JIDAN Jurnal Ilmiah Kebidanan Vol 2 Nomor 1 Tahun 2022 Hal. e-ISSN 2774 - 4671 PENGARUH PIJAT OKSITOSIN TERHADAP PRODUKSI ASI DI PRAKTEK BIDAN MANDIRI YENI KECEMATAN PERCUT SEI TUAN Juita SariA . Mestika Riza HeltyA. Yenni Triani3 1,2,3 Universitas Haji Sumatera Utara. Deli Serdang. Indonesia Email: sarijuita44@gmail. com, mestikarija1@gmail. Abstrak Kelancaran Produksi ASI pada hari-hari pertama persalinan sangat di pengaruhi oleh pruduksi hormone prolactin dan Oksitosin yang dapat berpengaruh pada menurunnya produksi ASI, produksi ASI bisa menimbulkan masalah baik pada ibu maupun bayi diantaranya payudara bengkak. Tujuan penelitian untuk mengetahui Pengaruh Pijat Oksitosin Terhadap Produksi Asi Di Praktek Bidan Mandiri Yeni Kecematan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang Tahun 2021. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Pre-eksperimental design. Desain penelitian One Group pretest and post-test design tanpa kelompok kontrol, kelompok subjek diobservasi. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu post partum, di praktek bidan mandiri yeni kecematan percut sei tuan kabupaten deli serdang kecematan percut sei tuan kabupaten deli serdang yaitu sebanyak 20 ibu post partum. teknik pemngambilan sampel acicidental sampling. Analisadata yang digunakan Uji Wilcoxon digunakan untuk melihat pengaruh antara dua variabel dengan derajat kepercayaan 95%. Hasil penelitian ini terdapat produksi Asi sebelum dilakukannya Pijat Oksitosin di Praktek Bidan Mandiri Yeni Kecematan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang Tahun 2021 Tahun 2021 mayoritas tidak lancer yaitu sebanyak 13 responden . ,0%). Produksi Asi sesudah dilakukannya Pijat Oksitosin di Praktek Bidan Mandiri Yeni Kecematan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang Tahun 2021 Tahun 2021 mayoritas lancar yaitu sebanyak 12 responden . ,0%). Kesimpulan hasil ini membuktikan bahwa pijat oksitosin memberikan pengaruh yang baik terhadap produksi ASI pada Ibu post partum Disarankan Tenaga kesehatan di harapkan petugas kesehatan khususnya bidan di Praktek Bidan Mandiri melakukan penyuluhan dan pelatihan pijat oksitosin di kelas ibu hamil terutama trimester i yang akan menghadapi proses persalinan nantinya. Kata Kunci : Pijat. Oksitosin. Produksi. ASI Abstract Smooth milk production in the first days of labor is strongly influenced by the production of the hormones prolactin and oxytocin which can affect the decline in breast milk production, milk production can cause problems for both mother and baby including swollen breasts. In the Practice of the Independent Midwife Yeni. Percut Sei Tuan Sub-district. Deli Serdang Regency in 2021 This study used a pre-experimental design. One Group pre-test and post-test design without a control group, the subject group was observed, the population in this study were all post partum mothers, in the practice of independent midwives in the district of Percut Sei Tuan Regency. Deli Serdang Subdistrict Percut Sei Tuan. Deli Serdang Regency, as many as 20 post partum mothers. accidental sampling technique. Analysis of the data used Wilcoxon test is used to see the effect between two variables with a 95% confidence degree. The results of this study showed that the production of breast milk before the Oxytocin Massage was carried out at the Yeni Independent Midwife Practice. Percut Sei Tuan Sub-district. Deli Serdang Regency in 2021, the majority of which were not smooth, namely as many as 13 respondents . 0%). Breast milk production after the Oxytocin Massage was carried out at the Yeni Independent Midwife Practice. Percut Sei Tuan Sub-district. Deli Serdang Regency in 2021. The majority of the respondents were 12 respondents . 