Jurnal Muara Pendidikan Vol. 9 No. https://doi. org/10. 52060/mp. E-ISSN 2621-0703 P-ISSN 2528-6250 PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN REALISTICS MATHEMATIC EDUCATION TERHADAP MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA KELAS IV SD Randi Eka Putra1. Sundahry2. Selvira Meilida3. Syaprida4 Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Universitas Muhammadiyah Muara Bungo. Indonesia Randiekaputra23@gmail. com1, dahrysundahry@gmail. com2, smeilizaa@gmail. syapridasyaprida1@gmail. ABSTRAK Permasalahan dalam penelitian berfokus pada rendahnya motivasi dan hasil belajar matematika siswa, meskipun matematika merupakan mata pelajaran yang penting, banyak siswa mengalami kesulitan memahami konsep-konsep dasar. Penelitin quisi eksperimen ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Realistics Mathematic Education Terhadap Motivasi dan Hasil Belajar Matematika Kelas IV SDN 102/II Sungai Kerjan. Jenis penelitian ini adalah Quasi Eksperimen. Populasi penelitian ini adalah peserta didik kelas IV SDN 102/II Sungai kerjan. Jumlah sampel penelitian ini adalah 44 peserta didik. Sampel diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling. Ada dua kelas yang diambil sebagai sampel dalam penelitian ini yaitu kelas eksperimen dan kontrol. Kelas IV A berjumlah 22 peserta didik sebagai kelas kontrol dengan menggunakan model pembelajaran konvensional sedangkan IV B berjumlah 22 peserta didik sebagai kelas eksperimen dengan menggunakan model pembelajaran Realistics Mathematic education. Instrument yang digunakan adalah angket dan lembar tes hasil belajar peserta didik. Data dianalisis dengan menggunakan uji T-test. Hasil uji hiptesis menunjukkan motivasi belajar peserta didik t hitung 2. 053 > ttabel 2. 018 menunjukkan motivasi kelas eksperimen lebih tinggi dari pada kelas kontrol, sedangkan hasil belajar peserta didik t hitung 2. 578 > ttable 018 menunjukkan bahwa hasil belajar kelas eksperimen lebih tinggi dari pada kelas kontrol. Sehingga dapat disimpulkan motivasi dan hasil belajar dengan menggunakan model pembelajaran Realistics Mathematic Education berpengaruh terhadap motivasi dan hasil belajar matematika kelas IV SDN 102/II Sungai Kerjan. Kata kunci: Realistics Mathematic Education. Motivasi. Hasil Belajar Matematika ABSTRACT The problem in the study focuses on the low motivation and learning outcomes of students in mathematics, although mathematics is an important subject, many students have difficulty understanding basic concepts. This experimental questionnaire research aims to determine the effect of the realistic mathematics Education learning model on the Motivation and Mathematics Learning Outcomes of Class IV SDN 102/II Sungai Kerjan. This type of research is Quan experiment. Population study This is student class IV SDN 102/II Sungai Kerjan. Amount sample study This is 44 students. Sample taken with use technique purposive sampling. Two classes were taken as samples in this study: the experimental and control classes. Class IV A has 22 students as class control using learning models, while IV B totalled 22 students as class experiments using learning models, such as realistic math Instruments used are questionnaires And sheet test results. Study students. Data was analyzed using a T-test. Results test hypothesis show motivation Study student t count 2. 053 > t table 2018 shows motivation class experiment taller from on class control. Meanwhile, the results of Study student t count 2. 