JURNAL BISNIS DAN AKUNTANSI Vol. No. Desember 2018. Hlm. Akreditasi Sinta3 SK No. 23/E/KPT/2019 ISSN: 1410 - 9875 http://jurnaltsm. id/index. php/JBA FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI MANAJEMEN LABA PADA PERUSAHAAN NONKEUANGAN PUBLIK BINO SULAKSONO STIE Trisakti bino@dosen. Abstract: The objective of this research is to analyze factors influencing earnings management on non-financial companies listed in Indonesia Stock Exchange. Those factors are managerial ownership, institutional ownership, profitability, financial leverage, firm size, independent commissioners, board of director, and operating cash flow. Population of this research is non-financial companies which are consistenly listed in Indonesia Stock Exchange from 2013 to 2016. The period of this study is 2014 until 2016. Samples were selected using purposive sampling method, in which only 84 of listed non-financial companies in Indonesia Stock Exchange that meet the sampling criteria, resulting 252 observations used in this research. The hyphotesis tested by using multiple regression The empirical findings indicated that profitability, and operating cash flow had influence on earnings management, whereas managerial ownership, institutional ownership, financial leverage, firm size, independent commissioners and board of director had no influence on earnings management. Keywords: Earnings management, profitability, operating cash flow, firm size, institutional ownership, board of director. Abstrak: Tujuan penelitian adalah untuk menganalisa faktor-faktor yang memengaruhi manajemen laba pada perusahaan non-keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Faktor-faktor tersebut yaitu kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, profitabilitas, financial leverage, ukuran perusahaan, dewan komisaris independen, dewan direksi, dan arus kas operasional. Populasi dari penelitian ini adalah perusahaan nonkeuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia berturut-turut selama tahun 2013 sampai 2016. Periode penelitian tahun 2014 sampai 2016. Sampel dipilih dengan menggunakan purposive sampling method, dimana hanya 84 perusahaan non-keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia yang memenuhi kriteria pemilihan sampel sehingga terdapat 252 data yang digunakan dalam penelitian ini. Hipotesis diuji menggunakan model regresi berganda. Hasil empiris mengindikasikan bahwa profitabilitas dan arus kas operasional memiliki pengaruh terhadap manajemen laba, sedangkan kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, financial leverage, ukuran perusahaan, dewan komisaris independen, dan dewan direksi tidak memiliki pengaruh terhadap manajemen laba. Kata kunci: Manajemen laba, profitabilitas, arus kas operasional, ukuran perusahaan, kepemilikan institusional, dewan direksi. PENDAHULUAN usaha yang meningkat pesat dan situasi perekonomian negara yang tidak menentu. Hal tersebut mendorong manajemen perusahaan untuk bekerja lebih efektif dan efisien agar Perusahaan pada era globalisasi saat ini menghadapi perkembangan dalam dunia Jurnal Bisnis Dan Akuntansi. Vol. No. perusahaan mampu menjaga aktifitas operasionalnya yang merupakan tujuan Langkah yang dapat dilakukan oleh perusahaan untuk mencapai tujuannya yaitu dengan memanfaatkan sumber daya dengan baik dan pengelolaan yang tepat atas keuangan perusahaan serta meningkatkan kinerja manajemen untuk mendapatkan hasil yang optimal bagi perusahaan. Informasi laba merupakan informasi yang penting sebagai dasar dalam pengambilan keputusan serta dasar dalam peramalan. Kecenderungan pada informasi laba tersebut, mendorong pihak mengendalikan labanya sebesar mungkin. Meningkatkan kepercayaan pemegang saham, memperbaiki hubungan dengan pihak kreditor dan menarik investor untuk menanamkan modalnya pada perusahaan merupakan hal yang memotivasi pihak manajemen perusahaan untuk melakukan manajemen laba. Fenomena manajemen laba menarik perhatian publik dalam salah satu kasus yang pernah