p-ISSN: 2987-7776 e-ISSN: 2987-7180 Vol. No. 2, 2025 HORIZON: Indonesian Journal of Multidisciplinary ANALISIS UPAYA PENINGKATAN INDEKS DESA MEMBANGUN (IDM) DI NEGERI PORTO. KECAMATAN SAPARUA. KABUPATEN MALUKU TENGAH Chelsy Feren Nanlohy1. Willem D. Nanlohy2. Adnan A. Botanri3 1, 2, 3 Article History Received: 09-07-2025 Revision: 30-08-2025 Accepted: 16-09-2025 Published: 28-10-2025 Universitas Pattimura. Jl. Ir. Putuhena. Ambon. Maluku. Indonesia Email: chlsynnlhy04@gmail. Abstract. This study aims to analyze efforts to improve the Village Development Index (IDM) in Negeri Porto. Saparua District. Central Maluku Regency. The main focus of this study is to explore strategies that can be applied in the development of independent and sustainable villages. The method used in this study is qualitative, with data collection techniques through direct observation and interviews with the local community. The results of the study indicate that there is a significant correlation between the research objectives and the analytical methods used. This study also identifies several factors influencing the success of village development, including community participation and government policies. Additionally, this study is expected to contribute useful insights and information for the government in formulating long-term plans for village development, as well as assist the community in understanding the importance of environmental conservation and local economic development. Thus, this research not only focuses on theoretical aspects but also provides practical recommendations that can be implemented to improve the quality of life of rural communities. Further research is expected to expand the scope of the regions and cultures studied, so that the strategies developed can be more applicable and relevant in various contexts. This research is expected to serve as an evaluation tool for the government and communities in their efforts to achieve more equitable and sustainable development in Indonesia Keywords: Village Development Index (IDM). Negeri Porto. Strategy Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis upaya peningkatan Indeks Desa Membangun (IDM) di Negeri Porto. Kecamatan Saparua. Kabupaten Maluku Tengah. Fokus utama dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi strategi yang dapat diterapkan dalam pembangunan desa yang mandiri dan berkelanjutan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui pengamatan langsung dan wawancara dengan Teknik analisis data menggunakan analisis data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat keterkaitan yang signifikan antara tujuan penelitian dan metode analisis yang digunakan. Penelitian ini juga mengidentifikasi beberapa faktor yang mempengaruhi keberhasilan pembangunan desa, termasuk partisipasi masyarakat dan kebijakan pemerintah. Selain itu, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pemikiran dan informasi yang berguna bagi pemerintah dalam merumuskan rencana jangka panjang untuk pembangunan desa, serta membantu masyarakat dalam memahami pentingnya pelestarian lingkungan dan pengembangan ekonomi lokal. Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya berfokus pada aspek teoritis, tetapi juga memberikan rekomendasi praktis yang dapat diimplementasikan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat memperluas cakupan wilayah dan budaya yang diteliti, sehingga strategi yang dihasilkan dapat lebih aplikatif dan relevan di berbagai konteks. Kata Kunci: Indeks Desa Membangun (IDM). Negeri Porto. Strategi How to Cite: Nanlohy. Nanlohy. , & Botanri. Analisis Upaya Peningkatan Indeks Desa Membangun (IDM) di Negeri Porto. Kecamatan Saparua. Kabupaten Maluku Tengah. HORIZON: Indonesian Journal of Multidisciplinary, 3 . , 70-81. http://doi. org/10. 