Al-TaAolim: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 02 No. : Oktober Journal homepage https://ejournal. id/index. php/altalim PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA AL-QURAoAN ANAK USIA 5-6 TAHUN MELALUI METODE TILAWATI Umi Tri Rahmi 1. Eko Wahid B 2. Syamsudin 3 Pendidikan Agama Islam. STAI Nahdlatul Ulama (STAINU) Pacitan Pendidikan Agama Islam. STAI Nahdlatul Ulama (STAINU) Pacitan Pendidikan Agama Islam. STAI Nahdlatul Ulama (STAINU) Pacitan Email: umitri0202@gmail. com1 , ekowahid. 89@gmail. com 2 , syamsudinjos6@gmail. Received: 01-10-2024 DOI: Accepted: 25-10-2024 Published: 30-10-2024 Abstrak: Peneliti ingin mengetahui bagaimana Sekolah Islam Al Fattahu Punung mengajarkan anak usia 5-6 tahun membaca Al-Qur'an dengan menggunakan Metode Tilawati. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk mencapai tujuannya. Analisis deskriptif kualitatif menganalisis data wawancara mendalam dan metode observasi dokumentasi. Perencanaan penelitian, pelaksanaan, analisis data, dan penyelesaian. Peneliti ingin mengetahui bagaimana Tilawati mempengaruhi keterampilan membaca Al-Qur'an siswa Sekolah Islam Al Fattahu berusia 5-6 tahun. Anak usia 5-6 tahun Sekolah Islam Al Fattahu membaca Al-Qur'an dengan menggunakan Metode Tilawati. Penelitian: . Metode Tilawati membantu pemula membaca Al-Qur'an. Siswa menggunakan Metode Tilawati untuk membaca Al-Qur'an volume 1-6 dengan arahan guru. Anak usia 5-6 tahun membaca Al-Qur'an menggunakan Tilawati. Guru membaca dan murid menirukan sajak anak-anak dalam demonstrasi klasikal dan membaca dan mendengarkan buku individu. Pendidikan anak usia dini membantu sebagian besar siswa membaca hijaiyah. Kata Kunci: Metode Tilawati. Kemampuan Membaca. Permulaan Al-QurAoan PENDAHULUAN Sebagai ibadah yang sangat dimuliakan dalam ajaran Islam, pembacaan Al-Qur'an menuntut pemahaman mendalam tentang makhraj dan tajwid, yaitu kaidah pengucapan dan artikulasi huruf hijaiyah yang tepat, agar Al-Qur'an dapat dibaca dengan benar (Laily & Maesurah, 2. Oleh karena itu, di Indonesia, telah dikembangkan berbagai metode dan teknik untuk mempermudah para pemula, termasuk anak-anak, dalam mempelajari cara melafalkan kitab suci ini. Penulis menemukan 16 dan 9 metode bacaan Al-Qur'an. Pendekatanpendekatan tersebut antara lain: Klasik. Melayu. Barqi. Tilawati. Qira'ati. Iqra. Terpadu. Lamma. Nahdhiyah. Wafa. Muyassar. Yanbuu'a. Ummi. Rubaiyat, dan Ijmail. Metode-metode tersebut antara lain Al-Bana. Al-Bayan. Sintetis. Suara. Imitasi. Libat Campuran. Talqin. Ucapan, dan Membaca Keras. Setiap metode dan strategi memiliki kelebihan dan kekurangan. Metode pembelajaran Al-Qur'an modern menjadikan pembelajaran menyenangkan bagi anak-anak berkat teknologi. Metode Tilawati Al-TaAolim: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 02 No. : Oktober Umi Tri Rahmi. Eko Wahid B. Syamsudin. Peningkatan Kemampuan Membaca Al-QurAoan Anak Usia 5-6 Tahun Melalui Metode Tilawati meningkatkan kemampuan membaca dengan menggabungkan bacaan AlQur'an dengan pembelajaran klasik serta strategi membaca dan mendengarkan. Guru menggunakan strategi ini untuk mengajar semua anak secara visual. Peserta kelas mempelajari topik