Prosiding Seminar Nasional Bahasa. Sastra, dan Seni 2022 Fakultas Bahasa dan Seni. Universitas Negeri Jakarta WISATA RELIGI DALAM ANIMASI 2 DIMENSI : 7 SUMUR PADA MAKAM SUNAN GUNUNG JATI . CIREBON JAWA BARAT Muhammad Hamzah1 Universitas Negeri Jakarta. Indonesia Email Address Mhd. hamzah30@gmail. Keywords: Wisata Religi, animasi 2d, cerita daerah, 7 sumur pada makam sunan gunung jati Cirebon. Abstrak This research focuses on the use of creative industry media for Cirebon religious With the rapid development of technology, if you don't prepare yourself, you can forget your identity as an Indonesian nation. On the other hand, if you are blind to modern things, it will actually harm the culture of a nation itself. For Indonesian people, cultural richness is described by ethnic When culture is believed to have valuable values for the pride and greatness of the nation's dignity, then the inheritance of these cultural values to the next generation becomes a necessity. This also applies to the people of Cirebon who have a distinctive culture that has been passed down from generation to generation. The purpose of this research is to introduce and add to the public's insight about the story of religious tourism 7 wells at the tomb of Sunan Gunung Jati. Cirebon. West Java with an interesting concept and The method used is practice-based research with an original investigation carried out in an effort to obtain new knowledge where the knowledge is partly obtained through practical means and through the results of that practice. The assumption of the results of this study is a 2d animation with the theme of the story of 7 wells at the tomb of Sunan Gunung Jati. Cirebon. Pendahuluan Indonesia sebagai bangsa besar terdiri dari 1340 suku bangsa dan 300 kelompok etnik. Dari keragaman tersebut, setiap suku bangsa memiliki ciri khas budaya daerahnya masing-masing. Kebudayaan adalah keseluruhan pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat-istiadat dan semua kemampuan dan kebiasaan yang diperoleh seseorang sebagai anggota masyarakat. Kebudayaan dapat dilihat dari kearifan lokal, kesenian, kebiasaan hidup dan lain-lain. Oleh karena itu, budaya lokal ini dapat menjadi daya tarik bagi sektor pariwisata dan sektor pendidikan dalam memperkenalkan budaya daerah dan nilai perilaku manusia. Dengan berkembangnya teknologi dan modernisasi jika tidak disikapi secara kritis, dengan berbagai imbauan dan propagandanya memang dapat membuat seseorang melupakan jati diri dan jati dirinya sebagai bangsa Indonesia. Ditambah dengan munculnya virus Covid -19 yang menuntut masyarakat Indonesia untuk melakukan aktivitas secara online atau daring, tingkat perilaku dan kesadaran sosialnya semakin menurun. Sektor pendidikan juga mengalami penurunan. seperti APS yang dikutip dari kemdikbud AuAngka putus sekolah (APS) juga terjadi sebagai dampak pembelajaran jarak PJJ saat pandemi Covid-19. Pernyataan tersebut diungkapkan Pelaksana tugas (Plt. ) Direktur SMA. Kemendikbud. Purwadi SutantoAy Pada akhirnya, nilai-nilai luhur budaya lokal, daerah, dan nasional semakin tergerus. Mendewa-dewakan dan sikap buta terhadap hal-hal yang berbau modern justru akan merugikan Prosiding Seminar Nasional Bahasa. Sastra, dan Seni 2022 | budaya suatu bangsa itu sendiri. Bagi masyarakat Indonesia, kekayaan budaya digambarkan dengan keragaman suku. Adat-istiadat dan nilai-nilai yang ada dalam suatu masyarakat merupakan dasar untuk mengatur perilaku anggota masyarakat. Tampaknya banyak hal berharga yang akan hilang jika kekayaan adat dan budaya di nusantara tidak dijaga dan dikembangkan. Untuk itu, diperlukan upaya untuk mendorong apa yang disebut dengan nilai-nilai kearifan lokal. Nilai-nilai budaya lokal yang unggul harus dilihat sebagai warisan sosial. Ketika budaya diyakini memiliki