Vol. No. Februari 2026. Hal : 52 - 64 ANALISIS BEBAN KENDARAAN TERHADAP KERUSAKAN PERKERASAN LENTUR (ASPAL) Di Jl. BRAWIJAYA KECAMATAN KUANTAN TENGAH 1,2,3 Rivaldo. Chitra Hermawan. Iwayan Dermana. Program Studi Teknik Sipil. Fakultas Teknik. Universitas Islam Kuantan Singingi. Jl. Gatot Subroto KM. Kebun Nenas. Desa Jake. Kab. Kuantan Singingi email: 1rivaldo041102rvl@gmail. com, 2chitrahermawan22@gmail. com, 3iwayan. dermana@gmail. Abstrak Jalan Brawijaya Kecamatan Kuantan Tengah ini merupakan jalur yang sangat sibuk. sepanjang jalan Brawijaya banyak dilewati oleh kendaraan berat karena jalan ini merupakan salah satu jalan yang dibuka untuk dilintasi kendaraan berat yang membawa muatan. Ini juga yang menjadikan salah satu penyebab cepat rusaknya perkerasan jalan lentur. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jumlah lalu-lintas harian rata-rata beban sumbu yang melalui jalan perkerasan aspal di jalan Brawijaya Kecamatan Kuantan Tengah, mengetahui pengaruh beban sumbu kendaraan terhadap tingkat kerusakan jalan pada ruas jalan Brawijaya Kecamatan Kuantan Tengah. Metode penelitian ini menggunakan pedoman dari Bina Marga Pd T-14-2003. Penelitian ini dilakukan selama 7 hari (Senin. Selasa. Rabu. Kamis. Jumat. Sabtu, dan Mingg. Hasil analisa lalu-lintas harian rata-rata pada kendaraan ringan seperti sedan, oplet, dan pick up memiliki jumlah kendaraan 059 unit, untuk bus kecil berjumlah 12 unit, untuk bus besar berjumlah 33 unit, untuk truk 2 as berjumlah 780 unit, untuk truk 3 as berjumlah 690 unit, dan untuk truk 4 as berjumlah 48 Total LHR dari hasil analisa kendaraan berjumlah 4. 622 kendaraan/hari. Berdasarkan perhitungan faktor lalu-lintas kendaraan didapat nilai ESAL total sebesar 22. 399,47271 dan hasil perhitungan Truck Factor 14,44195> 1, dimana nilai itu menunjukan bahwa kondisi kerusakan jalan yang ada dikarenakan beban kendaraan yang melintas pada ruas jalan Brawijaya Kecamatan Kuantan Tengah ini mengalami beban berlebih (Over loa. Faktor beban berlebih yang terjadi pada jalan Brawijaya menyebabkan 2 jenis kerusakan yaitu distorsi alur dengan tingkat kerusakan yang tinggi dan cacat permukaan dengan tingkat kerusakan yang tinggi. Kata kunci : Beban Sumbu Berlebih. Kerusakan Jalan. LHR. Perkerasan Jalan. PENDAHULUAN Jalan raya merupakan salah satu prasarana transportasi darat terpenting, sehingga desain perkerasan jalan yang baik adalah suatu keharusan. Selain untuk menghubungkan suatu tempat ke tempat lain, perkerasan jalan yang baik juga diharapkan dapat memberi rasa aman dan nyaman bagi pengguna jalan. Seiring pertumbuhan populasi yang bergerak lurus dengan pertumbuhan lalu lintas, infrastruktur jalan akan mengalami penurunan fungsi strukturalnya sesuai dengan bertambahnya umur, apalagi jika dilewati oleh kendaraan dengan muatan yang berlebih. Infrastruktur jalan akan mengalami keausan yang berakibat terjadinya kerusakan dalam waktu yang relatif sangat pendek . erusakan din. baik jalan yang baru dibangun maupun jalan yang baru diperbaiki . Pembangunan infrastruktur dalam bidang transportasi juga mempengaruhi keberlanjutan di bidang