atau halaman yang sama. Siswa membaca buku atau jilid yang sama secara bergantian sambil mendengarkan. Guru membimbing tugas ini hingga siswa memahaminya. Metode Tilawati cocok untuk membaca Al-Qur'an tingkat awal karena kesederhanaannya (Hermawan, 2. Karena anak-anak belajar dengan cepat dari guru, membaca huruf Hijaiyah menjadi lebih mudah bagi mereka (Susanto , 2. Dengan demikian, anak-anak dapat lebih mudah menguasai cara membaca huruf hijaiyah dengan baik dan benar. Dalam ajaran Islam, posisi Al-Qur'an sangatlah krusial, sebab Al-Qur'an tidak hanya dipelajari dan dibaca, tetapi juga dijaga keutuhan dan ketetapan cara membacanya (Wahab, 2. Aturan-aturan ini mencakup panjangpendeknya bacaan . , penebalan atau penipisan ucapan, serta aturan waqaf yang menentukan di mana boleh atau tidak boleh berhenti saat membaca, baik yang bersifat wajib, makruh, mubah, maupun haram. Bahkan, pedoman ini juga mengatur irama dan lagu yang diizinkan untuk digunakan, hingga sikap dan etika yang seharusnya diterapkan saat membaca. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya pemeliharaan kitab suci ini. Dalam penelitian ini, penulis membandingkan, mengkaji, dan mereferensikan penelitian-penelitian yang sudah ada. Kajian ini merujuk pada kajian Mahmudah. Eko Setiawan, dan Mutiara Sari Dewi tahun 2023 AoAoPenerapan Metode Tilawati Dalam Pembelajaran Al-QurAoan pada Anak Usia 4-5 Tahun Di RA AL IkhlasAoAo. Studi ini menemukan bahwa siswa enggan belajar di rumah karena orang tua tidak memperhatikan. Orang tua/wali harus diberi motivasi, anak-anak didorong untuk belajar Al-Qur'an, dan guru harus lebih memahami kepribadian siswa agar dapat mencapai tujuan pembelajaran. Studi ini membahas pembelajaran tilawati Al-Qur'an seperti ini. Cakupannya kecil, hanya siswa usia 4-5 tahun, dan menerapkan pembelajaran dengan etos disiplin waktu yang ketat, sementara studi ini hanya berfokus pada anak usia dini usia 5-6 tahun dan memiliki intensitas pembelajaran yang lebih rendah. Studi ini mengulas dan membandingkan sejumlah penelitian terdahulu, dengan salah satu rujukan utamanya adalah penelitian Mahmudah. Eko Setiawan, dan Mutiara Sari Dewi . yang membahas penerapan Metode Tilawati pada anak usia 4-5 tahun (Mahmudah dkk. , 2. Meskipun keduanya berfokus pada metode yang sama, terdapat perbedaan signifikan. penelitian terdahulu menemukan bahwa kurangnya motivasi belajar anak di rumah disebabkan oleh minimnya perhatian orang tua, sehingga menekankan pentingnya peran orang tua dan pemahaman guru terhadap karakter siswa. Sementara itu, penelitian terdahulu memiliki cakupan yang lebih spesifik dengan pendekatan disiplin waktu yang ketat, studi saat ini berfokus pada anak usia 5-6 tahun dengan intensitas belajar yang lebih ringan. Al-TaAolim: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 02 No. : Oktober e-ISSN: 3031-0695 Journal homepage https://ejournal. id/index. php/altalim Umi Tri Rahmi,Eko Wahid. Syamsudin. Peningkatan Kemampuan Membaca Al-QurAoan Anak Usia 5-6 Tahun Melalui Metode Tilawati Berdasarkan hal tersebut di atas, penelitian ini mengkaji keterampilan teknik Tilawati siswa Madrasah Diniyah Al-Fattah usia 5-6 tahun. Penelitian ini mengkaji bagaimana