Jes (Journal Education and Supervisio. Avalaible online at: https://ejournal. id/index. php/Jes Volume 04. Nomor 01. Maret 2026 | DOI: https://doi. org/10. 55352/jes. Evaluasi Program Pendidikan Berbasis Tahfidzul QurAoan Di MTs Al Fathimiyah Banjarwati Paciran Lamongan Afifatuz Zulfah1 1 Universitas Sunan Drajat Lamongan E-mail: afifatuz zulfah Gmail@yahoo. Received: 12- 01-2026 Revised : 21- 01-2026 Accepted: 20- 03-2026 Article Info: Abstract: Program evaluation is a method to determine the performance of a program by comparing it with predetermined criteria or goals to be achieved with the results achieved. Results Keywords: achieved in the form of information are used as consideration Evaluation of materials for decision-making and policy determination. This Educational evaluation is carried out systematically through the process of Programs, collecting and analyzing data that can be accounted for in Tahfidzul correctness, to find out the level of the success of a program. The Qur'an Qur'an tahfidz program is one of the curriculum development programs that emphasizes the formation of students who like to read and memorize the Qur'an, have noble character, are confident, and are responsible in interacting effectively with the surrounding The Qur'an tahfidz program is in line with the objectives of the 2013 curriculum which is based on the graduation / competency standards of graduates detailed in Permendikbud number 54 of 2013 which says that there is a Balance between soft skills and hard skills, which includes aspects of attitude competence, skills, and knowledge. Madrasah Tsanawiyah Al-Fathimiyah Banjarwati is a Qur'an-based institution specifically for women that implements the K13 curriculum and a Qur'an-based curriculum that emphasizes the formation of individuals and a generation of outstanding and Qur'anic Muslims. MTs. Al-Fathimiyah Banjarwati is one of the embryos of the Al-Fathimiyah women's Islamic boarding school which is engaged in the field of religious education by focusing on Qur'an education, especially focusing on tahfidzul Qur'an with the aim of creating a Qur'ani generation, namely a generation that loves the Qur'an and tries to practice it in daily life. Here the author is interested in reviewing research on the evaluation of tahfidzul qur'an-based education programs at MTs Al-Fathimiyah Banjarwati Paciran Lamongan. This research aims to answer the formulation of the problem. first, how to evaluate the Tahfidzul Qur'an-based education program at Mts Al fathimiyah Banjaranayar Paciran Lamongan? And second, what are the supporting and inhibiting factors for the Qur'an-based tahfidzul education program at Mts Al fathimiyah Banjaranayar Paciran Lamongan This research aims to A2024 JES : Jurnal Manajemen Pendidikan Evaluasi Program Pendidikan Berbasis Tahfidzul QurAoAn . answer the formulation of the problem. first, how to evaluate the Tahfidzul Qur'an-based education program at Mts Al fathimiyah Banjaranayar Paciran Lamongan? And the second, what are the supporting and inhibiting factors of the Qur'an-based tahfidzul education program at Mts Al fathimiyah Banjaranayar Paciran Lamongan. This study uses a qualitative method with the presentation of descriptive data, by taking the place of research at the Putri Al-Fathimiyah Banjaranyar Paciran Lamongan Islamic Boarding School, where the validity uses triangulation techniques and source triangulation. The result of this study is the evaluation of the tahfidzul qur an education program at Madrasah Tsanawiyah AlFathimiyah Banjarwati Paciran Lamongan is the author using the CIPP evaluation model, namely context evaluation, input evaluation, process evaluation and product evaluation Kata Kunci: Evaluasi Program Tahfidzul QurAoan Abstrak: Evaluasi program merupakan suatu metode untuk mengetahui kinerja suatu program dengan membandingkan dengan kriteria yang telah ditentukan atau tujuan yang ingin dicapai dengan hasil yang dicapai. Hasil yang dicapai dalam bentuk informasi digunakan sebagai bahan pertimbangan untuk pembuatan keputusan dan penentuan kebijakan. Evaluasi ini dilakukan secara sistematis dengan melalui proses pengumpulan dan analisis data yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, untuk mengetahui tingkat keberhasilan suatu program. Program tahfidz QurAoan merupakan salah satu program pengembangan kurikulum yang menekankan kepada pembentukan peserta didik yang gemar membaca dan menghafal Al-QurAoan, berakhlak mulia, percaya diri, dan bertanggung jawab dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sekitar. Program tahfidz QurAoan sejalan dengan tujuan kurikulum 2013 yang mendasarkan Standar kelulusan / kompetensi lulusan yang dirinci pada Permendikbud nomor 54 tahun 2013 mengatakan bahwa adanya keseimbanganantara soft skill dan hard skill, yang meliputi aspek kompetensi sikap, keterampilan, dan Madrasah Tsanawiyah Al-Fathimiyah Banjarwati adalah sebuah lembaga berbasis Al-QurAoan khusus putri yang menerapkan kurikulum K13 dan kurikulum berbasis Al-QurAoan yang menekankan terbentuknya pribadi serta generasi muslim berprestasi dan berakhlaq QurAoani. MTs. Al-Fathimiyah Banjarwati adalah salah satu embrio dari pondok pesantren putri Al-Fathimiyah yang bergerak dalam bidang pendidikan keagamaan dengan memfokuskan pada pendidikan Al-QurAoan terutama menitik beratkan pada tahfidzul qurAoan dengan tujuan menciptakan generasi qurAoani, yaitu generasi yang mencintai Al-QurAoan dan berusaha mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Disini penulis tertarik untuk mengkaji penelitian tentang Evaluasi program pendidikan berbasis tahfidzul qurAoan di MTs Al-Fathimiyah Banjarwati Paciran Lamongan. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab rumusan masalah. pertama Bagaimana evaluasi program pendidikan berbasis Afifatuz Zulfah Tahfidzul QurAoan di Mts Al fathimiyah Banjaranayar Paciran Lamongan? Dan yang ke duaApa faktor pendukung dan penghambat program pendidikan berbasis tahfidzul QurAo an di Mts Al fathimiyah Banjaranayar Paciran Lamongan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan penyajian data deskriptif, dengan mengambil tempat penelitian di Pondok Pesantren Putri AlFathimiyah Banjaranyar Paciran Lamongan, yang mana keabsahan menggunakan triangulasi teknik dan triangulasi sumber. Hasil penelitian ini adalah Evaluasi program pendidikan tahfidzul qur an di Madrasah Tsanawiyah Al-Fathimiyah Banjarwati Paciran Lamongan adalahpenulis menggunakan model evaluasi CIPP yakni evaluasi konteks, evaluasi input, evaluasi proses dan evaluasi product PENDAHULUAN Evaluasi dan assesmen merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Secara istilah menurut Muri Yusuf assesmen merupakan suatu proses pengumpulan informasi secaa sitematis tentang berbagai komponen pendidikan . onteks, input, proses dan produ. tanpa merujuk pada keputusan nilai. Namun, berhubung tes merupakan salah satu jenis dalam pengumpulan data, maka dapat pula dikatakan bahwa pengukuran adalah bagian integral dari assesmen. 1Pengukuran dinyatakan sebagai proses penetapan angka terhadap individu atau karakteristiknya menurut aturan tertentu Widoyoko mendefinisikan pengukuran sebagai penetapan angka dengan cara yang sistematik untuk menyatakan keadaan individu2 Menurut Wirawan mengatakan bahwa: Auevaluasi sebagai riset untuk mengumpulkan, menganalisis, dan menyajikan informasi yang bermanfaat mengenai objek evaluasi, menilainya dan membandingkannya dengan indikator evaluasi dan hasilnya dipergunakan untuk mengambil keputusan mengenai objek evaluasiAy3 Evaluasi sangat penting dilakukan guna tercapainya tujuan pendidikan yang telah direncanakan. Dengan adanya evaluasi dalam proses belajar mengajar dapat bermanfaat untuk mengetahui pengetahuan, keterampilan dan sikap yang dimiliki peserta didik setelah menjalankan program pendidikan. Oleh karena itu evaluasi diperlukan guna menunjang efektivitas dan efisiensi pada program pendidikan serta implikasinya dalam proses pembentukan dan perkembangan potensi manusia. Maka dari itu untuk mengawal proses dan mutu dalam pendidikan perlu adanya evaluasi sebagai sebuah proses yang bermanfaat untuk manusia4 Menurut Gall, and Borg Aueducational evaluation is the process of making judgments about the merit, value, or worth of educational programsAy. Dapat diartikan bahwa evaluasi pendidikan adalah proses membuat penilaian tentang prestasi, nilai, atau nilai program pendidikan. Muri Yusuf. Assesmen Dan Evaluasi Pendidikan Pilar Penyedia Informasi Dan Kegiatan Pengendalian Mutu Pendidikan (Jakarta: Kencana, 2. , 12. 2 Widoyoko. Eko Putro. Evaluasi Program Pembelajaran: Panduan Praktis bagi Pendidik dan Calon Pendidik (Yogyakarta: Pustaka Pelajar,2. 3 Wirawanx. EvaluasiTeori. Model. Standar. Aplikasi dan Profesi (Jakarta: Rajagrafindo Persada, 2. , 4 Aisyatur Rosyidah dan Wantini. AuTipologi Manusia Dalam Evaluasi Pendidikan: Perspektif Al-QurAoan Surat Fatir Ayat 32,Ay Jurnal Pendidikan Agama Islam Al-Thariqah, vol. 6 no. 5 Gall. Meredith D. Gall. Joyce dan Borg. Walter R. Educational Research: An Introduction (New York: Pearson Education, 2. , 559 Evaluasi Program Pendidikan Berbasis Tahfidzul QurAoAn . Sedangkan Program pendidikan merupakan serangkaian kegiatan pendidikan yang mempunyai tujuantujuan tertentu. Sebagai contoh misalnya program pelatihan Program pelatihan ini tentunya terdiri dari rangkaian kegiatan yang saling terkait. Kegiatan-kegiatan tersebut di antaranya persiapan pelatihan, proses pelatihan, dan evaluasi hasil pelatihan. Jika dirinci lebih jauh, persiapan pelatihan meliputi penentuan kurikulum pelatihan, pemilihan peserta pelatihan, penentuan tempat dan waktu, persiapan sarana dan prasarana. Evaluasi program merupakan suatu metode untuk mengetahui kinerja suatu program dengan membandingkan dengan kriteria yang telah ditentukan atau tujuan yang ingin dicapai dengan hasil yang dicapai. Hasil yang dicapai dalam bentuk informasi digunakan sebagai bahan pertimbangan untuk pembuatan keputusan dan penentuan Evaluasi ini dilakukan secara sistematis dengan melalui proses pengumpulan dan analisis data yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, untuk mengetahui tingkat keberhasilan suatu program. Program tahfidz QurAoan merupakan salah satu program pengembangan kurikulum yang menekankan kepada pembentukan peserta didik yang gemar membaca dan menghafal Al-QurAoan, berakhlak mulia, percaya diri, dan