sosial, ekonomi, dan lingkungan. Ketersediaan sistem transportasi mempermudah masyarakat dalam mengakses pelayanan sosial dasar seperti kesehatan, pendidikan, dan rekreasi. Selain itu juga mendukung kegiatan ekonomi masyarakat dengan ketersediaan akses ke pasar dan lapangan kerja. Perubahan peruntukan lahan, perubahan sosial-budaya, perubahan ekonomi, atau perubahan lingkungan merupakan JPS. Volume8. Nomor 1. Februari 2026 | 52 Vol. No. Februari 2026. Hal : 52 - 64 dampak dari adanya pembangunan tersebut, baik dampak positif maupun dampak negatif. Pemeliharaan jalan rutin maupun berkala perlu dilakukan untuk mempertahankan keamanan dan kenyamanan jalan bagi pengguna dan menjaga daya tahan atau keawetan sampai umur rencana (Suwardo & Sugiarto 2. Jalan Brawijaya desa Pintu Gobang yang berada di Kuantan Tengah ini merupakan jalur yang sangat sibuk. Di sepanjang jalan Brawijaya banyak dilewati oleh kendaraan berat karena jalan ini merupakan salah satu jalan yang dibuka untuk dilintasi kendaraan berat yang bermuatan. Jalur ini memang sering dijadikan arus angkutan barang yang keluar masuk Kuansing. Kualitas aspal yang baik seperti jalan pada umunya, sekarang sudah rusak dan bergelombang. Kendaraan berat yang melintas secara terus-menerus dengan muatan yang melebihi kapasitas menyebabkan struktur jalan rusak, membentuk lubang dan retakan. Risiko kecelakaan juga meningkat karena kondisi jalan yang tidak stabil. Dengan beban yang tidak merata pada kendaraan serta juga berkontribusi sebagai faktor penyebab rusaknya perkerasan jalan. Berdasarkan pada uraian di atas, maka penulis tertarik untuk mengkaji kerusakan yang terjadi pada perkerasan jalan di jalan Brawijaya desa Pintu Gobang dengan judul AuAnalisis Beban Kendaraan Terhadap Kerusakan Perkerasan Jalan Lentur (Aspa. di jl. Brawijaya. Kec. Kuantan TengahAy. METODOLOGI PENELITIAN Volume lalu-lintas harian rata-rata menyatakan jumlah lalu lintas perhari dalam 1 minggu untuk 2 jalur yang berbeda dinyatakan dalam LHR, maka harus dilakukan penyelidikan lapangan selama 24 jam dalam satu minggu yang dilaksanakan pada hari senin, selasa, rabu, kamis, jumat, sabtu, dan minggu dengan mencatat jenis kendaraan Pengaruh ini diperhitungkan dengan mengekivalenkan terhadap keadaan standar. Dari data lalu-lintas dapat juga diperkirakan perhitungan lalu-lintas setiap tahunnya yang mana hal ini sangat berkaitan dengan umur rencana jalan. Sehingga jalan tersebut dapat memenuhi syarat secara ekonomis. Pada umumnya lalu-lintas pada jalan raya terdiri dari campuran kendaraan cepat, kendaraan lambat, kendaraan berat, kendaraan ringan dan kendaraan tidak bermotor maka kapasitas jalan mengakibatkan adanya pengaruh dari setiap jenis kendaraan tersebut terhadap keseluruhan arus lalu lintas. Untuk mempermudah perhitungan maka dipakai Satuan Mobil Penumpang (SMP) yang dapat dilihat pada tabel Tabel 2. 