0%). The conclusion of these results proves that oxytocin massage has a good influence on breast milk production in postpartum mothers. It is recommended that health workers, especially midwives in the Independent Midwife Practice, conduct counseling and training on oxytocin massage in the class of pregnant women, especially the third trimester who will face childbirth. Keywords : Oxytocin. Massage. Breast Milk. Production JIDAN Jurnal Ilmiah Kebidanan Vol 2 Nomor 1 Tahun 2022 Hal. e-ISSN 2774 - 4671 Pendahuluan Bayi baru lahir harus mendapatkan perawatan optimum sejak lahir, salah satunya adalah makanan Bayi yang baru dilahirkan belum memerlukan makanan yang lain selain ASI dari ibunya. Pada prakteknya pemberian ASI eksklusif tidak mudah dilakukan. Berbagai kendala mungkin akan timbul dalam upaya memberikan ASI ekskusif. Berdasarkan data World Health Organization (WHO) dan UNICEF, angka pemberian ASI eksklusif pada bayi di bawah 6 bulan adalah 41%, dan ditargetkan dapat mencapai 70% di tahun 2030 (Global Breastfeeding Scorecard, 2. Kebijakan yang diterapkan oleh WHO untuk menigkatkan pertumbuhan anak diseluruh dunia yaitu menekankan pemberian ASI sejak lahir sampai berusia 6 bulan. Setelah berusia 6 bulan bayi mulai diberikan makanan tambahan pendamping ASI sampai bayi berusia mencapai 2 tahun dan tetap menyusui. Data Dinas Provinsi Sumatera Utara Tahun 2016 menunjukkan cakupan bayi mendapatkan ASI ekslusif sebesar 56,26%. Angka ini masih di bawah target yang di harapkan yaitu 80% (Dinas Kesehatan Kota Medan, 2. Berdasarkan Data cakupan ASI di daerah Kabupaten Medan Perjuangan hanya sebesar 50,24 (Dinas Kesehatan Kota Medan, 2. Pemberian Air Susu Ibu (ASI) pada bayi merupakan cara terbaik untuk mencengah angka kematian pada bayi dibawah usia 28 hari. ASI merupakan makanan yang paling sempurna bagi ASI adalah makanan yang bernilai gizi tinggi yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan syaraf, memberikan zat-zat kekebalan tubuh terhadap berbagai macam penyakit dan menumbuhkan ikatan emosional antara ibu dengan bayinya. Pemberian ASI perlu ditingatkan dan mendapatkan perhatian yang baik agar diperoleh pertumbuhan fisik, mental, kecerdasan yang baik pula (Depkes RI, 2. Ibu mengalami kesulitan dalam proses menyusui terutama diawal pasca kelahiran karena produksi ASI yang tidak cukup Ibu post sectio caesarea mereka mengeluh ASI mereka sedikit dihari pertama kelahiran, dan hal ini membuat mereka berhenti menyusui dan memilih pengunaan susu formula (Mukhodim, 2. ASI dipengaruhi oleh Penelitian Hayati ningsih . menyatakan rangsangan reflexs let down. Manfaat pijat oksitosin adalah memberikan kenyamanan pada ibu, mengurangi bengkak, mengurangi sumbatan ASI, merangsang pelepasan hormon oksitosin, mempertahankan produksi ASI ketika ibu dan bayi sakit (Delima, 2. Pij oksitosin adalah salah satu solution untuk mengatasi ketidak lancaran ASI. Pemijatan di tulang . hingga tulang costae kelima- keenam merupakan usaha untuk merangsang hormon prolaktin dan oksitosin setelah melahirkan (Rahayu, 2. Dengan melakukan pijatan atau rangsangan pada tulang belakang, syaraf neurotransmitter akan merangsang medulla oblongata langsung mengirim pesan ke hypothalamus di hypofise posterior untuk mengeluarkan oksitosin sehingga menyebabkan payudara mengeluarkan air Pijatan di daerah tulang belakang ini juga akan mengurangi ketegangan, menghilangkan stress, dan hormon oksitosin yang keluar akan membantu pengeluaran air susu ibu, di bantu dengan isapan bayi pada puting susu ibu Menurut Yantina . Penurunan produksi ASI pada hari - hari pertama setalah melahirkan