JURNAL ILMIAH GURU MADRASAH (JIGM) Volume 2. Nomor 2. Juli-Desember 2023 https://jigm. org/index. php/jigm/index Penerapan Model Pembelajaran Totally Physical Response (TPR) untuk Meningkatkan Kemampuan Berbicara pada Mata Pelajaran Bahasa Inggris * Siti Nurheny Yuliawaty MTsN 13 Jakarta Selatan Email: sitinurheny13@gmail. Abstract This study aims to determine the increase in speaking ability in English class Vi students at MTsN 13 South Jakarta using the Totally Physical Response (TPR) learning model. This type of research is classroom action research with a total of 2 cycles and pre-cycles. The subjects of this study were 33 students of class Vi. Research data is obtained through observation and tests with several stages in each cycle including planning, implementation, observation, and reflection. The results of the study show that the Totally Physical Response (TPR) learning model can improve the English speaking skills of class Vi students of MTs Negeri 13 South Jakarta as evidenced by the average score of English subject ability from 63. 6% in pre-cycle to 82. 9% in cycle II. Based on the results of the study it can be concluded that the Totally Physical Response (TPR) learning model can improve the English speaking skills of class Vi MTs Negeri 13 Jakarta Selatan. Keywords Totally Physical Response (TPR). English Speaking Skills. Students Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan berbicara pada mata pelajaran bahasa inggris siswa kelas Vi di MTsN 13 Jakarta Selatan menggunakan model pembelajaran Totally Physical Response (TPR). Jenis penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) dengan jumlah 2 siklus dan pra siklus. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas Vi yang berjumlah 33 Data hasil penelitian diperoleh melalui observasi dan tes dengan beberapa tahapan dalam setiap siklus meliputi perencanaan, pelaksanaan, observasi dan Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran Totally Physical Response (TPR) dapat meningkatkan keterampilan berbicara bahasa Inggris siswa kelas Vi MTs Negeri 13 Jakarta Selatan terbukti dengan nilai rata-rata kemampuan mata pelajaran Bahasa Inggris dari 63. 6% pada pra siklus menjadi 9% pada siklus II. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Totally Physical Response (TPR) dapat meningkatkan kemampuan berbicara bahasa Inggris siswa kelas Vi MTs Negeri 13 Jakarta Selatan. Kata Kunci: Totally Physical Response (TPR). Kemampuan Berbicara Bahasa Inggris. Siswa *** Siti Nurheny Yuliawaty: Penerapan Model Pembelajaran. JURNAL ILMIAH GURU MADRASAH (JIGM) Volume 2. Nomor 2. Juli-Desember 2023 https://jigm. org/index. php/jigm/index PENDAHULUAN Pendidikan merupakan aset terpenting yang harus dimiliki setiap orang, hal ini penting karena pada dasarnya pendidikan itu seperti percobaan yang tidak akan pernah selesai selama manusia masih hidup di dunia. Dikatakan demikian karena pendidikan merupakan bagian dari kebudayaan dan peradaban manusia yang berkembang dari masa ke masa. Hal ini sesuai dengan karakter manusia yang memiliki potensi kreatif dan inovatif di segala bidang kehidupan (Sudarwan: 2. Pendidikan memegang peranan penting bagi setiap orang, karena pendidikan seseorang tumbuh dengan pengetahuan dan berhubungan langsung dengan perkembangan hidupnya. Di Indonesia, setiap warga negara berhak atas pendidikan, tanpa memandang jenis kelamin, suku, agama, status sosial, tingkat kecerdasan atau keadaan lainnya. Pasal 5. UU 20 Republik Indonesia Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyebutkan bahwa Ausetiap warga negara mempunyai hak yang sama atas pendidikan yang bermutuAy. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Sistem Pendidikan Nasional menegaskan bahwa peranan pendidikan adalah mengembangkan keterampilan dan membangun watak serta peradaban bangsa yang bernilai guna membina kehidupan bangsa dengan tujuan menjadikan manusia yang berpotensi menjadi manusia yang berkembang, beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Penjelasan UU tersebut menunjukkan bahwa pendidikan dapat menciptakan pengetahuan, keterampilan, perilaku dan norma yang baik bagi Oleh karena itu, pembangunan manusia sebagai individu dan sebagai sekolah/madrasah. Pendidikan sangat erat kaitannya dengan perkembangan, khususnya perkembangan bahasa. Suhartono . menyatakan bahwa melalui penggunaan bahasa, anak dapat tumbuh dan berkembang menjadi orang dewasa yang dapat mencapai tujuan dalam masyarakat. Kemampuan berbicara dan berkomunikasi merupakan kebutuhan dan esensial di sekolah/madrasah. Dengan menguasai bahasa, anak mampu berkomunikasi dengan orang-orang di sekitarnya, baik teman Siti Nurheny Yuliawaty: Penerapan Model Pembelajaran. JURNAL ILMIAH GURU MADRASAH (JIGM) Volume 2. Nomor 2. Juli-Desember 2023 https://jigm. org/index. php/jigm/index sebayanya maupun orang dewasa, sehingga anak-anak tersebut dapat memperoleh pengetahuan dari apa yang mereka dengar dan katakan. Pembelajaran bahasa tidak terbatas pada bahasa ibu . ahasa pertam. , tetapi juga bahasa asing. Di negara kita Indonesia, penggunaan bahasa asing dalam hal ini bahasa Inggris merupakan bahasa sehari-hari di sekolah/madrasah, meskipun hanya sebatas kata selamat datang . atau pamit . Kedudukan bahasa Inggris memiliki peranan penting karena bahasa internasional yang digunakan di dunia saat ini dan masa mendatang adalah bahasa Inggris (Crystal, 1. Kemampuan berbahasa Inggris dapat membuka banyak peluang pendidikan dan karier di masa depan, serta memfasilitasi komunikasi dan pertukaran budaya dengan orang-orang dari berbagai negara. Selain itu, terdapat banyak sumber daya pendidikan dan informasi tersedia dalam bahasa Inggris, seperti buku, jurnal, dan situs web. Oleh karena itu, mempelajari bahasa Inggris di sekolah dapat membantu siswa menjadi lebih terampil dan mampu berkomunikasi, meningkatkan akses ke sumber daya pendidikan dan informasi, serta membuka pintu ke peluang masa depan yang lebih luas. Pengetahuan bahasa Inggris dalam dunia pendidikan khususnya di Madrasah Tsanawiyah (MT. merupakan hal yang sangat mendasar dan krusial. Bahasa Inggris merupakan mata pelajaran inti karena bahasa Inggris merupakan mata pelajaran yang menekankan pengembangan daya diri siswa dalam kaitannya dengan penguasaan mata pelajaran lain seperti sains, budaya dan teknologi. Siswa yang memiliki pengetahuan bahasa Inggris yang baik akan menjadi generasi yang intelektual dan berpikiran terbuka serta memiliki karakter bangsa Indonesia yang kuat, sehingga dapat berkontribusi untuk kemajuan bangsa Indonesia (Tarigan. Djago: 1. Kenyataannya, bahasa Inggris di Indonesia hanya dijadikan mata pelajaran yang diujikan setiap tahun untuk menilai kemampuan dan menentukan kelulusan atau kenaikan tingkat siswa. Namun dalam praktik sehari-hari, berlatih dan membiasakan diri dengan bahasa Inggris sangatlah sedikit. Padahal nantinya kemampuan berkomunikasi/berbahasa inggris sangat penting bagi perkembangan sosial dan budaya siswa. Siti Nurheny Yuliawaty: Penerapan Model Pembelajaran. JURNAL ILMIAH GURU MADRASAH (JIGM) Volume 2. Nomor 2. Juli-Desember 2023 https://jigm. org/index. php/jigm/index Bahasa Inggris telah digunakan di MTs, namun masih banyak masalah mendasar yang harus dipecahkan. Pengajaran bahasa Inggris memiliki tantangan tersendiri (Akbari, 2. , salah satunya adalah mengajarkan kemampuan berbahasa (Speakin. Masalah kemampuan berbahasa Inggris di MTs biasanya dapat dilihat dari dua sisi. Dari sisi guru, masih terdapat kekurangan metode pembelajaran yang menarik dan efektif untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris siswa. Sementara itu, dari sisi siswa terlihat kurangnya motivasi, inisiatif dan partisipasi aktif dalam pembelajaran. Berdasarkan pertimbangan diatas, diperlukan metode pembelajaran yang sesuai untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris. Salah satu upaya untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris adalah dengan model pembelajaran Total Physical Response (TPR). Model pembelajaran TPR adalah cara yang bagus untuk meningkatkan kemampuan berbahasa siswa. METODE Penelitian ini merupakan penelitian tindakan . ction researc. karena dilakukan untuk memecahkan masalah pembelajaran di kelas. Selain itu, penelitian ini juga termasuk dalam kategori penelitian deskriptif karena menggambarkan bagaimana teknik pembelajaran diterapkan dan bagaimana mencapai hasil yang Penelitian tindakan adalah metode di mana peneliti terlibat langsung dalam lingkungan subjek penelitian dan melakukan intervensi, serta mengamati dan mendokumentasikan apa yang terjadi (Susanto, 2. Lokasi penelitian ini di Madrasah Tsanawiyah Negeri 13 Jakarta Selatan. Kelurahan Ulujami. Kecamatan Pesanggrahan. Jakarta Selatan. Pemilihan lokasi ini didasarkan pada populasi siswa yang sesuai dengan subjek penelitian, sehingga memudahkan proses pengumpulan Penelitian ini dilaksanakan pada semester ganjil tahun ajaran 2022/2023, mengikuti kalender akademik madrasah, karena Penelitian Tindakan Kelas (PTK) memerlukan beberapa siklus yang melibatkan proses belajar mengajar yang efektif. Subjek penelitian adalah siswa kelas Vi yang belajar di Gedung Pembelajaran Ulujami pada tahun ajaran tersebut. Prosedur penelitian ini dimulai dengan tahap perencanaan pada siklus pertama, yang melibatkan identifikasi masalah yang relevan dengan konteks kelas Siti Nurheny Yuliawaty: Penerapan Model Pembelajaran. JURNAL ILMIAH GURU MADRASAH (JIGM) Volume 2. Nomor 2. Juli-Desember 2023 https://jigm. org/index. php/jigm/index dan terkait dengan pembelajaran. Masalah yang diidentifikasi harus berkaitan dengan kompetensi inti dan dasar yang ingin dicapai. Pada tahap pelaksanaan, peneliti menerapkan model pembelajaran Total Physical Response (TPR) untuk meningkatkan kemampuan berbicara bahasa Inggris siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, tes, dan dokumentasi. Observasi dilakukan selama proses belajar mengajar untuk mendapatkan data tentang penggunaan model pembelajaran TPR. Tes digunakan untuk mengukur pemahaman siswa melalui evaluasi dan tes akhir siklus, yang berfungsi sebagai umpan balik untuk menilai sejauh mana kemampuan siswa berkembang. Dokumentasi dikumpulkan dari catatan kehadiran siswa, nilai ulangan, tugas, dan data lain yang relevan dari guru mata pelajaran. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis refleksi (Syafrizal, 2. , yang melibatkan pengamatan, pemikiran, dan evaluasi tindakan untuk meningkatkan kinerja atau hasil tindakan yang telah dilakukan. Tahapan analisis data meliputi pengumpulan data, refleksi, analisis, pengembangan rencana tindakan, dan evaluasi. PEMBAHASAN Pengaruh Metode Totally Physical Response terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Bahasa Inggris di Kelas i MI Nurul Islam Sekarbela Tahun Pelajaran 2017/2018 menjelaskan bahwa metode Totally Physical Response berpengaruh karena terjadi perubahan yang signifikan pada hasil belajar siswa pada kelas eksperimen yang diajar dengan metode Totally Physical Response dibandingkan dengan kelas kontrol yang tidak menggunakan metode totally physical response. Penelitian yang dilakukan oleh Nur Endah Nugraheni dan Lukas Danu Kristian berjudul AuPenerapan Metode Total Physical Response (TPR) Untuk Meningkatkan Kosakata Bahasa Inggris bagi Siswa TunagrahitaAy menjelaskan