1 Faktor Ekivalen (FE), (Sukirman, 1. Tipe Kendaraan Sepeda motor Kendaraan Tak Bermotor Mobil Penumpang Mikro Truck Bus Kecil Bus Besar Truk Ringan . erat kotor < 5 to. Truk Sedang . erat kotor 5 Ae 10 to. Truk Berat . erat kotor > 10 to. JPS. Volume8. Nomor 1. Februari 2026 | 53 Vol. No. Februari 2026. Hal : 52 - 64 Klasifikasi Jalan Raya Klasifikasi jalan raya menunjukan standar operasi yang dibutuhkan dan merupakan suatu bangunan yang berguna bagi perencana. Di Indonesia berdasarkan peraturan perencanaan geojalan raya yang dikeluarkan Bina Marga, jalan dibagi dalam kelas-kelas yang dibagi menjadi tiga bagian yaitu : jalan arteri, jalan kolektor dan jalan sekunder. Jalan Lintas Menurut Saodang, 2005. Kendaraan secara nyata dilapangan mempunyai beban total yang berbeda, tergantung pada berat sendiri kendaraan dan muatan yang diangkutnya. Beban ini didistribusikan ke perkerasan jalan melalui sumbu kendaraan, selanjutnya roda kendaraan baru ke perkerasan jalan. Makin berat muatan akan memerlukan jumlah sumbu kendaraan yang makin banyak, agar muatan sumbu tidak melampaui muatan sumbu yang Pembebanan setiap sumbu ditentukan oleh muatan dan konfigurasi sumbu Ada beberapa konfigurasi sumbu kendaraan, yaitu: Sumbu Tunggal Roda Tunggal (STRT) Sumbu Tunggal Roda Ganda (STRG) Sumbu Tandem Roda Ganda (STdRG) Sumbu Tridem Roda Ganda (STrRG) Kategori Muatan Sumbu Terberat Masing-masing kelas jalan dibatasi untuk menerima muatan sumbu terberat agar jalan tidak cepat rusak akibat beban berlebih. Ada 4 kategori MST, yaitu : MST = 10 ton MST = 8 ton MST = 5 ton MST = 3,5 ton Dalam hal ini. MST sumbu tunggal = 8 ton. MST sumbu tandem = 15 ton. MST sumbu tridem = 20 ton. Dengan konfigurasi MST, sebagaimana terlihat pada Gambar 2. Gambar 2. 1 Konfigurasi MST = 10 t, 8 t, 5 t dan 3,5 t. (Sukirman, 1. Lajur Rencana Lajur rencana merupakan salah satu lajur lalu lintas dari suatu ruas jalan raya yang menampung lalu lintas terbesar . ajur dengan volume tertingg. Umumnya lajur rencana adalah salah satu lajur dari jalan raya dua lajur atau tepi dari jalan raya yang berlajur Persentase kendaraan pada jalur rencana dapat juga diperoleh dengan melakukan survey volume lalu lintas. Jika jalan tidak memiliki tanda batas lajur, maka ditentukan dari lebar perkerasan berdasarkan Bina Marga 2003. (Nofrianto 2. JPS. Volume8. Nomor 1. Februari 2026 | 54 Vol. No. Februari 2026. Hal : 52 - 64 Tabel 2. 2 Jumlah Lajur Berdasarkan Lebar Perkerasan pada lajur rencana. (Bina Marga Pd T-14-2. Lebar Perkerasan Jumlah lajur L < 5,50 m 1 lajur 5,50 m O L <8,25 m 2 lajur 8,25 m O L < 11,25 m 3 lajur 11,25 m O L <15,00 m 4 lajur 15,00 m O L < 18,75 m 5 lajur 18,75 m O L <22,00 m 6 lajur Faktor Distribusi Lajur dan Kapasitas Lajur Faktor distribusi lajur untuk kendaraan niaga . ruk dan bu. ditetapkan dalam Tabel 2 Beban rencana pada setiap lajur tidak boleh melampaui kapasitas lajur pada setiap tahun selama umur rencana. Kapasitas lajur mengacu kepada peraturan mentri PU No. 19/PRT/M2011 mengenai Persyaratan Teknis Jalan berkaitan Rasio Volume Kapasitas (RVK) yang harus dipenuhi. Kapasitas lajur maksimum agar mengacu pada MKJI dapat dilihat pada Tabel 2. Tabel 2. 3 Faktor Distribusi Lajur (DL) (Pt T-01-2002-B), (Nofrianto, 2. Jumlah lajur/arah ban gandar standar dalam lajur rencana Koefisien Distribusi Kendaraan Koefisien distribusi kendaraan untuk kendaraan ringan dan berat yang lewat pada lajur rencana ditentukan bedasarkan Bina Marga 2003. Tabel 2. 