terjadi di Indonesia. BEI menemukan laporan keuangan PT Inovisi Infracom Tbk mengalami salah saji pada periode September Inovisi mengakui laba bersih per saham berdasarkan laba periode berjalan. Praktik ini membuat laba bersih per saham INVS tampak lebih besar (Suhendra 2. Kasus ini mendorong para peneliti untuk meneliti mengenai manajemen laba. Hasil penelitian yang beragam membuat peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan topik manajemen Tujuan penelitian ini adalah untuk institusional, profitabilitas, financial leverage, ukuran perusahaan, dewan komisaris independen, dewan direksi dan arus kas operasional terhadap manajemen laba. Teori Keagenan Suatu hubungan keagenan timbul karena adanya suatu kontrak dimana kontrak tersebut berisikan satu atau lebih orang Desember 2018 . yang memerintah orang lain . Agent diberikan wewenang dalam pengambilan Principal ingin agen bekerja untuk keuntungan untuk dirinya sendiri (Jensen dan Meckling 1. Nariastiti dan Ratnadi . , menyatakan bahwa manajer memberikan informasi kepada pemilik perusahaan yang tidak sesuai dengan keadaan yang sebenarnya, kesenjangan atas informasi antara principal dan agent disebut sebagai asimetri informasi. Hal ini disebabkan manajer memiliki lebih banyak informasi daripada pemegang saham karena manajer yang mengelola perusahaan. Perbedaan kepentingan antara principal dan agen mendorong pihak pemilik perusahaan untuk melakukan pengawasan yang bertujuan untuk memastikan bahwa manajemen telah bertindak sesuai dengan tujuan perusahaan. Pengawasan yang dilakukan pemilik dapat menyebabkan munculnya suatu biaya yaitu biaya keagenen . gency cos. , dimana biaya ini akan ditanggung oleh pemilik (Gitman dan Zutter, 2015: . Menurut Jensen dan Meckling . , terdapat 3 macam biaya dari biaya keagenan, yaitu: . Biaya monitor, . Biaya mengikat, . Kerugian residual. Kepemilikan Manajerial dan Manajemen Laba Kepemilikan kepemilikan saham yang dimiliki oleh pihak . manajemen persahaan yaitu, manajer, komisaris, dan direksi (Arifin dan Destriana Menurut Jensen dan Meckling . , kepemilikan manajerial berhasil menjadi suatu mekanisme yang dapat mengurangi masalah keagenan dengan menyelaraskan kepentingan pemilik dan manajemen. Kepemilikan manajerial membuat manajer memiliki rasa tanggung jawab yang lebih, karena turut berperan sebagai pemilik perusahaan. Hipotesis yang dibangun berdasarkan penjelasan diatas yaitu: H1 Kepemilikan manajerial berpengaruh terhadap manajemen laba. ISSN: 1410 Ae 9875 Kepemilikan Institusional dan Manajemen Laba Kepemilikan kepemilikan saham yang dimiliki oleh pihak institusional yaitu pihak eksternal, seperti perusahaan investasi, bank, perusahaan asuransi dan lembaga lain (Aygun et al. Kepemilikan institusional dapat digunakan sebagai salah satu cara untuk meningkatkan pengawasan yang optimal pada tingkah laku manajer perusahaan. Institusi keuangan dinilai sebagai pihak yang berkompeten, karena memiliki akses yang lebih luas untuk memperoleh informasi keuangan perusahaan daripada investor individu, dengan demikian akan membuat pihak manajemen sulit untuk melakukan manajemen laba (Susanto 2. Hipotesis yang dibangun berdasarkan penjelasan diatas yaitu: H2 Kepemilikan institusional berpengaruh terhadap manajemen laba. Profitabilitas dan Manajemen Laba Profitabilitas merupakan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba yang diperoleh dari aktiva atau modal yang dimiliki perusahaan (Arifin dan Destriana 2. Laba merupakan salah satu faktor penting yang dapat memengaruhi tindakan manajemen laba, karena laba akan menjadi dasar penilaian terhadap kinerja manajemen secara keseluruhan di suatu Laba yang dihasilkan selama suatu periode dapat menjadi indikator terjadinya manajemen laba yang dilakukan oleh manajemen untuk memanipulasi laporan keuangan perusahaan (Arifin dan Destriana Hipotesis yang dibangun berdasarkan penjelasan diatas yaitu: H3 Profitabilitas manajemen laba. Financial Leverage dan Manajemen Laba Financial Leverage