PENGGUNAAN I`TIBAR DALAM KRITIK MATAN UNTUK MENGUNGKAP PELAKU PERUBAHAN MATAN HADIS Maulanida MaAohad Aly Hasyim AsyAoari Tebuireng. Jombang Indonesia Maulanida7@gmail. Farha Kamalia University of Birmingham. Birmingham. United Kingdom. fxk963@alumni. Abstrak Distingsi penelitian kritik matan tidak begitu jelas dalam beberapa artikel jurnal karena terlihat tidak berbeda dengan penelitian fiqh al-hadits. Disamping itu, artikel yang membahas tentang metode kritik struktur matan tidak mudah didapat. Penelitian ini membahas tentang macam-macam bentuk kritik matan dalam kitab ilmu hadis klasik maupun kontemporer. Kemudian pembahasan dilanjutkan dengan metode kritik matan yang dapat dipergunakan untuk mencari rawi penyebab perubahan lafal hadis atau pergeseran maknanya. Hasilnya. Ulama salaf telah melakukan kritik matan hadi<. i< dan fiqhi<. Mereka juga telah mampu mengidentifikasi rawi yang melakukan perubahan matan hadis. Terdapat dua model tabel kritik matan yang dapat dikembangkan dari tabel kritik matan Juynboll dan dapat mengakomodir konsep kritik struktur matan ulama hadis. Kata kunci: kritik matan, iAotibar, fiqh al-hadits, riwayat bi al-maAona 269 iC Maulanida & Farha Ae PENGGUNAAN I`TIBAR Abstract The distinction of matn critticismresearch is not very clear in several journal articles in Indonesia because it looks no different from fiqh al-hadith Besides that, articles discussing the structural matncriticism method are not easy to find. This study will discuss various concepts of matn criticism in classical and contemporary hadith books. Then the discussion is continued with the critique method which can be used to find out the causes of changes in the diction of matn hadith or shifts in meaning. As the result, ulama salaf have criticized matan hadi<. i< and fiqhi<. They have also been able to identify the narrators who made changes to the hadith. There are two models of critical criticism tables that can be developed from Juynboll's criticism tables and can accommodate the concept of structural criticism from ulama hadith. keywords: matn criticisim, iAotibar, fiqh al-hadits. Nabawi - Volume 02 Nomor 02 Maret 2022 PENDAHULUAN Dewasa ini, beberapa penelitian kritik matan cenderung berupa penelitian pemikiran dan pemahaman teks. Misalnya: Kritik Matan H}adi>. Jihad-Intoleransi1. Kritik Matan Tentang Hadis-Hadis Sembelihan Aqiqah,2 dan Kritik matan hadis kepemimpinan Penelitian tersebut tidak meneliti kesalahan periwayatan dalam matan, melainkan penelitian fiqh al-. Fiqh al-. menurutAl-Qadhy Iyadh . H)4 merupakan kegiatan . mengambil hikmah dan hukum dari teks hadis dan konteksnya, . memberikan takwil yang paling bagus untuk kata yang susah difahami dalam hadis, dan . mengompromikan pertentangan hadis menggunakan berbagai metode yang mampu memperjelas masing-masing dalil yang 5 Definisi fiqh al-. adi>s{. dz . ada mata. , muAoallal . ada mata. , mudarraj . ada mata. , ziya>datu tsiqqat, maqlu>b. Mu. tarrib al-matn, mushahhaf, dan muharraf. Penelitian fiqh hadis Perbandingan pemahaman ulama tentang hadis yang dijadikan dalil oleh para teroris. Abdul Malik Ghazali. AuKritik Matan Hadits Jihad-intoleransi,Ay Al-Dzikra: Jurnal Studi Ilmu al-QurAoan dan al-Hadits 10, no. Perbandingan hadis dengan hadits lain untuk mengetahui konsep aqiqah dalam hadis. Dame Siregar. AuKritik Matan Tentang Hadis--Hadis Sembelihan Aqiqah,Ay Darul Ilmi: Jurnal Ilmu Kependidikan dan Keislaman 1, no. Perbandingan hadits dengan hak asasi manusia. Dadah Dadah. AuMetode Kritik Matan Hadis Misoginis Menurut Fatimah Mernissi,Ay Diroyah: Jurnal Studi Ilmu Hadis 3, no. Iyad bin Musa bin Iyad bin Amron Al Yahsabi Al Sabti Abu Al Fadli, alAoiilmaAo ilaa maAorifat usul alriwayat wataqyid alsamaAo, ed. oleh Ahmad Saqr (Cairo: Dar al-Turats, 1. , 5. Abu Hamid Abd al-Malik bin Dhafer al-Majouni al-Kosovo. Au AU eoA AsoA,Ay https://w. net/sharia/0/29018/#ixzz73V1ElhMi. 271 iC Maulanida & Farha Ae PENGGUNAAN I`TIBAR tidak mampu mendeteksinya karena ke-. aif-an hadis tersebutbukan pada pemahaman atau penjelasan hadis tapi pada struktur matan. Ironisnya, berbagai masalah matan tersebut dapat mempengaruhi pemahaman hadis tapi beberapa penelitian pemahaman hadis tidak melakukan pengecekan terhadap kemungkinan adanya masalah Oleh karena itu, seyogya-nya penelitian pemahaman hadis . iqh al-. ) tidak disamakan dengan kritik matan. Lebih jauh lagi, penelitian pemahaman hadis dan penelitian matan . ritik mata. perlu mengidentifikasi: penyelewengan atau perubahan matan dan Para peneliti telah menulis banyak artikel dan buku untuk menunjukkan kembali metode kritik matan hadis. Penulis mendapati tak kurang dari 20 artikel6 jurnal online berbahasa Indonesia yang STUDI KRITIK MATAN HADIS: Kajian Teoritis dan Aplikatif Untuk Menguji Kesahihan Matan Hadis (Ali Yasmant. KRITIK MATAN HADIS : KLASIK HINGGA KONTEMPORER (M. Suryadinat. METODE KRITIK SANAD DAN MATAN HADITS (Zubaida. KRITIK MATAN HADIS Studi Komparatif antara al-AAo. ami> dan G. A Juynboll (Masrukhin Muhsi. Metode Kritik Hadis (Daelan M. Danur. Metodologi Ulama Hadis dalam Membentengi Hadis dari Segi Matan (Mutmainna. MEMBANGUN METODOLOGI PENELITIAN MATAN HADITS (Abdurrahma. Metodologi Kritik Matan Hadis (Telaah atas Pemikiran Salah al-Din bin Ahmad al-Adlab. (Tasmin Tangngaren. KRITIK MATAN HADIS VERSI MUHADDISIN DAN FUQAHAAo: STUDI PEMIKIRAN HASJIM ABBAS (Mohammad Baki. METODOLOGI KRITIK MATAN HADIS MENURUT AL-ADLABIDARI TEORI KE APLIKASI (Hairul Huday. METODOLOGI KRITIK MATAN HADIS (Kajian terhadap Kitab AlSunnah al-Nabawiyyah Baina Ahl al-Fiqh wa Ahl al-adc karya Muuammad al-GazAli. (Asih Kurniasih dan Muhammad Ali. Metode Kritik Matan Hadis Muhammad Ahir Al-JawAb dalam Kitab: Juhd al-Muuaddin F Naqd Matan al-ad anNabaw asy-Syarf (Muhammad Qomarulla. MANHAJ KRITIK MATAN AoAAoISYAH RA (Niki Alma Febriana Fau. ANALISIS HISTORIS SEBAGAI INSTRUMEN KRITIK MATAN HADIS (Tasbi. HADIS KONTEKSTUAL (Suatu Kritik Matan Hadi. (Subha. Kritik Matan Hadis dengan Pendekatan Al-QurAoan: Studi Pemahaman Muuammad Al-GhazAl dan JamAl Al-BannA (Agung Abdillah dan Rizal Alwi Mamp. METODOLOGI KRITIK MATAN DALAM KITAB ALNabawi - Volume 02 Nomor 02 Maret 2022 iC membahas tentang kritik matan hadis. Mayoritas artikel tersebut menggunakan metode muAoa>radhah sebagai metode kritik matan. Mereka membandingkan hadis dengan Alquran, hadis lain, fakta sejarah, penemuan ilmiah, dan berbagai model perbandingan yang mirip dengan apa yang disebutkan oleh al-Idlibi. Mereka juga menggunakan istilah kritik eksternal dan internal seperti yang disampaikan oleh Syuhudi Ismail. Tak heran bila dua peneliti tersebut menempati urutan pertama dan kedua buku yang paling sering dikutip. Berikut ini rinciannya: Bagan 1: sepuluh penulis referensi kritik matan yag paling sering dikutip Mahmud al-Tahhan al-Daminy Muhammad Ajjaj Muhammad Thahir al-Jawabi Bustamin dan M. Isa H. Salam Musthafa al-A'zhami Hasjim Abbas Idliby syuhudi ismail Jumlah pengutip Jika sumber rujukan mereka diurutkan berdasarkan tahunnya, maka karya al-AAo. ami menempati urutan pertama . Kemudian karya al-Idlibi . Setelah itu, karya Muhammad Thahir alJawaby . Satu dekade kemudian, di Indonesia, baru muncul karya Muhammad Syuhudi Ismail . Hasjim Abbas . , dan Bustamin . Baik Muhammad Syuhudi Ismail. Hasjim Abbas, maupun Bustamin, semuanya pernah merujuk pada Idlibi dalam karya Tak heran jika Tasmin Tenggareng sampai menyebutkan. AuDi MAUDHUAoAT KARYA IBN AL-JAUZI (Sjafri Rasjiddi. Studi Kritik Matan Hadits (Aulia Diana Dev. STUDI KRITIK MATAN HADIS (NAQD AL-MATN): KAJIAN SEJARAH DAN METODOLOGI (Engkus Kusnanda. KRITIK MATAN HADIS : VERSI AHLI-AHLI HADIS (Munawwir Hari. 273 iC Maulanida & Farha Ae PENGGUNAAN I`TIBAR kalangan penulis dan pakar hadis kenamaan Indonesia, banyak yang telah mengambil referensi dan inspirasi dari karya al-Adlabi . ic!] dalam menguraikan matan hadisAy. 