4 Koefisien Distribusi Kendaraan (Pd T-14-2. , (Nofrianto, 2. Jumlah Kendaraan Ringan Kendaraan Berat 1 arah 2 arah 1 arah 2 arah 1 jalur 1,00 1,00 1,00 1,00 2 jalur 0,60 0,60 0,70 0,50 3 jalur 0,40 0,40 0,50 0,475 4 jalur 0,30 0,45 5 jalur 0,25 0,425 6 jalur 0,20 0,40 Umur Rencana Umur rencana adalah jumlah waktu dalam tahun dihitung sejak jalan tersebut mulai dibuka sampai saat diperlukan perbaikan berat atau dianggap perlu untuk diberi lapis permukaan baru agar jalan tersebut berfungsi dengan baik sebagaimana dengan JPS. Volume8. Nomor 1. Februari 2026 | 55 Vol. No. Februari 2026. Hal : 52 - 64 direncanakan (Nofrianto, 2. Perbaikan bangunan jalan didasarkan pada lalu lintas sekarang dan yang akan datang dalam batas umur rencana jalan. Umur rencana perkerasan jalan ditentukan atas pertimbangan: Klasifikasi fungsional jalan Pola lalu lintas serta nilai ekonomi jalan yang bersangkutan, yang dapat ditentukan antara lain dengan metode Benefit Cost Ratio Rate of Return, kombinasi dari metode tersebut atau cara lain yang tidak terlepas dari pola pengembangan wilayah. Beberapa tipikal umur rencana : (Hendarsin. Lapisan perkerasan aspal baru, 20 Ae 25 tahun Lapisan perkerasan kaku baru, 20 Ae 40 tahun Lapisan tambahan . spal, 10 Ae . , . atu pasir, 10 Ae . tahun Pertumbuhan Lalu-Lintas Untuk memperkirakan pertumbuhan lalu-lintas untuk tahun yang akan datang dapat dihitung dengan rumus, yaitu : LHRn = LHRo . Keterangan : LHRn = LHR tahun ke n LHRo = LHR Awal tahun rencana = Faktor pertumbuhan (%) = Umur rencana Untuk memprediksikan faktor pertumbuhan . , didapat dari data Lalu-lintas Harian Rata-rata (LHR) yang ada dihitung tingkat pertumbuhan tahunannya. Tabel 2. 5 Faktor Pertumbuhan Lalu Lintas, (Bina Marga Pd-T-14-2. Umur Rencana Laju Pertumbuhan . Per-Tahun (%) (Tahu. Angka Ekivalen Beban Gandar Sumbu Kendaraan Angka ekivalen (E) masing-masing golongan beban sumbu . etiap kendaraa. ditentukan menurut rumus Bina Marga sebagai berikut: JPS. Volume8. Nomor 1. Februari 2026 | 56 Vol. No. Februari 2026. Hal : 52 - 64 Kerusakan Jalan Akibat Beban Berlebih Beban berlebih adalah berat as kendaraan yang melampaui batas maksimum yang diizinkan (MST = Muatan Sumbu Terbera. Selain itu beban berlebih dapat juga didefenisikan suatu kondisi beban gandar kendaraan melebihi beban standar yang digunakan pada asumsi desain perkerasan jalan atau jumlah lintasan operasional sebelum umur rencana tercapai yang biasa disebut kerusakan dini. Pendekatan muatan berlebih yaitu dengan menghitung nilai total faktor truk . ruck Truck Factor adalah nilai total Equivalent Single Axle Load (ESAL) yang mana menyebabkan kerusakan jalan akibat beban berlebih pada kendaraan berat. Apabila nilai truck faktor lebih besar dari 1 (TF > . berarti telah terjadi kerusakan akibat beban berlebih. Persamaan yang digunakan untuk menghitung nilai truck factor adalah : [Wiyono, . Keterangan : Total ESAL = Truk Faktor = Nilai Total Esal = Jumlah Kendaraan Berat Distribusi Beban Pada Perkerasan Jalan Struktur perkerasan lentur ini terdiri atas beberapa lapisan dengan material tertentu, dimana masing-masing lapisan akan menerima beban dari lapisan diatasnya dan menyebarkan kelapisan dibawahnya, sehingga lapisan struktur perkerasan dibawahnya akan menerima dan mendukung beban yang lebih ringan. Gambar 2. 