Vol. 3 No. 2 Edisi Mei 2023 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE SNOWBALL THROWING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA KELAS V SD NEGERI 101110 AEK BADAK KABUPATEN TAPANULI SELATAN Oleh : Heni Wahyuni1*. Sabri2. Khoiruddin Saleh Siregar3 1*,2,3 Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa. Institut Pendidikan Tapanuli Selatan *Email : heniwahyuni380@gmail. Received: 29 Juni 2022 Article history: Revised: 09 September 2022 Published: 20 Mei 2023 Accepted: 16 Mei 2023 Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa mata pelajaran IPA melalui model Snowball Throwing kelas V SD Negeri 101110 Aek Badak Kabupaten Tapanuli Selatan. Subjek penelitian siswa kelas IV SD Negeri 101110 Aek Badak Kabupaten Tapanuli Selatan. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian tindakan kelas. Teknik pengumpulan data melalui lembar soal tes dan lembar observasi aktivitas siswa dan guru. Berdasarkan hasil pengamatan observer aktivitas belajar siswa dan guru meningkat pada setiap siklusnya. Pada siklus I 77,77% aktivitas siswa dan 75% aktivitas Pada siklus II meningkat 86,11% aktivitas siswa dan 85% aktivitas guru. Hasil belajar siswa diukur melalui tes yang dilaksanakan pada setiap akhir siklus. Siklus I mencapai 58,82% atau 10 orang siswa sudah mencapai KKM 41,17% siswa yang belum mencapai KKM. Siklus II meningkat menjadi 90% atau 18 orang siswa sudah mencapai KKM 10% atau 2 orang siswa belum mencapai KKM. Peningkatan hasil belajar mencapai 31 %. Hal tersebut dapat membuktikan bahwa dengan menggunakan model pembelajaran Snowball Throwing dapat meningkatkan hasil belajar siswa pembelajaran IPA kelas IV SD Negeri 101110 Aek Badak Kabupaten Tapanuli Selatan . Kata kunci: Hasil Belajar. Model. Snowball Throwing. PENDAHULUAN Belajar adalah suatu aktivitas atau suatu proses untuk memperoleh pengetahuan, meningkatkan keterampilan, memperbaiki perilaku, sikap dan mengokohkan kepribadian. Dalam konteks menjadi tahu atau proses memperoleh pengetahuan, menurut pemahaman sains konvensional, kontak manusia dengan alam diistilahkan dengan pengalaman . Defenisi ini merupakan defenisi umum dalam pembelajaran sains secara konvensional, dan beranggapan bahwa pengetahuan sudah terserak dialam, tinggal bagaimana siswa atau pembelajar bereksplorasi, menggali dan menemukan kemudian memungutnya, untuk memperoleh pengetahuan. Pembelajaran merupakan suatu proses kegiatan belajar mengajar yang berkaitan dengan menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan efektif . Menurut UU Republik Indonesia no 20 tahun 2003 dalam Aprida . menyatakan pembelajaran adalah proses interaksi pendidik dan peserta didik dan sumber belajar yang berlangsung dalam suatu lingkungan belajar. Pembelajaran juga harus memberikan keteladanan, untuk tercapainya mutu pendidikan disekolah salah satunya dengan melakukan perbaikan proses belajar mengajar. Vol. 3 No. 2 Edisi Mei 2023 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang peneliti lakukan pada hari Selasa Tanggal 23 November 2021 dengan guru kelas V SD Negri 101110 Aek Badak yaitu ibu Syahriani Hasibuan. Pd. Dimana jumlah siswa kelas V sebanyak 26 siswa, 8 siswa laki Ae laki dan 18 siswa perempuan. Pada masa pandemi, kegiatan belajar mengajar masih seperti biasa, hanya saja jam masuk mata pelajaran dikurangi. Hari Senin sampai Kamis kegiatan belajar mengajar dimulai pada jam 08. 00 WIB 00 WIB. Sedangkan pada hari Jumat dan Sabtu kegiatan belajar mengajar dimulai pada jam 00 WIB sampai 10. 