54373/hijm. Nanlohy et al. Analisis Upaya Peningkatan Indeks Desa Membangun A PENDAHULUAN Menurut Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 bahwa desa adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah berwenang untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintah secara administratif, kepentingan masyarakat setempat berdasarkan prakarsa masyarakat, hak asal usul atau hak tradisional yang diakui dan dihormati dalam sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kementerian Desa . mengeluarkan aturan berupa Peraturan Menteri tentang Indeks Pembangunan Desa yang meliputi ketahanan sosial, ekonomi, dan alam, agar penilaian metodis pembangunan desa menjadi lebih baik (Kemendesa, 2. Negeri Porto. Kecamatan Saparua. Maluku tengah merupakan salah satu Negeri yang berada di Keacamatan Saparua dan hampir mendominasi bagian dari Kecamatan Saparua Negeri Porto sekilas sudah cukup maju dilihat dari keadaan rumah-rumah warga, dan keadaan desa secara umum. Negeri Porto memiliki potensi yang menjanjikan dari segi pertanian yaitu umbi keladi atau yang dikenal dengan AuKaladi BatuAy, namun nyatanya Negeri Porto masih termasuk desa berkembang (Kemendesa, 2. Hal ini dikarenakan Negeri Porto belum memiliki kemampuan melaksanakan pembangunan desa untuk peningkatan kualitas hidup dan kehidupan sebesar-besarnya kesejahteraan masyarakat desa dengan ketahanan sosial, ketahanan ekonomi, dan ketahanan ekologi (Aliyani, 2. Hasil analisis Indeks Desa Membangun (IDM) tahun 2022 menunjukan bahwa Negeri Porto memiliki nilai IDM sebesar 0. 6641 dengan Indeks Ketahanan Sosial (IKS) yaitu 0. Indeks Ketahanan Ekonomi (IKE) yaitu 0,6000, dan Indeks Ketahanan Lingkungan (IKL) yaitu 0,6641 (Kemendesa, 2. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi peningkatan dari desa berkembang ke desa maju pada Negeri Porto Kecamatan Saparua. METODE Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang menggunakan metode analisis PESTEL dan analisis SOAR. Analisis PESTEL diperoleh berdasarkan hasil kuisioner yang diperoleh, dan menganalisis apakah data tersebut termasuk ke dalam peluang pembangunan desa. Analisis PESTEL juga menjadi pengukur Indikator variabel dari pendekatan pentagon yang dikemukakan oleh Akgyn et al. Analisis SOAR didasarkan pada kuisioner yang Dibagi menggambarkan kondisi desa saat ini terdiri dari komponen kekuatan dan komponen peluang. kedua, komponen yang menggambarkan keinginan/harapan desa ke depan terdiri dari komponen aspirasi dan komponen hasil Nanlohy et al. Analisis Upaya Peningkatan Indeks Desa Membangun A HASIL DAN DISKUSI PESTEL dalam Indeks Desa Membangun (IDM) Analisis PESTEL dalam konteks Indeks Desa Membangun (IDM) di Negeri Porto adalah suatu kerangka kerja yang digunakan untuk menganalisis faktor-faktor eksternal yang dapat memengaruhi kemajuan dan perkembangan desa tersebut FAKTOR POLITIK Faktor politik mencakup kebijakan pemerintah, peraturan perundangundangan, stabilitas politik, dan kapasitas tata kelola pemerintahan dari tingkat pusat hingga Peraturan terkait pembangunan desa dari Kementerian Desa. Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Penetapan Indeks Desa Membangun (IDM) sebagai tolak ukur pembangunan desa Politik Penerapan Undang-Undang Desa dan Dana Desa: Keberadaan dan implementasi UU Desa No. 6 Tahun 2014, yang mengalokasikan Dana implementasi UU Desa No. 6 Tahun 2014, yang mengalokasikan Dana Desa secara langsung, adalah faktor politik paling fundamental bagi Negeri Porto. Dana ini memungkinkan desa untuk merencanakan dan melaksanakan program pembangunan secara mandiri. Besar dan fleksibilitas penggunaan Dana Desa sangat menentukan kapasitas Negeri Porto untuk membangun infrastruktur . isalnya perbaikan jalan desa, pembangunan dermaga keci. , meningkatkan layanan dasar (Posyandu, penyediaan air bersi. , dan mendorong ekonomi lokal. Kebijakan ini secara langsung memengaruhi semua dimensi IDM. Prioritas Pembangunan Nasional dan Daerah: Arah kebijakan pemerintah pusat . isalnya fokus pada pariwisata bahari, perikanan berkelanjutan, atau pengembangan daerah 3T - Terdepan. Terluar. Tertingga. akan sangat menentukan jenis dukungan program dan pendanaan tambahan