Journal of Agritech Science. Vol 9 No 1. Mei 2025 JENIS KARUNG PENGEMAS DAN PENGARUHNYA TERHADAP KUALITAS SORGUM (Sorghum bicolor L. ) PASCAPANEN (Type of Packaging Bags and their Impacts on the Post-Harvest Quality of Sorghum (Sorghum bicolor L. Sakinah Ahyani Dahlan1*. Widya Rahmawaty Saman1 Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan. Fakultas Pertanian. Universitas Negeri Gorontalo. Jl. Prof. Ing. Habibie. Moutong. Kec. Tilongkabila. Kabupaten Bone Bolango. Gorontalo, 96119 *email: sakinahdahlan@ung. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis kemasan karung terhadap lama penyimpanan biji sorgum pada tahapan proses pascapanen sorgum (Sorghum bicolor L. Proses penyimpanan merupakan tahapan yang penting dalam menentukan kualitas biji sorghum hingga tiba ke konsumen. Sebab, pada tahapan tersebut resiko adanya infestasi cendawan sangat besar diakibatkan oleh kondisi lingkungan penyimpanan yang diantaranya adalah kemasan yang digunakan saat penyimpanan. Pada penelitian ini dilakukan identifikasi jenis cendawan yang dikenal dengan cendawan gudang yakni dari jenis Aspergillus sp. yang diisolasi langsung dari biji sorghum kering. Metode yang digunakan pada penelitian adalah metode deskrpitif dan dianalisa menggunakan SPSS Descriptive. Cendawan dari kelompok Aspergillus sp. ditemukan pada seluruh sampel sorgum yang hal ini berarti jenis kemasan yang digunakan tidak dapat melindungi biji sorgum saat penyimpanan Kata kunci: cendawan. ABSTRACT The primary objective of this study is to explore how different packaging bag types affect the storage duration of sorghum seeds during the post-harvest phase of sorghum (Sorghum bicolor L. The storage process plays a pivotal role in determining the quality of sorghum seeds until they are ultimately This significance arises from the heightened risk of fungal infestation during this stage, primarily influenced by storage conditions, including the type of packaging utilized. The research involves identifying fungi, specifically belonging to the Aspergillus sp. group, known for their association with storage fungi. These fungi were directly isolated from dried sorghum seeds. The study follows a descriptive methodology, and data analysis is performed using SPSS Descriptive. The presence of fungi from the Aspergillus sp. group in all sorghum samples suggests that the chosen packaging was ineffective in safeguarding the sorghum seeds during storage. Keywords: fungi. post-harvest. PENDAHULUAN Tahap kehilangan hasil . dari segi kualitas maupun kuantitas, diantaranya yakni infestasi komoditi pertanian sangat penting dalam cendawan pascapanen dari beberapa jenis menentukan hasil akhir produk tersebut seperti Aspergillus flavus dan Aspergillus sebelum tiba pada konsumen. Penyimpanan niger (Prasetia et al. , 2. Cendawan ini atau penggudangan bahan pertanian memiliki dikenal sebagai cendawan yang menyerang Journal of Agritech Science. Vol 9 No 1. Mei 2025 komoditas pertanian terutama pada tahap cukup tinggi (Wang et al. , 2. Sebagian penyimpanan atau penggudangan. Cendawan besar penelitian yang telah dilakukan masih ini dapat menghasilkan metabolit sekunder menggunakan sampel berupa biji kakao kering (SADIAH, 2. , biji jagung (S et al. aflatoksin yang menyebabkan penyakit yang 2. , kacang tanah (Mikasari et al. , 2. serius seperti kanker apabila terkonsumsi dan jenis serealia lainnya. Sehingga sejalan dalam jumlah tertentu (Mandap et al. , 2. dengan upaya Al-Hindi dkk . menyatakan kehadiran pascapanen sorghum membutuhkan perhatian khusus terutama dalam menekan terjadinya Aspergillus flavus dan A. parasiticus menjadi kehilangan hasil akibat serangan cendawan. ancaman besar bagi kesehatan manusia. Penelitian yakni bersifat hepatotoksin dan karsinogen pemilihan kemasan yang optimal