bahwa Hasil penerapan TPR berdasarkan pre dan posttest menunjukkan penerapan metode TPR berhasil meningkatkan kosakata bahasa Inggris siswa tunagrahita Kelas 11 SLB N di Kota Magelang. Penelitian yang dilakukan oleh Fauzia berjudul AuMetode TPR (Total Physical Respons. Sebagai Alternatif Untuk Meningkatkan Kemampuan Tahap Awal Berbahasa Inggris Pada Anak-anakAy menunjukkan TPR Siti Nurheny Yuliawaty: Penerapan Model Pembelajaran. JURNAL ILMIAH GURU MADRASAH (JIGM) Volume 2. Nomor 2. Juli-Desember 2023 https://jigm. org/index. php/jigm/index merupakan metode yang efektif dalam pembelajaran Bahasa Inggris dalam rangka meningkatkan kemampuan tahap awal berbahasa pada anak. Totally Physical Response (TPR) Azzis dan Erta . menjelaskan Metode totally physical respons adalah metode pengajaran bahasa yang didasarkan pada kesesuaian antara bahasa dan Metode ini bertujuan untuk mengajarkan berbicara melalui aktivitas fisik atau aktivitas motorik . Selain itu, dijelaskan pula bahwa seluruh respons fisik merupakan pelajaran bahasa yang dikembangkan oleh James Asher, seorang profesor di San Jose State University di California. Berbeda dengan metode pengajaran lainnya, metode ini merupakan metode pengajaran bahasa yang menggunakan perintah-perintah untuk membangun koordinasi pengetahuan dan perilaku bahasa (Ni made Ratminingsih, 2. Desain Totally Physical Response (TPR) Azzis dan Erta . menjelaskan desain metode totally physical response memiliki beberapa model dalam belajar untuk mencapai tujuan, model-model ini adalah: . Tujuan umum dan khusus, adalah untuk mengembangkan keterampilan bahasa lisan pemula. Pada saat yang sama, tujuan khusus pelajaran bahasa disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan khusus siswa. Model silabus, kurikulum yang digunakan Asher adalah kurikulum berbasis kalimat yang mengutamakan kriteria gramatikal dan leksikal saat memilih bahan ajar. Pembelajaran, tahap pertama pembelajaran adalah penyajian model. Guru memberikan instruksi kepada beberapa siswa dan kemudian melakukan kegiatan bersama mereka. Pada tahap kedua, beberapa siswa menunjukkan bahwa mereka memahami perintah dengan melaksanakannya secara mandiri. Siswa lain mengamati siswa dan juga memiliki kesempatan untuk menunjukkan pemahaman mereka. Peran guru, dalam metode ini, guru berperan sebagai pemberi pengaruh yang aktif. Guru memutuskan apa yang diajarkan, dialah yang mencontohkan dan memperkenalkan materi baru. Peran siswa, dalam metode totally physical response, siswa berperan utama sebagai pendengar dan pelaku gerak. Mereka mendengarkan dengan seksama dan secara fisik menanggapi perintah guru. Peran materi untuk mengajar . ahan aja. , dalam metode ini tidak ada teks ajaran pokok. Oleh karena itu, objek dan realitas memainkan peran menjadi Siti Nurheny Yuliawaty: Penerapan Model Pembelajaran. JURNAL ILMIAH GURU MADRASAH (JIGM) Volume 2. Nomor 2. Juli-Desember 2023 https://jigm. org/index. php/jigm/index hal yang penting. Guru dapat menggunakan barang-barang yang biasa ditemukan di kelas, seperti buku, pulpen, piala, peta, dan furnitur. Pada saat merancang metode totally physical response, guru harus memiliki pemahaman yang jelas tentang tujuan dari metode tersebut, dan juga guru harus memiliki pemahaman yang menyeluruh tentang langkah-langkah atau tahapan pembelajaran menggunakan metode totally physical response untuk mencapai yang diinginkan. Prosedur Totally Physical Response Guru harus tahu bagaimana menggunakan metode ini dengan baik, sebagai pedoman atau penyampai agar pembelajaran menyenangkan. Hal ini juga sangat penting agar guru dapat menghilangkan perasaan tegang dan cemas siswa dalam proses pembelajaran, sehingga siswa terdorong dan merasa nyaman mengikuti Ada beberapa teknik yang dapat digunakan dalam