yang dapat diakses oleh Negeri Porto. Demikian pula. Peraturan Daerah (Perd. dari Provinsi Maluku dan Kabupaten Maluku Tengah mengenai pembangunan kepulauan dapat memberikan kerangka kerja dan alokasi khusus. Sinkronisasi antara kebijakan pusat, provinsi, dan kabupaten sangat krusial agar Negeri Porto dapat mengoptimalkan sumber daya untuk mencapai target IDM-nya. Kapasitas Tata Kelola Pemerintahan Desa: Kebijakan mengenai peningkatan kapasitas aparatur desa, seperti pelatihan manajemen Dana Desa, perencanaan partisipatif, dan pelaporan keuangan, akan sangat memengaruhi efektivitas implementasi program IDM di Negeri Porto. Jika kapasitas ini rendah, meskipun dana tersedia, program mungkin tidak berjalan optimal atau tidak tepat sasaran. Stabilitas Politik Lokal: Stabilitas kepemimpinan di Negeri Porto (Kepala Desa dan perangkatny. serta hubungan yang harmonis dengan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan lembaga adat akan mendukung keberlanjutan program pembangunan. Konflik internal atau pergantian kepemimpinan yang sering dapat menghambat progres IDM. FAKTOR EKONOMI Faktor ekonomi berkaitan dengan kondisi ekonomi makro dan mikro yang memengaruhi kapasitas desa dalam menghasilkan pendapatan, menyediakan lapangan kerja, dan memenuhi kebutuhan dasar. Ini berdampak langsung pada dimensi Ketahanan Ekonomi IDM. Keragaman Aktivitas Ekonomi (Produk Unggulan Desa. Ekonomi Kreatif. Kerjasama Des. Pasar Rakyat Toko/Pertokoan Kedai/Rumah Makan Layanan Pos dan Logistik Lembaga Ekonomi Nanlohy et al. Analisis Upaya Peningkatan Indeks Desa Membangun A Layanan Keuangan Potensi ekonomi lokal desa Kemampuan desa memanfaatkan dan memaksimalkan sumber daya Ekonomi Ketergantungan pada Sektor Primer: Ekonomi Negeri Porto sangat bergantung pada sektor perikanan dan/atau pertanian subsisten. Ketergantungan ini membuat desa rentan terhadap: Fluktuasi Harga Komoditas: Harga ikan, rumput laut, atau hasil pertanian yang tidak stabil dapat secara drastis memengaruhi pendapatan rumah tangga dan daya beli masyarakat. Dampak Cuaca/Iklim: Musim penangkapan ikan yang tidak menentu atau kondisi iklim ekstrem . adai, gelombang tingg. dapat menghambat produksi dan pendapatan, serta merusak sarana prasarana ekonomi. Minimnya Diversifikasi Ekonomi: Keterbatasan pilihan mata pencarian di luar sektor primer . isalnya minimnya industri pengolahan atau sektor jasa yang berkemban. membuat ekonomi desa kurang tangguh menghadapi guncangan. Akses Keuangan: Ketersediaan modal usaha, kredit mikro, atau akses ke lembaga keuangan formal . ank, koperas. seringkali terbatas. Hal ini menjadi hambatan besar bagi masyarakat Negeri Porto yang ingin mengembangkan usaha mikro dan kecil, atau bagi BUM Desa untuk mengembangkan unit usaha yang lebih besar. Potensi Pariwisata yang Belum Optimal: Meskipun memiliki keindahan alam bahari, potensi pariwisata di Negeri Porto mungkin belum dikembangkan secara maksimal. Keterbatasan infrastruktur pendukung . komodasi, transportasi lokal, promos. dan sumber daya manusia yang terlatih di sektor pariwisata menghambat kontribusinya terhadap ekonomi desa. Layanan Pos dan Logistik FAKTOR SOSIAL Faktor sosial mencakup demografi, budaya, pendidikan, kesehatan, dan struktur komunitas yang memengaruhi kualitas hidup dan partisipasi masyarakat. Ini sangat relevan dengan dimensi Ketahanan Sosial IDM. Tingkat pendidikan dan kesehatan Frekuensi Gotong Royong Penanganan Konflik Sosial Satkamling Taman Bacaan Masyarakat/Perpustakaan Desa Fasilitas Olahraga Keberadaan Ruang Publik Terbuka Laju Pertumbuhan Penduduk Penduduk yang bekerja dan pengangguran Tingkat pertumbuhan penduduk migrasi tingkat konflik yang terjadi di Desa Sumber air minum, dan Akses penduduk Desa memiliki air untuk mandi dan mencuci. Kepemilikan jamban. dan tempat pembuangan sampah Jumlah penduduk desa yang memiliki aliran listrik Jumlah penduduk desa yang memiliki telepon selular dan sinyal yang kuat. siaran televisi lokal, nasional dan asing. dan akses internet Sosial Akses dan Kualitas Layanan Dasar yang Terbatas: Negeri Porto kemungkinan masih menghadapi tantangan dalam akses dan kualitas fasilitas kesehatan . isalnya Posyandu. Puskesmas Pembantu, ketersediaan obat-obatan, dan tenaga medis yang meneta. serta pendidikan . etersediaan sekolah menengah, kualitas guru, fasilitas belaja. Ini secara langsung berkontribusi pada indikator IDM yang rendah di aspek sosial. Prevalensi Stunting: Data yang menunjukkan prevalensi stunting yang signifikan . eperti yang pernah dilaporkan di angka 22. 