00 WIB. Selama proses belajar berlangsung, masih banyak siswa yang kurang aktif. Hal ini dapat dilihat ketika guru bertanya siswa hanya diam tanpa ada umpan balik. Saat guru memberikan tugas siswa malas dalam mengerjakannya. Penyampaian guru yang masih monoton membuat siswa merasa bosan, sehinga siswa membuat pekerjaannya sendiri dan mengganggu teman saat belajar. Selain itu, hasil belajar IPA siswa kelas V SDNegri 101110 Aek Badak masih belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Hal ini dibuktikan dengan nilai ulangan tengah semester siswa. Berikut rekapitulasi hasil belajar siswa materi IPA. Menurut Hilgard dalam Suyono . 0 :. , belajar adalah suatu proses dimana suatu perilaku muncul atau berubah karena adanya respon terhadap suatu situasi . adapun menurut Gagne dalam Suyono . mendefenisikan belajar adalah suatu proses dimana suatu organisme berubah perilakunya sebagai akibat dari pengalaman . Menurut Skinner dalam Dimyati . , belajar adalah suatu perilaku. Pada saat orang belajar, maka responnya menjadi lebih baik. Sebaliknya, bila ia tidak belajar maka responnya menurun. Menurut Illeris dalam Suyono . menyatakan bahwa belajar adalah suatu proses yang membawa bersamaa Ae sama pengaruh dan pengalaman kognitif, emosional dan lingkungan untuk memperoleh, meningkatkan atau membuat perubahan didalam pengetahuan, keterampilan, nilai Ae nilai dan cara pandang ( word views ) dari seseorang. Pembelajaran merupakan suatu proses kegiatan belajar mengajar yang berkaitan dengan menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan efektif . Menurut UU Republik Indonesia no 20 tahun 2003 dalam Aprida . menyatakan pembelajaran adalah proses interaksi pendidik dan peserta didik dan sumber belajar yang berlangsung dalam suatu lingkungan belajar. Pembelajaran juga harus memberikan keteladanan, untuk tercapainya mutu pendidikan disekolah salah satunya dengan melakukan perbaikan proses belajar mengajar. Dapat disimpulkan bahwa belajar adalah suatu aktivitas yang dilakukan seseorang dengan sengaja dalam keadaan sadar untuk memperoleh suatu konsep, pemahaman dan pengetahuan baru sehingga memungkinkan seseorang terjadinya perubahan perilaku yang relatif tetap baikdalam berpikir, merasa maupun dalam bertindak. Hasil belajar adalah perubahan yang terjadi pada diri siswa, baik menyangkut aspek kognitif, afektif dan psikomotorik sebagai hasil dari kegiatan belajar. Menurut Sinar . hasil belajar merupakan prestasi yang dicapai setelah siswa menyelesaikan sejumlah materi dalam pelajaran. Menurut Gagne dalam Purwanto . hasil belajar adalah terbentuknya konsep, yaitu kategori yang kita berikan pada sitimulus yang ada dilingkungan, yang menyediakan skema yang terorganisasi untuk mengasimilasi stimulus Ae stimulus baru dan menentukan hubungan didalam dan diantara kategori Ae kategori. Menurut Suprijono Agus dalam Lisnasari . hasil belajar merupakan perubahan perilaku secera keseluruhan bukan hanya salah satu aspek potensi kemanusiaan saja. Artinya dari hasil belajar yang diperoleh oleh siswa harus mencakup segala aspek yang diajarkan oleh pendidik, baik aspek kognitif, afektif dan psikomotor siswa. Dari beberapa pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa hasil belajar adalah kemampuan yang diperoleh siswa setelah melalui kegitan belajar dengan sungguh Ae sungguh, hasil belajar tampak terjadinya perubahan tingkah laku pada siswa baik yang menyangkut aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik dan kemusian dinyatakan dalam bentuk skor setelah diadakan evaluasi dari materi yang telah diberikan. Menurut Purwanto . proses belajar melibatkan tiga aspek yaitu : Vol. 3 No. 2 Edisi Mei 2023 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. Belajar kognitif, prosesnya mengakibatkan perubahan dalam aspek kemampuan berpikir . Belajar afektif mengakibatkan perubahan dalam aspek kemampuan merasakan . Belajar psikomotorik memberikan hasil belajar berupa keterampilan . Menurut Bloom dalam Suprijono . secara garis besar membagi hasil belajar menjadi tiga ranah yaitu: Ranah kognitif berkenaan dengan hasil belajar intelektual yang terdiri dari enam aplikasi , analisis, sintesis dan evaluasi Ranah afektif berkenaan dengan hasil belajar intelektual terdiri dari lima aspek yaitu penerimaan, jawaban, penilaian, organisasi, internalisasi Ranah psikomotorik berkenaan dengan hasil belajar keterampilan dan kemampuan Sedangkan menurut Purwanto. 