metode ini, menurut Laresen-Freeman (Ni made Ratminingsih: 2. ada dua diantaranya yaitu: . Memberi perintah, menggunakan perintah adalah cara utama untuk melakukan tindakan kelas menggunakan metode TPR. Pertukaran pesan, teknik ini dapat digunakan setelah siswa memahami cara membuat pesan/perintah dan siswa melanjutkan melakukan pesan/perintah. Alur kerja, serangkaian perintah dapat diberikan kepada siswa setelah mereka memahami beberapa perintah yang diberikan sebelumnya. Berdasarkan penjelasan di atas, guru pembelajaran bahasa Inggris harus mempersiapkan diri sebaik Terutama ketika menerapkan metode totally physical response dalam pembelajaran, guru perlu mengetahui teknik-teknik yang digunakan agar penerapan metode tersebut dapat mencapai tujuan pengajaran dan meningkatkan kemampuan berbicara bahasa inggris siswa. Kemampuan Berbicara Bahasa Inggris Berbicara merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang sangat penting dalam pembelajaran bahasa inggris yang perlu dipelajari dan dikuasai oleh Keterampilan ini juga membantu untuk mengekspresikan pikiran mereka dan menunjukkan keterampilan mereka serta memudahkan mereka untuk berinteraksi satu sama lain. Namun, beberapa ahli memiliki pandangan berbeda tentang definisi self-talk. Gronbeck . menyatakan bahwa berbicara adalah informasi yang memberikan ide, mengajukan pertanyaan dan memberikan jawaban yang Siti Nurheny Yuliawaty: Penerapan Model Pembelajaran. JURNAL ILMIAH GURU MADRASAH (JIGM) Volume 2. Nomor 2. Juli-Desember 2023 https://jigm. org/index. php/jigm/index berkorelasi dengan pendapat atau argumentasi yang dapat mendorong siswa untuk mendukung pendapatnya. Berbicara memiliki beberapa aspek yang harus dipenuhi. Harris . mengatakan bahwa ada beberapa aspek berbicara, yang dijelaskan sebagai berikut: Tata bahasa, menurut Ba'dulu . Grammar/tata bahasa adalah susunan kata-kata dalam berbagai kombinasi dan sering mewakili banyak struktur seperti kalimat dan pernyataan lengkap. Sedangkan Maybin . Tata bahasa digunakan dalam linguistik dalam dua pengertian luas Pertama, ini mengacu pada bagian struktural bahasa. Kedua, mengacu pada pendekatan khusus untuk mempelajari struktur bahasa. Glosarium Kosakata, merupakan salah satu bagian terpenting dalam berbicara karena tidak mungkin berbicara tanpa kosakata. Itu sebabnya kosakata adalah bagian penting dari pembelajaran sebelum berlatih berbicara. Siswa terkadang kesulitan mengingat kosa kata yang sudah mereka ketahui karena jarang berlatih dan menggunakannya. Harmer . Pembagian kosa kata menjadi dua jenis, kosa kata aktif dan kosa kata pasif. Kosakata aktif adalah katakata yang telah dipelajari siswa dan berharap untuk digunakan. Kosakata pasif adalah kata yang mereka kenal tetapi tidak dapat digunakan. Marcel . mendefinisikan bahwa seseorang dapat dianggap memiliki kosa kata yang baik ketika penggunaan kosa kata itu luas atau sesuai untuk percakapan atau situasi bahasa tertentu. Pengucapan, adalah hasil produksi bunyi ujaran, termasuk artikulasi, intonasi vokal, aksen, dan infleksi, seringkali dalam kaitannya dengan standar penerimaan (Webster, 1. Menurut Harmer . Pronunciation adalah cara pengucapan suatu kata yang terdiri dari bunyi, logat, dan intonasi. Bunyi adalah kesan yang dikirim oleh indera pendengaran ke otak. Sedangkan penekanan adalah paksaan atau penekanan saat berbicara, pada suku kata atau kata tertentu. Sedangkan intonasi adalah naik turunnya suara saat . Kefasihan. Hornby . menyatakan bahwa kelancaran adalah kemampuan berbicara dengan mudah dan baik, atau kualitas kefasihan. Menurut Richards . kefasihan adalah penggunaan bahasa secara alami yang terjadi ketika pembicara terlibat dalam interaksi yang berarti dan mempertahankan komunikasi yang penuh serta terus menerus meskipun