adalah rasio yang mengukur seberapa besar aktiva yang dibiayai oleh hutang perusahaan. Hutang tersebut Bino Sulaksono berasal dari para kreditor (Sudarmadji dan Sularto 2. Rasio leverage menunjukkan risiko yang dihadapi oleh perusahaan. Pada umumnya investor berorientasi pada tingkat pengembalian yang tinggi sehingga investor cenderung memilih perusahaan yang memiliki laba yang tinggi guna menghindari adanya Hal ini membuat manajer perusahaan termotivasi untuk melakukan manajemen laba guna menarik investor maupun kreditor agar memberikan dananya kepada perusahaan (Agustia 2. Hipotesis yang dibangun berdasarkan penjelasan diatas yaitu: H4 Financial Leverage memiliki pengaruh terhadap manajemen laba. Ukuran Perusahaan dan Manajemen Laba Ukuran gambaran yang mencerminkan besar kecilnya perusahaan yang ditunjukan melalui total aktiva, jumlah penjualan, rataAerata total penjualan dan rataAerata total aktiva. (Makaombohe et al. Besar atau kecilnya ukuran suatu perusahaan turut memengaruhi pengawasan yang dilakukan oleh pemilik serta tindakan pihak manajemen guna menghindari terjadinya praktik manajemen laba di perusahaan tersebut (Abed et al. Hipotesis yang dibangun berdasarkan penjelasan diatas yaitu: H5 Ukuran perusahaan memiliki pengaruh terhadap manajemen laba. Dewan Komisaris Independen Manajemen Laba Dewan merupakan pihak yang tidak terafiliasi dengan pemegang saham utama, anggota direksi maupun anggota dewan komisaris lainnya serta wajib bersikap independen (Farida 2. Dewan komisaris independen memiliki tugas dalam perusahaan yaitu. memastikan bahwa perusahaan memiliki strategi bisnis yang efektif, mematuhi hukum dan perundang-undangan yang berlaku (Arifin dan Destriana 2. Keberadaan Jurnal Bisnis Dan Akuntansi. Vol. No. dimaksudkan untuk memonitor kebijakan yang telah dibuat oleh direksi yang diharapkan dapat meminimalisir agency problem (Agustia 2. Hipotesis yang dibangun berdasarkan penjelasan diatas yaitu: H6 Dewan Komisaris independen memiliki pengaruh terhadap manajemen laba. Dewan Direksi dan Manajemen Laba Dewan Direksi adalah orang-orang yang dikumpulkan oleh pemilik perusahaan dengan memberikan dewan direksi tanggung jawab untuk mengawasi dan melakukan kompensasi serta menentukan kebijakan. (Taco dan Ilat 2. Menurut Susanto . , jumlah dewan direksi perusahaan dapat memengaruhi terjadinya praktik manajemen perusahaan, karena jumlah dewan direksi perusahaan secara tidak langsung mendorong keefektifan pengawasan tindakan-tindakan yang dilakukan pihak manajemen perusahaan sehingga perusahaan memerlukan proporsi jumlah dewan direksi yang tepat. Hipotesis yang dibangun berdasarkan penjelasan diatas yaitu: H7 Dewan direksi memiliki pengaruh terhadap manajemen laba. Arus Kas Operasional dan Manajemen Laba Aliran kas dari kegiatan operasi adalah suatu indikator yang akan menentukan Desember 2018 kemampuan kegiatan operasional perusahaan dalam menghasilkan arus kas yang mencukupi pelunasan pinjaman jangka pendek, menjaga kemampuan operasional perusahaan dan membiayai setiap pengeluaran untuk aktivitas operasional (Yuliana dan Trisnawati 2. Arus kas operasional dinilai dapat memengaruhi praktik manajemen laba perusahaan karena tinggi-rendahnya arus kas operasional yang mempertimbangkan perlu atau tidaknya melakukan manajemen laba (Yuliana dan Trisnawati 2. Hipotesis yang dibangun berdasarkan penjelasan diatas yaitu: H8 Arus kas operasional memiliki pengaruh terhadap manajemen laba. METODE PENELITIAN Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan non keuangan yang secara konsisten terdaftar dalam Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan periode penelitian selama 3 tahun, yaitu pada tahun 2014-2016. Hasil dari pemilihan sampel dengan menggunakan teknik purposive sampling menghasilkan sebanyak 84 perusahaan yang digunakan sebagai sampel. Prosedur pemilihan sampel daisajikan sebagai berikut: Tabel 1 Hasil Pemilihan Sampel Kriteria Sampel Perusahaan non keuangan yang secara konsisten terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama tahun 2013-2016. Perusahaan yang tidak mempublikasikan laporan keuangan dengan tahun buku yang berakhir pada 31 Desember pada tahun 2013-2016. Perusahaan yang tidak mempublikasikan laporan keuangan menggunakan satuan mata uang Rupiah pada tahun 20132016. Jumlah Sampel Jumlah Data ISSN: 1410 Ae 9875 Bino Sulaksono Perusahaan yang tidak memperoleh laba positif pada tahun Perusahaan yang tidak memiliki kepemilikan manajerial pada tahun 2014-2016. Perusahaan yang tidak memiliki kepemilikan institusional pada tahun 2014-2016. Total yang digunakan sebagai sampel Manajemen laba dalam penelitian ini diukur menggunakan discretionary accruals dengan modified Jones model seperti yang telah dilakukan oleh Aygun et al. Christiani dan Nugrahanti . , dan Taco dan Ilat . , yaitu: TACCit = NIit - OCFit ycNycNycNycNycNycNycNycNycnycnycnycn OIycIycIycIycIycIycIycnycnycnycn Oe OIycIycIycIycIycIycIycnycnycnycn ycEycEycEycEycEycEycnycnycnycn = yuyu1 yceyce ycNycNycNycNycnycn,ycycOe1 ycNycNyayaycnycn,ycycOe1 ycNycNyayaycnycn,ycycOe1 ycNycNycNycNycnycn,ycycOe1 OIREVit - OIRECit PPEit NDACCit = ycayca1 TAi,t-1 TAi,t-1 TAi,t-1 TACCi,t DACCit = - NDACCit ycNycNAi,t-1 TACCit NIit OCFit NDACCit TAi,t-1 OIREVit: OIRECit PPEit DACCit Total accruals pada periode t. Laba bersih pada perusahaan i periode t. Aliran kas dari aktivitas operasi pada perusahaan i periode t. Non discretionary accruals pada perusahaan i pada periode t. Total aset pada perusahaan i pada periode t-1. Perubahan pendapatan perusahaan i pada periode t. Perubahan piutang perusahaan i pada periode t. Aset tetap kotor perusahaan i pada periode t. Discretionary accruals pada perusahaan i pada periode t. Kepemilikan manajerial adalah kepemilikan saham yang dimiliki oleh pihak . manajemen persahaan yaitu, manajer, komisaris, dan direksi (Arifin dan Destriana Jumlah saham manajemen MAN= Total modal saham beredar Kepemilikan institusional adalah kepemilikan saham yang dimiliki oleh pihak institusional yaitu pihak eksternal, seperti perusahaan investasi, bank, perusahaan asuransi dan lembaga lain (Aygun et al. Jumlah saham investor institusi INS= Total modal saham beredar Profitabilitas perusahaan untuk menghasilkan laba yang diperoleh dari aktiva atau modal yang dimiliki perusahaan (Arifin dan Destriana 2. Net income ROA= Total asset Financial Leverage adalah rasio yang mengukur seberapa besar aktiva yang dibiayai oleh hutang Hutang tersebut berasal dari para kreditor (Sudarmadji dan Sularto 2. Total debt LEV= Total asset Ukuran perusahaan merupakan gambaran yang mencerminkan besar kecilnya perusahaan yang ditunjukan melalui total aktiva, jumlah penjualan. Jurnal Bisnis Dan Akuntansi. Vol. No. rataAerata total penjualan dan rataAerata total (Makaombohe et al. FS = Logaritma natural total aset Dewan komisaris independen merupakan pihak yang tidak terafiliasi dengan pemegang saham utama, anggota direksi maupun anggota dewan komisaris lainnya serta wajib bersikap independen (Farida 2. Jumlah komisaris independen BIND= Jumlah seluruh komisaris Dewan Direksi adalah orang-orang yang dikumpulkan oleh pemilik perusahaan dengan memberikan dewan direksi tanggung jawab untuk mengawasi dan melakukan kompensasi serta menentukan kebijakan yang akan diambil atau strategi perusahaan tersebut secara jangka pendek maupun jangka panjang. Dewan direksi ikut terlibat untuk melakukan pengawasan Variabel MAN INS ROA LEV BIND BOD OCF Desember 2018 terhadap manajemen dalam perusahaan (Taco dan Ilat 2. BOD = Jumlah anggota dewan direksi Aliran kas dari kegiatan operasi adalah suatu indikator yang akan menentukan kemampuan kegiatan operasional perusahaan dalam menghasilkan arus kas yang mencukupi pelunasan pinjaman jangka pendek, menjaga kemampuan operasional perusahaan dan membiayai setiap pengeluaran untuk aktivitas operasional (Yuliana dan Trisnawati 2. ycCycCycyycyycyycyycyycyycyycyycyycyycyycyycyycyycyycy yayayayayayaEa yayayayayayayaya OCF = ycNycNycNycNycNycNycNycNycNycN