0:50-. hasil belajar dibagi menjadi tiga bagian yaitu: Hasil belajar kognitif adalah perubahan perilaku yang terjadi dalam kawasan kognisi terdapat enam tingkat adalah hafalan (C. , pemahaman (C. , penerapan (C. , analisis(C. , sintesis(C. , dan evaluasi (C. Hasil belajar psikomotorik disusun dalam urutan mulai dari yang paling rendah dan sederhana sampai yang paling tinggi dan kompleks. dapat diklasifikasikan menjadi enam : gerakan refleks, gerakan fundamental dasar, keampuan perseptual , kemampuan fisis, ini merupakan kemampuan memnggil kembali fakta yang isimpan dalam otak digunakan untuk merespon suatu Hasil belajar afektif menjadi lima tingkat yaitu penerimaan, partisipasi, penilaian, organisasi, dan internalisasi. Dari beberapa pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa hasil belajar adalah kemampuan yang diperoleh siswa setelah melalui kegitan belajar dengan sungguh Ae sungguh, hasil belajar tampak terjadinya perubahan tingkah laku pada siswa baik yang menyangkut aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik dan kemusian dinyatakan dalam bentuk skor setelah diadakan evaluasi dari materi yang telah diberikan Macam- Macam Hasil Belajar Pemahaman Konsep Pemahaman adalah kemampuan seseorang untuk memahami atau mengetahui sesuatu dan setelah itu dapat dipahami dan diketahui. Pemahaman menurut Bloom dalam Susanto . diartikan sebagai kemampuan untuk menyerap arti dari materi atau bahan yang dipelajari. Pemahaman menurut Bloom ini adalah seberapa besar siswa mampu menerima, menyerap, dan memahami pelajaran yang diberikan oleh guru kepada siswa, atau sejauh mana siswa dapat memahami serta mengerti apa yang ia baca, yang dilihat, yang dialami, atau yang dirasakan berupa hasil penelitian atau observasi langsung yang dilakukan. Keterampilan proses adalah keterampilan untuk membangun atau meningkatkan konsep dan prinsip yang telah ada. Usman dalam Susanto . mengemukakan bahwa Au keterampilan proses merupakan keterampilan yang mengarah kepada pembangunan Menurut Indrawati dalam Susanto. merumuskan bahwa keterampilan proses merupakan Au keseluruhan keterampilan ilmiah yang terarah yang dapat digunakan untuk menemukan suatu konsep atau prinsip ataupun teori, untuk melakukan penyangkalan terhadap suatu penemuanAy. Sikap adalah ekpresi perasaan seseorang suka atau tidaknya tehadap sesuatu. Sikap seseorang akan mempengarui tindakan yang akan dilakukan. Menurut Lange dalam Susanto. sikap tidak hanya merupakan aspek mental sementara, melainkan mencakup pula spek respon fisik. Jadi sikap ini harus ada kekompakan antara mental dan fisik secara serempak. Selanjutnya Azwar mengungkapkan tentang struktur sikap terdiri atas 3 komponen yang saling menunjang, yaitu: komponen kognitif, afektif dan kognitif. Vol. 3 No. 2 Edisi Mei 2023 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. Faktor Ae faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa adalah minat belajar, motivasi untuk belajar dan kondisi fisik pada siswa. Pendapat yang senada dikemukakan oleh Wasliman . Auhasil belajar yang dicapai peserta didik merupakan hasil interaksi antara berbagai faktor yang mempengaruhi , baik faktor internal maupun faktor eksternal. Ay Secara