nilai yang berharga bagi kebanggaan dan kebesaran harkat dan martabat bangsa, maka pewarisan nilai budaya tersebut kepada generasi penerus menjadi sebuah keniscayaan. Setiap budaya memiliki budaya lokal yang menjadikannya unik, yang kemudian menjadi tradisi lokal yang diturunkan dari generasi ke generasi di masyarakat. Hal ini juga berlaku bagi masyarakat Cirebon yang memiliki budaya khas yang sudah dilakukan secara turun temurun. Ada berbagai tradisi yang masih diperingati dan dilakukan oleh masyarakat Cirebon. Cirebon merupakan salah satu kota budaya di pulau Jawa yang terletak di ujung timur laut Provinsi Jawa Barat. Ada banyak tradisi dan budaya yang menarik di Cirebon. Salah satunya adalah tradisi Syawalan di Makam Sunan Gunung Jati Cirebon yang masih menjadi tradisi yang dilestarikan oleh pemerintah, keraton dan masyarakat sekitar. Pelaksanaan tradisi Syawalan juga mendapat dukungan dari pemerintah Cirebon. Hal ini semakin menguatkan bahwa tradisi Syawalan merupakan suatu kebanggaan dan bagian yang tidak terpisahkan dari masyarakat Cirebon. Dalam tradisi syawalan ada acara tambahan yang sering dilakukan masyarakat setelah syawalan dengan Sultan berlangsung, yaitu tradisi mandi di tujuh sumur yang terletak di kompleks Makam Sunan Gunung Jati. Ketujuh sumur ini menyiratkan sifat dasar yang harus kita jaga dan harus kita refresh terus menerus atau seumur Dengan perkembangan teknologi serta banyaknya pengguna internet Pada Januari 2021, pengguna internet di Indonesia sebanyak 202,35 juta pengguna atau 76,8% dalam databoks. Data ini menandakan harus adanya media yang efektif sehingga bisa menarik bayak perhatian pengguna Animasi 2 dimensi adalah media yang efektif. Dalam studi meta-analitis oleh Ke. Lin. Ching. Dwyer . tentang animasi pembelajaran, yang membandingkan hasil penelitian tentang penggunaan animasi untuk pembelajaran, menunjukkan bahwa rata-rata kelompok yang menggunakan animasi mengalami peningkatan multi level. belajar sebesar 62%, sedangkan kelompok yang menggunakan ilustrasi statis mengalami peningkatan hanya sebesar 50%. Berdasarkan hal tersebut, penggunaan animasi motion sebagai media yang harus dikembangkan. Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan metodelogi practice based research. Penelitian berbasis praktik merupakan isue penting di lingkungan perguruan tinggi. Hal ini merujuk pada peran dan signifkansi kerja kreatif di lingkungan perguruan dan relasinya terhadap praktik penelitian (Smith and Dean, 2. Penelitian berbasis praktik . ractice-based researc. adalah suatu investigasi orijinal yang dilakukan dalam upaya memperoleh pengetahuan baru di mana pengetahuan tersebut sebagian 175 | Muhammad Hamzah diperoleh melalui sarana praktik dan melalui hasil dari praktik itu. Klaim orijinalitas dan kontribusi terhadap pengetahuan dapat ditunjukkan melalui hasil kreatif yang dapat berupa artefak seperti citra, musik, desain, model, media digital atau yang lainnya seperti pertunjukan dan pameran. Sementara signifikansi dan konteks dari klaim tersebut diuraikan dalam kata-kata, sebuah pemahaman utuh yang hanya dapat dicapai dengan referensi langsung terhadap hasil. Jika dasar kontribusidari suatu artefak kreatif untuk pengetahuan, maka penelitian itu berbasis praktik. (Candy, 2. Peneliti memilih metodelogi ini karena metodelogi ini sangat sesuai dengan penciptaan karya perupa, dengan metodelogi practice based research perupa bisa sangat mengeksplorasi bentuk visual karya sehingga akan menjadi lebih menarik. Penelitian ini berusaha untuk mengurai akar permasalahan dari kasusAekasus rasisme yang terjadi. Kasus melalui studi pustaka dan mencari data dan dokumenAedokumen tertulis baik berupa bukuAebuku referensi maupun jurnalAejurnal terbaru yang terkait dengan permasalahan dalam penelitian ini. Hasil dan Pembahasan Indonesia memiliki warisan budaya yang kaya. Kepulauan yang terbentang dari Sabang hingga Merauke menjadikan Indonesia memiliki keragaman budaya dari berbagai suku bangsa. Berdasarkan sensus Badan Pusat Statistik tahun 2010, terdapat lebih dari 300 suku bangsa atau 1. 