bertanggung jawab dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sekitar. Program tahfidz QurAoan sejalan dengan tujuan kurikulum 2013 yang mendasarkan Standar kelulusan / kompetensi lulusan yang dirinci pada Permendikbud nomor 54 tahun 2013 mengatakan bahwa adanya keseimbanganantara soft skill dan hard skill, yang meliputi aspek kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan 8 Madrasah Tsanawiyah Al-Fathimiyah Banjarwati adalah sebuah lembaga berbasis Al-QurAoan khusus putri yang menerapkan kurikulum K13 dan kurikulum berbasis AlQurAoan yang menekankan terbentuknya pribadi serta generasi muslim berprestasi dan berakhlaq QurAoani. MTs. Al-Fathimiyah Banjarwati adalah salah satu embrio dari pondok pesantren putri Al-Fathimiyah yang bergerak dalam bidang pendidikan keagamaan dengan memfokuskan pada pendidikan Al-QurAoan terutama menitik beratkan pada Tahfidzul QurAoan dengan tujuan menciptakan generasi qurAoani, yaitu generasi yang mencintai Al-QurAoan dan berusaha mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. MTs alfathimiyah Mulai berdiri tahun2007. pada saat itu MTs. Al-Fathimiyah Banjarwati adalah lembaga pendidikan khusus putri pertama yang berbasis Al-QurAoan di kecamatan paciran. Dengan menerapkan berbagai metode dan kegiatan pembelajaran AlQurAoan. MTs. Al-Fathimiyah Banjarwati memiliki program tahsin dan tahfidz Al-QurAoan yang dilaksanakan ditahap kelas IAodad yang mana peserta didik wajib mengikuti kelas IAodad terlebih dahulu sebelum dinyatakan siap untuk masuk lembaga formal, di madrasah ini peserta didik diwajibkan untuk menghafal Al-qurAoan setiap harinya minimal dapat menghafal ayat ayat al QurAoan 1 sampai 2 lembar yang mana ditargetkan setelah lulus MTs. Al-Fathimiyah peserta didik mampu menghafal minimal 6 juz, yaitu juz 1, 2, 3, 4, 5 dan 30 serta doAoa yaumiyah, , peserta didik tidak hanya di bekali ilmu2 al QurAoan namun juga di bekali dengan ilmu ilmu agama serta ilmu umum yang di ajarkan sesuai dengan kurikulum yang di tentukan oleh pemerintah,meskipun telah di suguhi beberapa program juga kegiatan di sekolah, namun para sisiwi MTs Al Fathimiyah tetap mampu menghafal al QurAoan dengan baik dan sesuai dengan aturan aturan yang di berikan oleh madrasah, dengan begitu madrasah mampu membuat minat masyarakat mempercayakan pendidikan putrinya di madrasah ini. 6 Dr. Heri Retnawat Modul 1 Evaluasi Program Pendidikan,12 7 Ibid 13 8 Permendikbud Nomor 54 Tahun 2013, 22 Afifatuz Zulfah Berawal dari uraian tersebut, menjadi permasalahan yang sangat menarik adalah untuk mengetahui bagaimana manajemen program pendidikan serta bagaimana tahap tahap evaluasi juga solusi atas permasalahan yng di hadapi oleh kepala madrasah di MTs. Al-Fathimiyah Banjarwati dalam program pendidikan berbasis Tahfidzul QurAoan yang mana lembaga berbasis Al-QurAoan pertama di paciran yang mampu berkembang cukup METODE PENELITIAN Creswell mendefinisikan pendekatan kualitatif sebagai suatu proses penelitian dan pemahaman yang berdasarkan pada metodologi yang menyelidiki suatu fenomena sosial dan masalah manusia9Bogdan dan Taylor mengemukakan bahwa metodologi kualitatif merupakan prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa katakata tertulis maupun lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati. Penelitian kualitatif dilakukan pada kondisi alamiah dan bersifat penemuan. Pendekatan penelitian merupakan sebuah rancangan bagaimana suatu penelitian akan dilakukan. Rancangan tersebut digunakan untuk mendapatkan jawaban terhadap pertanyaan penelitian yang di rumuskan. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif atau penelitian penjelasan yaitu penelitian yang menganalisa hubungan antara variabel-variabel penelitian dan hipotesis yang harus di Dalam penelitian kualitatif pengumpulan data lazimnya menggunakan metode observasi, dokumentasi dan wawancara. Juga tidak diabaikan kemungkinan menggunakan sumbersumber non-manusia . on-human source of informatio. , h. dokumen, dan rekaman . yang tersedia Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analisis yang merupakan bagian dari pendekatan kualitatif. Penelitian deskriptif pada umumnya dilakukan dengan tujuan utama, yaitu menggambarkan secara sistematis fakta dan karakteristik objek atau subjek yang diteliti secara tepat11 Hal ini dikarenakan peneliti ingin mengetahui secara langsung di lapangan tentang kondisi nyata yang sedang terjadi. sehubungan dengan evaluasi program pendidikan berbasis Tahfidzul QurAoan Tempat atau lokasi penelitian dalam penelitian ini adalah MTs. Al-Fathimiyah yang bertempat di dusun Banjarwati desa Banjarwati kecamatan Paciran kabupaten Lamongan. Adapun alasan peneliti memilih tempat penelitian di MTs. Al-Fathimiyah karena di madrasah tersebut merupakan salah satu madrasah yang terdapat program pendidikan Tahfidzul QurAoan. Dan disamping hal tersebut, program pendidikan Tahfidz merupakan program unggulan yang sangat diunggulkan oleh madrasah dan yayasan AlFathimiyah Intrumen penelitian merupakan alat pengumpulan data. Penentuan instrumen penelitian sangat bergantung pada jenis teknik pengumpulan data yang digunakan. Apabila peneliti menggunakan metode wawancara maka instrumen yang digunakan adalah pedoman wawancara. Pemilihan metode angket atau kuesioner, instrumennya akan berupa kuesioner atau angket. Untuk metode tes, instrumennya menggunakan soal tes yang disesuaikan dengan masalah apa yang akan diteliti, sedangkan ketika penelitian 9 Creswell. John. WQualitatif Inquiry and Research Design. (California: Sage Publications. Inc,1. ,18. 