7 Kemudian sedikit artikel merujuk kepada karya al-Daminiy . dan karya G. Juynboll . Walaupun Musthafa Azami merupakan penulis yang menyadarkan dunia mengenai eksistensi kritik matan dalam khazanah penelitian ulamaAo salaf, tapi ia tidak menyebutkan hubungan antara kritik matan dengan berbagai tipe hadis . Sumbangsihnya tehadap kritik matan, terdapat pada segi metodologi penelitian. Dalam bukunya, ia memperkenalkan kembali enam macam metode muAoa>radhah/muqabalah/muqaranah8 untuk mengetahui dhabt dan 9 Mungkin. Nur al-Din AoItr adalah penulis muslim modern pertama yang sejak tahun 1979 telah menyebutkan peran penelitian kritik matan dalam ilmu musthala>h . Kemudian karya Idlibi . erbit tahun 1. menunjukkan kriteria kritik matan dan penggunaan kritik matan oleh sahabat dan ulamaAo. Namun, karyanya belum menerangkan prosedur penelitian kritik matan hadis. 10 Ia Tasmin Tenggareng. AuMetodologi Kritik Matan Hadis ( Telaah Atas Pemikiran Salah Al-Din Bin Ahmad Al-Adlabi ),Ay SOSIO-RELIGIA 8, no. https://w. com/uploads/1/3/4/6/13465004/13_tasmin_tangareng. Pada cetakan kedua. Mustafa al-Azami menyebut metode ini sebagai Kemudian ia meralat istilah tersebut atas kritikan dari Hasan Isa Abu Yasin dan menggantinya dengan sebutan muAoaradhah. Ia juga menyebutkan bahwa ulama salaf seperti Ibn MaAoin dan Urwah bin Zubair juga menggunakan istilah muAoaradhah. Adapun Imam Muslim dalam kitab AuTamyizAy menggunakan istilah muqabalah. Mustafa Al-Azami. Manhaj Al-Naqd Ind Al-Muhditstsin NasyAoatuh Wa Tarikhuh, 3rd ed. (Riyadh: Maktabah al-Kautsar, 1. , 67. Hal ini bisa diketahui dari sistematika penulisan bukunya. Tidak ada bab yang membahas tentang tahapan kritik matan hadis. Ketiadaan pembahasan tersebut tidak apa-apa karena memang buku tersebut digunakan untuk menjawab permasalahan apakah ulama tidak melakukan kritik internal . ritik mata. sama sekali dan apakah ulama melakukan kritik matan berdasarkan indikator metodologis tertentu. Isi bab pertama mengenai pentingnya kritik Materi bab dua mengenai contoh penerapan kritik matan oleh sahabat dan ulamaAo. Kemudian Bab tiga mengenai indikator untuk menolak hadis mungkar dan maudhuAo. Lihat: Salah al-Diyn al-Idlibiy. Manhaj Naqd al-Matn Nabawi - Volume 02 Nomor 02 Maret 2022 iC menyederhanakan hasil penelitian kritik matan dalam ilmu musthala>h . menjadi delapan, yaitu: Hadis Sya>dz. Mungkar. Muallal. Mudhtharrib. Mudarraj. Maqlu>b. Maw. u>Ao, dan qaul sahabatyang bukan dari pendapat pribadinya . 11 Ia juga menyampaikan indikator kritik matan ulama hadis di bab tiga, tetapi indikator itu lebih tepat disebut indikator kepalsuan hadis dalam matan12 daripada indikator kritik matan menurut ulama hadis13. Karya al-Daminiy . erbit tahun 1. tidak memuat prosedur penelitian kritik matan secara langsung. Seperti al-Idlibi, al-Daminiy masih membahas tentang metode sahabat, metode ahli hadis, dan metode ahli fikih dalam kritik matan tetapi dengan rincian yang lebih banyak. Dari kilasan balik perkembangan metode kritik matan ini. Penulis belum mendapati pembahasan khusus mengenai metode iAotibar dalam kritik matan untuk mengungkap rawi yang melakukan perubahan lafal hadis. Walaupun demikian. Penulis berasumsi bahwa ulama salaf telah mengenal metode tersebut. Artikel ini akan membahas dua hal. Pertama, pembahasan tentang bentuk kritik matan unntuk mengkonfirmasi apakah ada kritik matan yang bukan sekedar mencari pertentangan suatu hadis dengan dalil lain. Kedua, pembahasan tentang metode kritik matan yang mampu mengidentifikasi riwa>yat bi al-maAona> dan rawi yang mengubah pemahaman hadis dengan perubahan riwayatnya. Sebelum masuk pada pembahasan. Peneliti melakukan kajian pustaka terhadap artikel jurnal dan buku mengenai kritik matan hadis untuk mengkonfirmasi apakah kritik matan sama dengan fiqh al-. Kemudian pembahasan dimulai dengan bentuk kritik matan ulama Lalu pembahasan ditutup dengan bagaimana cara kritik matan mampu mengidentifikasi perubahan periwayatan dan pelakunya. Auind UlamaAy al-Hadits al-Nabawii (Beirut: Dar al-Aoafaaq al-Jadiidah, 1. Ibid. , 32-33 dan 212-225. Istilah yang Syekh al-Idlabi gunakan di masalah ketujuh dalam bab duanya. Istilah yang digunakan di judul bab tiga. 275 iC Maulanida & Farha Ae PENGGUNAAN I`TIBAR Definisi Kritik Matan Kritik matan . aqd mat. disebut juga kritik internal . l-naqd al-dakhil. sedangkan kritik sanad . aqd sana. disebut kritik eksternal . l-naqd al-kharij. Istilah Aukritik internalAy dan Aukritik eksternalAy merupkan istilah baru . ukan istilah baku yang digunakan ulama dul. Kelompok yang memulai penggunaan istilah Aukritik internalAy dan Aukritik eksternalAy adalah para orientalis. 14 Untuk menaggapi konsep kritik matan Goldziher dan Joshep Schantz. Musthafa al-Azami menggunakan istilah naqd al-Aoaqli. 15 Sayangnya Musthafa al-Azami tidak menjelaskan definisi dari istilah naqd alAoaqli maupun naqd al-mutun. Menurut Amar Fettane, belum ada definisi kritik matan hadis dalam literatur barat maupun timur tengah hingga tahun 2013. 16 Lalu ia mendefinisikan kritik matan hadis sebagai Auilmu yang fokus pada penelitian isi kandungan teks hadis dari segi ketiadaan illat . dan dari segi kesesuaian teks hadis dengan empat hal: dasar syariat yang . ahih, kaidah penalaran akal yang benar, fakta ilmiah, dan sejarah yang pastiAy. 