340 suku bangsa di Indonesia. Keberagaman ini mencetuskan semboyan Bhineka Tunggal Ika yang artinya berbeda-beda tetapi tetap satu. Walaupun memiliki berbagai suku, budaya, agama dan golongan. Indonesia tetap satu kesatuan. Semboyan ini menegaskan bahwa keragaman yang ada di negara kita merupakan kekayaan dan keindahan bangsa Indonesia yang tidak dimiliki oleh negara lain. Berbagai keragaman tersebut melahirkan bentuk-bentuk keragaman budaya Indonesia. Ada berbagai macam keanekaragaman budaya, seperti rumah adat, upacara adat, pakaian adat, tarian tradisional, alat musik dan lagu tradisional, senjata tradisional, dan bahkan berbagai makanan khas. Kebudayaan dapat dilihat dari kearifan lokal, kesenian, kebiasaan hidup dan lain-lain. Oleh karena itu, budaya lokal ini dapat menjadi daya tarik bagi sektor pariwisata dan sektor pendidikan dalam memperkenalkan budaya daerah dan nilai perilaku manusia. Seperti yang kita ketahui, sebagai negara bangsa. Indonesia memiliki nilai-nilai luhur yang unik dan mengakar dalam masyarakat, seperti gotong royong, tolong menolong, ramah, santun, toleran, dan peduli sesama. Nilai-nilai luhur inilah yang pada akhirnya dijadikan acuan untuk membentuk ideologi negara yaitu Pancasila yang pada umumnya dibangun di atas nilai-nilai luhur yang telah mengakar dan membudaya di masyarakat jauh sebelum Indonesia menjadi negara kesatuan. Sejak pasca reformasi hingga saat ini, kebudayaan di Indonesia terus mengalami berbagai tantangan berat, terutama generasi muda yang mulai kurang memahami budaya lokal. Banyak dari mereka tidak memiliki minat khusus pada budaya lokal. Banyak generasi muda yang sudah lupa atau bahkan mengenal cerita rakyat dan permainan tradisional. Wacana budaya Indonesia mulai memudar di kalangan masyarakat akibat masuknya pengaruh budaya asing, baik dari Barat maupun Asia. Perkembangan teknologi yang menghapus ruang dan waktu juga berdampak besar. Ada indikasi krisis karakter dan identitas serta integritas di kalangan Prosiding Seminar Nasional Bahasa. Sastra, dan Seni 2022 | generasi muda saat ini. Hal ini dapat dikatakan cukup memprihatinkan karena apabila nilai-nilai budaya hilang dan tidak teraktualisasikan maka masyarakat kita khususnya generasi muda akan kehilangan landasan etika dan landasan fundamental dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang berpotensi mengarah pada disintegrasi persatuan nasional dan munculnya budaya korupsi. , narkoba , dan aksi Oleh karena itu, wacana budaya khususnya tentang nilai-nilai luhur harus terus disuarakan untuk menangkal pengaruh negatif dari luar, salah satunya dapat dilakukan dengan cara melestarikan, memajukan dan mengembangkan nilai-nilai budaya nusantara, serta menginternalisasikannya dalam khususnya generasi muda. Diperlukan upaya dari berbagai pihak untuk melakukan hal tersebut, pemerintah melalui Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan telah menunjukkan upaya pemajuan ragam budaya lokal yang prosesnya dilakukan melalui perlindungan, pengembangan, pemanfaatan dan pembinaan budaya nasional Indonesia. Tak hanya itu, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan menganggarkan dana abadi sekitar 5 triliun dari APBN untuk dana promosi budaya pada tahun 2020 dan tahun-tahun berikutnya. Salah satu kota di Jawa Barat bagian timur adalah Cirebon yang memiliki banyak potensi destinasi wisata budaya dan religi. Destinasi ini belum banyak dieksplorasi untuk dikenal secara nasional maupun internasional. Cirebon memiliki keragaman etnis dan akulturasi dari