terperinci, uraian mengenai faktor Ae faktor internal dan faktor eksternal , sebagai berikut : Faktor internal merupakan faktor yang bersumber dari dalam diri peserta didik yang mempengaruhi kemampuan belajarnya. Faktor internal ini meliputi : kecerdasan, minat dan perhatian, motivasi belajar, ketekunan, sikap, kebiasaan belajar, serta kondisi fisik dan kesehatan. Faktor Eksternal Faktor yang berasal dari luar diri peserta didik yang mempengaruhi hasil belajar yaitu keluarga, sekolah dan masyarakat. Keadaan keluarga berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Keluarga yang morat Ae marit keadaan ekonominya, pertengkaran suami istri, perhatian orangtua yang kurang terhadap anaknya, serta kebiasaan sehari Aehari yang kurang baik sari orangtua dalam kehidupan sehari Ae hari berpengaruh dalam hasil belajar peserta didik. Model Snowball Throwing merupakan model pembelajaran yang dapat menggali potensi kepemimpinan perserta didik dalam kelompok dan ketrampilan membuat dan menjawab pertanyaan yang dipadukan melalui suatu permainan imajinatif Shoimin . 4: . ,mengatakan bahwa AuModel Pembelajaran Snowball Throwing Merupakan pengembangan dari model pembelajaran diskusi untuk merupakan bagian dari model pembelajaran kooperatif. Hanya saja pada model ini, kegiatan belajar diatur sedemikian rupa sehingga proses belajar mengajar dapat berlangsung lebih menyenangkan. Sedangkan menurut Kurniasih dan Sani . 0: . , mengemukakan bahwa Model pembelajaran Snowball Throwing ( bola salju berguli. merupakan model pembelajaran dengan menggunakan bola pertanyaan dari kertas yang digulung bulat berbentuk bola kemudian dilemparkan secara bergiliran diantara sesama anggota kelompok . Pada prinsipnya, model ini memadukan pendekatan komunikatif, integratif, dan keterampilan proses. Istirani . Model pembelajaran Snowball Throwing merupakan rangkaian penyajian materi ajar yang diawali dengan penyampaian materi, lalu mebentuk kelompokdan ketua kelompoknya yang kemudian masing Ae masing ketua kelompok kembali kekelompoknya masing Ae masing, kemudian menjelaskan materi yang disampaikan oleh guru kepada temannya serta dilanjutkan dengan masing Ae masing peserta didik diberi satu lembar kertas,untuk enuliskan satu pertanyaan apa saja yang menyangkut materi yang sudah dijelaskan oleh ketua kelompok. Menurut Suprijono dalam Refo . mengatakan bahwaAumodel pembelajaran Snowball Throwing melatih siswa untuk lebih tanggap menerima pesan dari kelompok lain dalam bentuk bola salju yang terbuat dari kertas dan menyampaikan pesan tersebut kepada temannya dalam satu kelompok Au. Dari beberapa pendapat diatas dapat disimpulkan yang dimaksud dengan model pembelajaran Snowball Throwing adalah model pembelajaran berkelompok dengan menggunakan kertas yang digulung berbentuk bola dan dimana dalam model pembelajaran ini guru pertama menjelaskan tujuan pembelajaran dan materi pembelajaran. Adapun langkah Ae langkah model pembelajaran Snowball Throwing menurut Shoimin . yaitu sebagai berikut : Menyampaikan seluruh tujuan dalam pembelajaran dan memotivasi siswa. Menyajikan informasi tentang materi pembelajaran siswa. Memberikan informasi kepada siswa tentang prosedur pelaksanaan pembelajaransnowball Membagi siswa kedalam kelompok Ae kelompok belajar yang terdiri dari 7 orang siswa. Memanggil ketua kelompok dan menjelaskan materi serta pembagian tugas kelompok. Meminta ketua kelompok kembali ke kelompok masing Ae masing untuk mendiskusikan tugas yang diberikan guru dengan anggota kelompok. Memberikan selembar kertas kepada setiap kelompok dan meminta kelompok tersebut menulis pertanyaan sesuai dengan materi yang dijelaskan guru. Vol. 3 No. 2 Edisi Mei 2023 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. Meminta