17 Sebelumnya. AthoAoillah Umar telah mendefinisikan kritik matan sebagai Auseleksi matan hadis sehingga dapat dibedakan antara matan yang diterima dan ditolak dengan mengunakan kaidah-kaidah yang telah diformulasikan dari berbagai metode mulai motode kritik Sayyid Abd Al-Majid al-Ghawriy. MawsuuAoah Uluum Al-Hadits Wa Fununuhu (Damaskus: Dar Ibn Katheer, 2. , 577. Al-Azami. Manhaj al-Naqd Ind al-Muhditstsin NasyAoatuh wa Tarikhuh. , 81. (Amar Fettan. A se UaUi A:A Auo u so U saciA. AEU eAauA A& Ua aAlt. br&Gt. A yadyOth Textual Criticism Among the ProphetAos Companions The Example of AishaAy. at-Tajdid - A Refereed Arabic Biannual AuiA AiA AcA AeuiA AiA A( sA. , 88. https://journals. my/at-tajdid/index. php/tajdid/article/view/11. A seoAUAsU s U csi u ao u o u sUy soaiA A sosUAUAy sUi siA A sai suacuiAUA soaUn sUiAUAsUoi siA Amar Fettane. Ao u soA. , 89. Nabawi - Volume 02 Nomor 02 Maret 2022 iC matan para sahabat, metode kritik para ulama klasik dan kontemporerAy. Dua definisi ini masih bermasalah karena tidak memenuhi kaidah definisi dalam ilmu mantiq. Sebuah definisi tidak boleh mengandung kata yang sama tidak jelasnya dengan kata yang 19 Dalam definisi ini, ada klausa Aumetode kritik matan para sahabatAy yang sama tidak jelasnya degan kata yang harus Disamping itu, definisi ini mengulang kata yang harus didefinisikan, yakni kata AukritikAy dan kata AumatanAy. Dua definisi itu tidak meng-cover konsep pembagian kritik matan menjadi naqd maAona> al-matn dan naqd mabna> al-matn sebagaimana keterangan al-jawabi. Akibatnya, dua definisi ini tidak memenuhi kaidah ja>miAo ma>niAo. Kerancuan definisi kritik matan hadis seperti ini tidak lah Idiom Aukritik matan hadisAy telah dipakai secara luas oleh peneliti hadis zaman ini tanpa adanya pembatasan definisi di awal Secara bahasa, naqd al-matn sudah bisa difahami sebagai analisa teks hadis. Kemudian secara kontekstual,21 naqd almatn adalah analisa matan untuk menilai kualitas hadis. Pembagian Kritik Matan Idiom Aukritik matan hadisAy telah dipakai secara luas oleh peneliti hadis zaman ini tanpa adanya pembatasan definisi di awal Para peneliti pun secara alami akan berbeda dalam menggunakan idiom Aukritik matan hadisAy. AoImaad al-Diin Al-Rasyid Umar. AuBudaya Kritik Ulama HadisA. Ay, 208. Syihab al-Din Ahmad bin Abd Al-Fattah al-Hallawiy al-Azhariy. Al-Syarh Al-Kabir Aoala Al-Sullam Al-Munawwaraqi Fi AoIlm Al-Manthiq (HawallyKuwait: Dar al-DhiyaAo, 2. , 227. Konsep ini akan dibahas pada sub judul berikutnya. Muhammad Thahir AlJawabiy. Juhud al-Muhadditsin fi al-Naqd Matn al-Hadits al-Nabawi alSyarif (Tunisia: MuAoassasat Abd al-Karim bin Abd Allah, 1. Mengingat penyebab viralnya pembahasan kritik matan hadis adalah karena klaim orientalis bahwa ulama hadis tidak melakukan analisa matan untuk menilai kualitas hadis. Lihat: Ignaz Goldziher. Muslim Studies, trans. Stern and C. Barber (Chicago: Aldine Atherton, 1. , 2:140-1. 277 iC Maulanida & Farha Ae PENGGUNAAN I`TIBAR mendapati penelitian matan terbagi menjadi lima macam sehingga Aukritik matanAy mempunyai lima makna: . penelitian taufiq . matan tertentu dengan hal-hal yang bertentangan dengan matan tersebut, entah hal itu berupa hadis, ayat, kaidah, maupun pemahaman akal yang benar. penelitian tarjih . matan tertentu atas matan yang lain. penelitian yang dapat menghasilkan rekomendasi untuk meninggalkan pengamalan hadis Maqbu>l karena hadis tersebut bertentangan dengan nash . eks al-qurAoan/hadi. atau logika akal yang benar . anpa melihat . penelitian untuk mengetahui cacat sebagian kata atau kalimat dalam matan hadis meskipun hadis itu Maqbu>l dari segi sanadnya, dan . penelitian yang dapat menolak suatu hadis karena isi hadis itu bertentangan dengan nash . eks al-qurAoan/hadi. , kaidah, dan akal, walaupun sanad hadis itu . Lima makna kritik matan hadis tersebut dapat dikelompokkan menjadi Aukritik matan fiqhi<>Ay dan Aukritik matan . i terdiri dari penelitian taufiq, penelitian tarjih, dan penelitian Ketiga penelitian terebut pada dasarnya menggunakan kaidah-kaidah ushul fiqh bab taufiq wa tarjih dan istidlal. Kritik matan fiqhi< ini merupakan ranah penelitian ulama fikih. Alasannya karena penelitian tersebut sudah bertujuan untuk istinbath . hukum dan mengamalkan hukum tersebut, sedangkan fungsi dasar ulama hadis hanya mengantarkan pada status Maqbu>l . atau mardud . , bukan maAomul . atau ghairu maAomul . idak Adapun kritik matan . adi>s{. < terdiri dari penelitian ilal al-matn dan penelitian muAoa>radhah. Kritik matan . i ini mengidentifikasi matan yang mengandung ziya>dat tsiqqah, illat, sya>dz, mungkar dan jenis illat lainnya. Ini adalah ranah penelitian ulama hadis. AoImaad al-Diin Al-Rasyid. AuMafhum Naqd Al-Matn Bayna Al-Nazhr AlFiqhiy Wa Al-Nazhr Al-Haditsiy,Ay Islaamiyyah Al-MuAoarrafah 39, no. ,89-90. Ibid. , 90-91. Ibid. , 91-93. Nabawi - Volume 02 Nomor 02 Maret 2022 iC Terdapat jenis pengelompokan lain untuk kritik matan. Bila dilihat dari objeknya, kritik matan dibagi dua: naqd mabna> al-matn dan naqd maAona> al-matn. 25 Kritik struktur matan dilakukan dengan metode iAotibar26 sedangkan kritik makna matan dilakukan dengan metode muAoa>radhah27. Kritik makna matan ini berbeda dengan metode jamAou dan tarjih . shul fiq. meskipun mereka sama-sama membandingkan dua atau beberapa dalil yang bertentangan. Kritik matan menghasilkan status hadis sedangkan metode jamAou dan tarjih menghasilkan hukum. Hasjim Abbas menyatakan bahwa status matan dalam penelitian kritik matan bukan matan . ahih, hasan, . aif tapi maqbu>l AuditerimaAy atau mardu>d AuditolakAy28. Status tersebut terjadi melalui proses berikut ini: Bagan 2: pembagian hasil ilmu matan dan ilmu sanad Jenis Proses Hasil Mencari kalimat gharib Gharib al-hadits Kritik . dalam matan dan Hadits Musha. i/maAon. Memastikan ketiadaan muharraf Muhammad Thahir Al-Jawabiy. Juhud Al-Muhadditsin Fi Al-Naqd Matn Al-Hadits Al-Nabawi Al-Syarif (Tunisia: MuAoassasat Abd al-Karim bin Abd Allah, 1. , 6-8. penelitian berbasis sanad untuk mengetahui ada atau tidak adanya muta>baAoah dan syawa>hid serta untuk mengetahui ada atau tidak adanya hadis lain dengan maksud/makna yang sama. Lihat: AoItr. Manhaj Al-Naqd Fim Al-Hadi>s\, 394. mempertentangkan riwayat seorang guru di zaman yang berbeda, membandingkan riwayat beberapa murid dari guru yang sama, membandingkan riwayat seseorang dengan riwayat teman seperguruannya, membandingkan riwayat yang berdasarkan hafalan dengan riwayat yang berdasarkan catatan atau membandingkan catatan satu dengan catatan lainnya, dan membandingakn riwayat hadis dengan teks Alquran. Lihat: AlAzami. Manhaj Al-Naqd Ind Al-Muhditstsin NasyAoatuh Wa Tarikhuh, 67. Hasjim Abbas. Kritik Matan Hadis (Yogyakarta: Teras, 2. Al-Jawabiy. Juhud al-Muhadditsin fi al-Naqd Matn al-Hadits al-Nabawi al-Syarif. 279 iC Maulanida & Farha Ae PENGGUNAAN I`TIBAR . aqd Membandingkan Hadits keragaman teks matan mudarraj al-matn, ziya>dah al-tsiqa>t Menganalisa kesendirian Al-fard muthlaq29, al-fard nisbiy, alperiwayatan matan gharib30, sya>dz al-matn, \al-munkar, . dan Menemukan kesalahan periwayat Mengkonfirmasi taAoarudh dari salah satu rawi. Hamlu ikhtilaf . pada Aoala al-ibahah, jamAou bayn al- mujmal wa al-mufassar wa al-Aoam wa al-khash, taqyiq al-tahammul, al-tarjih bi hadis yang bertentangan a. wal al-rawi wa shifatih, al-tarjih tapi tetap mengakui bi al-matn, dan al-tarjih bi amr alkeberadaan hadis yang kha>rijiy. Mukhtalaf hadits31 Kritik . aqd maAona satunya lag. 33 Membedakan Naskh dan Memastikan naskh bukan taqyif wa musykil al-. ), misalnya: Ikhtilaf alH}adi>. oleh Imam SyafiAoi . 204 H). TaAowifH}adi>. oleh Ibnu Qutaybah . 267 H). Syarh Musykil al-Atsar oleh alTahawi . 321 H). Musykil H}adi>. wa Bayanuhu oleh Ibnu Faurak . 