17 Distribusi Beban Pada Perkerasan Lentur. (Modul Pemeliharaan Perkerasan Lentur dalam Rakhmatika, 2. Keterangan : P = Beban roda kendaraan = Beban Awal = Sudut penyebaran beban setiap lapis = Tegangan yang diberikan oleh tanah dasar JPS. Volume8. Nomor 1. Februari 2026 | 57 Vol. No. Februari 2026. Hal : 52 - 64 h1, h2, h3 = Tebal setiap lapisan perkerasan Beban roda Gambar 2. 18 Distribusi Beban Roda Pada Lapisan Perkerasan Lentur. (Sukirman 1. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini termasuk penelitian studi literatur dengan mencari referensi teori yang relefan dengan kasus atau permasalahan yang ditemukan. Referensi teori yang diperoleh dengan jalan penelitian studi literatur dijadikan sebagai fondasi dasar dan alat utama bagi praktek penelitian ditengah lapangan. Teknik Pengumpulan Data Data Primer Data primer yang dimaksud ada 2 yaitu data wawancara ke sopir truk yang berhenti dipinggir jalan dan data lalu lintas kendaraan (LHR) yang melintas di jalan Brawijaya. Kec. Kuantan Tengah. Pengumpulan data dilakukan selama 24 jam perhari dimulai dari tanggal 19 Mei dan selesai pada tanggal 31 Mei 2025 selama 7 hari, baik kendaraan ringan maupun kendaraan berat yang melintas pada jalan tersebut. Setelah data pengamatan terkumpul dapat dilakukan perhitungan jumlah lalu lintas harian rata-rata : Data wawancara dilakukan dilapangan dengan memberikan beberapa pertanyaan . Nama pengendara . Tujuan kendaraan . Angkutan kendaraan . Jumlah tonase kendaraan . KIR (Jika diperbolehka. Pengamatan yang dilakukan surveyor dilakukan oleh 4 orang, yang terdiri dari 1 koordinator lapangan. Pengamatan dilakukan 2 arah. Mencatat secara manual setiap jenis kendaraan dan beban sumbu yang lewat sesuai dengan formulir isian yang telah disiapkan. Setelah penelitian dilaksanakan maka dilakukan pengumpulan data primer tersebut untuk tahapan perhitungan sesuai dengan ketentuan dan rumus yang berlaku. Data Sekunder Data sekunder ini diperoleh dari data hasil survey penelitian terdahulu. Data ini meliputi data volume kendaraan yang melewati jalan yang diteliti, serta data beban sumbu. JPS. Volume8. Nomor 1. Februari 2026 | 58 Vol. No. Februari 2026. Hal : 52 - 64 Data ini tidak digunakan untuk analisis penelitian akan tetapi digunakan untuk acuan pengambilan data primer yang dilakukan di jam-jam padat. 3 Tahap Pelaksanaan Penelitian Adapun langkah yang dilakukan adalah: Persiapan Untuk memulai penelitian harus melakukan persiapan pengumpulan data berupa alat dan bahan penelitian . ormulir survey, alat tulis, jam, kamer. Pengumpulan Data Pengumpulan data dilakukan dengan mengumpulkan data primer selama 1 minggu dan data sekunder dari Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Riau. Analisa Data Analisa data mencakup pengelolahan volume kendaraan, angka