Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Volume 8 Nomor 1 Mei 2024 e-ISSN 2580-0531, p-ISSN 2580-0337 DOI: https://doi. org/ 10. 32696/ajpkm. v%vi%i. PENGEMBANGAN KETERAMPILAN GURU DALAM INOVASI PEMBELAJARAN BERBASIS TPACK (TECHNOLOGICAL PEDAGOGICAL CONTENT KNOWLEDGE) BAGI GURU SMP MARIA GORETTI SEMARANG Martien Herna Susanti1. At. Sugeng Prihanto, 2. Sunarto3* Program Studi Ilmu Politik. Universitas Negeri Semarang. Indonesia Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Universitas Negeri Semarang. Indonesia Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Universitas Negeri Semarang. Indonesia *Korespondensi : . artien@mail. Abstrak Pembelajaran inovatif menggabungkan teknologi informasi dan komunikasi serta kolaborasi peserta didik dengan guru berbasis keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS) dengan fokus pada keterampilan pembelajaran abad 21. Pembelajaran ini dikemas dalam platform TPACK (Technological. Pedagogical, and Content Knowledg. Permasalahan yang dihadapi mitra, bahwa guru belum sepenuhnya mampu menerapkan pembelajaran inovatif berbasis TPACK. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan dan pendampingan agar guru mampu menerapkan pembelajaran inovatif berbasis TPACK. Metode pengabdian yang digunakan adalah pelatihan dan pendampingan. Kegiatan pengabdian terdiri atas tiga tahap: persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil akhir pelatihan dan pendampingan yang dilakukan yaitu tingkat penguasaan pengetahuan dan informasi di bidang media pembelajaran berbasis teknologi . eperti Canva. Virtual Reality, dan Augmented Realit. mencapai 85%, penguasaan model pembelajaran inovatif (Problem Based Learning dan Project Based Learning sebesar 90%, dan kemampuan menyusun modul ajar berbasis TPACK sebesar 87%. Dengan demikian dapat disimpulkan, bahwa pelatihan dan pendampingan yang dilaksanakan terbukti berhasil mengembangkan keterampilan guru dalam menerapkan pembelajaran inovatif berbasis TPACK. Kata kunci: Guru. Inovasi Pembelajaran. TPACK Abstract Innovative learning combines information and communication technology as well as collaboration between students and teachers based on higher-order thinking skills (HOTS) with a focus on 21st-century learning skills. This learning is packaged in the TPACK (Technological. Pedagogical, and Content Knowledg. The problem faced by partners is that teachers are not yet fully able to implement TPACK-based innovative learning. This community service aims to provide training and assistance so that teachers can implement innovative TPACK-based learning. The service methods used are training and mentoring. Service activities consist of three stages: preparation, implementation, and evaluation. The final results of the training and mentoring carried out were the level of mastery of knowledge and information in the field of technology-based learning media . uch as Canva. Virtual Reality, and Augmented Realit. reaching 85%, mastery of innovative learning models (Problem-Based Learning and Project Based Learning at 90%, and the ability to compose TPACK-based teaching modules was 87%. Thus it can be concluded that the training and mentoring carried out has proven successful in developing teachers' skills in implementing TPACK-based innovative learning. Keywords: Teachers. Learning Innovation. TPACK Submit: April 2024 Diterima: Mei 2024 Publish: Mei 2024 Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International (CC-BY-NC-ND 4. Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) PENDAHULUAN Fenomena perubahan yang signifikan bagi kehidupan manusia yang dikenal dengan istilah era Revolusi Industri 4. Era Revolusi Industri 4. 0 ditandai dengan kemajuan teknologi yang digunakan masyarakat hampir dalam setiap aktivitas kehidupan. Revolusi Industri 4. 