406 H), dan Kasyfu al-Musykil min H}adi>. al-Sahihain oleh Ibn al-Jawziy . 597 H). Kitab tentang na>sikh dan mansusikh al-H}adi>. wa Mansusikh al-H}adi>. wa Mansusikh wa al-Mansusikh al-H}adi>. wa Mansu. oleh ibn al-Hatim . H). Ilal al-Daruquthniy . 385 H), al-Ilal al-Mutanahiyah fi alH}adi>. al-Wahiyah oleh Ibn al-Jawziy . 597 H). Hadis . ahih yang diriwayatkan dari kitab muAotabar dan masyhur tetapi hadis sahih tersebut bertentangan dengan kepastian akal/pengalaman indrawi/ilmu pengetahuan/perkara yang sudah pasti dalam agama dan masih mungkin difahami tanpa pertentangan menggunakan takwil tertentu. Lihat: , 414, cf al-samahy, al-manhaj al-hadits fi Aoulum al-hadits: 157. Ibid, 415-417. 281 iC Maulanida & Farha Ae PENGGUNAAN I`TIBAR Kitab tentang hadis maw. u>Ao, misalnya: al-Maw. u>Aoat oleh ibn alJawzy . 597 H), al-Maw. u>Aoat oleh al-Shaghaniy . 650 H), Al-La'ali Al-Mashnu'ah fi Al-A. Al-Maw. u>Aoah oleh AlSuyuthi . 911 H). Tanzih al-SyariAoah al-MarfuAoah Aoan alAkhbar al-SyaniAoah al-Maw. u>Aoah oleh ibn Iraq . 963 H), alMaw. u>Aoat oleh al-Fattaniy . 986 H), al-MashnuAo fi MaAorifah alH}adi>. al-Maw. u>Ao oleh Mala Aly al-Qariy . 1014 H). Kitab syarah hadis. Misalnya: AoAridhah al-Ahwadziy bi Syarh S}ahih al-turmudziy oleh Ibn al-Araby al-Malikiy . 543 H), Syarh Sunan al-NasaAoi oleh ibn NuAomah al-Andalusiy . 567 H), Syarh S}ahih Muslim oleh al-Nawawiy . 676 H). Syarh Sunan Ibn Majah oleh al-Maghlathay . 762 H). Fath al-Bariy bi Syarh S}ahih al-Bukhari oleh Ibn al-Hajar al-AoAsqalaniy . 852 H), Syarh Sunan Aby Dawud oleh al-AoAyniy . 855 H). Kelima jenis kitab di atas merupakan hasil dari analisa matan hadis dan berkaitan dengan benar salah matan tersebut. Bahkan syarh hadis pun tetap menjelaskan kebenaran atau kesalahan periwayatan hadis. Jika matan hadis tersebut tidak mengandung kesalahan, penulis syarh akan menjelaskan taAowil yang cocok untuk matan itu. Oleh karenanya, kelima jenis kitab di atas masuk dalam kategori kritik matan hadis. Adapun komplit/komprehensif, terdapat dalam karya Ibn Jawziy39. Penelitian hadis Ibn Jawziy ini, sudah mencakup kritik matan . i< dan kritik matan fiqhi<. Kritik matan . i< diwakili oleh analisis struktur matan . iwayat bi al-maAon. , dan analisis makna matan . ya>dz dalam mata. Muhammad Kamil Muhammad Hasan. AuNaqd al-Matn Bayna Dhawabith al-Muhadditsin wa Tajawuz al-Mubthilin Dirasah wa Tathbiq,Ay Hawliyyah Kulliyyah al-Dirasat al-Islamiyyah wa al-Arabiyyah li al-Banin bi al-Qahirah, 2018, 502Ae90. Ia bukan ibn Qayyim . l-Jawziyya. , penulis Za>d al-MaAoa>d dan Mana>r alMunit dari iraq abad 6 H. Ia juga menulis Daf' Syubah al-Tasybih biAkaff al-Tanzih yang mengingkari aqidah tajsim dan tasybih pada beberapa ulama Hambali di zamannya. Nabawi - Volume 02 Nomor 02 Maret 2022 iC A|AKemudian kritik matan fiqhi< diwakili oleh analisis mukhtala>f . adi>sAA AAdan analisis fiqh al-. Teks lengkapnya, sebagai berikut:40AA Aea e aA a a a e a a e a A Aae c A UAu aI U aA Aa ea a a e a a aA AO OOA AOU I a uia aua a aca a eaA UAO a O a a aA a Aa aA a a aA Aa a aA a LMAo c eaUa eU a GHAe ao aA aI eE a aE . A :A aU e a aO a aU eon a aeiA UAeeAGHAA AaEAa :AuI eE aA a a A aA a a aA a AeaA AeaeA a Ae aA AaE ac iiAa :Au eE aca RA aO aO aen u i a UAu I eiE ceOA AaU e a I aio aAVa UAeoA Aa a a eA AeaA a AeAa La MAA Aa aO aa Aa AA eU aa a a OAZAao OAZAaUAa . AO a aA AaE A]MAA :AeoA AaE aaoA :Aa u i aa ac a a aO aoA . Ae aOI A a a a a a AA bcA. A :A aU a e aO O eE a e Ua a a aA a a a aa e cA aIA a a AO E aA bHAciOAgAI a AdAA :A aA :AI aA A a eA AeaA a Ac a A AuaAjAA :AI ARA Aa AA a aA aIA UAeE acau i aa aA . AoA A aE aA bc HA a ao U c AiAA AO aAVa . AO aA Acuia aA a a a a a a a a a a a a a a a a AeA AeA a AUA a a a a a a AaOaA aEA :Aa eoaEA :AeE a AaI oUA UAeoaE E . A :A U a OA)) :AUonA a AeA a AaEAa :Aa a aE A UAAopAnA UAeE Aa AA a aA Aa a aei(( OO aUa a qAi aI a aA aIA UAeE caouiAa . ogAOAa sa MAA :AIA a Aa eaA AeA Aea a A Aa a e aA Aa a aA A a aao aA AiEAUAA AU aAiA aO aOOA AARAAVAa a a tA ao A a AU. A :A O aAxAa UA aowAU O U Asa MAa aca aA a AeA a a Ac a a eaA a Ae aA a a a a a AALzAa OUa aA . AaE EA :bHA. A oAO c{ I ueEa ao acaAsa MA a UAOaA AOAa LMAo eAgAI a a a a AcA Ae A AaE e c a e aeAa Ra :AA AO aAVAa eAogAOAdA AAe GAALMAa aAja UAO a aA AaI u AVaUAA AiI aO ae a cuia aA a a a a a eA A eiI O e I ARA Aa AA a aA AaO a aA AOAdA cA aIA UAeoA AaE EAa :bHAu a eAa . AOaA AaE aE a :bc HAA Aa a aA a AeA a a AeA a a a c e a aA A ca ao cO aA. AO a aA Aa e aA A a Abe AoeAA . AO a A AaE AA GAc aUAgAIAe :Aeo a au UA . AOaE A :A{A AUA AA UAO{ a aA a a a a AeA a a a a AA a a a a a a a AcA a LMAo I eEA UAu ao O E aA UbHAeUE ac a aOO auAA ::AARa UAI AAsAaO iEA . AOiI aoA a AA a A eAgAI(( A :AAopAnA UAAn . Aa AA a aA A aA a aIA. Aa aA AUa aAqAi aO aA)) a La zAA AADalam contoh tersebut, kritik struktur matan menggunakanAA AAmetode iAotibar, teori riwayat bi al-maAona, dan teori rijal . MetodeAA AAiAotibar digunakan dengan membandingkan beberapa versi matan untukAA AAmengetahui perbedaan antar versi dan jenis riwayatnya . pakah bi alalaf. i atau bi al-maAon. , kemudian keakuratan matan diasumsikanAA AAsesuai dengan profil dhabith . dan adil . redibel/sale. rawiAA AAmatan itu dalam kitab-kitab rijal al-. AAPenelitian Ibn Jawziy tersebut, menghasilkan beberapa AAkesimpulan, antara lain: . jenis riwayat hadis ini adalah bil makna41AA AA40AA AAJamal al-Diyn Abu al-Faraj AoAbd al-Rahman bin AoAlii bin Muhamad AlaJawziy. Kasyf al-Musykil min Hadiits al-S}ahihain (Riyadh: Dar al-Wathan,AA AA1. , 393-394AA AA41AA AAHal ini dapat diketahui dari kalimatAA AsseA AUs ac s a aO U Ea a aN aa Uc cUA Aa aao es a aA a Aa es a asaA :AEau aa es a ao u aa aA AiAAUAA a AUu es a aaO ac ea aA AA283 iC Maulanida & Farha Ae PENGGUNAAN I`TIBARAA yang buruk42, . terdapat pergeseran makna dalam beberapa periwayatan43, . rawi yang diduga melakukan pergeseran makna secara tidak sengaja adalah Yahya al-H. ma>niy,44 dan . faham yang sesuai dengan Auhadis yang tidak mengalami pergeseran maknaAyadalah kafarat hanya wajib dilakukan oleh orang yang membatalkan puasa Ramadhan dengan jimaAo. Walaupun kutipan ini berfokus pada kritik matan, tapi pembahasannya tetap diselingi dengan kritik sanad . lmu rijal . Penggunaan kritik sanad ini tetap harus dilakukan untuk mengetahui hadis mana yang diriwayatkan oleh rawi yang lemah. Hal ini menunjukkan bahwa sejatinya, penelitian hadis tidak terisolasi pada penelitian sanad saja atau matan saja, tapi terintegrasi antara penelitian sanad dan matan. Hasilnya kemudian dipakai untuk fiqh al- . Metode Kritik Matan Hadis untuk Mengidentifikasi Riwa>yat bi alMaAona> dan Pelakunya Walaupun peneliti zaman ini tidak mempunyai hafalan yang cukup untuk meneliti matan hadis, tapi mereka masih terbantu oleh berbagai alat modern seperti komputer dan software hadis. Mereka juga mewarisi banyak turats dari ulama terdahulu yang sudah dimasukkan dalam komputer maupun gawai. Hanya saja, alat-alat tersebut tidak bisa menghasilkan kesimpulan kritik