10 Bogdan. & Biklen. Qualitative Research for Education: An. Introduction to Theory and Methods. Boston: Allyn and Bacon. Inc 1982. , h. 11 Sukardi. Metodologi Penelitian Pendidikan (Jakarta: Bumi Aksara, 2. , 27. Evaluasi Program Pendidikan Berbasis Tahfidzul QurAoAn . menggunakan metode observasi, instrumennya dapat berupa lembar observasi dan menggunakan pengisian cara check list. Instrumen penelitian diperoleh melalui proses pengembangan instrumen. Mengembangkan instrumen penelitian merupakan bagian penting dalam suatu proses atau kegiatan penelitian. Menyusun instrumen penelitian sama halnya dengan mensuyun suatu alat evaluasi. Mengevaluasi merupakan kegiatan untuk memperoleh data dan data tersebut dapat dianalsis atau diukur dengan suatu standart tertentu. Secara umum instrumen penelitian dibedakan menjadi dua, yaitu instrument tes dan non tes. Instrumen utama dalam penelitian kualitatif adalah peneliti sendiri. Peneliti akan terjun ke lapangan sendiri, baik pada grand tour question, tahap focused and selection, melakukan pengumpulan data, analisis data dan membuat kesimpulan. 13 Instrumen kedua dalam penelitian ini adalah wawancara. Instrumen ketiga dalam penelitian ini adalah, observasi dan Instrumen keempat dalam penelitian ini adalah dengan Di antara instrument penelitian sebagai berikut. Sumber data adalah semua informasi atau bahan yang disediakan alam yang harus dicari yang dikumpulkan oleh pengkaji sesuai dengan masalah yang dikaji. Data merupakan bahan yang sesuai untuk memberi jawaban terhadap masalah yang dikaji. Sumber data dalam kajian ini menggunakan dua sumber data, yaitu data primer dan data skunder Dalam menjelaskan mengenai instrumen yang digunakan dalam pengambilan data, terlebih dahulu peneliti menyebutkan dan menjelaskan jenis dan dan sumber data dimaksud, yang dari data tersebut kemudian nantinya akan dipilih sebagai perhitungan dalam proses analisa yang kemudian dijadikan sebagai kesimpulan dari penelitian tersebut dapat berupa Data primer adalah data dalam bentuk verbal atau kata-kata yang diucapkan secara lisan, gerak-gerik atau perilaku yang dilakukan oleh subjek yang dapat dipercaya. Adapun yang terlibat secara langsung sebagai sumber data primer berasal dari kepala madrasah, guru Tahfidz, guru pendamping tahfidz, dan sebagian peserta didik Mts Al Data sekunder adalah data yang diperoleh dari dokumen-dokumen grafis . abel, catatan, notulen rapat. SMS, dan lain-lai. , h. foto-foto, film, rekaman video, dan bendabenda yang dapat memperkaya data primer. 15 Ao Data penelitian yang diperoleh secara tidak langsung melalui media perantara . asil dari pihak lai. atau digunakan oleh lembaga lainnya yang bukan merupakan pengolahannya, tetapi dapat dimanfaatkan dalam suatu penelitian tertentu. Data skunder antara lain berbentuk catatan atau laporan data dokumentasi oleh lembaga tertentu yang dipublikasikan Peneliti menggunakan data sekunder ini untuk memperkuat dan melengkapi informasi yang telah dikumpulkan melalui wawancara. Adapun sumber data sekunder yang digunakan adalah buku-buku yang terkait dengan evaluasi program pendidikan Tahfidzul QurAoan, arsip-arsip, dokumen, catatan dan laporan dan dokumentasi mengenai pelaksanaan program pendidikan berbasis Tahfidzul QurAoan. Prosedur pengumpulan data merupakan langkah yang paling strategis dalam penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data. Tanpa mengetahui teknik pengumpulan data, maka peneliti tidak akan mendapatkan data yang memenuhi standar data yang ditetapkan. 12 Sugiyono Statistika untuk Penelitian. Edisi Revisi. Bandung: Alfabeta . 13 Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif. Kualitatif. Dan R&D (Bandung: Alfabeta, 2. , 223-224. 14 Suharsimi Arikunto. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek (Jakarta: Rineka Cipta, 2. , 15 Ibid. , 22. Afifatuz Zulfah Untuk mengumpulkan data dilapangan, penulis menggunakan beberapa metode pengumpulan data yaitu sebagai berikut: Observasi dilakukan peneliti untuk mengamati secacara langsung dan mencatat data-data yang diperlukan meliputi seluruh aspek pelaksanaan kegiatan belajar mengajar program pendidikan berbasis tahfidz di Mts Al fathimiyah. Interview atau wawancara merupakan salah satu bentuk teknik pengumpulan data yang banyak digunakan dalam penelitian deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Wawancara dilaksanakan secara lisan dalam pertemuan tatap muka secara individual. Adakalanya juga wawancara dilakukan secara kelompok. 