Jurnal Pendidikan Sultan Agung JP-SA Volume 5 Nomor 3. O k t o b e r Tahun 2025 Hal. 364 Ae 374 Nomor E-ISSN: 2775-6335 SK No. 27756335/K. 4/SK. ISSN/2021. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Sultan Agung Jl. Kaligawe Raya KM. 4 Kota Semarang 50112 Jawa Tengah Indonesia Alamat website: http://jurnal. id/index. jpsa/index ========================================================================= PENGEMBANGAN MEDIA POP-UP BOOK MATERI PENGAMALAN NILAI-NILAI PANCASILA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR Sindiyantika Sutta1*. Fitria Dwi Prasetyaningtyas2 Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Negeri Semarang Email: sindiyantikasutta656@students. Abstrak Tingkat pemahaman dan pencapaian belajar siswa terhadap materi pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari masih tergolong rendah. Salah satu faktor penyebabnya adalah penggunaan media pembelajaran yang kurang sesuai. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kelayakan dan efektivitas penggunaan media pop-up book dalam mendukung pelaksanaan Penelitian ini merupakan pengembangan (R&D) yang dilakukan berdasarkan acuan dari suatu model pengembangan yang dikemukakan oleh Borg & Gall. Validasi media diukur dari penilaian pakar media dan pakar materi. Hasil penelitian menunjukkan: . buku ajar berbentuk popup memperoleh skor kelayakan sebesar 85% serta penilaian materi dengan capaian 91%, yang berarti media tersebut layak digunakan dalam pembelajaran. terdapat peningkatan signifikan hasil belajar siswa, ditunjukkan dengan nilai pretest 30% dan nilai posttest meningkat 96% setelah penggunaan media. Berdasarkan hasil tersebut, media pop-up book dinyatakan mampu membantu siswa memahami materi pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Kata Kunci: pop-up book, nilai-nilai Pancasila, research and development Abstract Students' understanding and learning achievement regarding the application of Pancasila values in everyday life is still relatively low. One contributing factor is the use of inappropriate learning The purpose of this study was to determine the feasibility and effectiveness of using pop-up books to support learning. This research is a research and development (R&D) conducted based on a development model proposed by Borg & Gall. Media validation was measured by assessments from media experts and material experts. The results showed: . the pop-up textbook achieved a feasibility score of 85% and a material assessment of 91%, indicating that the media is suitable for use in learning. there was a significant increase in student learning outcomes, indicated by a pretest score of 30% and a posttest score of 96% after the use of the media. Based on these results, pop-up books are proven to be able to help students understand the application of Pancasila values in everyday life. Keywords: pop-up book. Pancasila values, research and development PENDAHULUAN Pendidikan diartikan sebagai proses yang dirancang secara sadar serta terstruktur guna membangun kondisi belajar dan proses belajar yang mendorong siswa agar aktif dalam meningkatkan potensinya. Pengembangan kemampuan ini mencakup berbagai aspek, seperti nilai-nilai spiritual dan keagamaan, kemampuan dalam mengontrol diri, pembentukan Jurnal Pendidikan Sultan Agung. Vol. 5 No. 3 Oktober 2025 hal. 364 - 374 karakter, kepintaran, perilaku terpuji, serta kemampuan yang berguna untuk individu, komunitas, bangsa, serta negara. Untuk mewujudkan kondisi belajar dan proses pembelajaran efektif, maka seluruh komponen pembelajaran perlu dipersiapkan dengan baik, salah satunya perlu disiapkan media pembelajaran yang sesuai. Media berperan sebagai sarana untuk menyampaikan materi dari pendidik kepada peserta didik agar proses pembelajaran berjalan secara optimal (Naz & Akbar dalam Tsaniya et al. , 2023: 1. Menurut Suprapto . alam Uran et al. , 2. , media pembelajaran berfungsi sebagai alat bantu yang menunjang pencapaian tujuan