berbagai suku bangsa, sehingga melahirkan masyarakat yang heterogen, yaitu masyarakat Cirebon. Penduduk asli mayoritas beragama Islam, dengan latar belakang sejarah Indonesia seperti masuknya agama Hindu Ae Buddha pada abad ke-4. Kehadiran bangsa asing ke Cirebon, seperti Belanda. Cina. Timur Tengah, menambah warna dan menjadi kekayaan budaya masyarakat Cirebon. Masuknya agama Islam di Cirebon dibawa oleh para pedagang asing dari Timur Tengah, mengingat daerah Cirebon sebagai jalur perdagangan sutra di kawasan pesisir utara pulau Jawa. Daerah yang selalu dikunjungi para pedagang dan pelancong dari Timur Tengah. Arab. Persia. Turki dan bahkan dari Cina dan India. Para pedagang dan musafir muslim melakukan kontak dengan masyarakat setempat, sehingga tumbuhnya unit-unit pemukiman muslim baru di pesisir Cirebon. sisi lain. Cirebon sebagai pusat masuk dan berkembangnya Islam meninggalkan banyak bukti sejarah. Cirebon merupakan kota pertama di Jawa Barat sebagai pusat perkembangan dan penyebaran agama Islam. Masjid Agung Sang Ciptarasa yang dibangun pada tahun 1480, pengembangan pendidikan Islam berbasis pesantren, keberadaan beberapa perguruan tinggi Islam . Pertapaan Sunyaragi dan makam Sunan Gunung Jati (SGJ) di atas bukit Gunung Sembung, yang selalu dipadati peziarah yang datang dari berbagai kota di Jawa Barat. Bahkan mereka yang datang dari luar Jawa menelusuri sejarah masuk dan berkembangnya Islam di Sunda. Kota Cirebon juga dikenal sebagai kota wali, salah satu wali songo berasal dari Cirebon yaitu Sunan Gunung Jati, beliau adalah seorang tokoh yang menyebarkan agama Islam di Cirebon. Sunan Gunung Jati juga merupakan sultan pertama di keraton Kasepuhan. Hal ini memberikan potensi Cirebon sebagai tujuan wisata religi. Ada banyak tradisi dan budaya yang menarik di Cirebon. Salah satunya adalah tradisi Syawalan di Makam Sunan Gunung Jati Cirebon yang masih menjadi tradisi yang dilestarikan oleh pemerintah, keraton dan masyarakat sekitar. Dalam tradisi syawalan ada acara tambahan yang sering dilakukan masyarakat setelah syawalan dengan Sultan berlangsung, yaitu tradisi mandi di tujuh sumur yang terletak di kompleks Makam Sunan Gunung Jati. 177 | Muhammad Hamzah Ketujuh sumur ini menyiratkan sifat dasar yang harus kita jaga dan harus kita refresh terus menerus atau seumur hidup. Kata hidup adalah arti dari kata baik. Sifat dasar ini terkadang tumpul oleh debu zaman atau bahkan tertutup lumut waktu. Nama sumur-sumur meliputi Sumur Kanoman (Kaenoman : Mud. Sumur Kasepuhan (Kasepuhan : Tua/Dewas. Sumur Jati (Hakiki. Sempurn. Sumur Agung Atau Kamulyan (Muli. Sumur Tegangpati (Tegang Pati: Berani Mat. Sumur Kejayan (Kejayaa. , dan yang terahkir adalah Sumur Jalatunda. Penelitian ini tentang wisata religi dalam animasi 2 dimensi. 7 sumur pada makam sunan gunung jati. Pada dasarnya, teknologi digital telah mengubah cara masyarakat Indonesia berinteraksi satu sama lain, dengan media dan kontennya, atau hal-hal lain yang berkaitan dengan budaya Indonesia. Melihat banyaknya perkembangan teknologi dan masuknya budaya asing, nilai-nilai leluhur atau tradisi mulai luntur. Oleh karena itu dibutuhkan pemanfaatan teknologi atau media untuk melestarikan budaya Indonesia. Simpulan Indonesia sebagai bangsa yang besar terdiri dari 1. 