16 Disamping memerlukan waktu yang cukup lama untuk mengumpulkan data, dengan metode interview peneliti harus memikirkan tentang Memberikan angket kepada responden dan menghendaki jawaban tertulis, lebih mudah jika dibandingkan dengan mengorek jawaban responden dengan bertatap muka. Wawancara dilaksanakan secara terbuka karena peneliti berharap dapat memperoleh informasi dan data awal tentang kondisi umum siswa dan gambaran umum tentang MTs Al Fathimiyah dan juga untuk mencari kejelasan lebih lanjut terhadap informasi yang diperoleh dari observasi yang dilakukan. Dalam melakukan wawancara ini, peneliti menggunakan wawancara tidak terstruktur yaitu pewawancara dengan bebas bertanya kepada informan dan responden, untuk pedoman wawancara hanya menggunakan garis-garis besar permasalahan yang akan diajukan dalam bentuk pertanyaan-pertanyaan. Peneliti berupaya untuk mewawancarai kepada pihak yang ada kaitannya dengan penelitian, dalam hal ini informannya adalah: Dokumentasi dari asal kata dokumen, yang artinya barang- barang tertulis. Jadi metode dokumentasi adalah menyelidiki benda-benda tertulis seperti buku-buku, majalah, dokumen, peraturan-peraturan, notulen rapat, catatan harian, dan sebagainya. Metode dokumentasi yang dilakukan oleh peneliti dalam penelitian ini adalah dengan cara meneliti terhadap arsip lembaga sebagai obyek penelitian yang dimaksudkan untuk mengetahui tentang profil lembaga, struktur organisasi jadwal pelajaran, daftar nilai, absensi siswa,beberapa hambatan serta solusi yang di lakukan dan dokumen lainya yang terkait dengan program Tahfidzul QurAoan di Madrasah Tsanawiyah Al-Fathimiyah Banjaranayar Paciran Lamongan Teknik analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi, dengan cara mengorganisasikan data kedalam kategori, menjabarkan ke dalam unit-unit, melakukan sinestesa, menyusun kedalam pola, memilih yang penting dan yang akan dipelajari, dan membuat kesimpulan sehingga mudah dipahami oleh diri sendiri maupun orang lain. Analisis data dalam penelitian kualitatif, dilakukan saat pengumpulan data dalam periode Miles dan Huberman mengemukakan bahwa aktivitas dalam analisis data kulaitatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara terus menerus sampai tuntas, sehingga datanya tidak jenuh. Aktivitas dalam analisis data, yaitu: Data yang diperoleh dari lapangan jumlahnya cukup banyak untuk itu maka perlu secara teliti dan rinci. Mereduksi data berarti merangkum, memilih hal-hal yang pokok, memfokuskan pada hal hal, yang penting, dicari tema dan polanya dan membuang yang tidak perlu. Dengan demikian data yang telah direduksi akan memberikan gambaran yang lebih jelas, dan mempermudah peneliti untuk melakukan pengalaman data selanjutnya, dan mencarinya bila diperlukan. Setelah data reduksi, maka langkah selanjutnya adalah 16 Syaodih Sukmadin. ProsedurPenelitian: Suatu Pendekatan Praktek (Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2. , 239. 17 Ibid. , 201. Evaluasi Program Pendidikan Berbasis Tahfidzul QurAoAn . mendisplaykan data. Dalam penyajian data kualitatif, penyajian data bisa dilakukan dalam bentuk uraian yang singkat, bagan, hubungan antar kategori, flowchart dan sejenisnya. Dengan mendisplaykan data, maka akan memudahkan untuk memahami apa yang terjadi, merencanakan kerja selanjutnya berdasarkan apa yang telah dipahami. Langkah ke tiga dalam analisis data adalah penarikan kesimpulan dan verifikasi. Kesimpulan awal yang dikemukakan masih bersifat sementara, dan akan berubah bila tidak ditemukan bukti-bukti yang kuat yang mendukung pada tahap pengumpulan data Tetapi apabila kesimpulan yang dikemukakan pada tahap awal, di dukung oleh bukti-bukti yang valid dan konsisten saat penelitian kembali ke lapangan mengumpulkan data, maka kesimpulan yang dikemukakan merupakan kesimpulan yang 18 Keabsahan data merupakan konsep penting yang diperbaharui dari konsep kesahihan . dan keandalan . yang disesuaikan dengan tuntutan pengetahuan, kriteria dan paradigmanya sendiri. Triangulasi pada hakikatnya ialah pendekatan multimetode yang dicoba periset ketika mengumpulkan serta menganalisis informasi. Ide dasarnya adalah bahwa fenomena yang diteliti dapat difahami dengan baik sehingga diperoleh kebenaran tingkat tinggi jika didekati dari berbagai sudut pandang. Memotret fenomena tunggal dari sudut pandang yang berbeda-beda akan memungkinkan diperoleh tingkatan kebenaran yang Sebab itu, triangulasi yakni usaha mengecek kebenaran informasi ataupun data yang diperoleh periset dari bermacam sudut pandang yang berbeda- beda dengan metode kurangi sebanyak mungkin perbandingan yang terjadi pada saat pengumpulan dan analisis data Triangulasi dapat dilakukan dengan menggunakan teknik yang berbeda yaitu wawancara, observasi dan dokumen. Triangulasi ini tidak hanya digunakan buat mengecek kebenaran informasi juga dicoba buat memperkaya informasi. Menurut Nasution, selain itu triangulasi juga bisa bermanfaat buat menyelidiki validitas peneliti terhadap informasi, sebab itu triangulasi bersifat reflektif. Denzin dalam Moeloeng, membedakan dua macam triangulasi diantaranya dengan memanfaatkan penggunaan sumber, metode Triangulasi dari pada sumber artinya menyamakan serta mengecek balik dari keyakinan sesuatu data yang diperoleh lewat waktu serta latar yang tidak sama dalam riset kualitatif, langkah buat menggapai keyakinan itu merupakan: Menyamakan informasi hasil pengamatan dengan informasi hasil wawancara. Membandingkan apa yang dikatakan orang di depan umum dengan apa yang dikatakan secara pribadi. Menyamakan apa yang dianggap orang lain tentang situasi penelitian dengan perkataannya