strategi ini meningkatkan keterampilan membaca AlQur'an siswa. METODE PENELITIAN Penelitian ini berlokasi di Madrasah Diniyah (MADIN) Al-Fattah yang berada di Dusun Ngaglik. Desa Mendolo Lor. Kecamatan Punung. Kabupaten Pacitan. Jawa Timur. Lokasi ini dipilih karena merupakan satu-satunya madrasah diniyah di dusun tersebut dan letaknya dekat dengan pemukiman Proses penelitian berlangsung dari 5 Maret hingga 6 Juni 2024, di mana peneliti melaksanakan tahapan mulai dari pra-lapangan, kunjungan langsung untuk mengumpulkan data melalui observasi dan wawancara, hingga analisis data dan penyusunan laporan akhir. Berdasarkan judul, tujuan, dan rumusan masalah, penelitian ini bersifat Menurut Nana . Penelitian kualitatif menganalisis fenomena, peristiwa, dan aktivitas sosial, termasuk opini masyarakat. Penelitian kualitatif menyelidiki isu-isu sosial. Penelitian ini bersifat Penelitian deskriptif mendeskripsikan variabel-variabel yang berkaitan dengan masalah. Samsu . menyatakan bahwa penelitian jenis ini menarik generalisasi untuk menjelaskan suatu gejala, fenomena, atau realitas sosial, alihalih mempelajari faktor-faktornya. Metode deskriptif menjadikan penelitian ini kualitatif. Wawancara lisan dengan narasumber penelitian, observasi fenomena, dan dokumentasi data terkait dalam bentuk foto atau catatan digunakan untuk mengumpulkan data. Metode deskriptif kualitatif digunakan untuk mendeskripsikan dan menganalisis peristiwa yang diamati. Penelitian kualitatif menggunakan wawancara . anya jawab lisa. , observasi, dan dokumentasi untuk menyelidiki isu-isu sosial. Dalam tesis ini, peneliti mengamati dan mendeskripsikan peristiwa di Madrasah Diniyah Al Fattahu Punung, khususnya penggunaan metode Tilawati untuk mengajar membaca Al-Qur'an kepada anak usia 5-6 Peneliti menggunakan data primer dan sekunder dalam studi kasus Madrasah Diniyah Al Fattahu Punung ini. Data primer dikumpulkan oleh penulis. Data primer berasal dari objek atau lapangan penelitian melalui pengukuran, observasi, atau wawancara. Peneliti mengandalkan kepala sekolah, guru, dan siswa Madrasah Diniyah Al Fattahu Punung untuk penelitian ini. Semua informasi yang diperoleh secara tidak langsung . an juga dicatat oleh orang lai. oleh responden wawancara dengan menggunakan perantara merupakan data sekunder. Penelitian ini mengarsipkan materi sekunder dalam bentuk buku, catatan, atau laporan. Pengumpulan data merupakan langkah penelitian yang paling strategis karena mengumpulkan data. Peneliti tidak dapat mengumpulkan data Al-TaAolim: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 02 No. : Oktober e-ISSN: 3031-0695 Journal homepage https://ejournal. id/index. php/altalim Umi Tri Rahmi. Eko Wahid B. Syamsudin. Peningkatan Kemampuan Membaca Al-QurAoan Anak Usia 5-6 Tahun Melalui Metode Tilawati Berbagai metode pengumpulan data dapat digunakan. Untuk mengoptimalkan pengumpulan data, peneliti memantau metode tilawati dan interaksi guru-siswa selama proses belajar mengajar. Orang-orang yang berpengetahuan bertemu untuk wawancara langsung. Wawancara tidak langsung melibatkan pertemuan dengan mereka yang dapat menyediakan data Wawancara membantu peneliti mengatasi kelemahan pengumpulan