4%) adalah indikator kritis rendahnya ketahanan sosial di bidang kesehatan dan gizi. Ini tidak hanya mencerminkan masalah gizi kronis, tetapi juga bisa mengindikasikan masalah sanitasi, akses air bersih, dan pendidikan gizi masyarakat. Nanlohy et al. Analisis Upaya Peningkatan Indeks Desa Membangun A Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM): Keterbatasan akses pendidikan berkualitas, pelatihan keterampilan, dan informasi dapat berdampak pada kualitas SDM di Negeri Porto. Hal ini memengaruhi kemampuan masyarakat untuk mengadopsi inovasi, beradaptasi dengan perubahan ekonomi, dan mengisi lapangan kerja yang lebih produktif. Kearifan Lokal (Sas. sebagai Modal Sosial: Keberadaan praktik "sasi" . arangan adat untuk memanen sumber daya tertentu dalam periode waktu tertent. adalah kekuatan sosial-budaya yang unik. Ini menunjukkan adanya modal sosial yang kuat dalam bentuk norma kolektif untuk pengelolaan sumber daya alam. Jika dipertahankan dan diperkuat, sasi dapat berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan dan memperkuat ikatan sosial desa. FAKTOR TEKNOLOGI Faktor teknologi mencakup inovasi baru, perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK), adopsi teknologi, dan dampaknya terhadap produktivitas dan efisiensi. Akses teknologi modern Akses listrik dan jaringan Tingkat teknologi di perdesaan Teknologi Akses Internet dan Telekomunikasi Terbatas: Salah satu hambatan utama di banyak desa kepulauan adalah akses internet yang tidak stabil atau bahkan tidak ada sama sekali. Ini membatasi akses masyarakat Negeri Porto terhadap informasi . isalnya informasi peluang pasar, harga komodita. , pendidikan online, dan komunikasi yang efisien. Bagi usaha kecil, ini menghambat pemasaran produk secara daring. Minimnya Adopsi Teknologi Tepat Guna: Penggunaan teknologi sederhana atau tepat guna di sektor perikanan . isalnya alat tangkap yang lebih efisien dan ramah lingkungan, teknik budidaya lau. atau pertanian . eknik pengolahan pascapane. mungkin masih terbatas. Hal ini menghambat peningkatan produktivitas, kualitas produk, dan nilai tambah. Keterbatasan Infrastruktur Pendukung Teknologi: Ketersediaan listrik yang stabil dan memadai, serta pusat-pusat pelatihan keterampilan digital, seringkali menjadi kendala dalam pemanfaatan teknologi secara optimal di desa FAKTOR LINGKUNGAN/EKOLOGI Faktor lingkungan mencakup kondisi geografis, sumber daya alam, isu-isu lingkungan . isalnya polusi, perubahan ikli. , dan kerentanan terhadap bencana alam. Ini sangat relevan dengan dimensi Ketahanan Ekologi. Kearifan Lingkungan Sistem Pengelolaan Sampah Pencemaran Lingkungan Penanggulangan Bencana Produk yang ramah lingkungan Penjagaan hutan Pengurangan penggunaan kantong plastik Lingkungan/Ekologi Ketergantungan pada Ekosistem Laut: Sebagai desa pesisir. Negeri Porto sangat bergantung pada kesehatan ekosistem laut . erumbu karang, hutan mangrove, populasi ika. Degradasi lingkungan laut akibat praktik yang tidak berkelanjutan . isalnya penangkapan ikan merusak, pencemara. akan secara langsung memengaruhi ekonomi dan ekologi desa, serta keberlanjutan sumber daya bagi generasi mendatang. Kerentanan Terhadap Perubahan Iklim dan Bencana Alam: Wilayah kepulauan seperti Negeri Porto sangat rentan terhadap dampak perubahan iklim . enaikan permukaan air laut, abrasi pantai yang mengikis darata. dan bencana hidrometeorologi . elombang tinggi, badai, angin Bencana ini dapat merusak infrastruktur, mengganggu