578 > t table 2018 show that the results of the Study class experiment were taller than the class So that can conclude motivation And results Study with use learning models Realistic Mathematics Education influential to motivation And results Study mathematics class IV SDN 102/II Sungai Kerjan. Keywords: Realistic Mathematics Education. Motivation. Results Study Mathematics PENDAHULUAN Undang-undang Nasional No. 20 Tahun 2003 menyatakan bahwa pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif, mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritul keagamaan, pendidikan diri, keperibadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara Kurikulum Merdeka menyatakan bahwa secara umum bahwa kurikulum merdeka intrakurikuler yang beragam (Nizam, 2. Dimana konten akan lebih optimal agar peserta didik mempunyai waktu yang cukup untuk https://ejournal. id/index. php/mp This is an open access article under the cc-by license | 445 Jurnal Muara Pendidikan Vol. 9 No. Desember . Nantinya, kekuasaan untuk memilih berbagai perangkat ajar sehingga pembelajaran bisa disesuaikan dengan kebutuhan belajar dan minat peserta Kurikulum ini untuk menguatkan Pancasila dikembangkan berdasarkan tema tertentu yang ditetapkan oleh pemerintah (Putra et al. , 2. Matematika merupakan ilmu universal yang mendasari perkembangan teknologi modren, mempunyai peran penting dalam berbagai disiplin dan memajukan daya fikir Matapelajaran matematika perlu diberikan kepada semua peserta didik mulai dari sekolah dasar untuk membekali peserta didik dengan kemampuan berpikir logis, analitis, sistematis, kritis, dan kreatif, serta kemampuan bekerja sama(Gustina, 2. Kegiatan belajar motivasi sangat diperlukan, motivasi juga membuat proses pembelajaran sangat menyenangkan bagi peserta didik. Motivasi yang timbul dalam diri peserta didik tanpa adanya paksaan dari orang lain disebut motivasi intrinsik selain itu motivasi luar atau motivasi ektrinsik juga diperlukan dalam pembelajaran di kelas (Trinova, 2. Di sinilah tugas guru untuk membangkitkan motivasi peserta didik sehingga ia mau melakukan kegiatan belajar, maka peserta didik diharapkan harus mempunyai motivasi belajar yang tinggi baik motivasi dalam pembelajaran matematika yang akhirnya akan dapat meningkatkan hasil belajarnya (Arifin. Tanpa motivasi pembelajaran yang terjadi akan kurang bermakna dan tujuan pembelajaran tidak akan tercapai dalam pembelajaran matematika. Motivasi belajar Pemilihan pemanfaatan metode pembelajaran juga sangat menentukan peningkatan motivasi belajar peserta didik dan daya serap seorang peserta didik terhadap materi pelajaran yang disampaikan pendidik (Ulama & Giri, 2. Penggunaan metode pembelajaran yang tepat dan benar akan mampu meningkatkan efektifitas seorang pendidik, tidak dapat dipungkiri di SD Negeri 102/II Sungai Kerjan terutama pada kelas IV pembelajaran matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang sulit dan menyebabkan kebanyakan peserta didik tidak menyenangi pelajaran matematika dan akhirnya sangat berpengaruh terhadap hasil belajar peserta Berdasarkan permasalahan motivasi belajar matematika yang terjadi mencakup beberapa aspek utama yang menghambat motivasi siswa. Pertama, banyak siswa menganggap matematika E-ISSN: 2621-0703 P-ISSN: 2528-6250 sebagai mata pelajaran yang sulit dan abstrak, sehingga mereka merasa cemas atau takut tugas-tugas Ketakutan ini membuat siswa kurang termotivasi untuk mencoba memahami konsepkonsep yang diajarkan. Kedua, siswa pembelajaran matematika karena merasa materi yang diajarkan tidak relevan dengan kehidupan sehari-hari. Akibatnya, mereka tidak memiliki dorongan internal untuk mempelajari atau menguasai materi tersebut, dan Selain itu, metode pengajaran yang kurang variatif dan cenderung satu arah menyebabkan siswa merasa bosan dan tidak terstimulasi untuk berpartisipasi aktif. Kondisi ini membuat siswa hanya mengikuti pelajaran secara mekanis tanpa antusiasme, yang berimbas pada hasil belajar yang rendah. Berdasarkan matematika peserta didik pada ulangan harian semester I tahun pelajaran 2022/2023 dapat di lihat bahwa rata-rata skor peserta didik kelas IV A 48% dan IV B 46% masih rendah dalam pembelajaran matematika dan beberapa peserta didik belum mencapai KKM, dari hasil presentase tersebut mencerminkan bahwa perlu adanya upaya untuk meningkatkan memperbaiki kualitas pembelajaran. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan menerapkan model pembelajaran Realistics Mathematic Education (RME). Berbeda dengan model pembelajaran matematika selama ini yang menganggap bahwa matematika adalah alat yang siap pakai, model pembelajaran Realistics Mathematic Education (RME). Cenderung memandang bahwa matematika sebagai suatu proses yang penting. Peneliti pembelajaran konvensional sedang kelas IV B Realistics Mathematic Education (RME), dengan alasan pencapaian KKM peserta didik kelas IV B lebih rendah dibandingkan kelas IV A. Motivasi belajar memiliki peran yang sangat penting dalam proses pembelajaran, dan siswa yang memiliki motivasi yang tinggi dapat mencapai prestasi yang luar biasa. Motivasi yang buruk dapat menghambat siswa Hasil belajar merupakan ukuran keberhasilan proses pembelajaran karena guru dapat mengetahui sejauh mana siswa memahami apa yang telah mereka pelajaran. Motivasi peserta didik yang rendah juga diakibatkan oleh pengaruh pademi Covid 19 mengakibatkan peserta didik yang hanya https://ejournal. id/index. php/mp | 446 Jurnal Muara Pendidikan Vol. 9 No. Desember . belajar dirumah, kurang pantauan belajar secara maxsimal sehingga peserta didik sering merasa malas dalam pembelajaran terutama pada pembelajaran matematika yang masih dianggap pembelajaran yang sulit dan pembelajaran yang selalu monoton sehingga perlunya dorongan motivasi belajar. Berdasarkan hasil pra survey melalui wawancara bersama wali kelas IV A dan IV B, menurut beliau motivasi belajar peserta didik kurang, karena kurangnya antusias peserta didik pada pembelajaran terumata pada mata Hal dikarenakan akibat Covid-19 2 tahun terakhir yang menyebabkan peserta didik yang hanya belajar di rumah dan tidak dipantau langsung oleh guru yang mengakibatkan peserta didik sering tidak mengerjakan tugas, tidak memperhatikan pembelajaran dan tidak fokus pada pembelajaran berlangsung sehingga perlunya motivasi belajar peserta didik. Hasil observasi awal peneliti di SD Negeri 102/II Sungai Kerjan menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa relatif rendah. Tidak kondusifnya proses pembelajaran menunjukkan rendahnya motivasi belajar. beberapa siswa keluar dari kelas dan ribut di bangku bagian belakang saat pelajaran berlangsung. Rasa ingin tahu siswa relatif rendah saat guru menjelaskan pelajaran. Akibatnya, siswa sering kebingungan dan menyontek ketika diberikan tugas, bahkan beberapa bahkan tidak menyelesaikannya. Penelitian pembelajaran yaitu Pembagian bilangan dua angka merupkan pembelajaran salah satu materi yang dianggap sulit oleh peserta didik. Beberapa kesulitan yang dialami peserta didik kelas IV SD Negeri 102/II Sungai kerjan dalam mempelajari Pembagian bilangan 2 angka yaitu memahami pembelajaran matematika berupa membedakan angka, menentukan hasil operasi pembagian, operasi dan relasi matematika dan diapliasikan secara luwes, akurat, efisien, dan tepat dalam pemecahan matematika (Asfar. Matematika mempunyai peran penting dalam berbagai disiplin ilmu dan memajukan daya pikir peserta didik (Fahrurrozi, 2. Berdasarkan uraian di atas peneliti memfokuskan penelitian eksperimen untuk mengetahui motivasi dan hasil belajar peserta didik pada pembelajaran matematika dengan menggunakan salah satu model pembelajaran, yaitu model pembelajaran Realistic Mathematic Education (RME). Model RME merupakan model pembelajaran yang bertitik pada hal-hal nyata atau sering dialami peserta didik (Firma & Dian, 2. Dengan