matan begitu saja tanpa proses pengelompokan dan pengolahan data. Oleh karena itu. Karena menimbulkan pemahaman yang berbeda dari aslinya. Hal ini dapat diketahui dari kalimat e aAsA A aau saOAUA EuyA:Ass a Na aA A aeUy ac a AUAA a A auaao a asa sAUAEy aas s aao Eau EeAA c AA aA AauA a A Eci Ea ea a aAUA siA: ((AUa aUai s a ea ))sa a aeuA a A a aiI aaoA. AiAA Hal ini dapat diketahui dari kalimat c a A aEa s eiI s a ea a Ea E cuiaeAU A uaaua uaA:A a aa ay Eae cu a e acyAUAsI aa e esa :AA a AA AsA AsA AyA a AoA AeA UAauA a AeA AEuyA AuA AEA a AeA a AA AsA AIA AiA AsA AEaA A aA. A aN ae yA:A a aa ay ssAAUAasA a a a AA c Ae ac ea ao aA a A a aAUA a Eaca U A Hal ini dapat diketahui dari kalimat e Aae aN aa a ac ea aA A a aas a eaa Eae as AUa aeaA AsseA A aN Eau cUAUAA a Aas eU a Eau aa es au iA c Aa ae aUA A aas s aao ac ea a eUaA Nabawi - Volume 02 Nomor 02 Maret 2022 iC perlu dibuatkan instrumen pengelompokan dan pengolahan data kritik Misalnya seperti sepenggal tabel Juynboll berikut ini: Bagan 3: tabel kritik matan Juynboll AiAsMAA AOAopAA AAqa AeaOA AiIA AOA AuaA AUaEA Aca axAOA Aa OA AuaA AUaEA AcaiA axAOA Aa OA AuaA AUaEA AcaiA axAOA Aa OA AuaA AUaEA Aca axAOA Aa OA AeA AanAR AAsu A A:AAuA AOA AeA AanAR AAsu A A:AAuA AOA AanAR AeA AeA AanAR AAsu A A:AAuA AOA AAiAA AALe AALe AUeA AALe AALe AALe AALe AuaA AUaEA AcaiA axAOA Aa OA AuaA AUaEA AcaiA axAOA Aa OA AanAR AeA AanAR AeA AALe AALe AUeA AAsu A A:AAuA A A:AxAOA AAsu A A:AAuA AOA AAsu A A:AAuA AOA Juynboll menggunakan tabel tersebut untuk menilai kualitas lafal hadis. Ia membandingkan antar kata dari beberapa versi riwayat hadis yang sama. Menurutnya, lafal yang sama berarti berkualitas . ahih, sementara lafal yang berbeda berarti berkualitas . 52 Oleh karena itu, hadis yang menggunakan lafal niat dalam bentuk jamaAo . adis sunan Abi Dau. aif, sedangkan hadis yang menggunakan lafal niat dalam bentuk mufrad adalah . Tedapat beberapa kejanggalan dalam kaidah tersebut. Kita tidak akan menyebut orang yang menceritakan informasi resmi dengan bahasanya sendiri . , sebagai orang yang berbohong. Lafal hadis yang diteliti u A soAUA scaA uu A soAUA A A soAUAu Ec sA A A A soAUAu saUA A soAUAu sA Masrukhin Muhsin dkk. AuKRITIK MATAN HADIS Studi Komparatif antara Sarjana Muslim dan Sarjana Barat,Ay Alqalam, 34, no. 285 iC Maulanida & Farha Ae PENGGUNAAN I`TIBAR Informasi yang ia sampaikan pun belum tentu salah dan tidak akurat. Parafrase itu baru dikatakan salah, jika kalimatnya memunculkan pemahaman yang berbeda dari info aslinya. Minimal terdapat dua redaksi yang saling bertentangan atau saling menafikan. Kejanggalan lainnya muncul ketika terdapat beberapa varian redaksi dengan jumlah periwayat yang lebih dari dua orang. Dalam keadaan itu, semua varian tersebut . ahih padahal mungkin satu versi mengandung kesalahfahaman dan kesalahfahaman itu bisa saja disampaikan oleh dua orang. Oleh karena itu, jumlah redaksi yang menggunakan diksi yang sama, bukan jaminan kesahihan infonya. Jumlah redaksi yang sama, pada dasarnya, hanya menunjukkan popularitas/kemasyhuran redaksi tersebut. Ulama hadis telah menghindari kejanggalan tersebut dengan membuat beberapa kaidah dan tidak langsung men-. aif-kan varian riwayat yang sendiri. Mereka membuat kaidah mutawa>tir laf. iyat bi al-maAona>, dan kaidah syadz pada 53 Patokannya, . jika lafal yang disampaikan oleh banyak rawi mutawatir adalah sama, maka hadis tersebut diriwayatkan secara mutawatir laf. Jika lafal antar versi matan berbeda-beda dari berbagai jalur mutawatir tapi maksudnya sama, maka hadis tersebut diriwayatkan mutawa>tir maAonawi<. Imam Ibn Hajar juga menyebutkan beberapa keadaan dan kaidahnya secara tersirat: . Jika lafal hadisnya berbeda padahal melalui guru yang sama, maka hadisnya riwa>yat bi almaAona>. Jika lafal hadisnya berbeda dan melalui sahabat yang berbeda, maka mungkin Nabi meriwayatkannya dengan lafal yang berbeda pada majelis yang berbeda dan para sahabat meriwayatkan lafal yang mereka pada salahsatu majelis tersebut. Jika lafalnya berbeda dan melalui sahabat/guru yang berbeda tapi kejadian/majelis yang dipakai Nabi untuk menyampaikan hadis itu hanya satu, maka Nabi menyampaikannya dengan satu lafal dan para sahabat/guru Mahmuud al-Tahhaan. Taysiir Musthalah Hadits (Jeddah: al-Haramain, 1. , 24-25. Lihat: Abu al-Fadl Ahmad bin Ali bin Muhamad bin Ahmad bin Hajar AlAsqalanii. Al-Nukat Ala Ibn Shalah (Madinah: Imadat al-Bahts al-Ilmi bi JamiAoah al-Islaamiyyah al-Madinah, 1. , 2/808. Nabawi - Volume 02 Nomor 02 Maret 2022 iC meriwayatkannya dengan riwa>yat bi al-maAona>. 55 Perbedaan . lafal ini tidak merusak kesahihan dan kebolehan menerima riwayat itu, hanya saja tingkat akurasinya berbeda\56. Oleh karena itu, . hadis yang tidak ada perbedaan riwayatnya sama sekali, lebih sahih daripada hadis yang salahsatu klausanya diriwayatkan secara berbeda. Jika kandungan hadis riwa>yat bi al-maAona> itu bertentangan . aAoa>rud. maka periwayatan bi al-maAona> diperhitungkan dalam menilai mana riwayat yang lebih shahih. 58 Riwayat yang bertentangan itu dikelompokkan dengan kriteria berikut:59 Bagan 4: jenis hadis berdasarkan pertentangannya dengan riwayat lain Riwayat dari rawi yang D}aif Bertentangan dengan rawi yang Tsiqqah Sangat tsiqqah Status hadis Mu. tarrib Mungkar Mungkar D}aif MaAoru> Mu. Tsiqqah Sya>dz60 MaAoru>f Ma. Mu. tarrib Sangat tsiqqah Hadis yang diriwayatkan bi al-maAona . ecara maknaw. tidak sama dengan hadis palsu. Hadis tersebut baru dihukumi maw. u>Ao atau palsu ketika perawinya mengatakan bahwa dia meriwayatkan hadis itu dengan kalimat yang sama persis . iwayat bi al-laf. dengan kalimat gurunya atau kalimat Nabi padahal perawi itu meriwayatkannya bi almaAona>. Ibid. , 2/809. Ibid. , 2/810. Ibid. Ibid. Pembagian ini tidak hanya berlaku pada matan tapi juga sanad. Lihat: Muhammad Ajaaj al-Khathib. Ushuul al-HadiitsA, 227,229 dan al-Tahhaan. Taysiir Musthalah Hadits. , 119-124, 143. Syadz tidak harus berupa perbedaan antara riwayat rawi tsiqqah dengan riwayat rawi yang lebih tsiqqah. Syadz juga dapat dinisbatkan kepada sebuah riwayat dari seorang rawi tsiqqah yang berbeda dengan satu riwayat lain dari banyak rawi yang sama tsiqqahnya. Lihat: al-Khathib. Ushuul . , 229. Abd al-Rahman al-Suyuthi. Tadri>b al-Ra>wi> fi> Syarh Taqriyat bi al-maAona menjadi tiga bentuk: pertama, mengganti kata asli dengan sinonimnya. mengganti kata dengan kata lain yang kira-kira . maksudnya ketiga, mengganti kata dengan kata lain yang maksudnya pasti . athAoi. Bentuk riwa>yat bi al-maAona pertama, boleh. Bentuk kedua, tidak boleh. Bentuk ketiga, diperselisihkan kebolehannya oleh ulamaAo hadis. Selain riwa>yat bi al-maAona, masih terdapat hal lain yang menyebabkan perbedaan struktur matan, seperti ikhtisha>r . matan, dan idra>j . enyisipan kalima. pada matan. Hadis yang mengandung idra>j sudah pasti dhaif sedangkan riwa>yat bi al-maAona dan ikhtisha>r belum tentu dhaif. Hadis yang mengalami riwa>yat bi al-maAona dan ikhtisha>r menjadi