0 mengubah setiap sisi kehidupan, termasuk sosial, ekonomi, dan kesehatan (Prasetyo. Dengan perkembangan tersebut, ilmu pengetahuan tidak lagi dibatasi ruang dan waktu, bahkan membuka peluang setiap individu untuk belajar tanpa batas sesuai minatnya . ontinuum Perkembangan teknologi saat ini sedikit banyak menggeser peran Guru dan buku tidak lagi menjadi sumber utama pembelajaran, karena sumber pembelajaran digital telah tersedia dan mudah diakses melalui media online. Peran guru pada bagian tertentu bisa jadi telah diambil alih oleh teknologi saat ini, namun guru selaku pendidik tidak dapat tergantikan. Beranjak dari hal tersebut, kemampuan untuk mengintegrasikan teknologi ke dalam pembelajaran untuk kebutuhan belajar mereka dengan sebaik-baiknya (Ammade et al. , 2. Tiga bidang pembelajaran efektif yang harus dikuasai oleh guru yaitu pedagogi, penguasaan materi, dan penggunaan teknologi. Konsep ini Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK). Pembelajaran di abad ke-21 ditandai dengan meluasnya penggunaan teknologi digital. Kohler dan Mishra menekankan, bahwa selain materi dan pedagogi, teknologi juga merupakan Vol 8 No 1. Mei 2024 kesuksesan pembelajaran. TPACK adalah kerangka pendidikan yang berfokus pada pemanfaatan teknologi secara efektif dalam pendidikan (Durdu & Dag, 2. Pembelajaran berbasis TPACK memiliki substansi yang sesuai dengan tuntutan Revolusi Industri 4. dimana kecakapan teknologi menjadi hal yang terpenting. Penggunaan teknologi digital dan baru semakin meluas di abad ini. Kohler dan Mishra menemukan bukti bahwa teknologi merupakan hal penting, selain materi dan pedagogi untuk keberhasilan TPACK pendidikan (Durdu & Dag, 2. Tidak diragukan lagi, pembelajaran berbasis TPACK sangat signifikan dengan tuntutan Revolusi Industri 4. Data awal menunjukkan bahwa upaya terus diperlukan untuk meningkatkan penguasaan guru dalam implementasi teknologi informasi dan Ini kemampuan untuk memasukkan nilainilai pembelajaran ke dalam kehidupan peserta didik. Pembelajaran di abad ke-21 ditandai dengan meluasnya penggunaan teknologi digital dan baru. Kohler dan Mishra menemukan bukti, bahwa selain materi dan pedagogi, teknologi juga merupakan faktor utama keberhasilan TPACK pemanfaatan teknologi secara efektif dalam pendidikan (Durdu & Dag. Pembelajaran berbasis TPACK tentunya sangat relevan dengan tuntutan Revolusi Industri 4. 0 yang Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) menekankan pada kecakapan teknologi. disimpulkan masih perlu upaya peningkatan penguasaan guru tentang teknologi informasi dan komunikasi mendukung pembelajaran. Termasuk di mengintegrasikan nilai-nilai pedagogik serta materi pembelajaran kepada peserta didik. Lokasi pelaksanaan kegiatan pengabdian di SMP Gorreti Semarang, bentuk kerjasama kemitraan antara perguruan tinggi dengan sekolah mitra. Selain itu adanya permintaan dari pihak sekolah untuk memberikan pelatihan dan pendampingan kepada guru dalam menerapkan pembelajaran inovatif berbasis TPACK. Vol 8 No 1. Mei 2024 Berdasarkan Bagan 1 Metode Pelaksanaan Program Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat A Persamaan persepsi tentang inovatif sebagai bagian penting Persiapa Pelaksana A Menyampaikan A Monitoring dan evaluasi serta Evaluas HASIL DAN PEMBAHASAN Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan oleh tim pengabdian yang terdiri dari dosen program studi Ilmu Politik dan Program Studi Kewarganegaraan Pancasila, serta mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Negeri Semarang. Tim dengan mempresentasikan ciri-ciri kurikulum Merdeka. Kurikulum peluang kepada peserta didik untuk belajar secara lebih fleksibel, bebas tekanan, dan menyenangkan sehingga mereka dapat fokus pada bakat dan masing-masing (Restu Rahayu. Rita Rosita. Yayu Sri Rahayuningsih. Herry Hernawan. Kebebasan yang menjadi inti kurikulum merdeka bertujuan untuk menjamin peserta didik