menggunakan model pembelajaran Realistic Mathematic Education (RME) yang dapat memicu prinsip bahwa mengajarkan matematika harus dimulai dari hal E-ISSN: 2621-0703 P-ISSN: 2528-6250 yang bersifat konteksual, peserta didik lebih mudah memahami materi pada pembelajaran matematika sehingga peserta didik tidak akan mengalami kendala dalam memahami materi yang bersifat abstrak. Berdasarkan urian permsalahan yang ada, maka perlu adanya penelitian yang bertujuan untuk untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Realistic Mathematics Education (RME) terhadap motivasi dan hasil belajar matematika kelas IV SDN 102/II Sungai Kerjan METODE Peneitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen semu. Pada penelitian eksperimen semu ini memiliki Populasi penelitian ini adalah peserta didik kelas IV SDN 102/II Sungai Jumlah sampel penelitia yaitu 44 peserta didik. Sampel diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling (Greenstone & Gayer, 2. Terdapat ada dua kelas yang diambil sebagai sampel dalam penelitian ini yaitu kelas eksperimen dan kontrol. Kelas IV A berjumlah 22 peserta didik sebagai kelas kontrol dengan konvensional sedangkan IV B berjumlah 22 peserta didik sebagai kelas eksperimen dengan menggunakan model pembelajaran Realistics Mathematic education. Instrument yang digunakan adalah angket dan lembar tes hasil belajar peserta didik. Data dianalisis dengan menggunakan uji T-test. Variabel penelitian adalah suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang, obyek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Dalam penelitian ini terdapat dua variable yaitu variabel bebas (X) yaitu penggunaan model pembelajaran Realistic Mathematics Education (RME). Sedangkan variabel terikat yaitu motivasi dan hasil belajar matematika. Sebelum tes diberikan kepada kelas sample, instrument penelitian yang digunakan maka terlebih dahulu dilakukan pengujian untuk mendapatkan gambaran secara empiric apakah soal tes layak digunakan digunakan dalam penelitian. Untuk memperoleh kualitas soal yang baik perlu dilakukan beberapa uji terlebih dahulu yaitu uji validitas, reabilitas, daya pembeda, dan tingkat kesukaran. Uji persayaratan varians yang digunakan berupa uji normalitas, uji homogenitas, serta uji Sebelum menggunakan uji-t, data harus diuji persyratan terlebih dahulu. https://ejournal. id/index. php/mp | 447 Jurnal Muara Pendidikan Vol. 9 No. Desember . Uji Hipotesis Setelah dilakukan uji normalitas dan uji homogenitas data, maka dilanjutkan dengan uji Sebelum meaksanakan analisis hipotesis maka tu :erlebih dahulu hipotesis dinyatakan dalam hipotesis statistic yaitu : Ho : Motivasi belajar peserta didik dengan Realistic Mathematic Education (RME) tidak lebih tinggi dari pada pembelajaran matematika di kelas IV? Ha : Motivasi belajar peserta didik dengan Realistic Mathematic Education (RME) lebih tinggi dari pada pembelajaran matematika di kelas IV? Ho : Hasil belajar peserta didik dengan Realistic Mathematic Education (RME) tidak lebih tinggi dari pada pembelajaran matematika di kelas IV? Ha : Hasil belajar peserta didik dengan Realistic Mathematic Education (RME) tidak lebih tinggi dari pada pembelajaran matematika di kelas IV? Untuk menguji hipotesis yang diajukan, maka alat yang digunakan adalah analisis Idenpendent Sampel t-Test. Analisis Idenpendent Sampel t-Test dilakukan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh dari variabel bebas terhadap variabel terkait. Analisi akan dilakukan dengan menggunakan rumus t-Test. Rumus uji t sebagai berikut : Separated Varians: ycuI1 Oe ycuI 2 yc= yc2 yc2 Oo1 2 ycu ycu Polled Varians : yc= Oo xI 1 Oe xI 2 . 1-n2 )s1 . 