TANGIBLE JOURNAL VOL. NO. JUNI 2025. HAL. Determinan Audit delay pada Perusahaan Sektor Perbankan di Indonesia Rizky Annisa1. Riza Praditha2 1,2STIE Tri Dharma Nusantara. Makassar. Sulawesi Selatan. Indonesia rzkyannisa17@gmail. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi audit delay perusahaan perbankan di Indonesia. Faktor-faktor yang digunakan adalah ukuran perusahaan, leverage, dan reputasi auditor. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif melalui analisis regresi linear berganda pada 204 data perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama tahun pengamatan 2018-2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh negatif terhadap audit delay sedangkan leverage justru memberikan pengaruh positif terhadap audit delay. Berbeda pada reputasi auditor yang terbukti tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap audit delay perusahaan perbankan di Indonesia. Volume 10 Nomor 1 Halaman 10-19 Makassar. Juni 2025 p-ISSN 2528-3073 e-ISSN 24656-4505 Tanggal masuk 22 April 2025 Tanggal diterima 10 Mei 2025 Tanggal dipublikasi 1 Juni 2025 Kata kunci : ABSTRACT This study aims to analyze the factors that influence audit delays in banking companies in Indonesia. The factors used are company size, leverage, and auditor reputation. This study uses a quantitative approach through multiple linear regression analysis on 204 banking company data listed on the Indonesia Stock Exchange during the observation year 2018-2023. The study results indicate that company size hurts audit delay while leverage positively affects audit delay. This is different from auditor reputation, which has been proven to have no significant effect on audit delays in banking companies in Indonesia. Audit delay. Ukuran perusahaan. Leverage. Reputasi Auditor. Perbankan Keywords : Audit delay. Firm size. Leverage. AuditorAos reputation. Banking Mengutip artikel ini sebagai : Annisa. dan Praditha. Determinan Audit delay pada Perusahaan Sektor Perbankan di Indonesia. Tangible Jurnal. Vol. No. Juni 2025. Hal. https://doi. org/10. 53654/tangible. PENDAHULUAN Latar Belakang Persaingan bisnis memaksa perusahaan untuk aktif mecari pendanaan dari luar. Banyak perusahaan yang memilih untuk melakukan initial public offering (IPO) demi menjadi perusahaan go public agar dapat menawarkan sahamnya kepada masyarakat guna memperoleh modal tambahan (Witono & Yanti, 2. Meski demikian, semakin besar kekuatan modal perusahaan justru resiko keuangan yang dihadapi juga semakin besar sehingga dibutuhkan peran akuntan untuk mendukung kebutuhan pengelolaan dan pengauditan laporan keuangan perusahaan. Audit laporan keuangan sendiri dipercayakan pada akutan publik yang dianggap memiliki independensi yang kuat atas pendapat dan kewajaran laporan keuangan suatu entitas. Laporan keuangan menjadi sebuah bentuk tanggung jawab keuangan perusahaan pada stakeholder (Ardianingsih, 2. Laporan keuangan yang baik mampu menyajikan informasi relevan kepada pihak internal dan eksternal guna mendukung proses pengambilan keputusan keuangan (Praditha, 2. Bagi TANGIBLE JOURNAL VOL. NO. JUNI 2025. HAL. perusahaan yang telah Go Public dan telah terdaftar di Bursa Efek Indonesia berkewajiban untuk menyampaikan laporan keuangannya kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang bertugas untuk mengawasi setiap kondisi perusahaan yang telah Go Public. Laporan keuangan berkala disertai dengan laporan akuntan harus disampaikan selambat-lambatnya pada akhir bulan ketiga . setelah tanggal laporan keuangan tahunan. Apabila suatu perusahaan tidak menyampaikan laporan