sepanjang waktu. Membandingkan apa yang dikatakan orang di depan umum dengan apa yang dikatakan secara pribadi. Menurut Patton terdapat dua strategi, yaitu : Pengecekan derajat kepercayaan penemuan hasil penelitian menggunakan beberapa teknik pengumpulan data. Pengecekan derajat keyakinan sebagian sumber informasi dengan cara yang sama. Dengan dasar yang demikian, maka peneliti memakai tringulasi taknik dan triangulasi sumber agar akurat data yang diteliti. HASIL DAN PEMBAHASAN Evaluasi Program Pendidikan Berbasis Tahfidzul QurAoAn di MTS Al Fathimiyah Banjaranyar Paciran Lamongan Berdasarkan observasi, wawancara dan dokumentasi yang dijabarkan dalam penyajian data penelitian dapat diketahui bahwa, evaluasi yang di lakukan pada 18 Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif. Kualitatif. Dan R&D (Bandung: Alfabeta, 2. , 223-224. 19 Lexy J. Moleong. Metodologi Penelitian Kualitatif Cet. Ke-22 (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2. , 321. Afifatuz Zulfah program Tahfidzul QurAoan di mts. al-Fathimiyah dilakukan dengan modal CIPP yakni . evaluasi konteks . evaluasi input . evaluasi proses dan . evaluasi product Program tahfidz QurAoan di MTs Al Fathimiyah dimulai dari awal setelah sekolah ini didirikan. karena madrasah ini termasuk dalam naungan Pondok Pesantren Putri Al Fathimiyah yang di dalamnya juga terdapat program Tahfidzul QurAoan. Sehubung dengan didirikannya program tahfidz QurAoan, dalam program pelaksanaan tahfidz QurAoan ini dari tujuan-tujuan yang ada yang belum dapat dicapai yaitu ingin seluruh peserta didik menuntaskan target hafalan yaitu minimal 2 Juz setiap tahunnya dan lulus dalam ujian akhir tahfidz QurAoAn dengan nilai yang menuaskan, dan tujuan yang mudah di capai pada program Tahfidzul QurAoan ini dalam hal memperbaiki bacaan QurAoan nya baik dalam hal tahsin, tajwid, makhorijul khuruf maupun sifat sifat huruf. Dalam menghafalkan Al-QurAoan sangat dibutuhkan motivasi baik itu berasal dari diri sendiri, keluarga maupun teman-teman di lingkungan sekitar. Seseorang akan lebih semangat dalam menghafalkan Al-QurAoan apabila ada motivasi yang mendukungnya untuk menghafal, tentunya akan berbeda hasilnya dengan seseorang yang menghafalkan Al-QurAoan dengan kurang adanya motivasi. Kurangnya motivasi dari orang-orang terdekat maupun teman-teman di lingkungannya akan mempengaruhi kelancaran dalam proses menghafal, terutama motivasi dari diri Seseorang yang sedang menghafalkan Al-QurAoan harus memiliki motivasi pada diri sendiri lebih banyak dari pada motivasi dari luar. Motivasi ini tentunya akan berbeda pada masing-masing orang yang sedang menghafalkan Al-QurAoan. Peserta didik MTs Al Fathimiyah mereka memiliki motivasi dalam menghafal yang sangat Menyadari bahwa dengan menghafal AlQurAoan dapat mendatangkan banyak sekali manfaat di dunia dan akhirat. Pemahaman dasar seperti inilah yang banyak ditemukan dari ungkapan peserta didik. Peserta didik merasa senang dan termotivasi dengan adanya program tahfidz QurAoan ini, karena mereka pun mempunyai pengetahun dan pemahaman bahwa dengan menghafal Al-QurAoan mereka akan beruntung di akhirat kelak dan bisa membahagiakan kedua orang tuanya. Motivasi peserta didik dalam menghafal dan meyetorkan hafalan juga terungkap melalui sebuah observasi pada kegiatan evaluasi hafalan/setoran hafalan bagi peserta didik mts al Peserta didik sangat antusias dalam mengikuti kegiatan setoran dengan alasan tidak ingin tertinggal, peserta didik menunggu giliran dengan sistem antri. Mereka berusaha untuk menunaikan kewajiban hafalan yang harus diselesaikan. Berdasarkan hal ini maka terlihat bahwa motivasi untuk menghafalkan dan meyetorkan hafalan dinilai baik. Kemampuan membaca Al-QurAoan Peserta didik MTs Al Fathimiyah yang heterogen menjadikan adanya tingkat kemampuan membaca AlQurAoan yang berbeda pula. Oleh karena itu, sekolah menambahkan pelajaran tahsin untuk lebih mempelajari dan mendalami bagaimana membaca Al-QurAoan dengan baik dan benar. Namun demikian, hal ini dirasa belum mampu mengatasi kendala tersebut. Karena kegiatan belajar tahsin ini hanya dilakukan selama satu minggu sekali. Sedangkan belajar memperbaiki bacaan Al-QurAoan membutuhkan waktu secara intensif terutama untuk peserta didik yang belum lancar membaca Al-QurAoan. Kemampuan peserta didik dalam membaca Al-QurAoan masih banyak dipengaruhi dari latar belakang peserta didik. Sehingga dalam berlangsungnya kegiatan menghafal AlQurAoan sendiri menjadi terhambat. Dalam berlangsungnya salah satu kegiatan program tahfidz yaitu membaca dan mengulang hafalan, dapat terlihat beberapa peserta didik masih ada yang kurang lancar dalam membaca Al-QurAoan. Walaupun sudah ada kegiatan pembelajaran tahsin yang diselenggarakan oleh sekolah, ternyata belum cukup menjadikan peserta didik mampu membaca Al-QurAoan dengan lancar sebagai bekal untuk menghafal Al-QurAoan. Oleh karena itu, kebutuhan yang sangat penting yang Evaluasi Program Pendidikan Berbasis Tahfidzul QurAoAn . seharusnya diupayakan adalah bagaimana agar peserta didik mampu membaca AlQurAoan dengan lancar terlebih dahulu sebelum mereka menghafal. Berbeda dengan hal ini, tidak menjadi kendala bagi peserta didik yang sudah lancar membaca