dhaif, apabila dua hal itu menjadi penyebab illat berupa perubahan maksud pada matan. Untuk mengakomodir konsep musthala>h . ini, tidak bisa menggunakan tabel Juynboll. Tabel kritik matan perlu menunjukkan beberapa aspek kritik matan yang disebutkan oleh Nur al-Din AoItr dalam pengelompokan istilah ilmu musthala>h . Setidaknya terdapat tiga aspek yang dapat diakomodir. Pertama, variasi riwayat bersandingan dengan kualitas sanad. Hal ini bertujuan untuk mengetahui hadis mudhtharib, sya>dz, mungkar, dan jenis periwayatan bi al-laf. i/bi al-maAona. Kedua, jumlah hadis yang memiliki lafal yang Hal ini bertujuan untuk mengetahui matan yang mutawatir, masyhur, aziz, gharihibi al-SamAou>niy al-Jazairiy. Tawji AoUsu>l AlAoA. a>r (Halb: Maktabah al-Matbua>h al-Islamiyyah, 1. , 2/685. Abu> Bakr Ka>fiy. Manhaj Al-Ima>m Al-Bukhariy Fi Ta. hih Al-Aha>di. Wa TaAoli (Min Khila>l Al-Ja>miAo Al-S}ahi<. (Beirut: Da>r ibn H. zm, 2. , 312. Ibid. , 312 dan 321. Disarikan dari AoItr. Manhaj Al-Naqd Fim Al-Hadi>s\, 343. Nabawi - Volume 02 Nomor 02 Maret 2022 iC Bagan 5: diagnosa kritik struktur matan Pertanyaan Apakah terdapat perbedaan lafal pada beberapa versi riwayat? Apakah lafal hadis berbeda-beda tapi maksudnya sama? Apakah terdapat peringkasan dan pengurangan materi dari mayoritas Apakah ada kalimat sisipan yang tidak semakna dengan versi riwayat lain dan bukan gabungan dari beberapa hadis yang diriwayatkan dari guru yang sama? Apakah ada penambahan keterangan pada matan milik rawi yang tsiqqah? Apakah ada lafad yang letaknyanya dimajukan atau dimundurkan atau ditukar sehingga mengubah makna? Apakah ada perbedaan makna kata karena perbedaan titik atau bentuk huruf yang mempunyai kemiripan? Apakah ada perbedaan harakat yang menyebabkan perbedaan makna secara tidak disengaja? Apakah terdapat tanda-tanda yang menimbulkan dugaan kesalahan riwayat . pada matan? Apakah ada pertentangan antar riwayat rawi yang tidak dapat Iya/Ada Tidak Riwayat bil Riwayat bil makna yang Riwayat bi allaf. i Riwayat bil makna yang Talkhidatu maqlu>b almatn Mushahhaf Maqbul . Maqbul . Maqbul . Maqbul . Muharraf Maqbul . MaAolul Maqbul . lihat tabel Mu. tarrib, dan sya>dz Maqbul . Contoh Hadis Riwa>yat bi al-MaAona dengan ikhtilaf (Berbeda tapi tidak Bertentanga. Di bawah ini, contoh model tabel kritik matan untuk keperluan tersebut: 289 iC Maulanida & Farha Ae PENGGUNAAN I`TIBAR A UA AuA AABagan 6: kritik matan masyhur, aziz, dan gharil bi al-niyya>t terdiri dari empat klausa utama sehingga kolom matan ada empat. Kemudian beberapa riwayat dimasukkan dari kutubu sittah dan Musnad Ahmad. Klausa yang sama, diberi warna yang sama. Warna abu-abu terang dan abu-abu gelap untuk klausa yang muncul lebih dari tiga kali. Warna biru terang dan hijau terang untuk klausa yang muncul dua kali. Warna kuning, oranye terang dan oranye gelap untuk klausa yang muncul hanya satu kali. Jika terdapat riwayat yang memiliki klausa tidak lengkap, maka bagian klausa yang tidak ada, dikosongi dan diberi warna sesuai jumlah kemunculannya. Bagian bawah tabel dikhususkan untuk merangkum klausa yang sering muncul dan jarang muncul. Hasilnya, redaksi hadis yang menggunakan kata penegas innama disertai kata niat dalam bentuk plural dan tunggal (AcaiA/A )Na sUay caaiAadalah sama-sama masyhur. Redaksi hadis yang menggunakan kata amal dalam bentuk plural maupun tunggal dan tidak menggunakan kata penegas innama (AsUy caiA/A )sUayAadalah aziz . Redaksi hadis yang diawali oleh nida>Ao . pada masyarakat (A )a Ea sadalah riwayat yang asing . Dari perbedaan warna, diketahui bahwa hadis innama al-aAoma>l bi al-niya>t 19 varian klausa matan. Rinciannya: 5 klausa masyhur, 6 klausa aziz, 7 klausa gharib, dan 1 klausa berupa pembuangan kalimat. Matan yang kesemua bagiannya masyhur adalah riwayat Imam Muslim nomor 155. Imam NasaAoi nomor 3437, dan 3794. iC 292 Nabawi - Volume 02 Nomor 02 Maret 2022 Tidak ada matan dari kutubu sittah yang kesemua bagiannya gharib atau aziz. Hal ini menguatkan argumentasi Abu Syuhaib Auriwayat bi al-maAona pada hadis yang panjang adalah hanya satu, dua, atau tiga kalimat saja, jarang sekali terjadi riwa>yat bi al-maAona> pada setiap kalimat pada matanAy. 66 Contoh ini terbatas pada kutubu sittah. Bila batasan penelitian diperluas menjadi kutubu tisAoah atau lebih, status ke-masyhur-an matan hadis ini mungkin saja berubah. Dalam tabel ini, tidak ditemukan tanda-tanda ziya>datu tsiqqat, maqlu>b al-matn, mushahhaf, muharraf, maAolul, mungkar, mu. tarrib, dan sya>dz. Semua riwayat tidak mengandung tambahan Tidak ada kata dari klausa tertentu yang dipindah ke klausa yang lain. Tidak ada kata yang berbeda tapi mirip dari segi tulisan dan dapat dicurigai sebagai salah ketik/salah tulis. Dari tabel itu, juga tidak ditemukan lafal yang diharakati secara berbeda antar Disamping itu, tidak ada pertentangan makna antar riwayat dalam tabel, baik pertentangan matan antara sanad daif dan sahih, maupun antara hasan dan daif. Jadi, semua hadis ini maqbul. Gaya tabel di atas masih mempunyai kekurangan. Tabel itu tidak dapat mengakomodir hubungan antara rawi dan matan padahal rawi dan matan mempunyai korelasi yang lebih kuat daripada hubungan kualitas sanad . antaian raw. dengan matan. Matan murid bergantung pada matan gurunya. Masuk akal bila murid yang hafalannya kuat atau catatannya akurat, akan menyampaikan matan yang sama persis dengan gurunya. Sebaliknya, murid yang hafalannya tidak kuat atau catatannya tidak akurat akan berpotensi melakukan perubahan lafal pada matan gurunya. Disamping itu, guru yang menyampaikan hadis secara makna, akan membuat para muridnya meriwayatkan versi matan yang berbeda-beda. Ringkasnya, tabel Juynboll itu tidak dapat menunjukkan apakah guru atau muridnya menyampaikan hadis dengan riwayat bi al-maAona atau bi al-laf. Muhamad bin Muhamad bin Suwaylim Abu Syuhaib. DifaAo Aoan Al-Sunnah Wa Rad Syabah Al-Mustasyriqi>n Wa Al-Kutta>b Al-MuAoA>. iri>n (Kairo: MajmaAo al-Buhuts al-Islamiyyah, 1. 