dapat disebabkan oleh kurangnya rangsangan hormon prolaktin dan oksitosin yang sangat berperan dalam kelancaran produksi ASI. jika bayi tidak menghisap puting susu dalam jangka setengah jam setelah persalinan, hormon prolaktin akan menurunkan kadar prolaktin dan sulit merangsang hormone tersebut sehingga ASI baru akan keluar disaat hari ketiga atau lebih (Kristiyanasari, 2. Pengaruh tidak lancar keluarnya dan produksi ASI dapat menyebabkan masalah pada ibu maupun bayi seperti munculnya abses payudara, payudara bengkak . , saluran susu tersumbat . bstructed duc. , mastitis, sindrom ASI kurang, bayi ikterus dan bayi sering menangis (Marmi, 2. Oleh sebab itu, perlunya usaha untuk menstimulasi hormon prolaktin dan oksitosin pada ibu pasca Salah satu cara untuk mencegah ketidak lancaran produksi ASI yaitu dengan cara pijat Pijat oksitosin merupakan pemijatan yang diberikan pada bagian tulang belakang yang merupakan usaha untuk menstimulus pengeluaran hormon prolaktin dan oksitosin. Pijat oksitosin akan JIDAN Jurnal Ilmiah Kebidanan Vol 2 Nomor 1 Tahun 2022 Hal. e-ISSN 2774 - 4671 memberikan rasa nyaman dan rileks pada ibu setelah mengalami persalinan dan rasa nyaman itu akan menstimulus hormon oksitosin untuk memproduksi ASI (Roesli, 2. Berdasarkan penelitian menunjukkan massage dapat meningkatkan tinglat oksitosin plasma. Oleh sebab itu, salah satu alternatif untuk mengatasi ketidak lancaran produksi ASI yaitu dengan melakukan Pemijatan yang diberikan pada ibu pasca persalinan memiliki tujuan untuk meningkatkan pelepasan oksitosin. Pemijatan diberika disekitaran bahu dan disepanjang tulang belakang. Menstimulus pengeluaran oksitosin dapat dilakukan dengan pijat oksitosin. Oksitosin mengakibatkan terjadinya ejakulasi ASI, dapat meningkatkan rasa nyaman dan rilexs serta meningkatkan bonding dengan bayi. Berdasarkan hasil survey awal, data yang diperoleh dari Praktek Mandiri Yeni jumlah ibu nifas pada bulan Januari-Juni 2021 adalah 54 orang. Berdasarkan hasil wawancara dari beberapa ibu postpartum di tempat penelitian didapatkan bahwa ibu postpartum mengeluh ASInya tidak keluar dan tidak lancar serta merasa produksi ASInya kurang terutama pada hari pertama kelahiran bayi, hal ini membuat ibu khawatir sehingga ibu memilih untuk memberikan susu formula untuk memenuhi kebutuhan bayinya dan ibu juga belum pernah mendapatkan informasi mengenai pijat oksitoksin. Berdasarkan latar belakang di atas, maka peneliti tertarik untuk melaksanakan penelitian dengan tujuan untuk mengetahui AuPengaruh Pijat Oksitosin Terhadap Produksi ASI Di Praktek Bidan Mandiri Yeni Kecematan Percut Sei Tuan Tahun 2021. Ay Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan One Group pre-test and post-test design tanpa kelompok kontrol, kelompok subjek diobservasi sebelum dilakukan intervensi, kemudian diobservasi lagi setelah intervensi. Satu kelompok sebelum diberi perlakuan tertentu diberi pretest, kemudian setelah diberi perlakuan, dilakukan pengukuran lagi untuk mengetahui sebab akibat dari perlakuan. Pengujian sebab akibat dilakukan dengan cara membandingkan hasil pretest dengan posttest. Populasi adalah keseluruhan subjek penelitian yang meliputi semua elemen yang ada dalam wilayah penelitian (Arikunto,2. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu post partum, di praktek bidan mandiri yeni kecematan percut sei tuan kabupaten deli serdang kecematan percut sei tuan kabupaten deli serdang yaitu sebanyak 29 ibu post partum. Pengambilan sample yaitu mengunakan teknik pemngambilan sampel acicidental sampling yaitu dimana pengambilan sampel pada saat melakukan penelitian selama 2 minggu, di praktek bidan mandiri yeni kecematan percut sei tuan kabupaten deli serdang kecematan percut sei tuan kabupaten deli serdang yaitu sebanyak 20 ibu post partum. Pengumpulan data adalah suatu proses pendekatan kepada subjek dan proses pengumpulan karakteristik subjek yang diperlukan dalam suatu penelitian (Nursalam,2. Pengumpulan data dimulai setelah menerima surat izin pelaksanaan penelitian dan Isntitusi pendidikan Universitas Haji Sumatera Utara, kemudian datang Di Praktek Bidan Mandiri Yeni Kecematan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang Tahun 2021, untuk meminta surat persetujuan melakukan penelitian di Praktek Bidan Mandiri Yeni Kecematan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang Tahun 2021 memberikan surat izin penelitian dan meminta izin untuk melakukan penelitian. Setelah mendapatkan surat balasan izin penelitian, melakukan survey awal dan melakukan uji validitas instrument untuk mengetahui kevaliditasan instrument tersebut, jika instrument sudah valid, lembar ceklish dibagikan untuk mengukur pengaruh pemberian pendidikan kesehatan tentang kehamilan terhadap Produksi Asi Di Praktek Bidan Mandiri Yeni dengan kuesioner, sebelum membagikan lembar ceklish terlebih dahulu menekankan pada etika penelitian. Memberikan surat persetujuan menjadi responden bersedia menjadi responden dan responden bersedia menandatangani surat persetujuan menjadi responden (Informed consen. untuk ikut serta dalam penenlitian ini, kemudian peneliti menjelaskan tentang tujuan, manfaat, dan proses pengisian lembar JIDAN Vol 2 Nomor 1 Tahun 2022 Hal. Jurnal Ilmiah Kebidanan e-ISSN 2774 - 4671 Instrument yang digunakan pada penelitian ini berupa kuesioner tertutup, dimana jawabanya sudah ditentukan oleh peneliti dan responden tinggal memilih dari jawaban yang sudah disediakan. Menggunakan kuesioner tertutup tujuannya agar memudahkan responden dalam menjawab setiap pertanyaan, dimana pertanyaan yang diajukan disusun berdasarkan pengetahuan yang harus dimiliki oleh responden. Pada bagian pertama dari instrument penelitian ini berisi data demografi responden meliputi: pendidikan terakhir, umur, dan suku bangsa. Pengisian kuesioner dengan cara memberikan tanda checklist pada pilihan jawaban yang telah disediakan. Jenis data yang digunakan pada penelitian ini adalah data primer dan data sekunder yang diperoleh dari di Praktek Bidan Mandiri Yeni Kecematan Percut Sei Tuan Tahun 2021. Analisa bivariat digunakan untuk mengetahui Pengaruh setiap variabel independen dengan variabel dependen. Uji Wilcoxon digunakan untuk melihat pengaruh antara dua variabel dengan derajat kepercayaan 95%. Hasil dan Pembahasan Karakteristik Responden Karakteristik responden di Praktek Bidan Mandiri Yeni Kecematan Percut Sei Tuan Tahun 2021 pada penelitian ini dikelompokkan berdasarkan umur, pendidikan dan paritas. Karakteristik resonden diuraikan dalam tabel 1 sebagai berikut: Tabel 1 Karakteristik Responden di Praktek Bidan Mandiri Yeni Kecematan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang Tahun 2021 Tahun 2022 Data Demografi Frekuensi Presentase (%) Umur <25 tahun 25-35 tahun >35 tahun Jumlah Jumlah Pendidikan SMP SMA Perguruan Tinggi Paritas Primipara Multipara Jumlah Berdasarkan table 1 sebagian besar pasien di Praktek Bidan Mandiri Yeni Kecematan Percut Sei Tuan mayoritas berusia antara 25-35 tahun yaitu 13 responden . ,0%) dengan tingkat pendidikan mayoritas SMA yaitu 11 responden . ,0%). Dilihat dari paritas, sebagian besar ibu post partum adalah ibu primipara sebanyak 11 responden . ,0%). Produksi Asi sebelum dilakukannya Pijat Oksitosin di Praktek Bidan Mandiri Yeni Kecematan Percut Sei Tuan Tabel 2 Data Frekuensi Produksi Asi sebelum