pembelajaran yang telah Hamka dalam (Wulandari et al. , 2024: . juga menekankan bahwa media pembelajaran dibuat secara khusus untuk mempermudah siswa dalam memahami materi yang disampaikan guru, baik dalam bentuk media fisik maupun nonfisik. Tafonao dalam (Srimaharani et al. , 2. menyampaikan bahwa media memiliki kedudukan yang sangat penting dalam proses pendidikan dan tidak dapat dipisahkan darinya. Sementara itu. Azikiwe . alam Saroro et al. , 2. menyebutkan bahwa media pembelajaran mencakup segala alat atau sarana yang melibatkan indera seperti penglihatan, pendengaran, sentuhan, penciuman, dan pengecapan dalam proses penyampaian materi. Dari berbagai pendapat tersebut, dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran adalah segala bentuk sarana yang digunakan untuk menghubungkan antara guru sebagai penyampai informasi dan siswa sebagai penerima Penggunaan media pembelajaran harus disesuaikan dengan isi materi yang akan disampaikan serta karakteristik peserta didik. Hal ini juga berlaku dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila. Ulfa Firdayani et al. 3: 2. menyatakan bahwa tujuan dari mata pelajaran Pendidikan Pancasila bertujuan untuk menanamkan karakter kepada siswa sejak usia dini, sehingga mereka memiliki kepribadian dan sikap yang mencerminkan nilai-nilai yang terkandung dalam setiap sila Pancasila. Nilai-nilai tersebut merepresentasikan moral, kebudayaan luhur, serta jati diri bangsa Indonesia yang sarat makna, pesan, dan semangat Nilai-nilai Pancasila ini dapat ditemukan baik secara eksplisit maupun implisit dalam bentuk fakta, konsep, dan teori yang bersifat aplikatif dalam kehidupan sehari-hari. Pada jenjang sekolah dasar, materi tentang penerapan nilai-nilai Pancasila seringkali masih bersifat abstrak. Untuk itu, dibutuhkan media pembelajaran yang dapat membantu mengkonkretkan konsep-konsep tersebut, memperjelas materi, meningkatkan pemahaman siswa, serta mendorong partisipasi aktif dan kemandirian dalam belajar. Hasil wawancara dan informasi yang diperoleh peneliti dari wali kelas II di SDN Ngaliyan 02 Semarang, diketahui bahwa dalam pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Pancasila, mengenai pengamalan nilai Pancasila dalam aktivitas sehari-hari, guru telah memanfaatkan media berupa video yang diakses melalui platform YouTube. Namun demikian, menurut penuturan guru, hasil belajar siswa masih tergolong rendah, yang terlihat dari nilai ulangan harian yang belum mencapai Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP). Oleh karena itu, dibutuhkan suatu bentuk inovasi dalam kegiatan pembelajaran guna meningkatkan capaian hasil belajar siswa. Salah satu alternatif solusi yang dapat ditempuh adalah dengan mengembangkan media pembelajaran yang lebih efektif dan Berdasarkan hal tersebut, peneliti mengambil langkah untuk merancang serta mengembangkan media pembelajaran berupa pop-up book sebagai alternatif guna membantu meningkatkan pencapaian belajar siswa kelas II SDN Ngaliyan 02 Semarang dalam materi pengamalan nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Sindiyantika Sutta & Fitria Dewi P. Pengembangan media pop up book . Pop-up book merupakan jenis buku yang dirancang secara kreatif dengan menampilkan bentuk tiga dimensi guna memperkuat isi dan pesan yang disampaikan (Umam et al. dalam Yunanda Pradiani et al. , 2. Dzuanda dalam (Asiah et al. , 2022:. menyebutkan bahwa buku pop-up adalah jenis buku yang dilengkapi dengan elemen visual berbentuk tiga dimensi atau bagian-bagian yang dapat digerakkan, sehingga mampu menyampaikan cerita secara lebih atraktif dan interaktif. Menurut Solicha dan Mariana . alam Lestari et al. , 2023:. , pop-up book tergolong media visual tiga dimensi yang mampu menghadirkan daya tarik visual yang kuat. Ariyani dan Setyowati . menambahkan bahwa penggunaan media pop-up book dalam pembelajaran literasi memberikan pengalaman belajar yang lebih interaktif karena adanya kejutan visual di setiap halamannya, yang