mata pencarian, dan memengaruhi kualitas hidup masyarakat secara signifikan. Pengelolaan Sampah yang Belum Optimal: Masalah pengelolaan sampah, terutama sampah plastik yang terbawa arus laut atau menumpuk di pesisir, dapat menjadi isu lingkungan yang Sampah ini mencemari laut, merusak ekosistem, dan mengurangi potensi wisata desa. FAKTOR HUKUM Nanlohy et al. Analisis Upaya Peningkatan Indeks Desa Membangun A Faktor hukum mencakup semua peraturan perundang-undangan yang berlaku, baik di tingkat nasional, provinsi, kabupaten, maupun peraturan desa, serta penegakannya Peraturan Pemerintah No. 43 Tahun 2014 mengenai Pelaksanaan Undang-Undang No. Tahun 2014 tentang Desa Undang-Undang No. 6 Tahun 2014 tentang Desa PERMENDES No. 2 Tahun 2016 tentang Indek Desa Membangun Peraturan Pemerintah No. 43 Tahun 2014 mengenai Pelaksanaan Undang-Undang No. Tahun 2014 tentang Desa Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 114 Tahun 2014 tentang pedoman pembangunan desa Hukum Regulasi Dana Desa: Aturan rinci mengenai pengelolaan dan pelaporan Dana Desa . ulai dari perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan, hingga pertanggungjawaba. sangat memengaruhi akuntabilitas dan efektivitas penggunaan dana tersebut di Negeri Porto. Kepatuhan terhadap regulasi ini menentukan transparansi tata kelola desa. Pengakuan dan Integrasi Hukum Adat: Sejauh mana hukum adat . isalnya sas. diakui secara formal dan diintegrasikan dalam sistem hukum desa atau daerah akan memengaruhi kekuatan dan penegakannya dalam menjaga lingkungan dan ketertiban sosial di Negeri Porto. Pengabaian hukum adat bisa memicu konflik atau melemahkan sistem pengelolaan yang sudah ada. Regulasi Sektor Spesifik: Adanya aturan tentang perizinan usaha mikro, standar kesehatan, standar lingkungan, atau pengelolaan pariwisata akan memengaruhi peluang ekonomi dan kualitas hidup di desa. Penegakan Hukum: Efektivitas penegakan peraturan . isalnya terkait penangkapan ikan ilegal, pembuangan limbah, atau konflik laha. akan memengaruhi keberlanjutan sumber daya dan ketertiban sosial. Analisis PESTEL secara komprehensif menunjukkan bahwa pembangunan IDM di Negeri Porto dipengaruhi oleh interaksi kompleks antara dukungan kebijakan pemerintah yang memungkinkan . , tantangan struktural ekonomi yang memerlukan diversifikasi, isu-isu sosial seperti kesehatan . dan pendidikan yang perlu ditingkatkan, keterbatasan akses dan adopsi teknologi, kerentanan lingkungan yang menuntut pengelolaan berkelanjutan, dan kerangka hukum yang memerlukan implementasi efektif. Memahami faktor-faktor eksternal ini adalah langkah krusial bagi Negeri Porto dan pihak-pihak terkait untuk merumuskan strategi pembangunan yang realistis, adaptif, dan berkelanjutan guna meningkatkan status Indeks Desa Membangunnya dari waktu ke waktu. Hal ini memungkinkan desa untuk tidak hanya bereaksi terhadap perubahan, tetapi juga proaktif dalam memanfaatkan peluang dan memitigasi ancaman dari lingkungan eksternal. Analisis SOAR Analisis SOAR didasarkan pada wawancara dan data sekunder yang diperoleh. Terbagi menjadi dua kelompok komponen: kelompok pertama adalah komponen yang menggambarkan situasi desa saat ini, meliputi komponen kekuatan dan komponen peluang. Kedua, komponen yang menggambarkan keinginan/harapan desa untuk masa depan meliputi komponen Nanlohy et al. Analisis Upaya Peningkatan Indeks Desa Membangun A keinginan dan komponen hasil. Dibandingkan dengan analisis SWOT, analisis SOAR berfokus pada analisis faktor positif desa dalam mengembangkan strategi yang efektif. Berikut ini adalah penjelasan lebih rinci tentang hasil analisis setiap faktor dalam SOAR. S - Strengths (Kekuatan Internal Negeri Port. : Kekuatan internal adalah aset dan kapasitas yang sudah dimiliki Negeri Porto, yang dapat dimanfaatkan untuk mendorong pembangunan desa dan peningkatan IDM. O - Opportunities (Peluang Eksternal untuk Negeri Port. : Peluang eksternal adalah faktor-faktor di luar kendali desa yang bersifat positif dan