dilakukannya Pijat Oksitosin Di Praktek Bidan Mandiri Yeni Kecematan Percut Sei Tuan Tahun 2021 Produksi ASI Frekuensi Lancar Tidak Lancar Tidak Ada Jumlah JIDAN Jurnal Ilmiah Kebidanan Vol 2 Nomor 1 Tahun 2022 Hal. e-ISSN 2774 - 4671 Berdasarkan tabel 2 menunjukkan bahwa produksi ASI pada Ibu post partum sebelum dilakukan pijat oksitosin mayoritas tidak lancar yaitu sebanyak 13 responden . ,0%). Produksi Asi sesudah dilakukannya Pijat Oksitosin di Praktek Bidan Mandiri Yeni Kecematan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang Tahun 2021 Tabel 3 Data Frekuensi Produksi Asi sesudah dilakukannya Pijat Oksitosin Di Praktek Bidan Mandiri Yeni Kecematan Percut Sei Tuan Tahun 2021. Produksi ASI Frekuensi Lancar Tidak Lancar Tidak Ada Jumlah Berdasarkan tabel 4. 3 menunjukkan bahwa produksi ASI pada Ibu post partum sebelum dilakukan pijat oksitosin mayoritas tidak lancar yaitu sebanyak 22 responden . ,3%). Pengaruh Pijat Oksitosin Terhadap Produksi Asi di Praktek Bidan Mandiri Yeni Kecematan Percut Sei Tuan Tahun 2021 Tabel 4 Pengaruh Pijat Oksitosin Terhadap Produksi Asi di Praktek Bidan Mandiri Yeni Kecematan Percut Sei Tuan Tahun 2021 Produksi ASI Lancar Tidak Lancar Tidak Ada p value -4,359 0,000 Berdasarkan tabel 4 menunjukan bahwa produksi ASI ibu post partum di Praktek Bidan Mandiri Yeni sebelum dan sesudah dilakukan pijat oksitosin mengalami perubahan yang signifikan. Produksi ASI ibu post partum sebelum dilakukan pijat oksitosin sebanyak 13 orang masih memiliki produksi ASI yang tidak lancar. Kemudian setelah dilakukan pijat oksitosin, produksi ASI meningkat menjadi lancar sebanyak 12 orang, sedangkan produksi ASI yang tidak lancar sebanyak 8 orang. Berdasarkan Hasil uji statistic dengan menggunakan Uji Wilcoxon diketahui bahwa nilai p . < . artinya Ho ditolak, jadi terdapat pengaruh yang signifikan Pijat Oksitosin Terhadap Produksi Asi di Praktek Bidan Mandiri Yeni Kecematan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang Tahun 2021 Hasil ini membuktikan bahwa pijat oksitosin memberikan pengaruh yang baik terhadap produksi ASI pada Ibu post partum. Pembahasan Produksi Asi sebelum dilakukannya Pijat Oksitosin di Praktek Bidan Mandiri Yeni Kecematan Percut Sei Tuan Berdasarkan hasil penelitian sebelum dilakukan pijat oksitosin pada ibu post partum menunjukkan bahwa produksi ASI pada Ibu post partum sebelum dilakukan pijat oksitosin di Praktek Bidan Mandiri Yeni Kecematan Percut Sei Tuan mayoritas tidak lancar yaitu sebanyak 22 responden . ,3%). Sering kali ibu merasa khawatir mengenai produksi ASInya pada hari pertama kelahiran. Perasaan ibu yang khawatir ini akan menimbulkan ketidaknyamanan, ketegangan emosional dan rasa tidak percaya diri. Menurut hasil penelitian Rahayu D dan Yunarsih . , bila ibu menyusui mengalami stres atau ketidaknyamanan, maka akan terjadi hambatan dari refleks let down sehingga akan menurunkan produksi ASI. Faktor yang mempengaruhi pengeluaran ASI lainnya adalah Inisiasi Menyusu Dini (IMD) dimana pada bayi lahir cukup bulan akan memiliki naluri untuk menyusu pada JIDAN Jurnal Ilmiah Kebidanan Vol 2 Nomor 1 Tahun 2022 Hal. e-ISSN 2774 - 4671 ibunya 20-30 menit setelah lahir. IMD yang dilakukan segera setelah bayi lahir dan dengan cara yang tepat akan merangsang pengeluaran ASI atau yang lebih dikenal sebagai kolostrum lebih Hal ini sesuai dengan penelitian Wulandari dkk . didapatkan bahwa rerata waktu pengeluaran kolostrum pada kelompok eksperimen adalah 5,21 jam sedangkan rerata waktu pengeluaran kolostrum pada kelompok non-eksperimen adalah 8,16 jam. Menurut Wulandari dkk . , bahwa untuk menghasilkan produksi ASI yang baik maka ibu harus dalam keadaan tenang. Menurut