Agrisaintifika. Vol. No. 2, 2025 https://journal. id/index. php/agrisaintifika ISSN 2580-0345 . , 2580-748X . DOI: 10. 32585/ags. Widya dkk. , 2025 UJI DUA VARIETAS MELATI (Jasminum samba. DAN KONSENTRASI FRUKTOSA PADA MEDIA NAGATA AND TAKEBE TERHADAP KANDUNGAN METABOLIT SEKUNDER SECARA IN VITRO Surya Ari Widya. Medita Johana Pakula Bafiqi. Hakkul Bahiz Mahdani. Fakultas Pertanian. Jurusan Agroteknologi. Universitas Wijaya Kusuma Surabaya. Jl. Dukuh Kupang XXV No. Dukuh Kupang. Kec. Dukuhpakis. Surabaya. Jawa Timur 60225. Indonesia . Fakultas Pertanian. Jurusan Agribisnis. Universitas Wijaya Kusuma Surabaya. Jl. Dukuh Kupang XXV No. Dukuh Kupang. Kec. Dukuhpakis. Surabaya. Jawa Timur 60225. Indonesia *corresponding author : suryaaw27@gmail. * Received for review January 7, 2025 Accepted for publication February 4, 2025 Abstract Jasmine (Jasminum samba. is one of the ornamental plants that are widely cultivated in Indonesia and is known to have economic value and benefits in various sectors, such as the perfume, pharmaceutical, and health industries. The purpose of this study was to determine the right efficiency in the concentration of fructose addition to the callus of two varieties of Jasmine on the content of secondary metabolites. The method used was a factorial Completely Randomized Design (CRD), repeated 4 times and each replication contained 5 samples. The treatments were as follows: Factor 1 Variety: V1: Var. Jasminum officinale. V2: Var. Jasminum Grand Duke of Tuscany while in Factor 2 using the addition of Fructose concentration K1: 10 g. K2: 20g. K3: 30g. The results of the quantity and quality of callus showed the best growth in the treatment of jasmine variety Jasminum officinale with the addition of a fructose concentration of 20 g, while the highest secondary metabolite content was in the treatment of jasmine variety Jasminum officinale with the addition of a fructose concentration of 30 g. Keywords: Jasmine. Nagata and Takebe. Fructose, and Variety Abstrak Tanaman melati (Jasminum samba. merupakan salah satu tanaman hias yang banyak dibudidayakan di Indonesia dan dikenal memiliki nilai ekonomi serta manfaat dalam berbagai sektor, seperti industri parfum, farmasi, dan Kesehatan. Tujuan pada penelitian ini untuk mengetahui efisiensi yang tepat pada konsentrasi penambahan fruktosa pada kalus dua varietas Melati terhadap kandungan metabolit sukender. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) berfaktorial, diulang 4 kali dan masing-masing ulangan terdapat 5 sampel. Adapun perlakuannya sebagai berikut: Faktor 1 Varietas : V1: Var. Jasminum officinale. V2: Var. Jasminum Grand Duke of Tuscany sedangkan pada Faktor ke 2 menggunakan Penambahan konsentrasi Fruktosa K1: 10 g. K2: 20g. K3: 30g. Hasil dari kuantitas dan kualitas kalus menunjukan pertumbuhan terbaik pada perlakuan melati varietas Jasminum officinale dengan penambahan konsentrasi fruktosa 20 g, sedangkan kandungan metabolit sekunder tertinggi pada perlakuan Melati Varietas Jasminum officinale dengan penambahan konsetrasi fruktosa 30 g. Kata Kunci: Melati. Nagata and Takebe. Fruktose dan varietas Copyright A 2025 The Author. This is an open access article under the CC BY-SA license Agrisaintifika. Vol. No. 2, 2025 https://journal. id/index. php/agrisaintifika ISSN 2580-0345 . , 2580-748X . DOI: 10. 