340 suku dan 300 suku. Dari keragaman tersebut, setiap suku bangsa memiliki ciri khas budaya daerahnya masing-masing. Cirebon merupakan salah satu kota budaya di Pulau Jawa yang terletak di ujung timur laut Provinsi Jawa Barat. Ada banyak tradisi dan budaya menarik di Cirebon. Salah satunya adalah tradisi Syawalan di Makam Sunan Gunung Jati Cirebon yang masih menjadi tradisi yang masih dilestarikan oleh pemerintah, keraton dan masyarakat sekitar. Dan tradisi mandi di tujuh sumur yang terletak di kompleks Makam Sunan Gunung Jati. Ketujuh sumur ini menyiratkan sifat dasar yang harus kita pertahankan dan harus kita segarkan terus menerus atau seumur hidup. Kata hidup adalah arti dari kata baik. Di sisi lain. Cirebon sebagai pusat masuk dan berkembangnya Islam banyak meninggalkan bukti sejarah. Cirebon merupakan kota pertama di Jawa Barat sebagai pusat perkembangan dan penyebaran agama Islam. Hal ini memberikan potensi Cirebon sebagai tujuan wisata religi. Namun, dengan berkembangnya teknologi yang menghapus ruang dan waktu juga berdampak besar. Ada indikasi krisis karakter dan identitas serta integritas di kalangan remaja saat ini. Hal ini dapat dikatakan memprihatinkan karena apabila nilai-nilai budaya hilang dan tidak teraktualisasikan, masyarakat kita khususnya generasi muda akan kehilangan landasan etik dan landasan fundamental dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang berpotensi untuk diintegrasikan ke dalam perpecahan dalam persatuan bangsa, dan maraknya budaya korupsi, narkoba, dan aksi terorisme . Berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa teknologi berpengaruh pada budaya atau tradisi Indonesia. Dengan teknologi, jika tidak dimanfaatkan dengan baik, budaya hanya akan terlupakan. Apalagi budaya di Kota Cirebon berpotensi menjadi kota wisata Oleh karena itu, budaya harus dilestarikan dengan mengikuti perkembangan teknologi dan media terkini agar dapat tersebar luas. Salah satu media yang sering kita jumpai adalah animasi 2 dimensi yang dapat menarik banyak kalangan muda. Prosiding Seminar Nasional Bahasa. Sastra, dan Seni 2022 | Indonesia punya banyak budaya, salah satunya Cirebon. Didalam Cirebon salah satu budaynya adalah tradisi syawalan dan juga mandi 7 sumur makam sunan gunung jati. setiap budaya juga bisa menjadi daya tarik wisatawan sehingga bisa mendapatkan penghasilan untuk kota cirerbon. Sementara itu perkembangan teknologi dan masuknya budaya luar telah melunturkan budaya asli Indonesia. Oleh karena itu kita harus memanfaatkan teknologi menggukaan media untuk melestarikan budaya agar tidak kekubur Daftar Rujukan Erwantoro. Heru. "Sejarah Singkat Kerajaan Cirebon. " Patanjala: Journal of Historical and Cultural Research 4. : 166-179. Afghoni. Afghoni. "Makna Filosofis Tradisi Syawalan (Penelitian Pada Tradisi Syawalan di Makam Gunung Jati Cirebo. " Jurnal Studi Agama dan Masyarakat 13. : 48-64. https://w. com/skola/read/2021/04/09/142234669/dampak-kemajuan-teknologi-dibidang-sosial-dan-budaya?page=all diakses pada tanggal 26 Oktober 2022 jam 22 : 05 WIB https://w. com/jabar/budaya/d-5944581/mengulas-7-warisan-budaya-tak-benda-asalcirebon-empal-gentong-azan-pitu/2 diakses pada tanggal 27 Oktober 2022 jam 21 : 13 WIB Wariin. Iin. "Nilai-nilai Kearifan Lokal (Local Wisdo. Tradisi Memitu pada Masyarakat Cirebon Studi Masyarakat Desa Setupatok Kecamatan Mundu. " Edunomic Jurnal Pendidikan Ekonomi 1 . https://w. id/profil/sejarah/sejarah-kesenian/ diakses pada tanggal 24 Oktober 2022 jam 20 : 05 WIB Musrifah. Musrifah. "Wisata Religi Makam Gunung Jati Cirebon Sebagai Budaya dan Media Spiritual. " Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial 5. : 101-110. Herginza. Ravy, and Mohammad Isa Pramana Koesoemadinata. "Perancangan Video Promosi Kesenian Khas Cirebon. " eProceedings of Art & Design 5. Afghoni. Afghoni, and Busro Busro. "Potensi Wisata Tradisi Syawalan di Makam Gunung Jati Cirebon. " Jurnal Kepariwisataan: Destinasi. Hospitalitas Dan Perjalanan 1. : 82-92. Muhdaliha. Benny, and Dewa Ray Dharmayana Batuaya. "Film Animasi 2 Dimensi Cerita Rakyat Bali Berjudul I Ceker Cipak. " Jurnal Bahasa Rupa 1. : 61-72. Lokman, et al. "The Graphic Symbol-Based Interactive Animation Development Process for Deaf or Hard-of-Hearing Students. " International Electronic Journal of Elementary Education 12. : 371-382.