keuangan secara tepat waktu akan diberikan sanksi berupa sanksi administratif, seperti peringatan tertulis, denda, pembatasan kegiatan usaha, pembekuan kegiatan usaha, pencabutan izin usaha, pembatalan persetujuan dan pembatalan pendaftaran. Hal ini diatur dalam peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor 29/POJK. 04/2016. Ketepatan waktu dalam penyajian laporan keuangan tergantung pada waktu kerja auditor dalam melakukan audit. Keterlambatan waktu dalam proses audit dinamakan audit delay yang berpengaruh pada nilai dari laporan keuangan itu sendiri dimana akan merugikan para stakeholder oleh karena ketimpangan informasi di pasar modal (Putri dkk. , 2. Auditor membutuhkan waktu dalam menyelesaikan audit yang pada akhirnya mempengaruhi waktu penyajian laporan keuangan kepada publik (Putri dkk, 2. Waktu yang diperlukan auditor untuk menyelesaikan laporan audit disebut audit delay. Hal ini bisa dilihat dari selisih waktu antara tanggal laporan audit dan tanggal laporan keuangan (Christiane dkk, 2. Ukuran perusahaan, leverage dan reputasi auditor adalah beberapa faktor yang dapat menyebabkan audit tertunda. Ukuran perusahaan direpresentasikan oleh besarnya aset yang dimiliki Nilai aset yang tinggi akan memberikan durasi audit yang lebih singkat dikarenakan tuntutan atas pengawasan yang lebih ketat dari para stakeholder (Putri. Pradiva & Adi, 2021 dan Putri dkk. , 2. Meski demikian, beberapa peneliti sebelumnya menunjukkan bahwa besar atau kecilnya perusahaan tidak akan mempengaruhi keterlambatan pengauditan sebab kedua skala perusahaan tetap memiliki prioritas dan tekanan yang sama dalam hal pelaporan keuangan (Ananda dkk, 2021 dan Christine dkk. , 2. Leverage merupakan rasio keuangan yang menunjukkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban atas aset yang dimilikinya. Kewajiban . yang berlebihan dapat menimbulkan resiko bisnis yang lebih tinggi sehingga proses audit juga membutuhkan waktu yang lebih lama (Saputra & Arrozi, 2. Namun, ada kalanya besaran utang juga tidak berdampak signifikan terhadap keterlambatan audit laporan keuangan (Aprilly & Nursasi, 2021. Damanik dkk. , 2. Oleh karena itu, leverage tidak dianggap tidak dapat menjadi acuan utama dalam terjadinya keterlambatan laporan audit. Reputasi audtor merupakan citra auditor terkait kualitas audit yang dihasilkan (Sari & Nisa, 2. Auditor terkelompok menjadi dua yakni auditor yang ada pada kantor akuntan publik yang terafiliasi Big Four dan tidak. Auditor yang terafiliasi oleh Big Four dianggap memiliki reputasi yang baik sehingga mampu memberikan waktu pelaporan yang lebih singkat (Putri dkk. , 2. Meski demikian ada kalanya auditor yang tidak terafiliasi pun memberikan kinerja yang baik sehingga tidak terdapat perbedaan signifikan antar keduanya. Auditor yang terafiliasi dengan big four maupun tidak, sama-sama berusaha menunjukkan kinerja auadit yang maksimal yang mana salah satunya adalah dengan memberikan pelaporan tepat waktu. Oleh karenanya reputasi auditor tidak selalu memberikan pengaruh terhadap ketepatan waktu pelaporan audit keuangan (Niditia & pertiwi, 2. Berdasarkan latar belakang masalah dan adanya dukungan gap research, penelitian ini menjadi menarik diteliti kembali mengingat ketepatan waktu pelaporan keuangan merupakan mandatori bagi perusahaan go public dan berdampak besar pada reputasi perusahaan dan auditor secara khusus. TANGIBLE JOURNAL VOL. NO. JUNI 2025. HAL. Kajian Teori dan Rumusan Hipotesis Hubungan ukuran perusahaan dan audit delay Teori keagenan dalam menggambarkan hubungan ukuran perusahaan terhadap audit delay dikaji