32585/ags. Widya dkk. , 2025 PENDAHULUAN Tanaman melati (Jasminum samba. merupakan salah satu tanaman hias yang banyak dibudidayakan di Indonesia dan dikenal memiliki nilai ekonomi serta manfaat dalam berbagai sektor, seperti industri parfum, farmasi, dan Kesehatan Selfiani et al. Melati juga dikenal sebagai salah satu sumber metabolit sekunder yang penting, seperti flavonoid, alkaloid, saponin, dan tanin, yang memiliki aktivitas farmakologis. Metabolit sekunder tersebut diketahui memiliki potensi besar sebagai antioksidan, antiinflamasi, antikanker, serta manfaat lainnya bagi kesehatan manusia Hidayah, et al. Oleh karena itu, pengembangan metode untuk meningkatkan produksi metabolit sekunder dari tanaman melati menjadi sangat penting. Salah satu pendekatan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kandungan metabolit sekunder pada tanaman adalah melalui kultur jaringan. Kultur jaringan tanaman memungkinkan manipulasi berbagai faktor, seperti komposisi media. Varietas tanaman dan sumber karbohidrat, yang dapat mempengaruhi pertumbuhan eksplan serta produksi metabolit sekunder. Menurut Widya and Aritonang . dari berbagai media kultur jaringan pertumbuhan eksplan daun Melati (Jasminum samba. adalah media Nagata and Takebe (NT), yang menyediakan nutrisi esensial bagi pertumbuhan dan diferensiasi sel tanaman. Namun, media dasar ini perlu dimodifikasi dengan penambahan sumber karbohidrat yang sesuai untuk mendukung produksi metabolit sekunder secara optimal. Fruktosa sebagai salah satu sumber karbohidrat memiliki peran penting dalam proses metabolisme dan sintesis metabolit sekunder pada tanaman Ziraluo . Konsentrasi fruktosa yang berbeda dapat mempengaruhi aktivitas enzim-enzim yang terlibat dalam jalur metabolisme sehingga mempengaruhi akumulasi metabolit sekunder. Selain itu, varietas eksplan juga menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan karena perbedaan genetik antara varietas dapat mempengaruhi kapasitas tanaman dalam memproduksi metabolit sekunder. Dua varietas melati yang sering diteliti adalah varietas melati putih dan varietas melati kuntum, yang keduanya memiliki karakteristik pertumbuhan dan kandungan metabolit yang berbeda (Khofifa dan Ubaidillah 2. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas berbagai konsentrasi fruktosa serta dua varietas melati (Jasminum samba. yang ditanam pada media Nagata and Takebe (NT) terhadap kandungan metabolit sekunder. Diharapkan penelitian ini dapat memberikan informasi penting dalam upaya optimalisasi produksi metabolit sekunder melalui teknik kultur jaringan, sekaligus memberikan wawasan mendalam mengenai peran konsentrasi fruktosa dan variasi genetik dalam mempengaruhi sintesis metabolit sekunder pada tanaman melati. BAHAN DAN METODE Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Kultur Jaringan Fakultas Pertanian Universitas Wijaya Kusuma Surabaya, dengan penelitian yang dilaksanakan pada bulan Februari Ae Mei 2024. Bahan yang dibutuhkan selama penelitian adalah daun muda tanaman Melati Var. Jasminum Grand Duke of Tuscany dan Var. Jasminum officinale. Nagata and tekebe (NT) . Fruktosa 10g, 20g dan 30g, zat pengatur tumbuh 0,5mg/l 2,4D dan 0,75mg/l Kinetin, air kelapa. Alkohol 70% dan 96%, betadine, aluminium foil, dan plastic wrap. Agrisaintifika. Vol. No. 2, 2025 https://journal. id/index. php/agrisaintifika ISSN 2580-0345 . , 2580-748X . DOI: 10. 32585/ags. Widya dkk. , 2025 Tabel 1. Komposisi Media Nagata and Takebe (NT) BAHAN Unsur Mikro NH4NO3 KNO3 CaCl2 . 2H2O MgSO4 . 7H2O KH2PO47 H2O Unsur Mikro H3BO3 MnSO4 . 4H2O ZnSO4 . 4H2O CuSO4 . 5H2O CoSO4 . 7H2O FeSO4 . 7H2O Na2EDTA . 2H2O Zat Organik Isobitol Thiamin Sukrosa D Ae Mannitol Sumber : (Widya and Aritonang, 2. Mg/Liter 0,83 0,0025 0,03 12,7 % Sedangkan peralatan yang digunakan selama penelitian ini adalah timbangan analitik, autoclave, oven, laminar air flow (LAF), pH meter, pinset, scalpel, erlenmeyer, gelas ukur, pipet tetes, pipet ukur, petridish, spatula, tabung kultur, hot plate magnetic stirrer. Penelitian ini dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) berfaktorial, diulang 4 kali dan masing-masing ulangan terdapat 5 sampel. Adapun perlakuannya sebagai berikut: Faktor 1 Varietas : V1: Var. Jasminum officinale. V2: Var. Jasminum Grand Duke of Tuscany sedangkan pada Faktor ke 2 menggunakan Penambahan konsentrasi Fruktosa K1: 10 g. K2: 20g. K3: 30g. Prosedur Penelitian Sterilisasi Alat. Peralatan yang digunakan dibungkus kertas coklat kemudian disterilkan dengan oven pada suhu 121AC selama 30 Menit. Sedangkan tabung kultur disterilkan dengan autoclave selama 30 Menit. Pembuatan Media. Media sesuai dengan komposisi NT . yang ditambahkan zat pengatur tumbuh NAA 30ml/L. BAP 10 ml/L , air kelapa 150 ml dengan pH 5,8-6 dan ditambahkan fruktosa 10g, 20g dan 30g. Kemudian disterilkan menggunakan autoclave 17 psi selama 20-25 menit. Penanaman Eksplan. Daun melati disterilkan dengan larutan klorok 20%. 