dapat dimanfaatkan oleh Negeri Porto untuk mempercepat pencapaian aspirasi IDM-nya. Peluang ini banyak bersumber dari analisis PESTEL. A - Aspirations (Aspirasi dan Visi Masa Depan Negeri Port. : Aspirasi adalah impian dan tujuan yang ingin dicapai Negeri Porto di masa depan, yang dibentuk oleh pemahaman akan kekuatan dan peluang yang ada, serta dorongan untuk mengatasi tantangan yang teridentifikasi dari PESTEL . isalnya, masalah ekonomi atau sosia. R - Results (Hasil yang Terukur dari Pencapaian Aspiras. : Hasil adalah indikator konkret dan terukur yang akan menunjukkan apakah Negeri Porto berhasil mencapai aspirasinya. Hasil ini akan secara langsung mencerminkan peningkatan pada dimensi-dimensi IDM. Porto. S - Strengths O - Opportunities (Kekuata. (Peluan. Kekayaan Sumber Daya Alam Bahari: Negeri 1. Dukungan Kebijakan Pemerintah (Politi. Porto dianugerahi perairan yang kaya akan Peluang: Adanya Undang Undang Desa, ikan, teripang, dan potensi rumput laut, serta memiliki keindahan terumbu karang dan Terdepan. Terluar. Tertinggal . T), dan pantai yang asri. Ini adalah modal dasar yang perhatian khusus pemerintah pusat kuat untuk sektor perikanan dan pariwisata Maluku bahari, yang dapat meningkatkan dimensi pengembangan wilayah kepulauan. Ini ketahanan ekonomi dan ekologi dalam IDM. membuka pintu bagi aliran dana. Kearifan Lokal dalam Pengelolaan Sumber program, dan dukungan teknis yang Daya (Sas. : Keberadaan sistem adat "sasi" untuk menjaga kelestarian lingkungan. Implikasi IDM: Memungkinkan khususnya laut, menunjukkan adanya peningkatan investasi infrastruktur, pengelolaan sumber daya yang telah teruji Ini adalah kekuatan yang tak ternilai langsung pada semua dimensi IDM. untuk menjaga ketahanan ekologi dan 2. Tren Pariwisata Berkelanjutan (Ekonomi & memperkuat modal sosial, yang berpengaruh Lingkunga. pada dimensi ketahanan sosial IDM. Peluang: Meningkatnya minat wisatawan Modal Sosial Kuat dan Semangat Gotong global terhadap destinasi bahari yang Royong: Masyarakat Negeri Porto memiliki belum terjamah dan berbasis komunitas ikatan kekeluargaan dan semangat gotong . Negeri Porto dengan royong yang tinggi. Ini adalah fondasi kuat Nanlohy et al. Analisis Upaya Peningkatan Indeks Desa Membangun A untuk partisipasi aktif dalam setiap program pembangunan desa, yang sangat penting untuk mencapai tujuan di semua dimensi IDM. Keberadaan Dana Desa: Alokasi Dana Desa yang otonom dari pemerintah pusat memberikan kekuatan finansial signifikan. Dana ini memungkinkan pemerintah desa untuk merencanakan dan melaksanakan 3. program-program yang secara langsung menyasar indikator-indikator IDM, mulai dari pemberdayaan ekonomi lokal. keindahan alamnya sangat cocok untuk Peluang: Meningkatnya minat wisatawan global terhadap destinasi bahari yang belum terjamah dan berbasis komunitas . Negeri Porto dengan keindahan alamnya sangat cocok untuk Peningkatan Akses Teknologi dan Informasi (Teknolog. Peluang: Perluasan jangkauan internet dan telekomunikasi ke daerah terpencil. Implikasi IDM: Membuka akses pasar yang lebih luas untuk produk lokal . emasaran onlin. , memudahkan akses informasi . isalnya harga pelatiha. , komoditas, dan meningkatkan efisiensi administrasi desa. Hal ini dapat meningkatkan ketahanan ekonomi dan sosial . kses informas. Potensi Kemitraan (Sosial & Politi. Peluang: Kesediaan berbagai pihak eksternal seperti Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang fokus pada perguruan tinggi untuk penelitian, atau inverstor swasta yang tertarik pada pengembangan berkelanjutan. Implikasi IDM: Mendatangkan keahlian, pendanaan tambahan, dan inovasi yang tidak bisa disediakan oleh desa sendiri, mempercepat pembangunan di semua dimensi IDM. Peningkatan Kesadaran Isu Lingkungan Global (Lingkunga. Peluang: Isu perubahan iklim dan kelestarian ekosistem laut menjadi perhatian global. Implikasi IDM: Membuka peluang bagi Negeri Porto untuk mendapatkan dukungan program konservasi, bantuan teknis, dan pendanaan dari lembaga nasional