untuk yang berasal Kehadiran penyimpanan sorghum. Pada kesehatan, terutama di negara-negara benua Asia dan Afrika (Gashgari et al. , 2. Kaburi et al. , 2. menyatakan dalam penyimpanan tidak terlalu dingin karena penelitiannya bahwa pengaruh kontaminasi aflatoksin berpengaruh besar pada kesehatan, pendapatan petani maupun industri, hingga . ilengkapi dengan ventilasi yang memada. , ke kehilangan pascapanen. biji sorghum tidak diletakkan langsung di Komoditi atas permukaan lantai ruangan serta tidak terhadap kerusakan saat penyimpanan. Hal pula menyentuh dinding dan langit-langit tersebut dapat disebabkan oleh pengeringan ruang penyimpanan. Karung penyimpanan yang belum sempurna sehingga kadar air bahan masih cukup tinggi pada saat produk dapat melindungi sorgum dari serangan hama tersebut disimpan. Salah satu jenis serealia yang saat ini sedang dikembangkan di Indonesia Gorontalo menentukan kualitas bahan yang disimpan adalah Sorghum. Kandungan gizi sorghum karena berhubungan dengan permeabilitas hampir setara dengan beras, dengan nilai protein sebesar 9-12% juga asam amino yang menentukan efektivitas penggunaan karung Jenis Penelitian Journal of Agritech Science. Vol 9 No 1. Mei 2025 penyimpanan biji sorgum setelah pemanenan cendawan, yakni aquades, media PDA (Potato Dextrose Aga. , dan alkohol. sehingga dapat menjadi rujukan dalam pengolahan pascapanen sorghum mengingat Prosedur dan Analisis Data (S et al. , 2. beberapa penelitian . Penelitian persiapan bahan berupa biji sorgum kering yang diperoleh dari lahan sorgum dengan METODE PENELITIAN terlebih dahulu melakukan panen, dilanjutkan desktrptif dengan lama penyimpanan biji dengan pengeringan sorgum yang masih Selama melekat pada malai sorgum, kemudian penyimpanan dilakukan pengujian terhadap perontokan untuk memisahkan biji sorgum infestasi cendawan berupa Aspergillus sp. dari malai, penyosohan uyang bertujuan bulan ke empat. untuk melepas kulit pelindung biji sorgum. Penelitian sorgum pada suhu dan kelembaban ruang. Alat dan Bahan Alat yang digunakan pada penelitian Variabel yang diamati pada penelitian ini antara lain karung untuk pengemasan biji adalah nilai susut bobot biji sorgum, nilai sorghum, pallet kayu untuk meletakkan biji kadar air, serta nilai infestasi Aspergillus sp. Data pengujian kadar air biji sorghum, alat Microsoft Excel dengan metode deskriptif. penyimpanan, serta alat tulis. Sedangkan alat HASIL DAN PEMBAHASAN yang digunakan untuk identifikasi jenis Nilai Susut Bobot cendawan diantaranya adalah autoclave. Susut bobot merupakan hal yang aluminium foil, kapas, cawan petri, laba lumrah terjadi pada bahan hasil pertanian. Erlenmeyer, beker glass, lampu Bunsen, dan Susut bobot atau kehilangan hasil dapat ruang isolasi . aminary air flo. Sedangkan diidentifikasi diantaranya melalui penurunan bahan yang digunakan adalah biji sorghum berat maupun penurunan nilai kadar air dari yang belum disosoh diperoleh dari Balai produk pertanian. Kehilangan hasil ini tidak Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) dapat dihindari terutama setelah produk Gorontalo, serta isolat cendawan Fusarium dipanen, karena banyak faktor yang dapat dan Aspergillus sp. Adapun bahan lainnya adalah bahan yang digunakan dalam isolasi diantaranya adalah metode pemanenan yang Journal of Agritech Science. Vol 9 No 1. Mei 2025 dilakukan maupun alat atau mesin yang adalah penurunan kualitas dan kuantitas dari digunakan saat pemanenan, cara menumpuk sorgum saat penyimpanan. Biji sorgum yang hasil panen saat di lahan, moda transportasi yang digunakan, hingga kemasan, dan ruang perontokan ini bertujuan untuk menghasilkan menyimpan hasil pertanian. Penelitian yang biji sorgum tanpa malai sehingga dapat dilakukan oleh (Purnomo et al. , 2. menyatakan terjadi susut bobot pada kentang