Vol. 4 No. : Oktober-Desember Hal. DOI: doi. org/10. 47233/jpst. Integrasi Artificial Intelligence Canva and Crello Sebagai Pengetahuan Digital Pendidikan Nadilla Aleyda Maqhfira Agustin1. Wahyu Insani2. Dewimah Putri Tazkiyah3. Miftah Farid4. Zainal Arifin Ahmad5 Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan. Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, nadillaaleyda@gmail. Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan. Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, wahyuinsania04@gmail. Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan. Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, dewimahputrii@gmail. Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan. Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, miftahfarid402@gmail. Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan. Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, zainal. a@uin-suka. Abstract This study aims to provide an in-depth description of the integration of Artificial Intelligence (AI) o the Canva and Crello platforms as digital educational knowledge at SMA Plus Al-Azhar Jember to optimize students' 21st-century skills through interactive visual content aligned with holistic Islamic values. Qualitative methods were applied through in-depth interviews with the principal, teachers, and students, observation of learning sessions, and collection of secondary data such as institutional policies, with data analysis including condensation, presentation, and conclusion formation. The results of the study show positive adaptation dynamics since 2023/2024, including increased student creativity via Canva's Magic Studio feature, collaborative interactions that increase participation, teacher efficiency in material preparation, long-term contributions to digital literacy, as well as challenges such as technology dependency and ethical issues of content stated that AI integration is a catalyst for inclusive education transformation. However, challenges such as technology dependency, internet limitations, and the risk of plagiarism are addressed with digital literacy and ethics Keywords: Canva. Crello. Digital Education. Artificial Intelligence. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan secara mendalam integrasi kecerdasan buatan pada platform Canva dan Crello sebagai pengetahuan digital pendidikan di SMA Plus Al-Azhar Jember guna mengoptimalkan keterampilan abad 21 siswa melalui konten visual interaktif selaras nilai-nilai Islam holistik. Metode kualitatif diterapkan melalui wawancara mendalam dengan kepala sekolah, guru, dan siswa, pengamatan sesi pembelajaran, serta pengumpulan data sekunder seperti kebijakan institusi, dengan analisis data meliputi pemadatan, penampilan, dan pembentukan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan dinamika adaptasi positif sejak 2023/2024, termasuk peningkatan kreativitas siswa via fitur Magic Studio Canva, interaksi kolaboratif yang meningkatkan partisipasi, efisiensi guru dalam persiapan materi, kontribusi jangka panjang terhadap literasi digital, serta tantangan seperti ketergantungan teknologi dan isu etika keaslian konten. menyatakan integrasi AI menjadi katalisator transformasi pendidikan inklusif. Meskipun demikian, tantangan seperti ketergantungan teknologi, keterbatasan internet, risiko plagiarisme diatasi dengan pelatihan literasi digital dan etika. Kata kunci: Canva. Crello. Digital Pendidikan. Kecerdasan Buatan. This work is licensed under Creative Commons Attribution License 4. 0 CC-BY International license PENDAHULUAN Kemajuan teknologi yang pesat di era digital telah membawa dampak signifikan pada berbagai aspek kehidupan, termasuk sektor pendidikan (Andriani and Wahyu Febri Anggraini 2. Di Indonesia. Kementerian Pendidikan. Kebudayaan. Riset, dan Teknologi mulai mendorong integrasi Artificial Intelligence (AI) pada platform desain seperti Canva dan Crello sebagai bentuk pengetahuan digital pendidikan, melalui respons Jurnal Pendidikan. Sains Dan Teknologi (JPST) Vol. 4 No. : Oktober-Desember Vol. 4 No. : Oktober-Desember Hal. DOI: doi. org/10. 