sangat efektif dalam menarik perhatian siswa sekolah dasar, khususnya di jenjang kelas rendah. Putri Arlis et al. juga mengaitkan pop-up book dengan konsep belajar sambil Berdasarkan berbagai pendapat tersebut, dapat disimpulkan bahwa pop-up book adalah media pembelajaran interaktif berbentuk buku dengan fitur tiga dimensi, yang bertujuan untuk menyederhanakan konsep yang sulit dipahami, menambah daya tarik visual, serta meningkatkan motivasi dan minat belajar siswa melalui pendekatan visual yang menyenangkan dan inovatif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendesain dan membuat media pembelajaran berupa pop-up book sebagai alat bantu dalam proses belajar mengajar, sekaligus meningkatkan hasil belajar Pendidikan Pancasila pada siswa kelas II SDN Ngaliyan 02 Semarang, materi pengamalan nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. METODE Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D). Menurut Sugiyono . alam Okpatrioka, 2023:. , pendekatan R&D bertujuan untuk menghasilkan suatu produk tertentu serta menguji tingkat efektivitas dari produk tersebut. Sementara itu. Nana Syaodih Sukmadinata dalam (Astuti et al. , 2. menyatakan bahwa R&D adalah suatu proses yang terstruktur dan berkelanjutan yang dilakukan untuk mengembangkan produk baru atau memperbaiki produk yang sudah ada secara bertanggung jawab. Penelitian ini mengadopsi model pengembangan yang dikemukakan oleh Borg dan Gall, yang melibatkan sepuluh langkah. Beberapa tahapan awal dalam proses ini meliputi: . mengidentifikasi potensi serta permasalahan yang ada. menghimpun data yang sesuai. merancang prototipe produk. melakukan validasi terhadap rancangan. melakukan revisi berdasarkan hasil validasi. melaksanakan uji coba pendahuluan. menyempurnakan produk berdasarkan hasil uji coba tersebut. melakukan uji coba . revisi produk lanjutan. produksi secara luas (Sugiyono dalam Moerti et , 2. Penelitian ini dilaksanakan di kelas II SDN Ngaliyan 02 yang terletak di Kecamatan Ngaliyan. Kota Semarang. Provinsi Jawa Tengah. Dalam proses pengembangan, peneliti menggunakan model R&D dari Sugiyono, namun hanya menerapkan hingga tahap kedelapan karena penelitian ini terbatas pada pengujian efektivitas media pembelajaran. Subjek dalam penelitian ini meliputi: . tim ahli, . guru, dan . siswa kelas II SDN Ngaliyan 02 Semarang tahun ajaran 2024/2025. Tim ahli terdiri dari dosen aktif Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar di Universitas Negeri Semarang yang bertugas memberikan validasi dari aspek media dan materi. Guru kelas II SDN Ngaliyan 02 Semarang berperan sebagai narasumber utama dalam pengumpulan data. Sedangkan siswa kelas II, yang Jurnal Pendidikan Sultan Agung. Vol. 5 No. 3 Oktober 2025 hal. 364 - 374 berjumlah 23 orang, berfungsi sebagai subjek dalam uji coba media pembelajaran yang Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui tiga metode, yaitu observasi, wawancara, dan tes. Observasi dan wawancara dilakukan pada tahap awal untuk memperoleh informasi dari wali kelas II SDN Ngaliyan 02 Semarang sebagai informan Sementara itu, pengukuran hasil belajar siswa dilakukan dengan tes yang terdiri dari pretest dan posttest. Tes awal . dilakukan sebelum penggunaan media pembelajaran, sementara tes akhir . diberikan setelah media diterapkan dalam proses pembelajaran, dengan tujuan untuk mengetahui perubahan hasil belajar siswa. Penelitian ini menggunakan desain one group pretest-posttest, yang mencakup pemberian tes awal, perlakuan . , dan tes akhir. Untuk menganalisis efektivitas media pembelajaran berdasarkan hasil pretest dan posttest, digunakan teknik analisis statistik Wilcoxon Signed Ranks Test. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Media yang dikembangkan dalam penelitian ini berupa buku pop-up yang digunakan untuk menyampaikan materi tentang penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari pada pembelajaran Pendidikan Pancasila. Validasi materi dilakukan untuk mengevaluasi kelayakan isi, penggunaan bahasa, serta kesesuaian materi dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila yang disampaikan melalui media pop-up book. Dari hasil penilaian tersebut, skor yang diperoleh mencapai 91%, yang tergolong dalam kategori "sangat pantas digunakan". Dengan demikian, materi dinilai sangat layak dan dapat dijadikan dasar untuk pelaksanaan uji coba dalam penelitian ini. Validasi media bertujuan untuk menilai sejauh mana media pop-up book yang dirancang oleh peneliti memenuhi kriteria kelayakan. Berdasarkan hasil penilaian, media pop-up book memperoleh skor sebesar 85%, yang diklasifikasikan dalam kategori "layak". Oleh karena itu, media ini dinyatakan layak untuk digunakan dan dapat diterapkan sebagai alat bantu pembelajaran Pendidikan Pancasila bagi siswa kelas II. Tampilan media pop-up book setelah melalui proses validasi ditunjukkan pada gambar berikut. Gambar 1. Media Pop-up Book Sindiyantika Sutta & Fitria Dewi P. Pengembangan media pop up book . Untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa terhadap materi Pendidikan Pancasila, dilakukan penilaian hasil belajar melalui pemberian soal pretest dan posttest. Di bawah ini disajikan grafik yang menunjukkan perbandingan nilai pretest dan posttest siswa kelas II SDN Ngaliyan 02 Semarang setelah mengikuti pembelajaran menggunakan media tersebut. ANN AMR AA a ARAF BSP DTP Nilai Pretest JBP KAPH MAA NA TWW Nilai Posttest Gambar (Grafi. Hasil Nilai Pendidikan Pancasila Siswa Berdasarkan data yang diperoleh, rata-rata nilai pretest siswa adalah 55,22, yang masih berada di bawah standar KKTP sebesar 70. Sementara itu, nilai rata-rata posttest meningkat menjadi 88,70 dari 23 siswa yang mengikuti tes. Ini membuktikan terjadi kenaikan hasil belajar setelah pembelajaran berlangsung. Analisis data awal dilakukan dengan menguji normalitas hasil pretest dan posttest untuk mengevaluasi hasil belajar siswa. Tujuan uji normalitas guna menentukan apakah data yang diperoleh memiliki sebaran normal. Jika data terdistribusi secara normal, maka analisis dilakukan menggunakan statistik parametrik berupa uji-t. Namun, jika data tidak mengikuti distribusi normal, maka digunakan analisis statistik nonparametrik yaitu Wilcoxon Signed Ranks Test (Maryadi dalam Tanjung. , 2023:. Pengujian normalitas dapat dilakukan dengan menggunakan uji Shapiro-Wilk. Tingkat signifikansi yang digunakan sebesar 0,05. Kriteria untuk pengambilan keputusan adalah sebagai berikut: jika nilai signifikansi . > 0,05, maka data dianggap berdistribusi normal. Sebaliknya, jika nilai sig < 0,05, maka data dianggap tidak berdistribusi normal (Supariyadi, , dkk. , 2022:. Berikut ini hasil pengujian normalitas untuk data pretest dan posttest. Tabel 1. Uji Normalitas Data Pretest dan Posttest Tests of Normality Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk Statistic Sig. Statistic Sig. Pretest Posttest Jurnal Pendidikan Sultan Agung. Vol. 5 No. 3 Oktober 2025 hal. 364 - 374 Berdasarkan analisis yang dilakukan secara rinci melalui tabel 3. 1, didapatkan nilai signifikansi pretest sebesar 0,059 dan nilai signifikansi posttest sebesar 0,002. Mengingat nilai signifikansi pretest 0,059 > 0,05 dan nilai signifikansi posttest 0,002 < 0,05, dapat disimpulkan bahwa data untuk pretest dan posttest tidak mengikuti distribusi normal. Oleh karena itu, setelah diketahui bahwa data tidak berdistribusi normal, analisis efektivitas dilakukan menggunakan metode statistik nonparametrik, yaitu Wilcoxon Signed Ranks Test. Dalam penelitian ini, data yang dibandingkan adalah skor pretest dan posttest. Pengujian terhadap hipotesis dilakukan dengan menerapkan uji Wilcoxon Signed Ranks Test. Hipotesis dalam penelitian ini yaitu: Ho: Media pop-up book materi pengamalan nilai-nilai Pancasila tidak efektif terhadap hasil belajar siswa kelas II SD Negeri Ngaliyan 02 Semarang. Ha: Media pop-up book materi pengamalan nilai-nilai Pancasila efektif terhadap hasil