melalui peran manajemen . pada perusahaan besar cenderung melaksanakan tanggung jawabnya dalam mengelola aset perusahaan dan menyusun laporan keuangan untuk pemegang saham . secara tepat waktu. Laporan keuangan tersebut memberikan kepercayaan kepada prinsipal terhadap tata kelola perusahaan yang telah dijalankan oleh agen dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya (Utami dkk, 2. Audit yang tepat waktu menunjukkan bahwa perusahaan tersebut memiliki manajemen yang baik, pengendalian internal yang efektif dan tidak ada masalah besar dalam laporan keuangannya (Niditia & Pertiwi. Sedangkan dalam konteks teori sinyal, laporan keuangan yang diterbitkan tepat waktu memberikan sinyal penting kepada para pengguna laporan keuangan yang dapat menjadi sumber informasi yang berguna bagi investor dalam proses pengambilan keputusan (Utami dkk, 2. Umumnya, perusahaan yang berskala besar memiliki audit delay yang lebih singkat, sementara perusahaan yang kecil memiliki audit delay yang panjang. Karena perusahaan besar sering kali dianggap lebih mapan, stabil dan memiliki sumber daya lebih dibandingkan perusahaan kecil. Selain itu, semakin besar sebuah perusahaan, semakin banyak pula masyarakat atau pihak berkepentingan yang tertarik dengan aktivitas atau operasional perusahaan tersebut. Akibatnya, perusahaan besar cenderung memberikan tekanan lebih besar kepada auditor untuk mempercepat dan menyelesaikan audit tepat waktu (Ananda dkk, 2. Sama halnya dengan kajian yang dilakukan oleh Putri dkk, . yang menyatakan bahwa pelaporan audit pada perusahaan besar akan dilakukan lebih cepat karena adanya tanggung jawab publik yang mengharuskan pelaporan dilakukan tepat waktu, sehingga keterlambatan yang terjadi akan lebih kecil (Sulistiawati & Amyar, 2022. Ananda dkk. , 2021. Niditia & Pertiwi, 2021. Witono & Yanti, 2. Berdasarkan penjelasan diatas, hipotesis pada penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut: H1: Ukuran perusahaan berpengaruh negatif terhadap audit delay. Hubungan leverage dan audit delay Leverage adalah rasio yang menggambarkan bagaimana suatu perusahaan dibiayai dengan hutang. Berdasarkan teori keagenan yaitu leverage yang merujuk pada penggunaan utang untuk mendanai kegiatan perusahaan, sehingga dalam hal ini keputusan yang tepat dari pihak manajemen dapat memberikan dampak positif bagi perusahaan dalam menghindari risiko keuangan yang sulit, karena utang besar dapat membuat proses audit semakin lama atau delay (Christiane dkk, 2. Oleh karena itu sebaiknya perusahaan mempertimbangkan jumlah hutang yang diambil dan sumbersumber yang digunakan untuk membayar hutang tersebut (Fahmi, 2. Apabila semakin tinggi tingkat leverage suatu entitas, semakin besar pula risiko bisnis yang Sehingga kondisi ini mendorong manajemen untuk menunda penyampaian informasi kepada investor dan pihak terkait lainnya (Ananda dkk, 2. Berdasarkan teori sinyal, leverage adalah salah satu aspek yang dipertimbangkan oleh pengguna laporan keuangan dalam mengevaluasi kinerja Tingginya leverage mengindikasikan bahwa perusahaan memiliki beban utang yang besar, sehingga risiko kerugian juga meningkat. Kondisi ini dapat memberikan sinyal negatif bagi investor, sehingga perusahaan cenderung menunda penyampaian laporan keuangannya (Christiane dkk, 2022. Suminar dkk. , 2022. Pinasthi & Nurbaiti . Dengan demikian, hipotesis pada penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut: H2: Leverage berpengaruh positif terhadap audit delay. TANGIBLE JOURNAL VOL. NO. JUNI 2025. HAL. Hubungan reputasi auditor dan audit delay Reputasi erat kaitannya