ekivalen kendaraan, dan pengaruh beban sumbu terhadap Tingkat kerusakan jalan. Hasil dan Pembahasan Dari hasil analisa perhitungan didapat volume kendaraan perminggu, angka ekivalen kendaraan dan pengaruh beban sumbu terhadap tingkat kerusakan jalan tersebut. Kesimpulan Kesimpulan pada penilitian ini adalah untuk mengetahui jumlah lalu lintas harian rata-rata dan pengaruh tingkat kerusakan yang diakibatkan oleh beban sumbu kendaraan tersebut. HASIL DAN PEMBAHASAN Ruas Jl. Brawijaya Kecamatan Kuantan Tengah merupakan ruas jalan yang penting dan sering di lalui oleh berbagai jenis kendaraan, baik kendaraan ringan maupun berat. Jalan ini mempunyai panjang jalan A 5. 6 Km sedangkan panjang jalan efektif penanganan hanya A 1 Km . intas Taluk Kuantan-batas Sumbar dimulai dari STA 5 225 sampai STA 6 . Dalam melayani arus kendaraan lalu lintas, jalan ini mempunyai peranan yang cukup penting karena ruas jalan ini merupakan jalur arus angkutan barang yang keluar masuk Kuansing. Karena banyaknya tipe kendaraan seperti truk 2 as, truk 3 as, bus besar dan sebagainya maka jalan ini mengalami kerusakan. LHR 2024 Berdasarkan data yang diperoleh dari dinas Perhubungan Kab. Kuantan Singingi, total volume lalu-lintas harian rata-rata pada ruas jalan Brawijaya Kec. Kuantan Tengah ditahun 2024 yang terdiri dari kendaraan ringan, bus kecil, bus besar, truk 2 as, truk 3 as, truk 4 as dengan total LHR 3. 312 Kendaraan/hari. LHR 2025 Diperoleh volume Lalu-lintas harian rata-rata pada ruas jalan Brawijaya Kec. Kuantan Tengah tahun 2025 kendaraan yang tertinggi adalah kendaraan ringan dengan 059 SMP/hari sedangkan kendaraan yang paling sedikit adalah bus kecil dengan jumlah 12 SMP/hari dengan total 4. 622 SMP/hari. Hasil Analisa Pertumbuhan Lalu-lintas Dari hasil analisa lalu-lintas harian rata-rata (LHR) didapat jumlah lalulintas harian rata-rata (LHR) pada ruas jalan Brawijaya Kec. Kuantan Tengah di tahun 2024 sebesar 312 kendaraan/hari dan 2025 sebesar 4. 622 kendaraan/hari. Berdasarkan perbandingan JPS. Volume8. Nomor 1. Februari 2026 | 59 Vol. No. Februari 2026. Hal : 52 - 64 jumlah LHR tahun 2024 dan LHR tahun 2025 tersebut di analisis persentase pertumbuhan lalu-lintas . untuk ruas jalan Brawijaya Kec. Kuantan Tengah, dimana diketahui nilai persentase pertumbuhan lalu-lintas sebesar . = 39,56%/tahun. Hasil Wawancara Analisa Jumlah Tonase Semua Jenis Kendaraan Dari hasil wawancara diperoleh data analisa jumlah tonase pada ruas jalan Brawijaya Kec. Kuantan Tengah tahun 2025. Tabel 4. 8 Jumlah Tonase Semua Jenis Kendaraan (Hasil Analis. Beban Standar Beban Kendaraan Jenis Kendaraan Kendaraan . Dilapangan . Selisi Beban Kendaraan Ringan Bus Kecil A 7,5 Bus Besar A 13 Truk 2 As Truk 3 As A 21 A 34 Truk 4 As A 38 Data wawancara beban kendaran dilapangan digunakan untuk mencari angka ekivalen beban sumbu kendaraan pada ruas jalan Brawijaya Kec. Kuantan Tengah dapat dilihat pada Tabel 4. Tabel 4. 