293 iC Maulanida & Farha Ae PENGGUNAAN I`TIBAR AAKekurangan itu menuntut pengembangan instumen penelitianAA AAsebagai berikut:AA AABagan 7: kritik matan riwayat bil ma'na AA AOOA a a a a AAuAA a a A OO U A bcA. A :A U OA AA67AA AiaI uOA A c uuAogAA AeaO A AcA a ea e a A a AU c A]MAE aA AUoi c Oa A c uc oAbAoa a GAc U aOA Ae aA a a AeA AeA AiaI c U. A Ao c U sAUAA a a a AeA AeA a AA a AALMAO Ue c A ogZA c sA AeaO a Ac aA AiaI c U. A A c eA AA68AA a AuA AEA AA AApAIA AEA AA AApAIA AEA AA AApAIA AEA AA AApAIA AALeAA AOA AALeAA AALeAA AALeAA AeaA A eU a aA AaEA AcA Aa aiA Aac aA a AaO au aa a a c e a s aa a aOA AaO a e a s a Aa aOA Aa aA a Aa aA A_A Ae a e ARAa en au eAa sA a auAA:AA a a A aa aA A a e a se A aA AA O aA a Aa A a a AA aO a aAUAA AA:AA AauA aA AALeAA Aa eaea a cA a Aa aA Aaua UaE ac aA a Aa aA AaO a e ARAa en au eAa sA aA Aa e a a aa a e a a aeAa aO sA Aa a aA a a ,AO a a'a e a se A a aua :a Aa a a eaA Aa au aA Aa aA Aa a aA Ae a e ARAa en au eAa sA a au a e a Ae a Aa aa a e aA A aeAa O au sA Aa a aA AeA Aa au a a'aA UAe a se A a aua :a Aa a a eaA Aa au aA Aa eaea a cA Aa aiA Aaua UaE ac aA a AaO a a c e a s aa a aOA a a Aa aA Ae a e ARAa en au eAa sA aA Aa aA a AA AA O a"A AauAA:AA a Aa a Aa UAeAa se a a a Aa aA AA aO au a a a aA Aaua :AA a Aa aA AaO a e ARAa en au eAa sA aA a Aa a e aa a a aA aAeAa aOA a a Ae a s aA ,AO a a'aAUAA a Aa aA Ae a se A a aua :a Aa a aA Aa a au e aA a a Aa aA Ae a e ARAa en au eAa sA aA a AA AA U OA Aaua :AA AaeAa se Aa a u a :a a a Aa a aA Aa a au e aA A!A a Aa aA AaO a e ARAa en au eAa sA aA a Aa a e aa a a aA aAea UA eOA a AeA Ae a sA Aa au a a'aAUAA a Aa aA Ae a se A a aua :a Aa a aA Aa a au e aA AA67AA A iau a s e Ea cu uu sUcA A EA UA so a AA69AA A scaA UA so a AA70AA Au Ec sA UA so a AA71AA A scaA UA so AuAA AA68AA AiCA AANabawi - Volume 02 Nomor 02 Maret 2022AA AA294AA Tabel ini terediri dari bagian atas untuk sanad dan bagian bawah untuk matan. Pembuatan tabel ketiga ini lebih rumit daripada tabel sebelumnya karena sanad yang sama, idealnya digabung tapi riwayat yang mirip harus disandingkan. Kemudian satu rawi (B) dapat memiliki dua versi riwayat. Salahsatu riwayat itu mungkin mirip dengan riwayat rawi A sedangkan riwayat satunya mirip dengan riwayat dari rawi F. Kemudian kata yang menjadikan riwayatnya berbeda dengan riwayat sebelahnya perlu ditebali untuk memudahkan Untuk mempersingkat analisa, penulis hanya mengambil masing-masing satu hadis sahih dari Imam Abi Daud. Imam Ibn Majah, dan Imam Ahmad serta dua hadis dari Imam Bukhari. Poin yang perlu diamati dalam model tabel ini adalah . persamaan rawi, . perbedaan/persamaan diksi dalam riwayat yang melalui rawi yang berbeda, dan . perbedaan/persamaan diksi dalam riwayat yang melalui rawi yang sama. Matan yang sama dan dari rawi yang berbeda diberi warna. Hal ini mengindikasikan bahwa mereka meriwayatkan bi al-laf. i dari gurunya. Sel/kotak yang tidak diwarnai, berarti riwa>yat bi al-MaAona>. Jika dua rawi yang bagian matannya sama, sudah warnai kemudian ada bagian lain yang sama, maka kotak gurunya diwarnai. Hasil analisa pertama, semua sanad menjadi satu pada Umar bin Khatta>b E Alqa>mah bin Waqqa>. E Muhammad bin Ibra>hi bin SaAoin al-. Sufya>n bin Uyaynah, dan al-Lai. Hasil analisa kedua, tiga rawi tersebut hanya meriwayatkan satu klausa dengan diksi yang sama, yakni klausa pertama ( ANa sUayA A)caaiA. Oleh karena itu, kalusa ini diduga kuat sebagai satu-satunya klausa yang diriwayatkan bi al-laf. i oleh Yahya bin SaAoi>d. Klausa sisanya, ia riwayatkan secara bi al-maAona> sehingga para muridnya memiliki diksi yang berbeda-beda. Hasil analisa ketiga. Murid-murid Sufyan bin Uyaynah tidak pernah meriwayatkan hadis ini dengan diksi yang sama. Hal ini berarti Sufyan bin Uyaynah terbiasa meriwayatkan hadis bi al-maAona. Akibatnya, persamaan diksi antara ia dengan Lai. pada klausa kedua (AO aa a s A ) a a au acy s e aAdan antara dia dengan Sufyan al295 iC Maulanida & Farha Ae PENGGUNAAN I`TIBAR . auri, tidak bisa dijadikan pegangan yang kuat untuk mencari lafal asli Setidaknya, riwayatnya bisa dijadikan penggugur kemungkinan Sufyan al-S. uri meriwayatkan klausa baris kedua ( AaO a e a sA A ) aa a aOAdengan riwa>yat bi al-laf. Hasil analisa ketiga. Imam Bukhari dan Imam Abi Daud meriwayatkan satu klausa dengan diksi yang sama dari gurunya, yakni Aa e aa a A a a a A A:Aa A aa a uAse u A aa enARa A) ae a eA. Hal ini klausa ketiga (UAA aO a a a aA a :AA a auAsa A a eA a AA OA menunjukkan bahwa Muhammad bin Ka. ir meriwayatkan hadis dari Sufyan al-S. uri dengan riwa>yat bi al-maAona> kecuali pada klausa itu. Analisa menggunakan tabel ini menunjukkan bahwa riwa>yat bi al-MaAona cenderung lebih banyak daripada riwa>yat bi al-laf. i, berbeda dengan analisa menggunakan tabel sebelumnya. Disamping itu, analisa menggunakan tabil ini memungkinkan peneliti untuk menunjukkan rawi mana yang memiliki riwa>yat bi al-laf. i dan klausa mana yang riwa>yat bi al-laf. i meskipun rawi itu biasa meriwayatkan hadis secara makna. Contoh Hadis Riwa>yat bi al-MaAona dengan TaAoa>rudh (Berbeda dan Bertentanga. Terdapat dua hadis dalam shahih Bukhari mengenai lalat. Hadis nomor 3320 menyebutkan bahwa penyakit berada pada salahsatu sayap lalat dan obat berada pada sayap/anggota lainnya. Kemudian hadis nomor 5782 menyebutkan kebalikannya, obat terdapat pada salahsatu sayap lalat dan penyakit ada pada sayap/anggota badan lainnya. Jika hadis ini dikaitkan dengan penelitian dari Australia72 dan penelitian dari Mesir73, maka riwayat nomor 5782 salah dan riwayat nomor 3320 benar karena memang yang Joanne Clarke. Michael Gillings, and Andrew Beattie. AuHypothesis Driven Drug Discovery,Ay Microbiology Australia 23, no. : 8Ae10, https://doi. org/10. 1071/MA02508. Rehab Eldesoukey and Rehab Mohammed Atta. AuMicrobiological Studies on Fly Wings (Musca Domestic. Where Disease and Treat,Ay World Journal of Medical Sciences . 486Ae89, https://doi. org/10. 5829/idosi. Nabawi - Volume 02 Nomor 02 Maret 2022 iC ada pada sayap kanan lalat dan badan larva lalat adalah antibiotik, bukan penyakit74. Dua penelitian tersebut dan penelitian semacamnya mengungkapakan adanya microbial . embunuh bakteri dan jamu. pada larva lalat,75 pupa lalat, dan lalat dewasa76. Setidaknya, terdapat 16 antimicrobial peptida pada lalat. 77 Sebagian antimicrobial peptida itu, berada pada permukaan tubuh larva lalat78 dan di dalam pencernaan lalat79. Adapun sayap lalat, tidak menghasilkan Masing-masing sayap membawa banyak bakteri. Namun, tidak semua bakteri adalah patogen . Sayap kiri dan kanan lalat memiliki bakteri simbion yang berbeda dan dapat menghasilkan antimikrob yang mampu membunuh bakteri patogen . pada salah satu sayap atau keduanya. Untuk mengetahui mana riwayat yang masih terjaga diksinya dan mana riwayat yang mengalami perubahan, maka dapat dilakukan kritik matan dan iAotibar sanad menggunakan tabel berikut: Ivena Claresta et al. AuThe Right-Wing of Fly (Musca Domestic. as a Neutralization of Drinks Contaminated by Microbe,Ay Journal of Nutritional Science and Vitaminology 66, no. Supplement . : S283Ae85, https://doi. org/10. 3177/JNSV. S283. Soon Ik Park. Byung Soo Chang, and Sung Moon Yoe. AuDetection of Antimicrobial Substances from Larvae of the Black Soldier Fly. Hermetia Illucens (Diptera: Stratiomyida. ,Ay Entomological Research 44, no. 2 (March 1, 2. : 58Ae64, https://doi. org/10. 1111/1748-5967. Clarke. Gillings, and Beattie. AuHypothesis Driven Drug Discovery,Ay 10. Jing Xia. Chaorong Ge, and Huaiying Yao. AuAntimicrobial Peptides from Black Soldier Fly (Hermetia Illucen. as Potential Antimicrobial Factors Representing an Alternative to Antibiotics in Livestock Farming,Ay Animals 2021. Vol. Page 1937 11, no. 7 (June 29, 2. : 1937, https://doi. org/10. 