maupun internasional yang fokus pada lingkungan, yang secara langsung meningkatkan ketahanan ekologi. A - Aspirations R - Results (Aspiras. (Hasi. Peningkatan Status IDM Menjadi "Maju" atau 1. Capaian IDM: Peningkatan skor IDM dari "Mandiri": Ini adalah aspirasi sentral yang status saat ini dari desa berkembang menjadi mencakup semua aspek pembangunan desa, maju dalam kerangka waktu yang ditetapkan menandakan tercapainya kemandirian dan . isalnya, dalam 5 tahu. kualitas hidup yang lebih baik Peningkatan Pendapatan Ekonomi: Mewujudkan Ekonomi Desa yang Beragam Terukurnya pendapatan perkapita rata-rata Berkelanjutan: Aspirasi masyarakat di Negeri Porto. mengurangi ketergantungan pada satu sektor Nanlohy et al. Analisis Upaya Peningkatan Indeks Desa Membangun A . erikanan Peningkatan diversifikasi mata pencarian, mengembangkan potensi lain seperti dengan munculnya usaha baru dan penurunan ketergantungan pada satu berkelanjutan, dan ekonomi kreatif, sehingga mampu menciptakan lapangan kerja dan Peningkatan akses dan pemanfaatan meningkatkan pendapatan secara merata. layanan keuangan oleh masyarakat Masyarakat Sehat. Cerdas, dan Berdaya . isalnya kredit mikro, tabunga. Saing: Aspirasi ini berfokus pada peningkatan 3. Peningkatan Indikator Kesehatan dan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Pendidikan: Negeri Porto. Ini mencakup akses dan kualitas Terukurnya luasan konservasi laut/pesisir pendidikan yang lebih baik, layanan area dalam musyawarah desa dan kegiatan . ermasuk yang dikelola secara efektif misalnya, penanganan stunting dan gizi buru. , serta zona sasi yang dipatuhi. sanitasi layak, yang pada akhirnya Implementasi sistem pengelolaan sampah meningkatkan ketahanan sosial dan ekonomi. yang berkelanjutan mislanya, volume Lingkungan Lestari dan Adaptif Terhadap sampah yang didaur ulang atau dikelola Perubahan Iklim: Aspirasi untuk menjaga dengan baik keindahan dan kekayaan alam . erutama lau. Penguatan Tata Kelola Desa : sebagai warisan bagi generasi mendatang. Ini Peningkatan transparansi anggaran dan melibatkan praktik pengelolaan sampah yang program desa. baik, mitigasi dampak abrasi, dan adaptasi Peningkatan partisipasi masyarakat . umlah kehadiran dan kontribus. dalam berkontribusi pada ketahanan ekologi. Tata Kelola Pemerintahan Desa yang Transparan dan Partisipatif: Aspirasi ini Peningkatan kapasitas aparatur desa menyoroti keinginan untuk pemerintahan dalam pengelolaan dan pelaporan desa yang terbuka, akuntabel, dan melibatkan partisipasi aktif pembangunan. Analisis SOAR yang terintegrasi dengan PESTEL ini menunjukkan bahwa Negeri Porto memiliki fondasi yang kuat . ekayaan alam, kearifan lokal, modal sosial. Dana Des. dan berbagai peluang eksternal yang menjanjikan . ukungan kebijakan, tren pariwisata, teknologi. Namun, untuk memaksimalkan potensi ini, desa harus secara proaktif mewujudkan aspirasinya untuk menjadi desa yang mandiri secara ekonomi, sehat dan cerdas secara sosial, serta lestari secara lingkungan. Dengan fokus pada hasil yang terukur di setiap dimensi IDM. Negeri Porto dapat menyusun strategi pembangunan yang lebih tepat sasaran. Prioritas harus diberikan pada diversifikasi ekonomi . engurangi ketergantungan pada satu sekto. , peningkatan kualitas sumber daya manusia . hususnya penanganan stunting dan peningkatan akses pendidika. , serta pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan dengan memanfaatkan kearifan lokal seperti sasi. Kolaborasi dengan berbagai pihak eksternal dan pemanfaatan teknologi akan menjadi kunci percepatan. Hubungan antara analisis PESTEL dan SOAR dalam konteks Indeks Desa Membangun (IDM) di Negeri Porto. Kecamatan Saparua, adalah keterkaitan strategis yang saling PESTEL memberikan gambaran eksternal . ingkungan makr. Nanlohy et al. Analisis Upaya Peningkatan Indeks Desa Membangun A memengaruhi desa, sedangkan SOAR membantu desa untuk melihat ke dalam dan ke depan . nternal dan prospekti. , merumuskan strategi berbasis kekuatan, peluang, aspirasi, dan