1087 JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Mei 2025 Pemberdayaan UMKM Melalui Strategi Pemasaran Dan Diversifikasi Produk Pelaku Usaha Perempuan Di Desa Mekatta Selatan Ramli S1. Nurfaidah2. Syahril3. Dewi Widiyastutin Suripto4. Rachmat Barung5. Hebron6. Azizah Amini7 Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Mamuju Pascasarjana Magister Manajemen Universitas Muhammadiyah Mamuju Universitas Muhammadiyah Mamuju Pascasarjana Magister Manajemen Universitas Muhammadiyah Mamuju Universitas Muhammadiyah Mamuju E-mail : irvanramli@gmail. com1, nurfaidah. wahid@gmail. com2, syahrilhatta319@gmail. dewinuim@gmail. com4, rachmatbarung20@gmail. Article History: Received: 01 Mei 2025 Revised: 13 Mei 2025 Accepted: 14 Mei 2025 Keywords: Pemberdayaan UMKM. Strategi Pemasaran. Diversifikasi Produk Abstract: Pemberdayaan Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Mekatta Selatan terarah dan berkelanjutan diharapkan tidak hanya meningkatkan skala usaha, tetapi juga mendorong transformasi UMKM ke arah yang lebih modern dan inovatif. Oleh karena itu, penting untuk memahami strategi pemasaran produk, potensi dari upaya pemberdayaan UMKM agar dapat merancang pendekatan yang lebih efektif dan berdampak melalui diversifikasi produk. pelaku UMKM menunjukkan peningkatan pemahaman terhadap pentingnya strategi pemasaran yang efektif, seperti pemanfaatan media sosial, pembuatan konten digital, dan penggunaan marketplace. Pelatihan diberikan mengenai digital marketing, branding, dan customer engagement yang dapat membantu pelaku usaha UMKM membangun citra usaha dan produk dimata Pendampingan rutin untuk pemantauan dan evaluasi penerapan strategi yang diajarkan. Pendampingan rutin merupakan tahap lanjutan yang sangat penting dalam proses pemberdayaan UMKM. Setelah strategi pemasaran dan diversifikasi produk diajarkan, perlu dilakukan pemantauan dan evaluasi secara berkala untuk memastikan bahwa materi dan keterampilan yang telah diberikan benar-benar diterapkan oleh pelaku UMKM Perempuan di Desa Mekatta Selatan Kecamatan Malunda Kabupaten Majene Provinsi Sulawsi Barat. PENDAHULUAN Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) dapat menjadi pilar perekonomian keluarga bilamana dijalankan dengan baik dan tepat dalam menentukan pangsa pasar. Usaha Mikro. Kecil, a. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Mei 2025 dan Menengah (UMKM) memiliki peranan menciptakan lapangan kerja, dan mendorong pemerataan pendapatan masyarakat. Desa Mekatta Selatan satu dari 12 Desa/Kelurahan di wilayah Kecamatan Malunda Kabupaten Mejene Provinsi Sulawesi Barat. Hasil observasi dilakukan masih terdapat masalah mendasar yang dialami pelaku Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam pengembangan usaha seperti keterbatasan akses modal, rendahnya literasi digital, kurangnya kemampuan manajerial, hingga keterbatasan akses pasar. Jumlah Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) mencapai lebih dari 56 jenis usaha tentunya dapat memberikan kontribusi meningkatkan pendapatan masyarakat pelaku Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Mekatta Selatan. Melalui Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Mamuju, memanfaatkan durasi waktu selama dua bulan dalam kegiatan pengabdian masyarakat melalui kegiatan AuPemberdayaan UMKM melalui Strategi Pemasaran dan Diversifikasi ProdukAy. Pelaku Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Mekatta Selatan masih menghadapi berbagai tantangan dalam pemasaran produk, umumnya pelaku usaha hanya melakukan proses produksi namun tidak mengetahui pangsa pasar yang akan ditarget, pelaku usaha tidak mengetahui positioning produk sehingga tidak terjadi diversifikasi produk, hal ini yang menjadi permasalahan mendasar bagi pelaku usaha dalam berkembang meningkatkan omzet penjualan produk. Pemberdayaan Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Mekatta Selatan terarah dan berkelanjutan diharapkan tidak hanya meningkatkan skala usaha, tetapi juga mendorong transformasi UMKM ke arah yang lebih modern dan inovatif. Oleh karena itu, penting untuk memahami strategi pemasaran produk, potensi dari upaya pemberdayaan UMKM agar dapat merancang pendekatan yang lebih efektif dan berdampak melalui diversifikasi produk. Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) di tengah persaingan pasar yang semakin ketat banyak menghadapi tantangan dalam memasarkan produk secara efektif. Keterbatasan sumber daya, minimnya pengetahuan tentang strategi pemasaran modern, serta kurangnya akses terhadap platform digital menjadi kendala utama yang menghambat pertumbuhan usaha yang Strategi pemasaran yang tepat dan adaptif sangat dibutuhkan untuk meningkatkan daya saing UMKM. Dalam era digital saat ini, pemanfaatan media sosial, e-commerce, dan teknik pemasaran berbasis data menjadi solusi potensial yang dapat membantu UMKM menjangkau konsumen lebih luas (Sidiq & Rohman, 2. ,(Artika & Putra, 2. , sedangkan menurut (Hasibuan, 2. pendekatan pemasaran tradisional yang disesuaikan dengan karakteristik lokal juga masih relevan dalam membangun hubungan yang kuat dengan pelanggan. Berdasarkan pendapat diatas maka dapat disimpulkan bahwa strategi pemasaran dapat diterapkan oleh UMKM sesuai dengan skala usaha, jenis produk, dan target pasar yang dituju, strategi pemasaran memiliki perang penting dalam pertumbuhan ekonomi masyarakat, terutama dalam menciptakan lapangan kerja dan mendorong pemerataan pendapatan, sehingga strategi pemasaran menjadi utama yang memengaruhi keberhasilan usaha dan kemampuan pelaku usaha menerapkan strategi pemasaran yang efektif. Diversifikasi produk merupakan strategi bisnis yang sering dilakukan oleh pelaku usaha dengan cara menambah atau mengembangkan variasi produk yang ditawarkan, baik dalam bentuk produk baru yang berbeda dari yang sudah ada, maupun pengembangan dari produk yang sudah ada sebelumnya. Menurut (Indiarto et al. , 2. , (Riofita, 2. dan (Kusumandari et al. memiliki pendapat yang sama dalam penelitiannya, bahwa diversifikasi produk tidak hanya menjadi langkah untuk memperkuat posisi bisnis, tetapi juga sebagai respons terhadap risiko usaha, seperti fluktuasi permintaan, perubahan tren pasar, dan gangguan rantai pasok produk, sehingga diversifikasi, produk yang dilakukan UMKM memiliki peluang dalam menciptakan a. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Mei 2025 nilai tambah, memanfaatkan bahan baku lokal secara optimal, serta menjangkau segmen pasar yang lebih luas. Diversifikasi produk jika dilakukan pelaku Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki berbagai keunggulan strategis, seperti mengurangi ketergantungan pada satu jenis produk UMKM, menyesuaikan diri dengan perubahan selera dan kebutuhan konsumen, serta meningkatkan ketahanan UMKM terhadap perubahan-perubahan perilaku konsumen dan perubahan pasar. Bagi UMKM yang seringkali memiliki keterbatasan modal dan akses pasar, diversifikasi dapat menjadi solusi adaptif untuk meningkatkan daya saing produk dan keberlangsungan usaha. Melalui pendekatan diversifikasi produk. UMKM dapat memaksimalkan potensi sumber daya yang dimiliki dan membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dalam pengembangan usaha ditengah-tengah persaingan usaha. METODE Metode yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara, studi kasus dan etnografi yang disusun secara sistematis dan mengarah pada pemecahan permasalahan terkait strategi pemasaran dan diversifikasi produk pelaku Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) perempuan di Desa Mekatta Selatan Kecamatan Malunda Kabupaten Mejene Provinsi Sulawesi Barat. Persiapan dalam melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat, pelaksanaan kegiatan tepat sasaran sesuai temuan permasalahan, evaluasi hasil kegiatan dan pendampingan pada pelaku UMKM, dengan tahapan kegiatan dapat dilihat pada gambar 1 sebagai berikut : Observasi Masalah Tahap Perencanaan Tahap Persiapan Tahap Pelaksanaan Tahap Pendampingan Tahap Evaluasi Gambar 1 Tahap Kegiatan Pengabdian Keterangan gambar 1 pengabdian kepada masyarakat di Desa Mekatta Selatan Kecamatan Malunda Kabupaten Mejene Provinsi Sulawesi Barat diantaranya : Obsevasi Masalah Observasi dilakukan dengan pengamatan secara langsung dan pengumpulan data-data lapangan dari pelaku Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) terkait permasalahanpermasalahan yang dialami selama menjalankan kegiatan UMKM terutama dalam penerapan a. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Mei 2025 strategi pemasaran dan diversifikasi produk. Tahap Perencanaan Perencanaan dilakukan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) bersama dengan dosen pembimbing lapangan dalam mengkaji setiap temuan yang menjadi permasalahan pelaku Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM), kajian perumusan masalah yang terukur dan disanggupi mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dalam pelaksanaan kegiatan pemberdayaan UMKM fokus pada sosialisasi strategi pemasaran dan diversifikasi produk sebagai tahap awal kegiatan setelah melakukan observasi lapangan. Tahan Persiapan Persiapan dilakukan dalam kegiatan sesuai dengan kesepakatan pada tahapan perencanaan dengan mengumpulkan