data observasional. Dokumentasi modern. Metode ini memungkinkan peneliti untuk mengumpulkan data dari deskripsi umum Madrasah, keadaan instruktur dan siswa, catatan, gambar, dan sumber lainnya. Metode dokumentasi ini memperoleh fakta-fakta yang tidak tersedia dari wawancara dan observasi. Proses penelitian membutuhkan validitas data, atau alat ukur yang Validitas data mengukur kebenaran penelitian. Alat ukur yang terstandarisasi harus digunakan untuk mengukur data penelitian. Peneliti tidak dapat menggunakan skala pengukuran yang tidak valid karena tidak mengukur atau berfungsi sebagaimana mestinya. Data yang valid sesuai dengan apa yang dapat dilaporkan oleh peneliti. Ada dua standar validitas: internal dan eksternal. Keyakinan temuan penelitian disebut validitas internal. Validitas eksternal menentukan seberapa baik hasil eksperimen dapat diterapkan pada orang, tempat, dan waktu yang Dalam penelitian kualitatif, realitas berubah, menghasilkan data yang saling bertentangan yang dapat direplikasi. Dalam penelitian kualitatif, penulisan laporan bersifat personal dan selalu berbeda. Peneliti kemungkinan akan menulis laporan mereka dalam bahasa dan gaya mereka sendiri. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif, yang menggunakan kata-kata, visual, dan bukan angka. Data dari manuskrip, wawancara, catatan lapangan, rekaman, dll. dideskripsikan untuk memperjelas realitas. Peneliti kualitatif menganalisis data sebelum, selama, dan setelah kerja lapangan. Analisis data meliputi reduksi, kesimpulan, dan verifikasi. Reduksi data meliputi pemilihan, penyederhanaan, pengabstraksian, dan konversi data catatan lapangan "mentah". Meringkas, mengodekan, menyelidiki tema, membuat memo, dll. meminimalkan data selama pengumpulan data untuk menghilangkan konten yang tidak relevan dan memvalidasinya. Penyajian fakta terstruktur untuk kesimpulan dan tindakan. Informasi diorganisasikan dan disajikan secara logis dalam penyajian kualitatif naratif. Kesimpulan atau verifikasi menjadi penutup penelitian kualitatif. Berdasarkan kesimpulan lokasi penelitian, peneliti harus memvalidasi makna dan kebenarannya. Interpretasi data peneliti harus diverifikasi keakuratan, kesesuaian, dan ketahanannya. Peneliti harus menyadari bahwa mereka harus menggunakan emik untuk menemukan makna. HASIL DAN PEMBAHASAN Temuan penelitian berikut menjelaskan bagaimana guru perempuan di Madrasah Al-Fattahu Diniyah Punung membantu siswa mulai membaca AlQur'an dengan metode Tilawati, serta faktor pendukung dan penghambatnya: Al-TaAolim: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 02 No. : Oktober e-ISSN: 3031-0695 Journal homepage https://ejournal. id/index. php/altalim Umi Tri Rahmi,Eko Wahid. Syamsudin. Peningkatan Kemampuan Membaca Al-QurAoan Anak Usia 5-6 Tahun Melalui Metode Tilawati Pertama, memulai membaca Al-Qur'an dengan metode Tilawati. Peneliti menemukan 7 siswa berusia 5-6 tahun di Madrasah Al-Fattahu Diniyah. Temuan peneliti ini diarahkan untuk memberi jawaban tentang Upaya Ustadzah dalam kesulitan belajar peserta didik dalam permulaan membaca Al Quranmenggunakan Metode Tilawati. Selanjutnya peneliti melakukan langsung ke Madrasah Diniyah Al Fattahu Punung untuk mengamati proses belajar membaca Al Qurandengan menggunakan Metode Tilawati, dari observasi tersebut peneliti dapat mendapatkan data-data temuan antara lain sebagai berikut. Tabel 1. Analisis Hasil Penelitian Hasil Analisis Hasil Wawancara Ustadzah Wahyuni masuk kelas Aubiasanya saya masuk dikelas itu jam sebelum pelajaran dimulai . 