3390/ANI11071937. Park. Chang, and Yoe. AuDetection of Antimicrobial Substances from Larvae of the Black Soldier Fly. Hermetia Illucens (Diptera: Stratiomyida. Ay Muhammad Asril et al. AuTracking The Source of Antimicrobial Production From House Fly (Musca Domestic. : Right-Wing of Fly Or Gut System? - A Mini-Review,Ay Elkawnie: Journal of Islamic Science and Technology 7, no. (January 17, 2. : 225Ae38, https://doi. org/10. 22373/EKW. V7I2. Ibid, 225. 297 iC Maulanida & Farha Ae PENGGUNAAN I`TIBAR AABagan 8: kritik riwa>yat bi al-maAona dengan taAoa>rudhAA AA AssA a a A OO U A bcA. A :A U OA AUa a c aeu Ea ac aA a AUa s es a eoc aa cA a a a AaNc aes aA Ac aeuA A ayA Aes ai eA a Aaua UOA AAuAA a AcA AALMAoA AEa acA a a Aa sA A)usu(A A)A( XAA AnA a AU ac e a c aeu a a seuAa UA e a aca a a e sA AeA AaOA As ao eU ao aA A`a c aeu Ea saA AU ec a A Au a aa a ai c aeu aA AU e acia ec au a e sa UA e a aca a seA a A a a aiA Aa a a ec au aA Aa a s c aeu Uae auaA A syA Aac e a ec au a ai A AEae a a ec auA Aa e ac syA a AU eaA A A A`a aA AEa ac aa aeea a aA A aA AEae a a ec auA Aa e ac syA a AEae a a ec auA Aa e ac syA AEcA AsA a A ei aa auA a AuA AUiA Aa UA AeoA AEa ae aA Aec auA AUa sA AU ia auA a AEacaA Aauaa syA A a e aa au ec au aca syA a A a e aa auA a Aec auA a Aae sA A`aA AU ec a A a Aec au a e a a aiA a a a ec auA Aa e a sA AaN e aaUa ay ec au a eUi saA Aa e a a ec auA a a sA a e aciaA A aa e a ec auA AUa sA a AauA Acu sA AsoA a Aa aA AEae a a ec auA Aa e ac syA AAuAA AEae a a ec auA Aa e ac syA AAuAA AEae a a ec auA Aa e ac syA AAuAA AAiC 298AA AEae a a ec auA Aa e ac syA a AEae a a ec auA Aa e ac syA AAuAA AssA AssA AscaA a a a AANabawi - Volume 02 Nomor 02 Maret 2022AA AEae a a ec auA Aa e ac syA a AscaA Ascu aA AAuAA AAuuAA AuA AEA AA AApAIA AEA AA AApAIA AUca ANaas a a aOA Asca Aea aA AA aU a AEa a a au e Ea eA A aas ac aA Aae e a eaa eaA AaNasA AEa e a a AAUAA AUca AUca AUca ANaas a a aOA Asca Aea Na AEa a a au eAUAA ANaas a a aOA Asca Aea Na AEa a a au eA ANaas a a aOA Asca Aea Na AEa a a au eA a ANau s ac aA Aea Ea a aA a a e aA Aas UA ANaas a a aOA Asca Aea Na AEa a a au eA ANaas a a aOA Asca Aea Na AEa a a au eA ANaas a a aOA Asca Aea Na AEa a a au eA ANaas a a aOA AscaUA Aea Na AEa a a au eA AaeOau eaA AEa a aA a a e aA Aas UA Aaea eoa Aae e a eaa eaA AaeaA AesA a Aaiaa UA Aae e a eaa eaA Aae e a eaa eaA Aae e a eaa eaA Aae e a eaa eaA AAuAA a a a AUca A ao a ANaas aA AscaUA AeaA a A aas aA AEa a a au eA Aae e a eaa eaA Aau aA ANaas a a aOA Asca AeaA a A aas aA AEa a a au eA Aae e a eaa eaA ANaas a a aOA Asca AeaA a A aas aA AEa a a au eA Aae e a eaa eaA Aau aA ANaas a a aOA Asca Aea Na AEa a a au eA ANaas a a aOA Asca eaA A aas ac au eA Aae e a eaa eaA Aau aA Aae e a eaa eaA Aea aA AA ANa sUc e Ncs cu siy s o soA AA ANa UcA UAa uoai Us cu Uu so i AA . A u Ec a cu cau e suoai A UAay A :A O U soc Uu EcA Ae O Uu Ec Uu Ec e ea sA U scu Uu i ca sA ea Ua ua Uu Ec eA AA ANa UcA UAa uoai Us cu Uu i A Ea An so )iA u :AA( Uu scu Uu )iA ( :AUu soUoO eE u AnA A. iA ( :Aiau )iA ( :AUu scu Uu Uu UA . Auu uu iI so U iIa u e o EA . Aeu a e su sA AUaA. AA ANa UcA UAu c O soAaO cu uai Ec eA . AeOu uai o Eca eA AA uANa A UA uoaiA AA ANa A UAa uoai O a O uo O so Un cUoe UiA AA ANa A UAa uoaiA AA ANa A UAa uoaiA AA ANa Uc ua UcaA UAa uoai Us A . AeEa A UAoay scu e soa A :Ai e i N E U ea ou a u uA AeA e scu Uu soyA . AEa A UAeoay scu e soaA :Aeo i uu sa A UAu e i sca. AA299 iC Maulanida & Farha Ae PENGGUNAAN I`TIBARAA AEA AA AApAIA AEA AA AApAIA AaeOauA AEa a aA a a e aA Aas UA AEA AA uAApAIA AaeaA AesA a Aaiaa UA AEA AA AApAIA AEA AA AApAIA AeaA AaeaA AesA a Aaiaa UA Aa aN aA AaoaA Aac a aA As a ea aA AssA a Aae e a eaa eaA Aau aA AaeOau eaA AEa a aA a a e aA Aas UA AaeOau eaA AEa a aA a a e aA A aia UA a AaeaA AesA a Aaiaa UA AaNa aA AaoaA Aac a aA As a ea aA Ass aA Aae e a eaa eaA Aau aA Aa esA a Aas UA AaeOaas a a aOA Aea Na AEa a a au eA Ac aN aA a AaoaA Aaca a ea aA Ass aA Aae e a eaa eaA Au a ea a a Au a a a e a eUaA AaeOau eaA AEa a aA a a e aA Aas UA AaeOau eaA AEa a aA a a e aA Aas UA AaeOau eaA AEa a aA a a e aA Aas UA AaeOau eaA AEa a aA a a e aA Aas UA AaeOauA AEa a aA a a e aA Aas UA AaeaA AesA a A aas UA Aa esA a A aas UA AaeaA AesA a A aas UA AaeaA AesA a Aaiaa UA AaeaA AesA a Aaiaa UA AeaA Au a a a e a eUaA Au a A Aa a eA AA ae aA Au a A Aa a eA AA ae aA Au a A Aa a eA AA ae aA AeaA AeaA AaeOauA AEa a aA a a e aA A aia UA a AeaA AaeOauA AEa a aA a a e aA A aia UA a AaeOauA AEa a aA a a e aA Aas UA Aas a e aA Aaiaa UA AaeaA AesA a Aas UA AaeOauA ANae aA a a e aA Aas UA AaeaA AsA a Aas UA AADari tabel ini, diketahui ada lafad yang letaknyanya dimajukan atau ditukar sehingga mengubah makna,AA AAyakni pada riwayat Bukhari nomor 5782 dan Ahmad nomor 9168. Sanad keduanya bersambung ke Isma>AoirAA AAdari jalur yang berbeda tapi dengan diksi yang sama sehingga pilihan diksi ini memang milik Isma>Aoir. AAiC 300AA AANabawi - Volume 02 Nomor 02 Maret 2022AA AaeaA AesA a Aaiaa UA AeaA Dalam riwayat itu, seharusnya Isma>Aoir menyebut syifaAo . dulu, baru daAo . seperti dua teman seperguruannya (Muslim dan Sulaima. tapi ia justru menyebut daAo . dulu, baru syifaAo . Akhirnya, diketahui bahwa hadis riwayat Imam Bukhari nomor 5782 ini, . aAoil karena maqlu>b. Adapun hadis yang lebih shahih adalah hadis Imam Bukhari sebelumnya90, yakni nomor Perawi yang diduga tidak sengaja membalik urutan ini adalah Isma>Aoir. Sebatas jumlah riwayat yang disebut pada tabel, hadis riwayat Sahabat Abu Hurairah ini memiliki 6 klausa utama dengan 36 varian Rinciannya: 10 klausa masyhu>r, 4 klausa azir dan diduga diriwayatkan bi al-laf. i< adalah riwayat Imam al-Da>rimi< nomor 2082. Dalam tabel ini, ditemukan tanda-tanda ziya>datu tsiqqat berupa tambahan kata Auay au Apada klausa AuaA Ay ae e a eaa ea au Ayang dilakukan oleh Utbah bin Muslim yang tsiqqah. Tambahan itu hanya ditemukan pada sanad dengan kualitas sahih yang melaluinya. Terdapat maqlu>b almatn yang tidak mengubah makna pada riwayat Imam Ahmad nomor 8485 dan maqlu>b al-matn yang mengubah makna pada riwayat Bukhari nomor 5782 dan Ahmad nomor 9168. Selain itu, tidak ditemukan tanda-tanda mushahhaf, muharraf, mungkar, mu. tarrib, dan sya>dz dalam matan. Mungkin Imam Bukhari sengaja menyebutkan hadis ini diawal untuk mengisyaratkan bahwa urutan yang benar adalah urutan yang awal ini. Kemudian berubah terbalik di riwayat berikutnya. 301 iC Maulanida & Farha Ae PENGGUNAAN I`TIBAR KESIMPULAN Dari pelacakan kitab kuning, ditemukan bahwa kritik matan ulama salaf tidak hanya berupa perbandingan hadis yang Mereka membuat syarah untuk mukhtala>f wa musykil al-. adi>s, mengelompokkan hadis na>sikh-mansul, dan hadis yang terindikasi maw. uAo dari matan-nya. Para ulama salaf juga telah dapat menyebut rawi yang diduga melakukan perubahan pada matan sehingga menimbulkan pergeseran pemahaman hadis. Dari penyesuaian tabel Juynboll pada konsep kritik struktur matan ulama hadis, didapatkan dua model tabel untuk mencari riwayat yang masyhur, aziz, gharib baAod al-matn dan rawi yang melakukan riwaya>t bi al-maAona> dan mengakibatkan taAoa>ru. atau hanya mengakibatkan ikhtila>f. Nabawi - Volume 02 Nomor 02 Maret 2022 DAFTAR PUSTAKA