dengan kepercayaan pengguna. Kantor akuntan publik ternama didunia didominasi oleh The Big Four. KAP The Big Four memiliki sumber daya yang lebih termasuk kompetensi, keahlian dan kemampuan auditor, serta segala fasilitas, prosedur dan sistem yang lebih memadai dibanding KAP lainnya (Ardianingsih, 2. Dengan demikian, perusahaan yang diaudit oleh The Big Four cenderung tepat waktu dalam menyampaikan laporan keuangannya karena memiliki dorongan yang lebih besar untuk menyelesaikan tugas auditnya demi menjaga reputasinya (Sari & Nisa, 2. Berdasarkan teori keagenan, korelasi antara teori keagenan dan reputasi auditor dapat dijelaskan melalui konsep asimetri informasi dan pengelolaan konflik kepentingan antara prinsipal . emilik/investo. dan agen . yaitu kondisi di mana agen memiliki lebih banyak informasi daripada prinsipal. Untuk mengurangi asimetri informasi, prinsipal memerlukan pengendalian terhadap kinerja manajemen yang dapat meningkatkan kepercayaan pada laporan keuangan, salah satunya adalah melalui audit eksternal. Sehingga dengan memilih auditor bereputasi baik, dapat meningkatkan efektivitas pengendalian terhadap perilaku manajemen . serta dapat memberikan keyakinan kepada prinsipal bahwa laporan keuangan telah diaudit dengan standar yang tinggi sehingga mengurangi terjadinya audit delay (Christiane dkk, 2. Berdasarkan teori sinyal, reputasi auditor yang baik menjadi sinyal positif bagi pemangku kepentingan mengenai keandalan dan kualitas laporan keuangan Auditor bereputasi baik cenderung lebih efisien dalam melaksanakan proses audit, sehingga dapat mengurangi kemungkinan terjadinya keterlambatan (Utami dkk. , 2023. Sari & Nisa, 2022. Siaahan & Andayani, 2021. Clarisa & Pangerapan, 2. Hipotesis ketiga dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: H3: Reputasi auditor berpengaruh negatif terhadap audit delay. METODE PENELITIAN Populasi dan Sampel Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan perbankan di Indonesia. Sampel yang memenuhi syarat dalam penelitian ini sebayak 204 dimana teknis pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik purposive sampling dengan kriteria sebagai berikut: Perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Perusahaan perbankan yang mempublikasikan laporan keuangan yang sudah diaudit selama tahun pengamatan yakni tahun 2018-2023. Perusahaan perbankan yang menerbitkan laporan keuangan dalam satuan mata uang rupiah. Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel Variabel independen dalam penelitian ini adalah ukuran perusahaan, leverage dan reputasi auditor. Ukuran perusahaan merupakan cerminan dari besarnya skala operasional suatu perusahaan. Ukuran perusahaan menggunakan total aset sebagai representasi sehingga diukur dengan rumus LnTA. Leverage merupakan rasio keuangan yang menggambarkan bagaimana perusahaan dibiaya oleh utang sehingga rasio ini diukur menggunakan rasio Debt to Equity Ratio yakni perbandingan antara total liabilitas dengan total ekuitas perusahaan. Raputasi auditor menggunakan variabel dummy antara auditor yang terafiliasi The Big Four dan yang tidak terafiliasi. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah audit delay atau keterlambatan proses audit laporan keuangan. Audit delay adalah rentang waktu dari akhir tahun TANGIBLE JOURNAL VOL. NO. JUNI 2025. HAL. fiskal perusahaan hingga tanggal laporan audit. Jumlah hari keterlambatan dihitung dengan selisih antara tanggal laporan audit dengan tanggal laporan keuangan Analisis Data Data dianalisis dengan menggunakan analisis regresi linear berganda yang sebelumnya di awali dengan uji deskriptif dan uji kelayakan model dengan uji asumsi HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Analisis Deskriptif Berdasarkan analisis deskriptif diketahui ukuran perusahaan terkecil terletak pada PT Bank Jago Tbk. pada tahun 2018 sedangkan terbesar dimiliki PT Bank Mandiri (Perser. Tbk. Jika dianalisis berdasarkan rasio leverage, terendah berada pada PT Ban Amar Indonesia Tbk. , pada tahun 2023 dan terbesar dimiliki oleh PT Bank Pembangunan daerah Banten Tbk. Reputasi auditor menunjukkan rata-rata perusahaan perbankan yang dijadikan sampel telah diaudit oleh kantor akuntan publik yang terafiliasi oleh The Big Four. Keterlambatan audit terlama dialami oleh PT Bank Capital Indonesia Tbk. pada tahun 2019 sedangkan tercepat adalah PT Bank Negara Indonesia . Tbk. pada tahun Tabel 1. Deskriptif Statistik Keterangan Min Max Mean Std. Dev. Ukuran Perusahaan 13,407 21,500 17,693 1,813 Leverage 0,329 13,735 5,139 2,572 Reputasi Auditor 0,51 0,501 Audit delay 65,78 27,577 Sumber: Data diolah (SPSS, 2. Asumsi Klasik Berdasarkan hasil pengujian asumsi klasik, keempat uji menunjukkan tidak ada gejala berarti pada model penelitian yang diajukan. Data dianggap layak digunakan dalam penelitian dan model memenuhi syarat untuk diuji pada tahap pengujian statistik selanjutnya. Tabel 2. Analisis Asumsi Klasik Jenis Uji Hasil Uji Keterangan Uji Normalitas Asymp. Sig. 0,200 Terdistribusi normal Uji Heteroskedasitas Sig. ,093. 0,068. > 0,05 Tidak terdapat gejala Uji Autokorelasi dU 1,654 < DW 2,104 < 4-dU 2,346 Tidak terdapat gejala Uji Multikolinearitas Tolerance > 0,10. VIF > 1,0 Tidak terdapat gejala Sumber: Data diolah (SPSS, 2. Analisis Regresi Linear Berganda Hasil uji determinasi menunjukkan besarnya pengaruh antara ketiga variabel independen terhadap variabel dependen adalah sebesar 49,5% sedangkan sisainya dianggap merupakan peran dari faktor lain yang tidak digunakan dalam penelitian ini. Nilai ini menunjukkan bahwa masih terdapat banyak variabel lain yang dapat menjeadi faktor pemicu terjadinya audit delay. Tabel 3. Uji Determinan R square Adj. R Square Std Error 0,703 0,495 0,478 19,749 Sumber: Data diolah (SPSS, 2. TANGIBLE JOURNAL VOL. NO. JUNI 2025. HAL. Sedangkan hasil pengujian simultan menunjukkan besaran nilai p-value = 0,001 < 0,05 yang berarti bahwa secara bersama-sama ketiga variabel independen ini berpengaruh terhadap variabel dependen. Tabel 4. Uji Simultan Sum of Mean Model Sig. Aquare Square Regression 65,280 0,001 Residual Total Sumber: Data diolah (SPSS, 2. Berbeda pada hasil pengujian parsial dengan uji t dimana antar variabel menunjukkan hasil pengujian yang berbeda. Variabel X1 terbukti memiliki pengaruh negatif signifikan terhadap variabel Y yang ditunjukkan nilai B1 = -10,534. p-value = 0,001. Berbanding terbalik dengan variabel X2 yang menunjukkan adanya pengaruh positif signifikan terhadap variabel Y melalui nilai B2 = 1,830. p-value = 0,004. Pada hasil uji variabel X3 menunjukkan tidak adanya pengaruh signifikan terhadap variabel Y dimana p-value ditunjukkan sebesar 0,416 > 0,05. Tabel 5. Uji Parsial Unstandard Coeff. Stdzd Coeff. Sig. Model Std. Error Beta Constant 244,235 14,859 16,436 0,001 -10,534 0,947 -0,693 -11,123 0,001 1,830 0,632 0,171 2,896 0,004 -2,867 3,519 -0,052 -0,815 0,416 Sumber: Data diolah (SPSS, 2. Berdasarkan hasil pengujian parsial, maka dapat ditarik kesimpulan untuk pembuktian hipotesis sebagai berikut: Ukuran perusahaan berpengaruh negatif signifikan terhadap audit delay, hipotesis pertama diterima dan terdukung oleh hasil penelitian. Leverage berpengaruh positif