1Oen2 ) yc22 ycu1 ycu 2 Oe 2 . cu 1 ycu2 Keterangan : rata-rata kelas setelah eksperimen ycuI1 rata-rata kelas sebelum eksperimen ycuI2 varian gabung kelas setelah kelas yc21 varian gabung kelas sebelum kelas yc22 jumlah subjek setelah kelas ycu1 jumlah subjek sebelum kelas ycu2 (MasAoudah, 2. E-ISSN: 2621-0703 P-ISSN: 2528-6250 Sedangkan rumus yang akan dipakai untuk motivasi belajar peserta didik beupa instrument angket atau kuesioner dalam penelitian ini menggunakan Skala Likert, maka variabel yang diukur menjadi indikator-indikator yang dapat diukur. Indikator tersebut digunakan sebagai titik tolak untuk membuat item instrument yang berupa pertanyaan atau pernyataan yang perlu dijawab oleh responden. Pengolahan data yang didapatkan dari angket motivasi belajar peserta didik adalah: Menghitung jumlah peserta didik yang memilih katagori selalu (SL), sering (SR), kadang-kadang (KK), tidak pernah (TP) Menghitung presentase skor peserta didik yang memiliki katagori selalu (SL), sering (SR), kadang-kadang (KK), tidak pernah (TP) dengan rumus. ya ycE = 100% ycA Keterangan : P = Presentase Motivasi F = Jumlah skor seluruh peserta didik setiap aspek N = Jumlah skor total setiap aspek Menghitung presentase skor peserta didik pada skort hasil belajar dengan rumus : ycEyceycycyceycuycycaycyce ycAycnycoycaycn = ycuycnycoycaycn ycycnycycyca y 100% ycycycoycoycaEa ycycoycuyc HASIL DAN PEMBAHASAN Pelaksanaan eksperiment ini melibatkan 2 kelompok yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Penelitian ini dilaksanakan mulai tanggal 25 Januari s/d 01 febuari 2023. Dengan rincian yaitu pada tanggal 29 Desember melakukan seminar proposal. Selanjutnya tanggal 17 januari melaksanakan soal Posttes di kelas V SDN 97/II Muara Bungo untuk divalidkan. Selanjutnya tanggal 23 Januari 2023 mendatangi sekolah dan meminta izin untuk melakukan penelitian di SDN 102/II Sungai Kerjan. Kemudian pada tanggal 25 Januari mengajar 2 kali pertemuan di kelas eksperimen dan dua kali pertemuan dikelas kontrol. Alokasi waktu satu kali pertemuan 2x35 menit . jam Materi yang diajarkan daalam penelitian ini adalah pembagian 2 bilangan Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, semua data hasil penelitian diperoleh selanjutnya akan dilakukan analisis hasil penelitian untuk menguji hipotesis yang telah ditentukan peneliti. Data yang akan dianalisis dalam penelitian ini adalah hasil dari nilai angket motivasi dan nilai post test hasil belajar matematika peserta didik dari kedua kelompok sampel. Sebelum menganalisis data https://ejournal. id/index. php/mp | 448 Jurnal Muara Pendidikan Vol. 9 No. Desember . maka peneliti menggunakan instrument yang terdiri dari dua uji yaitu uji validitas dan uji Uji persyarat digunakan agar menggunakan uji Idenpendent Sampel t-Test Di dalam uji persyarat terdapat tiga uji yaitu uji E-ISSN: 2621-0703 P-ISSN: 2528-6250 normalitas, uji homogenitas dan uji hipotesis dengan menggunakan Idenpendent Sampel tTest, hal ini dilakukan untuk mengetahui adakah pengaruh model pembelajaran Realistic Mathematics Education (RME). Tabel 1 Descriptive Statistics Descriptive Statistics Minimum Maximum Motivasi Kontrol 60,00 80,00 Post test Kontrol 33,33 100,00 Motivasi Eksperimen 66,00 80,00 Post Test Eksperimen 73,33 100,00 Valid N . Berdasarkan tabel 1 di atas hasil perhitungan uji hipotesis terhadap motivasi dan hasil belajar matematika peserta didik kelas IV A sebagai kelas kontrol dengan jumlah responden sebanyak 22 peserta didik yang memiliki rata-rata motivasi belajar 71. 2727 dan rata-rata hasil belajar 81. Sedangkan kelas IV B sebagi kelas eksperimen dengan jumlah responden sebanyak 22 peserta didik memiliki rata-rata motivasi belajar 74. 