dalam batas kompetensi Siti Nurheny Yuliawaty: Penerapan Model Pembelajaran. JURNAL ILMIAH GURU MADRASAH (JIGM) Volume 2. Nomor 2. Juli-Desember 2023 https://jigm. org/index. php/jigm/index Latihan kefasihan dapat dikontraskan dengan latihan akurasi, yang berfokus pada contoh penggunaan bahasa yang benar. Pemahaman, memahami komunikasi lisan membutuhkan subjek untuk menanggapi dan memulai Aspek penting tersebut adalah tuturan itu sendiri. Pemahaman yang baik mensyaratkan pendengarnya mirip dengan pesan yang diucapkan, sehingga siswa harus mampu menyusun kalimat dengan susunan kata yang benar agar dapat Berdasarkan penjelasan pada teori-teori di atas maka dapat dipahami bahwa kemampuan berbicara bahasa Inggris adalah kemampuan untuk berkomunikasi dengan bahasa Inggris secara lisan. Kemampuan ini meliputi kemampuan untuk memahami dan menggunakan kosakata, tata bahasa, dan idiom bahasa Inggris dengan benar dan efektif dalam percakapan atau pembicaraan. Kemampuan berbicara bahasa Inggris bisa ditingkatkan melalui praktek dan pengalaman berbicara secara aktif, baik dalam situasi formal atau informal. Selain itu, mendengarkan dan memperhatikan bagaimana orang lain berbicara bahasa Inggris juga bisa membantu meningkatkan kemampuan berbicara bahasa Inggris. Pada penelitian ini, kelemahan masih banyak ditemukan pada pra siklus yaitu siswa masih banyak yang mengalami kendala dalam memahami perintah karena kurangnya perbendaharaan kata yang dimiliki meskipun telah dibantu dengan isyarat dan Gerakan. Siswa juga masih takut salah dan canggung dalam melakukan demonstrasi di depan kelas sehingga menghambat proses pembelajaran. Berdasarkan pra siklus yang telah dilaksanakan didapatkan rata-rata nilai siswa 6%, hasil ini menunjukan peningkatan yang rendah dalam keterampilan berbicara bahasa Inggris siswa. Peneliti menyadari peningkatan yang rendah pada pra siklus merupakan suatu keterbatasan, oleh karena itu sebelum melaksanakan siklus I peneliti melakukan refleksi dan diskusi Bersama rekan sejawat untu mencari solusi atas masalah yang dihadapi. Dalam diskusi didapatkan hasil bahwa ada beberapa perbaikan yang harus dilakukan pada siklus I untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pada proses pembelajaran. Berdasarkan siklus I yang telah dilakukan, didapatkan rata-rata sebesar 72. 3% dengan ketuntasan belajar siswa sebesar 77%. Hasil tersebut menunjukkan peningkatan yang cukup besar pada nilai keterampilan Siti Nurheny Yuliawaty: Penerapan Model Pembelajaran. JURNAL ILMIAH GURU MADRASAH (JIGM) Volume 2. Nomor 2. Juli-Desember 2023 https://jigm. org/index. php/jigm/index berbicara bahasa Inggris siswa. Nilai rata-rata yang meningkat dari 63. 6% pada pra siklus menjadi 72. 3% pada siklus I. Meskipun peningkatan tersebut cukup besar, akan tetapi masih perlu lagi perbaikan pembelajaran untuk meningkatkan kualitas pembelajaran agar KKM yang ditetapkan tercapai. Berdasarkan hasil observasi siklus I, dibuat poin refleksi yaitu diperlukan penugasan khusus pada siswa untuk menguatkan perbendaharaan kata, diperlukan penugasan khusus pada siswa untuk menguatkan tata bahasa Inggris, diperlukan perlakuan khusus di kelas untuk siswa yang canggung, yaitu dengan cara berdemonstrasi secara bergantian atau bersamaan didepan kelas. Hasil rata-rata nilai pada siklus II yang telah dilakukan melalui beberapa perbaikan, didapatkan rata-rata sebesar 82. 9% dengan kriteria ketuntasan minimal siswa sebesar 77%. Hasil tersebut menunjukkan peningkatan yang cukup besar pada nilai keterampilan berbicara bahasa Inggris siswa. Nilai rata-rata yang meningkat dari 72. 3% pada siklus I menjadi 82. 