10%, 5% dan 1 tetes twin, potong menjadi kecil-kecil daun melati dengan ukuran A 1cm kemudian ditanam pada media dengan masing-masing perlakuan. Parameter Kualitas kalus diamati dengan interval 1 minggu sekali secara visual dengan menggunakan skoring: 1 = tidak ada kalus 2 = kalus kompak 3 = kalus friable Agrisaintifika. Vol. No. 2, 2025 https://journal. id/index. php/agrisaintifika ISSN 2580-0345 . , 2580-748X . DOI: 10. 32585/ags. Widya dkk. , 2025 Kuantitas kalus diamati dengan interval 1 minggu sekali secara visual dengan skoring: 1 = tidak ada kalus 2 = kalus sedikit . kali ukuran ekspla. Analisis Kandungan Jasmone Analisa Kandungan Jasmone Kalus dilakukan dengan metode analisis GC-MS. Bahan kering tanaman dihaluskan kemudian ditimbang sebanyak 2 gram dan direndam dalam metanol selama 12 jam dengan sesekali diaduk. Ekstrak yang telah direndam kemudian disaring menggunakan kertas saring Whatmann No. Sebelum disaring, kertas saring dibasahi dengan metanol dan ditambahkan Na2SO4 sebanyak 0,2 gram pada kertas saring untuk menghilangkan endapan dan mengikat air pada filtrat. Sistem GC-MS dioperasikan menggunakan kolom kapiler silika . x 0,25 mm ID x 1 Md. Gas Helium digunakan sebagai gas pembawa dengan laju 1 mL/menit, volume injeksi 0,5 l, temperatur injektor 250AC dan temperatur sumber ion 280AC. Temperatur oven diprogram pada 110AC, dengan laju kenaikan temperatur 10AC/menit sampai 200AC, kemudian 5AC/menit sampai 280AC, diakhiri dengan isotermal selama 9 menit pada temperatur 280AC. Hasil analisis GCMS berupa kromatogram dengan sejumlah puncak yang menunjukkan jenis metabolit yang terkandung dalam sampel. dan kultur kalus krisan (C. Interpretasi senyawa dilakukan berdasarkan waktu retensi setiap puncak yang muncul dalam kromatogram menggunakan pustaka standar Willey (Setiawati et al. , 2. Analisis Data Data hasil pengamatan dan penelitian tersebut akan dianalisa menggunakan software Ms. Excel. Untuk mengetahui pengaruh perlakuan dua varietas melati dan penambahan konsentrasi fruktosa terhadap pertumbuhan Kalus melati Jasminum sambac dan kandungan Jasmone pada data yang diperoleh diuji secara statistik dengan analisis sidik ragam (Anov. Apabila uji F menunjukkan pengaruh yang nyata maka dilanjutkan dengan uji lanjutan yaitu Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf nyata 5%. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Kuantitas Kalus dari berbagai perlakuan dapat dilihat pada tabel 2. Tabel 2 Hasil Pengamatan Kuantitas Kalus Perlakuan V1K1 V1K2 V1K3 V2K1 V2K2 V2K3 BNT 5% Minggu ke5 15 bc 1. 20 cd 25 bc 1. 40 bc 27 bc 1. 40 bc 1,20 c 75 bc Pada tabel 2 hasil pengamatan kuantitas kalus menunjukkan perbedaan nyata pada minggu ke 5 Ae 10 MST. Hal ini menunjukan interaksi nyata antara varietas melati dan penambahan konsentrasi fruktosa terhadap kualitas kalus, dari hasil pengamatan menunjukan pemberian fruktosa 20 g pada melati Var. Jasminum officinale menunjukan lebih banyak dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Menurut Indarwati et al. bahwa Media kultur jaringan merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan teknik kultur jaringan. Beberapa formulasi media kultur dapat dimodifikasi digunakan untuk mengoptimalkan pertumbuhan bahan tanaman . Dengan penambahan fruktosa yang sesuai pada media dapat menghasilkan kuantitas kalus yang baik dengan menggunakan eksplan daun (Chalik, 2. Pada penelitian Trevisan et al . Agrisaintifika. Vol. No. 2, 2025 https://journal. id/index. php/agrisaintifika ISSN 2580-0345 . , 2580-748X . DOI: 10. 