Al-QurAoan bahkan sudah memiliki hafalan. Peserta didik yang lancar membaca Al-QurAoan mampu mengikuti hafalan yang dibaca secara bersama tanpa tertinggal. Namun dengan metode yang dipakai oleh sekolah yaitu talaqqi sangat membantu peserta didik yang belum lancar membaca Al-QurAoan, karena mereka dapat hafal dengan cara mendengarkan dan mengikuti perlahan, sekolah memberikan fasilitas untuk menunjang berjalannya program tahfidz QurAoan ini agar berjalan dengan baik dan Diperkuat oleh hasil observasi bahwa dalam menyediakan fasilitas untuk menunjang program tahfidz QurAoan sekolah telah memberikannya dengan cukup baik, dari adanya Aula yang luas, dibuatkannya buku kendali tahfidz QurAoan dan semua fasilitas itu sangat membantu dan telah digunakan dengan baik. Fasilitas yang diberikan sekolah antara lain ruang kelas, aula, jurnal pembelajaran, buku prestasi Dalam proses program tahfidz QurAoan pelaksanaannya dilakukan dalam proses pembelajaran sehari-hari yaitu setiap hari selama satu jam pembelajran. Dalam pelaksanaan pembelajaran tahfidz QurAoan para siswa menyetorkan hafalannya di ruang kelas setiap hari. Dengan dua kelompok kecil dan dua guru pembimbing yang setiap kelompok memiliki 15 siswa. Dengan ruangan yang seadanya dan waktunya hanya satu jam. Dimulai dengan talaqqi bagi yang belum lancar dan yang sudah lancar dimulai dengan tahsin terlebih dahulu kemudian dilanjutkan dengan menghafalkan surat yang mau disetorkan dan evaluasi pada pelaksanaan program ini terdapat pada siswanya yang kurang semangat pada kegitan murojaah dan lebih semangat pada kegiatan setoran dan bin nadhri Dalam pelaksanaan pembelajaran tahfidz QurAoan guru selalu mengadakan evaluasi setiap harinya. Dalam Pencapaian target hafalan peserta didik MTs Al Fathimiyah menghasilkan pencapaian target hafalan yang berbeda-beda. Selama proses tiga tahun masa sekolah ini peserta didik memiliki target hafalan yang harus dicapai sesuai dengan pembagian target yang telah ditentukan. Target hafalan dapat berubah-ubah setiap tahunnya sesuai dengan kebijakan dari madrasah. Setiap peserta didik harus menyelesaikan/menyetorkan hafalan juz 30dan juz 1 sampai 5 sesuai target hafalan masing-masing. Sesuai tujuan yang diinginkan, peserta didik diharapkan mampu meyelesaikan hafalan mereka dengan tuntas sesuai waktu yang telah ditentukan. Sekolah akan menahan ijazah mereka apabila belum dinyatakan lulus dalam ujian akhir tahfidz QurAoan dan belum mencapai targaet yang sudah di Hasil yang dapat dirasakan dari program tahfidz Al-QurAoan di MTs Al Fathimiyah ini adalah adanya kegiatan wisudah tahfidz yang dilaksanakan setiap satu tahun sekali oleh pihak madrasah. Kegiatan wisudah tahfidz ini diikuti oleh peserta didik sebagai sarana motivasi untuk lebih semangat dalam menghafal al QurAoan. Kegiatan wisudah tahfidz ini selain memberikan motivasi, juga memberikan sosialisasi dan menjaga nuansa program tahfidz di sekolah agar tetap hidup Kendala dan Solusi Program Tahfidzul QurAoan di MTs. Al-Fathimiyah Banjarwati Sebuah organisasi sangatlah wajar apabila ada kendala yang menyertainya. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang dilakukan peneliti bahwasannya kendala kepala madrasah dalam manajemen program Tahfidzul QurAoan yaitu . kemampuan peserta didik yang beragam. Dalam hal ini solusi yang diterapkan kepala Afifatuz Zulfah madrasah yaitu mengutus salah satu pendidik untuk memberikan jam tambahan dalam memperbaiki makhroj dan bacaan al-qurAoan peserta didik yang berkebutuhan . Kesulitan dalam mencapai target yang sudah di tentukan Dalam hal ini, solusi yang diterapkan oleh adalah membangun semangat menghafal peserta didik, memotivasi peserta didik agar bergairah dalam menambah hafalan dan terus murojaah tanpa rasa lelah . Rasa malas menghafal yang di miliki oleh peserta didik Dalam hal ini, solusi yang diterapkan adalah membangun semangat menghafal peserta didik, memotivasi peserta didik agar bergairah dalam menambah hafalan agar tetap giat dalam menghafal. KESIMPULAN Pada bab akhir ini akan peneliti uraikan kesimpulan dari seluruh pembahasan hasil penelitian serta saran-saran sebagai solusi dalam evaluasi Program pendidikan Tahfidzul QurAoan, khususnya Madrasah Tsanawiyah Al-Fathimiyah yang merupakan sasaran penulis dalam melakukan penelitian ini, bahwa model evaluasi yang di pakai penulis dalam penelitian ini yakni menggunakan model evaluasi CIPP berdasarkan uraian dan analisis yang dikemukakan diatas, penulis dapat menarik kesimpulan sebagai Model evaluasi pada program pendidikan Tahfidzul QurAoan di MTs Al Fathimiyah menggunakan model CIPP dalam artian evaluasi secara menyeluruh yakni evaluasi konteks, evaluasi input, evaluasi proses dan evaluasi product. Evaluasi konteks dilakukan untuk menjawab pertanyaan: Kebutuhan apa yang belum dipenuhi oleh kegiatan program,Tujuan pengembangan manakah yang berhubungan dengan pemenuhan kebutuhaTujuan manakah yang paling mudah dicapai. Evaluasi masukan membantu mengatur keputusan, menentukan sumber-sumber yang ada, alternatif apa yang diambil, apa rencana strategi untuk mencapai tujuan, bagaimana prosedur kerja untuk mencapainya. Evaluasi proses digunakan untuk mendeteksi atau rancangan prosedur atau rancangan