9 Angka Ekivalen Beban Sumbu Semua Jenis Kendaraan (Hasil Analis. Konfigurasi Beban Sumbu Berat Total Kendaraan (To. Tipe Kendaraan Kendaraan Belakang (To. Depan STRT STRT Kendaraan Ringan STRT STRG Bus Kecil 2,55 4,95 STRT STRG Bus Besar 4,42 STRT STRG Truk 2 As 7,14 13,86 STRT SDRG Truk 3 As JPS. Volume8. Nomor 1. Februari 2026 | 60 Vol. No. Februari 2026. Hal : 52 - 64 Truk 4 As STRT 6,84 STRT 10,64 SDRG 20,52 Pada Tabel 4. 9 dapat diketahui analisa beban sumbu pada setiap jenis kendaraan yang melewati ruas jalan Brawijaya Kec. Kuantan Tengah. Berat total kendaraan pada tabel diatas didapat melalui survey uji kelayakan kendaraan (KIR) di Jembatan Timbang Ae UPPKB Muara Lembu. Faktor Lalu-lintas Kendaraan Dari jumlah lalu lintas harian rata-rata dapat dihitung beban lalu-lintas yang berhubungan pada nilai ekivalen atau nilai ESAL (Equivalent Standart Axle Loa. dan berpengaruh sebagai faktor perusak dari kendaraan terhadap jalan. Tabel 4. 10 Nilai Esal Harian (Hasil Analis. Beran Jenis Kendaraan Kendaraan (To. Total Ekivalen/ Kendaraan Jumlah Kendaraan Nilai ESAL Kendaraan Ringan 0,00236 7,21924 Bus Kecil 0,18514 2,22168 Bus Besar 1,67119 55,14927 Truk 2 As 11,37968 876,1504 Truk 3 As 17,93374 374,2806 Truk 4 As 22,59274 084,45152 Total 399,47271 Dari hasil Tabel 4. 10 didapat nilai ESAL 22. 399,47271 untuk menentukan kerusakan disebabkan oleh beban lalu lintas atau tidak yaitu dengan menghitung nilai Faktor Truk (Truck Facto. Truck Factor adalah nilai Total Equivalent Single Axel Load (ESAL) kendaraan berat. Apabila nilai Truk Factor lebih besar dari 1 (TF > . berarti telah terjadi kerusakan akibat beban-beban berlebih, persamaan yang digunakan untuk menghitung nilai Truck Factor adalah: JPS. Volume8. Nomor 1. Februari 2026 | 61 Vol. No. Februari 2026. Hal : 52 - 64 Dari perhitungan diatas didapat nilai Truck Factor 14,44195 > 1, dimana nilai itu menunjukan kerusakan disebabkan dari faktor beban lalu lintas. Kerusakan Jalan Kerusakan yang terjadi pada perkerasan jalan Brawijaya Kec. Kuantan Tengah . intas Taluk Kuantan-batas Sumbar dimulai dari STA 5 225 sampai STA 6 . lebih dari 2 jenis kerusakan yaitu distorsi alur dan cacat permukaan . Tabel 4. 12 Tingkat Kerusakan Jalan (Analis. Jenis Kerusakan Lebar . Panjang . Tinggi / Kedalaman . Distorsi Alur Cacat Permukaan (Luban. 1,25 KESIMPULAN Setelah dilakukan penelitian pada ruas jalan Brawijaya Kec. Kuantan Tengah dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : Berdasarkan data lalu-lintas harian rata-rata (LHR) pada ruas jalan Brawijaya Kec. Kuantan Tengah untuk kendaraan ringan seperti sedan, oplet, dan pick up dengan jumlah kendaraan sebanyak 3. 059 unit, untuk bus kecil berjumlah 12 unit, untuk bus besar berjumlah 33 unit, untuk truk 2 as berjumlah 780 unit, untuk truk 3 as berjumlah 690 unit, dan untuk truk 4 as berjumlah 48 unit. Dari data tersebut dihasilkan persentase kendaraan ringan 66,18%, bus kecil 0,26%, bus besar 0,71%, truk 2 as 16,88%, truk 3as 14,93%, dan truk 4 As 1,04%. Total LHR dari hasil analisa kendaraan berjumlah 4. 