PENELITIAN ASLI PENGGUNAAN OBAT KUMUR YANG BENAR DALAM PEMELIHARAAN KESEHATAN GIGI PADA MASYARAKAT BERBASIS DAGUSIBU DI KLINIK PRATAMA NUSANTARA KESEHATAN Ferdinand Paulus Ginting1. Modesta Harmoni Tarigan1. Suryanto Siregar2 Fakultas Farmasi dan Ilmu Kesehatan. Universitas Sari Mutiara Indonesia. Medan. Sumatera Utara, 20123. Indonesia Fakultas Farmasi dan Ilmu Kesehatan Universitas Sari Mutiara Indonesia. Medan. Sumatera Utara, 20123. Indonesia Info Artikel Riwayat Artikel: Diterima: 14 Juni 2025 Direvisi: 17 Juni 2025 Diterima: 28 Juni 2025 Diterbitkan: 09 Juli 2025 Kata kunci: Obat Kumur. Kesehatan Gigi. DAGUSIBU Penulis Korespondensi : Modesta Harmoni Tarigan Email: modesta. trgn@gmail. Abstrak Latar belakang: Gigi dan mulut adalah bagian bagian yang saling berkaitan dan sangat penting untuk kesehatan. Kesehatan gigi dan mulut juga berpengaruh pada kesehatan tubuh secara umum. Obat kumur adalah cairan antiseptik pembersih yang digunakan untuk membilas mulut dan membantu menjaga kebersihan serta kesehatan gigi dan mulut dengan cara menghilangkan bau mulut, mencegah gigi berlubang, meredakan gusi bengkak dan mengatasi sariawan. Tujuan: Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mensosialisasikan bagaimana cara mendapatkan, menggunakan, menyimpan dan membuang kemasan obat kumur yang benar pada masyarakat di sekitar Klinik Pratama Nusantara Sehat. Metode: Adapun metode yang digunakan adalah secara off line mengadakan ceramah, yaitu dengan menyampaikan paparan tentang gigi dan mulut yang sehat, pengertian dan kegunaan dari obat kumur serta informasi mengenai DAGUSIBU. Sosilisasi ini juga dilakukan tanya jawab dan pemeriksaan gigi terhadap masyarakat yang hadir paga kegiatan tersebut. Hasil: Pada kegiatan ini di temukan pada orang tua, banyak yang giginya mengandung plaque, gusi berlubang dan gigi yang sudah rusak serta bau mulut . pada anak-anak di jumpai gigi berlubang. Untuk cara pemakaian obat kumur, sebagian masyarakat ada yang sudah mengerti dan ada sebagian masyarakat belum paham mengerti cara penggunaan obat kumur yang benar serta membuat masyarakat lebih mengenal lagi istilah DAGUSIBU. Kesimpulan: Sangat perlu untuk penyuluhan/sosialisasi penggunaan dan cara pakai obat kumur kepada masyarakat, karena kesehatan gigi dan mulut juga sangat mempengaruhi kesehatan tubuh. Jurnal ABDIMAS Mutiara e-ISSN: 2722-7758 Vol. 06 No. Juli, 2025 . Homepage: https://e-journal. sari-mutiara. id/index. php/JAM DOI: https://10. 51544/jam. Copyright A 2025 by the Authors. Published by Program Studi : Sistem Informasi Fakutas Sains dan Teknologi Informasi Universitas Sari Mutiara Indonesia. This is an open access article under the CC BY-SA Licence (Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International Licens. Pendahuluan Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat di laksanakan di Klinik Pratama Nusantara Kesehatan. Jl. Kapten Muslim. Bakti Luhur No. 17 Medan pada hari Jumat, 13 Juni 2025. Kegiatan ini berjudul AuSosialisasi Penggunaan Obat Kumur Yang Benar Kepada Masyarakat Berbasis BAGUSIBUAy. Peserta dari masyarakat yang hadir sebanyak 232 (Tiga puluh du. orang yang merupakan Masyarakat yang berdomisili di Kelurahan Dwi Kora. Kegiatan ini juga didampingi oleh seorang Dosen Ahli Bidang Farmasi. Pada saat kegiatan mahasiswa yang terlibat ada sebanyak 40 (Empat Pulu. Acara pengabdian Masyarakat dilakukan dengan memberikan Edukasi kepada Masyarakat Kelurahan Dwi Kora Bagaimana cara mendapatkan, menggunakan, menyimpan dan membuang Obat Kumur secara baik dan benar sesuai ketentuan yang berlaku. Masyarakat yang hadir juga dilakukan Skrining Kesehatan seperti pengecekan tekanan darah, pengecekan kadar gula darah dan Pemeriksaan Kesehatan gigi dan mulut berkolaborasi dengan Tim Kesehatan Klinik Pratama Nusantara Kesehatan. Masyarakat juga mendapatkan demontrasi cara Penggunaan Obat Kumur yang baik dan setelahnya seluruh yang hadir diberikan obat Peserta kegiatan pengabdian Masyarakat ini sangat aktif dalam bertanya dan antusias selama Ini ditujukan bagaimana cara menggunakan obat kumur yang benar, cara penyimpanan obat kumur yang baik dan benar agar zat berkhasiat tetap stabil, dan serta cara membuang obat kumur yang sudah tidak digunakan atau kadaluarsa. Solusi Permasalahan Mitra Masih banyak Masyarakat Kelurahan Dwi Kora yang tidak mengerti cara mendapatkan, menggunakan, menyimpan dan membuang Obat kumur dengan baik dan benar. Berbagi Pengetahuan cara mendapatkan, menggunakan, menyimpan dan membuang. Obat kumur dengan baik dan benar, sehingga tercapai derajat kesehatan gigi dan Mulut yang lebih baik. Metode Kegiatan pengabdian di awali dengan pembagian brosur pada H-1 dan H-2 sebelum kegiatan penyuluhan dilaksanankan. Pembagian brosur dilaksanakan di sekitar jalan Amal Luhur dan Bakti Luhur. Pengabdian dilakukan secara offline di Klinik Pratama Nusantara Kesehatan Jl. Kapten Muslim. Bakti Luhur No. 17 Medan . Tim pengabdian Masyarakat datang ke Klinik Pratama Nusantara yang berada di Kelurahan Dwi Kora Tepatnya di Jl. Kapten Muslim. Bakti Luhur No. 17 Medan, mengajarkan dan mengedukasi masyarakat bagaimana cara mendapatkan, menggunakan, menyimpan dan membuang obat kumur dengan baik dan benar, sehingga tercapai derajat kesehatan gigi dan mulut. Jumlah peserta yang hadir 32 . iga puluh du. orang dengan demografi masyarakat umur 10 Tahun - 70 tahun, pekerjaan masyakat antara lain pelajar, tokoh masyarakat dan ibu rumah tangga yang berada di sekitar Klinik Pratama Nusantara Kesehatan. Para peserta ini diharapkan dapat menjadi agen pemberi informasi untuk masyarakat bagaimana cara mendapatkan, menggunakan, menyimpan dan membuang obat kumur dengan baik dan benar. Hasil Secara keseluruhan, rencana berjalan dengan baik. , masyarakat di Klinik Pratama Nusantara Kesehatan Jl. Kapten Muslim. Bakti Luhur No. 17 Medan menyambut dengan antusias kegiatan sosialisasi sosialisasi Penggunaan Obat Kumur yang benar berbasis DAGUSIBU , diadakan dengan suasana yang menyenangkan. Penyuluhan Penggunaan Obat Kumur yang benar berbasis DAGUSIBU , ini telah dilaksanakan pada tanggal 13 Juni 2025 pukul 08. 30 Ae Kegiatan ini dilaksanakan di Klinik Pratama Nusantara Kesehatan. Jl. Kapten Muslim. Bakti Luhur No. 17 Medan dengan dihadiri peserta sebanyak 40 orang yang merupakan anakanak, para ibu dan bapak. Penyuluhan ini juga dihadiri oleh dokter gigi sebagai wujud kolaborasi tenaga kesehatan dalam kesehatan meningkat. Penyuluhan diawali dengan menjelaskan pentingnya mengetahui tentang penggunaan obat kumur yang baik dan benar melalui DAGUSIBU. Sebelum menyampaikan materi DAGUSIBU, peserta dijelaskan tentang penggolongan obat yang meliputi: obat bebas, bebas terbatas, obat keras, psikotropik, dan narkotik dengan disertai pengenalan logo dan regulasi secara Edukasi DAGUSIBU mendapatkan, menggunakan, menyimpan dan membuang obat dengan benar. Ini menciptakan kesan yang baik dan menarik bagi peserta, memberi mereka pemahaman tentang DAGUSIBU obat. Setiap orang yang terlibat dalam sosialisasi sangat antusias untuk mengikutinya. Ini dapat dilihat dari seberapa aktif peserta dalam setiap sesi. Rasa ingin tahu yang tinggi ini juga disebabkan oleh materi yang digunakan yang mudah dipahami. Para peserta sangat memperhatikan pembicara selama sesi pemaparan materi yang berkaitan dengan sosialisasi. Pada kegiatan ini di temukan pada orang tua, banyak yang giginya mengandung plaque, gusi berlubang dan gigi yang sudah rusak serta bau mulut . pada anak-anak di jumpai gigi berlubang. Untuk cara pemakaian obat kumur, sebagian masyarakat ada yang sudah mengerti dan ada sebagian masyarakat belum paham mengerti cara penggunaan obat kumur yang benar serta membuat masyarakat lebih mengenal lagi istilah DAGUSIBU. Gambar 1. Dokumentasi Sosialisasi DAGUSIBU Obat Kumut Tabel 1. Sosial Demografi Peserta Sosialilasi Penggunaan Obat Kumur yang Benar Kepada Masyarakat Berbasis DAGUSIBU Jenis Kelamin Umur/Usia Pekerjaan Perempuan = 24 orang Laki Ae Laki = 8 Orang 7-12 Tahun = 4 13 Ae 20 Tahun = 0 20 Ae 30 Tahun = 8 30 Ae 40 Tahun = 10 40 Ae 55 Tahun = 9 55 - >70 Tahun = 1 Pelajar = 12 orang Ibu Rumah Tangga = 14 orang Wiraswasta = 6 orang Data Tabel 1. menunjukkan bahwa mayoritas Peserta yang hadir adalah Perempuan dengan Jumlah 24 orang dengan persentase 75%. Sedangkan untuk mayoritas Usia Peserta yang hadir kisaran usia 30 Ae 40 Tahun berjumlah 10 Orang dengan persentasi 31,25%. Mayoritas Pekerjaan Peserta pada Sosialisasi ini adalah Ibu Rumah Tangga dengan jumlah 14 orang dengan persentase 43,74%. Grafik 1. Permasalahan Gigi dan Mulut Peserta Sosialilasi Penggunaan Obat Kumur yang Benar Kepada Masyarakat Berbasis DAGUSIBU Data Grafik 1. Menunjukkan Peserta yang hadir dalam Sosialilasi Penggunaan Obat Kumur yang Benar Kepada Masyarakat Berbasis DAGUSIBU memiliki permasalahan gigi dan mulut yang tinggi adalah Ginggivitis atau yang lebih di kenal Karang gigi dengan persentase 40,60% dengan jumlah peserta 13 orang. Pembahasan Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat di laksanakan di Klinik Pratama Nusantara Kesehatan. Jl. Kapten Muslim. Bakti Luhur No. 17 Medan pada hari Jumat, 13 Juni 2025. Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan memberikan informasi ke Masyarakat tentang cara mendapatkan, menggunakan, menyimpan dan membuang Obat kumur secara baik dan benar. Peserta hadir sebanyak 32 (Tiga Puluh Du. orang yang merupakan Masyarakat yang berdomisili di Kelurahan Dwi Kora. Kegiatan ini di mulai dengan mengumpulkan Masyarakat yang lingkungan hidupnya berdekatan dengan Klinik Pratama Nusantara. Setelah itu. Masyarakat di beri EdukasiBagaimana cara mendapatkan, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat kumur yang baik dan dilanjutkan dengan Skrining Kesehatan gigi dan mulut. Berdasarkan data Grafik 1. Menunjukkan permasalahan gigi dan mulut Peserta yang hadir dimana Ginggivitis atau yang sering di kenal Karies gigi menjadi permasalahan yang tertinggi. Dilaporkan dari Visualisasi data SKI tahun 2023 bahwa hasil riset Kesehatan dasar tahun 2018 menunjukkan bahwa prevalensi karies gigi 88,80% (Kemenkes, 2. Karies gigi merupakan masalah yang merusak gigi sejak erupsi. Kualitas jaringan keras gigi yang tidak baik, diduga akibat masalah pertumbuhan dan perkembangan benih gigi seperti terjadinya Molar-Incisor Hypomineralization (MIH), dapat memicu mudahnya terjadi karies. Karies akan merusak jaringan keras gigi dan memicu penjalaran infeksi sampai ke pulpa dan periradikular. Penjalaran infeksi dapat menyebabkan kematian gigi, abses pada daerah periradikular yang dapat menyebabkan pembengkakan pada rahang, bahkan abses dapat menyebar sampai ke daerah leher dan mediastinum. Komplikasi karies gigi seperti Trombosis Sinus Cavernosis, atau Submandibular Necrotizing Faecilitis/Angina Ludwig jika tidak ditangani dapat menyebabkan terjadinya mortalitas sekitar 40% akibat stroke, meningitis atau abses otak (Kemenkes, 2. Salah satu pencegahan Keries gigi adalah dengan berkumur dengan obat Kumur. Berdasarkah penelitian yang dilakukan oleh Sholekhah tahun 2020, dilaporkan bahwa berkumur dengan larutan Garam 12% baik berkumur selama 5 hari atau 10 hari dapat menurunkan jumlah koloni streptococcus mutans dalam saliva. Hal ini dikarenakan di dalam garam terkandung unsur natrium chloride yang merupakan golongahalogen. Halogen mempunyai sifat oksidator yang kuat dan mampu membunuh bakteri (Sholekhah, 2. Dilaporkan dari penelitian yang dilakukan oleh Lestari N dan Farhan M. A tahun 2025, bahwa Obat kumur adalah larutan atau cairan yang digunakan untuk membantu menyegarkan mulut dan membuang plak dan bakteri penyebab penyakit mulut. Sodium fluoride ialah senyawa fluorida yang paling sering ditemukan dalam obat kumur. Obat kumur fluorida yang dapat digunakan setiap hari untuk membantu mencegah gigi berlubang dan mengganti mineral yang hilang dari gigi, mengandung 0,05% natrium fluoride. Selain itu, obat kumur fluorida belum mempu menghilangkan sisa-sisa Obat kumur yang mengandung fluorida telah terbukti mengurangi karies hingga 20-50% (Lestari N & Farhan M. A, 2. Obat kumur yang kita dapatkan perlu pemerhatian penyimpanan nya agar kualitas zat Aktif tetap Menurut USP 2022 Obat kumur yang sudah di buka kemasannya baik di gunakan : Jika Masa Kadaluarsa <1 Tahun, maka Baik di Gunakan Sebelum Masa Kadaluarsa yang tertera pada kemasan Obat Kumur dan Jika Masa Kadaluarsa >1 Tahun, maka Baik di Gunakan Sebelum 1 Tahun Setelah Obat Kumur di Buka. Sebaiknya disimpan di tempat yang sejuk dan kering, jauh dari jangkauan anakanak dan hewan peliharaan. Suhu idealnya di bawah 25AC, dan jangan disimpan di tempat yang lembap atau terpapar sinar matahari langsung. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Aghniya W tahun 2017 menjelaskan bahwa Suhu sangat mempengaruhi degradasi fisik, kimiawi dan Degradasi kimia, seperti oksidasi atau hidrolisis dapat terjadi dengan meningkatnya Semakin tinggi suhu penyimpanan semakin rendah stabilitas obat. Pemanasan membuat penguraian zat aktif dan zat pelengkap dalam obat semakin besar sehingga kadar yang dihasilkan Obat yang rentan terhadap kerusakan terutama suhu dan kelembaban, pemilihan penyimpanannya adalah pada suhu kamar dan kelembaban yan rendah. Suhu ruangan berkisar 23Ae 29AC dan kelembaban 58Ae67% tidak mempengaruhi stabilitas obat. Oleh karena itu, sediaan obat kumur disimpan pada suhu 25 AC dan kelembaban 58% (Aghniya I. Penyimpanan Obat dalam jangka waktu yang lama kadang kurang memperhatikan masa Kadaluwarsa Jika obat Kadaluwarsa maka di butuhkan penanganan khusu Menurut GERAMAS obat kumur tidak terpakai atau sudah kedaluwarsa, jangan dibuang sembarangan. Pisahkan Obat Kumur dengan Kemasan (Boto. Masukkan kedalam wadah lebih besar tambahkan Air (Pengencera. Buang ke saluran Air. Kesimpulan Berdasarkan hasil kegiatan penyuluhan tentang Penggunaan Obat Kumur yang Benar Berbasis DAGUSIBU di di Klinik Pratama Nusantara Kesehatan. Jl. Kapten Muslim. Bakti Luhur No. Medan perlu diadakan secara rutin dan berkelanjutan agar pengetahuan, sikap dan keterampilan masyarakat dapat meningkat. Peningkatan pengetahuan, sikap dan keterampilan masyarakat diharapkan mampu mengubah perilaku keluarga dan masyarakat sekitar di Klinik Pratama Nusantara Kesehatan. Jl. Kapten Muslim. Bakti Luhur No. 17 Medan, dengan demikian pengetahuan masyarakat yang berada di Lingkungan Klinik Pratama Nusantara Kesehatan tentang Bagaimana mendapatkan, menggunakan, menyimpan dan membuang Obat Kumur dengan baik dan benar dapat Referensi