signifikan terhadap audit delay, hipotesis kedua diterima dan terdukung oleh hasil penelitian. Reputasi audtor tidak berpengaruh terhadap audit delay, hipotesis ketiga ditolak dan tidak terdukung oleh hasil penelitian. Pengaruh Ukuran Perusahaan terhadap Audit delay Pengaruh negatif ukuran perusahaan terhadap audit delay mengindikasikan bahwa semakin besar ukuran perusahaan, yang diukur berdasarkan total aset yang dimiliki perusahaan, maka audit delay cenderung lebih singkat. Perusahaan besar biasanya berupaya menyampaikan laporan keuangan tepat waktu dan lebih fokus pada menjaga citra perusahaan di mata publik dan investor. Audit yang tepat waktu mengindikasikan bahwa perusahaan tersebut memiliki manajemen yang baik, pengendalian internal yang efektif dan tidak ada masalah besar dalam laporan keuangannya (Niditia & Pertiwi, 2. Sedangkan dalam konteks teori sinyal, laporan keuangan yang diterbitkan tepat waktu memberikan sinyal penting kepada para pengguna laporan keuangan yang dapat menjadi sumber informasi yang berguna bagi investor dalam proses pengambilan keputusan (Utami dkk, 2. Kajian ini memberikan hasil yang konsisten dengan penelitian yang dilakukan oleh Putri dkk . yang menyatakan bahwa pelaporan audit pada perusahaan besar akan dilakukan lebih cepat karena adanya tanggung jawab publik yang mengharuskan TANGIBLE JOURNAL VOL. NO. JUNI 2025. HAL. pelaporan dilakukan tepat waktu, sehingga keterlambatan yang terjadi akan lebih Hasil kajian ini juga didukung oleh penelitian Sulistiawati & Amyar . Astrina & Resmadely . dan Witono & Yanti . yang menyatakan bahwa perusahaan yang berskala besar memiliki audit delay yang lebih singkat, sementara perusahaan yang kecil memiliki audit delay yang panjang. Hal ini karena sistem pengendalian internal yang lebih baik pada perusahaan besar. Selain itu, perusahaan besar berada di bawah pengawasan ketat dari investor dan otoritas pemerintah terkait permodalan, memiliki sumber daya yang lebih melimpah, serta mampu membayar honor auditor yang lebih tinggi untuk mempercepat penyelesaian laporan audit. Pengaruh Leverage terhadap Audit delay Leverage berpenagruh positif terhadap audit delay mengindikasikan bahwa perusahaan dengan tingkat leverage yang tinggi, cenderung mengurangi risiko dengan menunda publikasi laporan keuangannya dan memperpanjang proses audit. Akibatnya terjadi peningkatan waktu penundaan audit . udit dela. karena auditor akan melakukan pemeriksaan yang lebih teliti terhadap laporan keuangan (Aprilly & Nursasi, 2. Berdasarkan teori keagenan yaitu leverage yang merujuk pada penggunaan utang untuk mendanai kegiatan perusahaan, sehingga dalam hal ini keputusan yang tepat dari pihak manajemen dapat memberikan dampak positif bagi perusahaan dalam menghindari risiko keuangan yang sulit, karena utang besar dapat membuat proses audit semakin lama atau delay (Christiane dkk, 2. Oleh karena itu sebaiknya perusahaan mempertimbangkan jumlah hutang yang diambil dan sumber-sumber yang digunakan untuk membayar hutang tersebut (Fahmi, 2. Apabila semakin tinggi tingkat leverage suatu entitas, semakin besar pula risiko bisnis yang dihadapinya. Sehingga kondisi ini mendorong manajemen untuk menunda penyampaian informasi kepada investor dan pihak terkait lainnya (Ananda dkk, 2. Berdasarkan teori sinyal, leverage adalah salah satu aspek yang dipertimbangkan oleh pengguna laporan keuangan dalam mengevaluasi kinerja Tingginya leverage menunjukkan bahwa perusahaan memiliki beban utang yang besar, sehingga risiko kerugian juga meningkat. Kondisi ini dapat memberikan sinyal negatif bagi