47233/jpst. terhadap tantangan pembelajaran abad ke-21 (Nurmadiah and Asmariani 2. Pendekatan ini dirancang dengan fokus pada kreativitas visual berbasis AI, berpusat pada kemandirian peserta didik, serta memberikan kebebasan tenaga pendidik dalam memanfaatkan alat digital untuk menciptakan materi pembelajaran yang interaktif dan sesuai karakteristik (Hartanto. Octavianus, and Paduppai 2. Menurut Andreas Kaplan dan Michael Haenlein dalam jurnalnya yang berjudul A Brief History of Artificial Intelligence: On the Past. Present, and Future of Artificial Intelligence yang diterbitkan di jurnal California Management Review pada tahun 2019 mendefiniskan bahwa AI mempunyai kemampuan suatu sistem dalam mentafsirkan data eksternal dengan benar, belajar dari data tersebut, dan menggunakan pembelajaran untuk mencapai suatu tujuan melalui adaptasi. Disamping itu definisi Artificial Intelligence menurut Rich & Knight, kecerdasan buatan menjadi sebuah studi tentang cara komputer dapat melakukan halhal yang dapat dilakukan lebih baik oleh manusia. Maka dari itu. Artificial Intelligence sebaiknya diposisikan sebagai alat bantu, bukan pengganti guru, dalam proses pembelajaran (Ilham. Vyzquez-Cano, and Novita 2. Meski implementasinya bervariasi, transformasi ke arah pengetahuan digital pendidikan tetap menjadi tujuan jangka panjang guna meningkatkan kreativitas belajar (Musannadah and Jannah 2. (Juniarni 2. Negara-negara Finlandia dan Singapura menunjukkan keberhasilan menerapkan pendekatan berbasis AI pada platform Canva, dengan fokus pada pembelajaran berbasis proyek fleksibel dan responsif terhadap kebutuhan siswa (Hasibuan 2. Amerika Serikat dan Jepang, memiliki teknologi canggih seperti AI dan machine learning telah memanfaatkan dalam mendukung pengembangan konten edukatif melalui Crello, memungkinkan pengambilan keputusan berbasis data untuk personalisasi materi. Sebaliknya, negara-negara berkembang seperti India dan Nigeria masih menghadapi kendala infrastruktur yang menyebabkan integrasi AI tetap terbatas, dengan ketergantungan pada metode konvensional minim teknologi. Hal serupa juga terjadi di banyak wilayah Indonesia, di mana keterbatasan akses perangkat dan literasi digital menjadi tantangan utama dalam transformasi pengetahuan digital pendidikan. Meski begitu, pendekatan konvensional masih dianggap relevan mengedepankan nilai-nilai karakter dan pendekatan humanis. Integrasi kecerdasan buatan pada Canva dan Crello menjadi respon terhadap perubahan global, perkembangan teknologi, pergeseran sosial-ekonomi, serta kebutuhan keterampilan abad ke-21 seperti literasi digital dan desain konten. (Rahmayanti. Risdianto, and Hanisa Putri 2. Pemerintah Indonesia telah melakukan berbagai inisiatif untuk mendukung integrasi AI pada Canva dan Crello melalui pemanfaatan teknologi digital, seperti pengembangan Platform Merdeka Mengajar (PMM) yang terintegrasi dengan tools desain AI, distribusi perangkat TIK, serta penggunaan aplikasi berbasis data seperti SIPLah dan ARKAS untuk monitoring konten kreatif. Meski demikian, daerah tertinggal, terdepan, dan terluar . T) masih menghadapi hambatan termasuk akses internet terbatas dan minimnya perangkat digital. Oleh karena itu, mengandalkan metode manual dan komunikasi tatap muka masih banyak diterapkan (Kharissidqi and Firmansyah 2. Salah satu studi kasus yang relevan adalah implementasi integrasi AI pada Canva di SMA Plus Al-Azhar Jember, masih mengadopsi pendekatan konvensional karena adanya kebijakan internal membatasi penggunaan platform digital. Meskipun peserta didik memiliki akses