belajar siswa kelas II SD Negeri Ngaliyan 02 Semarang. Proses pengujian menggunakan Wilcoxon Signed Ranks Test dilakukan dengan bantuan perangkat lunak IBM SPSS Statistics versi 21. Keputusan diambil berdasarkan hasil analisis yang diperoleh dari perangkat lunak tersebut, dengan tingkat signifikansi yang ditetapkan pada = 0,05. Dalam hal ini, hipotesis nol (H. diterima jika nilai signifikansi . ) > 0,05, sedangkan hipotesis alternatif (H. diterima jika nilai signifikansi . ) < 0,05. Hasil pengujian statistik Wilcoxon Signed Ranks dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 2. Hasil Uji Wilcoxon Signed Ranks Test Ranks Negative Ranks Positive Ranks posttest - pretest Ties Total posttest < pretest Mean Rank Sum of Ranks posttest > pretest posttest = pretest Nilai signifikansi yang diperoleh dari hasil analisis disajikan dalam Tabel 3 berikut. Tabel 3. Hasil Uji Wilcoxon Signed Ranks Test Test Statisticsa posttest - pretest Asymp. Sig. -taile. Wilcoxon Signed Ranks Test Based on negative ranks. Berikut ini disajikan data peningkatan hasil belajar yang diperoleh melalui perbandingan nilai pretest dan posttest pada siswa sampel. Sindiyantika Sutta & Fitria Dewi P. Pengembangan media pop up book . Tabel 4. Hasil Uji Peningkatan N-Gain Descriptive Statistics Minimum Maximum Mean Std. Deviation N-gainScore N-gainScorePersen Valid N . Berdasarkan perhitungan menggunakan N-gainScore, diperoleh nilai N-Gain sebesar 0,7535 yang termasuk dalam kategori tinggi. Jika dikonversikan ke dalam bentuk persentase, nilai tersebut setara dengan 75,35%. Hal ini menunjukkan bahwa media pembelajaran popup book memiliki efektivitas sebesar 75,35% dalam meningkatkan hasil belajar Pendidikan Pancasila pada materi pengamalan nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari siswa kelas II SDN Ngaliyan 02 Semarang, dengan tingkat efektivitas yang tergolong tinggi. Pembahasan Suatu media pembelajaran dapat dikategorikan layak apabila telah melalui proses validasi baik dari segi materi maupun media itu sendiri. Berdasarkan hasil penilaian validitas materi, diperoleh persentase sebesar 91%, yang menunjukkan bahwa materi yang digunakan oleh peneliti tergolong dalam kategori sangat baik. Sementara itu, hasil validasi terhadap media pop-up book menunjukkan persentase sebesar 85%, sehingga media tersebut dapat dinyatakan layak dan efektif untuk digunakan dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berupa pop-up book dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila, serta untuk mengevaluasi pencapaian belajar siswa setelah penerapan media tersebut. Untuk memperoleh data, siswa diberikan soal pretest dan posttest. Hasil pretest menunjukkan bahwa nilai rata-rata siswa sebelum penggunaan media adalah 55,22. Setelah penerapan media pop-up book pada materi pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, nilai rata-rata posttest meningkat menjadi 88,70, yang mengindikasikan adanya peningkatan signifikan dalam hasil belajar siswa. Dari penjabaran di atas, dapat disimpulkan bahwa kemampuan kognitif siswa mengalami peningkatan yang signifikan setelah menggunakan media pop-up book dalam proses pembelajaran. Temuan ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Shella Jesica Sitorus dan Rossi Iskandar . dalam jurnal berjudul AuPengembangan Media Popup Book pada Pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Kelas II di Sekolah DasarAy. Jurnal tersebut menguraikan bahwa penggunaan media buku pop-up sebagai sarana pembelajaran PPKn terkait keberagaman agama di Indonesia telah dinilai layak untuk digunakan. Hasil pretest menunjukkan nilai rata-rata sebesar 6,9, sedangkan nilai posttest meningkat menjadi 9,2. Peningkatan ini menggambarkan penggunaan media buku pop-up terbukti efektif untuk membantu siswa kelas II di SDS Tiranus dalam memahami materi secara lebih efektif. Setelah diperoleh data hasil pretest dan posttest, peneliti melanjutkan dengan melakukan uji normalitas guna menentukan