622 kendaraan/hari. Berdasarkan perhitungan faktor lalu-lintas kendaraan didapat nilai ESAL total 399,47271 dan hasil perhitungan Truck Factor 14,44195 > 1, dimana nilai itu menunjukan bahwa kondisi kerusakan jalan yang ada dikarenakan beban kendaraan yang melintas pada ruas jalan Brawijaya Kec. Kuantan Tengah ini mengalami beban berlebih (Over loa. Faktor beban berlebih yang terjadi pada jalan Brawijaya menyebabkan 2 jenis kerusakan yaitu distorsi alur dengan tingkat kerusakan yang tinggi dan cacat permukaan . dengan tingkat kerusakan yang Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, peneliti menyampaikan saran sebagai Perlu dilakukan penanganan terhadap tingkat kerusakan jalan untuk mengurangi resiko kecelakaan dan memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengguna jalan. JPS. Volume8. Nomor 1. Februari 2026 | 62 Vol. No. Februari 2026. Hal : 52 - 64 Selain itu agar tidak menimbulkan kerusakan yang lebih tinggi pada perkerasan lentur di jalan Brawijaya Kec. Kuantan Tengah. Dalam upaya mengendalikan tingkat kerusakan jalan diharapkan perlu adanya pengawasan dilapangan agar dapat menyesuaikan beban muatan pada kendaraankendaraan yang melewati jalan Brawijaya Kec. Kuantan Tengah. Perlu dilakukan analisis tentang faktor-faktor yang mempengaruhi beban berlebih dan efektifitas solusi untuk mengurangi kerusakan jalan. Penelitian ini telah menunjukkan bahwa beban berlebih pada ruas jalan Brawijaya Kec. Kuantan Tengah disebabkan oleh kendaraan yang melintas dengan beban yang berlebihan, sehingga peneliti selanjutnya dapat melakukan analisis tentang faktor-faktor yang mempengaruhi beban berlebih seperti jenis kendaraan, berat kendaraan, dan kondisi jalan, serta mencari solusi yang efektif untuk mengurangi kerusakan jalan seperti perbaikan jalan, pengaturan lalu lintas, dan penggunaan teknologi. Dengan demikian, peneliti dapat memperoleh hasil yang lebih komprehensif dan dapat memberikan kontribusi yang lebih signifikan pada bidang transportasi dan infrastruktur jalan. UCAPAN TERIMAKASIH Pada kesempatan ini penulis ingin menyampaikan terimaksih yang tulus dan ikhlas kepada semua pihak-pihak yang telah membantu penulis, antara lain: Dalam kesempatan ini penulis tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada : Ibu Dr. Ikrima Mailani S. Pd. Pd. I selaku Rektor Universitas Islam Kuantan Singingi. Bapak Agus Candra. ,M. Si selaku Dekan Fakultas Teknik Universitas Islam Kuantan Singingi. Bapak Ade Irawan. ST. ,MT selaku Ketua Program Studi Teknik Sipil. Bapak Chitra Hermawan. ST. ,MT selaku Dosen Pembimbing I yang telah bersedia meluangkan waktunya untuk membantu dan membimbing dalam penyelesaian Tugas Akhir ini. Bapak Iwayan Dermana. ST. Sc selaku Dosen Pembimbing II yang telah bersedia meluangkan waktunya untuk membantu dan membimbing dalam penyelesaian Tugas Akhir ini. Bapak Surya Adinata. ST. MT selaku Dosen Program Studi Teknik Sipil. Ibu Melia Nurafni. ST. Si selaku Dosen Program Studi Teknik Sipil Kepada Orang Tua dan keluarga yang selalu memberikan kasih sayang dan doAoa kepada penulis. Teman-teman satu angkatan di Program Studi Teknik Sipil Kepada Bella Rahmadhani yang selalu memberikan semangat kepada penulis. Akhirnya, penulis berharap semoga Tugas Akhir yang disusun ini dapat bermanfaat hendaknya, baik bagi penulis sendiri maupun bagi para pembaca. DAFTAR PUSTAKA