Tahapan perontokan ini menghasilkan bobot sebesar 28,41% setiap dua minggu selama 70 hari penyimpanan. Tahapan Tahapan Penelitian menghasilkan grafik susut penyosohan, yakni membuang kulit luar yang bobot sorgum (Gambar . yang diperoleh menyelubungi biji sorgum. Pada tahapan ini dari menghitung bobot atau berat sorgum dihasilkan bobot akhir sebesar 46,07 kg. pada setiap tahapan pascapanen sorgum. Setelah penyosohan, tahapan selanjutnya Bobot awal sorgum yang dihasilkan saat yakni mengemas biji sorgum pada kemasan panen adalah 102,44 kg. Bobot tersebut dihasilkan berdasarkan pemanenan sorgum kelelmbaban ruang. yang ditanam pada lahan seluas kurang lebih 210 m2. Bobot awal ini merupakan bobot sorgum hasil panen yang masih melekat pada malai sorgum dan masih terbungkus dengan Secara pengeringan sorgum masih menggunakan cahaya matahari, karena metode ini yang Gambar 1. Grafik Nilai Susut Bobot pada Pascapanen Sorgum Var. Numbu membutuhkan teknologi dengan biaya besar. Bobot akhir yang dihasilkan pada tahapan pengeringan ini adalah 75,83 kg. Tanpa tahapan pengeringan, maka nilai kadar air sorgum terlalu tinggi sehingga cendawan saat penyimpanan yang akibatnya Besarnya nilai presentase susut bobot pada sorgum di setiap tahapan pascapanen dapat terjadi akibat beberapa faktor, yang diantaranya adalah penanganan pascapanen itu sendiri yang dinilai kurang memadai, kondisi mesin yang digunakan, hingga kerusakan akibat faktor lingkungan yang Journal of Agritech Science. Vol 9 No 1. Mei 2025 dapat disebabkan oleh hama dan cendawan. akan maksimal. Waktu panen yang lama Food and Agriculture Organization (FAO, akan mengakibatkan produk terlalu lama 1. mensyaratkan susut bobot pada produk berada di lahan sehingga akan terjadi serealia lebih khusus produk jagung adalah penurunan mutu yang cepat akibat suhu dan sebesar 2%. Angka tersebut sangat jauh di kelembaban di lahan. Di beberapa negara bawah dari hasil penelitian. Mengingat maju, pemanenan sorgum dilakukan dengan sorgum merupakan produk yang masih dalam secara hybrid atau menggabungkan antara mesin dengan tenaga manusia sehingga dapat Gorontalo, menurunkan presentasi kehilangan hasil. terjadinya susut bobot yang tinggi pada Sedangkan sorgum dengan kadar air atau pascapanen sorgum. umur panen yang belum tepat akan dilakukan Secara keseluruhan, kehilangan hasil penanganan yang lebih dibandingkan dengan . usut bobot dan susut mut. dapat terjadi sorgum dengan umur panen yang sesuai. mulai saat kegiatan panen hingga produk tiba Mengurangi kehilangan hasil pada komoditi di tangan konsumen. Hal ini akan tetap melainkan dapat diminimalisir melalui cara sehingga mengefisiensi penggunaan sumber atau metode dan teknologi yang digunakan. Sehingga, dengan demikian tidak akan terjadi berkembang (Hengsdijk & de Boer, 2. inefisiensi saat panen hingga pengolahan Sedangkan, kehilangan hasil pascapanen negara-negara dengan efisiensi, baik dari segi waktu, tenaga dipengaruhi oleh sifat komoditi tersebut, kerja, biaya, hingga teknologi. Selain itu, tingginya kehilangan hasil atau susut bobot dapat diakibatkan oleh cara pemanenan dan penentuan umur panen. Pemanenan manual (Teferra, (Sutrisno. Secara 2. , tahapan pascapanen pengeringan dan mengakibatkan waktu tunggu di lahan. penyosohan merupakan titik kritis yang Waktu tunggu inilah yang dapat membuka saling terkait. Sedangkan berdasarkan hasil peluang kehilangan hasil akibat adanya hama penelitian yang dilakukan oleh FAO yang maupun binatang lainnya. Suatu produk bekerjasama dengan Investing in Rural pertanian harus dipanen saat pada umur People panen yang optimal, sehingga hasil panen Programme World Kenya. Food Journal of Agritech Science. Vol 9 No 1. Mei 2025 bahwasannya titik kritis pada pascapanen dilakukan pengeringan selama 4 hari pada sorgum ada