5455 dan rata-rata hasil belajar 89. Hal ini menunjukkan bahwa motivasi antara peserta didik yang diberikan perlakuan realistic mathematics education lebih baik dari peserta didik yamg diberi pembelajaran konvensional. Sedangkan, untuk hasil belajar menunjukkan bahwa peserta didik yang diberi perlakuan realistic mathematics education lebih baik dari Mean Std. Deviation 71,2727 6,13485 81,2082 13,89861 74,5455 4,27314 89,9968 pada peserta didik yang diberikan perlakuan pembelajaran secara konvensional. Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi sebelum menguji hipotesis dengan Uji Independent T-Test Adapun persyaratan untuk uji Independent T-Test, yaitu: Uji Normalitas Uji normalitas ini digunakan yaitu berdistribusi normal atau tidak. Uji normalitas ini dilakukan dengan bantuan program SPSS 27 For Window. Data residual dikatakan berdistribusi normal apabila nilai signifikansi > 0,05. Setalah dilakukan analis maka hasil yang didapat sebagai berikut : Tabel 2 Uji Normalitas Data Motivasi Dan Hasil Belajar Peserta Didik Tests of Normality Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk Kelas Statistic df Sig. Statistic df Sig. Motivasi Kontrol 0,104 22 0,200* 0,942 22 0,219 Hasil Belajar Post Test Kontrol 0,484 22 0,001 0,481 22 0,000 peserta didik Motivasi Eksperimen 0,172 22 0,091 0,932 22 0,133 Post Test Eksperimen 0,209 22 0,013 0,893 22 0,022 This is a lower bound of the true significance. Lilliefors Significance Correction Tabel 2 menunjukkan data motivasi belajar peserta didik kelas kontrol dengan nilai signifikasi > 0,05 yaitu dengan nilai 200 > 0,05, nilai ini menunjukkan bahwa data motivasi belajar peserta didik kelas IV A berdistribusi normal, dan Pada data motivasi belajar peserta didik eksperimen dengan nilai signifikasi > 0,05 yaitu dengan 091 > 0,05, nilai ini menunjukkan bahwa data motivasi belajar peserta didik kelas IV B berdistribusi normal. Data hasil post test belajar peserta didik kelas kontrol dengan nilai signifikasi > 0,05 yaitu dengan nilai 0. 001 < 0,05, nilai ini menunjukkan bahwa data post test peserta didik kelas IV A berdistribusi tidak Data hasil post test belajar peserta didik kelas eksperimen dengan nilai signifikasi > 0,05 yaitu dengan nilai 0. 0,05, nilai ini menunjukkan bahwa data post test belajar peserta didik kelas IV B berdistribusi normal. Uji Homogenitas Uji homogenitas data di kelas kontrol dan eksperimen dilakuakan dengan menggunakan SPSS 27 For Window dengan kriteria pengujian apabila nilai signifikasi > 0,005 maka data homogen, sedangkan jika signifikansi < 0,05 maka data tidak homogen. Hasil uji homogenitas data angket motivasi belajar peserta didik dapat dilihat sebagai berikut : https://ejournal. id/index. php/mp | 449 Jurnal Muara Pendidikan Vol. 9 No. Desember . E-ISSN: 2621-0703 P-ISSN: 2528-6250 Tabel 3 Uji Homogenitas Data Angket Motivasi Belajar Peserta didik Test of Homogeneity of Variance Levene Statistic Motivasi Belajar Based on Mean 3,800 Peserta didik Based on Median 3,956 Based on Median and 3,956 38,799 with adjusted df Based on trimmed mean 3,872 Tabel 3 menunjukan hasil uji homogenitas pada signifikasi 0,05 bahwa nilai motivasi belajar peserta didik kelas IV A dan IV B adalah homogen karena perhitungan menunjukkan nilai signifikasi 0,056 > 0,05 yaitu dengan nilai signifikasinya 0,095 > 0,05. Hasil uji homogenitas data hasil belajar peserta didik dapat dilihat pada 14 berikut : Tabel 4 Hasil Uji Homogenitas Data Test Hasil Belajar Peserta didik Test of Homogeneity of Variance Levene Statistic Hasil Belajar Based on Mean 6,466 Peserta didik Based on Median 0,846 Based on Median and with 0,846 38,310 adjusted df Based on trimmed mean 6,362 Tabel 4 menunjukkan hasil uji homogenitas pada level signifikansi 0,05 bahwa skort post test peserta didik kelas IV A . dan IV B . adalah homogeny karena perhitungan menunjukkan nilai signifikansi > 0,05 yaitu dengan nilai signifikansinya 0,016 > 0,05. Uji independent sample t-test Pengujian menggunakan