asumsi peneliti bahwa kurangnya produksi ASI pada awal setelah kelahiran bayi selain disebabkan karena faktor psikologis ibu seperti ketidaknyamanan, ketegangan emosional dan rasa tidak percaya diri juga disebabkan karena IMD yang kurang tepat dalam pelaksanaannya karena hal ini berkaitan dengan kekuatan menghisap, frekuensi dan lama penyusuan. Pemijatan payudara sangat berkontribusi dalam meningkatkan produksi ASI di hari-hari awal kelahiran saat bayi belum aktif menyusui, selain itu pemijatan ini juga dapat mempertahankan produksi ASI, mengatasi kesulitan menyusui dan mencegah terjadinya kelainan pada payudara ibu selama proses menyusui. Produksi Asi sesudah dilakukannya Pijat Oksitosin di Praktek Bidan Mandiri Yeni Kecematan Percut Sei Tuan Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi ASI pada ibu postpartum sesudah dilakukan pijat oksitosin mayoritas lancar sebanyak 12 orang atau 60% dari 20 orang yang diteliti. Hal ini menunjukkan bahwa ada peningkatan jumlah produksi ASI sesudah dilakukan pijat oksitosin. Menurut Kiftia . , pemijatan adalah salah satu terapi nonfarmakologis untuk mengurangi ketidaknyamanan pada pasien dan membantu pasien relaksasi. Ketika ibu merasa rileks maka akan menurunkan kadar epinefrin dan non-epinefrin dalam darah sehingga ada keseimbangan. Hal ini sesuai dengan teori Guyton dan Hall dalam Saputri, dkk . bahwa pijat yang dilakukan dibagian punggung dapat merangsang pengeluaran hormon endorphin, hormon ini berfungsi untuk memberikan rasa santai dan menimbulkan ketenangan sehingga pemijatan dapat menurunkan ketegangan Pada bagian punggung sering sekali terjadi ketegangan otot, tetapi dengan dilakukannya pijat oksitosin maka akan memberikan kenyamanan pada daerah punggung dan meningkatkan produksi ASI. Pijat oksitosin adalah pemijatan pada sepanjang tulang belakang sampai tulang costae kelimaAe keenam dan merupakan usaha untuk merangsang hormon prolaktin dan oksitosin setelah melahirkan (Juwita dan Febrian, 2. Pijat oksitosin yang sering dilakukan dalam rangka meningkatkan ketidaklancaran produksi ASI adalah oksitosin. Pijat oksitosin, bisa d bantu pijat oleh ayah atau nenek Pijat oksitosin ini dilakukan untuk merangsang refleks oksitosin atau refleks let down. Selain untuk merangsang refleks letdown manfaat pijat oksitosin adalah memberikan kenyamanan pada ibu, mengurangi bengkak, mengurangi sumbatan ASI, merangsang pelepasan hormon oksitosin, mempertahankan produksi ASI ketika ibu dan bayi sakit. Menurut asumsi peneliti bahwa pijat oksitosin yang dilakukan pada ibu postpartum dapat meningkatkan produksi ASI karena dapat memicu pengeluaran hormon oksitosin yang sangat penting dalam pengeluaran ASI. Ketika dilakukan pijat oksitosin maka oksitosin akan memicu sel-sel myopitel yang mengelili alveoli dan duktus untuk berkontraksi sehingga mengalirkan ASI dari alveoli . abrik sus. ke duktus menuju sinus dan puting susu sehingga terjadi pengeluaran ASI dan produksi ASI meningkat. Pengaruh Pijat Oksitosin Terhadap Produksi Asi Di Praktek Bidan Mandiri Yeni Kecematan Percut Sei Tuan Hasil uji statistik terlihat adanya peningkatan rata-rata produksi ASI sebelum dan sesudah pijat oksitosin dengan nilai Z adalah -4,359 dan nilai p-value adalah 0,000 . O 0,. maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan terhadap produksi ASI sebelum dan sesudah dilakukan pijat oksitosin Pada penelitian ini terdapat 8 orang ibu postpartum yang tidak mengalami peningkatan produksi ASI, hal ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor seperti umur, nutrisi, dan kondisi psikologis ibu yang tidak percaya diri untuk memproduksi ASI sebagaimana ibu yang masih berusia lebih