di tahapan pemanenan . ,4%), biji sorgum yang masih melekat pada malai . ebelum pengolahan . ,02%), perontokan . ,47%). Pengeringan dilakukan selama 4 hari dengan dan pengangkutan dari gudang penyimpanan alasan kadar air telah mencapai kondisi hingga ke tempat pemasaran . ,3%). Nilai kadar air yang aman untuk penyimpanan adalah 10 Ae 12%. Sehingga. Nilai Kadar Air Komoditi serealia merupakan komoditi penelitian ini sudah memenuhi standar nilai pertanian yang kualitas akhirnya sangat kadar air sebelum penyimpanan. Penetapan ditentukan oleh nilai kadar air. Kadar air angka tersebut oleh FAO . , ditujukan yang tinggi dapat menyebabkan turunnya cendawan/jamur kerusakan lainnya. Sedangkan, kadar air menghasilkan mycotoxin sebagai metabolit yang terlalu rendah akan mengakibatkan sekunder yakni golongan Aspergillus sp. kerusakan berupa kondisi produk yang pecah untuk mencegah serangan hama gudang, dan sehingga berakibat pada nilai jual produk. Maka dibutuhkan nilai kadar air yang penyimpanan, kadar air bahan seharusnya optimal untuk komoditi ini. SNI . mensyaratkan kadar air maksimal untuk cendawan gudang. Nilai kadar air yang penyimpanan yang dilakukan dengan kadari sangat besar kemungkinan untuk menjadi air lebih atau kurang dari standar tersebut tidak diperbolehkan. Namun, untuk beberapa penyimpanan adalah di atas 15% dengan kasus sorgum dan produk serealia lainnya suhu penyimpanan 24 CC. masih memungkinkan untuk penyimpanan pada kadar air senilai C 13%. Pada penelitian ini dihasilkan nilai Saat Penyimpanan bahan hasil pertanian, terutama serealia dalam hal ini sorgum, memiliki beberapa manfaat atau tujuan, yang kadar air biji sorgum kering 10,64% yang disimpan pada kemasan karung goni (KG) perlindungan terhadap kondisi iklim atau dan 12,78% dengan kemasan karung plastic cuaca yang dinamik, mencegah kontaminasi (KP). Nilai kadar air ini diperoleh setelah dari benda asing, mencegah perkecambahan Journal of Agritech Science. Vol 9 No 1. Mei 2025 biji, serta infestasi cendawan dan hama. Sehingga, penyimpanan komoditi pertanian (Shukla et dipastikan lingkungan penyimpanan berish , 2. Kebanyakan, tingkat dan frekuensi dan dalam kondisi yang baik. Kadar air yang aflatoksin lebih sering ditemukan pada komoditi yang tumbuh di wilayah dengan iklim panas dan semakin meningkat seiring dengan kekeringan yang berlangsung lama Aspergillus sp. yang seringkali ditemukan terutama akibat suhu tinggi (Hamidou et al. pada produk serealia, sehingga penyimpanan ini harus ditunjang oleh suhu dan RH ruang Cendawan gudang merupakan label yang optimum. Menurut (Christensen et al. atau istilah untuk cendawan yang seringkali 1. , kadar air bahan akan selalu dalam ditemukan pada produk pertanian berupa kondisi setimbang apabila ditunjang dengan serealia selama penyimpanan. Cendawan ini suhu dan kelembaban ruang yang optimum di dalam ruang penyimpanan. Penicillium sp. , hingga Aspergillus sp. Cendawan Nilai Infestasi Cendawan Aspergillus sp. Produk serealia merupakan komoditi Fusarium disimpan dengan kondisi kadar air tinggi, maupun produk yang disimpan pada suhu. Hal tersebut dikarenakan produk dan kelembaban yang tinggi. Cendawan pada ini merupakan produk dengan umur simpan golongan ini selain dapat meningkatkan yang lama, sehingga memungkinkan untuk kehilangan hasil, dapat juga menghasilkan terjadi kerusakan fisik yang disebabkan oleh metabolit sekunder yang bersifat racun. faktor lingkungan penyimpanannya. Salah Metabolit ini yang umum dikenal dengan satu faktor yang sangat berperan dalam mycotoxins . Smith et al. , . kerusakan ini adalah infestasi cendawan pada menyatakan bahwa mikotoksin merupakan produk serealia. Sorgum tidak luput dari metabolit sekunder yang dihasilkan oleh Penyimpanan mulai dari lahan hingga penyimpanan. Mikotoksin ini bersifat