uji beda rata-rata atau uji-t . ndependent sample t tes. karena data bersifat homogen dan berdistribusi normal serta bersifat independen. Perhitungan koefisien t pada independent sample t test ini SPSS 27(Helmawati, 2. Hipotesis yang diuji berbunyi sebagai berikut : Motivasi Belajar Ho : Motivasi belajar peserta didik dengan menggunaka model pembelajaran Realistic Mathematic Education (RME) tidak lebih tinggi dari pada pembelajaran matematika di kelas IV? Ha : Motivasi belajar peserta didik dengan menggunaka model pembelajaran Realistic Mathematic Education Sig. 0,058 0,053 0,054 Sig. 0,015 0,363 0,363 0,016 (RME) lebih tinggi dari pada pembelajaran matematika di kelas IV? Hasil Belajar Ho : Hasil belajar peserta didik dengan menggunaka model pembelajaran Realistic Mathematic Education (RME) tidak lebih tinggi dari pada pembelajaran konvesional pada pembelajaran matematika di kelas IV? Ha : Hasil belajar peserta didik dengan menggunaka model pembelajaran Realistic Mathematic Education (RME) tidak lebih tinggi dari pada pembelajaran konvesional pada pembelajaran matematika di kelas IV? Adapun dasar pengambilan keputusan sebagi Jika nilai Sig. -taile. > 0,05, maka H0 diterima dan H1 ditolak. Jika nilai Sig. -taile. < 0,05, maka H0 ditolak dan H1 diterima. Berikut hasil pengujian hipotesis menggunakan SPSS 27. Tabel 5 Output Uji T-Test Motivasi Belajar Matematika Group Statistics Kelas Mean Std. Deviation Std. Error Mean Motivasi Kelas Kontrol 71,27 6,135 1,308 Belajar Kelas 74,55 4,273 0,911 Eksperimen Dari data tersebut dapat dilihat bahwa pada kelas kontrol mempunyai jumlah N . 22 peserta didik memiliki mean . ata-rat. 71,27. Sedangkan pada kelas eksperimen mempunyai jumlah N . https://ejournal. id/index. php/mp | 450 Jurnal Muara Pendidikan Vol. 9 No. Desember . E-ISSN: 2621-0703 P-ISSN: 2528-6250 22 peserta didik memiliki mean . ata-rat. 74,55. Tabel 6 Independent Samples Test Motivasi Belajar Independent Samples Test Levene's Test for t-test for Equality of Means Equality of Variances Sig. Sig. Mean Std. Error 95% Confidence Interval taile. Difference Difference of the Difference Lower Upper Equal variances 3,800 0,058 0,046 -3,273 1,594 -6,489 -0,056 2,053 Equal variances - 37,494 0,047 -3,273 1,594 -6,501 -0,044 not assumed 2,053 Dari output uji independent sample t-test di atas berdasarkan data nilai peserta didik kelas kontrol dan kelas eksperimen, dapat dilihat pada kolom Lower dan Upper masingmasing bernilai negatif yaitu lower -6,489 dan upper -0,056 sedangkan Sig . - taile. bernilai 0,046. Dari tabel output uji t-test motivasi belajar matematika peserta didik dapat dilihat bahwa kelas kontrol dengan jumlah responden sebanyak 22 memiliki mean 71,27 dan kelas eksperimen dengan jumlah responden 22 memiliki mean 74,55. Pada Independent Sample T-Test diperoleh nilai Sig. -taile. adalah 0,046 Karena nilai sig. - taile. 0,046 < 0,05, maka pada kedua kelas tersebut terdapat perbedaan motivasi belajar yang signifikan. Sehingga dapat disimpulkan ada perbedaan motivasi belajar peserta didik antara diberi perlakuan dengan model pembelajaran Realistic Mathematic Education motivasi belajar peserta didik yang diberi perlakuan model pembelajaran konvensional. Itu artinya ada pengaruh positif dan signifikan model pembelajaran Realistic Mathematic Education terhadap motivasi belajar peserta didik kelas IV SDN 102/II Sungai Kerjan. Tabel 7 Hasil Uji T-Test Hasil Belajar Matematika Group Statistics Faktor Mean Std. Std. Error Deviation Mean Hasil Konvensional 22 81,2082 13,89861 2,96319 Belajar RME 22 89,9968 7,90265 1,68485 Dari data tersebut dapat dilihat bahwa pada kelas kontrol mempunyai jumlah N . 22 peserta didik memiliki mean . ata-rat. Sedangkan pada kelas eksperimen mempunyai jumlah N . 