metode analisis data yang tepat. Hasil dari uji Jurnal Pendidikan Sultan Agung. Vol. 5 No. 3 Oktober 2025 hal. 364 - 374 normalitas menunjukkan bahwa data pretest dan posttest tidak mengikuti distribusi normal. Hal ini terlihat dari nilai uji normalitas untuk pretest sebesar 0,059 dan untuk posttest sebesar 0,002. Suatu data dikatakan berdistribusi normal apabila nilai signifikansi uji normalitasnya lebih besar dari 0,05. Berdasarkan hasil tersebut, meskipun nilai pretest sebesar 0,059 > 0,05, namun nilai posttest hanya 0,002 < 0,05, sehingga secara keseluruhan data dinyatakan tidak berdistribusi normal. Oleh karena data tidak normal, maka untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan signifikan antara hasil belajar siswa sebelum dan sesudah menggunakan media, peneliti menggunakan uji efektivitas dengan metode statistik non-parametrik, yaitu Wilcoxon Signed Ranks Test (Maryadi dalam Tanjung. , 2023:. Berdasarkan hasil analisis yang ditampilkan pada tabel 3. 3, nilai signifikansi pada kolom Asymp. Sig. -taile. sebesar 0,000. Karena nilai signifikansi berada di bawah ambang yang telah ditentukan . ,000 < 0,. , maka hipotesis nol (H. ditolak dan hipotesis alternatif (H. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil pretest dan posttest yang diperoleh siswa. Temuan ini didukung oleh perbandingan nilai median, di mana median pretest adalah 60,00 dan median posttest meningkat menjadi 90,00. Hasil analisis menunjukkan bahwa memang ada peningkatan hasil belajar Pendidikan Pancasila pada siswa kelas II SDN Ngaliyan 02 Semarang, ditunjukkan melalui perbandingan nilai median posttest yang lebih tinggi daripada median pretest setelah penerapan media pop-up book dalam proses pembelajaran. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan media pop-up book memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan hasil belajar siswa. Selanjutnya, analisis N-gain digunakan untuk menentukan tingkat peningkatan hasil belajar berdasarkan kategori rendah, sedang, atau tinggi. Berdasarkan hasil pengolahan data, diperoleh skor N-Gain sebesar 0,7535, yang tergolong dalam kategori Jika dikonversikan ke dalam bentuk persentase, nilai N-Gain mencapai 75,35%. Dengan demikian, tingkat efektivitas media pembelajaran pop-up book mencapai 75,35% dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, dengan tingkat keefektifan yang tinggi pada siswa kelas II SDN Ngaliyan 02 Semarang. SIMPULAN Berdasarkan hasil analisis data penelitian, dapat disimpulkan bahwa media pop-up book yang dikembangkan untuk pembelajaran Pendidikan Pancasila dinyatakan layak untuk Hal ini dibuktikan melalui hasil validasi terhadap materi menunjukkan persentase sebesar 91%, yang diklasifikasikan dalam kategori sangat layak digunakan. Sementara itu, proses validasi terhadap media menghasilkan persentase sebesar 85% dengan kriteria layak. Dengan demikian, buku pop-up ini dianggap sesuai dan dapat dimanfaatkan dalam kegiatan pembelajaran Pendidikan Pancasila sebagaimana telah dijelaskan dalam hasil penelitian. Terdapat peningkatan pada pencapaian siswa dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila, yang ditunjukkan dengan naiknya nilai rata-rata dari pretest sebesar 55,22 menjadi rata-rata posttest sebesar 88,70 setelah penerapan media pop-up book. Nilai N-Gain yang diperoleh sebesar 0,7535 menunjukkan bahwa peningkatan tersebut termasuk dalam kategori tinggi. Sindiyantika Sutta & Fitria Dewi P. Pengembangan media pop up book . SARAN Penggunaan media pop-up book terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar Pendidikan Pancasila. Dengan demikian, disarankan agar media serupa dikembangkan lebih lanjut dan diterapkan secara luas dalam pembelajaran. Guru juga perlu dilatih untuk merancang dan memanfaatkan media visual agar proses belajar lebih menarik dan bermakna. Penelitian lanjutan dengan cakupan yang lebih luas juga diperlukan untuk menguji konsistensi efektivitas media ini. DAFTAR PUSTAKA