racun yang berbahaya dalam hal kemasan yang digunakan, suhu bagi kesehatan manusia maupun ternak yang ruang (T), dan kelembaban relatif (RH). mengonsumsi produk yang terkontaminasi. Cendawan dari genus Aspergillus Pada penelitian ini, seluruh sampel sorgum Penicillium cenderung lebih mudah untuk yang disimpan pada suhu ruang dalam Journal of Agritech Science. Vol 9 No 1. Mei 2025 kemasan karung plastic (KP) maupun karung Tabel 1. Hasil analisis infestasi cendawan goni (KG) terkontaminasi oleh Aspergillus Aspergillus sp. pada sampel biji sorgum dengan total infestasi 100%. Hasil Analisa Penelitian yang dilakukan oleh Dahlan et al. , . , menghasilkan data berupa Sam Macam infestasi cendawan Aspergillus khususnya Analisa War Kolo Aspergillus flavus pada sampel berupa biji Hijau Mud Aspergillus sp. pada keadaan Genus Identifi Hijau Mud dengan aflatoksin (AF. juga dapat berpendar Genus pada cahaya UV dengan panjang gelombang Identifi Hijau Mud menyatakan bahwa selain proses penanganan Genus pascapanen itu sendiri, faktor lain yang dapat Identifi Hijau Mud adalah biodeteriorasi dari organisme berupa Genus hama, rodensia, burung, jamur, dan cendwan. Identifi Hijau Mud menyebabkan deteriorasi atau penurunan Genus mutu pada bahan hasil pertanian. Cendawan Identifi Hijau Mud Genus CCD 352 nm (Sakinah et al. , 2. Hodges . menyebabkan kehilangan hasil . ood losse. Cendawan . KG1 sekunder yang bersifat toksik dan dikenal ini dikenal dengan istilah cendawan gudang, karena cendawan ini seringkali dijumpai (%) Identifi Terce Genus pala kering yang teridentifikasi secara visual Biji KG2 KG3 KP1 KP2 KP3 Aspergil lus sp. Aspergil lus sp. Aspergil lus sp. Aspergil lus sp. Aspergil lus sp. Aspergil lus sp. dalam jumlah besar pada tahap penyimpanan, salah satu dari jenis cendawan yang dapat Penanganan terhadap kerusakan yang dijumpai pada produk seralia adalah dari golongan Aspergillus sp. yakni Aspergillus flavus dan Aspergillus niger. Tindakan dilakukan saat sebelum panen adalah dengan meningkatkan kemampuan tanaman dalam melawan infestasi cendawan sehingga dapat Journal of Agritech Science. Vol 9 No 1. Mei 2025 pula mencegah produksi aflatoksin dari tersebut maka petani akan lebih hati-hati tanaman maupun rekayasa genetika yang dalam melakukan penanganan. Sehingga tidak berimplikasi pada manusia. Beberapa petani harus diberikan masukan berupa negara maju seperti Tiongkok dan Australia informasi mengenai aflatoksin dan bahaya telah menerapkan tindakan preventif ini pada tanaman kapas, jagung, dan serealia lainnya, kesadaran bagi petani. yakni dengan melakukan pengendalian hayati menggunakan isolate Aspergillus flavus non- Kesimpulan toksigenik yang dinilai telah efektif untuk Kehilangan bobot tertinggi terjadi pada mencegah infestasi Aspergillus flavus bahkan tahapan penyosohan biji sorgum, yakni hingga perlakukan pascapanen, namun hal ini belum terbukti secara konsisten (World penelitian ini terinfestasi cendawan jenis Health Organization, 2. Sedangkan. Aspergillus sp. sebanyak 100% atau secara untuk tindakan pascapanen itu sendiri dapat keseluruhan sehingga biji sorgum tidak lagi ditempuh dengan melakukan penyimpanan dapat dikonsumsi. 32,25%. Penyimpanan atau penggudangan produk dalam kondisi lingkungan yang memadai yakni suhu. Ucapan Terima Kasih Terima Sebab, faktor-faktor tersebut Lembaga Penelitian menjadi pemicu terjadinya kontaminasi oleh Masyarakat (LPPM) Universitas Bahan Negeri Gorontalo atas pendanaan yang bersumber Aspergillus dari DIPA-UNG pada program Penelitian Dosen bersifat racun bagi tubuh. Petani memegang peran penting dalam penanganan awal pertanian. Kaburi et al. menyatakan bahwa kesadaran dan pengetahuan petani mengenai Pengabdian mengendalikan aflatoksin. Ketika petani Pemula B/668/UN47. D1/PT. 03/2023. Daftar Pustaka