investor, sehingga perusahaan cenderung menunda penyampaian laporan keuangannya (Christiane dkk, 2. Hasil kajian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Suminar dkk . yang menyatakan bahwa jika sebuah perusahaan memiliki proporsi utang yang tinggi, auditor akan bersikap lebih berhati-hati dalam memeriksa laporan keuangan, yang pada akhirnya dapat memperpanjang durasi audit delay. Penelitian yang dilakukan oleh Pinasthi & Nurbaiti . juga menyatakan bahwa semakin tinggi proporsi utang yang digunakan untuk membiayai perusahaan, semakin besar pula risiko kerugian yang mungkin terjadi. Kondisi ini dapat mempengaruhi waktu penyelesaian audit dan berpotensi menghambat ketepatan publikasi laporan keuangan yang telah diaudit. Pengaruh Reputasi Auditor terhadap Audit delay Reputasi audtor tidak terbukti memberikan pengaruh terhadap audit delay yang berarti bahwa dalam persaingan yang semakin kompetitif, setiap KAP, baik yang berafiliasi dengan Big Four maupun yang tidak, telah menerapkan program audit yang terorganisir serta berkomitmen untuk menunjukkan profesionalisme dan kualitas audit yang tinggi. Oleh karena itu, reputasi auditor tidak semata mata didasarkan pada nama besar KAP saja, tetapi juga pada kualitas hasil kerja yang dihasilkan oleh masing-masing KAP (Pinasthi & Nurbaiti, 2. Berdasarkan teori keagenan. TANGIBLE JOURNAL VOL. NO. JUNI 2025. HAL. pernyataan tersebut mencerminkan bagaimana KAP berperan sebagai pihak ketiga Melalui jaminan kualitas laporan keuangan. KAP berkontribusi dalam mengurangi konflik kepentingan dan risiko yang disebabkan oleh asimetri informasi antara prinsipal dan agen. Serta upaya KAP dalam mempertahankan reputasi dan kredibilitas melalui audit yang berkualitas merupakan salah satu cara untuk memenuhi kebutuhan prinsipal akan mekanisme pengawasan yang andal (Utami dkk. Sedangkan berdasarkan teori sinyal, pernyataan tersebut menunjukkan bahwa baik KAP yang berafiliasi dengan Big Four maupun non-Big Four berupaya memberikan sinyal positif kepada pemangku kepentingan melalui kualitas audit yang Hal ini membantu auditor membangun dan mempertahankan reputasi di mata pemangku kepentingan, terlepas dari apakah KAP tersebut berafiliasi dengan Big Four atau tidak (Widyastuti & Zulaikha, 2. Kajian ini didukung oleh penelitian Niditia & Pertiwi . yang menyatakan bahwa reputasi auditor tidak berpengaruh terhadap audit delay. Hal ini karena baik KAP yang berafiliasi dengan Big Four maupun non-Big Four berfokus pada menjaga reputasi dan kredibilitas sebagai auditor, bukan hanya melalui penyelesaian audit laporan keuangan yang cepat, tetapi dengan menghasilkan audit yang berkualitas. Auditor memastikan bahwa informasi dalam laporan keuangan telah sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku serta mencakup pengungkapan kebijakan akuntansi yang digunakan oleh perusahaan. SIMPULAN Penelitian ini menyimpulkan bahwa ukuran perusahaan memiliki peran penting dalam menentukan cepat atau lambatnya suatu perusahaan di audit. Semakin besar perusahaan akan memberikan tekanan lebih kepada auditor untuk menyelesaikan audit tepat waktu. Berbanding terbalik dengan penggunaan utang atas modal perusahaan yang mana semakin besar liabilitas yang dimiliki perusahaan atas ekuitasnya maka semakin lama proses audit yang dilakukan auditor sebab adanya tingkat resiko keuangan yang lebih besar atas penggunaan utang tersebut. Terakhir, hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa auditor yang dianggap bereputasi karena terafiliasi The Big Four tidak menjamin ketepatan waktu penyelesaian proses audit. DAFTAR PUSTAKA