00 mbak, tapi kadang jugatelat, jam 00 WIB) 15 baru masuk kelasAy Sebelum wahyuni AySebelum memulai pelajaran, kami santriwan selalu mengadakan kegiatanmurojaah santriwati murojaah bersama sama. bersama-sama dengan santriwan dan Murojaah surat-surat pendek seperti santriwati. Kegiatanini bertujuan untuk surat al fatihah, surat al kautsar, membiasakan santri membaca AlQur'an surat al lahab dan sebagainya. Tidak denganlancar dan tartil. Biasanya kami murojaah surat-surat pendek seperti murojaah surat surat pendek Al-Fatihah. Al-Kautsar. Al-Lahab, dan terkadang juga di selingi dengan surat-surat pendek lainnya. Selain itu, murojaah do"a sehari hari seperti kami juga terkadang murojaah doa-doa do"a mau makan, setelah makan, sehari-hari sepertidoa sebelum makan, masuk masjid dan keluar masjid. setelah makan, masuk masjid, dan Selain murojaah surat pendek dan keluarmasjid. Kadang-kadang kami juga do"a sehari-hari kadang juga di menyelipkan materi-materi lainseperti selingi dengan materi- materi asmaul husna, cara berwudhu, dan seperti asmaul husna, tentang cara materi-materi berwudhu dan lain lain. berkaitan dengan Islam. Au Ustadzah Wahyuni mengulas Contoh pertanyaannya yaitu berupa bacaan tajwid seperti Nun Sukun bertemu dengan Ya merupakan bacaan apa?(Idgham Bighunna. Dan bagaimana cara membaca bacaan Iqlab? . Ustadzah Menyiapkan buku hafalan membaca surat, buku Tajwid, buku Adab DoAoa Harian, alat peraga Tilawati dan Buku JilidTilawati Suasana kelas kurang karena beberapa karekter anak yang AuBiasanya sebelum memulai pelajaran baru, saya selalu mengulas kembali pelajaran sebelumnya dengan cara memberikan beberapapertanyaan kepada santri. Pertanyaan-pertanyaan ini biasanyaberkaitan dengan materi tajwid yang telah diajarkan pada Contohnya seperti. Nun Sukun bertemu dengan Yamerupakan bacaan apa, bagaimana cara membaca bacaan Iqlab. Ay AuSaya biasanya menggunakan beberapa perangkat pembelajarandalam mengajar Tilawati, yaitu buku hafalan membaca surat, bukuTajwid, buku Adab Do"a Harian, alat peraga Tilawati dan Buku JilidTilawatiAy Auterkadang suasana kelas bisamenjadi Al-TaAolim: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 02 No. : Oktober e-ISSN: 3031-0695 Journal homepage https://ejournal. id/index. php/altalim Umi Tri Rahmi. Eko Wahid B. Syamsudin. Peningkatan Kemampuan Membaca Al-QurAoan Anak Usia 5-6 Tahun Melalui Metode Tilawati Terlihat beberapa santri hiperaktif sehingga sering mengganggu proses Quran, kemudian ustadzah menegurnya. Ustadzah Wahyuni metode klasikal peraga dan individual baca simak buku dengan sedikit humronya supaya anak-anak tidak cepat bosan. karakter anak yanghiperaktifAy Aukalau ada santri yang hiperaktif biasanya tak tegur mbak seperti,yang di sebelah kiri jangan rame sendiri ya, ayo membaca di depan, nanti kalau tidak bisa diam sayasuruh ke depan membaca sendiri yaAy