hasil. PESTEL Membentuk Dimensi "Opportunities" (Peluan. Mempengaruhi "Aspirations" (Aspiras. dalam SOAR . Peluang dari PESTEL menjadi Peluang dalam SOAR: Faktor Politik . Dana Desa, kebijakan pembangunan wilayah kepulaua. secara langsung diterjemahkan menjadi Peluang bagi Negeri Porto untuk mendapatkan sumber daya dan dukungan program. Tren Ekonomi seperti pertumbuhan pariwisata bahari dan potensi Teknologi seperti, peningkatan akses internet menjadi peluang bagi diversifikasi ekonomi dan peningkatan kapasitas desa. Isu Lingkungan seeperti konservasi laut menjadi Peluang untuk mendapatkan dukungan program konservasi. Kerangka Hukum yang mendukung otonomi desa atau pengelolaan sumber daya yang adil menciptakan Peluang bagi praktik tata kelola yang lebih baik. Pengaruh PESTEL terhadap Aspirasi dalam SOAR : Aspirasi desa untuk menjadi "Maju" dan memiliki ekonomi yang beragam, kesehatan yang baik, atau lingkungan yang lestari, sering kali dibentuk oleh kesadaran terhadap peluang. PESTEL Menguji "Strengths" (Kekuata. dan Memengaruhi "Results" (Hasi. SOAR : Pengujian Kekuatan: Faktor-faktor dari PESTEL dapat menguji seberapa kuat sesungguhnya kekuatan internal desa. Kekuatan modal sosial . otong royon. diuji ketika ada tekanan Ekonomi . enurunan harga komodita. atau Lingkungan . encana ala. , yang memerlukan solidaritas untuk pemulihan. Kekuatan sumber daya alam bahari diuji oleh faktor Lingkungan . erubahan iklim, polus. atau Hukum . enegakan aturan penangkapan ika. Pengaruh terhadap Hasil: Faktor PESTEL secara langsung memengaruhi sejauh mana hasil yang diinginkan . eningkatan IDM) dapat tercapai. - Keberhasilan dalam peningkatan pendapatan ekonomi (Hasi. akan sangat tergantung pada kondisi Ekonomi makro, akses pasar, dan dukungan Politik terhadap BUM Desa. PESTEL sebagai Landasan Perencanaan Strategis untuk SOAR. Analisis PESTEL berfungsi sebagai langkah awal yang krusial dalam perencanaan strategis pembangunan desa yang akan dijabarkan lebih lanjut dalam SOAR. Nanlohy et al. Analisis Upaya Peningkatan Indeks Desa Membangun A Identifikasi Ancaman: PESTEL membantu Negeri Porto mengidentifikasi ancaman dari luar . isalnya, dampak abrasi dari faktor Lingkungan, ketidakstabilan harga dari faktor Ekonomi, atau perubahan kebijakan dari faktor Politi. Ancaman-ancaman ini perlu dipertimbangkan saat merumuskan strategi dalam SOAR untuk memastikan desa memiliki resiliensi. Konteks Realistis: Dengan memahami PESTEL, analisis SOAR menjadi lebih realistis. Tidak ada gunanya bermimpi besar tentang pariwisata (Aspiras. jika tidak ada dukungan kebijakan (Politi. atau akses transportasi (Ekonomi/Lingkunga. yang memadai KESIMPULAN Analisis PESTEL menunjukkan bahwa desa ini menghadapi tantangan eksternal berupa ketergantungan ekonomi pada sektor perikanan subsisten, kualitas SDM, keterbatasan dalam memanfaatkan teknologi, serta kerentanan lingkungan terhadap perubahan iklim dan masalah Namun, analisis SOAR mengungkap kekuatan internal Negeri Porto yang signifikan, seperti kekayaan sumber daya alam bahari yang melimpah, adanya kearifan lokal "sasi" sebagai praktik konservasi yang efektif, modal sosial yang kuat melalui gotong royong, dan Dana Desa sebagai sumber pendanaan otonom. Selain itu, ada peluang eksternal besar dari dukungan kebijakan pemerintah terhadap desa kepulauan dan tren pariwisata berkelanjutan. Dengan demikian, kesimpulan akhirnya adalah bahwa Negeri Porto memiliki potensi kuat untuk beralih ke status Desa Maju, asalkan fokus strategis diarahkan pada diversifikasi ekonomi berbasis bahari . engembangan ekowisata, pengolahan hasil perikanan, dan diversifikasi hasil pendidikan/keterampila. , . eningkatan mengintegrasikan kearifan lokal, serta penguatan tata kelola desa yang transparan dan adaptif dengan memanfaatkan teknologi. Melalui langkah langkah ini. Negeri Porto tidak hanya akan melihat peningkatan nilai IDM, tetapi juga terwujudnya kesejahteraan dan kemandirian yang berkelanjutan bagi seluruh masyarakatnya REFERENSI