mempunyai daya saing dan kemampuan yang sesuai untuk berprestasi di bidang yang digelutinya, inovatif, serta bermanfaat bagi Masyarakat (Marisa, 2. Kurikulum Merdeka meliputi: . Pengembangan soft skill dan kepribadian pada kurikulum Merdeka dilakukan melalui proyek peningkatan profil pelajar Pancasila. berfokus pada pada konten esensial METODE PELAKSANAAN Khalayak sasaran adalah guruguru di SMP Maria Goretti Semarang. Lokasi pengabdian di SMP Maria Goretti Semarang. Metode pelaksanaan pelatihan dan pendampingan yang dibagi menjadi 3 . tahap, yaitu: . Tahap persiapan dimulai dengan persamaan persepsi tentang pembelajaran inovatif berbasis TPACK sebagai begian penting kurikulum . Pada tahap ini, tim pengabdian memberikan Selanjutnya pendampingan penyusunan modul ajar berbasis TPACK. monitoring dan Monitoring dan evaluasi, dilakukan melalui aktivitas tanya jawab, praktik terkait materi yang telah disampaikan, serta layanan konsultasi baik melalui Whatshap maupun tatap Bagan 1 berikut ini menjelaskan metode pelaksanaan program kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) selain itu juga yang relevan dan cukup detail untuk mendorong kreativitas dan keterampilan dasar seperti literasi dan dan . Pembelajaran yang Pada kurikulum Merdeka, guru diberikan keleluasaan untuk sesuai dengan tahap capaian dan perkembangan masing-masing peserta didik yang disesuaikan dengan konteks dan muatan lokal. Informasi awal terkait kurikulum merdeka dimaksudkan agar terdapat kesamaan persepsi antara peserta dengan narasumber terkait mata latih pembelajaran berbasis TPACK serta pembelajaran inovatif menggunakan teknologi informatika. Pada kegiatan pengabdian ini, peserta diberikan pelatihan sekaligus pendampingan aplikasi visual penunjang pembelajaran berbasis teknologi seperti Canva. Virtual Reality (VR), dan Augmented Reality (AR). Peserta juga diberikan pelatihan model-model pembelajaran inovatif, yaitu Problem Based Learning (PBL) dan Project Based Learning (PjBL). Pembelajaran berbasis masalah (PBL) merupakan model pembelajaran inovatif yang dapat melibatkan siswa mengembangkan keterampilan berpikir Sintaks atau langkah-langkah PBL bimbingan kepada peserta didik dalam . pengorganisasian peserta didik dalam pembelajaran di kelas. melakukan pengujian individu dan kelompok. menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah. Pembelajaran berbasis proyek (PjBL) merupakan Vol 8 No 1. Mei 2024 inovasi peserta didik dalam menguasai menempatkan peserta didik sebagai subjek dan menitik beratkan pada proses pembelajaran yang hasil akhirnya berupa produk. Model ini memungkinkan peserta didik diberi kebebasan untuk menentukan sendiri kegiatan belajarnya dan mengerjakan Model pembelajaran ini sangat dipengaruhi oleh aktivitas peserta didik. Langkahlangkah pembelajaran pada PjBL adalah: . menentukan topik proyek. menetapkan konteks pembelajaran. merencanakan kegiatan. menyelesaikan proyek. Penerapan model PBL dan PjBL TPACK pembelajaran yang lebih efektif. Perencanaan mempermudah guru dalam mencapai tujuan pembelajaran sesuai rencana Pembelajaran dengan informasi sangat membantu guru dalam menyampaikan materi kepada peserta Materi yang disajikan tidak monoton dan membosankan. Hal ini untuk menjadikan peserta didik antusias terhadap materi yang disampaikan oleh Pembelajaran yang berkualitas bukan hanya sekedar teknologi, namun juga materi . yang perlu dikuasai guru secara menyeluruh agar materi yang disampaikan relevan dan tepat Ada keterampilan lain yang perlu dikuasai guru, yaitu kemampuan merancang pembelajaran . Rancangan kurikulum Merdeka disebut dengan modul ajar yang menggantikan istilah Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang muatannya meliputi materi Penguasaan aplikasi visual dan model pembelajaran di atas tentunya akan bermanfaat bagi guru ketika menyusun modul pengajaran berbasis