dan mengundang pelaku usaha perempuan kategori UMKM, kegiatan pemberdayaan dilaksanakan pada kantor Desa Mekatta Selatan atas prakarsa dari ibu Desa mensukseskan kegiatan Pemberdayaan UMKM melalui Strategi Pemasaran dan Diversifikasi Produk Tahap pelaksanaan Pelaksanaan dilakukan sesuai dengan persiapan-persiapan yang telah dirapatkan bersama anggota Kuliah Kerja Nyata (KKN) beserta pembimbing lapangan dengan menghadirkan pakar diversifikasi produk, pelaksanaan kegiatan ditentukan sesuai dengan time schedule Tahap Evaluasi Setelah pelaksanaan dilakukan, tahapan evaluasi menjadi penting guna mengetahui keberhasilan kegiatan dan menjadi alat ukur bagi mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) untuk pelaksanaan kegiatan-kegiatan pemberdayaan masharakat berikutnya. Tahap Pendampingan Pendampingan dilakukan untuk menjamin keberhaslian dan kebermanfaatan kegiatan, pendampingan akan berlangsung selama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) berada pada lokasi KKN hingga kegiatan berakhir, dan menjadi bahan pelaporan untuk diketahui oleh pemerintah Desa Mekatta Selatan dan Universitas Muhammadiyah Mamuju sebagai dasar kegiatan yang berkelanjutan dimasa yang akan datang. Dokumentasi Kegiatan Pemberdayaan UMKM melalui Strategi Pemasaran dan Diversifikasi Produk di Desa Mekatta Selatan Kecamatan Malunda Kabupaten Majene Provinsi Sulawsi Barat. Gambar 2. Kegiatan dibuka secara langsung oleh ibu Desa Mekatta Selatan Kecamatan Malunda a. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Mei 2025 Keterangan gambar : Pelaksanaan kegiatan sosialisasi perberdayaan UMKM melalui Strategi Pemasaran dan Diversifikasi Produk. Gambar 3. Kegiatan Pelatihan Strategi Pemasaran Bagi Pelaku UMKM Perempuan Desa Mekatta Keterangan gambar : Pemaparan materi strategi pemasaran produk UMKM dan kegiatan praktek diversifikasi produk pisang gareng kipas krispi dan olahan ikan menjadi produk Nugget ikan Hasil Dan Pembahasan Kegiatan pemberdayaan UMKM yang dilakukan dengan fokus pada strategi pemasaran dan diversifikasi produk memberikan dampak positif yang signifikan terhadap pelaku Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) Perempuan Desa Mekatta Selatan Kecamatan Malunda Kabupaten Majene Provinsi Sulawsi Barat. Berdasarkan hasil pelaksanaan kegiatan Pemberdayaan UMKM melalui Strategi Pemasaran dan Diversifikasi Produk, beberapa temuan penting, diantaranya : Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Pelaku UMKM Para pelaku UMKM menunjukkan peningkatan pemahaman terhadap pentingnya strategi pemasaran yang efektif, seperti pemanfaatan media sosial, pembuatan konten digital, dan penggunaan marketplace. Pelatihan diberikan mengenai digital marketing, branding, dan customer engagement yang dapat membantu pelaku usaha UMKM membangun citra usaha dan produk dimata konsumen. Diversifikasi Produk yang Meningkatkan Daya Saing Melalui sesi pelatihan dan diskusi kelompok, pelaku UMKM terdorong untuk melakukan inovasi pada produk mereka, baik dari segi varian rasa, kemasan, maupun jenis produk baru, melalui diversifikasi produk bertujuan bagi pelaku UMKM menjangkau pasar yang lebih luas dan menyesuaikan dengan kebutuhan konsumen yang dinamis. Hantangan dan Hambatan Meski terjadi kemajuan dalam kegiatan pemberdayaan UMKM melalui strategi pemasaran dan diversifikasi produk, beberapa tantangan tetap dihadapi, seperti keterbatasan modal untuk pengembangan produk baru, rendahnya literasi digital bagi sebagian peserta, serta a. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Mei 2025 keterbatasan waktu karena pelaku UMKM masih terlibat langsung dalam operasional usaha. Hal ini menunjukkan perlunya pendampingan berkelanjutan pasca pelatihan. KESIMPULAN Pemberdayaan UMKM melalui strategi pemasaran dan diversifikasi produk dapat menjadi langkah efektif dalam meningkatkan daya saing, pendapatan, dan keberlanjutan usaha UMKM Perempuan di Desa Mekatta Selatan Kecamatan Malunda Kabupaten Majene Provinsi Sulawsi Barat. Strategi pemasaran yang tepat, baik secara digital maupun konvensional, dianggap mampu membantu pelaku UMKM menjangkau pasar yang lebih luas dan memperkuat keragaman produk. Sementara itu, diversifikasi produk memungkinkan pelaku UMKM menyesuaikan diri dengan perubahan kebutuhan pasar, mengurangi risiko ketergantungan pada satu produk, dan menciptakan nilai tambah produk. Dengan kombinasi strategi pemasaran dan diversifikasi produk, pelaku UMKM diharapkan dapat tumbuh lebih adaptif, inovatif, dan mampu bersaing di tengah dinamika perubahan perilaku konsumen yang dinamis dengan ekonomi yang terus berubah. Saran