9% pada siklus II. Melalui upaya perbaikan yan telah dilakukan pada setiap siklusnya telah membawa dampak positif pada keterampilan berbicara bahasa Inggris siswa. Pada tiap siklusnya siswa mampu meningkatkan rata-rata nilai keterampilan dalam berbicara bahasa Inggris. Model pembelajaran Totally Physical Response (TPR) dalam penelitian ini dilakukan dengan memasukkan aspek respon grakan tubuh, aspek respon koordinasi gerakan dengan lisan, dan aspek respon balikan. Pada prinsipnya, respon gerakan tubuh mencakup aspek gerakan langsung anggota tubuh yang dilakukan siswa ketika guru mengucapkan kalimat yang telah ditentukan, pelaksanaan demonstrasi didepan kelas dengan text monolog, pelatihan siswa dengan siswa secara perpasangan atau berkelompok dengan mengimplementasikan suatu kalimat perintah dengan respon yang sesuai di kelas. Respon koordinasi lisan dan gerakan mencakup pelatihan mengucapkan suatu kalimat dalam text monolog atau kalimat yang dibuat sendiri dengan disertai gerakan secara bersamaan atau lebih dahulu melakukan gerakan kemudian diikuti mengatakan apa yang dilakukan. Kegiatan ini juga dilakukan secara berpasangan atau berkelompok dimana terjadi kegiatan saling memberikan perintah dengan kalimat masing-masing, disesuaikan dengan tema pembelajaran. Kegiatan lain dalam aspek koordinasi gerakan dengan lisan adalah kegiatan sharing antar siswa. Siti Nurheny Yuliawaty: Penerapan Model Pembelajaran. JURNAL ILMIAH GURU MADRASAH (JIGM) Volume 2. Nomor 2. Juli-Desember 2023 https://jigm. org/index. php/jigm/index dimana dalam sharing siswa tetap dituntut memadukan gerakan dengan pembicaraan secara bersamaan. Respon pembalikan dilakukan dengan siswa membuat perintah dan guru melaksanakan perintah dengan gerakan maupun dengan mengucapkan suatu hal sesuai dengan perintah yang dibuat. Aspek ini juga dilakukan dengan siswa membuat suatu kalimat yang mengandung kata kerja . ukan kalimat perinta. dan guru memperagakan action dari kalimat tersebut. Dengan demikian maka pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran Totally Physical Response (TPR), terbukti keberhasilannya dan siswa telah mampu meningkatkan keterampilannya secara signifikan. Hasil penelitian ini juga didukung oleh hasil penelitian yang dilakukan oleh Dian Hartini menjelaskan bahwa metode Totally Physical Response berpengaruh karena terjadi perubahan yang signifikan pada hasil belajar siswa pada kelas eksperimen yang diajar dengan metode Totally Physical Response dibandingkan dengan kelas kontrol yang tidak menggunakan metode totally physical response (Dian Hartini, 2. Kemudian hal yang sama juga dilakukan oleh Nur Endah Nugraheni dan Lukas Danu Kristian menjelaskan bahwa Hasil penerapan TPR berdasarkan pre dan posttest menunjukkan penerapan metode TPR berhasil meningkatkan kosakata bahasa Inggris siswa tunagrahita Kelas 11 SLB N di Kota Magelang (Endah dkk, 2. KESIMPULAN Setelah peneliti merencanakan dan mengadakan perbaikan pembelajaran di kelas Vi MTsN 13 Jakarta terhadap mata pelajaran Bahasa Inggris, maka peneliti dapat menarik kesimpulan . Penelitian ini menunjukkan bahwa model pembelajaran Totally Physical Response (TPR) dapat meningkatkan keterampilan berbicara bahasa Inggris siswa kelas Vi MTs Negeri 13 Jakarta Selatan terbukti dengan nilai rata-rata keterampilan mata pelajaran Bahasa Inggris dari 63. 6% pada pra siklus menjadi 82. 9% pada siklus II. Penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Totally Physical Response (TPR) setiap siklus meningkatkan efektivitas pembelajaran sehingga berpengaruh terhadap penguasaan Siti Nurheny Yuliawaty: Penerapan Model Pembelajaran. JURNAL ILMIAH GURU MADRASAH (JIGM) Volume 2. Nomor 2. Juli-Desember 2023 https://jigm. org/index. php/jigm/index kosakata siswa kelas Vi MTs Negeri 13 Jakarta Selatan yang terlihat pada nilai rata-rata mata pelajaran yang dapat mencapai 82. 9% pada akhir siklus. *** DAFTAR PUSTAKA