setiap kelompok untuk menggulung dan melemparkan pertanyaan yang telah ditulis pada kertas kepadakelompok lain. Meminta setiap kelompok menuliskan jawaban atas pertanyaan yang didapatkan dari kelompok lain pada kertas kerja tersebut. Guru meminta setiap kelompok untuk membacakan jawaban atas pertanyaan yang diterima dari kelompok lain. Dari banyaknya model pembelajaran yang diterapkan oleh guru, semua model pembelajaran memiliki kelebihan dan kelemahan , begitu juga dengan model pembelajaran Snowball Throwing. Menurut Shoimin . mengatakan kelebihan model pembelajaran Snowball Throwing adalah sebagai berikut Suasana pembelajaran menjadi menyenangkan karna siswa seperti bermain dengan melempar bola kertas kepada kepada siswa lain. Siswa mendapat kesempatan untuk mengembangkan kemampuan berpikir karna diberi kesempatan untuk membuat soal dan diberikan pada siswa lain. Membuat siswa siap dengan berbagai kemungkinan karena siswa tidak tahu soal yang dibuat temannya seperti apa. Siswa terlibat aktif dalam pembelajaran. Pendidik tidak terlalau repot membuat media karna siswa terjun langsung dalam praktik. Pembelajaran menjadi lebih efektif. Ketiga aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik dapat tercapai. Sedangkan kelemahannya yaitu Sangat bergantung pada kemampuan siswa dalam memahami materi sehingga apa yang dikuasai siswa hanya sedikit. Tidak ada kuis individu maupun penghargaan kelompok sehingga siswa saat berkelompok kurang termotivasi untuk bekerja sama. Memerlukan waktu yang panjang. Murid yang nakal cendrung membuat onar. Kelas sering kali gaduh karena kelompok dibuat oleh siswa METODOLOGI PENELITIAN Adapun lokasi penelitian yang akan dilaksanakan peneliti yaitu di SD Negeri 101110 Aek Badak. Tepatnya berada di Desa Aek Badak Julu Kecamatan Sayur Matinggi perbatasan Tapanuli Selatan dengan Mandailing Natal Jalan Lintas Sumatera. Kecamatan Sayur Matinggi. Kabupaten Tapanuli Selatan. Karena peneliti menemukan adanya masalah di lokasi tersebut, sehingga memudahkan dalam mencari data, peluang waktu yang luas, dan subjeck penelitian yang sangat sesuai dengan profesi Penelitian akan dilaksanakan pada semester genap yaitu pada bulan Maret - Mei tahun ajaran 2021/2022. Waktu yang ditetapkan ini dipergunakan untuk mengambil data, pengolahan data, hasil penelitian dan sampai pada pelaksanaan tindakan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri 101110 Aek Badak tahun ajaran 2021/2022. Jumlah siswa 26 orang. Dengan laki Ae laki 8 orang dan perempuan 18 orang pada semester II di SD Negeri 101110 Aek Badak Kabupaten Tapanuli Selatan. Objek penelitian yang peneliti laksanakan adalah tentang peningkatan hasil belajar pada pelajaran IPA materi jenis makanan hewan kelas V SD Negeri 101110 Aek Badak Kabupaten Tapanuli Selatan dengan menggunakan model pembelajaran Snowbal Throwing. Penelitian kelas merupakan suatu pencermatan terhadap kegiatan belajar berupa sebuah tindakan, yang sengaja dimunculkan dan terjadi dalam kelas secaraJenis penelitian ini meliputi kegiatan pelaksanaan penelitian tindakan kelas secara bersamaan. Penelitian tindakan kelas meliputi empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembaran observasi dan soal tes Adapun cara menganalisis data observasi, tes dan angket untuk mengetahui peningkatatan hasil belajar siswa secara Vol. 3 No. 2 Edisi Mei 2023 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. individu untuk siswa dan guru dilakukan dengan menggunakan perhitungan menurut (Purwanto 2009:. Aktivitas = skor yang diperoleh X 100 Skor maksimum Sedangkan untuk mengukur tingkat presentase hasil belajar siswa secara klasikal digunakan rumus sebagai berikut : Dengan rumus : P = F X 100 % (Sudijono,2004:. Keterangan : P = Deskriptif persentase F = Jumlah skor yang diperoleh N = nilai maksimal Kriteria taraf keberhasilan ditentukan menurut Arikunto dalam Wiyoko . sebagai 81%-100% :Sangat Baik 61%-80% :Baik 41%-60% :Cukup 21%-40% :Kurang <20% : Kurang seklai Indikator keberhasilan untuk aktivitas dan hasil belajar siswa secara klasikal adalah 75% . rata Ae rata aktivitas dan hasil belajar siswa telah mencapai Ou 75% berarti aktivitas dan hasil belajar siswa sudah berhasil HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Deskripsi Data Pelaksanaan Siklus I Pelaksanaan penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri 101110 Aek Badak Kabupaten Tapanuli Selatan. Penelitian ini terdiri atas dua siklus dengan setiap siklusnya dilaksanakan 1 kali pertemuan dengan alokasi waktu 2 x 35 menit. Pada materi pengelompokan hewan berdasarkan jenis makanannya untuk meningkatkan hasil belajar siswa di kelas V dengan menggunakan model pembelajaran Snowball Throwing. setiap siklus akan diketahui apakah dengan menggunakan model pembelajaran Snowball Throwing dapat meningkatkan hasil belajar siswa atau tidak melalui tes yang digunakan oleh peneliti, sedangkan untuk keaktifan siswa diukur dengan lembar observasi siswa dan guru. Adapun target yang ingin dicapai oleh peneliti saat melaksanakan siklus apabila aktivitas guru dan aktivitas belajar siswa telah mencapai 80 %, sedangkan untuk hasil belajar telah mencapai 80 % . Maka dari itu, dalam setiap siklusnya peneliti menggunakan tahapan penelitian tindakan kelas (PTK). Siklus I merupakan Pembelajaran dengan materi Jenis Makanan Hewan menggunakan model pembelajaran Snowball Throwing . Siklus I dilaksanakan selama 1 jam pelajaran di kelas V SD Negeri 101110 Aek Badak Kabupaten Tapanuli Selatan. Pada siklus I dilaksanakan pada hari selasa tanggal 29 Maret dan 30 sedangkan siklus II dilaksanakan pada hari kamis 31 Maret dan Sabtu 16 April 2022. Sebelum pembelajaran dimulai peneliti membuat rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) Materi Jenis Makanan Hewan dengan menggunakan model pembelajaran Snowball Throwing dan instrumen tes penilaian dan lembar aktivitas siswa dan guru. Hasil Observasi Guru Lembar observasi ini bertujuan untuk melihat sejauh mana pemahaman dan aktivitas peneliti saat melaksanakan pembelajaran dikelas. Berikut hasil pengamatan observer terhadap guru. Vol. 3 No. 2 Edisi Mei 2023 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. Tabel 1. Rekapitulasi Hasil Pengamatan Observasi Guru Skor Persentasi Kriteria 68,33% Cukup Dari ke 5 aspek kegiatan peneliti yang diamati pada siklus I, peneliti mencapai 41 skor dengan persentase 68,33%. Hasil Observasi Siswa Keberhasilan pembelajaran bukan hanya berpusat pada guru saja, aktivitas siswa juga sangat berpengaruh terhadap peningkatan hasil belajar. Berdasarkan hasil pengamatan observer, berikut hasil yang diperoleh peneliti. Tabel 2. Rekapitulasi Hasil Pengamatan Observasi Siswa Skor Persentasi Kriteria 66,66% Cukup Hasil Belajar Meningkatnya hasil belajar siswa dapat diukur dengan melakukan tes. Tes dilaksanakan pada akhir tindakan pada pertemuan 2. Tes terdiri dari 10 soal pilihan ganda dan 5 soal essay. Berikut rekapitulasi hasil belajar siswa pada siklus I. Tabel 3. Rekapitulasi hasil belajar siklus I KKM Tuntas Persentase Tidak Persentase Tuntas Berdasarkan tabel diatas, dapat dilihat hasil belajar siswa mencapai 60 % atau 12 siswa. Sedangkan siswa yang belum mencapai KKM 40 % atau 8 siswa. Hasil Penelitian Deskripsi Data Pelaksanaan Siklus II Siklus II dilaksanakan pada hari jumat, 31 Maret 2022. Hasil Observasi Guru Lembar observasi ini bertujuan untuk melihat sejauh mana keaktifan peneliti