AuSaya biasanya menggunakan berbagai dalammenyampaikan materi kepada mediapapan tulis, alat peraga tilawati, metodeindividual seperti baca simak buku tilawatiAy Berdasarkan hasil observasi secara khusus yang peneliti dan dapatkandalam penelitian ini yaitu santri usia 5-6 tahun melakukan pembelajaran Al-Quran menggunakan Metode Tilawati dimulai pada jam pertama yang dilaksanakan setiap hari selasa dan kamis sejak 2 tahun yang Santri usia 5-6 tahun mempunyai rombongan belajar sesuai dengan kemampuanmembaca Al Quran masing-masing siswa, yang pada awal masuk tahunajaran dilakukan pengecekan kelancaran membaca Al Quran yang dilakukan oleh guru Tilawati. Metode Tilawati digunakan untuk mengajar Al-Qur'an anak usia 5-6 tahun di Pondok Pesantren Al Fattahu (Madrasah Diniya. melalui perencanaan pembelajaran, kegiatan awal, inti, dan penutup. Peneliti menyusun rencana pembelajaran berdasarkan buku panduan pembelajaran Tilawati setelah melihat dan mewawancarai Ustadzah Wahyuni. Koordinator Tilawati Pondok Pesantren Al Fattahu. Yuliani. Nuryanti, dan Meylinda. Hasil observasi dan wawancara mendalam peneliti dengan kepala sekolah mengungkapkan bahwa pembelajaran Tilawati di Madrasah Diniyah berlangsung dari pukul 14. 00 hingga 16. 00 WIB setiap hari Selasa dan Kamis, sehingga membatasi waktu pembelajaran. Instruktur perempuan memimpin doa sebelum pembelajaran di kelas Tilawati. Sebagai penunjang, tinjauan hafalan Al-Qur'an dilanjutkan dengan lokakarya motivasi bagi siswa. Setelah tilawah Al-Qur'an, kegiatan murojaah sesekali diberikan di akhir pembelajaran. Kegiatan inti seperti mengaji, membaca, dan mendengarkan disarankan setelah latihan awal. Peneliti mengamati dan mewawancarai Ustadzah Wahyuni, koordinator Madrasah Tilawati Diniyah Al Fattahu. Yuliani. Nuryanti, dan Meylinda. Para siswa dipersiapkan untuk belajar tanpa gangguan sebelum kegiatan utama. Program ini mencakup demonstrasi klasikal serta membaca dan mendengarkan secara individual. Kemudian kegiatan akhir ini di tutup dengan penguatan dan refleksi dari pokok materi. Dengan murojaah ketika di awal pembelajaran tidak Kemudian ditutup dengan membaca doa dan membacakafaratul majelis dan diakhiri dengan salam. Al-TaAolim: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 02 No. : Oktober e-ISSN: 3031-0695 Journal homepage https://ejournal. id/index. php/altalim Umi Tri Rahmi,Eko Wahid. Syamsudin. Peningkatan Kemampuan Membaca Al-QurAoan Anak Usia 5-6 Tahun Melalui Metode Tilawati KESIMPULAN Guru perempuan membimbing siswa membaca doa sebelum belajar dalam pembelajaran Metode Tilawati membaca Al-Qur'an pada anak usia 5-6 tahun di Madrasah Al Fattahu Diniyah Desa Mendolo Lor Punung. Selanjutnya murojaah hafalan Al Quran sebagai materi penunjang. Kemudian dilanjutkan pemeberian motivasi kepada santri. Tetapi kegiatan murojaah tidak selalu diajarkan diawal kegiatan pemebelajran terkadang di ajarkan di akhir pembelajran setelah selesai membaca Al-Quran. Kegiatan akhir ini di tutup dengan penguatan dan refleksi dari pokok materi. Dengan murojaah ketika di awal pembelajaran tidak murojaah. Kemudian ditutup dengan membaca doa dan membaca kafaratul majelis dan diakhiri dengan salam. DAFTAR PUSTAKA