ycaycaycaycaycaycaycaycaycayca HASIL PENELITIAN Berikut ini disajikan hasil statistik desktiptif dan hasil pengujian hipotesis setiap variabel yang digunakan dalam penelitian. Tabel 2 Statistik Deskriptif Minimum Maksimum Mean -0,253036 0,549587 -0,00000003 0,000000 0,664006 0,05364943 0,048178 0,984808 0,63128760 0,000183 0,333992 0,06573515 0,068716 0,931239 0,42472483 24,899241 33,198812 28,71458049 0,200000 0,750000 0,39560085 5,21 -0,133663 0,330045 0,06352919 Tabel 3 Hasil Pengujian Hipotesis Variabel Sig. 0,016 0,779 MAN 0,033 0,258 INS 0,029 0,061 ROA 1,150 0,000 LEV -0,015 0,274 -0,001 0,513 BIND 0,016 0,549 BOD -0,002 0,182 OCF -1,073 0,000 Std. Deviation 0,086218940 0,105156149 0,196744018 0,058059438 0,186980317 1,717085400 0,092449642 2,362 0,081220379 ISSN: 1410 Ae 9875 Kepemilikan manajerial tidak memiliki pengaruh terhadap manajemen laba. Hal ini berarti, kepemilikan saham oleh pihak manajemen perusahaan tidak menjadi indikator lahirnya praktik manajemen laba (Arifin dan Destriana 2. Kepemilikan institusional tidak memiliki pengaruh terhadap manajemen laba. Kepemilikan saham yang besar seharusnya membuat investor institusional mempunyai kekuatan yang lebih dalam mengontrol kegiatan operasional perusahaan. Tetapi pada kenyataannya, kepemilikan institusional tidak bisa membatasi terjadinya manajemen laba. Hal ini dikarenakan investor institusional tidak berperan sebagai sophisticated investors yang memiliki lebih banyak kemampuan dan mendisiplinkan manajer agar lebih terfokus pada nilai perusahaan, serta membatasi kebijakan manajemen dalam melakukan manipulasi laba (Yang et al. 2009 dalam Agustia 2. Profitabilitas berpengaruh terhadap manajemen laba, dimana semakin besar profitabilitas perusahaan maka semakin besar pula kemungkinan terjadinya praktik manajemen laba (Arifin dan Destriana 2. Financial leverage tidak memiliki pengaruh terhadap manajemen laba. Hal ini dikarenakan perusahaan tidak harus bergantung pada manajemen laba untuk keamanan perjanjian hutang (Christiani dan Nugrahanti 2. Ukuran perusahaan tidak memiliki pengaruh terhadap manajemen laba. Hal ini berarti, besar kecilnya ukuran suatu perusahaan tidak menjadi indikasi suatu perusahaan melakukan manajemen laba (Arifin dan Destriana 2. Dewan komisaris independen tidak memiliki pengaruh terhadap manajemen laba. Hal ini dikarenakan komisaris independen ditunjuk oleh pemegang saham mayoritas meskipun komposisi dewan komisaris independen pada perusahaan relatif besar, tetapi mereka tidak bisa benar-benar Bino Sulaksono independen dalam melaksanakan tugas dan pengawasannya karena terbatas oleh peraturan/kebijakan dari pemegang saham mayoritas, sehingga tidak bisa mendorong secara optimal untuk membatasi praktik manajemen laba (Agustia 2. Dewan direksi tidak memiliki pengaruh terhadap manajemen Banyak atau sedikitnya jumlah dewan direksi . ihak manajeme. dalam suatu perusahaan, tidak menjadi indikasi suatu perusahaan melakukan praktik manajemen laba (Arifin dan Destriana 2. Arus kas operasional berpengaruh terhadap manajemen laba, dimana apabila arus kas dari aktivitas operasi tinggi, maka motivasi untuk melakukan manajemen laba akan menurun karena perusahaan mampu menghasilkan dana yang cukup, sehingga tidak memerlukan manajemen laba (Christiani dan Nugrahanti 2. PENUTUP Berdasarkan hasil penelitian dapat diperoleh kesimpulan bahwa profitabilitas dan arus kas operasional memiliki pengaruh terhadap manajemen laba, sedangkan institusional, financial leverage, ukuran perusahaan, dewan komisaris independen, dan dewan direksi tidak memiliki pengaruh terhadap manajemen laba. Penelitian ini memiliki keterbatasan yang dapat berpengaruh terhadap hasil penelitian, yaitu penelitian ini hanya menggunakan 8 variabel independen dan 2 manajemen laba. Rekomendasi bagi penelitian independen lain yang dapat mempengaruhi praktik manajemen laba seperti ukuran komite audit. BOD meeting dan pertumbuhan Jurnal Bisnis Dan Akuntansi. Vol. No. Desember 2018 REFERENSI: