Jurnal Kebidanan Volume 9 No 2 September 2019 PENGARUH PELATIHAN BABY GYM TERHADAP KEMAMPUAN IBU UNTUK MELAKUKAN BABY GYM (Di Ponkesdes Grogol. Desa Grogol. Kecamatan Diwek. Kabupaten Jomban. Dewi Wasiatiningrum1Ita NiAomatuz Zuhroh2 12STIKes Insan Cendekia Medika Jombang email : dewi_wasita@gmail. com, 2email : ita_wijaya@yahoo. ABSTRAK Pendahuluan baby gym merupakan bentuk stimulasi yang dapat diberikan orangtua, khususnya ibu untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak. Pada beberapa anak yang tidak diberikan stimulasi sejak dini, akan menyebabkan masalah keterlambatan tumbuh Melalui pelatihan, ibu diajarkan langsung tentang gerakan baby gym. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pelatihan baby gym terhadap kemampuan ibu untuk melakukan baby gym di wilayah Ponkesdes Grogol. Desa Grogol. Kecamatan Diwek. Kabupaten Jombang. Metode penelitian menggunakan preeksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki bayi usia 3-12 bulan di wilayah kerja Ponkesdes Grogol. Desa Grogol. Kecamatan Diwek. Kabupaten Jombang sejumlah 55, sampel penelitian sejumlah 7 diambil dengan teknik Purposive Sampling. Variabel independen adalah pelatihan baby gym. Variabel dependen adalah kemampuan ibu untuk melakukan baby gym. Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data adalah checklist. Pengolahan data editing, coding, scoring, tabulating. Analisa data menggunakan Chi Square Test. Hasil penelitian menunjukkan dari 7 responden sebelum diberikan pelatihan baby gym sebagian besar ibu tidak mampu melakukan baby gym 4 . , 1 %) dan setelah diberikan pelatihan baby gym sebagian besar ibu mampu melakukan baby gym 4 . , 1%). Hasil Chi-Square Test Sig. x2 hitung . , . < . , . sehingga H1 Kesimpulan ada pengaruh pelatihan baby gym terhadapat kemampuan ibu untuk melakukan baby gym di wilayah kerja Ponkesdes Grogol. Desa Grogol. Kecamatan Diwek. Kabupaten Jombang. Saran Diharapkan bidan dapat melanjutkan pelatihan baby gym secara Kata Kunci: Pelatihan. Baby gym. Kemampuan Ibu THE EFFECT OF BABY GYM TRAINING ON MOTHERAoS ABILITY TO DO BABY GYM (In Ponkesdes Grogol. Diwek -Jomban. ABSTRACT Introduction baby gym is a form of stimulation that can be given by parents, especially mother to optimize the growth and development of children. Some children who arenAot given early stimulation will be late in growth and development. Mother can learn directly about the baby gym with training. The purpose of this research is to know the effect of baby gym training on mother ability to do baby gym in Ponkesdes GrogolAoarea. Diwek -Jombang. Method of research used is preexperimental with one group pretest-posttest design. Population of in this study is all moms who have babies aged 3-12 months in the area of Ponkesdes Grogol. Diwek -Jombang with number of 55 people, the sample of this research are 7 mothers by using Purposive Sampling technique. The independent variable in this research is the baby gym training. Dependent variable is mother's ability to do baby gym. The instrument used in data collection is the checklist. Data management with editing, coding, scoring, tabulating. Data analysis using Chi-Square Test. The results of the research showed that from 7 of the respondents before being given baby gym training most Jurnal Kebidanan Volume 9 No 2 September 2019 of the mothers werenAot able to do baby gym as much as 4 . , 1%) and after being given baby gym training as much as 4 . ,1%) able to do baby gym. Chi Square Test Results with Sig. x2 count . , . < . , . so that H1 is accepted. The conclusion of this research that there is influence of baby gym training to mother's ability to do baby gym in area of Ponkesdes Grogol. Diwek AeJombang. The midwives are expected to continue regular training of baby gym activities. Keywords: Training. Baby gym. MotherAos Ability PENDAHULUAN Setiap bayi memiliki kecepatan tumbuh keterlambatan tumbuh kembang. Usia 0-2 tahun merupakan masa golden period dimana bila terjadi gangguan pada masa ini, tidak dapat dicukupi pada masa berikutnya dan akan berpengaruh negatif pada kualitas generasi penerus (Kemenkes RI, 2010, . Untuk itu perlu dilakukan stimulasi yang optimal. Salah satunya dengan baby gym . enam bay. yang akan lebih baik jika dilakukan sendiri oleh ibu (Aminati, 2013, . Di Amerika Serikat 15-18% anak memiliki gangguan perkembangan atau gangguan perilaku (Karen J, dkk, 2014, . Senam bayi telah diteliti oleh sejumlah pusat penelitian seperti Harvard Pre School Project . ibawah pimpinan dr. Benyamin Bloo. , institusi Kesehatan Ibu dan Anak di Tsjechoslowakle . leh dr. Jaroslav Koc. dan Suzy Prudden studioAos di New York City. Penelitian ini memperlihatkan bahwa bayi yang melakukan senam lebih cepat berbicara, nafsu makan lebih baik, tidur lebih lelap dan proses perkembangan geraknya lebih cepat dibandingkan dengan yang tidak mengikuti senam (Kusyairi, 2008, . Berdasarkan laporan penelitian Risbinakes Kemenkes Malang di Kediri. Jawa Timur hasil penelitian menunjukkan sebelum diberikan penyuluhan 82,6% responden tidak mampu melaksanakan senam bayi dan setelah diberikan penyuluhan sebanyak 30,4% responden tidak mampu melaksanakan senam bayi (Hardjito, dkk, 2014, . Setelah dilakukan studi pendahuluan di wilayah kerja Ponkesdes Grogol pada 14 Maret 2018 didapatkan jumlah bayi sampai bulan Maret 2018 terdapat 77 bayi dan 55 bayi diantaranya usia 3-12 bulan. wilayah kerja Ponkesdes Grogol belum pernah diberikan pelatihan tentang Baby Gym . enam bay. BAHAN DAN METODE PENELITIAN Jenis penelitian ini adalah preexperimental design dengan pendekatan one group pretest-posttest merupakan penelitian yang dilakukan dengan cara memberikan pretest . engamatan awa. terlebih dahulu sebelum diberikan intervensi, setelah itu diberikan intervensi, kemudian dilakukan posttest . engamatan akhi. (Hidayat, 2010, . Populasi semua bayi berusia 3-12 bulan di wilayah kerja Ponkesdes Grogol. Desa Grogol. Kecamatan Diwek. Kabupaten Jombang sejumlah 55 bayi. Sampel sebagian bayi berusia 3-12 bulan di wilayah keja Ponkesdes Grogol. Desa Grogol. Kecamatan Diwek. Kabupaten Jombang sejumlah 20 bayi diambil secara pengambilan sampel dengan tujuan didasarkan pada suatu pertimbangan tertentu yang dibuat oleh peneliti sendiri berdasarkan ciri atau sifat- sifat sebelumnya (Sudaryono, 2017, . Jurnal Kebidanan Volume 9 No 2 September 2019 Variabel independen pada penelitian ini pelatihan baby gym, merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen . Variabel baby gym, variabel yang dipengaruhi atau menjadi akibat karena adanya variabel bebas atau dependen (Sudaryono, 2017, . Instrument penelitiaan merupakan alat- pengumpulan data (Notoatmojo, 2010, . , penelitian ini menggunakan checklist. Pengolahan data berupa editing, coding. Analisa menggunakan Chi Square Test. Uji tersebut dipilih karena salah satu variabel penelitian . ariabel depende. berskala nominal. HASIL PENELITIAN Tabel 2 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Usia Bayi di Wilayah Kerja Ponkesdes Grogol. Desa Grogol. Kecamatan Diwek. Kabupaten Jombang Pada Tanggal 7 Juli 2018 Usia Jumlah 4 bulan 5 bulan 6 bulan Tabel 1 Distribusi Frekuensi Responden Berdasaarkan Usia Ibu di Wilayah Kerja Ponkesdes Grogol. Desa Grogol. Kecamatan Diwek. Kabupaten Jombang Pada Tanggal 7 Juli 2018 Presentase (%) Sumber: Data Primer 2018 Berdasarkan tabel 2 menunjukan bahwa sebagian besar bayi berusia 4 bulan yaitu sejumlah 4 responden . , 1 %) Tabel 3 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Pendidikan Ibu di Wilayah Kerja Ponkesdes Grogol. Desa Grogol. Kecamatan Diwek. Kabupaten Jombang Pada tanggal 7 Juli 2018 Data Umum Frekuensi Pendidikan Tidak Sekolah SMP SMA/SMK Perguruan Tinggi Jumlah Frekuensi Presen tase(%) 0, 0 0, 0 100, 0 Sumber: Data Primer 2018 Usia >35 Jumlah Frekuensi . Presentase (%) Sumber: Data Primer 2018 Berdasarkan tabel 1 menunjukkan bahwa hampir seluruh ibu yang menjadi responden berusia 20-35 tahun yaitu sejumlah 6 responden . , 7%). Berdasarkan tabel 3 menunjukkan bahwa hampir dari setengah ibu yang menjadi responden berpendidikan SMA/SMK dan perguruan tinggi, yaitu SMK/SMA sejumlah 3 responden . , 3%) dan Perguruan Tinggi sejumlah 3 responden , 3 %) Jurnal Kebidanan Volume 9 No 2 September 2019 Tabel 4 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Pekerjaan Ibu di Wilayah Kerja Ponkesdes Grogol. Desa Grogol. Kecamatan Diwek. Kabupaten Jombang Pada Tanggal 7 Juli 2018 No Pekerjaan IRT Wiraswasta Swasta PNS Jumlah Frekuensi Presentase (%) 0, 0 0, 0 0, 0 Sumber : Data Primer 2018 Berdasarkan tabel 4 menunjukkan seluruh ibu yang menjadi responden bekerja sebagai IRT yaitu sejumlah 7 responden . %). Tabel 5 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Pernah mengikuti pelatihan baby gym di Wilayah Kerja Ponkesdes Grogol. Desa Grogol. Kecamatan Diwek. Kabupaten Jombang Pada tanggal 7 Juli Pelatihan Baby Gym Pernah Belum Frekuensi . Jumlah Sumber: Data Primer 2018 Presentase (%) 0, 0 Berdasarkan tabel 5 menunjukkan bahwa seluruh ibu yang menjadi responden belum pernah mengikuti pelatihan baby gym yaitu sejumlah 7 responden . , 0 %). Data Khusus Tabel 6 Distribusi Frekuensi Kemampuan Ibu dalam Melakukan Baby Gym Sebelum Dilakukan Pelatihan di Wilayah Kerja Ponkesdes Grogol. Desa Grogol. Kecamatan Diwek. Kabupaten Jombang pada 7 Juli 2018 No Kemampuan Frekuensi Presentase Ibu . (%) Mampu 42, 9 Tidak mampu 57, 1 Jumlah Sumber: Data Primer 2018 Berdasarkan tabel 6 menunjukkan bahwa sebelum dilakukan pelatihan sebagian besar ibu tidak mampu melakukan baby gym yaitu sejumlah 4 responden . , 1 %). Tabel 7 Distribusi Frekuensi Kemampuan Ibu dalam Melakukan Baby Gym Setelah Dilakukan Pelatihan di Wilayah Kerja Ponkesdes Grogol. Desa Grogol. Kecamatan Diwek. Kabupaten Jombang pada 7 Juli 2018 Kemampuan Ibu Mampu Tidak Frekuensi Jumlah Sumber: Data Primer 2018 Presentase (%) 57, 1 42, 9 100, 0 Berdasarkan tabel 7 menunjukkan bahwa setelah dilakukan baby gym sebagian besar ibu mampu melakukan baby gym yaitu sejumlah 4 responden . , 1 %). Tabel 8 Pengaruh Pelatihan Baby Gym Terhadap Kemampuan Ibu Untuk Melakukan Baby Gym di Wilayah Kerja Ponkesdes Grogol. Desa Grogol. Kecamatan Diwek. Kabupaten Jombang Pada 7 Juli 2018 Sebelum Pelatihan Sesudah Pelatihan Tidak Tidak Mam Mam mam mam . (%) 42, 9 57, 1 100, 0 57, 1 42, 9 100,0 Chi-square Test Sig. x2 hitung . , . < . Sumber: Data Primer 2018 Berdasarkan tabel 8 menunjukkan bahwa melakukan baby gym setelah dilakukan pelatihan yaitu sejumlah 4 responden . , 1 %). Berdasarkan uji statistik Chi-square Test dengan bantuan program SPSS 16. hasil Sig. x2 hitung adalah 0,047 < . Hal ini menunjukkan H0 ditolak dan H1 diterima yang berarti ada pengaruh pelatihan baby gym terhadap kemampuan ibu dalam melakukan baby gym. Jurnal Kebidanan Volume 9 No 2 September 2019 PEMBAHASAN Kemampuan Ibu Melakukan Baby Gym Sebelum Dilakukan Pelatihan Baby Gym Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum dilakukan baby gym dari 7 responden didapatkan sebagian besar ibu tidak mampu melakukan baby gym yaitu berjumlah 4 responden . , 1 %). Sebelum pelatihan, diberikan leaflet dan checklist untuk mengukur kemampuan ibu dalam melakukan baby gym. Checklist untuk melakukan baby gym terdapat tiga kriteria penilaian untuk setiap gerakan yaitu nilai 0 jika gerakan tidak dilakukan, nilai 1 jika gerakan dilakukan namun kurang benar, dan nilai 2 jika gerakan dilakukan dengan Untuk mengukur kemampuan awal responden, dilaksanakan dengan cara mengobservasi ibu dan bayi dalam memperhatikan 14 gerakan. Menurut Kusyairi . 8, . , gerakan senam untuk bayi usia 4-6 bulan memiliki 3 tahap dimana pada tahap pertama berjumlah empat gerakan yang bertujuan untuk menguatkan otot lengan bawah, otot punggung, dan kontrol kepala sebagai persiapan untuk merangkak. Tahap kedua berjumlah 4 gerakan yang bertujuan untuk berguling dan duduk, serta tahap ketiga terdiri dari 6 gerakan yang bertujuan untuk menguatkan otot perut dan punggung, mempersiapkan keseimbangan ke posisi duduk dan memelihara sikap duduk yang Menurut peneliti, ada beberapa gerakangerakan baby gym yang cukup sulit untuk dilakukan oleh ibu dengan bayi salah satunya gerakan ke-12 . bu tidur terlentang dengan kedua paha lurus pada lantai, kemudian meletakkan bayi pada lutut ibu, ibu memegang pergelangan tangan bayi dan menekuk kedua kaki ibu kearah perut dimana lengan bayi diletakkan didepan tubuh ibu selanjutnya lengan bayi ditarik kearah sampin. seluruh responden berjumlah 7 orang . %) mendapatkan skor rendah yaitu 0. Terlihat responden yang hadir masih merasa takut untuk Faktor diantaranya pendidikan dan pengalaman Kemampuan Ibu Melakukan Baby Gym Setelah Dilakukan Pelatihan Baby Gym Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah dilakukan baby gym dari 7 responden didapatkan sebagian besar ibu mampu melakukan baby gym yaitu berjumlah 4 responden . , 1%). Menurut Rivai . 5, . manfaat pelatihan beberapa diantaranya adalah memberikan informasi dan meningkatkan keterampilan interpersonal. Selain itu terkait proses belajar menurut Depkes RI . 8, . , bahwa seseorang belajar melalui panca inderanya. Setiap indera ternyata berbeda pengaruhnya terhadap hasil belajar seseorang, 1% melalui indera perasa, 2 % melalui sentuhan, 3% melalui indera pencium, 11% melalui pendengaran dan 83% melalui penglihatan. Menurut peneliti, kemampuan ibu dalam melakukan baby gym berkaitan dengan kemudahan ibu dalam menerima informasi yang sudah diberikan dan adanya kemauan ibu untuk belajar dengan mengikuti gerakan-gerakan yang dipraktekkan saat Namun, hasilnya antara individu satu dan lainnya tentunya ada perbedaan dikarenakan tingkat kepekaan panca indera tiap-tiap individu berbeda. Sehingga, walaupun dari hasil didapatkan sebagian besar ibu dalam kategori mampu melaksanakan baby gym . kor Ou . , namun skor yang didapatkan tiap-tiap individu bervariasi. Pengaruh Pelatihan Baby Gym Terhadap Kemampuan Ibu Untuk Melakukan Baby Gym Jurnal Kebidanan Volume 9 No 2 September 2019 Hasil penelitian berdasarkan uji statistik Chi-square Test dengan bantuan program SPSS 16. 