internet, penggunaannya diawasi secara ketat oleh guru. (Hadi. Izzah, and Paulia 2. Kegiatan pembelajaran sebagian besar dilaksanakan secara manual, meskipun terdapat penggunaan Canva dan Crello secara terbatas untuk kreativitas desain materi. Meskipun terdapat komitmen, keterbatasan akses teknologi dan pengawasan ketat menjadi kendala utama guna mewujudkan pembelajaran lebih inovatif dan fleksibel (Arrasyid 2. (Oktavian. Aldya, and Arifendi 2. (Agustin and Baldani 2. Sekolah ini, dikenal dengan pendekatan holistik berbasis nilai Islam, yang memanfaatkan teknologi untuk menciptakan materi ajar menarik dan mendukung pengembangan literasi digital (Nadilla Aleyda Maqhfira Agustin. Sembodo Ardi Widodo. Dewimah Putri Tazkiyah 2. Dengan mengintegrasikan ke dalam kurikulum, siswa dan guru dapat menghasilkan konten edukatif inovatif, sekaligus memperkuat pemahaman terhadap konsep pelajaran melalui visualisasi. Berdasarkan latar belakang, penelitian ini bertujuan untuk menguraikan bagaimana integrasi Artificial Intelligence Canva dan Crello menjadi katalis dalam transformasi pendidikan digital di SMA Plus Al-Azhar Jember, (Rosnelly Barus et al. Temuan dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan bagi para pemangku kepentingan dalam memilih dan mengembangkan integrasi AI yang paling efektif untuk mendukung pengetahuan digital pendidikan di Indonesia (Febrianti et al. (Yundayani 2. Jurnal Pendidikan. Sains Dan Teknologi (JPST) Vol. 4 No. : Oktober-Desember Vol. 4 No. : Oktober-Desember Hal. DOI: doi. org/10. 47233/jpst. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilakukan di SMA Plus Al-Azhar Jember yang berlokasi di Tumpengsari. Tegal Besar. Kec. Kaliwates. Kabupaten Jember. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, studi ini bertujuan untuk menggambarkan dan mengeksplorasi secara mendalam berbagai fenomena guna memperoleh wawasan tentang integrasi kecerdasan buatan pada Canva dan Crello sebagai bentuk pengetahuan digital dalam pendidikan. Penelitian ini berfokus pada bagaimana pola integrasi canva and crello, dampak terhadap proses transformasi Pendidikan di era digital sebagai katalisator serta penyebab terjadinya perubahan Tahap awal pengumpulan informasi melibatkan diskusi mendalam dengan kepala sekolah, pengajar, dan peserta didik untuk menyelami sudut pandang, pengalaman, serta opini mereka terkait penggunaan Artificial Intelligence pada Canva dan Crello dalam membangun keterampilan digital yang relevan dengan pendidikan, beserta pengaruhnya terhadap efektivitas pengajaran (Aleyda. Agustin. Wafiq, et al. Selanjutnya, pengamatan dilakukan setelah proses pengenalan teknologi tersebut dan selama sesi pembelajaran melibatkan interaksi antara pengajar dan peserta didik, untuk menangkap dampak langsungnya terhadap performa pengajar di sekolah (Aleyda. Agustin. Farid, et al. Ketiga, pengumpulan bahan pendukung mencakup data sekunder seperti kebijakan institusi, visi-misi, dan catatan aktivitas mendukung penerapan pengetahuan digital berbasis Artificial Intelligence di lingkungan pendidikan. Pengembangan alat penelitian berupa pedoman diskusi dirancang agar informasi yang diperoleh selaras dengan sasaran studi (Abdussamad 2. Proses pengolahan data dalam studi ini terdiri dari tiga langkah utama, yaitu pemadatan data di mana peneliti menyaring, memilih, dan mengubah data awal dari diskusi, pengamatan, serta bahan pendukung menjadi bentuk lebih ringkas (Nadilla Aleyda Maqhfira Agustin. Usman 2. Langkah terakhir pembentukan simpulan dan pembuktian, di mana peneliti merangkum temuan kunci berkaitan dengan fokus penelitian (Fadli Dengan demikian, diperoleh pemahaman mengenai Integrasi Kecerdasan Buatan pada Canva dan Crello sebagai Pengetahuan Digital Pendidikan di SMA Al Azhar Jember. HASIL DAN PEMBAHASAN Dinamika Adaptasi Artificial Intelligence Canva dan Crello Dinamika adaptasi Artificial Intelligence dalam platform desain seperti Canva dan Crello bagi siswa SMA Plus Al-Azhar mencerminkan tren global di pendidikan modern, di mana teknologi digunakan untuk meningkatkan kreativitas, efisiensi pembelajaran, dan keterampilan digital. SMA Plus Al-Azhar, sebagai sekolah berbasis Islam semakin mengintegrasikan kecerdasan untuk mendukung kurikulum, termasuk mata pelajaran kreatif seperti seni, presentasi nan karya ilmiah. Berdasarkan data hasil wawancara dengan seorang guru teknologi informasi di SMA Plus Al Azhar, beliau menjelaskan bahwa adaptasi kecerdasan buatan dalam platform Canva telah menjadi bagian integral dari kurikulum kreatif sejak tahun pelajaran 2023/2024, di mana siswa kelas X dan XI diajak memanfaatkan fitur Magic Design untuk menghasilkan poster edukasi tentang nilai-nilai Islam dan budaya lokal, seperti infografis tentang pola lantai gerak tari terinspirasi dari pengembangan media interaktif berbasis Canva di sekolah-sekolah Jember lainnya. Menurutnya, siswa menghadapi tantangan dalam memahami prompt AI, tetapi setelah pelatihan singkat, mereka mampu meningkatkan kreativitas lebih tinggi dibandingkan metode manual, dengan hasil berupa desain lebih menarik dan waktu pengerjaan lebih efisien, meskipun kendala akses internet di daerah pedesaan sering menjadi hambatan utama. Sementara itu, ketika ditanya tentang Crello atau VistaCreate, selaku guru pelajaran bahasa Indonesia, berbagi pengalaman bahwa meskipun belum secara resmi diintegrasikan ke dalam program sekolah beberapa siswa kelas XII telah bereksperimen dengan VistaCreate untuk membuat video animasi di mana fitur template Jurnal Pendidikan. Sains Dan Teknologi (JPST) Vol. 4 No. : Oktober-Desember Vol. 4 No. : Oktober-Desember Hal. DOI: doi. org/10. 47233/jpst. otomatisnya membantu siswa beradaptasi, menghasilkan nilai rata-rata tugas menulis iklan dengan kategori baik sekali bagi siswa, meski tantangan seperti keterbatasan fitur gratis dan kebutuhan perangkat lebih baik sering muncul, beliau menekankan manfaatnya dalam meningkatkan motivasi belajar lebih percaya diri menyalurkan ide kreatif tanpa skill desain profesional, selaras visi sekolah untuk membentuk generasi rabbani melek Seorang murid kelas XI, dalam sesi wawancara menyatakan kegembiraannya atas penggunaan AI di Canva, yang berhasil menghasilkan konten visual untuk proyek sejarah Islam dengan cepat, meskipun ia mengakui over-reliance pada AI bisa mengurangi pemikiran kritis jika tidak dibimbing guru, ia juga mencoba VistaCreate animasi, adaptasi ini telah membuat pembelajaran lebih menyenangkan serta relevan dengan era digital, meski di SMA Plus Al Azhar Jember masih perlu ekspansi pelatihan menghindari bias konten non-Islam. Secara keseluruhan, pembahasan dari wawancara ini mengungkap dinamika positif adaptasi AI Canva dan VistaCreate di SMA Plus Al Azhar Jember, dengan manfaat utama berupa peningkatan keterampilan digital dan motivasi siswa, diimbangi strategi seperti pelatihan rutin mengatasi tantangan etika dan akses, sehingga mendukung kurikulum holistik berbasis nilai Islam di tengah transformasi pendidikan Indonesia. Tabel 1. Tahap Adaptasi Tahap Adaptasi Deskripsi Hasil Dinamika Adaptasi Pengenalan Kecrdasan Buatan canva Peningkatan pemahaman dasar, tetapi masih bingung prompt AI. Pelatihan Canva untuk karya ilmiah poster Full penerapan Artificial Intelligence Canva and Crello Kreativitas naik 50%. tugas lebih menarik. Adaptasi mandiri. siap kompetisi digital. Interaksi Kolaboratif Kecerdasan Buatan Dalam sebuah wawancara dengan seorang guru, beliau berbagi pengalaman mengenai integrasi melalui platform Canva dan Crello sebagai bentuk pengetahuan digital pendidikan. Wawancara ini berlangsung di ruang guru pada sore hari yang cerah, di mana beliau dengan antusias menceritakan bagaimana fitur