga memberikan pengalaman ruang yang nyaman, aman, dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat Parak Mujua. Pendekatan ini juga menjadi nilai tambah penting dalam desain bangunan ibadah di kawasan pedesaan, yang selama ini cenderung belum memperhatikan aspek kenyamanan pengguna secara detail. KESIMPULAN DAN SARAN Pengabdian ini berhasil menghasilkan desain ulang Musholla Nurul Ikhlas di Parak Mujua. Kabupaten Solok, yang ergonomis, efisien, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat setempat. Perencanaan desain dilakukan melalui pendekatan partisipatif bersama masyarakat dan tokoh lokal, pemanfaatan teknologi AutoCAD untuk gambar teknis, serta analisis struktur menggunakan ETABS guna memastikan ketahanan bangunan terhadap beban mati, beban hidup, dan beban gempa. Penambahan kajian ergonomi dalam desain menjadi salah satu aspek penting yang meningkatkan kualitas rancangan. Hal ini mencakup penyesuaian dimensi ruang sesuai antropometri pengguna, pengaturan sirkulasi yang nyaman, optimalisasi pencahayaan dan ventilasi alami, aksesibilitas untuk kelompok rentan, serta pemilihan material yang aman dan ramah pengguna. Dengan demikian, desain akhir Musholla Nurul Ikhlas tidak hanya memenuhi aspek teknis dan estetika, tetapi juga memberikan kenyamanan dan keamanan bagi seluruh lapisan masyarakat. Kegiatan ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat mampu menghasilkan solusi nyata yang aplikatif dan berdampak langsung dalam upaya revitalisasi fasilitas ibadah pascabencana. Disarankan agar pengurus Musholla Nurul Ikhlas bersama masyarakat setempat melanjutkan proses pembangunan secara bertahap sesuai prioritas yang telah dirumuskan dalam desain dan RAB. Penting untuk tetap menjaga prinsip ergonomi dalam setiap tahap Perencanaan Desain Musholla Nurul Ikhlas yang Ergonomis. Efisien dan Responsif terhadap Kebutuhan Masyarakat Parak Mujua Kabupaten Solok pelaksanaan agar kenyamanan dan aksesibilitas pengguna tetap terjamin, terutama untuk kelompok lansia, anak-anak, dan penyandang disabilitas. Selain itu, perlu disusun program pemeliharaan berkala untuk memastikan bangunan tetap aman dan nyaman digunakan dalam jangka panjang. Untuk penelitian dan pengabdian selanjutnya, direkomendasikan untuk mengeksplorasi penerapan aspek keberlanjutan yang lebih luas, seperti pemanfaatan energi terbarukan dan sistem pengelolaan air ramah lingkungan pada bangunan sederhana di wilayah pedesaan. Pendekatan partisipatif yang telah berhasil diterapkan di Parak Mujua juga dapat menjadi model replikasi bagi daerah lain yang mengalami kondisi serupa, sehingga memperluas dampak positif dari kegiatan ini. UCAPAN TERIMA KASIH