TPACK. Modul ajar dalam kurikulum merdeka mendukung pembelajaran abad-21, dimana guru diharuskan untuk memiliki kemampuan mengajar yang Pembelajaran kreatif berfokus pengembangan kemampuan berpikir kritis, kemampuan berkolaborasi, dan kreativitas peserta didik. Pendekatan pembelajaran yang menekankan pada kolaborasi ini meliputi interaksi antara guru dengan peserta didik dan antar peserta didik. Jika ditelusuri lebih jauh, kolaborasi ini bukanlah suatu hal yang baru di dunia pendidikan. Pembelajaran konstruktivisme sosial sebagaimana yang dikemukakan oleh Vygotsky (Arifin Setiawan. Pembelajaran inovatif menekankan problem solving dan adaptasi terhadap Keterampilan menuntut seseorang untuk berpikir tingkat tinggi atau Higher Order Thinking Skills (HOTS) memecahkan masalah dan mampu bekerja tim atau kolaborasi (Griffin et , 2. Menurut Quellmaz. HOTS mendefinisikan dan . mengevaluasi informasi yang relevan. mengevaluasi proses untuk menarik kesimpulan atau memecahkan HOTS mencakup aktivitas mental dasar seperti menguraikan. Vol 8 No 1. Mei 2024 pembelajaran, serta teknik interpretasi dan evaluasi yang disusun secara sistematis untuk mencapai tujuan menganalisis, membangun representasi, membuat kesimpulan, dan membangun Selanjutnya. Brookhart (Mahanal, 2. mengklasifikasikan HOTS menjadi tiga jenis: transfer informasi dan pengetahuan, berpikir kritis, dan pemecahan masalah. Dengan kata lain, peserta didik dimotivasi untuk menunjukkan sifat kreatif, inisiatif, dan keberanian saat menghadapi tantangan. Guru bertindak sebagai penganjur dan membantu siswa untuk menemukan solusi untuk masalah. Pembelajaran berbasis teknologi dapat menghasilkan pembelajaran yang inovatif dan kreatif. Saat ini dunia memasuki era berkembang pesat. Di era tersebut untuk menjadi guru profesional, guru harus memiliki kemampuan yang lebih baik. Guru saat ini memiliki peserta didik dari generasi yang lahir pada saat teknologi informasi, seperti internet, menjadi sangat populer. Pembelajaran saat ini menjadi lebih baik dengan kombinasi teknologi dan keahlian pedagogis. Ini adalah inovasi yang menggabungkan pedagogi dan teknologi dan dikenal TPACK (Technological Pedagogic Content Knowledg. Langkah-langkah pembelajaran dalam pendekatan TPACK meliputi: . guru menyampaikan tujuan pembelajaran kepada siswa dan memberikan motivasi sebelum pelajaran dimulai. guru menyampaikan materi yang akan dipelajari kepada siswa dengan menggunakan teknologi, seperti slide PowerPoint atau canva. Sebagai mitra pembelajaran, guru sekarang berperan sebagai fasilitator, motivator, dan inovator (Andiwatir et al. , 2. Guru memulai kegiatan pembelajaran dan Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) mendorong siswa untuk berpartisipasi aktif dalam prosesnya. Terakhir, guru setelah kegiatan selesai (Andiwatir et Evaluasi Evaluasi kegiatan pengabdian dilaksanakan melalui tanya jawab dan praktik yang dilaksanakan oleh peserta. Evaluasi sebagai tahap akhir kegiatan ketercapaian penguasaan pengetahuan (Augmented Reality (AR). Virtual Reality (VR), dan Canv. sebesar 85%, penguasaan model-model pembelajaran inovatif (Problem Based Learning atau PBL dan Project Based Learning atau PjBL sebesar 90%, dan kemampuan menyusun modul ajar berbasis TPACK sebesar 87%. Dengan demikian dapat disimpulkan, bahwa pelatihan dan pendampingan yang dilaksanakan dapat mengembangkan keterampilan guru inovatif berbasis TPACK yang menjadi pedoman guru dalam mengintegrasikan teknologi komunikasi dan informasi dalam pembelajaran di kelas (Li et al. Vol 8 No 1. Mei 2024 , 2. guru dapat peserta didik yang telah mengikuti efektif dan efisien. Peran guru tidak lagi sebagai sumber utama pembelajaran, namun telah bergeser sebagai fasilitator yang memberikan dukungan dan bimbingan agar peserta didik mampu komunikasi dan informasi dalam pembelajaran di kelas. UCAPAN TERIMA KASIH