AI pada kedua alat desain tersebut telah merevolusi cara mengajar dan belajar di lingkungan sekolah berbasis Islam seperti SMA Plus Al-Azhar. "Bayangkan, dulu kami bergantung pada software rumit seperti Photoshop yang memakan waktu berjam-jam untuk membuat materi visual sederhana. Kini, dengan AI di Canva dan Crello, siswa bisa berkolaborasi secara real-time, seolah-olah AI itu teman belajar yang selalu siap membantu," ujarnya sambil tersenyum, mengenang transisi digital dimulai sejak pandemi. Menurut beliau, interaksi kolaboratif kecerdasan buatan dimulai dari kemampuan platform untuk memfasilitasi kerja tim antar siswa dan guru. Dalam Canva, fitur Magic Studio memungkinkan bisa menghasilkan desain otomatis dari teks sederhana, seperti mengubah ringkasan pelajaran sejarah menjadi infografis interaktif yang menarik. "Saya ingat saat kami mengerjakan proyek kelompok tentang sejarah perjuangan Islam di Nusantara. Siswa kelas XI bisa berbagi link kolaborasi. AI secara instan menyarankan elemen visual seperti timeline animasi ikon budaya. Ini bukan sekadar desain, tapi interaksi AI 'mendengar' masukan siswa, sehingga setiap anggota tim merasa dilibatkan," ceritanya. Ia menekankan bahwa kolaborasi ini memperkuat nilai gotong royong yang diajarkan di sekolah, di mana siswa belajar saling melengkapi ide, sementara AI bertindak sebagai moderator netral mempercepat proses tanpa menghilangkan kreativitas manusia. Sementara itu. Crello kini lebih dikenal sebagai VistaCreate menawarkan interaksi kolaboratif serupa tapi dengan penekanan pada konten video pendek dan animasi. Beliau menceritakan pengalaman wawancara Jurnal Pendidikan. Sains Dan Teknologi (JPST) Vol. 4 No. : Oktober-Desember Vol. 4 No. : Oktober-Desember Hal. DOI: doi. org/10. 47233/jpst. lanjutan dengan rekan guru bahasa Arab, yang menggunakan Crello untuk proyek dakwah digital. "AI di Crello bisa menganalisis skrip teks dan langsung menghasilkan template video dengan transisi mulus, lengkap dengan subtitle otomatis. Dalam kelompok siswa, mereka bisa komentar langsung di elemen desain, dan AI akan merevisi berdasarkan feedback kolektif. Hasilnya? Sebuah video presentasi tentang Al-Qur'an yang dibagikan ke seluruh sekolah, di mana setiap siswa merasa memiliki andil," tambahnya. Wawancara mengungkap bahwa integrasi kedua platform ini telah meningkatkan partisipasi siswa berdasarkan observasi sederhana dari absensi proyek digital, karena kecerdasan buatan ini membuat proses kolaborasi terasa menyenangkan, bahkan bagi siswa pemula yang kurang percaya diri. Lebih lanjut, beliau menyoroti bagaimana interaksi kolaboratif ini membentuk pengetahuan digital sebagai pondasi pendidikan holistik di SMA Plus Al-Azhar. " kecerdasan buatan bukan pengganti guru, tapi mengajarkan siswa etika digital, seperti menghargai kontribusi orang lain dalam tim virtual. Kami sering diskusikan dalam kelas bagaimana AI membantu kita fokus pada esensi pembelajaran, seperti memahami konsep agama, daripada terjebak teknis. " Dari wawancara tersebut, terlihat jelas bahwa integrasi Canva dan Crello telah memfasilitasi dialog antarmanusia, memperkaya pengalaman belajar dengan elemen kreatif dan berbasis nilai-nilai keislaman. Akhirnya, beliau menutup dengan harapan: "Ini baru permulaan, bayangkan jika seluruh jaringan Al-Azhar mengadopsi ini, pendidikan kita akan jadi model nasional. Dampak Positif Integrasi Kecerdasan Buatan Canva dan Crello Integrasi AI Canva dan Crello telah membuka pintu bagi peningkatan kreativitas dan keterampilan digital Adapun dampaknya terhadap pendidikan di SMA Plus Al-Azhar meliputi: Peningkatan Kreativitas dan Keterampilan Digital Siswa Siswa dapat belajar desain grafis tanpa keahlian teknis mendalam, yang mendukung mata pelajaran Bahasa Indonesia. Seni Budaya, bahkan Pendidikan Agama Islam. Hasil wawancara menunjukkan bahwa penggunaan Canva sebagai media pembelajaran di SMA meningkatkan kreativitas melalui pembuatan konten visual yang menarik, seperti fitur penghasil gambar otomatis, penyuntingan cerdas, atau rekomendasi desain, membantu menyampaikan materi pelajaran secara lebih menarik dan mudah dipahami. Hal ini meningkatkan daya tarik serta membantu memvisualisasikan konsep-konsep Selain kreativitas, integrasi kecerdasan buatan dalam Canva dan Crello juga melatih siswa untuk menguasai keterampilan digital. Di laboratorium komputer SMA Plus Al-Azhar, siswa kelas XII mengikuti pelatihan membuat konten pemasaran digital untuk simulasi wirausaha. Menggunakan Crello, mereka mendesain iklan produk local dengan bantuan fitur AI yang menyarankan palet warna dan layout Fitur kolaborasi real-time memungkinkan siswa bekerja bersama dalam satu dokumen, mirip seperti Google Docs, tetapi elemen desain lebih canggih. AI juga membantu mereka mengedit video promosi pendek transisi otomatis, kemudian diunggah ke platform media sosial sekolah. Proses ini melatih siswa dalam berbagai aspek keterampilan mengatur timeline kolaborasi, memilih konten etis, dan pengelolaan alat berbasis cloud. Lebih penting, siswa belajar berpikir kritis tentang teknologi. Ketika AI menyarankan desain kurang sesuai dengan nilai budaya lokal, siswa diajak berdiskusi untuk memodifikasi elemen agar lebih relevan, seperti mengganti gambar generik melalui simbol budaya Jawa Timur. Efisiensi Pembelajaran bagi Guru Sekolah berbasis Islam SMA Plus Al-Azhar, di mana guru sering kali harus menyeimbangkan pengajaran mata pelajaran umum dengan nilai-nilai agama, penggunaan tools kecerdasan buatan memungkinkan mereka menghemat waktu dalam persiapan materi, sehingga lebih fokus pada interaksi Jurnal Pendidikan. Sains Dan Teknologi (JPST) Vol. 4 No. : Oktober-Desember Vol. 4 No. : Oktober-Desember Hal. DOI: doi. org/10. 47233/jpst. langsung dengan siswa. Guru memanfaatkan fitur AI Magic Studio di Canva menghasilkan desain slide presentasi atau infografis tentang topik agama dan sains, biasanya memakan waktu berjam-jam jika dilakukan secara manual. Hal ini tidak hanya mempercepat proses pembuatan konten, tetapi juga memastikan materi pembelajaran lebih menarik dan adaptif dengan kebutuhan siswa SMA, yang sering kali memerlukan visualisasi cepat untuk menjaga keterlibatan mereka. Di SMA Plus Al-Azhar Jember, ini mendukung kurikulum Merdeka yang menekankan literasi AI yang terintegrasi dalam Canva dan Crello memungkinkan penyesuaian materi pembelajaran sesuai kebutuhan individu siswa. Serta dapat menganalisis preferensi belajar siswa dan merekomendasikan desain konten sesuai dengan gaya belajar. Hal tersebut menciptakan pengalaman pembelajaran yang lebih adaptif. Peningkatan Partisipasi dan Hasil Belajar Partisipasi siswa mengalami peningkatan karena fitur AI seperti Magic Studio di Canva menjadikan mereka menghasilkan desain visual secara cepat dan intuitif, sehingga mengurangi hambatan teknis sering membuat siswa enggan berpartisipasi. Dari hasil wawancara siswa menjelaskan dalam proyek tugas kelompok tentang nilai-nilai Al-Quran, siswa dapat menggunakan AI untuk generate template otomatis, kemudian menambahkan elemen budaya, yang membuat diskusi kelas lebih hidup dan Materi visual AI membuat pelajaran lebih engaging, terutama untuk siswa generasi Z. Penggunaan Canva dan Crello mendorong siswa dan guru mengembangkan kreativitas dalam membuat materi pembelajaran. Fitur AI seperti penghapusan latar belakang, saran tata letak, atau pembuatan konten otomatis mempermudah proses desain, sekaligus meningkatkan keterampilan digital. Hal ini sangat penting di era digital menghadapi tantangan global dan meningkatkan daya saing. Kontribusi Jangka Panjang terhadap Pendidikan Digital Dalam jangka panjang, integrasi kecerdasan buatan ini memperkuat literasi digital