selama proses pembelajaran berlangsung. Berikut hasil pengamatan observer terhadap aktivitas peneliti selama siklus berlangsung. Tabel 4. Rekapitulasi Hasil Pengamatan Observasi Guru Skor Persentasi 86,66% Kriteria Sangat Baik Gambar 2. Diagram Perbandingan Aktivitas Guru Dari aspek 5 kegiatan peneliti yang diamati pada siklus II, peneliti mencapai 52 skor dengan persentase 86,66%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pada siklus II terlihat bahwa aktivitas Vol. 3 No. 2 Edisi Mei 2023 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. peneliti sudah tergolong sangat baik, secara indikator kinerja hasil tersebut sudah dikategorikan berhasil karena sudah mencapai kriteria indikator kinerja . %) Hasil Observasi Siswa Lembar observasi siswa bertujuan untuk melihat sejauh mana aktifitas siswa saat mengikuti Berikut hasil pengamatan observer terhadap aktivitas siswa. Tabel 5. Rekapitulasi Hasil Pengamatan Observasi Siswa Skor Persentasi Kriteria 86,66% Sangat Baik Hasil Belajar Meningkatnya hasil belajar siswa dapat diukur dengan melakukan tes. Tes dilaksanakan pada akhir tindakan pada pertemuan 2. Tes terdiri dari 10 soal pilihan ganda dan 5 soal essay. Berikut rekapitulasi hasil belajar siswa pada siklus I. Tabel 6. Rekapitulasi hasil belajar siklus I KKM Tuntas Persentase Tidak Persentase Tuntas Berdasarkan tabel diatas, dapat dilihat hasil belajar siswa mencapai 88 % atau 22 siswa. Sedangkan siswa yang belum mencapai KKM 12 % atau 3 siswa. Tuntas Tidak Tuntas Gambar 3. Hasil Belajar Siswa Kelas V Siklus II Dari gambar 4 di atas pada siklus II dapat dilihat hasil belajar siswa pada kelas V yang telah berhasil yaitu sebesar 88% siswa yang tuntas 22 orang dinyatakan tuntas dan 4 orang atau 12% dinyatakan tidak tuntas, untuk itu penelitian dinyatakan telah memenuhi ketentuan yaitu rata Ae rata diatas kriteria ketuntasan minimal KKM 75, maka penelitian diberhentikan. Berikut perbandingan hasil siswa siklus I dan siklus II. Tabel 7. Perbandingan Hasil Belajar Siswa Siklus I dan Siklus II Pelak Siklus Siklus Tunt Tidak Siswa Hadir Vol. 3 No. 2 Edisi Mei 2023 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. siklus II Gambar 4. Perbandingan Hasil Belajar Siswa Pada Siklus 1 Dan Siklus II SIMPULAN Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan pada siswa kelas V SD Negeri 101110 Aek Badak Kabupaten Tapanuli Selatan tahun ajaran 2022/2023, maka dapat disimpulkan: Bahwa pembelajaran materi jenis makanan hewan menggunakan model pembelajaran Snowball Throwing terbukti dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SD Negeri 101110 Aek Badak Kabupaten Tapanuli Selatan Tahun ajaran 2022/2023, ini dapat dilihat dari hasil belajar siswa yang meningkat pada saat proses belajar mengajar juga ketika mengerjakan tes yang diberikan peneliti. Langkah Ae langkah pembelajaran model Snowball Throwing dapat meningkatkan hasil belajar siswa dimana siswa diajak aktif dan berperan dalam pembelajaran ,belajar bukan hanya tentang mendengarkan ceramah namun belajar juga bisa melalui model yang menyenangkan dengan konsep teori dapat tersampaikan dengan baik Memberikan kesempatan kepada masing- masing anak untuk mengeluarkan pendapat mengenai materi jenis makanan hewan dalam waktu tertentu dan setelah melakukan Snowball Throwing ,anak diberi kesempatan bertanya jawab . Peneliti memfasilitasi , mendorong dan membantu anak bertanya yang relevan dan menjawabnya dengan relevan pula. Peningkatan hasil belajar siswa dapat dilihat pada studi awal yang tuntas hanya 10 siswa . ,46%) yang tuntas dari 26 siswa, siklus I 10 orang siswa . ,82%) yang tuntas dari 17 siswa yang hadir, siklus II 22 . %) yang tuntas dari 25 siswa yang berhadir . DAFTAR PUSTAKA