22 peserta didik memiliki mean . ata-rat. Tabel 8. Independent Samples Test Levene's Test for Equality of Variances X1 Equal variances not assumed t-test for Equality of Means Sig. Sig. Mean Difference Std. Error Difference 0,205 -2,578 -2,578 33,294 0,014 0,015 -8,78864 -8,78864 3,40870 3,40870 Dari output uji independent sample t-test di atas berdasarkan data nilai peserta didik kelas kontrol dan kelas eksperimen, dapat dilihat pada kolom Lower dan Upper masingmasing bernilai negatif yaitu lower -15,66767 dan upper -1,90960 sedangkan Sig . - taile. bernilai 0,014. Dari tabel output uji t-test hasil belajar matematika peserta didik dapat dilihat bahwa kelas kontrol dengan jumlah responden sebanyak 22 memiliki mean 81,2082 dan. Dan kelas eksperimen jumlah responden sebanyak 22 memiliki mean 89,9968. Pada Independent Sample Test diperoleh nilai Sig. -taile. adalah 0,014. Karena nilai sig. -taile. 0,014 < 0,05, maka pada kedua kelas tersebut terdapat perbedaan hasil belajar yang signifikan. Sehingga dapat disimpulkan ada perbedaan hasil belajar peserta didik antara diberi 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper -15,66767 -1,90960 -15,72137 -1,85591 perlakuan dengan model pembelajaran Realistic Mathematic Education dengan hasil belajar peserta didik yang diberi perlakuan model pembelajaran konvensional. Itu artinya ada pengaruh positif dan signifikan model pembelajaran Realistic Mathematic Education (RME) terhadap hasil belajar peserta didik kelas IV SDN 102/II Sungai Kerjan. Dalam independent sample t-test menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara hasil belajar matematika siswa pada kelas kontrol yang menggunakan model konvensional dan kelas eksperimen yang menerapkan model Realistic Mathematics Education (RME). Hal ini konsisten dengan temuan dari beberapa penelitian lain yang juga menunjukkan bahwa pendekatan RME memiliki pengaruh positif terhadap hasil belajar siswa. https://ejournal. id/index. php/mp | 451 Jurnal Muara Pendidikan Vol. 9 No. Desember . Sebagai perbandingan, penelitian yang dilakukan oleh Mulyana & Suryadi . dalam Journal of Educational Research menunjukkan bahwa siswa yang diajarkan dengan model RME memiliki hasil belajar yang lebih tinggi dibandingkan dengan metode pembelajaran tradisional. Hasil uji statistik mereka juga menemukan nilai Sig. < 0,05, yang mengindikasikan bahwa perbedaan tersebut Studi menyimpulkan bahwa RME membantu siswa dalam memahami konsep matematika secara lebih mendalam melalui situasi yang relevan meningkatkan motivasi dan pemahaman. Dengan demikian, hasil penelitian ini sejalan dengan studi-studi terdahulu yang menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran RME memberikan dampak positif dan signifikan terhadap hasil belajar matematika, terutama dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan pembelajaran konvensional pada kelas kontrol (IV A) dan model pembelajaran Realistic Mathematics Education (RME) pada kelas eksperimen (IV B) pada menggunakan pembagian 2 bilangan angka terhadap motivasi belajar thitung 2. 053 > ttabel 018 menunjukkan motivasi belajar peserta Realistic Mathematics Education (RME) lebih tinggi dari pada pembelajaran konvensional pada mata pelajaran matematika dikelas IV. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa pembelajaran konvensional pada kelas kontrol (IV A) dan model pembelajaran Realistic Mathematics Education (RME) pada kelas eksperimen (IV B) pada pembelajaran matematika materi menggunakan pembagian 2 bilangan angka terhadap hasil belajar t hitung 578 > ttabel 2. 018 mennjukkan hasil belajar peserta didik dengan menggunakan Realistic Mathematics Education (RME) lebih tinggi dari pada pembelajaran konvensional pada mata pelajaran matematika dikelas IV. E-ISSN: 2621-0703 P-ISSN: 2528-6250 DAFTAR PUSTAKA