muda. JIDAN Jurnal Ilmiah Kebidanan Vol 2 Nomor 1 Tahun 2022 Hal. e-ISSN 2774 - 4671 Berdasarkan hasil wawancara dari ibu postpartum, diperoleh bahwa ibu berusia di atas 35 tahun dan merupakan ibu multipara dan juga didapatkan informasi bahwa ibu mengeluh dan merasa tidak percaya diri bahwa ia dapat memproduksi ASI dengan baik terutama karena umurmya yang sudah tidak muda lagi karena itu ia selalu memilih untuk memberikan susu formula kepada bayinya. Menurut Delima, dkk . umur merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi produksi ASI, ibu yang lebih muda . -35 tahu. akan lebih banyak memproduksi ASI dibandingkan dengan ibu yang berusia lebih tua (>35 tahu. Selain itu beberapa hal lainnya juga turut mempengaruhi produksi ASI seperti makanan, frekuensi penyusuan, umur kehamilan saat melahirkan dan berat lahir bayi, stres dan penyakit akut, konsumsi rokok, konsumsi alkohol, pil kontrasepsi, dsb (Rukiyah, 2. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Maita . dengan judul AuPengaruh pijat oksitosin terhadap produksi ASI di BPM Ernita didapatkan hasil p value (<0,. yang artinya adanya pengaruh pijat oksitosin terhadap produksi ASI ibu nifas. Dan sejalan dengan hasil penelitian Pilaria . dengan judul Aupengaruh pijit oksitosin terhadap produksi ASI pada Keberhasilan pijat oksitosin tidak terlepas dari faktor-faktor yang mempengaruhinya. Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan pijat oksitosin terhadap pengeluaran ASI adalah fakro psikologis, kenyamanan, dukungan keluarga, dukungan petugas kesehatan, selanjutnya akan menghambat transportasi oksitosin ke dalam payudara. Umumnya, ibu akan mengalami gangguan rasa nyaman segera setelah memasuki masa nifas. Bagi ibu yang menyusui gangguan rasa nyaman biasanya adalah rasa nyeri karena puting lecet yang disebabkan oleh posisi menyusui dan perlekatan bayi yang tidak tepat dan payudara bengkak yang disebabkan oleh air susu yang melimpah tidak keluar. Puting lecet dan payudara bengkak merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pengeluaran ASI. Dukungan keluarga . uami dan orang tu. sangat diperlukan untuk ketentraman ibu menyusui, selain itu nasehat dari mereka yang lebih berpengalaman akan membantu keberhasilan menyusui (Depkes RI, 2. Seorang ayah dan lingkungan yang mengelilingi ibu sangat menentukan keberhasilan Bahkan proses pemberian ASI itu sendiri memiliki aspek psikologis dan rohaniah antara ibu, bayi, dan seorang ayah, bukan hanya sekedar tempel dan biarkan menyusui saja. Menurut asumsi peneliti bahwa pemberian pijat oksitosin memberikan pengaruh terhadap peningkatan produksi ASI di Praktek Bidan Mandiri Yeni Kecematan Percut Sei Tuan dan dapat dijadikan tindakan pilihan dalam mengatasi masalah produksi ASI pada ibu postpartum. Peningkatan produksi ASI ini disebabkan karena peningkatan rasa nyaman dan rileks pada saat diberikan pijat woksitosin yang secara otomatis akan merangsang keluarnya hormon oksitosin . efleks let dow. dari kelenjar pituitari dimana hormon oksitosin akan merangsang pengeluaran ASI pada ibu postpartum sehingga terjadi peningkatan produksi ASI. Selain itu, pijat oksitosin juga memiliki manfaat yang lain seperti menenangkan dan mengurangi stress, membangkitkan rasa percaya diri, membantu ibu postpartum agar mempunyai pikiran dan perasaan yang baik tentang bayinya, dan sebagainya (Rahayu, 2. Kesimpulan Ada pengaruh yang signifikan pijat oksitosin terhadap produksi Asi di Praktek Bidan Mandiri Yeni Kecematan Percut Sei Tuan Tahun 2021, dengan nilai p value 0,000 . <0,. Hasil ini membuktikan bahwa pijat oksitosin memberikan pengaruh yang baik terhadap produksi ASI pada Ibu post partum Referensi