32585/ags. Widya dkk. , 2025 membuktikan bahwa suatu komoditas dapat berkembang dengan baik jika ada penambahan karbohidrat yang sesuai dengan komoditas, melalui uji tiga sumber karbohidrat yaitu fruktosa, sukrosa dan glukosa pada eksplan tanaman C. obovata menunjukan bahwa pada penambahan fruktosa dapat berkembang dengan baik begitupun juga Pada penelitian Chaudhry . mengemukakan bahwa kultivar suatu komoditas menentukan hasil kuantitas kalus. Sehingga didapatkan bahwa kultivar dan penambahan karbohidrat pada media kultur jaringan dapat meningkatkan hasil kuantitas kalus. Hasil Kuantitas Kalus dari berbagai perlakuan dapat dilihat pada tabel 3. Tabel 3 Hasil Pengamatan Kuantitas Kalus Perlakuan V1K1 V1K2 V1K3 V2K1 V2K2 V2K3 BNT 5% 15 bc 25 bc 25 bc Minggu ke6 20 cd 35 bc 40 bc Pada tabel 3 hasil pengamatan kualitas kalus menunjukkan perbedaan nyata pada minggu ke 5 Ae 10 MST. Sama halnya pada hasil kuantitas kalus, kualitas kalus menunjukan interaksi nyata antara varietas melati dan penambahan konsentrasi fruktosa terhadap kualitas kalus, dari hasil pengamatan menunjukan pemberian fruktosa 20 g pada melati Var. Jasminum officinale menunjukan lebih baik dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Menurut Khosroushahi . dengan penambahan suatu karbohidrat pada media kultur jaringan dapat meningkatkan suatu pertumbuhan kalus dan produksi metabolit sekunder. Selain itu faktor penentu lainnya adalah kultivar menurut Mostafa et al. pada peneltiannya yang menggunakan empat kultivar bawang putih menunjukan efisiensi kultivar pada perbanyakan dan regenerasi kalus skala besar, dan untuk perbaikan genetik produksi bawang putih, hal ini menjadi awal permulaan yang baik untuk mengetahui keunggulan kultivar suatu komoditas tertentu. Tabel 4. Analisis Kandungan Jasmone Pada kalus Melati (Jasminum samba. Perlakuan V1K1 V1K2 V1K3 V2K1 V2K2 V2K3 Kandungan Jasmone % Dari tabel 4 menunjukan bahwa hasil analisis terbaik pada perlakuan V1K3 Melati Var Jasminum officinale dengan penambahan fruktosa 30g, hal ini disebabkan karena tanaman melati Jasminum officinale dengan konsentrasi yang sesuai mampu memproduksi metabolit sekunder lebih banyak. Hal ini sesuai pada penelitian Irmawati . Peningkatan konsentrasi karbohidrat dalam media MS cenderung meningkatkan kandungan reserpin pada kalus R. Penambahan karbohidrat dengan 30 g/L meningkatkan kandungan reserpin Produksi metabolit Selain itu faktor-faktor yang mempengaruhi produksi metabolit sekunder adalah eksplan, yaitu genetik dari eksplan, jenis eksplan seperti jaringan meristem, daun, kotiledon, hipokotil atau biji dan umur fisiologis dari eksplan. Eksplan terbaik adalah eksplan yang masih muda, yang berasal Agrisaintifika. Vol. No. 2, 2025 https://journal. id/index. php/agrisaintifika ISSN 2580-0345 . , 2580-748X . DOI: 10. 32585/ags. Widya dkk. , 2025 dari jaringan meristimatik Sulichantin . Begitu juga pada pemilihan media yang sesuai, eksplan dapat secara efisien membentuk kalus yang aktif tumbuh dan berkembang, yang merupakan langkah awal yang krusial dalam pengembangan sistem kultur jaringan yang berhasil Rima et al. , . Dalam hal ini Jasminum sambac lebih sesuai dengan media NT pada pembentukan metabolit sekunder didalam kalus daunnya dikarenakan dalam komposisi media NT lebih lengkap komposisi unsur-unsur haranya (Prakoeswa & Suryaningsih, 2. SIMPULAN Hasil dari kuantitas dan kualitas kalus menunjukan pertumbuhan terbaik pada perlakuan melati varietas Jasminum officinale dengan penambahan konsentrasi fruktosa 20 g, sedangakan kandungan metabolit sekunder tertinggi pada perlakuan Melati Varietas Jasminum officinale dengan penambahan konsetrasi fruktosa 30 g, hal ini menunjukan konsentrasi tersebut berpengaruh terhadap produksi metabolit sekunder tetapi tidak pada pertumbuhan kalus. DAFTAR PUSTAKA