siswa dengan membekali mereka pada keterampilan abad ke-21, seperti kreativitas digital dan adaptasi teknologi yang esensial untuk karir masa depan di bidang edutech, desain, bahkan entrepreneurship. Di SMA Plus AlAzhar, siswa terbiasa menggunakan fitur AI menjadi pionir dalam masyarakat yang semakin bergantung pada teknologi. Kontribusi ini juga meluas ke inovasi sistem pendidikan. Pelatihan Canva dan AI ini bisa meningkatkan keterampilan guru, berdampak pada percepatan pembelajaran. Pada akhirnya, kontribusi jangka panjang ini menciptakan siklus positif di mana alumni menjadi agen perubahan, yang menerapkan pengetahuan digital dalam masyarakat dan pekerjaan, sehingga memperkuat ekosistem pendidikan Indonesia. Dengan bukti dari berbagai studi menyoroti peningkatan kreativitas menulis dan keterampilan melalui AI, integrasi ini bukan sekadar tren sementara, melainkan investasi strategis untuk masa depan pendidikan digital. Tantangan Integrasi Kecerdasan Buatan Canva dan Crello Ketergantungan Pada Teknologi dan Akses Internet Penggunaan intensif Canva dan Crello, yang mengandalkan fitur AI seperti Magic Studio atau template otomatis, dapat menciptakan ketergantungan siswa dan guru pada teknologi untuk menyelesaikan tugas Siswa mungkin kehilangan kemampuan membuat desain konten secara manual, seperti menggambar infografis atau menulis narasi tanpa bantuan AI. Untuk mengatasi tantangan ketergantungan pada teknologi dan keterbatasan akses internet dalam integrasi Canva dan Crello, sekolah dapat menerapkan solusi terpadu dengan mengadakan pelatihan literasi digital melatih siswa dan guru membuat sketsa infografis di kertas, menulis draf narasi presentasi, atau mendiskusikan konsep proyek Jurnal Pendidikan. Sains Dan Teknologi (JPST) Vol. 4 No. : Oktober-Desember Vol. 4 No. : Oktober-Desember Hal. DOI: doi. org/10. 47233/jpst. secara langsung sebelum memasukkan ide tersebut ke platform Canva, memanfaatkan fitur offline Canva mengurangi ketergantungan pada internet, serta bekerja sama dengan pemerintah menyediakan layanan Wi-Fi atau server lokal guna menyimpan template, cara ini memastikan pendidikan digital tetap inklusif, mendukung nilai-nilai yang selaras kebutuhan lokal. Isu Etika dan Keaslian Konten Integrasi Canva dan Crello di SMA Plus Al-Azhar Jember menghadirkan tantangan etika dan keaslian konten, di mana siswa berisiko menggunakan fitur AI seperti penghasil teks atau gambar untuk menyalin konten tanpa modifikasi orisinal, dapat dianggap sebagai plagiarisme dan bertentangan dengan nilai-nilai Islam seperti kejujuran yang ditekankan di sekolah. Selain itu, kurangnya pemahaman tentang etika penggunaan AI dapat menyebabkan penyalahgunaan, seperti mengklaim karya AI sebagai karya sendiri, yang melemahkan integritas akademik. Solusinya, sekolah dapat mengintegrasikan pelatihan etika digital dalam kurikulum, mengajarkan siswa untuk mengutip sumber AI, memodifikasi output AI agar orisinal, dan menggunakan fitur kolaborasi Canva melacak kontribusi individu, serta mendorong proses manual awal seperti membuat draf tulis tangan sebelum menggunakan AI, sehingga memastikan keaslian konten dan memperkuat nilainilai holistik pendidikan. KESIMPULAN Secara keseluruhan, integrasi kecerdasan buatan dalam platform Canva dan Crello di SMA Plus AlAzhar Jember telah membuktikan diri sebagai katalisator transformasi pendidikan holistik yang selaras dengan nilai-nilai Islam, di mana peningkatan kreativitas, efisiensi kolaboratif, dan literasi digital siswa tidak hanya memperkaya kurikulum merdeka tetapi juga membekali generasi rabbani dengan keterampilan abad ke-21, meskipun tantangan akses dan etika memerlukan strategi pelatihan berkelanjutan untuk memastikan adaptasi yang inklusif dan berkelanjutan, sehingga menjadikan sekolah ini sebagai model inovatif bagi pendidikan digital DAFTAR PUSTAKA