0 pada taraf kesalahan 5% hasil Sig. x2 hitung adalah 0,047 < . , . Hal ini menunjukkan H0 ditolak dan H1 diterima yang berarti ada pengaruh pelatihan baby gym terhadap kemampuan ibu dalam melakukan baby gym. Jumlah responden yang mengalami perubahan kemampuan yaitu dari awal pelatihan tidak mampu melakukan baby gym menjadi mampu melakukan baby gym setelah diberikan pelatihan adalah 1 responden . , 3%). Sebelum pelatihan pada gerakan ke-12 seluruh responden yaitu 7 responden . %) mendapatkan skor 0 dan setelah diberikan pelatihan mengalami perubahan yaitu sejumlah 4 responden . , 1 %) mendapatkan skor 0. Jumlah sampel awal responden untuk baby gym adalah 20 responden yang berada diwilayah Ponkesdes grogol, desa Grogol. Kecamatan Diwek Kabupaten Jombang. Sejumlah 13 orang diantaranya tidak hadir dalam pelatihan baby gym, sehingga responden yang mengikuti pelatihan menjadi 7 orang. Menurut Kusyairi . 8, . , sebaiknya senam dilakukan oleh orangtua dan dikarenakan senam tidak hanya melibatkan kegiatan fisik, tetapi juga proses penumbuhan jalinan kasih sayang dan pengertian terhadap kebutuhan bayi. Dengan demikian bayi akan merespon senam dengan baik. Menurut peneliti, respon ibu yang hadir cukup baik saat dilakukan pelatihan. Ibu yang menjadi responden memiliki keinginan untuk mau belajar melakukan gerakan-gerakan didemonstrasikan saat pelatihan. Beberapa bayi juga menunjukkan respon yang baik saat ibu melakukan baby gym. Sesi pelatihan dengan durasi yang cukup singkat, namun hasil skor mengalami peningkatan setelah pelatihan. Selama pelatihan tampak ibu dan bayi menikmati sesi pelatihan baby gym dan ibu dapat memahami gerakan yang masih sulit untuk dilakukan. Selain itu, jumlah responden yang mengalami perubahan kemampuan kurang maksimal yaitu 1 responden . , 3%) disebabkan jumlah peserta yang hadir sedikit yaitu 7 dari 20 jumlah responden. Penelitian serupa pernah dilakukan oleh Hardjito, dkk . 4, . dengan judul Pengaruh Penyuluhan Tentang Senam Bayi Terhadap Kemampuan Ibu Dalam Melaksanakan Senam Bayi di Posyandu Kelurahan Ngampel, wilayah kerja Puskesmas Mojoroto. Kota Kediri pada Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum penyuluhan terdapat 4 responden . , 4%) mampu melaksanakan senam bayi, dan setelah dilakukan penyuluhan menjadi 16 responden . , 7%) mampu melaksanakan senam bayi. Jumlah responden yang mengalami perubahan kearah positif, dari awal penyuluhan tidak mampu melaksanakan melaksanakan senam bayi setelah penyuluhan sebanyak 12 responden . , 2%). Dengan menggunakan uji Mec Nemar pada . , . menunjukkan signifikansi 0, 00. Dari hasil tersebut signifikan penyuluhan tentang senam bayi melaksanakan senam bayi. SIMPULAN DAN SARAN Simpulan Ada pengaruh pelatihan baby gym melakukan baby gym di wilayah kerja Ponkesdes Grogol. Desa Grogol. Kecamatan Diwek. Kabupaten Jombang. Saran Bagi Responden Diharapkan setelah diberikan pelatihan, ibu mampu melakukan baby gym secara mandiri dengan menerapkannya di rumah, mengoptimalkan tumbuh kembang pada bayi. Jurnal Kebidanan Volume 9 No 2 September 2019 Bagi Bidan Diharapkan penelitian ini dapat menambah wawasan, dapat dijadikan sebagai bahan referensi, sekaligus menjadi langkah awal untuk dilakukan kembali pelatihan tentang baby gym secara rutin . esuai jadwal posyand. oleh tenaga kesehatan khususnya bidan di wilayah kerja Ponkesdes Grogol. Desa Grogol. Kecamatan Diwek Kabupaten Jombang. Bagi STIKes ICMe Jombang Diharapkan dosen dan mahasiswa dapat mengembangkan pendidikan enterpreuner khususnya tentang baby gym melalui pengabdian masyarakat agar masyarakat bisa lebih mengenal dan mampu melakukan baby gym secara mandiri. Selain itu, penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan referensi bagi dosen, mahasiswa maupun pembaca. Bagi Peneliti Selanjutnyaa Diharapkan sehingga baby gym dapat lebih dikenal dan menjadi salah satu alternatif bagi para orangtua dalam mengantisipasi kembang pada anak. KEPUSTAKAAN