implementasi selama tahap implementasi, menyediakan informasi untuk keputusan program dan sebagai rekaman atau arsip prosedur yang telah terjadi, evaluasi produk digunakan untuk membantu membuat keputusan, baik mengenai hasil yang telah dicapai maupun apa yang dilakukan setelah program itu berjalan. Kendala Dan Solusi evaluasi Program pendidikan Tahfidzul QurAoan Di MTs. AlFathimiyah Banjarwati yaitu: . kemampuan peserta didik yang beragam. Dalam hal ini solusi yang diterapkan kepala madrasah yaitu mengutus salah satu pendidik untuk memberikan jam tambahan dalam memperbaiki makhroj dan bacaan al-qurAoan peserta didik yang berkebutuhan khusus. Kesulitan dalam mencapai target yang sudah di tentukan Dalam hal ini, solusi yang diterapkan oleh adalah membangun semangat menghafal peserta didik, memotivasi peserta didik agar bergairah dalam menambah hafalan dan terus murojaah tanpa rasa lelah . Rasa malas menghafal yang di miliki oleh peserta didik Dalam hal ini, solusi yang diterapkan adalah membangun semangat menghafal peserta didik, memotivasi peserta didik agar bergairah dalam menambah hafalan agar tetap giat dalam menghafal. DAFTAR REFERENSI Abdul Rosyid. Pandai Baca. Tulis. Dan Tahfiz Al-QurAoan. Jakarta: Erlangga. , 2007 Abidin. Kilat Dan Mudah Hafal Juz Amma. Yogyakarta: Sabil. (Issue . Arikunto. Evaluasi Program Pendidikan Pedoman Teoretis Praktis Bagi Praktisi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara 2017 Evaluasi Program Pendidikan Berbasis Tahfidzul QurAoAn . Azmi. Fakhruddin. Mesiono Mesiono. Evaluation Of The Process Of Implementing Tahfidz Al-QurAoan Learning Programs In Integrated Islamic Basic Schools Of Dod Deli Serdang. Edukasi Jurnal Pendidikan Islam, vol 09/No. 02, 1Ae18. di ,2020 Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Kementerian Pendidikan. Kebudayaan. Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. AuKBBI DaringAy, https://kbbi. id/entri/evaluas Bahirul amali. Agar Orang Sibuk Menghafal Al-QurAoan. Yogyakarta: Pro-U Media. Bogdan. & Biklen. Qualitative Research for Education: An. Introduction to Theory and Methods. Boston: Allyn and Bacon. Inc 1982. Creswell. John. WQualitatif Inquiry and Research Design. California: Sage Publications. Inc,1998. Haryanto. Evaluasi Pembelajaran (Konsep Dan Manajeme. Yogyakarta: Uny Press Hasibuan. Akhmad Jaki. Tesis. Evaluasi Program Tahfidz QurAoan di Sdit As-Shiddiq Serua Indah Tangerang Selatan. Jakarta 2021 Heri. Gunawan Pendidikan Karakter. Konsep Dan Implementasi. Bandung, 2012 Herwibowo Menghafal Al-QurAoan Semudah Tersenyum Sukoharjo: Cv Farishma Indonesia, 2014. Junanto. Subar. Evaluasi Program Standar Kompetensi Lulusan Alquran (Skl Alqura. Di Jurusan Pendidikan Islam Anak Usia Dini Fakultas Ilmu Tarbiyah Dan Keguruan Iain Surakarta ,Jurnal At-Tarbawi, 2. Keswara,Indra jurnal Pengelolaan Pembelajaran Tahfidzul QurAoan (Menghafal Al QurAoa. Di Pondok Pesantren Al Husain Magelang. Hanata Widya. Vol. Lexy J. Moleong. Metodologi Penelitian Kualitatif Cet. Ke-22Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2006 Muryadi. Agustino dwi Model Evaluasi Program Dalam Penelitian Evaluasi. Ay Jurnal Ilmiah Penjas. Volume 3. Muzayanah,. Evaluasi Program Pendidikan. Jakarta: Prodi Teknologi Pendidikan UNJ. Nurochim,Profesional Learning Untuk Indonsia Emas (A. Sita Ratna Ningsih. Takiddin. Fauzan (Ed. )). Permendikbud Nomor 54 Tahun 2013. Roswati. Evaluasi Program/Proyek (Pengertian. Fungsi. Jenis, dan Format Usula. Jurnal Pendidikan Penabur-No. 11/Tahun ke-7/Desember http://w. id/files/H. 6471 Evaluasi Progra m. Rosyid. Abdul. Pandai Baca. Tulis. Dan Tahfiz Al-QurAoan. Jakarta: Erlangga. Safruddin. Cepi. Evaluasi Program Pendidikan Pedoman Teoretis Praktis Bagi Praktisi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara 2017 Siti atava Rizema Putra,Desain Evaluasi Belajar Berbasis Kinerja Yogyakarta:Diva Press 2013 Stufflebeam, . The Cipp Model For Evaluation. In The Cipp Model For Evaluation. Vol Sudijono A Pengantar Evaluasi Pendidikan Jakarta: Pt Rajagrafindo Persada 2016 Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif. Kualitatif. Dan R&D. Bandung: Alfabeta. Suharsimi. Arikunto. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta, 2013. Sukardi. Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara, 2003. Afifatuz Zulfah Syaodih Sukmadin. ProsedurPenelitian: Suatu Pendekatan Praktek Jakarta: P T. Rineka Cipta, 2002. Tien,Rafida Pengantar Evaluasi Program Pendidikan. Medan: Perdana Publishing. Undang-undang Republik Indonesia, "Nomor 20 Tahun 2003 Tetang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 57 Ayat 1" Dan Kegiatan Pengendalian Mutu Pendidikan. Jakarta: Kencana, 2017. Widoyoko. Eko Putro. Evaluasi Program Pembelajaran:Panduan Praktis bagi Pendidik dan Calon Pendidik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2013. Wirawanx ,EvaluasiTeori. Model. Standar. Aplikasi dan Profesi Jakarta: Rajagrafindo Persada, 2007. Worthen. The International Encyclopedia Of Educational Evaluation. Alternative Approaches and practical guidelines 2,2013 Https://Doi. Org/10. N33 Yusuf,A Muri. Assesmen Dan Evaluasi Pendidikan Pilar Penyedia Informasi Dan Kegiatan Pengendalian Mutu Pendidikan. Jakarta: Kencana 2017.